Author Topic: Saat Teduh  (Read 50418 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 12, 2018, 05:20:00 AM
Reply #1610
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Allah Hebat dan Penuh Kuasa
Posted on Kamis, 11 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 8:1-15

Jika merenungi kasih dan kuasa Allah, sungguh luar biasa penyertaan-Nya di sepanjang hidup kita. Dia memberikan kesehatan, menambahkan rezeki, dan menyediakan kebutuhan, sehingga memampukan kita untuk bekerja. Akan tetapi, jangan pula kita lupa bahwa Allah juga hadir dalam kesesakan, kesedihan, dan luka kita. Hal terpenting dari semua itu adalah kita diberikan damai dan sukacita dalam menjalani hidup.

Allah yang Mahakuasa juga terbukti dalam sejarah. Firaun tetap mengeraskan hatinya. Dia tidak mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Karena itu, Allah, melalui Harun dan Musa, kembali menunjukkan kuasa-Nya. Harun mengulurkan tangan dan tongkatnya ke atas segala air di Mesir. Apa yang terjadi? Banyak katak bermunculan dan menutupi daerah Mesir (5-6).

Walaupun demikian, Firaun juga mengandalkan para ahli sihirnya. Mereka pun, ternyata, bisa melakukan hal yang sama dengan ilmu-ilmu mantranya. Akhirnya, katak semakin banyak bermunculan meliputi tanah Mesir (7). Bisa terbayang, ini pasti keadaan yang sangat kotor dan menjijikan.

Sesudah itu, Firaun agaknya tidak tahan lagi dengan situasi itu. Firaun meminta kepada Harun dan Musa agar melenyapkan katak-katak itu sambil berjanji akan melepaskan orang Israel dari tanah Mesir (8). Musa pun berdoa kepada Allah. Dia meminta agar katak-katak itu lenyap, kecuali di Sungai Nil (11).

Allah mengabulkan permintaan itu. Tuhan melenyapkan katak-katak tersebut, sehingga ada kelegaan bagi bangsa Mesir. Akan tetapi, Firaun ternyata melupakan janjinya. Dia mengeraskan hati dan sengaja melupakannya. Walaupun, kita tahu bahwa sikap ini sudah difirmankan Tuhan sebelumnya (14-15).

Lewat kisah ini, kita melihat bagaimana Firaun sudah melihat kuasa Allah.. Namun, dia masih tetap mengeraskan hatinya.

Doa: Tuhan, berikan kami hati yang berfokus kepada kuasa-Mu. Jangan biarkan kami khawatir terhadap besarnya tantangan yang sedang kami hadapi dalam hidup ini. [KT]







Jangan Rebut Kemuliaan-Nya!
Posted on Kamis, 11 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 26

Kebesaran dan keperkasaan Raja Uzia tertampil dalam kepiawaiannya memimpin Kerajaan Yehuda (yang sebelumnya dikalahkan oleh Kerajaan Israel Utara) menjadi kerajaan digdaya yang termasyhur sampai ke negeri yang jauh. Selama bersandar kepada Tuhan, Raja Uzia selalu sukses (memenangkan peperangan, membangun kota di wilayah bangsa Filistin, mendirikan menara, memajukan pertanian, dan membangun kekuatan militer). Kesuksesan Raja Uzia itu menakjubkan, sehingga ia menjadi sombong. Pada zaman itu, kemegahan seorang raja seringkali memunculkan mitologi. Raja yang digdaya biasa dikaitkan dengan keperkasaan seorang dewa dalam diri seorang raja. Sebagai raja yang keperkasaannya menakjubkan, tanpa sadar, Raja Uzia menganggap dirinya sehebat Allah. Dia tak mau mematuhi sistem keimaman. Ia memasuki Bait Allah untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan, padahal hal itu hanya boleh dilakukan oleh seorang imam. Saat itulah, Tuhan menimpakan hukuman yang sangat keras untuk menundukkan raja yang angkuh ini, yaitu menimpakan penyakit kusta yang langsung meruntuhkan nilai manusia. Selain berdampak terhadap fisik, penyakit kusta juga berdampak sosial dan rohani. Uzia yang menganggap dirinya digdaya mengakhiri sisa hidupnya sebagai orang yang dibuang.

Sejak awal, Tuhan memang menempatkan manusia menjadi wakil (duta) Allah di tengah dunia. Saat manusia ingin menempati posisi Allah dan menyingkirkan Tuhan dari kehidupannya, kejatuhan manusia dimulai. Apakah Anda menyadari bahwa potensi atau talenta yang Tuhan karuniakan kepada Anda harus Anda syukuri dan Anda pakai untuk lebih bersungguh-sungguh melayani Dia, bukan membuat Anda menjadi angkuh dan merebut kemuliaan bagi diri Anda sendiri? [PHJ]

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Roma 11:36



October 13, 2018, 05:15:39 AM
Reply #1611
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Haus dan Lapar akan Firman-Mu
Posted on Jumat, 12 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 27-28

Kisah hidup dua raja kerajaan Yehuda—yaitu Yotam dan Ahas— menunjukkan adanya kontras kepemimpinan. Keduanya memerintah dalam jangka waktu enam belas tahun. Akan tetapi, Raja Yotam yang mengarahkan hidupnya kepada Tuhan membawa Yehuda pada masa kesejahteraan, sedangkan Raja Ahas yang tidak memedulikan Tuhan membawa Yehuda ke salah satu masa terberat dalam sejarah, yaitu musuh datang dari berbagai penjuru dan menghancurkan kota-kota di Yehuda, menawan penduduk, dan membunuh begitu banyak warga. Walaupun ada hal-hal yang membanggakan pada diri Yotam (apa yang ia bangun dan apa yang ia menangkan), ia memiliki sebuah kelemahan, yaitu apa yang ia ajarkan. Pada masa pemerintahannya, ia tidak meminta rakyatnya meninggalkan bukit pengorbanan, padahal biasanya rakyat menaati apa pun yang diperintahkan oleh seorang raja, baik perintah untuk menyembah Tuhan maupun menyembah ilah lain. Kehidupan Raja Ahas yang berdosa membuat Yehuda diserahkan kepada musuh-musuhnya, baik ke tangan raja Aram maupun ke tangan raja Israel (28:5). Ironisnya, saat Yehuda menolak untuk mendengarkan suara Tuhan, Israel justru mendengarkan Firman Tuhan. Saat Nabi Oded dan para pemimpin bani Efraim meminta tentara Israel melepaskan penduduk Yehuda yang tertawan, sangat mengejutkan melihat bahwa para tentara itu mau mendengarkan Firman Tuhan (28:9-14).

Akan datang masa saat perkataan manusia tidak lagi mampu memuaskan kelaparan jiwa, yang hanya bisa dipuaskan oleh Firman Tuhan. Saat Allah berfirman kepada Anda sekalian yang mengaku sebagai anak-anak Allah, apakah Anda mau mendengar dan menaati Dia? [PHJ]

“Sesungguhnya, waktu akan datang, “demikianlah Firman Tuhan ALLAH, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan Firman Tuhan.” Amos 8:11



October 15, 2018, 05:47:32 AM
Reply #1612
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Kembali pada Ibadah yang Kudus
Posted on Minggu, 14 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 30-31

Raja Hizkia membawa umat untuk kembali beribadah kepada Tuhan Allah, sesuatu yang sudah diabaikan selama ratusan tahun. Bahkan, dia mengundang rakyat Israel Utara untuk datang ke Yerusalem dan menyembah Tuhan. Selama ini, Tuhan melarang rakyat Yehuda bergaul dengan rakyat Israel Utara yang bergelimang dosa agar rakyat Yehuda tidak terpengaruh. Akan tetapi, pada zaman Raja Hizkia, rakyat Yehuda justru yang berusaha memberi pengaruh baik terhadap rakyat Israel Utara. Raja Hizkia melaksanakan niatnya secara amat serius, sehingga ia mengutus pesuruh-pesuruh cepat ke Israel Utara. Walaupun beberapa suku di Israel Utara menertawakan dan mengolok-olok niat baik itu, ada suku yang merespons dan datang. Setelah zaman Salomo, inilah kali pertama perayaan Paskah diselenggarakan di Yerusalem. Para Imam dan orang lewi sangat malu karena sampai sedemikian lama mereka tidak pernah menyelenggarakan perayaan Paskah bagi Tuhan seperti ini. Inilah pemulihan ibadah yang Hizkia adakan! Hizkia bahkan memohon kelonggaran Tuhan, karena bangsa Israel makan Paskah tanpa menguduskan diri dahulu. Tuhan sangat berkenan pada Yehuda dan Israel, dan doa mereka sampai ke tempat kediamanNya yang kudus di sorga. Hizkia kemudian mengatur sumbangan untuk kehidupan para imam dan orang Lewi. Hizkia menunjukkan bahwa ia sangat menaruh perhatian pada pentingnya beribadah kepada Tuhan.

Pada masa kini, banyak orang Kristen yang memandang ibadah kepada Tuhan sebagai sesuatu yang kurang penting. Mereka datang terlambat dan bermain handphone selama ibadah. Mereka tidak menghargai kekudusan Tuhan. Apakah Anda memiliki hati yang rindu mencari Tuhan dan Anda berusaha menguduskan diri seperti Hizkia? [PHJ]

“Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku” Imamat 20:26


October 16, 2018, 05:24:52 AM
Reply #1613
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Tuhan Menepati Janji-Nya
Posted on Senin, 15 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 9:1-7

Zaman sekarang, kita semakin banyak menjumpai orang yang bicara sesuka hatinya. Namun, ketika kita menuntut bukti, ternyata ucapannya isapan jempol belaka. Orang seperti ini mempunyai kemampuan untuk membius pendengarnya dengan seribu janji. Namun setelah pendengarnya sadar, akhirnya mereka menjadi kecewa. Oleh sebab itu, banyak orang memandang sebelah mata kepada orang seperti ini. Kita mengenalnya dengan sebuah istilah: NATO (No Action Talk Only)

Tuhan tentu tidak demikian karena perkataan-Nya selalu sesuai dengan tindakan-Nya

Firaun masih tetap mengeraskan hati, walaupun Tuhan sudah menimpakan empat tulah kepada orang Mesir. Oleh sebab itu, Tuhan menitahkan Musa agar kembali menemui Firaun (1). Jika Firaun masih menahan orang Israel, Allah berfirman akan menjatuhkan penyakit sampar pada ternak bangsa Mesir (2-3). Akan tetapi, Tuhan berfirman, seekor pun ternak orang Israel tidak akan mati (4).

Kapan ini akan terjadi? Tuhan sudah menentukan waktunya. Firman-Nya, “Besoklah Tuhan akan melakukan hal itu di negeri ini, ” (5). Keesokan harinya, segala ternak orang Mesir mati, namun ternak orang Israel tidak seekor pun mati (6). Peristiwa ini membuktikan bahwa Allah sungguh menepati perkataan-Nya melalui Musa, hamba-Nya.

Firaun berbeda dengan Allah. Allah konsisten dengan janji-Nya, sebaliknya Firaun sering mengingkarinya. Ketika tulah mengancam kehidupan orang Mesir, dia berjanji akan melepaskan orang Israel. Namun, sesudah tulah berakhir dan dia mulai merasa aman, maka dia segera membatalkan janji itu secara sepihak.

Firaun, bisa saja, adalah figur yang mewakili tabiat kita. Kala gundah datang menyapa, kita mudah mengumbar nazar. Dengan itu, kita berharap Tuhan akan segera menolong dan mengatasi masalah. Namun, saat gundah berganti ceria, kita lupa pada janji kepada Tuhan. Kita mengeraskan hati dan sibuk dengan diri sendiri.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk selalu menepati janji sama seperti diri-Mu. [KT]







Kau Spesial Bagi-Ku
Posted on Senin, 15 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 8:20-32

Kasih Allah adalah kasih BMW. Kata BMW pasti tidak asing bagi kita. Ya, itu adalah merek sebuah mobil terkenal. Akan tetapi, apa maksudnya jika kasih Allah dikaitkan dengan BMW? Apakah itu berarti Allah hanya mengasihi orang-orang yang punya mobil BMW? Tentu saja, bukan!

BMW adalah singkatan dari Bagaimanapun, Meskipun, dan Walaupun. Bagaimanapun keadaan bangsa Israel, Allah tetap mengasihi. Meskipun, mereka selalu tidak patuh, namun Allah selalu menyayangi umat pilihan-Nya itu. Walaupun, mereka selalu melakukan kesalahan, tetapi Allah tetap mencintai bangsa Israel. Begitulah, Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi mereka.

Allah membuat tulah yang keempat atas tanah Mesir, yaitu lalat pikat. Seluruh bangsa Mesir terkena, yakni pegawai-pegawai Firaun, rakyatnya, rumah-rumahnya, bahkan tanah mereka penuh dengan pikat (21). Akan tetapi, lalat-lalat itu tidak menghinggapi tanah Gosyen tempat berdiamnya bangsa Israel. Itu pertanda bahwa Allah hadir di tengah bangsa-Nya, yaitu Israel (22-23). Tuhan Allah melakukan hal ini untuk menunjukkan kasih kepada bangsa-Nya.

Sebagai orang yang beriman, pernahkah kita merasa spesial? Kapan? Dalam keadaan bagaimana? Apakah dalam keadaan sedang baik-baik saja atau kala tantangan berat datang menyapa? Dalam kondisi demikian, apakah kita kehilangan sukacita dan harapan?

Orang beriman memang tidak bisa lepas dari tantangan, termasuk bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan. Walau begitu, Tuhan selalu punya cara untuk memelihara umat-Nya. Dia selalu kreatif memperlihatkan betapa spesial kita di mata-Nya.

Kehidupan memang selalu berhiaskan tantangan dan permasalahan. Namun, Allah selalu merengkuh kita dalam kehangatan cinta-Nya. Dia akan selalu merawat dan memberi kita kelegaan dalam melewati setiap masa-masa sukar itu.

Doa: Tuhan, kami bersyukur karena Engkau selalu menempatkan kami spesial di hati-Mu. Terima kasih, Tuhan! [KT]





.......



October 16, 2018, 05:25:20 AM
Reply #1614
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
.......





Belum Diizinkan
Posted on Senin, 15 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 8:16-19

Kata “izin”, biasanya, berkaitan dengan syarat tertentu. Misalnya, jika Budi sudah punya Surat Izin Mengemudi (SIM), ayah mengizinkannya mengendarai motor sendiri. Contoh lain, jika Rina juara kelas, maka ibu akan memasak makan favoritnya. Hal-hal demikian menyiratkan sebuah keinginan. Akan tetapi, keinginan itu baru terpenuhi, kalau kita sudah memenuhi tuntutan yang ditetapkan sebelumnya.

Harun dan Musa juga sedang memperjuangkan izin kebebasan bangsa Israel dari Mesir. Firaun masih saja menahan bangsa itu dengan mengandalkan para ahli sihirnya. Alkitab mencatat, ternyata mereka pun bisa melakukan persis seperti apa yang Musa lakukan.

Nas hari ini tentang tulah ketiga. Allah berfirman kepada Musa agar Harun mengulurkan tongkatnya dan memukul ke debu tanah. Setelah itu, debu tersebut berubah menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir (16). Para ahli sihir Mesir mencoba berbuat hal serupa. Akan tetapi, kali ini, mereka gagal (18).

Lantas, apakah Israel langsung mendapat izin untuk keluar dari Mesir? Ternyata Firaun tetap tidak memberikan. Para ahli Mesir, malahan, sudah mengakui, “Inilah tangan Allah” (19). Meskipun begitu, Firaun tetap mengeraskan hati. Sebenarnya, itu harus terjadi, karena demikianlah Firman Tuhan.

Orangtua yang baik pasti mendidik anaknya dengan kasih. Namun, kita jangan salah mengerti. Tanda mengasihi bukan berarti setiap permintaan anak harus langsung dipenuhi. Orangtua yang bijak selalu punya pertimbangan terhadap permohonan anaknya. Hanya dengan begitulah, anak belajar untuk menjadi dewasa.

Allah mengeraskan hati Firaun. Artinya, Allah jugalah yang belum mengizinkan Israel keluar dari tanah Mesir. Ini bagian dari pembelajaran penting. Tujuannya agar bangsa Israel merasakan kasih Allah dalam usaha memperjuangkan kebebasan mereka.

Doa: Tuhan, berikan kami hati yang sabar. Secara khusus, ketika harus menanti jawaban-Mu dalam setiap rancangan di kehidupan kami. Sebab, kami yakin bahwa rencana-Mu selalu berujung indah. [KT]







Tangan yang Berjasa
Posted on Senin, 15 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 32

Sesudah menaklukkan Israel Utara, pasukan Asyur datang untuk menaklukkan Yehuda. Walaupun terancam bahaya besar, Raja Hizkia tetap tenang. Hatinya tetap tertuju pada Tuhan. Ia menguatkan tentaranya dengan mengatakan bahwa Tuhanlah yang menyertai Yehuda, sedangkan yang menyertai musuh hanyalah tangan manusia. Sekalipun tidak dapat dipungkiri bahwa tangan manusia itu (Kerajaan Asyur) memang sudah menaklukkan banyak kerajaan dan suku bangsa, kesalahan terbesar Asyur adalah menyamakan Tuhan Allah dengan ilah bangsa-bangsa lain yang hanya merupakan patung buatan tangan manusia. Allah bukanlah buatan tangan manusia, justru manusialah yang dibentuk (dibuat) oleh Allah (Kejadian 2:7). Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kerajaan sebesar Asyur pun tidak berdaya menghadapi tangan Tuhan yang kuat. Kerajaan Asyur kalah, sedangkan Kerajaan Yehuda di bawah pimpinan Raja Hizkia mengalami kejayaan, sehingga Raja Hizkia diagungkan semua bangsa. Ironisnya, kesuksesan dan kekayaan membuat Raja Hizkia jatuh dalam dosa kesombongan dan dia tidak berterima kasih pada Tuhan.

Karakter manusia diuji saat ia memperoleh kekayaan, kenyamanan, atau posisi yang tinggi. Banyak orang yang semula amat rendah hati, berubah menjadi angkuh dan lupa diri setelah sukses. Sadarkah Anda bahwa kesuksesan yang bisa Anda raih merupakan berkat Tuhan? Saat kita lemah dan tak memiliki kemampuan apa pun, Tuhan melatih dan menguatkan kita. Tuhan mendengar semua keluh kesah dan Dia melihat air mata yang mengalir saat kita berjuang. Setelah sukses, waspadalah agar Anda tidak jatuh dalam dosa kesombongan! [PHJ]

“Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.” Mazmur 144:1



October 17, 2018, 05:20:07 AM
Reply #1615
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Peka terhadap Teguran Tuhan
Posted on Selasa, 16 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 9:8-12

Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Daring (Dalam Jaringan) mendefinisikan barah sebagai bengkak yang mengandung nanah (karena infeksi); bisul. Setara dengan itu, Alkitab Edisi Studi mengartikan barah sebagai jenis bisul yang mungkin disebabkan sejenis bakteri. Gejala yang tampak pada manusia adalah demam dengan bisul kehitaman seperti arang. Jenis penyakit ini juga bisa menjangkiti binatang, sehingga menyebabkan sakit dan kematian. Bisa dikatakan, barah mirip seperti penyakit sampar pada ternak dalam tulah kelima.

Informasi di atas bisa membantu kita berimajinasi tentang situasi tentang perikop yang baru kita baca. Orang Mesir, kemungkinan besar, mengalami kekacauan akibat tulah keenam ini. Manusia dan binatang serentak terkena barah (9). Semua merasakan bisul dan demam. Jangankan membantu orang lain, bahkan menolong diri sendiri pun pasti susah. Kesengsaraan itu semakin lengkap, ketika mereka pun harus mengkhawatirkan anggota keluarga dan ternak.

Tulah yang dahsyat ini menghantam siapa pun. Ahli-ahli, yang dahulu menampakkan kuasa di depan Musa, juga terkena imbas. Mereka, bahkan, tidak bisa berdiri di hadapan Musa (8-11). Akan tetapi, walaupun wabah endemik ganas menyerang, Firaun masih tetap mengeraskan hatinya.

Tuhan menggunakan jelaga, dari dapur peleburan, untuk menjatuhkan tulah bagi yang menantang Dia. Jelaga merupakan sesuatu yang tidak pernah diperhatikan, bahkan dianggap remeh. Namun, justru jelaga itulah yang dipakai Tuhan untuk menegur manusia.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memerhatikan teguran Tuhan melalui hal-hal kecil? Apakah ada “jelaga” yang sedang dikirim Tuhan untuk mengoreksi hidup kita? Jelaga itu bisa mengambil ragam bentuk, seperti penyakit, kesukaran, atau kelemahan tubuh. Kini saatnya, kita terbuka kepada Tuhan untuk menerima pertolongan, tuntunan, dan petunjuk dari-Nya.

Doa: Tuhan, ajar kami peka terhadap berbagai hal yang Engkau pakai untuk menegur dan mendidik kami. [THIE]







Kerohanian Setiap Hari
Posted on Selasa, 16 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 33

Kepemimpinan Raja Manasye sangat kontras dengan Raja Hizkia, ayahnya. Raja Hizkia memulihkan kerohanian rakyat Yehuda yang telah lama jatuh dalam dosa, sedangkan Raja Manasye membuat rakyat Yehuda kembali hidup menyimpang dari jalan Tuhan. Apa yang membuat keturunan raja sesaleh Hizkia bisa membuat bangsa Yehuda terjerumus pada dosa yang jauh lebih buruk? Penyebab utama kemerosotan itu adalah karena Manasye lahir dan dibesarkan saat Kerajaan Yehuda berada dalam masa jaya dan damai, yaitu masa saat Raja Hizkia, ayahnya, sedang menikmati nama besar dan keagungan serta tidak mengingat Tuhan. Saat Manasye mengambil alih kepimpinanan sebagai raja yang masih muda dan yang belum mengenal Tuhan, ia berlaku semau hati. Ia meniru ritual ibadah bangsa lain. Ia membangun kembali bukit pengorbanan serta mezbah untuk menyembah Baal, Asyera, dan tentara langit, bahkan mengorbankan anakanaknya sebagai korban bakaran, melakukan ramal, telaah dan sihir, dan berbagai kejahatan lain yang membuat bangsa Israel melakukan dosa yang melebihi bangsa-bangsa lain. Manasye baru sadar dan bertobat setelah Allah menghukum. Sayangnya, kerusakan yang ia buat sudah terlalu hebat. Ia tidak sanggup memulihkan keadaan menjadi baik seperti pada masa ayahnya. Bahkan Amon, anak Raja Manasye, meniru dosa ayahnya.

Kerohanian harus dibangun dengan setiap hari berjalan bersama Tuhan. Waspadalah agar kenyamanan hidup tidak membuat kita terlena sampai kita tidak lagi takut akan Tuhan. Terlena dengan kenyamanan merupakan awal kejatuhan ke dalam dosa. Ambillah waktu untuk mengoreksi hidup dan jagalah komitmen untuk memperbarui hubungan dengan Tuhan setiap hari. [PHJ]

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Lukas 9:23



October 18, 2018, 05:13:35 AM
Reply #1616
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Masa Lalu Sungguh Berharga
Posted on Rabu, 17 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 1:1-6

Jika mengacu pada bulan ke-8 dan tahun ke-2 pemerintahan Raja Darius, maka itu diperkirakan 520 SM. Saat itulah Zakharia menerima sabda Tuhan (1). Allah mengungkapkan alasan orang-orang Yehuda dibuang dari Yerusalem. Tuhan mengatakan bahwa nenek moyang mereka telah menerima murka-Nya (2). Mereka berpaling dari Tuhan, meskipun para nabi sudah mengingatkan mereka agar berbalik kepada Tuhan. Namun, mereka tidak mau melakukannya (4).

Murka Tuhan bukan berarti Dia tidak mengasihi nenek moyang Israel. Teguran para nabi, justru menjadi bukti bahwa Tuhan ingin agar mereka kembali kepada-Nya. Inilah yang menjadi tugas Zakharia, yaitu untuk mengingatkan orang Yehuda supaya tidak meniru nenek moyangnya. Dia harus menyerukan supaya mereka kembali kepada Tuhan (2, 6).

Dari Firman Tuhan kepada Zakharia, kita bisa belajar tentang masa lalu yang berharga. Kisah dari nenek moyang menyimpan pelajaran agar kita tidak terperosok pada kesalahan yang sama. Tuhan pernah membuang nenek moyang Yehuda karena mereka berlaku tidak setia. Ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi Yehuda berikutnya. Seharusnya, sejarah ini menjadi pelecut agar mereka semakin setia pada Tuhan.

Masa lalu juga menambah pengenalan orang Yehuda kepada Tuhan. Mereka jadi sadar bahwa Dia tidak pernah jemu mengingatkan umat kesayangan-Nya. Walaupun nenek moyang orang Yehuda banyak melakukan kesalahan, Allah tidak segera membuang generasi berikutnya. Sebaliknya, Dia tetap setia menasihati agar mereka tidak mengulangi kesalahan seperti para pendahulunya.

Sebaiknya, kita juga mesti menghargai pengalaman masa lalu. Melalui itu, kita bisa belajar mengenai hal yang benar dan salah. Semua pengalaman itu bisa mengingatkan kita tentang kemurahan hati Tuhan. Tentu saja, itu bisa menjadi bekal agar kualitas hidup kita pada masa depan semakin mantap.

Doa: Tuhan, terima kasih atas semua pengalaman hidup yang mengajar kami mengenai karya kemurahan-Mu. [THIE]







Teguran Tuhan
Posted on Rabu, 17 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 9:13-35

Kisah mengenai tulah ketujuh sangat menarik. Tuhan tidak hanya menulahi manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan (24-25).

Sebelum menjatuhkan tulah, Tuhan telah memberi peringatan kepada Firaun dan orang-orang Mesir.

Pertama, Tuhan menegur agar Firaun melepaskan orang Israel, supaya mereka beribadah kepada-Nya (13).

Kedua, Tuhan juga memberi mereka kesempatan agar menyelamatkan diri dan ternaknya sebelum tulah hujan es turun menghunjam (18-19).

Sebagian orang memang memerhatikan peringatan ini dan mereka pergi untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi, sebagian orang lain memilih untuk tidak peduli (20-21).

Tuhan menimpakan tulah bukan karena kebencian, tetapi untuk menunjukkan kemuliaan-Nya demi kemasyhuran nama-Nya (14-16). Kemuliaan itu semakin terlihat jelas karena tanah Gosyen bebas dari tulah apa pun (26). Itu satu bukti bahwa orang Israel adalah umat pilihan Allah.

Kisah ini menunjukkan otoritas dan kemuliaan Tuhan. Meskipun begitu, kewenangan-Nya tidak semena-mena. Dia menyampaikan maksud dan tujuan-Nya dengan jelas. Dia menyebutkan tindakan yang hendak dilakukan-Nya. Dia pun memberi kesempatan bagi orang Mesir untuk bertobat. Lebih dari itu, Dia juga memberi kesempatan kepada orang Mesir untuk menyelamatkan diri.

Bagaimana dengan kita sekarang? Melalui apakah Tuhan memperingatkan kita? Kita mungkin tidak menjumpai Musa yang langsung menyampaikan firman. Walau begitu, itu tidak berarti Tuhan diam. Tentunya Tuhan masih terus berbicara kepada kita dengan banyak cara, seperti melalui Alkitab, lewat nasihat orangtua, bahkan mungkin saja dari mulut anak kecil yang kita temui. Pertanyaannya bagaimana kita merespons peringatan itu? Apakah kita mau mendengarkan atau sebaliknya tidak mengindahkannya?

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau bersedia menegur kami melalui berbagai hal di sekitar kami. Kami mohon kemampuan untuk memerhatikannya dan bertobat dari segala kesalahan kami. [THIE]







.......


October 18, 2018, 05:13:58 AM
Reply #1617
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......







Pilihan Hidup yang Sesungguhnya
Posted on Rabu, 17 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 34

Manasye dibesarkan saat Raja Hizkia sedang melupakan Tuhan, sedangkan Yosia lahir dan dibesarkan di akhir masa pemerintahan Raja Manasye, saat Raja Manasye sedang dalam masa pertobatan. Perbedaan masa saat mereka dibesarkan itu mempengaruhi cara mereka memimpin kerajaan Yehuda. Dengan mengesampingkan pengaruh ayah Yosia, yaitu Raja Amon, yang selama dua tahun menjadi raja, kemungkinan besar, iman yang membuat Yosia mencari Tuhan diperoleh dari melihat pergumulan kakeknya, yaitu Raja Manasye. Itulah sebabnya, walaupun Raja Yosia bisa memilih untuk memakai kekayaannya guna mengejar kenikmatan hidup, ia lebih memprioritaskan penahiran umat Yehuda, bahkan termasuk pula umat Israel Utara, dengan menghancurkan sisa penyembahan berhala. Penemuan kitab Taurat membuat Raja Yosia makin serius melakukan reformasi rohani di Yehuda. Ia mengumpulkan dan memimpin umat Allah untuk mengikat perjanjian dengan Tuhan, bahwa mereka hanya akan beribadah kepada Tuhan Allah. Inilah satu-satunya cara untuk membuat Tuhan berkenan. Saat Raja Yosia mencari petunjuk Tuhan, Tuhan berfirman bahwa hukuman Tuhan baru akan dijatuhkan sesudah ia mati. Namun, ia memilih untuk bangkit dan membawa umat kepada pertobatan seluruh bangsa.

Kita hidup pada masa saat begitu banyak orang—termasuk orang-orang di sekitar kita—tidak mengenal Tuhan dan berbuat dosa di hadapan-Nya. Jangan berpuas diri karena kita sudah menyembah Tuhan dan sudah menemukan kepastian keselamatan. Doakanlah keluarga, sahabat, orang-orang di sekeliling Anda yang belum mengenal Tuhan! Apa yang dapat Anda lakukan untuk menolong mereka mengenal Tuhan? [PHJ]

…, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Yosua 24:15b   


October 19, 2018, 06:01:10 AM
Reply #1618
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

Berlimpah Kebajikan
Posted on Kamis, 18 Oktober, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 1:7-17

Nabi Zakharia mendapat penglihatan pertama, yaitu seorang yang menunggangi kuda merah. Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang berada di dalam jurang (8).

Pohon murad adalah tanaman semak belukar yang selalu berdaun hijau di sepanjang tahun. Pohon ini melambangkan kesuburan, kedamaian, dan pembaruan. Pohon ini adalah gambaran mengenai kondisi yang akan datang. Keadaan ketika umat Tuhan diperbarui.

Seperti apa wujud pembaruan itu?

Penunggang kuda tadi adalah utusan Tuhan untuk menjelajahi bumi (10). Dia melaporkan tentang kondisi bumi yang tenang dan aman (11). Kendati demikian, malaikat bertanya kepada Tuhan mengenai waktu pemulihan bagi Yerusalem (12). Tuhan menjawab dengan kata-kata yang menghibur (13).

Akan tetapi, Tuhan sangat marah kepada bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman (15). Walau begitu, itu tidak berarti rasa sayang-Nya hilang. Dia berjanji akan kembali kepada umat-Nya dan mendirikan rumah-Nya di Yerusalem (16). Artinya, pembaruan umat Tuhan terjadi melalui pembangunan kembali Bait Allah di Yerusalem. Namun, apakah hanya itu?

Ayat terakhir dalam perikop ini menyebutkan bahwa kota-kota akan berlimpah dengan kebajikan (17). Artinya, Tuhan tidak hanya mengurusi tentang gedung tempat beribadah. Kehadiran Bait Allah diharapkan menjadi sarana bagi umat agar tekun beribadah, sehingga mereka akan setia kepada Tuhan. Dengan begitu, mereka akan menjalani keseharian seturut dengan kehendak-Nya, sehingga terwujudlah kota dan masyarakat yang hidup dengan kebajikan.

Bagaimana dengan ibadah kita? Adakah pembaruan terjadi melalui ibadah itu? Adakah hidup kita berlimpah dengan kebajikan, sehingga orang-orang di lingkungan sekitar kita juga ikut merasakannya?

Mari kita wujudkan ibadah yang menghasilkan kebajikan.

Doa: Tuhan, bimbing kami untuk bisa mewujudkan hidup yang berlimpah dengan kebajikan, sehingga nama-Mu dimasyhurkan di seluruh bumi. [THIE]







Komitmen pada Panggilan Tugas
Posted on Kamis, 18 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: 2 Tawarikh 35

Yosia adalah man of duty (orang yang sangat fokus pada tugasnya). Yosia membenahi tugas para imam dan orang-orang Lewi (35:2-3). Dalam perayaan paskah yang diselenggarakan oleh Raja Yosia, raja dan para pemimpin (panglima, pemuka rumah Allah, pemimpin Lewi) menyumbangkan hewan dari harta masing-masing. Para imam bertugas menguduskan umat, sementara orang-orang Lewi menyiapkan korban Paskah. Para penyanyi dan para penunggu gerbang bisa fokus pada pekerjaan mereka karna makanan Paskah untuk mereka disiapkan oleh orang-orang Lewi (35:15). Ketika Nekho hendak menuju ke Karkemis dengan melewati daerah Yehuda, Yosia tampil di medan perang. Saat itu, Mesir memang melakukan tugas Tuhan, namun Yosia merasa berkewajiban untuk melawan mereka. Perkataan Nekho, raja Mesir, “Saat ini aku tidak datang melawan engkau” (35:21) menyiratkan bahwa hanya untuk saat itu, Mesir bukan ancaman bagi Yehuda. Akan tetapi, Yosia berupaya sekuatnya melindungi rakyatnya, karena ia menguatirkan keadaan bangsanya saat mengingat nubuatan malapetaka atas Yehuda (34:28). Yosia akhirnya gugur! Seluruh rakyat berkabung hebat! Yeremia membuat syair ratapan untuknya. Yosia dikenang dan dicintai sebagai raja terbaik yang pernah dimiliki Yehuda, yang mengasihi rakyat dan berkomitmen pada tugasnya sebagai pemimpin bangsanya.

Apakah Anda memahami tugas Anda sebagai anak-anak Allah dan Anda mati-matian mengerjakannya? Sayang, banyak orang Kristen tidak menjalankan panggilan sebagai anak-anak Allah karena takut diejek oleh rekan sekantor atau ditolak orang lain, dan sebagainya. Apakah hati Anda bersemangat seperti Yosia yang rindu agar hidupnya berkenan kepada Tuhan serta yang mengerjakan tugas panggilan sampai akhir hidupnya? [PHJ]

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” 2 Timotius 4:5



October 20, 2018, 06:58:42 AM
Reply #1619
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/10/

TUHAN akan Menyelesaikannya Bagiku!
Posted on Sabtu, 20 Oktober, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Mazmur 137-138

Hidup yang kita jalani di tengah dunia ini tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan. Sebaliknya, seringkali kita harus menghadapi situasi yang melemahkan semangat dan iman, kesulitan yang membuat kita putus asa, dan pergumulan yang menyesakkan. Dalam situasi seperti itu, apa yang kita andalkan atau siapa yang kita harapkan untuk menolong diri kita?

Bacaan Alkitab hari ini adalah nyanyian syukur dan kesaksian Daud saat menyadari dengan sungguh-sungguh kasih setia Tuhan yang begitu ajaib di sepanjang hidupnya. Daud begitu ingin bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati dan bermazmur bagi Tuhan. Ia mau bersujud dan memuji nama Tuhan. Ia amat menyadari akan kasih setia Tuhan. Saat ia berseru, Tuhan menjawab, bahkan menambahkan kekuatan dalam jiwanya. Saat ia dalam kesesakan, Tuhanlah yang menjaga hidupnya dan menyelamatkannya dari tangan musuh. Semua pengalamannya membuat Daud amat percaya dan menyadari kasih setia Tuhan yang tetap untuk selama-lamanya, sehingga akhirnya Daud tidak takut terhadap apa pun yang akan terjadi dalam hidupnya, karena ia percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dia. Sebaliknya, Tuhan selalu menyelesaikan persoalan apa pun bagi anak-anak-Nya.

Pernahkah Anda menyadari betapa besarnya kasih setia Tuhan dalam hidup Anda? Sadarkah Anda bahwa Tuhan telah dan akan terus menopang dan memelihara hidup Anda setiap hari? Apa pun masalah dan pergumulan yang sedang Anda hadapi saat ini, maukah Anda mempercayai kasih setia-Nya yang tidak pernah berubah? Taruhlah hidup Anda dalam tangan-Nya selalu dan percayalah bahwa Ia akan menyelesaikan (mengerjakan) apa yang perlu bagi kebaikan Anda. [SS]

“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!” Mazmur 138:8



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)