Author Topic: Saat Teduh  (Read 61458 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 21, 2018, 05:57:18 AM
Reply #1660
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......







Ironi Raja Ahasyweros
Posted on Selasa, 20 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ester 1

Perjamuan besar-besaran yang diadakan Raja Ahasyweros bertujuan untuk memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak (1:4). Perjamuan yang menghebohkan itu berlangsung selama 180 hari untuk para pembesar dan pegawai, ditambah tujuh hari untuk rakyat yang tinggal di Benteng Susan. Selain itu, Ratu Wasti mengadakan pesta bagi semua perempuan yang ada di dalam istana raja. Sangat jelas bahwa perjamuan itu dimaksudkan untuk mengagungkan atau menyombongkan diri dan memberi kesan kepada semua orang bahwa Ahasyweros adalah raja yang baik dan murah hati.

Namun, sikap sombong itu dibenci  Tuhan  (Amsal 6:16-17). Allah akan merendahkan semua orang yang bersikap sombong. Dalam kasus ini, ironi terjadi melalui penolakan Ratu Wasti untuk dipamerkan. Seorang raja yang begitu mulia, kaya, dan tinggi kedudukannya—ia merajai 127 daerah mulai dari India sampai Etiopia, dengan demikian ia memimpin pada masamasa keemasan dan kejayaan Persia (Ester 1:1)—ditolak permintaannya oleh seorang perempuan! Meskipun Wasti berkedudukan sebagai seorang ratu, ia dianggap lebih rendah dan harus tunduk kepada raja (suaminya), sesuai dengan kebiasaan dan tata krama orang Persia (1:16-18). Penolakan ini adalah ironi yang begitu memalukan bagi seorang raja. Ia ingin memuliakan diri, tetapi ia malah mendapat penghinaan sedemikian rupa.

Firman Tuhan mengajar kita untuk senantiasa hidup dengan rendah hati dan takut akan Tuhan. Kehebatan, kekayaan, atau kemuliaan kita berasal dari Tuhan. Kerohanian yang baik pun merupakan anugerah Tuhan. Apakah Anda telah membiasakan diri untuk merendahkan diri, termasuk saat Anda merasa lebih rohani dibandingkan orang lain? [WY]

“Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.” Amsal 29:23



November 22, 2018, 06:38:15 AM
Reply #1661
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Malapetaka atau Sukacita?
Posted on Rabu, 21 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Malaekhi 4:1-6

Alkitab menegaskan bahwa hari Tuhan itu pasti datang tanpa pembatalan. Hanya saja, tidak seorang pun mengetahui kapan saatnya tiba. Jadi, tidak perlu ada lagi keraguan tentang ini. Nas Alkitab hari ini mengatakan, kedatangan-Nya akan didahului oleh pengutusan Nabi Elia (5). Dari perspektif Israel, itu dipahami sebagai cara Tuhan untuk mempersiapkan umat-Nya. Dia menyediakan waktu agar orang-orang percaya bertobat menjelang hari Tuhan itu (6).

Kedatangan hari Tuhan dilukiskan sebagai malapetaka besar bagi orang-orang gegabah dan fasik. Mereka akan menjadi seperti jerami yang terbakar habis (1). Bahkan, akar dan cabang mereka pun akan sirna tak berbekas. Mereka akan menjadi seperti abu yang diinjak-injak. Gambaran itulah yang ditunjukkan nas ini untuk melukiskan kesudahan orang-orang jahat.

Namun, selain narasi malapetaka, teks ini juga menyodorkan narasi sukacita, yaitu pengharapan. Pada hari kedatangan-Nya, orang-orang yang takut akan Tuhan bersukacita karena semua penderitaan berakhir(2). Hari Tuhan itu menjadi momen yang menggembirakan. Itulah saat yang penuh kebahagiaan. Ketidakadilan yang terjadi selama ini akan digantikan dengan terang surya kebenaran. Ketidakberdayaan akan disegarkan dengan kekuatan baru, seperti sayap yang dipulihkan. Pengekangan paksa selama ini digantikan dengan kemerdekaan, laksana anak lembu lepas dari kandang. Ada janji “kebebasan” yang akan dinikmati orang-orang yang takut Tuhan ketika hari itu tiba.

Kita tidak tahu kapan hari kedatangan Tuhan. Yesus sendiri pun menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang tahu waktu kedatangan-Nya. Jadi, kita tidak perlu menghabiskan energi untuk menguak “misteri” hari kedatangan Tuhan, sebaiknya kita harus tetap berjaga-jaga dan siap sedia.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Mu dengan penuh kesungguhan. Ajari kami hingga pada akhirnya tetap dengan sukacita menyambut hari kedatangan-Mu. [ET]







Rencana Keselamatan Allah bagi Umat-Nya
Posted on Rabu, 21 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ester 2

Keselamatan yang dari Tuhan bukan hanya menyangkut waktu saat krisis terjadi. Jauh sebelum krisis terjadi, Tuhan sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan umat-Nya. Di kitab Ester pasal 2 ini, Allah telah merencanakan antisipasi terhadap marabahaya yang akan menimpa umat-Nya dengan melakukan dua hal, yaitu mengangkat Ester menjadi ratu dan memberi catatan bagi Raja tentang Mordekhai.

Ester menjadi Ratu setelah melewati “kontes” kecantikan. Menurut Josephus—sejarahwan Yahudi yang terkenal—seluruh-nya ada 400 wanita yang diseleksi, lalu dirawat selama satu tahun (2:12), dan akhirnya bertemu dengan raja selama satu malam (2:14). Seleksi semacam ini menegangkan karena jika tidak dipilih raja, para wanita itu akan menjadi gundik raja seumur hidup. Mereka tidak bisa menikah lagi, tetapi kemungkinan bertemu dengan raja juga sangat kecil. Terpilihnya Ester sebagai ratu adalah anugerah Tuhan yang sangat besar. Pastilah Ester terpilih bukan karena ia sangat cantik dan baik budi, karena semua wanita yang lolos seleksi pasti cantik dan memiliki kebaikan. Tercatat bahwa Ester mendapat kasih sayang Hegai, sehingga ia diperlakukan secara istimewa (2:9). Selain itu, yang terpenting adalah bahwa Ester akhirnya mendapat kasih dari sang raja (2:17). Allah melembutkan hati mereka sehingga Ester diangkat sebagai ratu. Bukan kebetulan pula bila Mordekhai mendengar rencana pembunuhan terhadap raja. Di balik layar, Allah mengatur sedemikian rupa, sehingga Mordekhai mendengar tentang konspirasi itu. Kedua hal di atas dibuat Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya dari masa krisis yang akan datang. Di tengah terjadinya berbagai bencana alam serta pergolakan politik saat ini, apakah Anda bisa terus berharap dan mempercayai pertolongan Tuhan? [WY]

Mazmur 63:8
“Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.”



November 23, 2018, 05:32:19 AM
Reply #1662
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Paskah Bagi TUHAN
Posted on Kamis, 22 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 12:1-28

Perayaan Paskah adalah perayaan kemerdekaan Israel sebagai suatu bangsa. Dalam bacaan ini, Allah, melalui Musa, menegaskan, “Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya” (Kel. 12:14).

Untuk merayakan Paskah ini umat Israel diminta menyembelih anak domba jantan, tidak bercela, dan berumur setahun (5). Darah anak domba jantan itu diambil sedikit dan dibubuhkannya pada kedua tiang pintu dan ambang atas (7). Dagingnya dimakan bersama roti tidak beragi dan sayur pahit (8). Memang bukan suatu yang lazim bagi kebanyakan bangsa.

Makna dari Paskah ini ialah bahwa kemerdekaan Israel bukanlah direbut dengan perjuangan angkatan bersenjata. Tetapi, Allahlah yang turun tangan dalam mengupayakan kemerdekaan Israel. Allah sendirilah yang membunuh setiap anak sulung, baik manusia maupun ternak. Bagian umat Israel adalah percaya kepada Allah. Kepercayaan itu dibuktikan dengan cara membubuhkan darah anak domba jantan di tiang dan ambang atas. Tindakan itulah yang akan menyelamatkan umat Israel dari pemusnahan massal anak sulung.

Perayaan Paskah-di mana para peserta perjamuan bersantap sambil berdiri dalam sikap berjaga-jaga-memperlihatkan keterlibatan aktif peserta, baik secara bersama maupun individual. Perayaan Paskah bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi harus dilakukan dengan penuh khidmat dalam suasana ibadah kepada Allah. Dan itulah yang sungguh menyelamatkan.

Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia (lih. Yoh.1:29). Penyelamatan dari hukuman dosa tidak diperoleh melalui upaya manusia, tetapi hanya oleh tindakan Allah sendiri melalui peristiwa penyaliban Anak-Nya. Manusia tinggal percaya. Tentu tak sekadar ucapan, melainkan hidup bagi Allah sebagai ungkapan syukur atas penyelamatan-Nya.

Doa: Tuhan mampukan kami menghayati peristiwa kematian-Mu dalam hidup sesehari. [YM]







Tuhan Menyelesaikan Penderitaan
Posted on Kamis, 22 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 11:1-10

Penderitaan yang dialami oleh bangsa Mesir karena tulah belum selesai. Masih ada satu lagi tulah yang akan mereka hadapi yang akan membuat mereka mengusir Musa dan orang Israel dari tanah Mesir (1). Akan tetapi sebelum tulah terakhir dijatuhkan, Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati dengan memberikan emas dan perak kepada mereka yang memintanya (2-3).

Tulah yang terakhir ini akan memberikan penderitaan yang lebih dibandingkan tulah-tulah sebelumnya. Tulah tersebut juga akan membuat ratap tangis yang hebat terjadi di Mesir (6) karena seluruh anak sulung di tanah Mesir, termasuk anak sulung Firaun akan mati, bahkan anak sulung hewan mereka juga akan bernasib sama (5). Meski telah diberitahukan oleh Musa tentang apa yang terjadi, Firaun tetap tidak mendengarkan Musa (9).

Selama ini, orang Mesir menganggap Firaun dan putra mahkotanya adalah allah. Dengan kematian putra mahkota (anak sulung Firaun), akan memperlihatkan bahwa kemenangan dan kekuasaan mutlak ada pada Allah Israel, yang selama ini mereka abaikan.

Tidak jarang kita merasa hidup terus-menerus diliputi persoalan demi persoalan seperti yang dialami oleh bangsa Israel ketika mereka menjadi budak. Tuhan tidak langsung membawa kita keluar dari persoalan tersebut, melainkan membuat kita menunggu. Namun, sebagaimana janji-Nya yang akan membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir, janji itu juga berlaku bagi kita, umat yang bersedia setia dan taat di dalam penderitaan.

Bertahan dalam penderitaan tidak membuat kualitas keimanan kita menjadi lemah, namun sebaliknya akan semakin bernilai tinggi. Penderitaan tidak selama-lamanya menyertai kehidupan umat kepunyaan-Nya. Dengan cara-Nya, dan pada waktunya, Ia akan menyelesaikannya bagi kita, dan mengganti penderitaan itu dengan sukacita.

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tak pernah ingkar janji bahwa Engkau akan menyelesaikan penderitaan-penderitaan kami. Kuatkanlah kami pada saat menghadapi penderitaan hidup di dunia ini. [ET]






.......


November 23, 2018, 05:32:41 AM
Reply #1663
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......







Keputusan Berasal Dari Tuhan
Posted on Kamis, 22 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ester 3-4

Orang sombong sering beranggapan bahwa ia pasti berhasil melakukan apa pun. Haman—yang baru naik pangkat hingga kedudukannya lebih tinggi dari semua pembesar lain—menjadi sangat sombong dan terlalu percaya diri. Apalagi, raja memerintahkan semua pegawai di pintu gerbang istana untuk berlutut dan sujud kepadanya. Oleh karena itu, ia sangat marah saat mengetahui bahwa Mordekhai tidak mau sujud dan berlutut kepadanya.

Sebenarnya, Agama Yahudi tidak melarang penghormatan dengan cara bersujud kepada orang yang dihormati (Misalnya, lihat Kejadian 23:7 dan Keluaran 18:7). Kemungkinan besar, Mordekhai tidak mau sujud kepada Haman karena Haman adalah keturunan Agag, raja orang Amalek. Orang Yahudi memiliki sejarah panjang permusuhan dengan orang Amalek dari generasi ke generasi (Keluaran 17:14-16). Sebagai keturunan Benyamin (2:5), Mordekhai tidak mau sujud kepada orang Amalek. Hal ini memicu kemarahan Haman. Setelah mengetahui kebangsaan Mordekhai, Haman berikhtiar untuk membunuh semua orang Yahudi, bukan hanya membunuh Mordekhai saja. Niat ini bukan semata-mata kesombongan pribadi, melainkan kesombongan ras.

Allah tidak tinggal diam! Manusia boleh merencanakan, namun kehendak Tuhanlah yang terlaksana. Waktu pemusnahan orang Yahudi dipilih dengan membuang undi. Setelah undi dibuang di bulan pertama, pembunuhan massal terhadap orang Yahudi ditetapkan untuk diadakan pada bulan kedua belas. Menurut pendapat Anda, apakah hanya sekadar suatu kebetulan bahwa ada selang waktu kurang lebih sebelas bulan antara penetapan dekrit raja dan pelaksanaannya? Iman membuat kita yakin bahwa Tuhan bekerja di balik layar dengan menunda waktu untuk melakukan misi penyelamatan yang dahsyat bagi umat-Nya! [WY]

“Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.” Amsal 16:33


November 24, 2018, 06:14:48 AM
Reply #1664
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Hanya Karena Tuhan
Posted on Jumat, 23 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 12:29-42

Tulah kesepuluh sungguh memilukan. Pada tengah malam TUHAN membunuh setiap anak sulung, baik manusia maupun ternak. Tanpa kecuali, mulai dari anak sulung Firaun hingga anak sulung tawanan sekalipun. Tulah kesepuluh menegaskan bahwa kesembilan tulah sebelumnya merupakan tindakan Allah belaka. Kalau tulah-tulah sebelumnya bisa ditiru oleh para tukang sihir Firaun, maka menghidupkan dan mematikan makhluk merupakan prerogatif Allah. Hanya Allah yang bisa melakukannya.

Tulah kesepuluh itu membuat Firaun terpaksa memerintahkan orang Israel pergi. Kalau sebelumnya Firaun memaksa mereka untuk tinggal, maka sekarang ia sendiri yang menitahkan Musa dan Harun membawa orang Israel pergi (31-32). Firaun juga meminta Musa memohon berkat Allah berkat untuk dirinya. Ini pun juga karya Allah.

Tak hanya Firaun, orang Mesir menjadi begitu ketakutan dengan nasib mereka selanjutnya. Mereka lalu mendesak orang Israel untuk meninggalkan Mesir karena takut jika mereka binasa semuanya (33). Tak hanya itu, orang Mesir begitu murah hati sehingga mereka memberikan bekal yang cukup seperti emas, perak, dan kain kepada orang Israel (35). Allah mengubah hati (36). Dari penindas, Mesir berubah menjadi bangsa yang murah hati. Dan mengubah hati manusia sejatinya juga hanya bisa dilakukan oleh Allah!

Yang menarik dicatat dalam peristiwa penyelamatan Allah terhadap Israel, penulis Kitab Keluaran mencatat: “Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka…” (38). Catatan ini berarti bahwa kemerdekaan Israel ternyata tak hanya untuk Israel sendiri. Israel, sejak masa kemerdekaannya, diminta tidak menikmati kemerdekaan itu sendirian. Umat Israel dipanggil juga untuk memberi tempat kepada orang asing. Bisa jadi orang asing itu pun juga budak bangsa Mesir. Pada titik ini, panggilan kepada Abraham-menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (lih. Kej. 12:2-3)-sudah mulai terwujud.

Doa: Tuhan tetap ingatkan kami bahwa penyelamatan yang kami rasakan hanyalah karya-Mu belaka! [YM]








Ironi Haman
Posted on Jumat, 23 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ester 5-6

Mengapa ada orang yang mudah membenci, marah, dan menghakimi orang lain? Kemungkinan, kecenderungan itu disebabkan oleh kesombongan. Haman sudah mendapat kemuliaan, kekayaan, anak laki-laki, bahkan kenaikan pangkat yang begitu besar dari raja, sehingga kekuasaannya melampaui semua pembesar yang lain (5:11). Namun, kebencian terhadap Mordekhai membuat semua hal di atas seperti tidak ada artinya. Mordekhai seperti setitik nila yang merusak susu sebelanga bagi Haman.

Setelah mendapat undangan perjamuan dari Ratu Ester, rasa sombong dan percaya diri Haman semakin besar, sehingga ia lupa diri. Nasihat istri dan sahabat-sahabatnya membuat ia cepat-cepat membuat tiang untuk menyulakan Mordekhai sebelum tiba waktu pemusnahan bagi orang Yahudi. Namun, Allah yang bekerja di balik layar tidak membiarkan keinginan Haman terwujud. Allah membuat hati Raja Ahasyweros gelisah sehingga ia tidak bisa tidur pada malam itu, dan secara ajaib membaca kitab catatan sejarah, termasuk catatan tentang Mordekhai. Allah bekerja di hati raja untuk memberikan penghargaan pada Mordekhai. Allah merancang kemunculan Haman yang sombong dan berniat jahat itu, lalu raja memerintahkan agar kehormatan dianugerahkan kepada Mordekhai sesuai dengan apa yang disangka akan diterima oleh Haman.

Disini terlihat jelas ironi yang dikerjakan Tuhan di balik layar. Tak pernah terpikir oleh Haman bahwa ia akan mengalami ironi yang begitu memalukan dan menyedihkan. Ia merancang tindakan jahat terhadap Mordekhai, tetapi ia justru harus memuliakan Mordekhai. Firman Tuhan mengajar kita untuk berhati-hati terhadap kekekayan, kemuliaan, atau kemampuan kita. Jangan sampai semua itu membuat kita sombong, lalu kita berbuat jahat di mata Tuhan! [WY]

“Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan dan cela disertai cemooh.” Amsal 18:3


November 25, 2018, 04:40:53 AM
Reply #1665
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Magnet Keselamatan
Posted on Sabtu, 24 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ester 7-8

Haman, yang semula nampak begitu hebat, mendadak jatuh dan kehilangan semua miliknya, termasuk nyawanya. Betapa rapuhnya hidup manusia! Haman—yang tidak takut akan Tuhan— tidak mendapat apa-apa di akhir hidupnya. Segala upaya dalam hidupnya merupakan kesia-siaan. Ini adalah kemalangan yang besar! Kesuksesan sejati hanya dapat diraih bila seseorang hidup dalam takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintahNya (bandingkan dengan Pengkhotbah 12:13-14).

Meskipun Haman sudah kalah, dekrit atau keputusan raja— yang sudah ditetapkan—tidak dapat ditarik kembali (Ester 8:8). Artinya, nyawa umat Yahudi terancam! Tuhan melembutkan hati raja untuk menolong orang Yahudi dan memberi hikmat kepada Mordekhai untuk mengantisipasi keputusan raja yang mengizinkan pembunuhan terhadap orang Yahudi. Atas nama raja, Mordekhai mengumumkan bahwa orang Yahudi boleh membela diri, bahkan boleh membunuh siapa saja yang hendak menyerang atau mengambil harta mereka (8:11). Sungguh, Tuhan memberi hikmat yang luar biasa kepada Mordekhai untuk menyelamatkan orang Yahudi. Dalam hidup ini, kita sering menghadapi persoalan rumit yang harus dihadapi dengan hikmat Tuhan. Bagaimana kita bisa memperoleh hikmat Tuhan? Hikmat Tuhan terdapat dalam firman-Nya dan bisa diperoleh melalui persekutuan yang intim dengan Dia.

Setelah keputusan raja diundangkan, umat Yahudi merasa lega dan bersukacita. Peristiwa ini membuat banyak orang di antara penduduk negeri Persia yang menjadi warga Yahudi (8:17). Peristiwa ini menunjukkan bahwa orang Kristen yang sungguh-sungguh hidup bergantung dan takut akan Tuhan akan menjadi magnet yang bisa membawa orang yang belum percaya kepada Kristus! [WY]

“Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Tuhan dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” Pengkhotbah 12:13


November 26, 2018, 05:28:32 AM
Reply #1666
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Allah Tidak Pernah Gagal
Posted on Minggu, 25 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ester 9-10

Bila manusia gagal melakukan apa yang dipercayakan Allah kepadanya, tidak berarti bahwa rencana Allah turut gagal. Dalam kebesaran kuasa dan hikmat-Nya, Allah selalu memiliki cara untuk mewujudkan rencana-Nya. Allah bisa memakai siapa saja—baik orang yang hidup takut akan Allah maupun yang tidak takut kepada-Nya—untuk mewujudkan rencanaNya. Raja Saul tidak menaati perintah Tuhan untuk memusnahkan bangsa Amalek yang telah menghalangi bangsa Israel menuju ke Tanah Kanaan, padahal Tuhan telah memerintahkan agar mereka ditumpas habis tanpa sisa, termasuk ternak mereka. Namun, Agag—raja Amalek—dibiarkan hidup oleh Raja Saul. Ternak terbaik mereka tidak ditumpas dengan alasan bahwa hewan-hewan itu hendak dipersembahkan kepada Tuhan (1 Samuel 15:1-33). Akibatnya, Tuhan marah dan menolak Saul yang tidak menaati Dia.

Firman Tuhan hari ini memperlihatkan bahwa Tuhan memakai Mordekhai—keturunan Kish dari suku Benyamin (2:5)—yang masih memiliki pertalian darah dengan Saul untuk menghukum keturunan Agag sampai tuntas. Semua anak Haman ditumpas oleh orang Yahudi (9:7-10). Adalah anugrah Tuhan bahwa Allah tidak memperhitungkan kegagalan Saul dan tetap mau memakai Mordekhai menjadi agen untuk mewujudkan rencana-Nya. Allah tak pernah gagal melaksanakan rencana-Nya, meskipun terkadang memakan waktu cukup lama. Allah selalu berhasil! Manusia memiliki kehendak bebas, namun Allah bekerja di balik pilihan-pilihan kita untuk mewujudkan rencana-Nya. Orang yang hidup sesuka hati dan tidak takut Tuhan— seperti Haman—harus bertanggung jawab atas pilihannya. Orang yang hidup takut akan Dia akan melihat perbuatan-Nya yang perkasa dan dipakai menjadi berkat! Maukah Anda taat untuk ikut melaksanakan kehendak dan rencana Allah? [WY]

“Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.” Mazmur 92:6



November 27, 2018, 05:39:26 AM
Reply #1667
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Mengingat Karya Allah
Posted on Senin, 26 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 13:1-16

Aturan yang telah ditetapkan Tuhan berkait dengan anak sulung dan Hari Raya Roti tidak beragi, sebagaimana kita baca dalam bacaan hari ini, tidaklah terjadi dalam ruang hampa. Aturan itu dikaitkan dengan apa yang telah Allah lakukan bagi Israel.

Penebusan dan pengudusan anak sulung (1) dikaitkan dengan tulah ke-10 yang dijatuhkan Allah kepada anak sulung manusia maupun hewan karena Firaun dengan tegar menolak membiarkan orang Israel pergi dari tanah Mesir (15). Demikian juga dengan perayaan Hari Raya Roti Tidak Beragi, yang harus dimakan selama tujuh hari (6). Bahkan, roti yang beragi tidak boleh kelihatan dan ragi tidak boleh terlihat pada hari-hari perayaan tersebut (7).

Bagi orang di luar Israel pada masa itu, juga bagi manusia modern, mungkin kedua aturan itu terasa mengada-ada. Namun, aturan itu sengaja ditetapkan Tuhan sebagai pengingat akan karya penyelamatan Allah atas umat-Nya (8). Kedua aturan itu diadakan agar Israel senantiasa ingat bahwa kemerdekaan Israel hanya merupakan buah karya Allah semata.

Tampaknya Allah memahami bahwa manusia cenderung lupa, bahkan melupakan, apa yang pernah dilakukan pihak lain terhadap dirinya. Cara Allah mengingatkan bukanlah dengan menghafal, tetapi dengan melakukannya dalam kehidupan. Dalam semua tindakan itu, manusia mengingat. Penelitian dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa manusia cenderung lebih mengingat apa yang dilakukannya, ketimbang sekadar melihatnya.

Itu jugalah alasan Ibu dan Bapak gereja ketika menetapkan ibadah Hari Minggu. Kata “Minggu” berasal dari bahasa Portugis “Dominggus” yang berarti Hari Tuhan. Disebut Hari Tuhan karena Yesus, Juru Selamat kita, bangkit pada Hari Minggu. Ibadah Hari Minggu mengingatkan orang Kristen akan karya penyelamatan Allah dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Karena itu, Ibadah Minggu jangan kita anggap sebagai beban.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk senantiasa mengingat karya penyelamatan-Mu dalam diri kami! [YM]







Kasih-Nya bagi Semua
Posted on Senin, 26 November, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 12:43-51

Bacaan hari ini, berkait dengan ketetapan lebih lanjut mengenai Paskah, menarik disimak. Melalui Musa, Allah menegaskan bahwa orang asing dilarang makan perjamuan Paskah (43-44). Akan tetapi, semua itu bukan tanpa jalan keluar.Jika ada orang asing-karena menghormati dan percaya kepada Allah-ingin ikut merayakan perjamuan Paskah, maka seluruh laki-laki dari kaum keluarganya yang tinggal di tengah-tengah umat Israel harus disunat (48). Tindakan sunat merupakan syarat utama ketika seorang asing ingin merayakan perjamuan Paskah. Dengan sunat, maka mereka dianggap sebagai orang asli (48).

Menurut H.R. Jones, setiap orang asing boleh ikut serta dalam segala keuntungan rohani yang dinikmati orang Ibrani, asalkan setiap orang disunat. Jelas di sini, menerima sunat sebenarnya merupakan tindakan iman. Dengan menerima sunat orang-orang asing itu menjadi umat Israel, sekaligus menjadi milik Allah. Menjadi milik Allah berarti menjadi sama seperti Abraham, leluhur Israel, memercayakan diri sepenuhnya kepada Allah semata.

Ketetapan tambahan mengenai perjamuan Paskah ini memperlihatkan bahwa kasih Allah memang untuk semua orang. Itu juga berarti bahwa bahwa umat Israel dipanggil untuk memperlihatkan hidup sebaik-baiknya agar semua orang asing yang tinggal di tengah-tengah umat Israel sungguh-sungguh tertarik untuk menjadi orang asli.

Hidup sebaik-baiknya dapat diperlihatkan melalui penghayatan umat Israel dalam makan perjamuan Paskah. Makan Paskah berarti mengakui bahwa kemerdekaan Israel yang dirayakan hanyalah karena karya Allah semata.

Bagaimana dengan kita, orang Kristen abad XXI? Baptisan-yang merupakan pengganti sunat-merupakan tanda bahwa kita mengakui karya penyelamatan Allah dalam Kristus, yang sekaligus menjadikan kita milik-Nya. Sebagai milik Allah kita dipanggil hidup seturut kehendak-Nya. Hanya dengan cara itulah orang lain mungkin tertarik pula menjadi milik Allah.

Doa: Tuhan tolong kami hidup seturut kehendak-Mu! [YM]







.......



November 27, 2018, 05:39:53 AM
Reply #1668
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......







Tempat Perlindungan
Posted on Senin, 26 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Mazmur 142-143

Pada umumnya, setiap orang pernah mengalami masa sulit, terpojok, kehilangan semangat, terancam, sendiri (tidak ada yang menemani atau yang menghibur). Keadaan semacam itu juga pernah, bahkan sering, dialami oleh Daud saat beliau belum menjadi raja. Mazmur yang kita baca hari ini merupakan ungkapan isi hati Daud saat dia melarikan diri dan bersembunyi di suatu gua, karena dia dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh Raja Saul. Sekalipun Daud disertai oleh sekitar 400 orang pelarian (1 Samuel 22:1-2), dan terus bertambah sampai mencapai 600 orang (23:13), namun Daud merasa sendirian (tidak terlindung) dan kehilangan semangat (Mazmur 142:4) sehingga dia mengeluh, “tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku” (142:5). Dalam keadaan seperti itu, Daud berseru kepada TUHAN serta mengemukakan keluh kesahnya ke hadapan TUHAN (142:2-3). Tindakan mencari TUHAN dan mengemukakan seluruh keluh kesah kepada TUHAN itu membuat Daud pada akhirnya bisa berkata kepada TUHAN, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!” (142:6).

Apakah Anda sedang menghadapi masalah berat dalam hidup Anda dan Anda belum menemukan jalan keluar? Apakah teman-teman Anda hanya orang-orang tak berdaya yang tidak mampu menolong, sehingga Anda merasa sendirian? Apakah Anda justru menghadapi ancaman dari rekan atau atasan Anda? Bila Anda mempercayai Tuhan Yesus, renungkanlah undanganNya, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Serahkanlah semua beban dan masalah kita kepada Tuhan Yesus, karena Dialah Tempat Perlindungan kita. [P]

“Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. Lepaskanlah aku dari pada musuh-musuhku, ya TUHAN, pada-Mulah aku berteduh!” Mazmur 143:8b-9



November 28, 2018, 05:20:00 AM
Reply #1669
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/11/

Tak Berharga di Mata Manusia, tetapi Berharga di Mata TUHAN!
Posted on Selasa, 27 November, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Mazmur 144

Masyarakat—termasuk para pejabat negara—pada umumnya sangat menghargai orang yang berprestasi, tetapi mengabaikan keadaan orang yang biasa-biasa saja. Anak-anak yang berprestasi di bidang olah raga atau yang dianggap telah berjasa terhadap negara mudah mendapatkan bea siswa, tetapi anak-anak yang tidak memiliki prestasi atau kelebihan apa pun biasanya dilupakan atau diabaikan, baik oleh masyarakat atau oleh negara. Bila dipandang dari sudut pandang Allah, tidak ada prestasi manusia yang membanggakan. Manusia itu bagaikan debu atau angin lewat yang tidak berarti. Oleh karena itu, saat mengingat kasih dan perhatian Allah, pemazmur berkata, “Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?” (144:3). Sang pemazmur terpesona saat memikirkan anugerah kasih dan perhatian Allah terhadap dirinya yang tidak berarti. Anugerah Allah itulah yang membuat sang pemazmur berani berdoa memohon pertolongan Allah (144:7-8) dan dirinya terdorong untuk memuji TUHAN (144:9). Anugerah Allah itu pula yang membuat sang pemazmur memiliki harapan akan masa depan (144:11-15).

Apakah Anda merasa bahwa diri Anda tidak berharga dan bahwa Anda diremehkan oleh orang-orang di sekitar diri Anda? Apakah Anda merasa bahwa tidak ada sesuatu apa pun di dalam diri Anda yang bisa membuat Anda merasa bangga? Bila keadaan Anda demikian, ingatlah bahwa Anda berharga dalam pandangan Allah! Allah menganggap diri Anda sedemikian berharga sehingga Dia sampai mengutus Anak Tunggal-Nya—Tuhan Yesus Kristus—untuk mati menebus dosa Anda sebagai bukti dari kasih-Nya kepada Anda. (Yohanes 3:16). [P]

“Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?” Mazmur 144:3



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)