Author Topic: Saat Teduh  (Read 59904 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 22, 2018, 04:55:10 AM
Reply #1700
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Langit dan Bumi Baru
Posted on Jumat, 21 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 21

Pasal ini menjelaskan tentang mereka yang nama-namanya tertulis dalam buku kehidupan (21:27), yakni orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan yang menjadi milik-Nya. Mereka akan masuk ke dalam langit dan bumi baru, serta hidup berbahagia dengan Tuhan Yesus (21:1-8). Langit dan bumi baru adalah gambaran kehidupan baru yang secara total telah ditransformasi oleh Tuhan Yesus. Pada waktu kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita sudah menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5:17), tetapi kita belum sempurna dan belum baru secara total. Namun, pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali, kita akan disempurnakan dalam suatu kehidupan yang mulia dan bahagia. Itulah saatnya kita sungguhsungguh menikmati Allah selama-lamanya.

Kehidupan sempurna bersama Allah itulah yang digambarkan di pasal ini dengan berbagai lambang. Allah hadir secara personal di tengah manusia (Wahyu 21:3). Dia menghapus kedukaan serta memberi sukacita (21:4). Kehidupan di langit dan bumi baru digambarkan sebagai kehidupan di Yerusalem Baru, kota Allah yang penuh dengan kemuliaan (21:9 -27). Kota Roma adalah lambang kejahatan, sedang Yerusalem adalah lambang kemuliaan dan kehadiran Allah. Oleh karena itu, kota ini digambarkan dengan aneka lambang yang memperlihatkan bahwa kota ini adalah kota umat Allah (21:11-14: 12 suku Israel dan 12 Rasul Yesus Kristus), kota yang sangat agung (21:15-17) serta penuh dengan kekayaan dan kemuliaan, suatu gambaran kehidupan yang sejahtera dan penuh damai (21:18-27). Apakah Anda selalu merindukan dan mendoakan suatu kehidupan yang semakin intim bersama dengan Allah? Apakah Anda selalu mengharapkan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, yang akan memberi Anda kemuliaan dan kebahagiaan yang sempurna?  [AH]

Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” Wahyu 21:3



December 23, 2018, 04:41:07 AM
Reply #1701
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Ketaatan Keluarga yang Melayani Tuhan
Posted on Sabtu, 22 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 1:57-66

Sekarang adalah masa-masa menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dalam tradisi Kristen, peristiwa ini kita kenal sebagai Natal. Pada kesempatan ini, marilah kita belajar tentang ketaatan sebuah keluarga memenuhi panggilannya bagi Tuhan.

Tuhan memilih keluarga Imam Zakharia untuk menjadi tempat kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelak, dialah yang merintis jalan bagi kedatangan Yesus, Sang Mesias. Tuhan menganugerahi keluarga ini dengan suatu kemustahilan. Tuhan mengizinkan Zakharia dan Elisabet, yang sudah tua dan mati haid, untuk mempunyai anak. Anak itulah nanti akan menjadi perintis jalan bagi kedatangan Kristus.

Tugas Yohanes nanti adalah tugas yang berat, tetapi sekaligus mulia. Peran untuk memanggil dan memerintahkan bangsa Israel adalah tugas yang sulit. Alasannya, bangsa ini terkenal sering melawan Tuhan. Mereka adalah kaum yang enggan mengakui kesalahannya, menyesalinya, dan bertobat. Dengan demikian, tugas Yohanes Pembaptis nanti sungguh tugas yang berat dan penuh kerja keras. Tugas seperti inilah yang akan dibebankan kepada anak yang sedang dikandung Elisabet.

Imam Zakharia dan Elisabet bisa saja menolak tugas berat itu. Namun, mereka membuktikan diri sebagai orang-orang yang taat kepada Tuhan. Mereka menjunjung tinggi perintah itu. Salah satu bukti ketaatan itu terlihat dalam pemberian nama anak tersebut. Setelah anak itu lahir, orang tuanya memberinya nama di luar nama marga mereka (61). Akan tetapi, mereka memberinya nama sesuai perintah Tuhan melalui malaikat, yaitu Yohanes.

Kisah ketaatan seperti ini sungguh menginspirasi. Cerita ini mengajak kita agar hidup dalam ketaatan serupa kepada Tuhan Allah. Secara khusus dalam menyambut dan menerima Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita. Kita dapat mengesampingkan, bahkan menempatkan segala kepentingan lain di bawah ketaatan kepada-Nya.

Doa : Ya Tuhan ajarilah kami untuk lebih menaati Tuhan dan kehendak Tuhan. [SH]







Tuhan Meninggikan Orang yang Rendah
Posted on Sabtu, 22 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 1:46-56

Seorang Raja lahir dari perempuan biasa dan berasal dari sebuah bangsa yang dijajah kekaisaran Romawi. Mungkin, tidak ada orang yang bisa percaya. Namun, itulah faktanya. Tuhan memang sering kali bekerja dengan cara yang mengejutkan. Itulah sebabnya Maria bernyanyi.

Dalam kekaisaran Romawi, kaisar mengklaim diri sebagai Juru Selamat dan penjelmaan Allah. Sama seperti sekarang, pada masa itu orang kaya juga punya kekuasaan membeli berbagai kenyamanan hidup. Akan tetapi, Maria tidak mau terjebak dalam narasi itu. Dia tetap menyebut Allah sebagai Juru Selamat (47). Dia tidak peduli walaupun yang berkuasa di seluruh Yudea adalah Kaisar. Maria bernyanyi, “Allah akan menurunkan orang-orang yang berkuasa, dan meninggikan orang yang rendah (52).” Israel mengenal Allah seperti ini. “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur” (1Sam. 2:8). Allah Israel adalah yang memberikan kebaikan pada orang lapar. Dia juga menyuruh orang kaya pergi dengan tangan hampa (53).

Maria mengimani bahwa Allah sedang menyelamatkan Israel. Bahkan, dia yakin Allah akan mengusir penjajah, yaitu kekaisaran Romawi. Maria menyadari kendala yang ada. Dia pasti akan kesulitan menjalani persalinan karena “aib” yang menemaninya. Namun, itu tak sebanding dengan rahmat Allah yang akan bekerja di tengah Israel.

Kita sering sudah terbiasa dengan kenyataan hidup. Kita menjadi sulit menutup mata dan menjadi naif. Para penguasa akan menindas yang lemah. Orang kaya akan menelan mereka yang miskin. Jadi, Maria seolah sedang menunjukkan iman naif seorang anak remaja.

Namun, Maria menunjukkan kita seni “kenaifan kedua” yang layak juga kita amati. Walaupun memang masih remaja, Maria memilih percaya pada Allah. Dia yang sanggup meninggikan orang yang rendah. Marilah kita belajar menyanyikan lagu iman yang sama.

Doa: Tolong kami Tuhan, agar menjauhi gaya hidup sebagai penindas. Bimbinglah kami meneladani Allah, Sang Pembebas rakyat tertindas. [IM]




December 23, 2018, 04:41:45 AM
Reply #1702
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Menantikan kedatangan Yesus Kristus
Posted on Sabtu, 22 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca:  Wahyu 22

Sebagian pasal 22 masih meneruskan gambaran mengenai langit dan bumi baru serta kota Yerusalem Baru, yaitu tentang kehidupan yang makmur dan puas bersama dengan Tuhan Yesus. Misalnya, adanya air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah (22:1), pohon-pohon yang berbuah subur setiap bulan (22:2), tidak ada lagi malapetaka (22:3), tidak ada lagi kegelapan, yang ada adalah cahaya wajah Allah di tengah umat-Nya (22:3-5).

Setelah semua penggambaran dan lukisan itu, Tuhan Yesus muncul untuk mengumumkan bahwa Dia akan datang segera (22:7, 12-13, 20). Dia menghendaki agar kita selalu ingat dan sadar bahwa Dia akan segera datang untuk kedua kali. Dia menghendaki agar mata kita selalu tertuju ke depan dan mengharapkan kedatangan-Nya. Bila kita mengharapkan kedatangan-Nya, kita akan menuruti firman-Nya (22:7) dan terus menguduskan kehidupan kita (22:14). Kita harus ingat dan sadar bahwa upah iman dan pelayanan kita akan Dia berikan kepada kita pada saat kedatangan-Nya (22:12). Dalam kitab Wahyu, upah itu sering digambarkan sebagai mahkota yang mulia. Walaupun hidup kita saat ini mungkin dihina oleh dunia ini, tetapi kesetiaan dan iman kita dihargai oleh Tuhan Yesus. Dia akan datang dengan membawa upah-Nya yang mulia.

Saat mendengar suara Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang segera, Yohanes langsung berdoa, “Amin, datanglah, Tuhan Yesus.” (22:20). Kiranya doa ini menjadi doa dan pengharapan kita. Apakah Anda telah memiliki antusiasme untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus? Jika kita mendoakan dan mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus, kapan pun Dia datang, kita akan siap dan tidak akan kaget. Ucapkanlah doa berikut, “Ya, Tuhan Yesus, Tuhanku dan Juruselamatku, datanglah segera!“ [AH]

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Wahyu 22:12-13



December 24, 2018, 05:15:00 AM
Reply #1703
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Betlehem – Panggung Kecil Untuk Rancangan Besar
Posted on Minggu, 23 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Lukas 2:1-7

Seorang penulis naskah yang baik akan merancang kisah demikian rupa, sehingga tidak ada satu detil pun yang tidak memiliki makna ataupun kaitan dengan keseluruhan kisah yang ditulisnya. Allah adalah Sang Penulis Naskah yang terbaik. Tujuh ratus tahun sebelumnya, nubuatan atas kelahiran Sang Mesias sudah digaungkan oleh Nabi Mikha, dan nubuatan itu tergenapi (Mikha 5:1; Matius 2:6; Lukas 2:1-7). Akan tetapi, sebenarnya banyak peristiwa yang telah terjadi sebelumnya di kota kecil ini, yang ternyata merupakan penunjuk bagi peristiwa besar yang terjadi di kemudian hari. Betlehem adalah kota tempat Rahel, istri Yakub, mati dan dikuburkan setelah melahirkan Ben-oni (“Manusia yang Menderita”), sebelum Yakub menamakannya Benyamin (“Putra Tangan Kanan”). Di Betlehem pula, Boas menebus Rut. Pada masa selanjutnya, Daud diurapi menjadi raja di tempat yang sama (Kejadian 35:16-19; Rut 3-4; 1 Samuel 16:1-13). Bukankah semuanya ini akhirnya merujuk pada Yesus Kristus? Dialah Hamba yang Menderita itu. Dia jugalah Sang Penebus yang duduk di sebelah kanan Allah dan Dialah Sang Raja di atas segala raja!

Betlehem bukanlah sekedar sebuah kota. Betlehem adalah sebuah kisah mengenai rancangan Allah yang sempurna tempat Ia memilih untuk memakai sesuatu yang luput dari pemikiran manusia dan menetapkannya sebagai sebuah panggung bagi kelahiran Sang Juruselamat. Apakah hari ini Anda terperangkap dalam kecenderungan “megalomania” (hanya bisa menghargai segala sesuatu yang besar, tinggi dan banyak)? Ingatlah bahwa Allah bisa memakai apa saja dan siapa saja untuk menggenapi rencanaNya. [MT]

“Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” I Korintus 1:28-29



December 25, 2018, 05:13:30 AM
Reply #1704
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Imanuel
Posted on Senin, 24 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Matius 1:18-25

Apakah arti sebuah nama? Biasanya, di balik sebuah nama terkandung harapan. Dalam tradisi daerah tertentu, nama menggambarkan situasi yang terjadi saat yang empunya nama dilahirkan.

Tujuh ratus tahun sebelum kelahiran-Nya, nama Yesus telah dinubuatkan, yakni Ia akan dinamakan “Imanuel” (Yesaya 7:14) yang berarti “Allah menyertai kita”. Sebutan “Imanuel” bukan sekedar sebuah harapan, melainkan kenyataan! Sejak penciptaan dunia hingga sepanjang sejarah umat manusia, Allah telah menyatakan penyertaan-Nya. Kepada para hamba-Nya yang diberi tugas besar seperti Musa dan Yosua, Allah selalu mengingatkan, “Jangan takut, Aku menyertai engkau.” Atas Israel, umat-Nya, Ia menyertai dalam bentuk tiang awan dan tiang api. Puncaknya adalah Allah menyertai di dalam dan melalui kelahiran Yesus Kristus di tengah dunia yang kelam karena dosa ini. Yesus Kristus “berkemah/tinggal bersama-sama” dengan umat manusia supaya dapat dilihat, disaksikan, dan didengar. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (Ibrani 1:3).

Lewat nubuatan kehadiran Sang Imanuel ini, kita dapat merenungkan betapa besar kasih Allah kepada kita. Penyertaan-Nya bukanlah merupakan respons atas permintaan kita, tetapi merupakan inisiatif Allah sendiri. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah-lah yang mencari manusia. Saat ini, Allah telah memberikan Yesus Kristus, Putera-Nya, untuk tinggal dan berkarya di antara kita, supaya kita diperdamaikan dengan Allah. Apakah Anda sungguh-sungguh mengharapkan penyertaan-Nya? Saat merayakan Natal, apakah Anda sungguh-sungguh menyambut kehadiran-Nya? [MT]

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 1:23



December 26, 2018, 05:23:53 AM
Reply #1705
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Jangan Takut, Tuhan Telah Datang
Posted on Selasa, 25 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 2:8-20

Dunia yang gelap dan penuh penderitaan ini selalu menawarkan ketakutan. Ia membius kita dengan rasa gentar bercampur kekhawatiran. Ia meneror sekaligus menghantui hidup kita. Akibat dosa, kekhawatiran menghantui kita lewat berbagai hal. Kita takut apakah kebutuhan untuk hari esok bisa tercukupi atau tidak.Rasa bimbang menyelimuti mengenai berhasil atau gagalnya pekerjaan kita. Kita meresahkan masa depan yang memang tidak pasti dan tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Semua itu terjadi karena manusia kehilangan hubungan baik dengan Allah.

Tuhan telah mendamaikan diri-Nya sendiri dengan tanpa memperhitungkan kesalahan manusia lagi (2Kor. 5:19). Caranya melalui kelahiran Kristus ke dunia. Lewat kedatangan-Nya, manusia kembali terhubung dengan Sang Sumber hidup. Dengan begitu, manusia bisa menemukan kembali kebahagiaannya. Kini keberanian telah mengganti segala ketakutan dan kekhawatiran. Kita menjadi bisa menghampiri takhta kemurahan Allah melalui Yesus Kristus. Itulah sebabnya seruan malaikat menjadi berita Natal untuk kita. “Jangan takut, karena hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud” (10-11).

Kini dalam Kristus hanya ada cinta kasih. Alkitab mencatat “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut ia tidak sempurna di dalam kasih” (1Yoh. 4:18). Jadi, sesungguhnya kita jangan takut dan khawatir lagi tentang apa pun di dunia ini. Tuhan pasti selalu akan mencukupi kebutuhan kita (Mat. 6:33); Kita juga tak perlu takut lagi akan kegagalan karena kita lebih daripada orang-orang yang menang (Rm. 8:37). Bahkan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp 4:13). “Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).

Doa: Tuhan, Kiranya dengan Natal Kristus ini kami tidak akan pernah takut lagi dalam hidup. [SH]

December 27, 2018, 05:33:51 AM
Reply #1706
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Penasihat Ajaib
Posted on Rabu, 26 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Yesaya 9:1-6

Manusia membutuhkan nasihat. Pada level internasional, kita memiliki para pemikir terbaik dalam wadah PBB untuk memikirkan pemecahan atas masalah-masalah dunia. Pada level nasional, setiap presiden pasti meminta nasihat dari orang-orang terbaik yang ditetapkan untuk duduk dalam jajaran pemerintahannya. Pada level personal, setiap orang di antara kita pasti akan mencari nasihat untuk hal-hal khusus kepada orang-orang yang dianggap ahli, entahkah itu masalah keluarga, keuangan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Persoalannya, pengetahuan manusia terbatas dan sudah tercemar dengan dosa. Puji Tuhan, tujuh ratus tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus, telah dinubuatkan bahwa Sang Juruselamat adalah Sang Penasihat Ajaib. Inilah jawaban bagi kebutuhan kita, karena di dalam Kristus-lah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:3). Yesus Kristus bukan seorang Penasihat biasa—tetapi Penasihat Ajaib (Yesaya 9:5)—karena keilahian-Nya. Pada mulanya, Ia (telah) bersama-sama dengan Allah dan segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Yohanes 1:1-3). Bukankah ini melegakan kita? Sang Imanuel beserta kita bukan sekadar untuk memeluk, menyatakan penghiburan, dan menguatkan kita, tetapi juga memberi kita tuntunan dan nasihat konkret menyangkut masalah-masalah terberat dalam kehidupan kita. Memahami nasihat dan tuntunan-Nya boleh jadi memerlukan proses, namun yang pasti bukan seperti meraba-raba dalam gelap karena sudah ada jaminan dari Dia. Jika Yesus Kristus adalah Allah yang menyertai kita dan bersedia menjadi Penasihat Ajaib bagi kita, pertanyaannya adalah, “Bersediakah Anda untuk sungguh-sungguh mempercayai dan mengikuti tuntunan-Nya tanpa membantah?” [MT]

“Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” Kolose 2:3



December 28, 2018, 05:52:44 AM
Reply #1707
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Bahagia Orang yang Menantikan Tuhan
Posted on Kamis, 27 Desember, 2018 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 2:21-40

Kelahiran Yesus Kristus mendatangkan kebahagiaan bagi banyak orang. Mereka adalah orang-orang yang percaya dan menanti-nantikan kedatangan-Nya. Hal ini sama seperti dua orang tua bernama Bapak Simeon dan Ibu Hana. Selama hidup, mereka selalu menanti-nantikan kehadiran Sang Mesias, Anak Allah yang dijanjikan itu.

Simeon orang yang benar dan saleh hidupnya. ROH KUDUS menyatakan kepadanya bahwa dia akan terus hidup sebelum melihat Sang Juru Selamat. Ketika orang tuanya membawa Yesus-yang masih bayi-masuk ke Bait Allah, Simeon segera menyambut-Nya. Sambil menatang-Nya, dia mengucap syukur kepada Tuhan Allah (29-32).

Pada saat yang sama, ada juga seorang nabiah bernama Hana di situ. Dia sudah sangat lanjut usianya (84 thn). Dia pun menyambut Yesus dengan sukacita sambil berbicara tentang Anak itu kepada orang banyak.

Kehadiran Yesus Kristus mendatangkan sukacita dan kebahagiaan bagi kedua orang yang sangat menantikan-Nya. Simeon merasa sangat bahagia. Pada saat itu juga, dia merasa sudah siap menghadap Tuhan. Pasalnya, dia sudah melihat keselamatan yang dari Tuhan atas umat-Nya. Ibu Hana juga begitu. Dia bahagia menyambut Yesus dan bersaksi tentang Dia kepada orang banyak. Itulah orang-orang yang sungguh menantikan Tuhan Yesus. Kehadiran-Nya membuat mereka berbahagia.

Demikian juga kehadiran Tuhan Yesus Kristus bagi kita. Dia akan membahagiakan hidup kita. Dia, Sang Juru Selamat, Tuhan, dan Penebus dosa kita. Dia melepaskan kita dari ketakutan dan kekhawatiran. Dia mendampingi dan memberikan kekuatan; tatkala kita mengalami permasalahan. Dia memberi kekuatan agar dapat menghadapi dan mengatasi segala permasalahan hidup kita. Seperti Bapak Simeon, hidup kita akan menjadi damai. Oleh karena itulah, kita akan dapat bersaksi tentang Dia seperti Ibu Hana.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kehadiran-Mu dalam hidup kami sungguh membawa kebahagiaan. Kami bersyukur untuk itu. [SH]







Allah yang Perkasa
Posted on Kamis, 27 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Yohanes 20:24-31

Bagi kita pada umumnya, keperkasaan selalu diasosiasikan dengan kegagahan, kekuatan, serta dimiliki oleh manusia dewasa seperti yang digambarkan dalam cerita-cerita kepahlawanan. Rasanya merupakan sebuah paradoks (hal yang nampak bertentangan) jika kita membayangkan bahwa seorang bayi tidak berdaya yang terbaring di sebuah palungan ternyata adalah Allah yang Perkasa (Yesaya 9:5). Sesungguhnya, Allah selalu menunjukkan keperkasaan-Nya sesuai dengan maksud dan cara-Nya sendiri. Dalam Perjanjian Lama, kita melihat bahwa Allah membebaskan umat-Nya dengan tulah dan memimpin umat-Nya untuk memperoleh kemenangan setiap kali mereka terlibat dalam peperangan. Melalui Yesus Kristus yang adalah wujud gambar Allah yang sempurna, kita tidak melihat kilat dan guntur yang memukau, tetapi justru kerendahhatian dan kelemahlembutan. Namun, lewat kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus justru menunjukkan keperkasaan dan kemenangan-Nya yang memungkinkan kita dibebaskan dari kungkungan dosa (Matius 1:21). Keperkasaan-Nya terlihat dari nama-Nya, karena di dalam nama-Nya, semua orang yang percaya diselamatkan (Yohanes 20:31).

Jika Kristus telah membuktikan kuasa-Nya atas masalah yang paling fundamental di dunia ini, yakni dosa, bukankah Ia juga dapat diandalkan untuk pergumulan-pergumulan keseharian kita? Sang Imanuel masih berkarya hingga hari ini. Renungkanlah: Bisakah Anda belajar untuk mengalami kekuatan Kristus melampaui apa yang bisa Anda lihat dan Anda menolak untuk melihat Yesus Kristus sebagai sosok yang tidak berdaya, sekalipun Anda tidak memahami cara Ia bekerja? [MT]

“Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya, untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya.” Mazmur 106:8



December 29, 2018, 05:16:44 AM
Reply #1708
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Bapa yang Kekal
Posted on Jumat, 28 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Yohanes 1:1-18

Dalam sebuah keluarga inti, peran seorang Bapak adalah sebagai pencari nafkah, atau dengan kata lain, sebagai pemelihara kelangsungan kehidupan keluarga. Melalui pemahaman tentang seorang Bapak seperti di atas, sudah sepatutnyalah bila kita bersyukur bahwa Yesus Kristus, Sang Mesias yang dijanjikan Allah itu, bukan hanya sebagai Penasihat Ajaib dan Allah yang Perkasa, tetapi Ia juga merupakan Bapa yang Kekal (Yesaya 9:5). Sadarilah bahwa Juruselamat yang kita peringati kelahiranNya setiap kali kita merayakan Natal sudah memiliki eksistensi (keberadaan) sebelum Ia dilahirkan. Yohanes menuliskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1). Natal adalah sebuah titik dimana Sang Allah yang kekal memilih untuk tinggal di antara manusia yang terbatas, supaya kita dapat mengenal natur (sifat dasar atau bawaan) dan karakter Allah yang sejati.

Yesus Kristus disebut sebagai Bapa yang Kekal karena hanya Dialah satu-satunya yang dapat memberikan hidup kekal. Ia juga yang memelihara dan menjaga setiap orang percaya dengan cinta kasih-Nya, memastikan bahwa tidak ada seorang pun (orang percaya) yang bisa direbut dari perlindungan-Nya (Yohanes 10:28-30). Ia datang ke dunia, mati bagi dosa umat manusia, dan bangkit kembali. Hal ini menunjukkan bahwa Dialah Tuhan atas kehidupan dan kematian. Sifat kekekalan-Nya menunjukkan bahwa di tengah dunia yang terus berubah, kita menyembah Kristus yang tidak berubah (Ibrani 13:8). Waktu tidak dapat membelenggu Dia karena Ia berkuasa atas waktu. Saat ini, di tengah dunia yang terus berubah, bersediakah Anda mempercayai pemeliharaan dan kasih-Nya yang tidak pernah berubah? [MT]

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Yohanes 10:28



December 30, 2018, 04:37:28 AM
Reply #1709
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Raja Damai
Posted on Sabtu, 29 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Lukas 2:8-20

Tahukah Anda bahwa kata “Peacemaker” (Pembuat damai) di alat pencarian Google Image akan menunjuk kepada jenisjenis pistol? Damai adalah sebuah kondisi yang amat dirindukan oleh manusia di dunia ini. Sayangnya, untuk mencapai kondisi damai yang dianggap ideal, manusia berdosa dapat menggunakan cara-cara yang berdosa. Bacaan hari ini mengingatkan kepada kita bahwa damai bukan terjadi karena absennya rasa takut atau gelisah, melainkan karena “ada sesuatu yang hadir”. Nubuatan para nabi maupun nyanyian para malaikat menggaungkan bahwa ada damai sejati di dunia ini karena Kristus— Sang Raja Damai—telah hadir di dunia ini (Yesaya 9:5; Lukas 2:10-14). Damai adalah sesuatu yang sifatnya “diberikan” kepada kita karena kita tidak memiliki potensi untuk memastikan adanya damai. Itulah sebabnya, kita membutuhkan Yesus Kristus! Hal terpenting untuk dipahami adalah bahwa damai sejati hanya dapat kita miliki saat kita diperdamaikan dengan Allah melalui pribadi dan karya Yesus Kristus (Roma 5:1). Selanjutnya, di dalam Yesus Kristus, kita diperdamaikan dengan sesama dan kita bisa mengalami damai dalam situasi apa pun yang menghimpit diri kita.

Apakah Anda masih tergoda untuk mencari rasa damai pada berbagai hal di luar pribadi dan karya Yesus Kristus? Apakah Anda berusaha memperoleh damai saat menghadapi berbagai himpitan dengan memakai cara Anda sendiri? Ingatlah bahwa kita memiliki Raja Damai yang menyertai kita. Di dunia ini, sedari masih bayi, Yesus Kristus telah menghadapi ancaman: Ia menjadi buronan Herodes; Ia ditolak di Nazaret, kota tempat Ia dibesarkan, serta diburu untuk dibunuh. Akan tetapi, Dia tidak tergoyahkan karena Ialah Sang Raja Damai. [MT]

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14:27


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)