Author Topic: Saat Teduh  (Read 70930 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 17, 2019, 04:48:34 AM
Reply #2120
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Kasih Karunia Allah
Posted on Senin, 16 Desember, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Efesus 3:1-13

Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Itulah pernyataan iman dan keyakinan Paulus. Paulus tidak hanya sekadar berbicara, namun Ia mengalami bagaimana Injil itu kekuatan Allah. Injil itu telah mengubah hidupnya. Bahkan, Allah melibatkannya untuk memberitakan Injil tersebut. Paulus merasa tidak layak karena ia sadar dirinya terlalu hina untuk dipakai Tuhan sebagai pemberita rahasia agung yang disingkapkan itu (8-9).

Rahasia itu adalah janji Allah mengenai keselamatan-Nya dalam Yesus Kristus bagi orang Yahudi maupun non Yahudi agar menjadi umat yang baru bagi diri-Nya. Allah menghendaki rahasia besar yang sudah tersimpan berabad-abad ini diberitakan dan disingkapkan kepada manusia sampai ke ujung bumi. Allah menghendaki semua orang beroleh keberanian dan jalan masuk kepada-Nya melalui jalan iman.

Dalam kasih karunia Allah, setiap orang beroleh kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya. Persoalan yang dihadapi tidak lagi membuat orang percaya menjadi tawar hati, sebab Allah bermaksud memakai itu untuk menjadi alat kemuliaan dalam hidup iman. Allah tidak pernah sedikit pun meninggalkan orang percaya. Persoalannya, apakah setiap orang menghayati dan mengakui bahwa memberitakan Injil adalah kasih karunia Allah, sehingga dengan kasih yang tulus mau memberi dirinya dipakai Tuhan.

Kita diingatkan bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk memberitakan Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Paulus menggunakan waktu yang tersisa dalam hidupnya untuk memberitakan Kristus seluas-luasnya. Banyak tokoh iman lainnya yang memberi diri memberitakan kasih karunia ini. Mereka dipakai luar biasa oleh Tuhan dan diingat oleh gereja-Nya selamanya. Apakah yang kita lakukan untuk mengisi waktu yang tersisa ini? Pakailah waktu yang singkat untuk kekekalan, yaitu untuk memberitakan kasih karunia Allah.

Doa: Beri kami kepekaan akan segala maksud-Mu agar kami memiliki hati yang taat untuk memenuhi panggilan-Mu. [GS]







Sasaran Empuk
Posted on Senin, 16 Desember, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Harian Gereja Kristus Yesus –

Baca: Mazmur 11

Pernahkah Anda mendengarkan ungkapan ini, “Jadi orang jangan terlalu baik dan lurus. Rugi, lho. Biasanya jadi target empuk soalnya.”? Pertanyaannya, benarkah ungkapan tersebut?  Daud memberikan gambaran bahwa orang tulus hati yang menjadi sasaran “panah” orang fasik itu seperti burung yang sedang disasar dengan anak panah (11:2). Ketika penindasan dan penderitaan terjadi, seakan-akan tidak ada lagi dasar atau tempat berpijak. Apa yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti itu (11:3)? Pada umumnya, mangsa akan melarikan diri dari predator. Ya, itulah reaksi alamiah manusia pada umumnya, yaitu melarikan diri saat menghadapi masalah. Ada orang yang panik, lalu  menenggelamkan diri dengan alkohol, mencari alternatif lewat ritual dan kepercayaan lain, bahkan mengutuki Allah sebagai bentuk pelarian. Akan tetapi, sikap Daud berbeda. Ia mendeklarasikan, “Pada TUHAN aku berlindung. Bagaimana kamu berani berkata kepadaku: ‘Terbanglah ke gunung seperti burung!’” (11:1b).

Bila kita tergoda untuk berpikir bahwa manusia harus bergelut sendirian saat menghadapi kesesakan dan ketidakadilan dalam hidupnya, Daud justru mengingatkan hal yang sebaliknya: Dari tempat-Nya yang kudus, “mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.” (11:4b). Dengan kata lain, Allah tidak meninggalkan umat-Nya! Ia tidak tertidur! Allah tahu betul apa yang terjadi di setiap pelosok dunia ini. Itulah sebabnya, melalui kondisi sebagai sasaran empuk dari orangorang fasik serta kondisi menghadapi permasalahan hidup yang Allah izinkan terjadi, Allah menguji respons setiap orang (11:5). Pada akhirnya, setiap orang akan mendapat upah yang sesuai dengan pilihannya dalam menjalani hidup. Kepada orang yang mencintai kekerasan dan memilih kefasikan, Allah akan menghujani dia dengan arang berapi dan belerang serta api yang menghanguskan (11:6). Allah benci dan murka kepada orang seperti itu. Akan tetapi, Allah berkenan kepada orang yang benar dan tulus hatinya. Orang seperti itulah yang dapat memandang wajahNya (11:7).

Sekarang, jelas bahwa sekalipun dimanfaatkan oleh orang lain, dijadikan sasaran empuk, bahkan didera dengan pergumulan bertubitubi, kita harus tetap berhati tulus di hadapan Allah. Pada Allah, kita dapat berlindung dari semua hal yang terjadi di dunia ini. [GI Michele Turalaki]


December 18, 2019, 10:34:06 AM
Reply #2121
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Doa yang Memberi Berkat
Posted on Selasa, 17 Desember, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Efesus 3:14-21

Doa merupakan kunci hidup iman dari sebuah spiritualitas. Doa bukan sekadar ritual, tetapi juga sebuah relasi yang tak terlepaskan dari iman. Di tengah zaman yang sibuk, doa tidak lagi menjadi prioritas. Namun, di tengah kesibukannya, Paulus senantiasa berdoa.

Paulus berdoa karena ia percaya sepenuhnya kepada kuasa Allah dan menghargai kepercayaan berita Injil yang sangat bernilai (3:1-13). Dalam doanya, Rasul Paulus memohon supaya Allah senantiasa memelihara setiap warga jemaat Efesus dalam segala pergumulan mereka.

Paulus berdoa untuk dua hal, yakni: Pertama, jemaat dikuatkan dan diteguhkan imannya (16) agar hidup mereka semakin berakar dalam kasih Kristus (17). Tanpa dikuatkan Allah dan berakar dalam Kristus, iman seseorang akan runtuh. Kedua, jemaat mengerti rencana keselamatan yang telah dirancangkan Allah, meski rancangan keselamatan itu sangat lebar, panjang, tinggi, dan dalam, yang melampaui pengetahuan manusia (18-19). Dalam doanya, Paulus rindu supaya jemaat takjub akan pengenalan ini sehingga hidup mereka semakin indah dan diperkenan Allah. Kepenuhan Allah boleh memenuhi mereka dengan pengenalan yang benar (19). Akhirnya, sebagaimana biasa doa Paulus, ia menaikkan kemuliaan bagi Allah. Ia adalah seorang rasul yang sangat memahami bahwa hidup Kristen adalah doksologi (20-21). Ia percaya bahwa Allah akan melanjutkan karya-Nya lebih dari yang dapat ia pikirkan.

Doa merupakan kekuatan umat percaya yang menyatukan. Dalam doa, ada kuasa yang besar. Karena itu, Paulus berdoa. Banyak kebutuhan akan doa dan terlalu banyak hal untuk didoakan. Sehingga, kita tidak dapat berkata bahwa kita bingung apa yang harus didoakan. Kita dapat berdoa untuk gereja yang kesulitan dalam izin beribadah di berbagai tempat. Kita juga dapat mendukung dalam doa bagi bangsa dan negara, pekerjaan Tuhan dan misi, para hamba Tuhan, seminari, pertumbuhan gereja, dan sebagainya. Doa-doa itu diperkenan-Nya.

Doa: Tuhan, ajar kami berdoa dengan benar. [MT]







Dusta Manusia vs Janji Allah
Posted on Selasa, 17 Desember, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Harian Gereja Kristus Yesus –

Baca: Mazmur 12

Andaikata semua orang di dunia ini diberi tawaran untuk membawa alat pendeteksi kebohongan ke mana saja mereka pergi, kira-kira berapa banyak orang yang bersedia melakukannya? Mungkin hanya sedikit orang yang bersedia. Mengapa? Di era “pasca-kebenaran” ini, kita hidup di tengah angkatan yang tidak lagi berdasarkan fakta dan kebenaran, melainan berdasarkan emosi dan keinginan subyektif. Kita menemukan banyak orang yang tidak bisa dipercaya. Dibutuhkan meterai, surat perjanjian, bahkan sumpah untuk menunjukkan bahwa seseorang dapat dipercaya.

Sebenarnya, keadaan hari ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa lampau, Daud sudah mengeluhkan bahwa telah lenyap orang yang saleh dan orang yang setia (12:2). Umat Allah justru dikelilingi oleh angkatan yang jahat yang berkata dusta satu sama lain, penuh dengan bibir manis dan hati yang bercabang (12:3). Tidak hanya itu, umat Allah juga dikelilingi oleh orang-orang yang memakai  lidah mereka untuk bercakap besar atau pongah (12:4) serta yang perkataannya menjatuhkan, mengambil keuntungan, serta menindas orang yang miskin dan lemah (12:5-6a).

Orang yang berada dalam situasi seperti itu pasti akan frustrasi. Apa yang seharusnya kita lakukan? Kita perlu bercermin dari kehidupan Daud yang mengarahkan pandangannya kepada Allah. Ia meminta agar Allah menolong umat-Nya. Daud mengontraskan perkataan manusia yang penuh dusta dengan janji Allah yang murni bagaikan perak yang teruji dan sempurna (digambarkan dengan tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan tanah, 12:7). Manusia sering tidak dapat menepati perkataannya. Sebaliknya, Allah selalu menepati janji-Nya. Itulah sebabnya, umat Allah dapat mengalami kelegaan di dalam janji Allah karena Allah senantiasa menjaga umat-Nya terhadap angkatan yang jahat di sekeliling mereka (12:8).

Saat ini, apakah Anda sedang merasa frustrasi karena tidak ada orang yang dapat dipercaya? Pandanglah pada Allah! Walaupun dusta mengelilingi kita, kita tahu bahwa kita dapat memercayai Allah dan berpegang pada janji-Nya, sekalipun kita sedang berada di tengah himpitan hidup. Imanlah yang dapat menolong kita untuk melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata. [GI Michele Turalaki]




December 19, 2019, 04:35:43 AM
Reply #2122
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://saatteduh.wordpress.com/2019/

Dusta Manusia vs Janji Allah
Posted on Selasa, 17 Desember, 2019 by saatteduh

– Diambil dari Renungan Harian Gereja Kristus Yesus –

Baca: Mazmur 12

Andaikata semua orang di dunia ini diberi tawaran untuk membawa alat pendeteksi kebohongan ke mana saja mereka pergi, kira-kira berapa banyak orang yang bersedia melakukannya? Mungkin hanya sedikit orang yang bersedia. Mengapa? Di era “pasca-kebenaran” ini, kita hidup di tengah angkatan yang tidak lagi berdasarkan fakta dan kebenaran, melainan berdasarkan emosi dan keinginan subyektif. Kita menemukan banyak orang yang tidak bisa dipercaya. Dibutuhkan meterai, surat perjanjian, bahkan sumpah untuk menunjukkan bahwa seseorang dapat dipercaya.

Sebenarnya, keadaan hari ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa lampau, Daud sudah mengeluhkan bahwa telah lenyap orang yang saleh dan orang yang setia (12:2). Umat Allah justru dikelilingi oleh angkatan yang jahat yang berkata dusta satu sama lain, penuh dengan bibir manis dan hati yang bercabang (12:3). Tidak hanya itu, umat Allah juga dikelilingi oleh orang-orang yang memakai  lidah mereka untuk bercakap besar atau pongah (12:4) serta yang perkataannya menjatuhkan, mengambil keuntungan, serta menindas orang yang miskin dan lemah (12:5-6a).

Orang yang berada dalam situasi seperti itu pasti akan frustrasi. Apa yang seharusnya kita lakukan? Kita perlu bercermin dari kehidupan Daud yang mengarahkan pandangannya kepada Allah. Ia meminta agar Allah menolong umat-Nya. Daud mengontraskan perkataan manusia yang penuh dusta dengan janji Allah yang murni bagaikan perak yang teruji dan sempurna (digambarkan dengan tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan tanah, 12:7). Manusia sering tidak dapat menepati perkataannya. Sebaliknya, Allah selalu menepati janji-Nya. Itulah sebabnya, umat Allah dapat mengalami kelegaan di dalam janji Allah karena Allah senantiasa menjaga umat-Nya terhadap angkatan yang jahat di sekeliling mereka (12:8).

Saat ini, apakah Anda sedang merasa frustrasi karena tidak ada orang yang dapat dipercaya? Pandanglah pada Allah! Walaupun dusta mengelilingi kita, kita tahu bahwa kita dapat memercayai Allah dan berpegang pada janji-Nya, sekalipun kita sedang berada di tengah himpitan hidup. Imanlah yang dapat menolong kita untuk melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata. [GI Michele Turalaki]







Doa yang Memberi Berkat
Posted on Selasa, 17 Desember, 2019 by saatteduh

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Baca: Efesus 3:14-21

Doa merupakan kunci hidup iman dari sebuah spiritualitas. Doa bukan sekadar ritual, tetapi juga sebuah relasi yang tak terlepaskan dari iman. Di tengah zaman yang sibuk, doa tidak lagi menjadi prioritas. Namun, di tengah kesibukannya, Paulus senantiasa berdoa.

Paulus berdoa karena ia percaya sepenuhnya kepada kuasa Allah dan menghargai kepercayaan berita Injil yang sangat bernilai (3:1-13). Dalam doanya, Rasul Paulus memohon supaya Allah senantiasa memelihara setiap warga jemaat Efesus dalam segala pergumulan mereka.

Paulus berdoa untuk dua hal, yakni: Pertama, jemaat dikuatkan dan diteguhkan imannya (16) agar hidup mereka semakin berakar dalam kasih Kristus (17). Tanpa dikuatkan Allah dan berakar dalam Kristus, iman seseorang akan runtuh. Kedua, jemaat mengerti rencana keselamatan yang telah dirancangkan Allah, meski rancangan keselamatan itu sangat lebar, panjang, tinggi, dan dalam, yang melampaui pengetahuan manusia (18-19). Dalam doanya, Paulus rindu supaya jemaat takjub akan pengenalan ini sehingga hidup mereka semakin indah dan diperkenan Allah. Kepenuhan Allah boleh memenuhi mereka dengan pengenalan yang benar (19). Akhirnya, sebagaimana biasa doa Paulus, ia menaikkan kemuliaan bagi Allah. Ia adalah seorang rasul yang sangat memahami bahwa hidup Kristen adalah doksologi (20-21). Ia percaya bahwa Allah akan melanjutkan karya-Nya lebih dari yang dapat ia pikirkan.

Doa merupakan kekuatan umat percaya yang menyatukan. Dalam doa, ada kuasa yang besar. Karena itu, Paulus berdoa. Banyak kebutuhan akan doa dan terlalu banyak hal untuk didoakan. Sehingga, kita tidak dapat berkata bahwa kita bingung apa yang harus didoakan. Kita dapat berdoa untuk gereja yang kesulitan dalam izin beribadah di berbagai tempat. Kita juga dapat mendukung dalam doa bagi bangsa dan negara, pekerjaan Tuhan dan misi, para hamba Tuhan, seminari, pertumbuhan gereja, dan sebagainya. Doa-doa itu diperkenan-Nya.

Doa: Tuhan, ajar kami berdoa dengan benar. [MT]




December 20, 2019, 04:42:03 AM
Reply #2123
December 21, 2019, 04:15:40 AM
Reply #2124
December 22, 2019, 04:26:09 AM
Reply #2125
December 23, 2019, 04:38:16 AM
Reply #2126
December 24, 2019, 04:42:58 AM
Reply #2127
December 25, 2019, 05:24:19 AM
Reply #2128
December 26, 2019, 04:31:58 AM
Reply #2129
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)