Author Topic: Saat Teduh  (Read 47469 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 14, 2014, 05:22:22 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Tak menghalalkan segala cara
Posted on Jumat, 13 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 4:1-12
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/4/1

Abner ternyata bagai tulang punggung bagi Israel, karena kematiannya bermakna runtuhnya benteng pertahanan takhta Israel (1). Situasi memburuk yang terjadi di Israel ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Baana dan Rekhab, yang bertugas sebagai kepala gerombolan.Mungkin mereka melihat suatu kesempatan menarik untuk menolong Daud meraih kekuasaan seutuhnya. Bila mereka berhasil, tentu Daud tidak akan segan-segan memberikan imbalan besar bagi mereka. Barangkali begitu imajinasi mereka saat itu.

Rekhab dan Baana mendatangi kediaman Isyboset pada saat yang tepat, saat penjaga pintu rumahnya tertidur (5-6). Kepala Isyboset pun menjadi incaran mereka untuk dipersembahkan kepada Daud (7). Maka perjalanan jauh dengan membawa kepala Isyboset pun rela mereka tempuh. Tentu harapan mereka tidak jauh-jauh dari imbalan karena mengira bahwa Daud akan sangat senang bila musuhnya tiada. Namun mereka sama sekali tidak memperhitungkan kesetiaan Daud pada janjinya terhadap Saul (lihat 1Sam. 24:20-22). Bagi Daud, Saul dan keluarganya bukanlah musuh, meskipun Isyboset bukanlah orang yang diurapi Tuhan untuk menjadi raja. Maka bagaimanapun, tindakan Rekhab dan Baana jelas tidak dapat diterima Daud. Meski mereka berdua membawa-bawa nama Allah, tetapi bagi Daud tindakan mereka bukan merupakan wujud campur tangan Allah. Maka hidup keduanya pun kemudian berakhir sama seperti orang Amalek yang melaporkan kematian Saul (10-12).

Walau mengetahui ketetapan Allah bagi hidupnya, Daud tidak mau melangkahi Allah untuk mewujudkan ketetapan itu. Daud selalu membiarkan Allah bertindak mewujudkan kehendak-Nya berdasarkan cara dan waktu-Nya sendiri, sehingga tak ada cara-cara kotor yang pernah dia setujui. Kiranya ini menjadi teladan bagi kita. Bila Tuhan memang menghendaki kita untuk menjadi sesuatu, niscaya Dia sendiri yang akan membuka jalan itu. Tak perlu ambisi yang sampai membuat kita menempuh segala cara.




Pujian Hari Ini
Posted on Jumat, 13 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Mazmur 33-34
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/33/1

Orang-orang pada zaman dulu mengandalkan kuda sebagai cermin kekuatan militer sebuah kerajaan. Pada masa kini, yang diandalkan manusia umumnya adalah jabatan atau kekuasaan. Daud, sangat sadar bahwa imannya tidak boleh berlandaskan kekuatan fisik, melainkan harus berlandaskan Allah yang Maha Kuasa (33:16-19). Daud telah sering mengalami dan melihat bagaimana Allah melepaskan orang beriman dari tangan musuh (34:5-8, 18). Dia sadar bahwa orang beriman juga bisa mengalami krisis, teror, dan kematian. Sepanjang sejarah, banyak orang beriman yang dianiaya, dijadikan mangsa binatang buas, ditelantarkan, dibunuh, dan sebagainya (Roma 8:35-36, Ibrani 11:32-40). Walaupun Allah dapat menyelamatkan umat-Nya, kadang-kadang—dengan alasan yang hanya diketahui Allah—Ia “membiarkan” umat-Nya jatuh ke tangan musuh. Sekalipun demikian, “Tuhan dekat kepada mereka yang patah hati dan remuk jiwanya..” (Mazmur 34:19). Orang benar yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya tidak akan kehilangan pengharapan di dalam Allah yang telah menjamin mereka.

Pujian Daud dalam Mazmur 34 berasal dari pemahaman yang benar akan Allah. Pujian itu tidak semata-mata berlandaskan pengalaman hidup yang penuh sukacita, namun juga dukacita (34:2). Memuji Tuhan adalah ciri wajar dari kehidupan umat yang telah mengalami anugerah-Nya (33:1), Ia adalah Allah bangsa-bangsa dan Allah Pencipta yang Mahakuasa (33:6-11), Allah yang berdaulat atas sejarah (33:12-19)—semua ini menjadi alasan untuk menaikkan pujian bagi Allah. Hanya di dalam pengenalan yang benar akan Dia, hati kita dapat bersukacita dan menaikkan pujian bagi-Nya. Kiranya Tuhan memberi kita sebuah pujian pada hari ini untuk mengingatkan kita akan kebaikan dan kebesaran-Nya, apa pun yang mungkin sedang kita hadapi. [J]

Mazmur 34:2
“Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”
June 16, 2014, 04:58:09 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Tetaplah Setia
Posted on Sabtu, 14 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Mazmur 35
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/35/1

Kejahatan di dunia ini adalah akibat dari dosa. Manusia yang telah tercemar dosa, tidak mungkin bebas dari kejahatan. Ketika ada orang benar yang tertindas oleh kejahatan, naluri alamiah yang muncul adalah bahwa kejahatan mereka harus diganjari. Mazmur ini merupakan genre (jenis sastra) mazmur “kutukan”, yaitu mazmur yang berisi permohonan agar Tuhan menunjukkan keadilan-Nya dengan menghukum orang yang melakukan kejahatan. Doa seperti ini bukan bersumber dari keinginan membalas dendam karena perasaan benci, melainkan karena kerinduan agar kebenaran Tuhan ditegakkan. Pemazmur percaya bahwa ia dapat mengandalkan keadilan Tuhan di tengah sistem peradilan manusia yang tidak dapat diandalkan.

Sering kali orang Kristen menyerah dan berkompromi karena tidak yakin apakah dirinya masih dapat bertahan menghadapi kerasnya hidup dalam dunia bila dia berlaku benar. Banyak orang berseru seperti pemazmur, “Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja?” (35:17, bandingkan dengan ayat 22). Saat kita menghadapi kejahatan, marilah kita meneladani iman Daud yang mendasari mazmur ini. Pemazmur mempercayai keadilan, kemahakuasaan, dan kepedulian Allah, betapa pun suramnya hidup ini. Iman merupakan sumber kekuatan untuk tetap berserah dan bertahan untuk mengikuti jalan Tuhan. Percayalah bahwa keadilan dan kebenaran Allah akan selalu dinyatakan pada waktu-Nya. Dengan berlaku setia, iman akan menjadi “suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu” (2 Tesalonika  1:5). Percayalah bahwa Allah tetap duduk di takhta-Nya untuk menghakimi secara adil (bandingkan dengan Wahyu 16:5-7). [J]

Mazmur 37:3
“Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia.”





Belajar memuji Tuhan
Posted on Minggu, 15 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 134
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/134/1

Mengapa mazmur ini mengajak para hamba Tuhan memuji Tuhan? Sepertinya mazmur ini merupakan dorongan atau pemberian semangat dari umat yang datang untuk beribadah di rumah Tuhan kepada para pelaksana ibadah, yaitu para imam.Para imam mulai bersiap-siap untuk pelayanan ibadah persembahan kurban sejak malam hari, menantikan fajar menyingsing untuk memulai pelayanan tersebut. Apa makna ajakan memuji Tuhan ini buat kita para hamba-Nya masa kini?

Coba kita memeriksa sejenak hidup penyembahan kita kepada Tuhan selama ini! Bukankah seringkali, penyembahan kita hanya bersifat rutinitas, dengan sedikit atau bahkan tanpa penghayatan sama sekali. Penyembahan seperti itu, bukan penyembahan sejati. Jangan-jangan yang sedang kita lakukan hanyalah pemenuhan kewajiban kita seturut perintah firman-Nya untuk memuji dan menyembah Dia. Lebih parah lagi, bisa jadi penyembahan kita sebenarnya demi pemuasan kejiwaan kita yang membutuhkan kelepasan dari emosi-emosi negatif karena kerumitan hidup di dunia ini. Dengan mengangkat tangan, berteriak, menangis, meloncat-loncat, kita mencoba menghibur diri dengan penyembahan yang hakikatnya berpusat pada diri sendiri! Kita lupa bahwa Dia yang bertakhta di Sion, berhak menerima sembah kita tanpa embel-embel apa pun, tanpa motivasi sampingan apa pun.

Ajakan menyembah Tuhan merupakan kesempatan untuk menghayati ulang kebesaran dan kemuliaan-Nya, serta terkagum-kagum akan karya-Nya yang ajaib. Baiklah kita dengan jujur menyediakan diri untuk dikoreksi dalam ibadah kita. Kalau motivasi kita keliru, atau penghayatan kita dangkal, atau kita ternyata sedang mendua hati dengan hal-hal dunia ini yang lebih menarik daripada dengan Tuhan, kita perlu bertobat! Lantunkan ulang Mazmur 134 ini. Hayati kembali penyembahanmu kepada Tuhan secara segar dan buka hatimu untuk menerima berkat-Nya.
June 16, 2014, 05:03:47 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Wibawa Sang Raja
Posted on Minggu, 15 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 1
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/1/1

Banyak orang salah mengerti tentang siapakah Yesus Kristus itu. Saat merayakan Natal, gambaran sebagian orang adalah bahwa Yesus Kristus itu adalah bayi lemah yang dikejar-kejar oleh Raja Herodes sehingga orang tuanya harus mengungsi ke Mesir. Saat merayakan Jumat Agung, sebagian orang menganggap Yesus Kristus sebagai seorang lemah yang tidak berdaya menghadapi penyaliban. Saat merayakan Paskah, tidak semua orang Kristen menyadari bahwa peristiwa kebangkitan itu merupakan perayaan kemenangan atas kuasa dosa dan kuasa maut.

Pasal pertama Injil Markus ini mengungkapkan berbagai fakta yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Raja yang berwibawa:

Pertama, pelayanan Tuhan Yesus didahului oleh pelayanan Yohanes Pembaptis yang berperan sebagai pembuka jalan (1:1-4). Sebagai pembuka jalan, Yohanes Pembaptis mengakui bahwa Tuhan Yesus lebih berkuasa dan lebih mulia daripada dirinya (1:7-8).

Kedua, Yesus Kristus memiliki otoritas Ilahi. Saat Ia memberi diri untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, kesatuan Tuhan Yesus dengan Allah Bapa dan Allah ROH KUDUS diperlihatkan (diumumkan) melalui langit yang terkoyak, ROH KUDUS yang turun ke atas diri Tuhan Yesus, serta pengumuman yang disampaikan sendiri oleh Allah Bapa (1:9-11). Otoritas Ilahi Tuhan Yesus itu nampak jelas saat Dia memanggil murid-murid-Nya untuk mengikut Dia (1:16-20), saat Dia mengajar orang banyak (1:21-22), dan saat Dia mengusir roh jahat (1:23-26, 34). Perhatikan bahwa keempat murid pertama Tuhan Yesus—yaitu Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes—dipanggil dalam keadaan sebagai nelayan aktif (1:16, 19), bukan sebagai pengangguran. Perhatikan pula bahwa Tuhan Yesus melaksanakan rencana-Nya sendiri, bukan mengikuti keinginan massa (1:37-38). [P]

Markus 1:22
“Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.”




Kunci keberhasilan
Posted on Sabtu, 14 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 5:1-10
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/5/1

Menjadikan Daud sebagai raja adalah satu-satunya pilihan bagi Israel karena Abner dan Isyboset telah mati. Ini diperkuat dengan rekam jejak Daud yang begitu mengesankan dalam bidang militer serta ketetapan Tuhan untuk menjadikan Daud sebagai raja Israel (1, bdk. 1Sam. 18:13-14, 30; 2Sam. 3:18). Maka para tua-tua Israel melantik Daud sebagai raja Israel (3).

Setelah itu, Daud bermaksud menjadikan Yerusalem sebagai ibukota karena lokasinya yang sangat strategis. Namun di situ tinggal orang Yebus (6). Orang Yebus adalah keturunan Kanaan, anak ketiga dari Ham (Kej. 10:6, 15-16). Sebenarnya di masa silam Yosua telah merebut Yerusalem (Yos. 10), tetapi suku Benyamin tidak mengusir mereka (Yos. 1:21) hingga mereka tetap ada di Yerusalem sampai masa Daud. Maka pengusiran terhadap orang Yebus dari Yerusalem, di sisi lain dapat dikatakan sebagai upaya meneruskan perintah Allah yang dinyatakan pada zaman Musa (Kel. 23:23-24; Ul. 7:1-2, 20:17).

Tentu saja orang Yebus tidak tinggal diam. Bagai melancarkan perang urat syaraf, orang Yebus menyatakan bahwa kota mereka sangat aman sehingga orang buta dan orang timpang pun akan membuat Daud tidak mampu merebut wilayah mereka (6). Orang Yebus berani menyombongkan diri karena menganggap lokasi mereka akan sulit ditembus oleh Daud dan pasukannya (6). Namun dengan strateginya, Daud berhasil mengalahkan orang Yebus dengan masuk melalui saluran air (8), suatu strategi yang mungkin tak pernah diduga oleh orang Yebus sebelumnya.

Penulis 2 Samuel menulis bahwa kunci rahasia keberhasilan Daud yang sesungguhnya adalah Allah, yang menyertai Daud (10). Kita lihat bahwa pihak yang menolak Daud sebagai raja akan mengalami kehancuran. Daud adalah prototipe “Anak Daud”, Yesus Kristus yang datang ke dunia. Dialah Raja yang datang ke bumi untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya dan untuk menjalankan pemerintahan-Nya. Siapa yang menolak Dia akan menerima hukuman abadi, yang menerima Dia akan menerima keselamatan kekal.
June 17, 2014, 05:10:07 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Untuk kita taati seutuhnya
Posted on Senin, 16 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 5:11-25
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/5/11

Ada dua respons terhadap kehadiran Daud sebagai raja Israel. Pertama, menjadikan Daud sebagai sekutu dan kedua, menganggap Daud sebagai musuh. Hiram, raja negeri Tirus, memilih sikap pertama (11) sementara orang Filistin mengambil sikap kedua (17-25).

Hiram menolong Daud dalam membangun istana di Yerusalem, kota yang baru ditaklukkan Daud. Hiram menyediakan segala sesuatu yang diperlukan, baik bahan bangunan maupun pekerja-pekerja. Namun orang Filistin tidak demikian. Mereka justru bermaksud menangkap Daud saat mendengar bahwa Daud menjadi raja (17). Menanggapi hal itu, Daud mencari pimpinan Allah (19). Tentu saja Allah menghargai ketergantungan Daud kepada-Nya dan menjanjikan kemenangan hingga Daud berhasil mengalahkan Filistin di Baal Perazim (20-21). Kemenangan pertama tidak membuat Daud menjadi pongah atau membanggakan diri. Ia tahu benar bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah. Maka ketika orang Filistin menyerbu untuk kedua kalinya, Daud tetap merasa perlu untuk mencari kehendak Allah dan menaati Dia (22-25). Dalam hal ini, Daud memberi teladan untuk mencari kehendak Allah dalam apa pun yang kita lakukan.

Namun saat tinggal di Yerusalem, selain membangun istana Daud juga membangun keluarga dengan mengambil gundik dan istri dari Yerusalem (13). Dengan memiliki istana dan keluarga, Daud bermaksud memantapkan posisinya sebagai raja Israel. Padahal ia telah memiliki beberapa istri dan anak sebelum ia pergi ke Yerusalem (2Sam. 2:2, 3:2-5). Dalam hal ini, Daud tidak mengindahkan peringatan Allah terhadap raja Israel, “Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang….” (Ul. 17:17). Di kemudian hari Daud menghadapi banyak masalah dengan anak-anaknya, juga akibat hubungannya dengan banyak perempuan. Ini tentu tak patut ditiru. Kita tak bisa mematuhi perintah Allah secara parsial. Kita tak bisa juga memilih-milih mana bagian Firman Tuhan yang kita ingin taati dan mana yang tidak karena keseluruhan firman tertuju bagi kita untuk kita taati.



Kristus Datang untuk Orang Berdosa
Posted on Senin, 16 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 2
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/2/1

Perkataan “Kristus datang untuk (memanggil) orang berdosa” (bandingkan dengan 2:17) tidaklah berarti bahwa Tuhan Yesus menolak atau tidak peduli terhadap orang yang hidup secara baik-baik, melainkan bahwa sasaran pelayanan Tuhan Yesus adalah orang-orang yang menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa. Orang yang menganggap dirinya sebagai orang baik-baik adalah orang yang sulit menyadari bahwa dirinya memerlukan Tuhan Yesus.

Saat Tuhan Yesus mengatakan kepada orang lumpuh yang dibawa kepada-Nya, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (2:5), orang lumpuh itu tidak tersinggung karena dia pasti menyadari keberdosaannya. Sebaliknya, para ahli Taurat yang mendengar perkataan Tuhan Yesus itu menganggap Tuhan Yesus telah menghujat Allah melalui perkataan-Nya. Akan tetapi, mereka menjadi kebingungan karena Tuhan Yesus sanggup membuat orang lumpuh menjadi bisa berjalan. Kemampuan Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit itu membuat para ahli Taurat tidak berani menyangkal secara terang-terangan wewenang Tuhan Yesus untuk mengampuni dosa.

Ketidaksadaran akan keberdosaan diri mereka membuat para ahli Taurat dari golongan Farisi tidak cukup rendah hati untuk menyambut kehadiran Tuhan Yesus. Sikap mereka amat kontras dengan sikap terbuka yang ditunjukkan oleh para pemungut cukai dan orang-orang yang sadar bahwa diri mereka adalah orang berdosa (2:15). Mengesankan pula untuk disimak bahwa ketika Lewi—sang pemungut cukai itu—menerima panggilan Tuhan Yesus untuk mengikut Dia, Lewi langsung memberi respons dengan meninggalkan pekerjaannya. Bagaimana respons Anda saat Tuhan Yesus memanggil Anda untuk mengikuti Dia? [P]

Markus 2:17b
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
June 18, 2014, 05:21:53 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/page/2/
Kristus Datang untuk Orang Berdosa
Posted on Senin, 16 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 2
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/2/1

Perkataan “Kristus datang untuk (memanggil) orang berdosa” (bandingkan dengan 2:17) tidaklah berarti bahwa Tuhan Yesus menolak atau tidak peduli terhadap orang yang hidup secara baik-baik, melainkan bahwa sasaran pelayanan Tuhan Yesus adalah orang-orang yang menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa. Orang yang menganggap dirinya sebagai orang baik-baik adalah orang yang sulit menyadari bahwa dirinya memerlukan Tuhan Yesus.

Saat Tuhan Yesus mengatakan kepada orang lumpuh yang dibawa kepada-Nya, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (2:5), orang lumpuh itu tidak tersinggung karena dia pasti menyadari keberdosaannya. Sebaliknya, para ahli Taurat yang mendengar perkataan Tuhan Yesus itu menganggap Tuhan Yesus telah menghujat Allah melalui perkataan-Nya. Akan tetapi, mereka menjadi kebingungan karena Tuhan Yesus sanggup membuat orang lumpuh menjadi bisa berjalan. Kemampuan Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit itu membuat para ahli Taurat tidak berani menyangkal secara terang-terangan wewenang Tuhan Yesus untuk mengampuni dosa.

Ketidaksadaran akan keberdosaan diri mereka membuat para ahli Taurat dari golongan Farisi tidak cukup rendah hati untuk menyambut kehadiran Tuhan Yesus. Sikap mereka amat kontras dengan sikap terbuka yang ditunjukkan oleh para pemungut cukai dan orang-orang yang sadar bahwa diri mereka adalah orang berdosa (2:15). Mengesankan pula untuk disimak bahwa ketika Lewi—sang pemungut cukai itu—menerima panggilan Tuhan Yesus untuk mengikut Dia, Lewi langsung memberi respons dengan meninggalkan pekerjaannya. Bagaimana respons Anda saat Tuhan Yesus memanggil Anda untuk mengikuti Dia? [P]

Markus 2:17b
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”


Tuhan atas Hari Sabat
Posted on Selasa, 17 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 3
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/3/1

http://www.jesoes.com/alkitab/luk/13/15
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/14/5
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/2/27

Pemahaman Tuhan Yesus terhadap peraturan-peraturan dalam kitab Taurat berbeda jauh dengan pemahaman para ahli Taurat. Para ahli Taurat berusaha memerinci apa yang termasuk dalam hukum Taurat tanpa memahami maksud sebenarnya dari peraturan tersebut. Akibatnya, hukum Taurat menjadi beban berat bagi orang-orang pada zaman Tuhan Yesus. Akibat lain adalah penerapan dari hukum Taurat menjadi terasa aneh bila kita berpikir dengan akal sehat tanpa sikap apriori (keyakinan terhadap suatu pendapat tanpa berpikir atau tanpa peduli dengan apa yang sebenarnya). Sebagai contoh, orang Yahudi tetap melepaskan ternak mereka pada hari Sabat dan membawa ternak mereka ke tempat minuman. Mereka juga akan segera menolong anak atau ternak mereka yang terperosok ke dalam sumur pada hari Sabat (bandingkan dengan Lukas 13:15; 14:5). Yang aneh, mereka beranggapan bahwa tindakan Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat itu merupakan pelanggaran terhadap peraturan Sabat (Markus 3:1-5).

Bagi Tuhan Yesus, peraturan Sabat—bahkan juga peraturan hukum Taurat yang lain—diberikan Allah bukan untuk menjadi beban yang tidak masuk akal, melainkan diberikan untuik kepentingan manusia (Markus 2:27). Tuhan Yesus adalah penafsir hukum Taurat yang paling tepat karena Dia adalah Tuhan (Penguasa) atas hari Sabat. Memahami maksud sebenarnya dari pemberian hukum Taurat ini penting agar kita tidak salah dalam menerapkan peraturan-peraturan dalam Alkitab. Di Indonesia, kita bisa membaca atau mendengar tentang berbagai keputusan pengadilan yang “aneh” (tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat) yang dilandasi oleh pemahaman yang dangkal tentang hukum. [P]

Markus 2:27-28
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”
June 18, 2014, 05:23:23 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Hormati Allah!
Posted on Selasa, 17 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 6:1-23
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/6/1

http://www.jesoes.com/alkitab/kel/25/12
http://www.jesoes.com/alkitab/bil/4/15

Pelanggaran terhadap kekudusan Allah dan pelecehan terhadap hadirat Allah dipandang sebagai kejahatan serius oleh Allah. Namun kekurangpekaan kita terhadap hadirat Allah dan kekudusan-Nya membuat kita kurang memiliki rasa hormat kepada Allah ketika memasuki hadirat-Nya. Pasal ini memperlihatkan bahaya kurangnya sensitivitas terhadap hadirat dan kekudusan Allah.

Dengan dijadikannya Yerusalem sebagai pusat pemerintahan, membuat Daud ingin menempatkan tabut Allah di kota itu sebagai lambang kehadiran-Nya (1-3). Namun sayangnya, pemindahan tabut dilakukan tidak sesuai dengan aturan Tuhan (bdk. Kel. 25:12-15). Tabut dibawa dengan kereta, padahal seharusnya diusung oleh orang Lewi dari keluarga Kehat (Bil. 4:15). Pelanggaran terjadi lagi saat lembu-lembu yang menghela kereta itu tergelincir. Uza yang mengkhawatirkan jatuhnya tabut, kemudian memegang tabut itu (6). Ini mengakibatkan Tuhan marah dan menjatuhkan hukuman mati kepada Uza (7). Terlalu berlebihankah hukuman mati itu bila dibandingkan dengan kesalahan Uza? Daud menganggap demikian dan ini membuat dia marah (8). Padahal tindakan menyentuh tabut merupakan hal terlarang. Menyentuhnya berarti mati! Dalam hal ini, Uza tidak melihat perbedaan antara tabut dan barang berharga lain. Maksud Uza untuk mencegah terjatuhnya tabut tidak salah, tetapi tak ada kepekaan mengenai kekudusan tabut itu. Orang Lewi saja dilarang menyentuhnya.

Mikhal, istri Daud, juga tidak memiliki sensitivitas terhadap hadirat Allah. Ia melecehkan suaminya yang merendahkan diri di hadirat Allah (16, 20). Penulis 2 Samuel menyatakan bahwa Mikhal tak memiliki anak hingga akhir hayatnya (23).

Kisah dalam pasal ini memberikan peringatan keras bagi kita. Hadirat Allah dan kekudusan-Nya tidak bisa kita pandang remeh. Dia Allah dan berada di hadirat-Nya mengharuskan kita untuk memiliki sikap hormat. Dan bicara soal kekudusan-Nya, bukan bicara tentang sesuatu yang bisa ditawar-tawar, melainkan suatu harga mati, yang harus kita junjung tinggi.
June 19, 2014, 05:26:46 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Bukan hanya karena keinginan
Posted on Rabu, 18 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 7:1-17
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/7/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/25/8
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/6/17
http://www.jesoes.com/alkitab/1taw/22/8
http://www.jesoes.com/alkitab/1taw/28/3


Lebih dari empat ratus tahun sebelum kisah ini terjadi, ketika bangsa Israel mengembara di padang belantara, Allah menyuruh Musa untuk membangun kemah suci (Kel. 25:8-9). Saat itu bangsa Israel sudah tinggal menetap dan tabut sudah ada di Yerusalem (2Sam. 6:17).

Saat merasakan kenyamanan tinggal di rumahnya, Daud mengingat bahwa tabut Allah ada di tempat yang tidak sebanding dengan tempat tinggalnya. Rasa hormatnya kepada Allah membuat ia memiliki kerinduan untuk membangun tempat yang layak bagi tabut itu (1-2). Lalu niat itu disampaikan Daud kepada nabi Natan. Natan yang melihat niat itu sebagai sesuatu yang baik, menyetujuinya (3).

Akan tetapi, bukan demikian yang Allah kehendaki. Tabut sudah diletakkan di dalam kemah sejak zaman Keluaran (6). Selain itu, Allah tak pernah memerintahkan umat untuk membangun sebuah bait yang permanen (7). Lagi pula, Daud bukanlah orang yang tepat untuk membangun bait itu karena ia telah banyak menumpahkan darah dalam peperangan (5, bdk. 1Taw. 22:8, 28:3).

Penolakan Allah terhadap ide Daud bukan karena Allah sedang menghukum Daud atau tidak menyukai maksud baiknya. Daud sendiri telah mengalami berkat Allah yang menjadikan dia sebagai raja, dan juga telah mengalahkan musuh-musuhnya (8-9a). Allah pun memberkati Daud dengan reputasi (9b), tanah bagi Israel (10), keamanan (10-11), dan dinasti yang berkelanjutan (11b-16). Maka penolakan itu hanya mengarahkan Daud pada kehendak-Nya. Anak Daudlah yang kelak akan mendirikan rumah bagi Allah (13).

Dari kisah ini kita belajar bahwa kita harus selalu menguji keinginan untuk melayani Allah atau melakukan sesuatu bagi Dia. Allah ternyata tidak selalu menginginkan kita memenuhi hasrat untuk melakukan sesuatu bagi Dia, misalnya dengan menjadi hamba Tuhan/pendeta atau misionaris. Bisa saja Dia menginginkan kita melayani dengan cara yang berbeda dari yang kita pikirkan. Sebab itu, penting bagi kita untuk selalu bertanya kepada Allah. Penting juga mencari konfirmasi dari hamba Tuhan/pendeta.





Guru yang Hebat
Posted on Rabu, 18 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 4
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/4/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/1/22

Tuhan Yesus adalah Guru yang Hebat. Orang banyak yang mendengar pengajaran Tuhan Yesus merasa takjub karena Tuhan Yesus mengajar  sebagai orang yang berkuasa (1:22). Wibawanya berasal dari diri-Nya sendiri. Perkataan-Nya sesuai dengan tindakan-Nya. Dia bukan hanya mengajar, tetapi dia juga menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat. Belas kasihan-Nya bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan secara nyata melalui perbuatan-Nya. Kehebatan Tuhan Yesus sebagai seorang Guru bukan hanya terlihat dari wibawa-Nya, tetapi juga dari cara Tuhan Yesus mengajar.

Walaupun isi pengajaran Tuhan Yesus tidak selalu mudah untuk dimengerti, pada umumnya Tuhan Yesus mengajar secara sederhana dengan memakai perumpamaan. Yang dipakai sebagai bahan perumpamaan bisa berupa hal-hal yang terjadi pada masa itu, tetapi bisa pula berupa cerita-cerita masa lampau. Tidak penting bagi kita untuk mempersoalkan apakah cerita yang dipakai dalam perumpamaan Tuhan Yesus adalah peristiwa yang benar-benar pernah terjadi atau bukan, karena yang penting bukan perumpamaannya, melainkan makna yang terkandung dalam perumpamaan tersebut. Perlu diperhatikan bahwa setiap perumpamaan hampir selalu memiliki sebuah pesan utama. Dalam mempelajari sebuah perumpamaan, yang paling penting adalah mencari pesan utama perumpamaan itu. Jangan terjebak untuk mengartikan setiap detil dari perumpamaan tersebut. Bila Tuhan Yesus sendiri sudah menjelaskan arti perumpamaan yang dia pakai, jangan menafsir dengan tafsiran yang berbeda. Misalnya perumpamaan tentang penabur dalam 4:3-8 yang dijelaskan oleh Tuhan Yesus dalam 4:13-20 sebagai empat cara menanggapi firman Allah. Pemakaian perumpamaan sebagai alat untuk mengajar ini merupakan teladan dan tantangan bagi para pengajar Alkitab—termasuk para guru sekolah minggu—untuk mengajar secara kreatif. [P]

Markus 4:2a
“Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.”
June 20, 2014, 04:52:13 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Dia Memberikan yang Terbaik
Posted on Kamis, 19 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 5
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/5/1

Banyak orang menganggap dirinya berharga, tetapi tidak banyak orang yang menganggap diri orang lain itu berharga. Banyak orang berani mengorbankan hartanya untuk kesembuhan diri sendiri atau keluarga dekat, tetapi tidak banyak orang yang bersedia mengorbankan hartanya untuk orang lain. Kita mudah merasa kasihan melihat orang yang menderita, tetapi tidak mudah bagi kita untuk mengorbankan harta kita untuk orang tersebut.

Dalam bacaan hari ini, kita bisa membaca bahwa bagi Tuhan Yesus, orang yang kerasukan roh jahat di daerah Gerasa itu lebih berharga daripada dua ribu ekor babi (5:1-13). Pada masa kini, harga dua ribu ekor babi itu bisa mencapai puluhan milyar rupiah. Sikap para pemilik babi yang meminta Tuhan Yesus meninggalkan daerah mereka (5:14-17) mewakili sikap banyak orang di sepanjang masa yang menolak Tuhan Yesus karena mereka beranggapan bahwa hidup dalam ketaatan kepada Tuhan Yesus akan mengakibatkan kerugian secara finansial.

Kita tidak bisa mengikut Tuhan Yesus bila motivasi kita adalah mencari keuntungan secara finansial. Alasan yang paling tepat untuk menjadi pengikut Tuhan Yesus adalah karena Tuhan Yesus mempedulikan kita dan ingin memberikan yang terbaik kepada kita. Sekalipun demikian, harus kita ingat bahwa yang terbaik bagi kita itu kadang-kadang tidak seperti yang kita pikirkan. Bagi Yairus, yang terbaik adalah kesembuhan anaknya (5:22-24, 35-42). Bagi seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan, yang terbaik adalah berhentinya pendarahan (5:25-34). Bagi para pemilik babi, kehilangan babi akan membuat mereka belajar untuk lebih menghargai manusia daripada babi. [P]

Markus 5:13
“Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.”

 



Menanggapi penolakan Allah
Posted on Kamis, 19 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 7:1-18-29
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/7/18

Bagaimana reaksi Anda terhadap sebuah penolakan? Tidak semua orang bisa menerima penolakan dengan sikap yang positif. Ada orang yang akan kecewa, ada juga yang akan tersinggung atau marah. Lalu bagaimana bila penolakan itu datang dari Allah?

Daud sudah sukses. Ia sudah meraih kemenangan demi kemenangan dalam peperangan. Ia juga telah memiliki istana yang megah. Namun masih ada yang mengganjal di hatinya. Ia masih ingin melakukan hal yang lebih besar lagi yaitu membangun bait, tempat Allah berdiam. Bukankah itu merupakan hal yang mulia? Tak seorang pun akan menyangkal hal itu. Akan tetapi, respons Allah berbeda! Allah seolah mempertanyakan, “Siapakah engkau sehingga mau membangun sebuah bait bagiKu?” Allah ternyata menolak ide Daud.

Bagaimana reaksi Daud menghadapi penolakan Allah? Ia tidak mengeluh, juga tidak bersungut-sungut. Ia malah berdoa. Di dalam doanya, Daud bersyukur atas apa yang telah dialami (18-21) dan memuji Allah atas karya-Nya yang begitu besar bagi umat-Nya (22-24). Selain itu, Daud memohon Allah agar memenuhi janji-janji-Nya (25-29). Di dalam doanya itu, Daud menyebut dirinya sebagai hamba Allah sampai sepuluh kali. Ini menyiratkan kesadaran Daud akan dirinya, dari bukan siapa-siapa, dari gembala domba di padang belantara, dia telah dijadikan Allah sebagai raja Israel. Itu sama sekali bukan karena kemampuannya melainkan karena anugerah Allah semata. Kesadaran ini menunjukkan bahwa Daud menerima dengan baik penolakan Allah terhadap idenya. Ini sekaligus merupakan pengakuan Daud bahwa otoritas tertinggi datangnya dari Allah.

Jadi apa pun yang kita lakukan bagi Allah, lakukanlah bukan dengan pandangan seperti si kaya memberi kepada si miskin; juga lakukanlah bukan dengan kemampuan diri sendiri melainkan dengan kekuatan yang dari Allah. Allah sajalah yang akan melakukan hal-hal besar melalui kita. Ingatlah, betapapun besarnya rencana kita bagi Allah, rencana Allah tetaplah yang terbesar. Karena itu, selidikilah rancangan-Nya dengan saksama dan tunduklah.
June 21, 2014, 05:13:55 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Pemenuhan rancangan Allah
Posted on Jumat, 20 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 8:1-18
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/8/1

Bangsa Filistin yang tinggal di bagian barat Israel adalah tetangga yang paling banyak menyulitkan Israel selama berabad-abad. Namun di bawah kepemimpinan Daud, bangsa Filistin berhasil ditundukkan (1).

Bangsa Moab juga berhasil ditaklukkan oleh Daud. Dengan strategi tak semua orang Moab yang dibinasakan, Daud mendapatkan upeti dari mereka (2). Ini penting untuk menunjukkan kekuatan dan dominasi Israel. Berikutnya Daud mengalahkan Hadadezer, raja Zoba, sekaligus menundukkan orang Aram, yang bermaksud membantu Hadadezer (3-6). Belum lagi orang Edom yang tewas hingga delapan belas ribu orang (13-14). Orang Amalek pun ikut dikalahkan (12). Namun tak semua tetangga Israel bersikap memusuhi. Ada juga Tou, raja Hamat, yang menjalin perdamaian dengan Daud (9-10). Daud pun memperlakukan bangsa Hamat dengan baik.

Perluasan wilayah kekuasaan membuat Daud menambah staf (15-18). Maka dengan keberhasilan demikian, nama Daud semakin besar (13) seperti yang dijanjikan Allah (2Sam. 7:9), karena Daud memerintah dengan menegakkan keadilan dan kebenaran (15). Namun semua upeti dan hasil pampasan perang dipersembahkan Daud kepada Tuhan (11-12) karena ia tahu bahwa sesungguhnya semua itu adalah milik Allah.

Strategi menempatkan pasukan di negara-negara tetangga (14) membuat mereka tidak bisa lagi mengusik, menentang, atau menindas Israel. Maka ada kedamaian di tanah Israel, seperti yang telah dijanjikan Allah (6, 14).

Kemenangan, berkat, dan kesejahteraan dialami Israel selama masa pemerintahan Daud. Inilah salah satu sebab mengapa Daud disebut sebagai raja terbesar dalam sejarah Israel. Inilah yang sebenarnya Tuhan inginkan terjadi pada masa pemerintahan Saul, tetapi ia menolak Allah. Karena Daud bersedia tunduk pada pemerintahan Allah, maka Tuhan pun menundukkan bangsa-bangsa di kakinya. Ini bukanlah prinsip tabur-tuai, tetapi ketaatan kita pada Allah memang akan menggiring kita pada pemenuhan rancangan Allah dalam hidup kita. Maka sikap terbaik adalah tunduk.





Hati-Nya Tergerak Oleh Belas Kasihan
Posted on Jumat, 20 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 6
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/6/1

Perkembangan media komunikasi visual—misalnya televisi —memiliki dampak positif maupun negatif. Dari satu sisi, media komunikasi visual membuat kita bisa memahami berbagai hal secara lebih menyeluruh. Dari sisi lain, media komunikasi visual juga bisa membuat kita terbiasa melihat penderitaan, kekerasan, kemerosotan moral, dan sebagainya, sehingga hati kita sama sekali tidak tergerak ketika melihat hal-hal itu.

Dalam bacaan hari ini, hati Tuhan Yesus tergerak ketika melihat orang banyak yang berada dalam keadaan lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala (6:34; bandingkan dengan Matius 9:36). Bila kita memperhatikan kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus, ada dua hal umum yang membuat Tuhan Yesus bertindak, yaitu penderitaan dan iman. Di satu sisi, Tuhan Yesus tidak bisa diam saja ketika melihat ada orang yang sakit, terlantar, dirasuk setan (atau roh jahat), atau sedang bersedih (karena anggota keluarganya meninggal). Di sisi lain, Tuhan Yesus juga tidak bisa bersikap tidak peduli terhadap orang yang beriman atau yang menggantungkan hidupnya kepada-Nya. Sebaliknya, Tuhan Yesus tidak melakukan banyak hal di daerah asalnya sendiri, karena orang-orang di sana menutup pintu hati mereka (6:1-6a)

Kita harus waspada agar hati kita tidak menjadi keras karena kita menutup mata terhadap penderitaan dan kebutuhan yang muncul di sekitar kita. Memang, kita hanya bisa membantu orang yang bersedia untuk kita bantu. Akan tetapi, jangan sampai masalah yang kita hadapi menutup pintu hati kita. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus telah lebih dulu meninggalkan kenyamanan surga dan datang ke dunia yang jahat ini untuk menyelamatkan kita. [P]

Markus 6:34
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.”
June 23, 2014, 04:31:22 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Berubah status
Posted on Sabtu, 21 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 9:1-13
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/9/1
http://www.jesoes.com/alkitab/1sam/20/14

Pada waktu itu, merupakan suatu hal yang lazim bagi seorang raja yang berhasil merebut singgasana untuk menghabisi keturunan atau keluarga dari raja sebelumnya, karena akan dianggap sebagai ancaman. Namun sikap Daud berlawanan dengan kelaziman itu.Ia malah bertanya, “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul?…” (1). Pertanyaan Daud menunjukkan kasihnya yang besar. Seperti kita tahu, Saul sendiri sudah menganggap Daud sebagai musuh. Namun di sisi lain, Daud melakukannya karena ia mengingat hubungan dan perjanjiannya dengan Yonatan (1, bdk. 1Sam. 20:14-15).

Dari Ziba, pelayan di keluarga Saul, Daud mendapat informasi bahwa masih ada Mefiboset, anak Yonatan (2-4). Rupanya selama ini ia bersembunyi demi keamanan dirinya. Namun mau tidak mau, Mefiboset harus menunjukkan diri ketika Daud mencari dia (5-6). Bagaimana reaksi Mefiboset? Ia merasa tidak layak menerima semua kebaikan Daud (8). Bagaimana tidak? Ia tentu tahu riwayat hidupnya dan siapa yang saat itu ada di hadapannya. Meski ia berasal dari keluarga raja yang dulu berkuasa, tetapi saat itu ia bukan siapa-siapa.

Namun Daud menunjukkan kebaikannya secara konkret dengan membiarkan Mefiboset makan semeja dengan Daud, seperti seorang anak raja (7, 11, 13). Selain itu, Daud berjanji bahwa Mefiboset akan menerima segala sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya, yaitu harta milik Saul dan keluarganya (9). Sungguh suatu anugerah bagi Mefiboset.

Gambaran ketidaklayakan ini juga melekat pada kita, saat kita masih berdosa. Walau demikian, Allah memilih untuk mengasihi kita. Maka setelah menyadari keberdosaan kita dan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, barulah segala sesuatunya berubah. Kita tidak lagi najis karena dosa, melainkan menjadi kudus karena darah Anak Domba. Kita tidak lagi menjadi musuh Allah melainkan menjadi anak-anak Allah, dan karena itu menjadi bagian dari keluarga Allah. Dengan status demikian, maka seharusnyalah hidup kita menggambarkan kemuliaan hidup anak-anak Allah. Itulah respons tepat bagi anugerah Allah yang kita terima.




Tuhan Yesus Melihat Hati
Posted on Sabtu, 21 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 7
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/7/1

Apa yang penting bagi Tuhan Yesus berbeda dengan apa yang penting bagi orang Farisi. Orang Farisi mementingkan adat istiadat yang bisa dilihat oleh orang banyak, sedangkan Tuhan Yesus mementingkan perbuatan yang dilandasi oleh ketulusan hati. Orang Farisi mementingkan masalah mencuci tangan sebelum makan, sedangkan Tuhan Yesus mengabaikan hal-hal seperti itu (7:2-5). Dengan perkataan lain, Orang Farisi mementingkan kemasan dari hukum Taurat, sedangkan Tuhan Yesus mementingkan inti dari hukum Taurat.

Bagi Tuhan Yesus, inti dari seluruh tuntutan Allah dalam hukum Taurat adalah mengasihi. Bagi orang Farisi, ketaatan kepada rincian aturan—yang oleh Tuhan Yesus disebut sebagai adat istiadat manusia—dianggap lebih penting daripada kewajiban mengasihi (atau menghormati) orang tua (7:9-13). Tuhan Yesus berpandangan bahwa menjaga kondisi hati amat penting karena hati adalah sumber pikiran dan pikiran adalah sumber perbuatan. Bila hati kita baik dan suci, kita akan melakukan hal-hal yang baik dan suci. Bila hati kita busuk, kita akan sulit menghindari perbuatan yang jahat (7:20-23; Amsal 4:23). Bila kita mengikuti berbagai aturan, tetapi hati kita sebenarnya jahat, ketaatan kita hanya merupakan kemunafikan. Bila hati kita baik dan suci, ketaatan kita akan dilandasi oleh ketulusan. Terhadap para ahli Taurat yang mementingkan adat istiadat, Tuhan Yesus memberikan terguran keras, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7:6b-8). [P]

1 Samuel 16:7b
“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)