Author Topic: Saat Teduh  (Read 59765 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 31, 2018, 05:52:09 AM
Reply #1710
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2018/12/

Demonstrasi Kerajaan Allah
Posted on Minggu, 30 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Matius 13:31-35

Pada masa kini, beredar banyak kabar mencemaskan terkait dengan terorisme, kebangkitan kaum LGBT, penutupan gereja, serta gaya hidup orang percaya yang tidak berbeda dengan orang yang belum percaya. Oleh karena itu, kita mudah tergelitik untuk bertanya, “Bukankah Kerajaan Allah telah berkembang dari zaman Yesus Kristus, mengapa hari ini mengalami stagnasi (kemandekan), bahkan degradasi (kemerosotan)?”

Sebelum Sang Mesias lahir, telah dinubuatkan bahwa Sang Mesias itu “besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya” (Yesaya 9:6). Realitas dunia yang terlihat bisa membuat kita menyimpulkan bahwa nubuatan itu sudah tidak relevan saat ini, padahal sebenarnya Yesus Kristus sedang bekerja di belakang layar untuk mengembangkan kerajaan-Nya dalam hati banyak orang. Ingatkah Anda bahwa Kerajaan Allah diumpamakan sebagai biji sesawi kecil yang bertumbuh dan ragi yang mengkhamiri seluruh adonan (Matius 13:31-33)? Pemerintahan Raja Damai tidak akan pernah berakhir!

Kerajaan Allah itu menyangkut hati setiap orang percaya, tempat Kristus memerintah. Pengaruh Kerajaan Allah itu semestinya tertampil dalam setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu, sewajarnyalah bila Kerajaan Allah berkembang dalam diri kita dan mempengaruhi lingkungan sekitar kita (keluarga, tempat kerja, gereja, bahkan negara). Apakah Anda bersedia membiarkan Yesus Kristus memerintah berdasarkan keadilan dan kebenaran di dalam dan melalui diri Anda? Hanya dengan cara menaati firman-Nya, Anda dapat menjadi alat-Nya untuk mendemonstrasikan bahwa Kerajaan-Nya tidak berkesudahan! [MT]

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” Matius 13:31


January 01, 2019, 06:04:40 AM
Reply #1711
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Allah yang Memberi Kekuatan
Posted on Senin, 31 Desember, 2018 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Yesaya 40:27-31

Di abad ke-6 BC, bangsa Israel dikalahkan bangsa Babel. Sebagian besar penduduk Israel yang masih hidup diangkut ke Babel (2 Tawarikh 36:20). Akibatnya, bangsa Israel merasa putus asa. Mereka beranggapan bahwa Allah tak lagi mempedulikan mereka (Yesaya 40:27). Dalam situasi seperti itu, nubuatan nabi Yesaya menegaskan beberapa hal.

Pertama, Allah dalam Alkitab adalah Allah yang mengikat janji dengan umat-Nya. Perwujudan janji itu ditentukan oleh Allah, bukan manusia (Kejadian 17:7). Allah berinisiatif untuk mengikat janji dengan umat-Nya.

Kedua, Allah yang memberi janji adalah Allah yang Mahakuasa (Yesaya 40:28). Manusia tidak akan mampu memahami pikiran Allah seutuhnya.

Ketiga, Allah tidak akan mengabaikan keadaan umat-Nya. Ia menguatkan yang lelah dan mengangkat yang tidak berdaya (Yesaya 40:29).

Tahun 2018 segera berakhir dengan situasi politik yang panas, tekanan ekonomi yang besar (karena kenaikan nilai tukar mata uang dolar Amerika), dan keterkejutan akibat gempa serta tsunami yang dahsyat di Sulawesi Tengah. Berbagai peristiwa yang terjadi di tahun 2018 membuat situasi tidak stabil, tidak dapat diprediksi, sulit dicegah, dan sulit diatasi. Sepanjang tahun ini, orang Kristen di Indonesia banyak yang merasa kuatir, takut, gelisah, dan tak berdaya. Meskipun demikian, Tuhan Yesus telah berjanji untuk menyertai kita (Matius 28:20) melalui kehadiran ROH KUDUS (Yohanes 14:16)—Sang Penghibur (Yohanes 16:7)—yang akan menolong umat yang dalam kesulitan (Yesaya 40:29, 31).

Apakah Anda takut menghadapi tantangan di tahun 2019? Singkirkan keraguan Anda dan percayalah kepada Allah dan seluruh janji-Nya! Mintalah anugerah Allah untuk menolong diri Anda! Marilah kita saling mendukung dan saling berdoa, agar kita makin mengalami pemeliharaan-Nya yang sempurna. [ECW]

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13



January 02, 2019, 06:03:43 AM
Reply #1712
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Semakin Taat dan Meninggikan Tuhan
Posted on Selasa, 1 Januari, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Ulangan 8

Bacaan Alkitab hari ini merupakan pesan yang disampaikan Musa kepada generasi umat Israel yang lahir setelah Allah memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Generasi umat Israel yang bertumbuh di padang gurun inilah yang akan memasuki Tanah Perjanjian. Untuk mempersiapkan mereka sebaik mungkin, Musa menyampaikan beberapa pesan:

Pertama , bangsa Israel harus ingat bahwa di masa lalu, Tuhan telah mengeluarkan mereka dari Mesir, memberi manna, dan menjaga mereka dengan sangat baik (8:1, 3, 4). Mereka harus mengingat berbagai teguran dan pernyataan tentang kehendak Tuhan di masa yang silam. Secara spesifik, bagi bangsa Israel, perjalanan di padang gurun selama 40 tahun merupakan bentuk hukuman Tuhan yang bertujuan agar mereka semakin menaati firman-Nya (8:2-6).

Kedua , bangsa Israel harus mengingat janji Tuhan untuk masa yang akan datang. Tuhan berjanji untuk membawa bangsa Israel memasuki negeri yang baik untuk ditinggali (8:7-10). Tuhan akan memberkati bangsa Israel, sehingga mereka tidak boleh lupa untuk selalu bersyukur dan memuji Tuhan (8:10).

Ketiga , inti pesan Musa kepada bangsa Israel adalah agar mereka selalu menaati firmanNya (8:11). Allah yang menyatakan diri melalui Alkitab adalah Allah yang tidak berubah (Yakobus 1:17, Ibrani 13:8). Allah memberi berkat dan memelihara bangsa Israel serta kita semua secara sempurna, sebab—di dalam Kristus—berkat Allah kepada Abraham diterima oleh segala bangsa (Galatia 3:14).

Meskipun hidup di dunia masih diwarnai oleh kesulitan dan penderitaan, Allah tidak pernah meninggalkan kita (Matius 28:20), bahkan Dia selalu berkarya untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Kita harus ingat bahwa standar kebenaran yang Allah terapkan tetap sama. Allah menuntut ketaatan dari umat-Nya di masa lalu maupun di masa kini, sehingga mungkin kita juga pernah mendapat teguran atau hukuman Tuhan.

Tahun 2018 sudah berlalu. Walaupun ada berbagai macam kesulitan dan masalah yang kita hadapi sepanjang tahun 2018, Tuhan senantiasa memelihara kita, sehingga kita dapat memasuki tahun yang baru ini. Ingatlah bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Marilah kita bertekad untuk menaati Firman Tuhan. Marilah kita meyakini pemeliharaan-Nya. Jangan lupa untuk bersyukur atas semua hal baik atau keberhasilan yang telah dan akan kita alami. [ECW]



January 03, 2019, 05:37:14 AM
Reply #1713
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Menunggu Waktu Yang Baik
Posted on Rabu, 2 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 4:1-13

Kisah pencobaan di padang gurun versi Lukas sedikit berbeda dengan Matius maupun Markus. Ada sedikit catatan yang layak disimak dalam menutup tahun 2018 ini, yaitu: “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik” (13).

Kisah pencobaan yang dilakukan Iblis terhadap Yesus memang berakhir dengan kemenangan Yesus. Atas tiga pencobaan yang diajukan Iblis, Yesus tidak pernah tergoda untuk menggugu (menuruti) keinginan Iblis. Yesus teguh pada pendiriaan-Nya. Ia tidak goyah. Ia bergeming. Dan karena itulah Iblis memilih untuk mundur.

Akan tetapi, dalam catatan Lukas, alasan Iblis mundur bukanlah karena mengaku kalah, bukan pula karena tahu bahwa Yesus tak mungkin goyah, tetapi karena ia merasa waktunya memang tidak baik. Waktunya kurang tepat. Menarik bukan, Iblis tidak mengakui kekalahannya. Ia tetap merasa masih mampu mengalahkan Yesus. Ini hanya soal waktu. Oleh karena itu, Iblis menunggu waktu yang baik.

Jika demikian tindakan Iblis terhadap diri Yesus, kepada para pengikut Yesus pastilah ia akan melakukan yang sama. Menunggu waktu yang baik tidak berarti sekadar termangu, diam, dan berpeluk tangan. Tidak. Menunggu waktu yang baik berarti tetap waspada. Artinya: penuh konsentrasi. Tidak lengah.

Itulah yang dikerjakan Iblis. Ia senantiasa waspada dan siaga. Ia selalu mencari tahu kapan manusia lengah. Dan jika kita lengah, itulah waktu yang baik bagi dia untuk bertindak. Iblis tidak gegabah, ia cukup sabar untuk menanti saat yang tepat baginya bak singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1Ptr. 5:8).

Itu berarti hanya ada satu jalan bagi kita, para murid Kristus abad ke-21, yaitu: kita harus lebih waspada ketimbang Iblis. Caranya, sebagaimana Yesus: kita harus mau hidup dan dihidupi oleh firman Allah. Selamat menutup tahun bersama Tuhan







Yesus Penyelamat Seluruh Umat Manusia
Posted on Rabu, 2 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 3:23-38

Silsilah Yesus versi Injil Lukas berbeda dengan Injil Matius. Matius, sebagai tokoh Yahudi, sangat teguh berpegang pada konsep pemilihan bangsa Israel sebagai umat Allah (covenant). Sebaliknya, Lukas, yang bukan orang Yahudi, ingin menekankan Yesus sebagai Juru Selamat bagi seluruh dunia, bukan hanya untuk Israel. Itulah sebabnya silsilah Yesus menurut Injil Lukas tidak berhenti sampai kepada Daud dan Abraham saja. Akan tetapi, Lukas meneruskan sampai kepada Adam, yaitu bapak seluruh umat manusia.

Yesus berkarya dan melayani di bumi selama tiga tahun. Selama itu, Yesus memang bekerja di antara umat Yahudi. Hal itu menggenapi nubuat para nabi bahwa umat pilihan Allah akan menjadi jalur kedatangan Sang Mesias yang dijanjikan itu. Namun, setelah kebangkitan-Nya, dimensi karya penyelamatan itu terbuka kepada seluruh dunia. Itulah sebabnya Tuhan Yesus, setelah kebangkitan-Nya, memberikan Amanat Agung kepada para murid-Nya. Yesus memerintahkan kepada murid agar pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. (Mat. 28: 19). Yesus mengutus mereka untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk (Mrk. 16:15). Dalam nama Yesus, para murid harus menyebarkan berita pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa (Luk.24: 47). Para murid juga harus bersaksi tentang Dia mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8b).

Silsilah Yesus, yang terus berlanjut sampai kepada Adam, anak Allah, memberi arti tersendiri. Itu bermaksud untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Adam kedua. Yesus telah mengembalikan kemanusiaan yang pernah hilang itu kepada Bapa. Yesus juga memulihkan kebahagiaan Taman Eden seperti sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Oleh karena itu, marilah kita membawa berita Injil keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus ini. Kita harus menyiarkan ini kepada semua orang dari segala bangsa sampai ke ujung bumi.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih telah mengembalikan kami ke “Taman Eden” melalui karya Tuhan Yesus Kristus. [SH]

January 03, 2019, 05:37:56 AM
Reply #1714
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Berkenan kepada Allah
Posted on Rabu, 2 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 3:21-22

Baptisan Yohanes berbeda dari baptisan Yahudi. Baptisan Yohanes adalah pertanda pengakuan dan penyesalan dosa serta pertobatan. Sementara itu, baptisan Yahudi merupakan “proselitisasi”. Proselitisasi adalah tanda masuknya seseorang bukan agama Yahudi menjadi penganut agama Yahudi. Orang seperti ini disebut mualaf. Pendeknya, proselitisasi adalah proses seseorang berpindah agama.

Jadi, kalau Yesus mau menerima baptisan Yohanes, tentu itu mempunyai makna tersendiri. Dengan menerima baptisan, itu artinya Dia bersedia menjadi sama dengan manusia berdosa. Bukan hanya itu, Yesus juga menyanggupi untuk menanggung hukuman Allah atas dosa manusia itu. Memang, inilah misi utama kedatangan Yesus ke dunia. Dia rela berkorban akibat dosa kita. Dia pun memberikan pengampunan bagi manusia. Ya, Dialah Sang Penebus dosa umat manusia!

Dengan baptisan-Nya itu, Yesus sudah melaksanakan perintah Allah dengan baik dan sepenuhnya. Untuk kesediaan itulah, Bapa di surga berkenan kepada-Nya. Hal itu tampak dalam peristiwa yang tertulis dalam nas hari ini. Pertama, langit terbuka. Itu menandakan Bapa sudah membuka surga bagi dunia. Kedua, ROH KUDUS turun dalam rupa seperti burung merpati. Itu melambangkan Bapa mendukung keputusan Yesus dengan memberi curahan kekuatan ROH KUDUS. Ketiga, terdengar suara dari langit yang terbuka itu. Suara itu berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan, ” (22). Sabda Tuhan ini menegaskan bahwa Bapa mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Bapa mengasihi Yesus dan berkenan kepada-Nya.

Kita, di dalam nama Tuhan Yesus, telah diangkat menjadi anak Allah (Rm. 8:14, 15). Karena itu, Tuhan memerintahkan kita agar hidup menurut ROH KUDUS, bukan mengikuti daging (Rm. 8:4-8). Jika melaksanakan kehendak-Nya, maka Allah pun akan mengasihi kita. Dengan begitu, Bapa di surga akan berkenan juga kepada kita.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi anak-anak-Mu yang taat, sehingga membuat hati-Mu berkenan. [SH]




January 04, 2019, 05:26:20 AM
Reply #1715
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Sang Penyembuh Sejati
Posted on Kamis, 3 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 4:38-41

Setelah Ia mengusir setan di rumah ibadat, Yesus pun meninggalkan tempat itu (37). Yesus pergi ke rumah Simon. Ternyata, ibu mertua Simon sedang demam tinggi. Demam ini membuat tubuhnya lemah sampai-sampai dia tidak sanggup menghampiri Yesus. Melihat kondisi ini, orang-orang di rumah itu meminta Yesus agar menolongnya (38). Yesus pun menghampiri tempat tidurnya dan menghardik demam itu. Seketika itu, demamnya hilang dan tubuhnya menjadi kuat. Lukas menulis, “Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka” (39).

Berita mengenai Yesus terus menyebar (37). Orang-orang menanti-nantikan hari Sabat selesai. Setelah matahari terbenam (tanda hari Sabat berakhir), mereka membawa semua saudara mereka yang sakit kepada Yesus. Mereka memohon agar Yesus sudi menyembuhkan. Yesus pun menjamah satu per satu dan menyembuhkan mereka (40). Anehnya, yang mengenal Yesus sebagai Raja Penyelamat ialah para roh jahat. Mereka berteriak, “Engkau adalah Anak Allah” (41).

Yesus berkuasa menyembuhkan segala penyakit apa pun, bahkan yang disebabkan roh jahat sekalipun. Mari kita memerhatikan Yesus yang dengan segera menolong ibu mertua Petrus. Coba kita lihat respons para roh jahat yang diusir keluar dari orang-orang. Hal itu menunjukkan bahwa kuasa Yesus melampaui segala penyakit. Yesus adalah Sang Penyembuh Sejati.

Perhatikan juga bagaimana Yesus menyembuhkan. Ia menjamah satu per satu setiap orang yang di bawa kepada-Nya. Ini menekankan aspek relasional dalam kesembuhan-Nya. Dia ingin setiap orang yang dijamah melihat dan mengalami sendiri kuasa-Nya dan menyadari kemesiasan-Nya.

Karena itu, marilah datang kepada-Nya dan mengalami kuasa Tuhan yang menyembuhkan. Di dalam semuanya itu, kiranya kita semakin menyadari bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat. Sehingga dengan lantang kita akan berseru, “Engkau adalah Anak Allah!”

Doa: Ya Tuhan, Penyelamat kami, sembuhkanlah kami demi kemuliaan-Mu! [JH]






Datanglah Kepada Yesus
Posted on Kamis, 3 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 4:31-37

Dalam bacaan hari ini, kita diperlihatkan pada bukti kuasa Yesus. Perkataan dan pengajaran Yesus penuh kuasa sehingga orang-orang Kapernaum takjub terhadap-Nya.

Ternyata bukan hanya manusia, roh jahat pun mengakuinya. Roh jahat ini melihat Yesus bukan hanya sebagai orang Nazaret, melainkan Yang Kudus dari Allah. Dia tahu siapa Yesus. Dia menyadari bahwa kuasa Yesus akan menghancurkannya. Ia pun berkata “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau hendak membinasakan kami?” (31-34). Yesus memerintahkan roh itu untuk diam dan keluar dari orang itu. Ia pun menurutinya karena wibawa dan kuasa Yesus (35, 36).

Yesus lebih berkuasa dari roh jahat yang menawan dan menindas orang itu. Kuasa-Nya melampaui kuasa roh jahat yang menyakiti orang tersebut. Kuasa-Nya memerdekakan. Kuasa-Nya mematahkan setiap belenggu manusia. Dia datang untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan menderita (19).

Kuasa Yesus melebihi hal apa pun yang menawan kita. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari pornografi, gaya hidup hura-hura, dan konsumeris. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari dendam dan amarah yang tak terkendali. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari kuasa iblis. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari cengkeraman dosa yang membelenggu hidup.

Jangan ragu akan kuasa Yesus! Hanya Dia yang sanggup membebaskan kita dari kuasa Si Jahat dan memulihkan keadaan kita. Datanglah! Rengkuhlah kuasa Yesus! Nikmatilah kemerdekaan sejati dalam Yesus. Biarlah kita berkata sama dengan Paulus “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (Rm. 7:24, 25)

Doa: Tuhan Yesus, kami percaya kuasa-Mu melebihi kuasa-kuasa apa pun yang ada di dunia. Bebaskanlah kami Tuhan dari hal-hal yang menawan hidup kami demi kemuliaan-Mu. [JH]



January 04, 2019, 05:27:06 AM
Reply #1716
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Sang Penyembuh Sejati
Posted on Kamis, 3 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 4:38-41

Setelah Ia mengusir setan di rumah ibadat, Yesus pun meninggalkan tempat itu (37). Yesus pergi ke rumah Simon. Ternyata, ibu mertua Simon sedang demam tinggi. Demam ini membuat tubuhnya lemah sampai-sampai dia tidak sanggup menghampiri Yesus. Melihat kondisi ini, orang-orang di rumah itu meminta Yesus agar menolongnya (38). Yesus pun menghampiri tempat tidurnya dan menghardik demam itu. Seketika itu, demamnya hilang dan tubuhnya menjadi kuat. Lukas menulis, “Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka” (39).

Berita mengenai Yesus terus menyebar (37). Orang-orang menanti-nantikan hari Sabat selesai. Setelah matahari terbenam (tanda hari Sabat berakhir), mereka membawa semua saudara mereka yang sakit kepada Yesus. Mereka memohon agar Yesus sudi menyembuhkan. Yesus pun menjamah satu per satu dan menyembuhkan mereka (40). Anehnya, yang mengenal Yesus sebagai Raja Penyelamat ialah para roh jahat. Mereka berteriak, “Engkau adalah Anak Allah” (41).

Yesus berkuasa menyembuhkan segala penyakit apa pun, bahkan yang disebabkan roh jahat sekalipun. Mari kita memerhatikan Yesus yang dengan segera menolong ibu mertua Petrus. Coba kita lihat respons para roh jahat yang diusir keluar dari orang-orang. Hal itu menunjukkan bahwa kuasa Yesus melampaui segala penyakit. Yesus adalah Sang Penyembuh Sejati.

Perhatikan juga bagaimana Yesus menyembuhkan. Ia menjamah satu per satu setiap orang yang di bawa kepada-Nya. Ini menekankan aspek relasional dalam kesembuhan-Nya. Dia ingin setiap orang yang dijamah melihat dan mengalami sendiri kuasa-Nya dan menyadari kemesiasan-Nya.

Karena itu, marilah datang kepada-Nya dan mengalami kuasa Tuhan yang menyembuhkan. Di dalam semuanya itu, kiranya kita semakin menyadari bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat. Sehingga dengan lantang kita akan berseru, “Engkau adalah Anak Allah!”

Doa: Ya Tuhan, Penyelamat kami, sembuhkanlah kami demi kemuliaan-Mu! [JH]






Datanglah Kepada Yesus
Posted on Kamis, 3 Januari, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Lukas 4:31-37

Dalam bacaan hari ini, kita diperlihatkan pada bukti kuasa Yesus. Perkataan dan pengajaran Yesus penuh kuasa sehingga orang-orang Kapernaum takjub terhadap-Nya.

Ternyata bukan hanya manusia, roh jahat pun mengakuinya. Roh jahat ini melihat Yesus bukan hanya sebagai orang Nazaret, melainkan Yang Kudus dari Allah. Dia tahu siapa Yesus. Dia menyadari bahwa kuasa Yesus akan menghancurkannya. Ia pun berkata “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau hendak membinasakan kami?” (31-34). Yesus memerintahkan roh itu untuk diam dan keluar dari orang itu. Ia pun menurutinya karena wibawa dan kuasa Yesus (35, 36).

Yesus lebih berkuasa dari roh jahat yang menawan dan menindas orang itu. Kuasa-Nya melampaui kuasa roh jahat yang menyakiti orang tersebut. Kuasa-Nya memerdekakan. Kuasa-Nya mematahkan setiap belenggu manusia. Dia datang untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan menderita (19).

Kuasa Yesus melebihi hal apa pun yang menawan kita. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari pornografi, gaya hidup hura-hura, dan konsumeris. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari dendam dan amarah yang tak terkendali. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari kuasa iblis. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari cengkeraman dosa yang membelenggu hidup.

Jangan ragu akan kuasa Yesus! Hanya Dia yang sanggup membebaskan kita dari kuasa Si Jahat dan memulihkan keadaan kita. Datanglah! Rengkuhlah kuasa Yesus! Nikmatilah kemerdekaan sejati dalam Yesus. Biarlah kita berkata sama dengan Paulus “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (Rm. 7:24, 25)

Doa: Tuhan Yesus, kami percaya kuasa-Mu melebihi kuasa-kuasa apa pun yang ada di dunia. Bebaskanlah kami Tuhan dari hal-hal yang menawan hidup kami demi kemuliaan-Mu. [JH]


January 05, 2019, 05:41:45 AM
Reply #1717
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Manusia Jatuh ke dalam Dosa
Posted on Jumat, 4 Januari, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Kejadian 3

Secara tiba-tiba, kita disuguhi kisah kemunculan seekor ular yang bisa berbicara. Tak ada penjelasan lengkap tentang ular ini. Kita tak tahu dari mana asalnya serta kapan dan bagaimana ular ini menjadi jahat. Jika kita telah membaca seluruh Alkitab, kita dapat menyimpulkan bahwa ada kuasa jahat yang sedang memakai ular itu. Ular ini disebut “paling cerdik”. Dalam bahasa Ibrani, kata “cerdik” bisa memiliki konotasi negatif maupun positif. Jika dikenakan pada manusia jahat, kata “cerdik” memiliki konotasi negatif (bisa disebut “licik”), sehingga sangat berbahaya. Kata “paling cerdik” kemungkinan memiliki makna bahwa ular ini memiliki potensi membahayakan pihak lain. Pertanyaan ular kepada Hawa terdengar polos. Ia tidak menghindari pemakaian kata “Allah” supaya dapat menipu manusia: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Dia sengaja membalik perintah Allah karena punya tujuan untuk menjatuhkan manusia. Pada akhirnya, manusia jatuh ke dalam dosa karena tidak menaati Allah.

Di pasal 1, Allah mendeklarasikan bahwa dunia ini sungguh amat baik. Namun, tatanan dunia menjadi rusak gara-gara manusia telah berdosa. Dosa membuat manusia menderita: hubungan dengan Allah putus, hubungan dengan sesama dan alam rusak, dan manusia harus mengalami kematian. Pengusiran manusia dari taman di Eden mencerminkan bahwa Allah tidak menyukai dosa. Awalnya, Adam dan Hawa adalah penjaga taman di Eden. Sekarang, tugas mereka digantikan oleh beberapa kerub.

Ketika Allah memanggil manusia, “Di manakah engkau?” Adam dan Hawa bersembunyi karena takut. Dosa membuat kita tidak berani berhadapan dengan Allah yang kudus dan benar. Namun, syukur karena Allah tetap mencari manusia yang diselimuti dosa. Dalam anugerah-Nya, Ia menyediakan pengampunan sehingga manusia berdosa dapat melanjutkan langkah hidupnya, bukan berdasarkan kebenaran diri, melainkan hanya oleh anugerah. Yesus Kristus, Sang Anak Allah, telah membuka jalan bagi kita agar kita bisa berhubungan dengan Allah Bapa. Allah secara aktif mengasihi kita dengan kasih yang tanpa syarat. Respons kita yang alamiah adalah takut karena kita merasa tidak bisa hidup menurut standar Allah. Namun, jika kita sungguh-sungguh menyadari bahwa Ia mengasihi kita, kesadaran itu dapat mengenyahkan ketakutan kita. Apakah Anda mengasihi Allah? [Sung]



January 06, 2019, 04:54:41 AM
Reply #1718
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Berusaha Berhubungan dengan Allah
Posted on Sabtu, 5 Januari, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Kejadian 4

Setelah Adam dan Hawa berdosa dan diusir dari taman di Eden, penulis Kitab Kejadian menuturkan tentang keturunan Adam dan Hawa, yakni Kain dan Habel. Persembahan Kain tidak diindahkan Allah bukan karena kurban yang ia persembahkan bukanberupa binatang, melainkan karena hatinya jahat. Secara singkat, 1 Yohanes 3:12 menyatakan, “Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.”

Pasal 4 ini menekankan bahwa dosa terus berlanjut, dan bahkan bertambah hebat. Kisah tentang Kain membunuh Habel dan tentang Lamekh menunjukkan bahwa dunia yang baik telah berubah menjadi rusak dan penuh kekerasan. Ketika seorang laki-laki memukul Lamekh sampai bengkak, ia membalasnya dengan membunuh orang itu (4:23). Bukannya menyesal, tetapi Lamekh malah berbangga hati atas kejahatannya. Ia berkata bahwa jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat kepada orang yang membunuh Kain, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat (4:24). Ia menyombongkan diri bahwa ia lebih aman dibandingkan Kain. Lamekh tidak sadar bahwa Kain bisa aman karena Allah melindunginya (4:15). Dosa telah menggelapkan jiwa manusia dan Allah bisa melihat jauh ke dalam hati manusia. Allah melihat hati Kain begitu jahat. Renungkanlah: Jika Allah melihat hati Anda, Allah akan melihat bahwa hati Anda jahat atau baik?

Di pasal sebelumnya (3:15), Allah berjanji bahwa melalui keturunan Hawa, ular (Iblis) akan dikalahkan. Lahirnya Kain dan Habel memunculkan harapan untuk menghancurkan si jahat. Saat Kain membunuh saudaranya (Habel) yang lebih benar dari dirinya, kejahatan tampaknya menang. Melalui keturunan Kain, juga diharapkan ada orang yang akan tampil untuk menghancurkan si jahat. Ternyata, keturunan Kain tidak ada yang hidup lebih benar daripada Habel. Penjelasan singkat mengenai kelahiran Set (4:25) memberi harapan baru yang menyegarkan. Setelah Set memiliki anak (Enos), orang-orang mulai memanggil nama Tuhan. Artinya, keturunan Set mulai beribadah kepada Allah. Di tengah penderitaan yang diakibatkan oleh dosa, keturunan Set berusaha berhubungan secara benar dengan Allah. Di tengah dunia yang tercemar oleh dosa, apakah Anda juga telah berusaha untuk menjalin hubungan secara benar dengan Allah? [Sung]





January 07, 2019, 05:15:32 AM
Reply #1719
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Allah Telah Menebus Anda
Posted on Minggu, 6 Januari, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Baca: Kejadian 5

Daftar keturunan dari Adam sampai Nuh (pasal 5) memiliki pola yang sama: “Setelah A hidup sekian tahun, A memperanakkan B. A masih hidup sekian tahun lagi setelah ia memperanakkan B dan memiliki anak-anak lelaki dan perempuan. A mencapai umur sekian, lalu mati.” Karena istilah “memperanakkan” bisa berarti “nenek moyang dari”, maka ada kemungkinan bahwa daftar keturunan ini melompati banyak generasi. Daftar keturunan memperlihatkan adanya keberlangsungan hidup dan hubungan. Dari satu sisi, daftar keturunan menjelaskan asal-usul seseorang yang diturunkan dari satu pasang manusia. Dari sisi lain, daftar keturunan menjelaskan tentang berkat Allah bagi sebuah keluarga dengan menjadi subur dan bertambah banyak.

Dalam budaya Timur Dekat Kuno, bertambahnya manusia di muka bumi dianggap sebagai sebuah masalah besar karena telah menimbulkan suara yang gaduh, sehingga membuat para dewa mendatangkan air bah untuk melenyapkan mereka. Pemahaman ini berbeda dengan ajaran Alkitab yang mengungkapkan bahwa bertambahnya manusia di muka bumi ini sesuai dengan harapan Allah dan merupakan berkat  buat manusia.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah umur manusia yang amat panjang saat itu. Ada orang yang memahami umur yang panjang itu secara simbolik, tetapi ada pula yang memahaminya secara hurufiah. Satu hal yang jelas dari daftar keturunan ini adalah manusia lahir, kemudian mati. Perhatikan bahwa “mati” adalah salah satu konsekuensi dosa manusia.

Sama seperti Lamekh mendapat perhatian dari penulis Kitab Kejadian dalam garis keturunan Kain (pasal 4), demikian pula Henokh dalam garis keturunan Set (pasal 5). Semua orang dalam daftar keturunan tersebut mengalami kematian fisik, kecuali Henokh. Dia diangkat oleh Allah sebagai “upah” dari hubungan yang dekat dengan Allah.

Daftar keturunan memperlihatkan adanya berkat dan hukuman. Berkat berwujud pertambahan jumlah, sedangkan hukuman berwujud kematian. Namun, Allah dapat mengubah kematian menjadi berkat bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Saat orang percaya meninggal, rohnya pergi dan tinggal bersama Allah di surga. Saat Tuhan Yesus datang kedua kalinya nanti, orang yang percaya akan dibangkitkan dan tinggal di bumi dan langit yang baru. Apakah Anda percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Penebus diri Anda? [Sung]



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)