Author Topic: Saat Teduh  (Read 50736 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 23, 2014, 04:32:28 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/page/2/
Allah yang berdaulat atas sejarah
Posted on Minggu, 22 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 135
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/135/1

Seseorang pernah berkata bahwa manusia belajar dari sejarah bahwa ia tidak pernah belajar dari sejarah. Oleh karena itu sejarah berulang. Perang Dunia pertama dan kedua menjadi saksi sejarah bahwa walaupun peperangan itu menghancurkan banyak keluarga, kebudayaan, dan masyarakat, tetap saja orang berperang demi sesuatu yang tidak mungkin didapatkan melalui peperangan.Itulah kenyataan sejarah manusia yang diwarnai dosa.

Namun demikian, anak-anak Tuhan bisa belajar sejarah dan menjadi berhikmat. Tentu selama sejarah itu dilihat dari perspektif Allah yang berdaulat. Mazmur 135 mengajak anak-anak Tuhan memuji Tuhan karena karya-Nya atas umat-Nya. Sejarah Israel membuktikan kasih setia Tuhan atas umat-Nya. Sejarah membuktikan bahwa Allah Israel melampaui para ilah bangsa-bangsa lain. Itu terbukti ketika mereka keluar dari perbudakan Mesir setelah Allah menimpakan tulah-tulah yang menunjukkan ketidakberdayaan para dewa Mesir. Ketika Israel berjalan di padang gurun menuju tanah perjanjian, tiada bangsa satu pun yang sanggup menghalangi mereka. Termasuk penduduk Kanaan, yang tanahnya diberikan Allah kepada Israel.

Allah Israel bukan hanya jauh lebih besar dan perkasa daripada segala ilah bangsa-bangsa. Ilah-ilah mereka hanyalah berhala mati buatan tangan manusia. Allah Israel adalah Allah yang hidup, yang menerima penyembahan karena Dia layak disembah. Mazmur ini ditutup dengan kembali mengajak semua umat Allah untuk memuji dan membesarkan Dia yang hadir dan bertakhta di tengah-tengah mereka.

Di dalam Kristus Allah telah menyatakan kuasa di bumi milik-Nya ini (Mat. 28:18). Oleh karena itu proklamasikan Kristus kepada dunia bahwa Dialah satu-satu-Nya yang layak disembah. Agar semua suku, bangsa, dan bahasa mengakui dan menyembah Sang Pemilik dan Penebus dunia ini.




Tuhan Yesus Menuntut Ketegasan
Posted on Minggu, 22 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 8
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/8/1

Seorang yang hendak menjadi pengikut Tuhan Yesus tidak bisa hanya menjadi penonton, melainkan harus memberi respons melalui sikap yang tegas. Sesudah Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” (8:27), Tuhan Yesus melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (8:29). Tuhan Yesus  tidak puas bila murid-murid-Nya hanya ikut-ikutan! Bahkan, Tuhan Yesus menginginkan agar murid-murid-Nya mengikuti Dia dengan kesadaran penuh akan konsekuensi yang harus mereka tanggung (8:34).

Setiap orang yang ingin menjadi pengikut Tuhan Yesus harus bersedia menyangkal diri (mengubah cara berpikir dan cara menjalani hidup). Rencana penebusan, yaitu bahwa Kristus harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari, merupakan rencana yang tidak masuk akal dan merugikan bagi Petrus (8:31-32). Akan tetapi, berpikir berdasarkan sudut pandang Allah merupakan salah satu tuntutan Kristus (8:33).

Bila kita bersedia menanggalkan cara berpikir kita dan mulai berpikir dari sudut pandang Allah, barulah kita bisa melakukan hal-hal besar bagi Allah. Saat Tuhan Yesus menuntut murid-murid-Nya untuk memberi makan orang banyak, para murid harus rela menyerahkan tujuh roti dan beberapa ekor ikan yang mereka miliki kepada Tuhan Yesus. Di tangan Tuhan Yesus, tujuh roti dan beberapa ekor ikan itu dapat dipakai untuk memberi makan empat ribu orang sampai kenyang. Bila kita bersedia menyangkal diri dan memikul salib (8:34), kita akan bisa melakukan hal-hal yang melampaui kemampuan alamiah kita.[P]
June 24, 2014, 04:59:20 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Daud, prototipe Kristus
Posted on Senin, 23 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 10:1-19
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/10/1

“Air susu dibalas air tuba”, mungkin itulah gambaran tepat untuk penghinaan yang dilakukan bangsa Amon terhadap pasukan Daud. Mereka diutus Daud untuk menemui Hanun, anak raja Amon, guna menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya raja Amon.

Akan tetapi, kebaikan Daud tidak mendapat sambutan yang sebagaimana mestinya. Hanun, anak raja Amon sebelumnya, mendapat masukan dari para pemuka bani Amon. Ia jadi meyakini bahwa utusan raja Daud adalah mata-mata yang akan mengintai negeri mereka. Lalu Hanun mempermalukan pasukan Daud dengan mencukur setengah dari janggut mereka serta memotong pakaian mereka di bagian tengah (4). Padahal bagi pria Yahudi, janggut merupakan simbol kehormatan. Tindakan Hanun ini bagai upaya menabuh genderang perang. Itu disadari oleh Hanun (6), tetapi ia tak mau menempuh jalan damai atau meminta maaf kepada Daud. Ia malah menyewa tentara bayaran untuk menggalang kekuatan (6), karena khawatir bila Daud menuntut balas.

Yoab mendapat mandat dari Daud untuk memimpin pasukan. Lalu ia menyusun strategi dengan membagi pasukannya jadi dua (7-11). Sebagai pemimpin perang, Yoab juga membangkitkan semangat pasukannya (12).

Perang berakhir dengan mundurnya orang Aram dan orang Amon dari medan perang (13). Namun orang Aram masih belum melupakan kekalahan itu. Mereka menuntut balas dengan membawa pasukan yang lebih banyak (16). Daud tentu tidak tinggal diam. Ia pun mengerahkan seluruh orang Israel (17). Maka sekali lagi orang Aram harus melarikan diri dari tentara Israel dengan kerugian yang tidak sedikit (18). Kekalahan ini membuat efek jera bukan hanya pada tentara Aram, melainkan juga pada raja-raja taklukan Hadadezer, raja Aram (19).

Kisah Daud di pasal 8-10 memperlihatkan dirinya sebagai prototipe Kristus. Kasih karunianya kepada Mefiboset dan ketegasannya kepada musuh-musuhnya mengingatkan kita tentang kedaulatan dan kasih Allah. Kasih itu membuat manusia diselamatkan, tetapi kedaulatan-Nya membuat musuh-Nya dibinasakan.




Keagungan & Kerendahhatian Kristus
Posted on Senin, 23 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 9
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/9/1

Dalam bacaan Alkitab hari ini (9:1-7), Petrus, Yakobus, dan Yohanes diberi kesempatan untuk melihat kemuliaan Tuhan Yesus yang berubah rupa dan bersama-sama dengan Elia dan Musa. Hal ini tidak berarti bahwa sebelum peristiwa itu, Tuhan Yesus kurang mulia. Akan tetapi hal itu berarti bahwa sebelum saat itu, kemuliaan Tuhan Yesus hanya nampak secara samar-samar. Dalam peristiwa itu, Elia dan Musa dipilih untuk mendampingi Tuhan Yesus karena dalam Perjanjian Lama, kuasa Allah ditunjukkan kepada banyak orang secara paling terang benderang dalam pelayanan mereka.

Yang menarik, setelah Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya, istilah yang Dia pakai untuk menyebut diri-Nya adalah “Anak Manusia” dan istilah itu dipakai saat Tuhan Yesus menyampaikan tentang penderitaan dan penghinaan yang akan Dia terima (9:12). Saat itu pun, Tuhan Yesus juga menyebut tentang kebangkitan-Nya dari antara orang mati (9:9-10). Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa melalui peristiwa penampakan kemuliaan Tuhan Yesus itu, kemuliaan dan kerendahhatian Tuhan Yesus bersatu. Dia seharusnya disembah dan dimuliakan, tetapi Dia bersedia dihina dan menderita, bahkan penderitaan yang akan Dia hadapi adalah puncak penderitaan yang dapat dialami manusia pada saat itu, yaitu menderita karena disalibkan untuk menebus dosa umat manusia.

Pada masa kini, kita bisa meyakini bahwa Tuhan Yesus telah menyediakan tempat di surga bagi setiap orang percaya. Sekalipun masa depan kita telah terjamin, hal itu tidak berarti bahwa kita bisa hidup seenaknya saat ini, melainkan kita harus memakai hidup kita untuk melayani Tuhan melalui pelayanan kita kepada sesama. [P]

Markus 9:31b
Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”
June 25, 2014, 04:38:19 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Dosa seperti bola salju
Posted on Selasa, 24 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 11:1-27
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/11/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kej/3/6
http://www.jesoes.com/alkitab/yak/1/14


Melihat, menginginkan, dan mengambil, itulah yang sering menjadi pola orang saat akan jatuh ke dalam dosa (bdk. Kej. 3:6; Yak. 1:14-15). Pola ini pula yang tampaknya terjadi pada diri Daud dalam hubungannya dengan Batsyeba.

Waktu itu Yoab masih berusaha menundukkan bangsa Amon dalam pertempuran di Raba. Ke mana Daud? Ia malah tinggal di Yerusalem (1). Padahal penulis 2 Samuel menyebutkan, biasanya raja-raja berperang pada saat pergantian tahun. Dengan tinggal saja di Yerusalem berarti Daud tidak memperlihatkan tanggung jawabnya sebagai panglima perang kerajaan dan ikut berbagi beban dengan para prajuritnya dalam membela kerajaan.

Pada saat ia bersantai-santai itulah pencobaan datang. Ia melihat seorang perempuan sedang mandi (2). Orang mungkin saja melihat tanpa disengaja. Masalahnya, Daud tidak berhenti melihat dan setelah melihat ia menginginkan perempuan itu, yang ternyata bernama Batsyeba, istri Uria (3). Lalu tahap menginginkan itu dilanjutkan dengan tahap mengambil Batsyeba dan tidur dengan perempuan itu (4).

Kesadaran akan bahaya baru muncul setelah Batsyeba memberitahu Daud bahwa ia mengandung (5). Maka yang muncul kemudian adalah muslihat untuk menutupi dosa, mulai dari cara yang halus (6-11), yang kotor (12-13), sampai yang bersifat kriminal (14-21), yang ditujukan kepada Uria, suami Batsyeba.

Melihat, menginginkan, dan mengambil merupakan suatu proses yang tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dan berkembang. Jadi dosa tidak bersifat stagnan atau statis. Dosa seperti bola salju, semakin digelindingkan akan semakin besar! Dimulai dari berzinah dengan istri orang hingga “membunuh” suami perempuan itu. Meski dilakukan sembunyi-sembunyi dan hanya diketahui sedikit orang, tetapi penulis 2 Samuel menyatakan bahwa dosa yang dilakukan Daud adalah jahat di mata Tuhan (27). Ini menjadi suatu peringatan keras bagi kita. Jangan pernah bermain-main dengan dosa. Bila suatu waktu kita jatuh ke dalam dosa, jangan berkubang di dalamnya. Mintalah pengampunan Sang Penebus.



Kristus Menawarkan Keselamatan
Posted on Selasa, 24 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 10
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/10/1
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/3/20
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/3/28
http://www.jesoes.com/alkitab/gal/2/16
http://www.jesoes.com/alkitab/gal/3/11


Pertanyaan, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (10:17) menunjukkan bahwa si penanya beranggapan bahwa hal memperoleh hidup kekal (atau bisa kita sebut sebagai “keselamatan”) bergantung pada perbuatan. Keyakinan bahwa keselamatan bergantung pada perbuatan bukan hanya keyakinan orang kaya itu saja, tetapi keyakinan banyak orang di segala zaman. Pernyataan Tuhan Yesus, “Hanya satu lagi kekuranganmu,” (10:21) menunjukkan bahwa tuntutan berupa perbuatan untuk memperoleh keselamatan itu adalah tuntutan kesempurnaan. Tanpa kesempurnaan dalam perbuatan, tidak mungkin seseorang bisa memperoleh keselamatan! Orang kaya itu telah menuruti perintah-perintah Allah yang dia ketahui sejak masa mudanya (10:19-20). Akan tetapi, Tuhan Yesus melihat adanya masalah yang sangat mendasar pada diri orang kaya itu, yaitu keterikatan atau ketergantungan pada hartanya (10:21). Sayangnya, orang kaya itu tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada harta sehingga dia tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah (10:22-23).

Sebenarnya, memang tidak ada seorang pun yang sanggup memenuhi semua tuntutan Allah dalam hukum Taurat (Roma 3:20, 28; Galatia 2:16; 3:11). Hanya Kristus yang sanggup memenuhi seluruh tuntuan Allah melalui kematian-Nya di kayu salib. Keberhasilan Kristus memenuhi seluruh tuntutan Allah itu dibuktikan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Setiap orang yang meyakini tentang kematian Kristus untuk orang berdosa dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati akan memperoleh keselamatan. Inilah Injil atau Kabar Baik itu. [P]

Galatia 2:16
“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat.”
June 26, 2014, 05:19:47 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Pengakuan dan pengampunan dosa
Posted on Rabu, 25 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 12:1-31
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/12/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/32/1

Kita bisa menyembunyikan dosa kita dari orang lain sehingga mereka tak tahu, tetapi bisakah kita menyembunyikan dosa kita dari Allah, yang Maha Tahu? Sesudah berzina dengan Batsyeba, Daud diam-diam saja selama beberapa waktu. Ia tidak mengakui dosanya di hadapan Allah. Namun dari Mazmur 32 kita bisa melihat bahwa ia merasa menderita juga bila menyimpan-nyimpan dosanya.

Akan tetapi, Tuhan tidak bisa mendiamkan dosa orang untuk selamanya. Allah mungkin menunda hukuman, tetapi kita harus mengingat bahwa tak ada dosa yang terlewatkan oleh Allah. Maka melalui perumpamaan (1-4), nabi Natan mengajak Daud untuk melihat dosanya hingga kemudian ia menyadari bahwa Tuhan sedang menegur dia atas dosa-dosanya (5-9, 13). Dosa Daud kemudian mendatangkan hukuman: dosa seksual akan melanda keluarganya (11-12) dan anak yang sedang dikandung Batsyeba akan mati (14). Apakah ini berarti bahwa Tuhan tidak mengampuni dosa Daud? Bukan demikian, tetapi hukuman memang merupakan konsekuensi dari dosa yang telah dilakukan manusia.

Namun Tuhan tidak berhenti sampai di sini. Kasih karunia-Nya tetap tercurah atas Daud dan Batsyeba kemudian melahirkan anak lagi (24-25). Allah meneruskan berkat-Nya dengan kemenangan Israel dalam peperangan melawan bani Amon di Raba (26-31). Dosa-dosa Daud memang mendatangkan hukuman yang sangat berat, tetapi Allah yang penuh anugerah itu tidak menghancurkan kehidupan Daud sehingga ia masih bisa mengalami berkat-berkat Allah.

Kisah dosa dan pengampunan Allah memang banyak terdapat di dalam Alkitab. Namun kita harus paham bahwa semua itu tertulis bukan untuk mendorong orang berbuat dosa, melainkan untuk memperingatkan kita tentang bahaya dosa. Karena itu, kita harus menghindari dosa, dengan cara apa pun. Bila kita jatuh juga ke dalam dosa, kita tahu bahwa Kristus telah menanggung dosa-dosa kita di salib. Maka datang kepada-Nya merupakan satu-satunya jalan terbaik untuk pengampunan dosa kita, agar kita tetap beroleh kasih karunia-Nya.



Otoritas Tuhan Yesus
Posted on Rabu, 25 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 11
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/11/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yoh/1/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yoh/1/14

Otoritas adalah hak atau wewenang untuk bertindak atau untuk mengatur. Salah satu penyebab permasalahan yang muncul dalam pelayanan Tuhan Yesus disebabkan karena ketidakmengertian para imam kepala, para ahli Taurat, dan orang-orang Fairsi tentang otoritas Tuhan Yesus. Sebenarnya, ketidakmengertian mereka itu disebabkan karena sikap keras kepala. Mereka tidak mau tunduk terhadap otoritas Tuhan Yesus. Hal ini berbeda dengan sikap orang banyak yang lebih terbuka terhadap otoritas Tuhan Yesus saat mereka melihat penyembuhan orang sakit, pengusiran setan, dan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, kontras kedua macam sikap di atas terlihat jelas. Para pemilik keledai tanpa ragu-ragu merelakan keledai mereka untuk dipakai oleh Tuhan Yesus (11:1-7), sedangkan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempertanyakan otoritas Tuhan Yesus yang mengusir para pedagang yang berjual beli di halaman Bait Allah serta membalikkan meja-meja para penukar uang dan bangku-bangku para pedagang merpati (11:15-18, 27-28). Semua reaksi negatif yang ditunjukkan oleh para imam kepala dan para ahli Taurat dilatarbelakangi oleh ketidaksediaan untuk mengakui otoritas Tuhan Yesus (11:28).

Injil Yohanes menguraikan secara terus terang bahwa Tuhan Yesus adalah Allah—Sang Pencipta—yang menjadi manusia (Yohanes 1:1-3, 14). Dialah yang menciptakan dunia (termasuk manusia), tetapi dunia (manusia) tidak mengenal Dia dan tidak bersedia menerima Dia (1:10-11), artinya tidak bersedia mengakui otoritas keilahian-Nya. Seandainya manusia bersedia menerima Dia, tentulah manusia tidak akan mempertanyakan otoritas Tuhan Yesus! [P]

Markus 11:28b
“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”
June 27, 2014, 04:24:33 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Tragedi keluarga raja
Posted on Kamis, 26 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 13:1-22
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/13/1
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/3/2

Dosa bisa saja tidak terjadi bila orang-orang di sekitar orang yang akan berbuat dosa mau melarang atau menegur, bahkan menghalangi perbuatan dosa itu. Namun bila orang diam saja atau malah memberikan dukungan maka dosa akan bagaikan api terguyur bensin.

Amnon adalah anak laki-laki Daud yang pertama (2Sam. 3:2). Ia jatuh cinta pada Tamar, saudara perempuannya, seayah lain ibu (1-2). Cinta terlarang ini dikompori oleh Yonadab, saudara sepupu Amnon, dengan suatu tipu muslihat (3-5). Ia mengusulkan agar Amnon mengatur pertemuan pribadi dengan Tamar. Caranya, ia berpura-pura sakit dan meminta dikunjungi Tamar. Ide Yonadab yang dirasa cemerlang, segera dijalankan oleh Amnon dengan memanfaatkan ayahnya, Daud. Tamar pun didatangkan ke kamar Amnon (6-10) dan di situlah Amnon memerkosa Tamar (11-14). Namun apa yang terjadi setelah itu? Rasa cinta tiba-tiba hilang berganti benci (15) dan Tamar diusir begitu saja dari kamar Amnon (16-18). Ternyata cinta Amnon kepada Tamar bukanlah cinta sejati, melainkan hawa nafsu yang dapat menguap begitu saja ketika sudah terpuaskan.

Absalom, abang kandung Tamar, mengetahui peristiwa memalukan itu dari Tamar sendiri (20). Namun ia hanya bisa menyimpan rasa bencinya terhadap Amnon (22). Mungkin ia menunggu saat yang tepat untuk balas dendam. Daud sendiri juga tahu dan ia marah (21). Namun sayang, selaku ayah, Daud tidak melakukan tindakan tegas terhadap orang yang memerkosa putrinya. Seharusnya ia peka terhadap perilaku ganjil Amnon dan tidak mengizinkan Tamar menemui Amnon. Absalom saja bisa peka terhadap apa yang telah dialami Tamar. Yonadab sendiri selaku saudara sepupu seharusnya tidak mendorong Amnon untuk berbuat jahat.

Dosa yang dimulai dari Daud kemudian menjangkiti anggota keluarganya sehingga setiap orang bisa terjerat dalam lingkaran dosa itu. Coba selidiki keluarga kita, apakah dosa juga berkuasa di dalamnya? Bila ya, mintalah Kristus mematahkan kuasa itu dan lakukanlah pertobatan sebagai keluarga. Setelah itu, utamakan Yesus dalam keluarga Anda.




Dia Datang untuk Kita
Posted on Kamis, 26 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 12
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/12/1

Seorang yang belum benar-benar mengenal kasih Kristus mungkin saja beranggapan bahwa tuntutan Allah agar kita mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan serta mengasihi sesama seperti diri sendiri (12:29-31) sebagai tuntutan yang berlebihan. Akan tetapi bila kita mengingat apa yang telah Kristus lakukan bagi kita, jelaslah bahwa tuntutan tersebut merupakan tuntutan yang wajar.

Dalam perumpamaan tentang kebun anggur (12:1-9), kebun anggur itu merupakan gambaran tentang bangsa Israel. Penggarap kebun anggur itu adalah para pemimpin Israel. Dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini, para pemimpin Israel yang dimaksud adalah para pemimpin agama Yahudi, yaitu para ahli Taurat, imam-imam kepala, dan orang-orang Farisi. Pemilik kebun anggur adalah Allah sendiri. Hamba-hamba yang diutus oleh Pemilik kebun anggur menunjuk kepada para nabi yang umumnya ditolak, dianiaya, bahkan ada yang dibunuh. Anak Pemilik Kebun adalah Yesus Kristus, Sang Anak Tunggal Allah. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sadar benar bahwa kedatangan-Nya adalah untuk mati di tangan para pemimpin agama Yahudi.

Sadarkah Anda bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Tunggal Allah yang diutus oleh Allah untuk menebus dosa manusia berdosa? Dia datang bukan untuk kepentingan diri-Nya sendiri, melainkan untuk menderita sampai mati di kayu salib bagi kita! Oleh karena itu, tidakkah wajar bila tuntutan Allah adalah agar kita mengasihi Dia dengan keseluruhan diri kita (hati, jiwa, akal budi, kekuatan)?  [P]

Yohanes 1:10-12
“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”
June 28, 2014, 05:10:31 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Hindari dosa!
Posted on Jumat, 27 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 13:23-39

http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/13/23
http://www.jesoes.com/alkitab/1yoh/1/9
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/6/12


Absalom membenci saudaranya seayah, yaitu Amnon, karena telah menghancurkan hidup Tamar, saudara kandungnya. Apa lagi Daud, ayah mereka, tidak melakukan tindakan apa pun. Maka sejak hari Tamar diperkosa, Absalom bermaksud membuat Amnon membayar harga atas hancurnya kehidupan Tamar (32). Tinggal soal waktu dan kesempatan. Dengan cermat dan sabar, Absalom merancang pembalasan dendam terhadap Amnon.

Setelah dua tahun berlalu, kesempatan itu datang. Seperti Amnon menipu Daud agar menyuruh Tamar datang ke kamarnya, begitulah Absalom menipu Daud agar menyuruh Amnon datang ke peternakan dombanya. Saat domba-domba Absalom kehilangan bulu wolnya (23-24), saat itulah Amnon kehilangan nyawanya (28-29).

Meski semula berduka karena mendengar bahwa semua anaknya mati dibunuh Absalom, duka itu tidak surut saat tahu bahwa hanya Amnon yang mati. Absalom yang menyadari kesalahannya, kemudian kabur ke Gesur (38).

Kesalahan yang dilakukan anggota keluarga Daud terhadap Daud ternyata sama seperti kesalahan yang Daud lakukan kepada Allah. Ketika Daud menyalahgunakan otoritasnya sebagai raja Israel dengan mengambil Batsyeba, Amnon menyalahgunakan posisinya sebagai putra mahkota untuk mengambil Tamar. Tindakan Daud membunuh Uria sama dengan tindakan Absalom membunuh Amnon. Daud menuai konsekuensi atas perbuatannya, walaupun ia telah mengakui dosa dan diampuni.

Kebanyakan orang hafal 1 Yohanes 1:9 yang berbicara tentang bagaimana menangani dosa setelah dilakukan. Namun kita juga perlu memahami Roma 6:12-13, yang berbicara tentang bagaimana menangani dosa sebelum kita jatuh ke dalamnya.

Kristus memang telah menebus kita dari dosa, tetapi setelah kita mengalami karya keselamatan-Nya tentu kita perlu menjaga kekudusan kita dengan menghindarkan diri dari perbuatan dosa, daripada meminta ampun setelah terjerat ke dalamnya, karena konsekuensi atas dosa itu akan tetap mengikuti kita.





Cara Pandang yang Berbeda
Posted on Jumat, 27 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 13
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/13/1


Cara pandang Tuhan Yesus berbeda dengan cara pandang murid-murid-Nya. Saat murid-murid Tuhan Yesus menyaksikan Bait Allah, mereka terpesona oleh kekokohan bangunan Bait Allah. Akan tetapi, Tuhan Yesus memiliki cara pandang yang berbeda. Tuhan Yesus mengetahui bahwa bangunan Bait Allah yang amat kokoh itu akan runtuh dan menjadi rata dengan tanah (13:1-2). Perbedaan cara pandang itu disebabkan karena para murid hanya bisa melihat hal-hal yang kelihatan pada saat itu dan tidak bisa melihat apa yang belum terjadi, sedangkan Tuhan Yesus memandang segala sesuatu dari sudut pandang global, baik secara tempat maupun waktu.

Tuhan Yesus mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, bukan hanya mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di Palestina, tetapi juga peristiwa-peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Cara pandang yang bersifat global ini membuat Dia melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Tuhan Yesus sering kali mengemukakan pemikiran yang tidak terduga oleh para pendengarnya. Dalam pasal ini, para murid pasti tidak menyangka bahwa pembicaraan tentang Bait Allah akan berlanjut menjadi perbincangan tentang akhir (atau kesudahan) zaman (13:4). Perlu diingat bahwa pengertian tentang akhir zaman bisa bermacam-macam. Dalam waktu dekat, kesudahan zaman adalah runtuhnya kota Yerusalem dengan Bait Allah di dalamnya seperti perbincangan dalam 13:1-2. Dalam waktu jauh, akhir zaman yang ditandai oleh penyiksaan (13:19), penyesatan (13:22) serta berbagai gejala (bencana) alam (13:24-25), dan diakhiri dengan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali (13:26) yang masih kita nantikan penggenapannya. Semoga kita semua ditemukan sedang berjaga-jaga saat Tuhan Yesus datang kembali. [P]

Markus 13:23
“Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.”
June 30, 2014, 10:03:32 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Ketika Aku Mempertanyakan Allah
Posted on Jumat, 27 Juni, 2014 by Saat Teduh

- Artikel ini diambil dari situs http://www.warungsatekamu.org -

Clint Dempsey menyadari kecintaannya pada sepakbola sejak masa sekolah. Luapan kegembiraan setelah mencetak gol telah mendorong Dempsey makin mendalami kecintaannya pada olahraga yang telah membawanya hingga ke berbagai tempat di dunia dan bermain dalam level tertinggi di Eropa dan Amerika Serikat.

“Awalnya orangtuaku membawaku belajar sepakbola supaya aku mempelajari cara bergaul yang baik dengan orang lain,” kata Dempsey. “Aku tidak pernah tahu bahwa olahraga yang kusukai dan keterampilan yang kupelajari itu kemudian berperan besar dalam hubunganku dengan Allah.”

Dempsey masih berusia 21 tahun ketika ia menjadi pemain profesional, dan pada tahun itu juga ia berhasil masuk dalam tim nasional Amerika Serikat serta meraih gelar Pemain Baru Terbaik di Liga Utama Sepakbola AS (MLS). Setahun kemudian ia membawa klubnya New England Revolution memenangi trofi juara MLS yang diraih dua kali berturut-turut. Selanjutnya ia bermain di Inggris untuk Fulham dan Tottenham Hotspur, membantu tim nasional menjuarai Piala Emas CONCACAF, mewakili negaranya dalam kejuaraan Piala Dunia dan beberapa kali digelari Atlet Sepakbola Terbaik di AS….

Klik di sini untuk artikel lengkap nya
http://www.warungsatekamu.org/2014/06/ketika-aku-mempertanyakan-allah/



Relasi dan rekonsiliasi
Posted on Sabtu, 28 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 14:1-33
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/14/1

Sebagaimana hubungan lainnya, hubungan ayah-anak tidak selalu berjalan baik. Banyak benih-benih konflik di dalam hubungan itu. Terlebih hubungan Daud-Absalom, yang memiliki latar belakang khusus.

Sudah tiga tahun Daud membiarkan Absalom melarikan diri ke Gesur, mungkin sebagai hukuman atas kesalahannya (2Sam. 13:23-36). Namun ternyata Daud merindukan Absalom (1). Yoab tahu hal itu, lalu memprakarsai rekonsiliasi hubungan ayah-anak itu.

Dengan meminta seorang perempuan Tekoa untuk bersandiwara di depan Daud, Yoab menegur Daud tentang sikapnya terhadap Absalom (13). Ia mengingatkan Daud tentang Allah, yang tidak pernah menginginkan adanya orang yang terbuang dari hadapan-Nya (14). Allah selalu menginginkan rekonsiliasi antara manusia dengan diri-Nya. Kita tahu bahwa di kemudian hari, salib Kristus menjadi bukti atas kebenaran ini. Sebab itu, sudah seharusnya Daud menunjukkan kasihnya kepada Absalom.

Lalu Daud menyetujui kepulangan Absalom ke Yerusalem (21), walau ia masih belum mau menemui anaknya (24). Tidak adanya komunikasi dengan ayahnya padahal ia telah jauh-jauh kembali, menimbulkan perasaan tidak enak di dalam diri Absalom. Sampai-sampai ia merasa lebih baik mati (32). Sikap Daud seolah menunjukkan bahwa maafnya adalah maaf setengah hati. Ini berdampak pada dosa lain, yaitu tindakan brutal (30). Barulah setelah Yoab menyampaikan permohonan Absalom, Daud mau menerima anaknya itu (33). Rekonsiliasi pun terjadi. Daud menerima kembali anaknya dan Absalom bertemu kembali dengan ayahnya.

Relasi ayah-anak antara Daud dan Absalom memang tidak terbangun dengan baik, terutama karena peristiwa yang terjadi atas Tamar. Namun retaknya relasi itu bisa disikapi dengan baik oleh keduanya pada akhirnya. Ini menjadi pelajaran bagi setiap orang tua dalam berelasi dengan anak dan setiap kita dalam berelasi dengan orang lain. Memang relasi tidak selalu berjalan mulus, karena itu rekonsiliasi bisa menjadi jalan keluar bagi pemulihan sebuah relasi.
June 30, 2014, 10:04:36 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Pencipta dan penebus
Posted on Minggu, 29 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 136
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/136/1

Mazmur 136 mengajak kita menaikkan syukur karena karya-Nya dalam hidup umat-Nya. Sepertinya mazmur ini dilantunkan dalam suatu ibadah dengan bersahut-sahutan. Satu baris pernyataan perbuatan Allah yang diucapkan oleh imam atau pemimpin pujian, disambut dengan satu baris yang diucapkan umat sebagai respons “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

Mazmur ini mulai dengan karya Allah dalam penciptaan (5-9). Kapan terakhir kali kita mengagumi karya Allah yang menjadikan alam semesta ini begitu asri dan harmonis? Kalau yang kita lihat kerusakan di sana sini, itu disebabkan ulah manusia. Polusi di kota-kota besar, membuat sulit kita melihat keindahan dan keasrian alam ini. Namun Kejadian pasal 1 mengingatkan kita bahwa Allah masih berkarya sampai saat ini dalam memperbarui ciptaan-Nya, dan satu kali kelak semua akan diperbarui total.

Dari karya penciptaan, pemazmur meneruskan mensyukuri kasih setia Allah dengan menceritakan karya-Nya dalam sejarah permulaan Israel. Mulai dari karya penebusan dari perbudakan Mesir (10-15), diteruskan dengan perjalanan di padang gurun (16-20), sampai akhirnya mereka masuk ke tanah perjanjian (21-24). Mazmur Syukur ini ditutup dengan pernyataan perbuatan-Nya atas segala makhluk (25), untuk mengingatkan kita bahwa Dia Allah bukan hanya eksklusif untuk Israel, melainkan melalui Israel untuk semua makhluk.

Bisakah kita bersyukur karena karya Allah dalam sejarah hidup kita? Dia adalah Allah pencipta kita yang dalam kasih setia-Nya telah menebus kita dari perbudakan dosa. Dia sedang menuntun kita dalam perjalanan mengarungi padang gurun dunia ini. Suatu hari kelak kita akan menikmati tanah perjanjian yang kekal, peristirahatan dari semua pergumulan hidup. Bila kita belum atau jarang bersyukur, marilah sekarang mulai dan jangan berhenti bersyukur.



Keunikan Pelayanan Tuhan Yesus
Posted on Sabtu, 28 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 14
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/14/1

Pelayanan Tuhan Yesus yang diuraikan dalam Kitab-kitab Injil ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus itu unik. Dia berbeda kualitas—dalam segala hal—dengan tokoh-tokoh lain di bumi ini. Perbedaan kualitas ini bukan hanya disebabkan karena sesungguhnya Dia adalah Allah sejati, tetapi juga karena kualitas kemanusiaan-Nya tanpa cacat. Dia adalah teladan bagi kita! Bacaan hari ini menunjukkan beberapa keunikan dari pelayanan Tuhan Yesus.

Pertama, pelayanan Tuhan Yesus tidak membeda-bedakan orang. Tuhan Yesus mempedulikan orang-orang yang diabaikan atau diremehkan oleh para pemimpin agama. Mengapa perempuan dalam 14:3 itu rela memecahkan botol minyak narwastu yang mahal harganya untuk mengurapi kepala Tuhan Yesus? Karena masyarakat pada waktu itu meremehkan wanita, tetapi Tuhan Yesus menghargai wanita.

Kedua, Tuhan Yesus rela menanggung risiko dalam pelayanan-Nya, bahkan Dia secara sadar menghadapi penderitaan sampai di kayu salib. Oleh karena itu, Dia sadar bahwa tidak lama lagi Dia akan mati dan dikuburkan (bandingkan dengan 14:8). Dia sadar betul bahwa salah seorang murid-Nya (Yudas) akan berkhianat (14:18) dan salah seorang murid yang lain (Petrus) akan menyangkal Dia (14:30). Sekalipun demikian, Dia membiarkan pengkhianatan dan penyangkalan itu terjadi karena Dia taat terhadap kehendak Allah.

Ketiga, Tuhan Yesus mengandalkan kekuatan doa. Ketika Dia akan berhadapan dengan maut di kayu salib, Dia tidak mau melarikan diri melainkan Dia berdoa di Taman Getsemani. Dia meyakini kuasa doa. Banyak orang  mengakui kuasa doa, tetapi tidak banyak orang bersungguh-sungguh mengandalkan doa saat menghadapi masalah berat. [P]

Markus 14:38
“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”



June 30, 2014, 10:08:55 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Bukan kehendak Allah
Posted on Senin, 30 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 15:1-12
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/15/1
http://www.jesoes.com/alkitab/1raj/1/5
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/3/2
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/5/3
http://www.jesoes.com/alkitab/1taw/2/9

Menjelang pemilihan kepala daerah atau presiden, biasanya para calon akan tebar pesona. Mereka akan melakukan segala cara untuk mengambil hati rakyat, baik dengan kampanye program, memberikan bantuan, kunjungan ke pasar rakyat, dan lain-lain.

Tidak jauh berbeda dengan Absalom, yang berhasrat mengudeta raja Daud, yang adalah ayahnya sendiri. Setiap hari ia mencoba menarik hati rakyat dengan kereta perang dan pengawalnya, di tepi jalan menuju Yerusalem (1, bdk. 1Raj. 1:5). Ia mengundang simpati rakyat dengan menyampaikan salam (5) dan mendengar keluhan mereka (2-3). Namun di balik itu, ia mengkritik pemerintahan ayahnya (2-3) serta menjanjikan pemerintahan yang lebih baik dibandingkan pemerintahan Daud (4).

Setelah empat tahun berusaha menjatuhkan nama Daud dan membangun nama baiknya sendiri, Absalom siap merealisasikan ambisi di tempat kelahirannya, yaitu di tempat Daud dilantik menjadi raja (2Sam. 3:2-3, 5:3). Namun ia musti mencari cara untuk pergi ke sana tanpa menimbulkan kecurigaan Daud. Dengan alasan untuk menggenapi nazar kepada Tuhan, Daud mengizinkan Absalom pergi ke Hebron (7-9). Absalom pun pergi dengan membawa dua ratus orang yang tidak tahu apa-apa (11). Namun sebelumnya, ia telah mengirimkan pesan rahasia ke suku-suku Israel agar mendukung dia (10). Selain itu ada Ahitofel, penasihat Daud (12), yang mendukung Absalom mungkin karena tidak tahu bahwa Absalom bukanlah orang pilihan Tuhan (bdk. 1Taw. 2:9-10).

Tindakan Absalom untuk menurunkan orang yang diurapi Allah dari takhtanya bertentangan dengan kehendak Allah dan karena itu akan gagal. Bahkan akan membuat dia dihukum Allah. Pemberontakan Absalom melawan orang yang diurapi Allah sama dengan reaksi orang Yahudi kepada Yesus, Sang Mesias. Mereka tidak menginginkan Kristus menjadi Raja mereka. Namun suatu saat Dia akan datang kembali dan menegakkan pemerintahan tanpa bisa ditawar-tawar lagi. Penolakan terhadap Kristus akan bermakna maut!





Respons Terhadap Kebangkitan Kristus
Posted on Senin, 30 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 16
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/16/1

Doktrin tentang kebangkitan Kristus (bersama dengan doktrin tentang kematian Kristus) merupakan doktrin terpenting dalam kepercayaan Kristen. Sekalipun demikian, tidak mudah mempercayai doktrin tersebut. Bagi murid-murid Tuhan Yesus pun, tidak mudah mempercayai bahwa Tuhan Yesus benar-benar telah bangkit sebelum mereka melihat sendiri Kristus yang bangkit, padahal masalah kebangkitan ini telah disebutkan secara samar-samar dalam Perjanjian Lama dan kemudian diberitakan secara terus terang oleh Tuhan Yesus (8:31;  9:9, 31; 10:34; 14:28).

Bila kita memperhatikan betapa sulitnya para murid Tuhan Yesus untuk mempercayai kebangkitan Tuhan Yesus, tidak mengherankan bila orang-orang pada masa kini pun amat sulit untuk mempercayai kebangkitan Kristus. Sekalipun demikian, berita tentang kebangkitan merupakan bagian dari berita Injil yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Tanpa kebangkitan Tuhan Yesus, kita tidak akan bisa memiliki pengharapan tentang kebangkitan diri kita sendiri pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Tanpa kebangkitan Tuhan Yesus, kita tidak memiliki pengharapan akan masa depan.

Dari sisi penelitian terhadap naskah-naskah kuno—terutama naskah-naskah asli Alkitab—yang membicarakan atau menyinggung tentang kebangkitan Kristus, pembuktian terhadap berita tentang kebangkitan Kristus amat meyakinkan dan dapat dipertanggungjawabkan dari sudut pandang ilmu hukum. Dari sisi lain, benar bahwa diperlukan iman untuk mempercayai berita tentang kebangkitan Kristus. [P]

1 Korintus 15:3-4
“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”
June 30, 2014, 10:09:58 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Kristus Menerima Ketidakadilan
Posted on Minggu, 29 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 15
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/15/1


Apa yang terjadi terhadap Tuhan Yesus merupakan ketidakadilan yang luar biasa. Tuhan Yesus—Hakim yang Agung itu—membiarkan diri-Nya dihakimi oleh hakim-hakim yang sama sekali tidak adil. Tuhan Yesus—yang sama sekali tidak melakukan dosa—dituduh dengan tuduhan palsu, diperlakukan secara kasar (diludahi, dipukul, dihina) dan dijatuhi hukuman terberat pada masa itu yang biasanya dijatuhkan kepada para penjahat besar, yaitu hukuman salib.

Hal yang paling menarik dari sikap Tuhan Yesus dalam menghadapi perlakuan yang tidak semestinya itu adalah bahwa Dia sama sekali tidak membela diri. Dia membiarkan saja orang banyak berlaku tidak semestinya terhadap Dia. Pada saat itu—dan bahkan sampai Dia disalibkan di kayu salib—Tuhan Yesus menempatkan diri dalam posisi manusia berdosa yang sudah sepantasnya menerima hukuman Allah (bandingkan dengan Yesaya 53:7). Untuk kita—manusia berdosa—Tuhan Yesus rela untuk tidak diperlakukan secara semestinya, padahal sebenarnya Dia adalah Allah yang harus dipuji dan dimuliakan. Dia rela untuk turun dari status paling tinggi ke status paling rendah untuk mengangkat derajat manusia berdosa,

Sikap Tuhan Yesus dalam menghadapi ketidakadilan itu merupakan teladan bagi kita (Filipi 2:5-8). Bila kita hendak melayani orang lain, kita harus rela untuk merendahkan diri dan juga rela untuk direndahkan. Kita harus rela untuk diperlakukan tidak semestinya. Kita harus rela melepaskan apa yang menjadi hak kita. Yang menjadi sumber harga diri kita seharusnya bukanlah sikap orang lain terhadap diri kita, melainkan penghargaan Allah terhadap diri kita. [P]

Yesaya 53:7
“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya  seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)