Author Topic: Saat Teduh  (Read 59993 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 14, 2018, 05:27:07 AM
Reply #1690
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Hukuman Mati
Posted on Kamis, 13 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 22:18-20

Umat Allah dipanggil untuk hidup kudus dan takut akan Allah. Segala praktik sihir, seks dengan binatang (bestiality), dan mempersembahkan korban kepada allah lain adalah perbuatan menyimpang yang diancam dengan hukuman mati. Di sinilah Allah menetapkan standar hidup bagi umat-Nya.

Hukuman mati berbeda dengan pembunuhan. Ahli sihir perempuan adalah praktik umum di kalangan bangsa-bangsa sekitar Israel kuno. Praktik sihir meliputi misteri gaib, meramal, menyantet, membaca masa depan, dan lainnya. Apa yang dilakukan oleh para ahli sihir merupakan kekejian bagi Tuhan. Sebab, mereka memakai kuasa kegelapan untuk mendapatkan keuntungan, pujian, dan hormat.

Sama halnya dengan praktik seks dengan binatang dan tindakan mengorbankan manusia kepada dewa dewi adalah kekejian bagi Allah (bdk. Ul. 12:31). Karena itu, umat Allah harus menolak tegas berbagai praktik seperti itu, baik yang dilakukan secara pribadi maupun kelompok. Ketegasan itu diperlukan agar bangsa Israel tidak mendua hati, melainkan sehati menjalani dan menghidupi peraturan Allah.

Konteks zaman kita berbeda dengan Israel kuno. Begitu maraknya ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan manusia modern. Contohnya, pornografi di era internet, gaya hidup hedonis yang memuja kesenangan duniawi, perdukunan online, cagar budaya yang dianggap keramat, dan lainnya. Semua hal itu sangat nyata dan hadir di sekitar kita. Tak ada hukuman yang serius bagi para pelaku. Mereka seolah-olah kebal hukum (impunitas) dan terus-menerus mengerjakan tanpa rasa takut. Sekalipun sanksi sosial lemah, hal itu tidak menjadi pembenaran untuk kita abaikan sebagai umat Allah.

Dalam Kristus kita dipanggil untuk menyuarakan nilai kebenaran Allah kepada dunia. Kita harus berani mengambil aksi dalam menghambat laju kejahatan. Karena itu, kita perlu berjuang dan senantiasa mendoakan mereka.

Doa: Ya Tuhan, kuatkan kami untuk melawan bujuk rayu Si Setan. Berilah kami hati yang peduli untuk mewartakan keselamatan Allah dalam Kristus kepada mereka. [YTP]






Naga dan Dua Binatang dari Laut dan dari Bumi
Posted on Kamis, 13 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 13

Pasal 13 mengungkapkan bahwa Naga—si Iblis itu—punya banyak kaki tangan untuk menyesatkan dan menghancurkan iman orang percaya. Para pengikut Iblis digambarkan seperti binatang yang keluar dari laut dan dari bumi. Simbol-simbol mereka memperlihatkan bahwa mereka berkuasa dan dihormati di dunia, bahkan mereka mampu melakukan perbuatan ajaib yang mempesona manusia. Kekuasaan dan kekuatan mereka berasal dari si Iblis (13:2, 4). Mereka berani menyombongkan diri dan menghujat Allah (13:1, 5-6). Tujuannya adalah untuk menyesatkan manusia agar manusia menyembah si Iblis (13:3-4, 12-15). Siapakah para pengikut Iblis itu? Mereka bisa merupakan orang-orang yang sangat berkuasa di dunia politik, militer, ekonomi, teknologi, media massa, perfilman, dan sebagainya, yang dapat dipakai untuk menghancurkan iman dan menyesatkan orang percaya. Para penyesat digambarkan dengan angka 666 (13:18), yang melambangkan kekuatan jahat yang sangat dahsyat (angka 6 diulang 3x). Akan tetapi, kekuatan si Jahat tak dapat mengalahkan kekuatan Allah. Allah dapat dilambangkan dengan angka 7. Kekuatan sempurna adalah 777. Si Iblis— sebagai 666—memang dahsyat, tetapi tidak sempurna.

Apakah Anda sering merasa takut terhadap Iblis? Orang percaya tidak perlu gentar terhadap kuasa Iblis yang bekerja melalui kekuatan dunia ini, karena Allah yang kita sembah lebih kuat dari si Iblis. Dia telah menganugerahkan Yesus Kristus sebagai Juruselamat serta ROH KUDUS sebagai Pelindung yang menjaga kita. Di tengah penderitaan, penganiayaan, dan penyesatan yang terjadi di dunia ini, hendaklah kita senantiasa tabah, senantiasa bersandar dan beriman kepada Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. [AH]

“Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.” Wahyu 13:10b



December 15, 2018, 05:34:39 AM
Reply #1691
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Umat yang tekun dan yang mengabarkan Injil
Posted on Jumat, 14 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 14

Setelah kisah Naga dan 2 binatang buas yang terus berusaha menyesatkan manusia agar menyembah Naga itu, yakni si Iblis, muncul kisah tentang Yesus Kristus, Sang Anak Domba, bersama umat-Nya yang menaikkan puji-pujian kepada Allah (14:1-5). Kemudian, digambarkan tentang kesempatan bertobat bagi orang yang mau percaya kepada Injil, sambil penghukuman Allah dinyatakan bagi mereka yang tidak mau bertobat dan yang masih ingin menyembah si Iblis (14:6-13). Di bagian ini, disebut juga tentang Babel yang sudah rubuh (14:8). Babel menggambarkan Kerajaan Romawi— khususnya kota Roma— yang menganiaya dan menyesatkan orang Kristen.

Bagian terakhir pasal ini membicarakan tentang dua penuaian: Pertama, penuaian gandum yang dilakukan oleh Yesus Kristus, Sang Anak Manusia, yang akan menuai orang yang percaya kepada-Nya pada kedatangan-Nya yang kedua kali (14:14-16). Kedua, penuaian anggur untuk diperas di kilangan sebagai gambaran penghukuman Allah terhadap orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus (14:17-20).

Dunia ini memang penuh dengan kejahatan dan penyesatan. Naga dan monster jahat akan selalu berusaha menyesatkan manusia. Akan tetapi, Anak Domba—Yesus Kristus—dengan kuat-kuasa-Nya menjaga semua orang yang percaya kepada-Nya. (Perhatikan gambaran mengenai 140.000 orang yang di dahi mereka tertera nama Yesus Kristus dan nama Allah Bapa, 14:10). Dengan anugerah-Nya, Injil terus diberitakan ke seluruh dunia (14:7). Apakah Anda telah bertekad untuk tetap bertekun saat menghadapi kesusahan, tetap beriman kepada Yesus Kristus, dan tetap tekun mengabarkan Injil ke ujung bumi sebelum masa penuaian tiba?  [AH]

“Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” Wahyu 14:12


December 16, 2018, 04:32:18 AM
Reply #1692
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Nyanyian kemenangan orang-orang percaya
Posted on Sabtu, 15 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 15

Pasal 15-19 menggambarkan suatu seri baru tentang penghakiman Allah atas dunia, khususnya atas Kerajaan Romawi dan Ibukotanya, Roma. Ini digambarkan seperti 7 cawan berisi murka Allah yang dituangkan oleh malaikat ke muka bumi. Akan tetapi, bahkan sebelum gambaran penuangan itu terjadi, dikisahkan mengenai orang-orang yang telah mengalahkan si jahat (15:2). Mereka menaikkan nyanyian pujian dan kemenangan (15:3-4). Mereka memuji Allah dan mereka percaya bahwa di dalam Allah, mereka mendapatkan kemenangan, sekalipun ada penderitaan dan salib yang harus mereka pikul.

Setelah pujian itu, tampak tujuh malaikat. Kepada mereka diberikan cawan emas, tetapi isinya adalah murka Allah yang akan dituangkan ke atas bumi (15:5-8). Allah pasti akan menghakimi dunia. Dalam konteks Kitab Wahyu saat itu, orang Kristen menantikan penghakiman Allah terhadap Kerajaan Romawi yang telah berlaku sangat kejam terhadap mereka. Pasal 17-19 menggambarkan penghakiman Allah atas kerajaan tersebut.

Walaupun orang Kristen sedang menanti penghakiman Allah atas dunia, bukan berarti orang Kristen boleh berpangku tangan. Seperti di pasal-pasal sebelumnya, orang Kristen tetap bersaksi, mengabarkan Injil, dan berharap bahwa orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan semakin banyak. Lagipula, keyakinan bahwa Allah akan menghakimi dunia membangkitkan iman dan pengharapan yang tidak putus-putusnya kepada Allah di hati orang-orang Kristen. Walaupun saat itu mereka menghadapi penganiayaan dari pemerintah jahat yang sedang berkuasa, mereka tahu bahwa kemenangan akhir ada di tangan Allah, bukan di tangan penguasa dunia ini. Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda juga giat bersaksi? [AH]

“Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? …, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.” Wahyu 15:3b-4


December 17, 2018, 05:22:40 AM
Reply #1693
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Gandum, Ternak, dan Allah
Posted on Minggu, 16 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 22:28-31

Gandum dan ternak mungkin tidak menarik perhatian kita, apalagi dalam masyarakat perkotaan, tetapi dalam zaman PL, gandum dan ternak adalah bagian yang konkret dari hidup mengikut Tuhan.

Ternak merupakan harta kekayaan yang penting dalam masyarakat PL, sama seperti rumah atau mobil pada zaman sekarang. Tidak heran, banyak aturan tentang pencurian atau sengketa soal ternak dalam Keluaran 22. Berbagai aturan tersebut menjamin keadilan Allah untuk dipraktikkan dalam setiap kasus konkret yang relevan dalam masyarakat.

Lebih dari itu, aturan soal gandum dan ternak menegaskan bahwa komitmen mengikut Tuhan menyentuh secara konkret bagian yang dianggap paling berharga, yaitu harta kekayaan. Bukan hanya gandum, anggur, dan ternak yang harus dipersembahkan kepada Tuhan, namun juga anak laki-laki sulung (29). Hidup sebagai umat Tuhan-berbeda dari bangsa di sekitarnya-Israel melakukan komitmen itu secara konkret dalam setiap bagian kehidupan.

Komitmen hidup terhadap sesama, dalam pengertian Alkitab, muncul dari komitmen hidup kita kepada Tuhan. Misalnya, menghormati pemimpin adalah cerminan postur sikap kita terhadap Allah (28; Kis. 23:5). Bahkan untuk aturan makan daging juga harus didasari pada komitmen umat Tuhan untuk menguduskan hidupnya bagi Allah (31).

Tantangan hidup kita mungkin berbeda daripada zaman PL, namun komitmen kita pada Allah tetap harus menyentuh bagian yang paling berharga dari hidup secara konkret. Marilah kita menyerahkan hidup anak-anak pada Tuhan dan memberikan teladan hidup takut akan Allah kepada mereka.

Hidup Kristen kita rayakan dalam daging dan darah Kristus melalui perjamuan kudus. Efeknya adalah kekudusan hidup kepada Allah juga menyangkut darah dan daging dalam keseharian kita.

Doa: Ajar kami Tuhan untuk menguduskan hidup secara konkret dalam hal makanan, pekerjaan, bahkan pasangan hidup untuk kami persembahkan bagi-Mu. [IM]






Melawan Penindasan
Posted on Minggu, 16 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Keluaran 22:21-27

Pengalaman tertindas sebagai orang asing di tanah Mesir menjadi dasar yang kuat bagi umat Allah untuk tidak menindas sesama, apalagi yang lemah (1). Sepatutnya melawan penindasan dengan belas kasihan.

Dalam masyarakat tradisional, status janda dan anak yatim adalah golongan yang paling lemah, rawan terhadap berbagai tantangan kehidupan yang keras (23-24). Demikian juga orang miskin yang sampai berutang atau menggadaikan jubahnya (25-26). Sering kali kelemahan mereka dimanfaatkan dan dimanipulasi oleh orang-orang jahat. Misalnya, janda dan anak-anak yatim bisa menjadi tenaga kerja murahan. Hak wali atas mereka bisa disalahgunakan bukan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan mereka. Demikian juga orang miskin yang berutang dibebani dengan bunga tinggi karena tidak ada pilihan lain. Sama seperti Tuhan membela Israel dari perbudakan di tanah Mesir, demikian juga Tuhan mendengar doa dan seruan orang-orang yang tertindas.

Saat ini jarak antara yang kaya dan miskin, yang berkuasa dan rakyat jelata, yang memiliki akses tak terbatas dan yang tertinggal dalam segalanya semakin lebar. Padahal Tuhan menempatkan kita di dunia agar dapat hidup bersama dan saling bertemu satu sama lain. Saat kebijakan negara atau institusi tidak memihak atau memberdayakan kaum lemah dan tertinggal, maka sistem hukum sebaik apa pun tidak mungkin dapat menegakkan kebenaran dan keadilan. Karena itu, hanya Tuhan yang menjadi satu-satunya harapan orang tertindas.

Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk berbela rasa dengan sesama. Namun, terkadang kita justru ikut menikmati keuntungan dari situasi penindasan yang terjadi. Sebagai umat Allah, kita harus ikut serta berperan untuk memutuskan rantai penindasan tersebut dengan cara turut ambil bagian dalam aksi dan organisasi sosial.

Doa: Ya Tuhan, ampunilah kami yang sering kali bungkam dan menikmati penindasan terhadap sesama. Mampukan kami untuk berjuang bersama kaum yang tertindas. [YTP]



December 17, 2018, 05:23:38 AM
Reply #1694
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Penuangan ketujuh cawan murka Allah
Posted on Minggu, 16 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 16

Penuangan cawan ke muka bumi melambangkan hukuman Allah atas dunia. Para malaikat menuangkan cawan tersebut setelah mendengarkan perintah Allah (16:1). Perhatikan bahwa gambaran penghukuman di pasal ini memiliki banyak kemiripan dengan kisah sepuluh tulah yang dijatuhkan Allah kepada Mesir sebagai hukuman karena bangsa Mesir telah menindas umat Allah (Keluaran 7–12). Dalam kitab Wahyu, gambaran penghukuman Allah pertama-tama ditujukan kepada Kerajaan Romawi, dan selanjutnya kepada bangsa lain yang memusuhi dan menghujat Allah. Hukuman pertama hingga keempat adalah hukuman yang langsung berdampak pada manusia (penyakit, laut dan sungai menjadi rusak, matahari membakar, Wahyu 16:2-9). Hukuman kelima tertuju langsung ke takhta si Jahat di pusat pemerintahan Romawi (16:10-11). Hukuman keenam adalah hukuman langsung kepada Kerajaan Romawi yang digambarkan sebagai sungai Efrat yang mengering sehingga para raja dan tentara Persia bisa langsung menyeberang dan menyerang Kerajaan Romawi (16:12-14). Hukuman ketujuh digambarkan sebagai gempa dahsyat yang membelah Ibukota Kerajaan duniawi tersebut, yang digambarkan seperti kota Babel (16:17-21).

Apa yang diajarkan oleh gambaran penghukuman ini? Pertama, tindakan Allah ini bukan tindakan kejam, tetapi tindakan yang adil dan benar sebagai pembalasan terhadap orang-orang yang mengikuti si Iblis (16:5-7). Kedua, Yesus pasti akan datang kembali untuk menyelamatkan umatNya yang setia kepada-Nya (16:15). Ketiga, manusia yang mengikuti si Iblis bisa menjadi sangat tegar tengkuk, walaupun aneka hukuman dan kesakitan menimpa mereka, sehingga mereka tetap tidak mau bertobat, bahkan mereka tetap menghujat Allah (16:9, 11).  [AH]

“Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang Kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini …. Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu.” Wahyu 16:5b,7b




December 18, 2018, 05:01:44 AM
Reply #1695
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Kejahatan Roma dan penghakiman Allah
Posted on Senin, 17 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 17

Pasal 17-19 adalah kisah penghakiman dan penghukuman terhadap Babel serta kedua binatang yang keluar dari laut dan dari dalam bumi (ingatlah Wahyu 13). Babel melambangkan Kerajaan Romawi, khususnya ibu kota Roma. Kedua binatang itu adalah para pengikut si Iblis (Naga), baik dalam bentuk pemimpin politik maupun pengajar palsu yang menyesatkan. Roma dan Kerajaan Romawi digambarkan sebagai wanita pelacur yang memabokkan dan menguasai raja-raja bangsa lain (17:1-6). Takhta Kerajaan yang jahat itu digambarkan sebagai takhta yang berdiri di atas sarang Iblis (17:3). Kerajaan Romawi berlumuran darah kaum martir yang mereka bunuh (17:6). Kemudian, digambarkan pula kekuatan si Jahat yang berada di balik kekuasaan politik Romawi. Munculnya raja-raja lain pun tidak terlepas dari kekuasaan si Jahat tersebut (17:7-13). Karena itulah, raja-raja dan kerajaan-kerajaan terus memerangi Yesus Kristus dan pengikut-pengikut-Nya (17:14). Bahkan, ketika ada raja-raja yang bangkit untuk melawan Roma dan Kerajaan Romawi, mereka tetap adalah pengikut si Jahat. Hanya saja, kitab Wahyu ingin menegaskan bahwa Allah-lah sang Penguasa mutlak. Bangsa-bangsa jahat pun dapat Allah gunakan sebagai alatNya untuk menghukum Kerajaan Romawi (17:15-18).

Kekuasaan jabatan politik dan bisnis, kekuatan ekonomi dan  keuangan, kehebatan otak dan bakat kita, bila tidak ditaklukkan sungguh-sungguh kepada Allah, dapat menjadi alat di tangan si Jahat untuk merusak, menyesatkan dan menghancurkan orang lain,  menjadi alat dosa dan kejahatan. Kita senantiasa perlu mewaspadai hal tersebut.  Apakah Anda menyadari bahwa segala sesuatu yang ada pada diri Anda sesungguhnya adalah milik Allah? [AH]

“Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” Wahyu 17:14



December 19, 2018, 06:31:10 AM
Reply #1696
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Roma yang jahat akan dihancurkan
Posted on Selasa, 18 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 18

Pasal ini menggambarkan penghukuman atas kejahatan dan dosa kota Roma. Penggambaran itu mengingatkan kita bahwa Tuhan akan menghakimi dosa dan kejahatan dunia ini. Babel—lambang kota Roma serta lambang kehidupan duniawi yang melawan Allah—digambarkan sebagai tempat tinggal roh-roh jahat (18:2), tempat yang menggoda dan memabokkan orang (18:3), penuh dengan dosa yang ditimbun setiap hari (18:5), kehidupan dalam kemewahan dan pesta pora (18:12-23). Mereka bukan hanya hidup dalam kehidupan yang melawan Allah, tetapi juga menggoda, memabokkan dan menyesatkan orang lain untuk memiliki gaya hidup seperti mereka. Ketika mereka dihukum dan dijatuhkan, mereka digambarkan seperti batu yang dilemparkan ke dalam laut. Semua kemewahan dan kemuliaan duniawi mereka akan lenyap (18:21). Bahkan, dikatakan bahwa hanya dalam 1 jam saja Allah menghancurkan mereka (18:10, 16), suatu kejatuhan yang sangat drastis.

Dalam kondisi seperti itu, Allah berseru kepada umat-Nya untuk tidak mengambil bagian dalam dosa-dosa keduniawian. Umat Allah disuruh pergi dari tempat-tempat yang berdosa (18:4). Tentu saja orang Kristen tidak bisa secara hurufiah pergi dari suatu tempat atau kota yang berdosa. Tuhan mengutus mereka ke tempat-tempat itu untuk menjadi saksi yang setia sampai mati. Akan tetapi, secara rohani, orang Kristen tidak boleh ikut-ikutan dalam keduniawian. Orang Kristen tidak boleh serupa dengan dunia ini. Orang Kristen tidak boleh dibuat jahat oleh tempat yang jahat, sebaliknya orang Kristen harus mentransformasi tempat yang jahat dengan Injil Yesus Kristus, selama waktu masih ada. Apakah Anda telah memberi pengaruh positif terhadap lingkungan Anda? [AH]

Lalu aku mendengar suara lain dari  sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, Pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” Wahyu 18:4


December 20, 2018, 05:11:07 AM
Reply #1697
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Supaya Engkau Tahu
Posted on Rabu, 19 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 1:1-4

Menulis buku bukan hal yang mudah. Apalagi, seperti Lukas yang menulis dua jilid, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Profesinya adalah tabib (Kol. 4:14). Kemungkinan besar dia bukan Yahudi, namun sangat akrab dengan tradisi Yahudi. Alkitab juga mencatat dia merupakan teman seperjalanan Paulus (Kis. 16:10-16).

Dalam daftar penulis PB, Lukas termasuk yang paling tinggi kemampuan teknisnya. Dia mampu meramu kisah permulaan Injil sampai tersebar ke berbagai wilayah dunia kuno. Lukas, sepertinya, menulis pembukaan Injilnya dengan mengambil gaya seperti sejarawan Yahudi, Josephus. Artinya, Lukas mahir dengan tipikal penulisan sastra kuno. Lukas kemungkinan adalah patron dari Teofilus. Dia, bisa saja, adalah orang Kristen baru yang mendapat manfaat dari tulisan Lukas.

Para ahli menduga, Lukas menggunakan referensi lain (1-2). Kebanyakan penafsir PB percaya, Lukas mungkin menggunakan Injil Markus dan tradisi lisan lain. Ditambah lagi, dia juga menuliskan berbagai kisah yang menjadi ciri khasnya. Misalnya, kisah kelahiran Yesus, Orang Samaria yang baik, Anak yang hilang, dan Zakheus. Ada kemungkinan, identitas Lukas yang bukan Yahudi menyebabkan perhatiannya sensitif terhadap orang asing. Dia lebih peka kepada orang lemah, terpinggirkan, dan dianggap jahat. Pendeknya, Lukas adalah penulis yang lihai.

Dengan kemampuan setinggi itu, kita mungkin akan memilih untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Josephus, misalnya, akhirnya bekerja untuk kerajaan Romawi. Dia menulis buku yang memberikan pembelaan pada sejarah dan tradisi Yahudi. Namun, Lukas punya tujuan yang khusus, yaitu menguatkan iman Teofilus (4). Lukas mungkin tak pernah tahu bahwa tulisannya akhirnya menguatkan semua orang Kristen sepanjang zaman. Dalam hal ini, Allah memakai kemampuan kita untuk menggarami dunia.

Doa: Tolong kami Tuhan untuk lebih peka melayani kebutuhan saudara seiman daripada mementingkan keuntungan dan reputasi diri sendiri. [IM]



December 21, 2018, 06:16:12 AM
Reply #1698
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Salam Elisabet
Posted on Kamis, 20 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 1:39-45

Salam yang dikatakan Elisabet kepada Maria telah menjadi bagian doa devosi umat Katolik. Dalam perjalanan iman yang menantang kemustahilan, salam Elisabet pasti memberikan kesegaran kekuatan pada Maria.

Berbeda seperti ujian sekolah, perempuan yang mengandung bukanlah hal sepele. Kita belum tentu dapat menyelesaikannya dalam seminggu saja. Pasti ada hari-hari Si Ibu bersemangat tinggi, tetapi ada masa kelabu yang penuh keraguan. “Berbahagialah yang percaya kepada Tuhan, karena rencana-Nya akan terlaksana” (45). Maria mungkin sangat membutuhkan salam Elisabet yang datang dari dorongan ROH KUDUS ini.

Elisabet pasti sangat bahagia ketika mengandung. Itu seolah melepaskannya dari aib karena sebelumnya orang menyebutnya sebagai perempuan mandul (Luk. 1: 25). Namun, Maria punya kasus yang berbeda. Dia mengandung anak yang bukan dari suaminya (Luk 1: 34). Tentu saja itu adalah aib tersendiri jika orang mengetahuinya. Salam Elisabet pastilah sangat menguatkan Maria. Elisabet sendiri mungkin tak menyadari betapa berartinya salam hangat yang ia berikan kepada Maria.

Kehidupan iman adalah perjalanan yang dinamis. Kenyataan sehari-hari mudah mengombang-ambing perasaan kita. Sebagai komunitas orang percaya, kita dapat memilih dua tipe kepribadian. Pertama, mereka yang menguatkan iman sesamanya. Kedua, mereka yang menjatuhkan dan menjadi batu sandungan. Jika peka merespons pekerjaan ROH KUDUS, kita dapat menjadi sumber kekuatan bagi saudara seiman.

Elisabet tampaknya sangat bahagia dikunjungi Maria. “Siapa aku ini sampai ibu Tuhanku mengunjungi aku?” Elisabet bertanya (43). Rupanya, pergumulan iman menghasilkan persekutuan yang saling menguatkan. Persahabatan yang jujur sangat berharga dan dapat membawa kita lebih mencintai Tuhan.

Ketika seorang sahabat memberikan salam, marilah kita belajar merespons ROH KUDUS dan cinta dari Tuhan.

Doa: Tuhan, ajar kami menjadi sahabat yang menebar cinta, kehangatan kasih, damai sejahtera, dan penguatan. [IM]







Percaya walau Tidak Melihat
Posted on Kamis, 20 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 1:26-38

Malaikat Gabriel muncul di hadapan Maria. Ini pertanda Allah akan bertindak. Berbeda dengan kisah dalam PL, Maria tidak mandul. Jadi, Gabriel segera menyampaikan rencana Allah. Maria akan melahirkan Yesus yang akan mewarisi takhta Daud sampai selamanya. Hanya ada satu problem dalam pikiran Maria, yaitu dia belum bersuami (34).

Dalam bahasa asli, ungkapan yang dipakai Maria adalah, “Aku belum mengenal laki-laki.” Ini adalah ungkapan halus tentang hubungan seksual. Maria menyadari adalah hal yang mustahil jika seorang bayi laki-laki akan datang melalui dia. Maria mengtahui dengan pasti bahwa yang apa diberitakan Gabriel ada di luar nalar. Absurd!

Ketika Allah bertindak, seluruh kenyataan hidup bisa saja kelihatan berlawanan dengan maksud Allah. Pengalaman Maria menegaskan ini. Sebuah kemustahilan seorang perawan melahirkan anak. Peristiwa demikian tidak tercatat dalam seluruh kitab suci PL. Jadi, bukan sebuah keanehan kalau Maria meragukan pesan itu.

Namun, sesuatu yang lebih mengherankan malah terjadi. Maria justru memilih untuk memercayai pesan itu! Bagaimana mungkin seorang perempuan belia, justru menunjukkan pilihan iman yang begitu dewasa?

Maria mungkin akan sulit mengerti kisah yang akan diceritakan Lukas. Sebuah nubuat Allah untuk mengukuhkan kerajaan Daud dengan cara yang sangat mengherankan. Kerajaan itu akan tegak dengan membangkitkan Gereja Allah di seluruh penjuru dunia. Namun, Maria berani mengemban misi itu. “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, ” katanya. “Jadilah padaku menurut katamu itu, ” (38).

Iman memang selalu punya dua sisi (bersifat ambivalen). Iman bisa begitu sulit dan rumit, tetapi iman juga bisa begitu sederhana. Ketika panggilan Allah melampaui pemahaman, janganlah kita membuang rasio kita, sebaliknya, latihlah hati kita untuk semakin peka untuk percaya kepada Allah.

Doa: Tolong kami Tuhan, untuk percaya walau tak melihat! [IM]


December 21, 2018, 06:16:58 AM
Reply #1699
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Penghukuman terhadap Iblis dan Orang Berdosa
Posted on Kamis, 20 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 20

Pasal ini menggambarkan suatu kelegaan, pendahuluan dari suatu kehidupan baru yang sempurna. Kelegaan terjadi ketika si Naga, yakni si Iblis, diikat dan dilemparkan ke jurang maut selama 1000 tahun (20:1-3). Melalui kematian-Nya, Yesus Kristus telah mengalahkan Iblis, yang digambarkan sebagai “mengikat” si Iblis. Iblis belum dikalahkan total, tetapi sudah dibatasi kekuasaannya, sehingga Injil dapat diberitakan ke seluruh dunia, orang-orang dapat percaya dan mengikuti kebenaran firman Allah.

Waktu di antara saat Iblis diikat sampai saat dikalahkan total adalah 1000 tahun—simbol jangka waktu yang panjang antara kedatangan Kristus yang pertama kali hingga kedatangan-Nya yang kedua kali. Selama masa yang panjang itu, gereja (kumpulan orang yang sudah mengalami kehidupan baru, yang digambarkan sebagai orang yang “hidup kembali,” 20:4) hidup bersama dengan Kristus dalam Kerajaan Allah (20:4-6). Mereka duduk di takhta kemuliaan, tetapi dalam peran sebagai imam yang melayani, berdoa, dan membawa persembahan kepada Allah (20:6). Masa Gereja yang panjang itu berakhir saat terjadinya penghakiman dan penghukuman terakhir kepada si Iblis, yakni saat kedatangan Kristus yang kedua kali (20:7–10). Si Iblis dilemparkan oleh Kristus ke dalam lautan api. Saat itu, Tuhan Yesus akan menghakimi semua orang (20:11–15). Orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus (yang namanya tidak tercatat sebagai milikNya) akan dihukum dalam lautan api—gambaran mengenai neraka sebagai penghukuman akhir bagi manusia berdosa. Berbahagialah orang yang namanya tercatat di buku kehidupan. Kepada mereka, Allah akan memberi hidup yang mulia, bahagia, dan sempurna bersama Allah di langit dan bumi baru. Apakah Anda yakin bahwa nama Anda telah tercatat di buku kehidupan? [AH]

“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” Wahyu 20:15



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)