Author Topic: Saat Teduh  (Read 48959 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 06, 2018, 05:14:37 AM
Reply #1640
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Umat yang Ditolak
Posted on Senin, 5 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 11:4-17

Tuhan itu panjang sabar. Akan tetapi, bukan berarti Ia hanya diam jika melihat pemberontakan umat-Nya. Nas hari ini menunjukkan bahwa Tuhan bisa murka dan menolak umat-Nya.

Nas hari ini melukiskan Tuhan yang sudah murka (6). Ia tidak lagi akan berbelas kasihan kepada domba-Nya. Untuk itulah, Ia meminta Sang Nabi untuk menggembalakan “domba-domba sembelihan” (4). Domba sembelihan tujuannya untuk dijual dan disembelih pembelinya. Penjual akan senang karena telah menjadi kaya. Dia tidak peduli dengan domba-domba tersebut. Begitu juga dengan pembeli yang menyembelih domba-domba tersebut tanpa merasa bersalah. Demikian juga orang-orang yang menggembalakannya pun tidak merasa kasihan (5).

Awalnya, Sang Nabi menggembalakan domba-domba dan membuat dua tongkat, yaitu tongkat “kemurahan” dan “ikatan”. Suatu saat, ia tidak dapat menahan hati terhadap domba-domba itu dan mereka pun muak terhadap dia (8). Ia pun mematahkan tongkat “kemurahan” untuk menunjukkan pembatalan perjanjian yang telah diikat (10). Kemudian, ia juga mematahkan tongkat yang kedua sebagai simbol untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel (14). Dengan demikian, Sang Nabi tidak akan lagi menggembalakan domba-domba tersebut. Malahan, Tuhan memintanya untuk mengambil perkakas seorang gembala yang pandir (15). Ini menandakan bahwa Tuhan akan memberikan kembali gembala yang pandir kepada umat. Alasannya, mereka telah menolak gembala baik yang Tuhan berikan. Sekarang domba kembali akan diabaikan (16). Nanti, Tuhan akan menghukum gembala yang pandir tersebut (17).

Tuhan adalah Tuhan yang sabar, akan tetapi, jika umat terus menolak, Ia pasti akan menjatuhkan hukuman. Tuhan akan menyerahkan mereka kepada para pemimpin egois yang hanya memikirkan diri sendiri dan membiarkan umat binasa. Jadi, marilah kita segera bertobat selama kesempatan masih ada.

Doa: Tuhan, ajari aku untuk semakin taat kepada-Mu. [IT]







Dedikasi Seorang yang Mencintai Firman Allah
Posted on Senin, 5 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ezra 7

Pasal ini mencatat pemulangan gelombang kedua bangsa Israel dari negeri pembuangan ke Yerusalem, sekitar 60 tahun setelah catatan penahbisan Bait Allah di pasal sebelumnya. Perjalanan kedua ini terjadi atas inisiatif Ezra yang meminta izin kepada raja Artahsasta. Ezra adalah imam keturunan Harun yang juga ahli kitab dan mahir dalam Taurat Musa (7:1-6). Dalam perjalanan ini, Ezra mengemban misi menghadirkan reformasi rohani di antara bangsa Israel melalui meneliti, menaati, dan mengajarkan Taurat Tuhan (7:10). Atas pertolongan Allah, raja mengizinkan Ezra dan sejumlah besar orang Israel pulang ke Yerusalem serta berjanji memberi sumbangan emas dan perak (dari kekayaan pribadi dan para penasihatnya serta dari perbendaharaan kerajaan) sebagai bekal perjalanan serta untuk mencukupkan kebutuhan ibadah di Bait Allah (untuk membeli binatang korban persembahan dan kebutuhan lainnya). Selain itu, raja berjanji menanggung semua pengeluaran Ezra serta membebaskan para imam, kaum Lewi dan pelayan Bait Allah dari pajak (7:11-26).

Pasal ini mengajarkan tentang teladan Ezra yang tidak hanya sangat memahami Firman Allah, tetapi juga taat serta bertekad mengajarkan bangsanya mengenal dan menaati firman-Nya. Setelah hidupnya ditransformasi firman Allah, Ezra rindu agar bangsanya juga mengalami transformasi serupa. Kita juga melihat bahwa kuasa Allah bekerja secara tak terduga. Ezra mengaku bahwa tangan Allah melindunginya, sehingga ia disenangi raja dan para penasihatnya dan mendapat bantuan yang tidak terduga dari raja (7:6, 9, 28). Apakah Anda memiliki semangat mencintai dan menaati firman Allah seperti Ezra? Apakah Anda lebih mengharapkan perlindungan tangan Allah atas kehidupan dan pelayanan Anda daripada mengandalkan kekuatan sendiri? [TF]

“Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.” Ezra 7:6



November 07, 2018, 05:30:46 AM
Reply #1641
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Sepanjang Jalan Tuhan Pimpin
Posted on Selasa, 6 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ezra 8

Setelah melakukan persiapan, perjalanan ke Yerusalem dimulai. Rombongan mereka berjumlah 1.514 laki-laki dewasa, atau 5.000 orang jika perempuan dan anak-anak ikut dihitung (8:1-14). Sepanjang perjalanan, ada tiga hal yang menunjukkan sikap hati Ezra yang bersandar kepada Allah:

Pertama, Ezra sadar bahwa tujuan kepulangan mereka adalah untuk beribadah di Bait Allah. Oleh karena itu, setelah sadar bahwa tidak ada orang Lewi dalam rombongan mereka, ia mendatangkan orang Lewi dari kaum keluarga Ido yang tinggal di Kasifya (8:15-20).

Kedua, Ezra mengajak seluruh rombongan berpuasa dan berdoa meminta perlindungan Allah, sebab perjalanan sekitar 1.500 kilometer yang tidak dikawal pasukan itu menghadapi ancaman perampokan dan serangan tiap saat, apalagi mereka membawa 25 ton perak, 3,75 ton emas, dan 8,5 kilogram piala emas (8:21-23).

Ketiga, Ezra mengajarkan bahwa semua emas dan perak yang mereka bawa adalah barang-barang kudus yang akan dipersembahkan kepada Allah (8:24-30). Atas pertolongan Allah, mereka tiba di Yerusalem setelah menempuh perjalanan selama empat bulan. Setelah beristirahat selama tiga hari, mereka menyelenggarakan kebaktian di Bait Allah dengan mempersembahkan korban bakaran dan korban penghapus dosa (8:31-36).

Di sepanjang perjalanan, pimpinan Allah sangat nyata. Pimpinan Allah terbukti dalam keberhasilan Ezra meyakinkan bangsa Israel yang lahir di negeri Babel—yang kemungkinan sudah hidup mapan—untuk pulang ke Yerusalem, diluputkannya rombongan dari serangan musuh di sepanjang perjalanan, dan sokongan yang diterima bangsa Israel dari pemimpin sekitar. Yakinkah Anda bahwa Allah menyertai hidup Anda serta mampu menolong Anda menghadapi semua tantangan dan kesulitan hidup? [TF]

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20b



November 08, 2018, 05:18:26 AM
Reply #1642
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Kemurahan Hati yang Menggantikan Murka
Posted on Rabu, 7 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 12:1-9

Akhir pasal ke-11 menunjukkan Tuhan murka kepada umat-Nya. Ia tidak lagi peduli jika mereka binasa. Namun, dalam nas hari ini, kita belajar bahwa murka Tuhan kemudian diganti oleh kemurahan-Nya (bdk. Mzm. 30:6).

Nas hari ini menunjukkan kebaikan Tuhan. Walaupun Yerusalem telah dikepung, tetapi Tuhan akan membuat semua pengepungnya menjadi pening (2). Yerusalem seolah seperti bejana yang berisi anggur. Banyak bangsa datang dan minum dari bejana sampai mabuk. Dengan begitu, mereka tidak mampu lagi menghancurkan Yerusalem.

Yerusalem kemudian diumpamakan seperti batu yang besar. Siapa pun yang mencoba mengangkatnya akan luka parah (3). Kuda-kuda yang menyerang Yerusalem sampai frustrasi, bahkan menjadi gila. Kaum Yehuda pun, akhirnya, memuji penduduk Yerusalem karena memiliki kekuatan dari Tuhan (4-5). Bahkan, kaum-kaum di Yehuda digambarkan sebagai anglo berapi. Mereka menyambar ke kanan dan ke kiri dan menghabiskan segala bangsa di sekeliling. Akan tetapi, Yerusalem akan tetap berdiri tegak (6).

Semua ini menekankan betapa Tuhan akan membuat Yerusalem tidak terkalahkan. Tuhan akan memberikan kemenangan kepada kemah-kemah Yehuda. Dengan begitu, keluarga Daud dan penduduk Yerusalem tidak merasa sombong (7). Selanjutnya, Tuhan akan melindungi Yerusalem. Caranya dengan membuat warganya yang paling lemah menjadi sehebat Daud (8). Keluarga Daud sendiri akan menjadi seperti Malaikat Tuhan yang memimpin mereka. Itu menggambarkan betapa hebatnya mereka. Itu seolah ingin menekankan bahwa Yerusalem tidak mungkin kalah. Segala bangsa yang mencoba menyerang Yerusalem akan dipunahkan (9).

Jika karena ketidaktaatan Tuhan menyatakan murka-Nya dan mendisiplin kita, maka jangan putus asa. Tuhan adalah Allah yang murka-Nya cepat berganti menjadi anugerah jika kita mau bertobat. Oleh karena itu, marilah bertobat.

Doa: mampukan kami untuk melihat kemurahan-Mu jauh melampaui murka-Mu. [IT]







Dosa Israel Disingkapkan oleh Firman Allah
Posted on Rabu, 7 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ezra 9

Pengajaran firman Allah yang dilakukan Ezra mengubah kehidupan bangsa Israel. Firman Allah menyadarkan para pemuka bangsa akan dosa kawin campur dengan bangsa-bangsa sekitar—yang dimulai oleh para pemuka dan penguasa bangsa— sehingga mereka melaporkan hal itu kepada Ezra (9:1-2). Setelah menunjukkan penyesalan dan pertobatan yang mendalam—dengan mengoyakkan pakaian dan jubah, mencabut rambut dan jenggot serta duduk merenung—Ezra menaikkan doa pengakuan dosa dan permohonan ampun di hadapan umat yang berkumpul. Dalam doanya, Ezra menekankan tiga hal:

Pertama, pengakuan akan kejahatan bangsa Israel yang sejak nenek moyang mereka sudah memberontak kepada Allah, sehingga mereka dihukum Allah dengan menjadi tawanan dan mendapat hinaan Allah.

Kedua, pengakuan akan kebesaran kasih karunia Allah yang mengampuni dan memulihkan sisa bangsa Israel dengan memimpin mereka kembali ke Yerusalem.

Ketiga, pengakuan akan betapa jahatnya bangsa Israel yang dipimpin pulang dari penawanan, yang justru mengulangi dosa keji yang dilakukan nenek moyang mereka dengan mengadakan kawin campur dengan bangsa-bangsa sekitar. Firman Allah adalah kuasa utama untuk mengalami reformasi rohani dalam kehidupan pribadi dan komunitas.

Firman Allah yang diajarkan dengan tekun oleh Ezra menyingkapkan dosa yang sudah berlangsung puluhan tahun di antara bangsa Israel, serta menyadarkan dan menuntun mereka kepada pertobatan yang menghasilkan perubahan hidup. Apakah Anda memiliki disiplin yang baik dalam membaca firman Allah? Apakah Anda selalu membuka diri untuk dikoreksi, dikuatkan, dan diubah oleh firman Allah? Seorang murid Kristus selalu memiliki kerinduan yang besar untuk meneliti, memahami, dan menaati firman Allah. [TF]

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Timotius 3:16







.......



November 08, 2018, 05:18:51 AM
Reply #1643
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......







Tuhan yang Mempertobatkan
Posted on Rabu, 7 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 12:10-14

Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef. 2:1-5).

Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.

Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw. 35:21-25). Ratapan tersebut akan terjadi di seluruh negeri. Ini menunjukkan sebuah ratapan nasional. Namun, bukan berarti mereka meratap secara formalitas saja. Alkitab mencatat dengan spesifik bahwa setiap keluarga meratap sendirian. Bahkan, begitu juga dengan istri mereka (12-14). Ini menunjukkan betapa ratapan ini keluar dari hati mereka yang tulus.

Pada akhirnya, jika kita dapat meratapi dosa, itu semata-mata karena anugerah. Tuhan telah memberikan kita anugerah untuk mengenali dosa dan memohon ampun. Dengan anugerah itu, kita bisa menyadari bahwa dosa kitalah yang sudah menikam Mesias.

Mari bersyukur karena Tuhan, dalam anugerah-Nya, telah menyadarkan kita akan dosa. Mari juga kita memohon pengampunan-Nya. Biarlah kesadaran ini membuat kita semakin menghargai tikaman yang telah diterima oleh Mesias. Siksaan itu akibat ulah dosa kita. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk lebih mencintai Tuhan.

Doa: Mampukan aku untuk senantiasa meratapi dosaku dengan tulus dan bertobat. [IT]



November 09, 2018, 05:34:59 AM
Reply #1644
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Singkirkan Segala Berhala
Posted on Kamis, 8 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 13:1-6

Sejak awal, Allah telah memproklamasikan diri-Nya sebagai Allah yang cemburuan. Ia tidak ingin disekutukan dengan ilah lain. Bahkan, Allah akan menghukum “penyembah ilah lain” sampai kepada keturunan ketiga dan keempat (Kel. 20:3-5).

Zakharia 13:1-6, yang baru kita baca, menampilkan gairah Allah yang ingin membersihkan Israel dari dosa penyembahan berhala (1). Bukan hanya untuk sesaat, tetapi Allah hendak menghapus berhala itu dari ingatan mereka untuk selamanya. Jadi, tidak seorang pun akan menyebutkan nama itu lagi di antara mereka (2). Tidak hanya sampai di situ, pembersihan ini pun menyapu “para nabi”. Jika kedapatan ada seorang nabi palsu, maka orang tuanya sendiri yang akan menghukum atau membunuhnya (3). Allah akan menyingkirkan dan mempermalukan para nabi palsu itu. Sampai-sampai, mereka sendiri tidak mau lagi mengaku diri sebagai nabi (4-5), bahkan jika dalam kondisi terdesak sekali pun (6).

Keinginan Allah untuk memulihkan Israel menjadi satu kerinduan yang begitu besar. Ketika saat itu tiba, Allah akan bertakhta sepenuhnya terhadap Israel. Selanjutnya, seluruh orang-orang Israel akan datang menyembah kepada Allah yang benar.

Sama seperti Allah rindu untuk memulihkan Israel, Ia juga rindu untuk memulihkan kita. Allah menginginkan totalitas penyembahan kita mengarah kepada-Nya. Itulah sebabnya, Allah mengutus Yesus Kristus-Anak-Nya yang tunggal-untuk menyelamatkan kita. Sayangnya, kita masih sering kali menduakan dan mendukakan Allah dengan berhala-berhala lain. Berhala lain bisa berupa apa saja yang menjauhkan fokus kita dari kebenaran dan tujuan Allah. Misalnya, orang-orang di sekitar kita, harta benda, atau keinginan-keinginan yang menguasai seluruh kehendak kita. Marilah kita merespons kerinduan Allah ini dengan mengarahkan totalitas hidup hanya kepada-Nya.

Doa: Tuhan, tolong aku untuk menjauhkan diri dari segala berhala yang masih aku pegang, yaitu segala hal yang dapat menjauhkanku dari kasih dan kebenaran-Mu. [IVT]







Firman Allah: Sumber Reformasi Kerohanian
Posted on Kamis, 8 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ezra 10

etekunan Ezra mengajarkan firman Allah akhirnya berhasil membawa reformasi kerohanian di antara bangsa Israel. Jemaah Israel dalam jumlah yang sangat besar berkumpul sambil menangis keras-keras di depan Bait Allah. Di bawah terang firman Allah, mereka merespons seruan Ezra dengan pertobatan sejati yang dibuktikan oleh dua hal:

Pertama, mereka mengaku berdosa kepada Allah karena mereka telah melanggar firman Allah. Oleh sebab itu, mereka bertekad menaati firman Allah (10:2-4).

Kedua, mereka membuktikan pertobatan mereka dengan kesediaan mengusir perempuan asing yang menjadi istri mereka serta anak-anak hasil perkawinan tersebut (10:7-14). Larangan perkawinan campur itu dimaksudkan untuk menjaga kemurnian iman bangsa Israel, sehingga tidak boleh dijadikan dasar untuk mendukung perceraian di antara umat Allah. Perhatikan bahwa larangan ini selaras dengan larangan menjalin relasi dengan bangsa-bangsa sekitar, supaya bangsa Israel tidak tertular praktik penyembahan berhala (baca Keluaran 34:11-16). Setelah melalui penyelidikan selama 3 bulan, tercatat 111 orang— termasuk 17 imam dan 10 orang Lewi—yang melanggar perintah ini (10:18-44).

Pengalaman bangsa Israel mengungkapkan bahwa reformasi kerohanian hanya terjadi jika firman Allah diajarkan, dipahami, dan ditaati. Pembangunan ulang Bait Allah tidak mampu mencegah terulangnya dosa yang diperbuat oleh nenek moyang bangsa Israel. Hanya setelah firman Allah diajarkan dan ditaati, dosa tersingkap, dan hati mereka tersentuh oleh kuasa firman Allah yang menghasilkan pertobatan dan pembaruan kehidupan. Apakah hidup Anda telah menunjukkan bukti pertobatan dan pembaharuan karena ketaatan kepada firman Allah? [TF]

“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Mazmur 119:9, 11



November 10, 2018, 05:06:28 AM
Reply #1645
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Yang Percaya akan Dimurnikan
Posted on Jumat, 9 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 13:7-9

Allah akan menguji setiap orang lewat suatu ujian yang tidak dapat dimanipulasi. Hingga pada akhirnya, hanya mereka yang tahan uji, berhati nurani murni, dan beriman teguh kepada Tuhanlah yang akan tetap bertahan. TUHAN akan menjadi Allah mereka dan mereka pun menjadi umat kepunyaan-Nya.

Ini adalah nubuat yang merujuk kepada Yesus Kristus dan umat yang mengikuti-Nya. Pedang adalah lambang keadilan Allah yang akan ditimpakan kepada Yesus. Dialah yang menanggung seluruh dosa umat manusia (7 bdk. Yes. 53:5). Kematian Yesus akan menjadi suatu peristiwa yang mengguncangkan iman. Akibatnya, para murid akan tercerai-berai dan hanya menyisakan sepertiga saja. Sementara, sisa selebihnya akan dilenyapkan (8). Mereka yang dilenyapkan ini adalah orang-orang yang lemah. Mereka adalah orang yang tidak percaya kepada-Nya. Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat bertahan dalam ujian yang datang. Mereka yang percaya dan bertahan pun tetap akan mengalami dapur peleburan (9). Mereka akan dimurnikan sehingga menjadi seperti emas yang berharga. Allah melakukan semuanya ini untuk memilih umat baru yang akan memuliakan-Nya. Mereka adalah umat pilihan dan kesukaan Allah.

Kita sekalian, yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, telah dan sedang mengalami ujian. Setiap hari, Allah memperhadapkan kita dengan ujian-ujian kehidupan. Ujian itu adalah tentang kasih, kesetiaan, kekudusan, kepercayaan, kejujuran, dan banyak lainnya. Tujuannya adalah agar kita memiliki iman dan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan. Allah ingin kita tidak bercacat dan bercela sampai kedatangan-Nya. Di antara kita, mungkin, tidak sedikit yang gagal dalam ujian itu. Akan tetapi, Allah yang penuh kasih sanggup untuk mengangkat kita kembali. Hingga pada akhirnya, Allah akan berkata, “Mereka adalah umat-Ku.” Kemudian, kita akan menjawab, “TUHAN adalah Allahku.”

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah imanku agar ketika ujian itu tiba, aku dapat melewatinya. [IVT]







Panggilan Menjadi Nehemia bagi Zaman Ini
Posted on Jumat, 9 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Nehemia 1

Dalam kesetiaan-Nya, Allah tidak pernah melupakan bangsa Israel. Meskipun Allah telah berulang kali menghukum berat umat pilihan-Nya karena ketidaksetiaan mereka, dalam setiap zaman Allah, selalu memanggil dan mengutus hamba-Nya untuk membawa kelepasan dan pemulihan.Nehemia adalah salah satu di antaranya. Teks Alkitab hari ini memperlihatkan tiga kualitas Nehemia sebagai seorang hamba Allah:

Pertama, hatinya peka terhadap kebutuhan sesama. Saat Hanani dan beberapa orang Yahudi datang melaporkan kondisi Yerusalem yang terlantar dan tercela, hatinya begitu terharu sehingga ia menangis dan berkabung selama beberapa hari (1:1-4).

Kedua, ia adalah pendoa syafaat bagi bangsanya. Setelah menaikkan pujian atas kebesaran Allah dan memohon pengampunan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsanya, Nehemia memohon Allah memulihkan keadaan umat-Nya yang terceraiberai karena dosa sesuai dengan janji-Nya (1:5-11).

Ketiga, ia memanfaatkan jabatannya untuk melayani Allah. Ia sadar bahwa bukanlah kebetulan bila ia memiliki jabatan tinggi dalam kerajaan Persia saat itu. Oleh sebab itu, ia memanfaatkan fasilitas dan kemudahannya untuk melayani bangsanya.

Sama seperti Nehemia, Allah juga mau memakai Anda untuk melayani zaman ini. Apakah Anda bersedia? Bukan kebetulan jika saat ini Anda hidup dalam lingkungan tertentu, memiliki kemampuan, jabatan, dan materi tertentu. Semua itu adalah titipan Allah yang harus dipakai untuk melayani zaman ini. Pernahkah Anda membuka mata, telinga, dan hati untuk melihat, mendengar, dan merasakan kebutuhan orang-orang di lingkungan Anda? Pernahkah Anda peduli dan mendoakan keselamatan dan kesejahteraan orang-orang di sekitar Anda? [TF]

“Ketika kudengar berita itu, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, …. Ketika itu aku ini juru minuman raja.” Nehemia 1:4, 11b



November 11, 2018, 11:48:18 AM
Reply #1646
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing
Posted on Minggu, 11 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Nehemia 3

Pasal ini mencatat dimulainya pembangunan kembali tembok Yerusalem. Daftar nama yang panjang di pasal ini memberi beberapa informasi menarik:

Pertama, seluruh pekerjaan dimulai dengan pembangunan kembali dan penahbisan pintu gerbang Domba oleh imam besar Elyasib dan para imam. Keterlibatan para pemimpin rohani tersebut menjadi simbol permohonan kepada pertolongan Allah dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat untuk berpartisipasi dalam pembangunan (3:1).

Kedua, seluruh pembangunan dilakukan secara serentak melalui pembagian berbasis keluarga, sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing, serta dimulai dan diakhiri di gerbang Domba (3:1, 32).

Ketiga, bangsa Israel dari segala lapisan berpartisipasi dalam pembangunan ini. Selain para penguasa daerah, di antara mereka terdapat tukang emas dan juru campur rempah (3:8), orang Lewi (3:17), imam (3:1, 22, 28), para budak di bait Allah (3:26), dan pedagang (3:32). Secara khusus, tercatat keterlibatan anak-anak perempuan Salum (3:12) dan para pemuka Tekoa yang menolak melibatkan diri (3:5).

Kisah di atas bisa dipelajari dari dua sisi yang berbeda. Dari sisi Nehemia, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya punya visi yang jelas, tetapi juga mampu menularkan visi itu kepada orang-orang yang dipimpin, serta menerjemahkan visi itu menjadi strategi dan pelaksanaan yang konkret. Dari sisi bangsa Israel, dibutuhkan ketaatan dan kesehatian umat untuk berpartisipasi mewujudkan visi pemimpin. Kesediaan seluruh umat untuk bekerja bersama dalam kesehatian membuat pekerjaan besar menjadi ringan dan bisa diselesaikan dengan baik. Dari dua sisi di atas, apa yang menurut Anda perlu ditingkatkan di gereja Anda? Tindakan konkret apa yang dapat dilakukan untuk menghasilkan peningkatan itu? [TF]

“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” Roma 12:4-5







Indah pada Waktu-Nya
Posted on Sabtu, 10 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Zakharia 14:1-21

Ketika mendengar, “Indah pada waktu-Nya, ” mungkin pikiran kita segera mengarah pada momen pernikahan. Akan tetapi, itu berbeda dengan nas kita hari ini. Pernyataan itu menunjukkan waktu tegaknya kedaulatan dan kekuasaan Tuhan di bumi. Saat itu, semua orang akan sujud menyembah-Nya.

Dalam perjalanan sejarahnya, bangsa Israel berulang kali ditaklukkan oleh bangsa-bangsa di sekitarnya. Seolah-olah, Allah yang mereka sembah lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa. Khususnya, ketika mereka ditindas, dianiaya, dan kejahatan merajalela.

Akan tetapi, kita melihat bahwa Allah telah mengatur segala sesuatu karena Ia yang berkuasa (1). Allah, seperti seorang sutradara, mengatur jalan sebuah peristiwa sejarah. Dalam adegan pertama, Allah mengumpulkan bangsa-bangsa untuk memerangi Yerusalem. Kota-kotanya direbut, dijarah, dan perempuan-perempuannya ditiduri. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadi tawanan di pembuangan (2). Allah membuat seolah kejahatan itu menang. Namun, pada adegan berikutnya, Tuhan tampil sebagai pahlawan memerangi kejahatan (3). Dengan kekuatan besar, Ia mengguncangkan dunia (4-6), mengalahkan kejahatan, dan mengembalikan kedamaian. Itulah saat Allah bertakhta sebagai raja (7-11). Sebagai bentuk keadilan, Allah menghukum kejahatan dengan berat (12). Ia akan menimpakan kengerian kepada segala bangsa yang jahat sampai mereka bersujud dan menyembah Allah (16-19).

Hari ini kita menyaksikan dunia begitu penuh dengan kejahatan. Hukum tidak mampu lagi berdiri tegak. Penindasan dan ratap orang jelata dan di mana-mana. Walaupun demikian, kita jangan berputus asa. Saat ini Allah sedang menantikan waktu yang tepat untuk memutarbalikkan semuanya. Ia akan datang tepat pada waktu-Nya. Saat kedatangan-Nya, kita akan terkagum-kagum dan menyembah karena kekuasaan-Nya yang begitu besar.

Doa: Tuhan, mampukan aku untuk melihat cara-Mu bekerja dan menunggu dalam pengharapan sampai waktu yang indah itu tiba. [IVT]







.......




November 11, 2018, 11:48:48 AM
Reply #1647
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......







Tantangan yang Tidak Menjadi Halangan
Posted on Sabtu, 10 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Nehemia 2

Pengalaman Nehemia membuktikan bahwa tekad yang bulat dan visi yang jelas tidak menjamin bahwa pelayanan akan bebas tantangan. Setelah memutuskan untuk pulang ke Yerusalem membangun kembali temboknya, Nehemia menghadapi empat tantangan besar, yakni: izin raja Artahsasta (2:1-9), perlawanan penduduk lokal yang tidak menyukai kesejahteraan Israel (2:10, 19-20), kondisi tembok Yerusalem yang rusak parah (2:11-16), serta semangat para pemimpin dan pemuka bangsa Israel untuk melakukan pembangunan (2:17-18). Menghadapi semua tantangan itu, Nehemia melakukan tiga hal: Pertama, berdoa memohon agar Allah mengulurkan tangan-Nya yang penuh kemurahan untuk menyingkirkan halangan dan membuka jalan. Kedua, mengadakan pendekatan pribadi untuk membangkitkan semangat para pemimpin Israel agar bersedia mendukung proyek itu. Ketiga, dengan penuh keberanian menghadapi ancaman para penentang proyek itu melalui jawaban yang bijaksana. Di akhir kitab ini, kita diberitahu bahwa proyek ini selesai dengan baik karena pertolongan Allah dan melalui perencanaan yang matang serta usaha yang maksimal dari Nehemia dan seluruh bangsa Israel.

Pengalaman Nehemia mengajarkan kita untuk tidak menyerah saat menghadapi tantangan dalam pelayanan yang mungkin datang dari berbagai pihak. Tantangan justru mendorong kita untuk lebih bersandar kepada Allah, lebih membuka diri untuk menerima dan diterima oleh sesama rekan pelayan, dan tidak takut terhadap ancaman apa pun, karena Allah di pihak kita dan pasti membuka jalan. Apakah tantangan terbesar bagi pelayanan Anda dan gereja Anda pada saat ini? Apakah Anda sudah menerapkan pelajaran di atas untuk mengatasinya? [TF]

“Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun.” Nehemia 2:20b




November 12, 2018, 05:53:25 AM
Reply #1648
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Tuhan Mengasihi Kita
Posted on Minggu, 11 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Maleakhi 1:1-5

Pernahkah Anda meragukan kasih Tuhan? Jika pernah, Anda tidak sendirian. Ada begitu banyak orang Kristen yang juga sedang mempertanyakan hal demikian. Pertanyaan ini datang tidak hanya dari mereka yang baru percaya, tetapi juga dari para rohaniwan dan mereka yang telah lama mengenal Kristus.

Pertanyaan ini juga pernah diajukan orang-orang Israel. Mereka berkata, “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” (2). Mereka bertanya sebagai respons dari pernyataan Allah yang berkata, “Aku mengasihi kamu.” Saat itu, orang-orang Israel hanya mendengar kebaikan Allah dari cerita turun-temurun. Sementara itu, dalam kenyataannya, mereka dikalahkan oleh Babel dan sebagian besar dari mereka dibuang. Konteks saat itu, mereka memang telah kembali ke tanah masing-masing. Namun, status mereka bukanlah sebagai bangsa yang merdeka karena masih berada di bawah kekuasaan Persia. Dalam situasi seperti ini, mereka tidak melihat kasih Allah itu.

Oleh karena itulah, Allah, melalui Maleakhi, menjawab mereka. Allah membuat perbandingan antara Esau dan Yakub. Esau-Si Anak Sulung-seharusnya mendapatkan hak kesulungan dari Ishak, tetapi Allah malah memilih Yakub (2-3). Allah membuat tanah pusaka Esau menjadi sunyi sepi dan jauh dari berkat (3). Bahkan, Allah menghancurkan kota-kotanya. Jika mereka membangunnya kembali, Allah akan merobohkannya (4). Allah berjanji, mereka akan melihat kasih Allah itu (5).

Manusia memang terbatas dalam melihat, merasakan, dan mengingat kasih Allah. Bahkan, kita mudah melupakan pertolongan Allah yang baru kita peroleh. Kita masih sulit merasakan pernyertaan Allah di dalam kesusahan. Mata kita buta bahwa segala yang kita miliki hari ini pun adalah karena kasih Allah. Ketika indra kita terbatas untuk melihat, mintalah iman kepada Tuhan agar bisa melihat kebaikan yang telah dikerjakan-Nya dalam hidup kita.

Doa: Tuhan berikanku iman, sehingga dalam keadaan tersulit sekalipun aku tetap memuji-Mu. Itu karena Engkau mengasihiku. [IVT]







Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing
Posted on Minggu, 11 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Nehemia 3

Pasal ini mencatat dimulainya pembangunan kembali tembok Yerusalem. Daftar nama yang panjang di pasal ini memberi beberapa informasi menarik:

Pertama, seluruh pekerjaan dimulai dengan pembangunan kembali dan penahbisan pintu gerbang Domba oleh imam besar Elyasib dan para imam. Keterlibatan para pemimpin rohani tersebut menjadi simbol permohonan kepada pertolongan Allah dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat untuk berpartisipasi dalam pembangunan (3:1).

Kedua, seluruh pembangunan dilakukan secara serentak melalui pembagian berbasis keluarga, sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing, serta dimulai dan diakhiri di gerbang Domba (3:1, 32).

Ketiga, bangsa Israel dari segala lapisan berpartisipasi dalam pembangunan ini. Selain para penguasa daerah, di antara mereka terdapat tukang emas dan juru campur rempah (3:8), orang Lewi (3:17), imam (3:1, 22, 28), para budak di bait Allah (3:26), dan pedagang (3:32). Secara khusus, tercatat keterlibatan anak-anak perempuan Salum (3:12) dan para pemuka Tekoa yang menolak melibatkan diri (3:5).

Kisah di atas bisa dipelajari dari dua sisi yang berbeda. Dari sisi Nehemia, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya punya visi yang jelas, tetapi juga mampu menularkan visi itu kepada orang-orang yang dipimpin, serta menerjemahkan visi itu menjadi strategi dan pelaksanaan yang konkret. Dari sisi bangsa Israel, dibutuhkan ketaatan dan kesehatian umat untuk berpartisipasi mewujudkan visi pemimpin. Kesediaan seluruh umat untuk bekerja bersama dalam kesehatian membuat pekerjaan besar menjadi ringan dan bisa diselesaikan dengan baik. Dari dua sisi di atas, apa yang menurut Anda perlu ditingkatkan di gereja Anda? Tindakan konkret apa yang dapat dilakukan untuk menghasilkan peningkatan itu? [TF]

“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” Roma 12:4-5



November 13, 2018, 06:11:18 AM
Reply #1649
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Doa dan Usaha yang Mengalahkan Ancaman
Posted on Senin, 12 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Nehemia 4

Perkembangan pembangunan tembok yang maju pesat menghadapi tantangan nyata dengan munculnya sekelompok musuh yang tidak hanya mengancam, tetapi sudah menyusun rencana menghentikan pembangunan dengan kekacauan dan pembunuhan. Menghadapi hal itu, Nehemia tidak hanya berdoa, tetapi juga memimpin seluruh bangsa untuk bekerja lebih keras dengan kewaspadaan tinggi. Pasal ini menampilkan tiga jenis orang dengan sikap berbeda terhadap pembangunan itu.

Pertama, kelompok penentang yang dipimpin Sanbalat dengan sikap permusuhan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, yakni kemarahan, fitnah, hinaan untuk melemahkan semangat, sampai rencana pembunuhan (4:1-4, 7-8, 11-12).

Kedua, bangsa Israel yang bekerja sekuat tenaga dan segenap hati di bawah pimpinan Nehemia. Meskipun sulit, mereka berhasil membangun tembok sampai setengah tinggi dan ujung-ujungnya sudah bertemu. Ketika ancaman makin gencar, semangat mereka semakin bertambah dengan bekerja siang malam tanpa henti sambil memegang senjata.

Ketiga, Nehemia adalah pemimpin yang mengandalkan Allah dan selalu hadir di tengah umat untuk memberi semangat dan mengatur strategi pembangunan.

Kisah di atas memperlihatkan bahwa semakin giat kita melayani Allah, semakin nyata dan berat tantangan yang akan kita hadapi. Iblis yang selalu tidak senang melihat kemajuan pelayanan akan memakai berbagai cara untuk menghambat, melemahkan semangat, bahkan mengancam para pelayan Allah. Teladan Nehemia mengingatkan kita untuk tidak berhenti mengandalkan Allah melalui doa dan usaha yang tak kenal lelah dan segenap hati. Apakah Anda selalu mendoakan pelayanan Anda sambil terus meningkatkan kualitas pelayanan? [TF]

“Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana. Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.” Nehemia 4:8-9



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)