Author Topic: Saat Teduh  (Read 50750 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 01, 2014, 05:27:34 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Respons Terhadap Kebangkitan Kristus
Posted on Senin, 30 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Markus 16
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/16/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/8/31
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/9/9
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/9/31
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/10/34
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/14/28

Doktrin tentang kebangkitan Kristus (bersama dengan doktrin tentang kematian Kristus) merupakan doktrin terpenting dalam kepercayaan Kristen. Sekalipun demikian, tidak mudah mempercayai doktrin tersebut. Bagi murid-murid Tuhan Yesus pun, tidak mudah mempercayai bahwa Tuhan Yesus benar-benar telah bangkit sebelum mereka melihat sendiri Kristus yang bangkit, padahal masalah kebangkitan ini telah disebutkan secara samar-samar dalam Perjanjian Lama dan kemudian diberitakan secara terus terang oleh Tuhan Yesus (8:31;  9:9, 31; 10:34; 14:28).

Bila kita memperhatikan betapa sulitnya para murid Tuhan Yesus untuk mempercayai kebangkitan Tuhan Yesus, tidak mengherankan bila orang-orang pada masa kini pun amat sulit untuk mempercayai kebangkitan Kristus. Sekalipun demikian, berita tentang kebangkitan merupakan bagian dari berita Injil yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Tanpa kebangkitan Tuhan Yesus, kita tidak akan bisa memiliki pengharapan tentang kebangkitan diri kita sendiri pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Tanpa kebangkitan Tuhan Yesus, kita tidak memiliki pengharapan akan masa depan.

Dari sisi penelitian terhadap naskah-naskah kuno—terutama naskah-naskah asli Alkitab—yang membicarakan atau menyinggung tentang kebangkitan Kristus, pembuktian terhadap berita tentang kebangkitan Kristus amat meyakinkan dan dapat dipertanggungjawabkan dari sudut pandang ilmu hukum. Dari sisi lain, benar bahwa diperlukan iman untuk mempercayai berita tentang kebangkitan Kristus. [P]

1 Korintus 15:3-4
“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”




Bukan kehendak Allah
Posted on Senin, 30 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 15:1-12
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/15/1

Menjelang pemilihan kepala daerah atau presiden, biasanya para calon akan tebar pesona. Mereka akan melakukan segala cara untuk mengambil hati rakyat, baik dengan kampanye program, memberikan bantuan, kunjungan ke pasar rakyat, dan lain-lain.

Tidak jauh berbeda dengan Absalom, yang berhasrat mengudeta raja Daud, yang adalah ayahnya sendiri. Setiap hari ia mencoba menarik hati rakyat dengan kereta perang dan pengawalnya, di tepi jalan menuju Yerusalem (1, bdk. 1Raj. 1:5). Ia mengundang simpati rakyat dengan menyampaikan salam (5) dan mendengar keluhan mereka (2-3). Namun di balik itu, ia mengkritik pemerintahan ayahnya (2-3) serta menjanjikan pemerintahan yang lebih baik dibandingkan pemerintahan Daud (4).

Setelah empat tahun berusaha menjatuhkan nama Daud dan membangun nama baiknya sendiri, Absalom siap merealisasikan ambisi di tempat kelahirannya, yaitu di tempat Daud dilantik menjadi raja (2Sam. 3:2-3, 5:3). Namun ia musti mencari cara untuk pergi ke sana tanpa menimbulkan kecurigaan Daud. Dengan alasan untuk menggenapi nazar kepada Tuhan, Daud mengizinkan Absalom pergi ke Hebron (7-9). Absalom pun pergi dengan membawa dua ratus orang yang tidak tahu apa-apa (11). Namun sebelumnya, ia telah mengirimkan pesan rahasia ke suku-suku Israel agar mendukung dia (10). Selain itu ada Ahitofel, penasihat Daud (12), yang mendukung Absalom mungkin karena tidak tahu bahwa Absalom bukanlah orang pilihan Tuhan (bdk. 1Taw. 2:9-10).

Tindakan Absalom untuk menurunkan orang yang diurapi Allah dari takhtanya bertentangan dengan kehendak Allah dan karena itu akan gagal. Bahkan akan membuat dia dihukum Allah. Pemberontakan Absalom melawan orang yang diurapi Allah sama dengan reaksi orang Yahudi kepada Yesus, Sang Mesias. Mereka tidak menginginkan Kristus menjadi Raja mereka. Namun suatu saat Dia akan datang kembali dan menegakkan pemerintahan tanpa bisa ditawar-tawar lagi. Penolakan terhadap Kristus akan bermakna maut!
July 02, 2014, 05:18:47 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Strategi dalam kedaulatan Tuhan
Posted on Selasa, 1 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 15:13-37
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/15/13
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/17/15
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/10/16

ini menunjukkan dengan indah betapa Daud memakai strategi yang cerdik dalam menghadapi pemberontakan Absalom. Namun, Daud tetap percaya, mengandalkan, dan tunduk pada kedaulatan Tuhan dalam menentukan apakah dia dapat kembali menjadi raja di Yerusalem atau tidak.

Absalom dengan sangat cerdik sudah merebut hati orang Israel dan berhasil menguasai Yerusalem. Mau tidak mau, Daud harus melarikan diri. Apa yang dilakukan Daud itu baik karena dalam kudeta seperti ini, dia tidak lagi tahu siapa yang setia kepadanya. Dengan melarikan diri, Daud bisa mengetahui siapa saja yang sebenarnya masih setia kepadanya, yaitu mereka yang bersedia menyertainya (17-18).

Imam Zadok, Abyatar, dan semua orang Lewi, juga mengikuti Daud dengan membawa Tabut Allah. Namun, Daud menyuruh mereka kembali, demikian juga dengan Tabut Allah (24-29). Di sini Daud bertindak tepat. Pada masa lampau, Tabut Allah pernah diperlakukan seolah berhala yang harus memberkati umatnya (lih. 1 Sam. 4:3). Daud tidak mau ‘memaksa’ Allah untuk menyertai pelariannya. Dia berserah penuh pada kedaulatan Allah (25-26).

Dengan menyuruh imam Zadok dan Abyatar kembali ke Yerusalem, Daud menaruh mata-mata di tengah-tengah kelompok pemberontak (27-28). Demikian juga, dengan meminta sahabatnya, Husai kembali ke Yerusalem, Daud telah menempatkan seorang yang cerdik untuk bisa mematahkan nasihat Ahitofel, penasihatnya yang berkhianat (34, lihat ayat 12). Husai, bersama Zadok dan Abyatar, serta anak-anak mereka, kelak berperan penting menggagalkan pemberontakan Absalom (2Sam. 17:15-16).

Tindakan Daud sesuai dengan pengajaran Yesus kepada para murid: cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat. 10:16). Menghadapi musuh, kita harus percaya penuh kepada Tuhan dan kedaulatan-Nya. Lalu dengan hikmat karunia Tuhan, kita menyusun strategi jitu untuk mematahkan segala upaya yang ingin menghancurkan iman kita.




Panggilan Allah
Posted on Selasa, 1 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 2
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/2/1

Secara politik, umat Tuhan pada waktu itu sedang menghadapi ancaman dari bangsa yang besar, yaitu bangsa Babel. Di tengah keadaan seperti ini, mereka berusaha mendekati bangsa lain untuk mencari bantuan. Akan tetapi, di mata Tuhan, tindakan mencari dukungan kepada bangsa lain sama dengan menyepelekan dan meninggalkan Tuhan karena mereka meminta bantuan kepada bangsa yang menyembah berhala. Tindakan meminta bantuan terhadap bangsa yang menyembah berhala ini membuat mereka terjerat untuk ikut menyembah berhala.

Di tengah pergumulan yang berat, seharusnya umat Tuhan berseru kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah menjadi padang gurun atau menjadi tempat yang gelap gulita bagi mereka (2:31). Allah memang membawa mereka ke padang gurun tetapi Allah menyediakan manna dan pemeliharaan. Allah memang membawa mereka berjalan dalam tanah yang gelap tetapi Allah menyediakan tiang api. Allah pasti menyediakan solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

Nabi Yeremia menegur sikap umat Tuhan yang meninggalkan Tuhan, tidak mau datang kepada Allah saat menghadapi kesulitan, bahkan mereka berkata, “kami sudah bebas” (2:31). Perkataan, “kami sudah bebas” sebenarnya mengandung makna peralihan kekuasaan (bandingkan dengan Alkitab versi NKJV yang menerjemahkan perkataan tersebut menjadi, “we are lords”). Bukan Tuhan yang berkuasa menentukan keputusan dalam hidup mereka, tetapi diri mereka sendiri.

Perbuatan umat Tuhan meninggalkan Tuhan dan tidak mau hidup mereka di bawah kekuasaan Allah merupakan tindakan sia-sia untuk mencari kenyamanan hidup. Demikian pula bagi orang percaya: Hidup akan menjadi sia-sia mulai saat seseorang meninggalkan Tuhan. [LH]

Yeremia 2:13
“Sebab dua kali umat Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air”
July 03, 2014, 05:18:48 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Meninggalkan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Sia-Sia
Posted on Rabu, 2 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 3
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/3/1

Tuhan menginginkan supaya bangsa Yehuda bertobat. Seruan pertobatan dalam relasi Allah dengan umat-Nya tidaklah mudah karena bangsa Yehuda telah meninggalkan Tuhan. Di sini, kita melihat bahwa kasih Tuhan pada umat-Nya luar biasa. Demikian pula, kasih Allah luar biasa terhadap orang percaya yang telah jatuh ke dalam dosa sampai begitu dalam, Allah berseru supaya umat-Nya bertobat dan kembali kepada

Allah karena Allah sangat mengasihi umat-Nya. Dalam pasal ini, berkali-kali Tuhan mengatakan “kembali”, baik dalam bentuk harapan Tuhan dari kesadaran umat-Nya (3:7), maupun ajakan langsung yang diserukan Tuhan kepada umat-Nya (3:12, 14, 22). Pada waktu itu, keadaan umat digambarkan seperti istri yang sudah tidak diinginkan lagi oleh suaminya karena perzinahan yang telah dilakukan istrinya sebagai bentuk gambaran dari penyembahan berhala yang mereka lakukan. Kata “kembalilah” menunjukan bahwa Allah tetap penuh belas kasihan dan mau menerima umat-Nya kembali. Allah menyediakan kesembuhan kepada mereka yang mendengar seruan pertobatan dan mau mengakui segala perbuatan dosanya, dan mau bertobat sungguh-sungguh (3:13, 22). Kesembuhan dari Allah akan mengubah kehidupan mereka sehingga hidup mereka dapat menjadi alat kemuliaan-Nya kembali. Seruan anugerah pemulihan ini harus diresponi dengan keseriusan: bukan hanya bersedih karena dosa, tetapi berubah. Bukan hanya menyesal, tetapi bertobat. [LH]

Yeremia 3:13, 22a
“Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu”





Rela menerima hukuman Tuhan
Posted on Rabu, 2 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 16:1-14
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/16/1
http://www.jesoes.com/alkitab/1sam/13/14


Adalah mudah mengatakan kita mengasihi Allah ketika Dia memberkati kehidupan kita sesuai dengan keinginan kita. Namun kesejatian kasih kita akan terbukti melalui respons kita ketika Allah mengizinkan masalah menimpa kehidupan kita.

Pelarian Daud dari Absalom jelas merupakan masalah besar bagi Daud. Ternyata, masalah lain datang menimpa melalui seorang dari kaum keluarga Saul, Simei (5). Ia mengutuki Daud sebagai penumpah darah keluarga Saul. Mungkin kutukan Simei berkenaan dengan peristiwa yang dicatat dalam 2 Samuel 21:1-14. Alkitab memang sering tidak memberikan kita catatan secara kronologis. Padahal Daud tidak pernah secara langsung menumpahkan darah keluarga Saul. Maka para pengikut Daud membelanya (9). Di sini kita melihat kebesaran hati Daud

Bukan hanya Daud melarang anak buahnya membalaskan kutukan Simei kepadanya, ia malah membuka dirinya kepada Tuhan. Ia sadar dirinya tidak luput dari kesalahan masa lalu. Bukankah pelariannya dari Absalom merupakan akibat berlarut dari ketidaktegasannya mendisiplin rumah tangganya sendiri? Maka bagi Daud, lebih baik ia menerima kutukan Simei tanpa membela diri karena bisa jadi Allah sedang menegur dan menghukum dia melalui Simei.

Inilah salah satu keindahan karakter Daud: hatinya selalu berpaut kepada Tuhan. Inilah respons orang yang sungguh mengasihi Allah. Daud juga mengenal Allahnya, Allah yang penuh dengan belas kasihan. Bahkan dalam murka-Nya, Ia tidak tega melihat orang yang Dia kasihi sengsara, dan akan membalaskan dengan yang baik nantinya (12). Di mata Tuhan, bahkan sebelum diurapi sebagai raja, Daud adalah seorang yang diperkenan di hati-Nya (1 Sam. 13:14).

Karena kita menyembah Allah yang adil, yang dalam memberikan hukuman juga penuh dengan kasih sayang, marilah kita belajar seperti Daud, yang menerima dengan hati rela, apa pun kesulitan atau hukuman yang Allah berikan dalam kehidupan kita. Allah mengizinkan semuanya terjadi dalam kasih setia dan pemeliharaan-Nya yang sempurna.
July 04, 2014, 05:06:46 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Sesuai kehendak Tuhan
Posted on Kamis, 3 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 16:15 – 17-14
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/16/15

Betapapun manusia merencanakan sesuatu, pada akhirnya kehendak Tuhan yang terjadi. Ahitofel, penasihat yang tidak pernah gagal, yang nasihatnya dilihat sebagai petunjuk dari Allah sendiri (16:23), telah berpihak pada Absalom. Wajar Daud menjadi takut karena jika nasihat Ahitofel dijalankan Absalom, ia akan hancur, sehingga ia berdoa supaya Tuhan menggagalkan rencana Ahitofel (15:31).Tuhan ada di balik pengiriman Husai oleh Daud untuk menggagalkan rencana Ahitofel (15:32-34).

Nasihat Ahitofel jitu sekali sekaligus jahat.

Pertama, agar Absalom meniduri gundik-gundik ayahnya, sehingga ia tambah dibenci ayahnya (16:21). Ini akan menambah semangat pengikut Absalom untuk menghancurkan Daud.

Kedua, mumpung Daud dalam pelarian, harus segera dikejar dan dihancurkan, sebelum sempat menyusun kekuatan dan strategi untuk melawan balik. Hanya Daud yang dibunuh. Ini agar jangan mengurangi simpati dari rakyat (17:1-4).

Nasihat Husai bertolak belakang dengan yang diusulkan Ahitofel (17:7).Husai mematahkan argumen Ahitofel (17:8-10). Menurut Husai kondisi kepepet Daud bisa membuatnya nekat. Menghadapi orang nekat itu berbahaya. Pasukan Absalom bisa kehilangan keyakinan kalau sampai kalah. Nasihat Husai bertujuan melemahkan motivasi pasukan Absalom. Saran Husai untuk menghimpun semua kekuatan agar dapat sekali pukul menghancurkan Daud dan pasukannya (17:11-13) sebenarnya bertujuan mengulur-ulur waktu, agar Daud sempat menghimpun kekuatan.
Absalom akhirnya memilih menerima nasihat Husai. Hal ini mungkin karena nasihat Husai selain cukup masuk akal, juga kelihatan lebih luar biasa hasilnya, yaitu seluruh pasukan Daud hancur. Kesombongan Absalomlah yang disentuh. Kita tahu, alasan utama ditolaknya nasihat Ahitofel ialah kedaulatan Allah (7:14).

Jangan khawatir dengan kelihaian dan kelicikan musuh untuk memperdaya umat Tuhan. Kita memiliki Tuhan yang berdaulat! Hikmat-Nya akan memampukan kita berdiri teguh menghadapi lawan iman kita, dan tetap setia melayani-Nya.





Orang Berdosa Pulanglah
Posted on Kamis, 3 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 4
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/4/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kej/17/1
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/2/29
http://www.jesoes.com/alkitab/gal/3/6

Tuhan meminta umat-Nya untuk disunat kembali: bukan disunat secara jasmani, tetapi secara rohani. Dalam Kejadian 17:1-14, Tuhan meminta Abraham bersama dengan seluruh laki-laki yang bersama dengannya untuk disunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham. Melalui sunat, Abraham dan keturunannya diingatkan bahwa mereka adalah milik Allah. Seharusnya, ketika Yeremia menyerukan supaya umat Tuhan disunat kembali secara rohani, mereka sadar bahwa mereka telah melanggar perjanjian dengan Allah melalui tindakan menyembah berhala, yang berarti bahwa mereka menyerahkan diri menjadi milik orang lain. Penekanan tuntutan sunat pada zaman Abraham sebenarnya bukanlah penekanan pada sunat fisik semata, tetapi melampaui itu. Abraham dibawa kepada pengalaman iman: penyunatan hati yang dipisahkan dari dunia untuk menyenangkan hati Tuhan. Oleh sebab itu, Rasul Paulus mengingatkan dalam Roma 2:29 bahwa orang Yahudi sejati adalah mereka yang telah disunat hatinya secara rohani. Istilah sunat yang disampaikan Allah melalui Nabi Yeremia tidak membatalkan sunat yang telah mereka terima sejak zaman Abraham. Allah ingin menunjukkan bahwa mereka telah salah mengerti. Upacara agama sama sekali tidak membuat mereka menjadi lebih baik daripada yang lain dan tidak membebaskan mereka dari hukuman. Jika mereka ingin terhindar dari murka Allah, mereka harus kembali kepada Allah sebagai pemilik diri mereka. Anda adalah keturunan Abraham karena percaya kepada Kristus (Galatia 3:6-7), artinya Anda menjadi milik Kristus. Allah menjamin bahwa Anda tidak akan terpisah dari kasih Kristus. Akan tetapi, bukan berarti bahwa kita bisa seenaknya hidup dalam dosa karena Tuhan akan menunjukkan murka-Nya dan meminta Anda kembali bertobat karena Anda adalah milik-Nya. [LH]

Yeremia 4:4a
“Sunatlah dirimu bagi Tuhan, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api.”
July 05, 2014, 05:20:09 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Pertolongan Tuhan dalam kesulitan
Posted on Jumat, 4 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 17: 15-29
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/17/15
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/17/14


Mungkin kita berpikir bahwa pertolongan Tuhan paling nyata ketika semua berjalan dengan lancar. Namun, pengalaman hidup menunjukkan bahwa kita biasanya lebih merasakan pertolongan Tuhan justru ketika kita mengalami kesulitan.Pada saat yang demikian kita begitu bergantung pada pertolongan Tuhan dan karenanya lebih dapat melihat dan menghargai ketika pertolongan tersebut diberikan.

Seperti yang direncanakan Daud, Husai berpura-pura berpihak kepada Absalom dan dalam kedaulatan Tuhan, nasihat Ahitofel yang baik tidak diterima (17:14). Sesuai rencana, Husai harus mengirimkan kabar kepada Daud lewat kedua anak imam Zadok dan Abyatar, yaitu Ahimaas dan Yonatan (lih. 15:27-29). Rencana tersebut hampir saja gagal karena keduanya ketahuan. Hanya karena kedaulatan Tuhan, mereka selamat dari orang-orangnya Absalom. Mereka pun dapat menyampaikan berita kepada Daud (21), sehingga Daud dan pasukannya dapat mengambil tindakan dengan cepat dan tepat (22). Daud luput dari upaya Absalom membinasakannya (23).

Di pihak Absalom, blunder yang dilakukannya dengan menolak nasihat Ahitofel, membuat posisi Absalom melemah. Ditinggal oleh Ahitofel yang bunuh diri karena merasa gagal, Absalom tidak lagi mendapatkan nasihat yang kualitasnya seolah dari Tuhan sendiri (lihat 16:23). Kekalahan Absalom hanya tinggal menunggu waktu.

Pertolongan Tuhan ternyata tidak hanya sampai disini. Ketika Daud tiba di Mahanaim, ternyata sudah ada sahabat-sahabat lama yang mendukung Daud dan pasukannya dengan berbagai kebutuhan praktis (27-28). Pertolongan Tuhan dalam berbagai aspek dalam masa kesulitan Daud ini merupakan pertolongan yang pasti sangat mengharukan Daud. Kita bisa yakin bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan yang kita butuhkan kepada kita jika kita juga bergantung kepada-Nya. Marilah kita membuka mata kita sehingga dapat melihat pertolongan Tuhan yang begitu berlimpah dalam hidup kita, terutama ketika kita dalam kesulitan.




Kita Adalah Milik Kristus
Posted on Jumat, 4 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 5
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/1

Tuhan sangat murka kepada pemimpin-pemimpin yang tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan, yang menyampaikan berita yang berbeda dengan keinginan Tuhan dan yang melakukan tugas hanya supaya disenangi orang. Kejahatan yang mereka lakukan dinilai Tuhan sebagai kejahatan yang dahsyat dan mengerikan (5:30). Kejahatan mereka mengerikan karena nabi palsu, imam dan umat terlibat dalam kejahatan di mata Tuhan. Tidak adanya rasa hormat dari para pemimpin rohani kepada Tuhan digambarkan dalam 5:31. Berita yang disampaikan para nabi palsu tidak berasal dari hati Allah. Para imam bersekongkol dengan para nabi palsu. Yang diajarkan para imam adalah pesan dari para nabi palsu, yaitu hal-hal yang disukai oleh telinga umat Tuhan. Umat Tuhan tidak terlalu peduli apakah yang didengar oleh telinga mereka berasal dari Tuhan atau bukan. Yang penting bagi mereka adalah apa yang sesuai dengan kesukaan mereka. Para imam dan para nabi palsu membiarkan umat Allah hidup di dalam dosa mereka. Mereka hidup seperti lepas kendali dalam nafsu mereka, tetapi para pemimpin mereka tidak ada yang menegur mereka. Kita melihat bahwa kehidupan bangsa Israel di bawah pemimpin rohani yang salah hanya akan membuat mereka semakin terjerumus dalam nafsu mereka. Oleh karena itu, hukuman Tuhan tidak dapat dielakkan lagi karena Allah adalah hakim yang adil (5:29). Jika kita adalah seorang pemimpin, tidak terkecuali pemimpin dalam rumah tangga, kita harus membawa orang-orang yang kita pimpin kepada kebenaran Allah. Kita harus berusaha agar mereka yang hidup dalam hawa nafsu dapat dilepaskan dan mengikuti kehendak Tuhan. [LH]

Yeremia 5:30-31
“Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?”
July 06, 2014, 04:56:08 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Akhir dari musuh Allah
Posted on Sabtu, 5 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 18: 1-18
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/18/15
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/34/6

Ketika Tuhan lewat di hadapan Musa, Tuhan mengucapkan pernyataan tentang diri-Nya yang sudah kita kenal, yang berbunyi demikian: “Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya. . .”Bagian ini sudah kita kenal dengan baik, tetapi kita sering tidak sadar bahwa, pernyataan Tuhan di atas ditutup dengan kalimat “tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. . . .” (Kel. 34:6-7). Nas hari ini menunjukkan Allah membalaskan kejahatan Absalom yang berani menyerang orang yang diurapi-Nya.

Absalom gagal dalam upaya kudetanya karena Daud yang sudah mengetahui rencana tersebut dari Husai, dengan cerdik membawa peperangan tersebut berlangsung di hutan Efraim (6). Jumlah tentara yang besar tidak terlalu berguna di hutan. Penulis mencatat bahwa hutan tersebut memakan lebih banyak orang di antara tentara daripada yang dimakan pedang pada hari itu (8).

Absalom sendiri juga menjadi korban dari hutan (10). Sebenarnya, Daud sudah memerintahkan para panglimanya Yoab, Abisai, dan Itai, dan seluruh rakyat juga mendengar, untuk memperlakukan Absalom dengan lunak demi dia (5). Ternyata Yoab tidak mempedulikan permintaan Daud. Bersama sepuluh bujang dan pembawa senjatanya, Yoab membunuh Absalom. Di satu sisi tindakan Yoab merupakan pembangkangan terang-terangan terhadap perintah Daud. Di sisi lain, itulah hukuman yang harus diterima orang yang berkhianat terhadap ayahnya sendiri, dan terutama terhadap orang yang diurapi Allah.

Inilah akhir hidup Absalom.Suatu akhir yang tragis dan membawa begitu banyak orang untuk mati bersamanya. Maka ingatlah bahwa tidak ada orang yang melawan Tuhan yang tidak akan dihukum karena Allah “tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.” Oleh karena itu, kita tidak usah merasa takut kepada orang-orang jahat yang sepertinya tidak terkalahkan, mereka pasti akan mendapat hukuman Tuhan ketika telah tiba saatnya.




Tugas Pemimpin
Posted on Sabtu, 5 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 6
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/6/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/1/2
http://www.jesoes.com/alkitab/2tim/3/16
http://www.jesoes.com/alkitab/ef/6/4
http://www.jesoes.com/alkitab/kol/3/16

Saat menyerukan kebenaran Firman Tuhan kepada umat Tuhan, Nabi Yeremia mengalami tantangan yang hebat dari umat Tuhan sendiri. Mereka tidak mau mendengarkan Firman Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Yeremia. Hal ini membuat Nabi Yeremia bertanya-tanya kepada siapa dia harus berbicara dan bersaksi? Siapa yang mau memperhatikan dia? Respons negatif umat Tuhan diungkapkan sebagai “telinga mereka tidak bersunat” (6:10). Ungkapan tersebut memiliki arti penolakan terhadap pengajaran yang benar. Firman Tuhan menjadi “cemoohan” (6:10), artinya mereka mencela, memandang rendah Firman Tuhan. Mereka “tidak menyukai” Firman Tuhan (6:10). Sikap seperti itu bertentangan dengan ciri umat Tuhan dalam Mazmur 1:2, yaitu “kesukaannya ialah Taurat Tuhan”. Mengapa mereka tidak menyukai Firman Tuhan? Karena kebenaran Firman Tuhan bertentangan dengan kesenangan mereka. Umat Tuhan telah menyerahkan diri pada kejahatan (6:7). Tanpa mereka sadari, hidup mereka yang tidak mempedulikan Firman Tuhan membawa mereka berhadapan dengan murka Tuhan. Firman Tuhan sangat berguna bagi kehidupan orang percaya, yaitu untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan, mendidik, menasihati, menegur (2 Timotius 3:16; Efesus 6:4; Kolose 3:16) yang semuanya itu membuat kita bisa bersukacita di dalam Tuhan. Akan tetapi, nampaknya umat Tuhan lebih menyukai kesenangan di luar kehendak Tuhan, sehingga mereka menolak kebenaran Tuhan yang disampaikan oleh nabi-Nya. Ingatlah bahwa kesenangan hidup kita seharusnya bukanlah didasarkan pada kenikmatan kesenangan duniawi, tetapi pada ketaatan terhadap kebenaran Firman Tuhan yang menjadi kesukaan kita.

[LH]

Yeremia 6:10
“…sungguh telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, Firman Tuhan menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!“
July 07, 2014, 05:15:19 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Merespons penderitaan secara berbeda
Posted on Minggu, 6 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 137
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/137/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/16/25
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/42/4
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/42/11

Mungkinkah orang Kristen menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan saat menderita, memikul salib? Sangat mungkin! Buktinya, Paulus dan Silas di penjara Filipi (Kis. 16:25). Mengapa mereka bisa memuji Tuhan di tengah penderitaan itu? Karena mereka melihat penderitaan itu sebagai kehormatan untuk melayani Dia yang sudah menderita bahkan mati bagi mereka.

Tidak demikian dengan umat Israel saat dalam pembuangan di Babel. Mereka hanya bisa menangis dengan hati remuk redam penuh kepedihan saat mereka jauh dari Yerusalem, kota suci yang mereka yakini sebagai tanda penyertaan Tuhan, dan saat mereka menyadari tidak mungkin beribadah di bait Allah karena sudah dihancurkan oleh musuh. Hati bertambah sakit karena musuh mengejek mereka dengan menyuruh menyanyikan lagu-lagu sukacita mengenai Sion. Ejekan itu seolah mau berkata, di mana Allahmu, di mana kemegahan ibadahmu? (bdk. Mzm. 42:4, 11).

Hanya saat mereka mengakui keberdosaan mereka dan menerima cara Allah dalam mendisiplin mereka, barulah mazmur keluhan ini bisa bernada lebih positif, nada pengharapan. Pengharapan bahwa Yerusalem satu hari kelak akan menjadi kembali tempat beribadah kepada Tuhan (5-6). Pengharapan bahwa Allah yang adil akan membalaskan kejahatan musuh setimpal (7-8).

Dalam terang kasih Kristus, memang tidak mudah untuk memahami bagaimana pemazmur mewakili umat yang sedang menderita bisa meminta pembalasan kejam terhadap para musuh. Satu hal yang pasti, bahwa di dalam Kristus semua penghukuman atas dosa sudah ditimpakan ke atas-Nya. Kita tidak perlu berdoa seperti pemazmur untuk pembalasan. Sebaliknya kita bisa berdoa memohonkan belas kasih Allah, yang sedang kita alami dalam wujud pendisiplinan rohani, bagi para musuh. Mereka pun membutuhkan kasih-Nya agar dapat diselamatkan!




Letak Ketenangan Hidup
Posted on Minggu, 6 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 7
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/29/13

Pada pasal 7, Nabi Yeremia dengan otoritas dari Tuhan membongkar kemunafikan dalam kehidupan rohani umat Tuhan. Nabi Yeremia menemukan bahwa kehidupan umat Tuhan seperti amat antusias datang ke rumah Tuhan pada hari perayaan (7:2), tetapi kehidupan mereka sama sekali berbeda dengan apa yang diinginkan Tuhan. Mereka melakukan ketidakadilan, menyembah berhala, dan melakukan kejahatan (7:5-6). Mereka menganggap ibadah sebagai alat untuk mencari pertolongan, namun hati mereka masih terus menerus sesat. Kehidupan ibadah tanpa pertobatan tidak akan menghasilkan relasi dengan Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan tidak dapat ditipu karena Dia mengetahui isi hati manusia (Yesaya 29:13). Kehidupan ibadah mereka hanyalah suatu tradisi berbentuk ibadah yang diulang dari generasi ke generasi. Sejak dahulu, mereka telah mengetahui bahwa bait Allah merupakan tanda kehadiran Allah di tengah bangsa tersebut. sehingga perkataan “bait Allah, bait Allah, bait Allah” sebenarnya mengungkapkan kesombongan yang berkaitan dengan fisik bangunan. Allah telah mengingatkan bahwa diri-Nya tidak sama dengan bait-Nya (Yeremia 7:6-7). Menghampiri Tuhan tidak sama dengan datang ke dalam bait-Nya karena Allah bukanlah simbol. Allah adalah Pribadi yang hidup yang menciptakan dunia dan yang merencanakan keselamatan manusia dari dosa. Relasi Allah dan manusia tidak dapat terlepas dari masalah iman. Celakalah orang munafik yang menjalankan agama sebagai sekadar ritual (upacara) yang tidak mempengaruhi kehidupan.Mereka tidak akan merasa aman bila kehidupan mereka menunjukkan bahwa mereka melawan Allah. [LH]

Yeremia 7:14
“karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu  akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo”
July 08, 2014, 05:26:06 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Hiduplah pada hari ini
Posted on Senin, 7 Juli, 2014 by Saat Teduh

Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah merupakan kenangan dan ketidakpastian yang rumit dari pikiranmu.

Hiduplah apa adanya hari ini.
Karena, yang ada hanyalah hari ini.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan dengan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada dirimu.

Sayangilah semua orang dengan sepenuh hatimu pada hari ini.
Karena esok hari, mungkin ceritanya sudah berganti.

Ingatlah selalu, bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena ‘siapa mereka’ melainkan karena ‘siapakah dirimu’.

Jadi jangan biarkan masa lalu mengekangmu, atau masa depan membuatmu kuatir.

Apapun yang kamu lakukan,
lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hatimu.

Kebahagiaan tidak bisa dinilai hanya dari materi saja. Belum tentu kaya membuat bahagia, miskin juga bukan berarti menderita. Kebahagiaan yang sejati hanya ada pada hati yang damai dan tenang.

Semoga hari-hari mu selalu indah.

Matius 6:34 <Sebab itu janganllah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah utk sehari.>
July 09, 2014, 05:28:00 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Ayah yang meratapi akibat dosanya
Posted on Selasa, 8 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 18:19- 19:8
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/18/9
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/12/13
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/12/10


Karena Allah yang kita sembah ialah Allah yang adil, maka Dia pasti menghukum perbuatan dosa. Bahkan ketika Allah mengampuni dosa, akibat ataupun hukuman Tuhan sering tetap harus kita terima. Nabi Natan telah memberitahu Daud bahwa Tuhan telah menjauhkan dosanya, tetapi hukuman dari Tuhan tetap diberlakukan (2Sam. 12:13-14).

Sebenarnya kematian Absalom dan kehancuran pasukan pemberontak itu merupakan kemenangan Daud yang gemilang. Sekaligus merupakan bukti bahwa Allah yang telah mengurapi Daud sebagai raja atas Israel, tidak boleh dipermainkan. Absalom yang durhaka telah menerima ganjaran yang setimpal.

Persoalannya ialah Daud menunjukkan kesedihan yang berlebihan, sehingga membuat kemenangan itu menjadi perkabungan bagi seluruh tentara. Tentara yang menang tersebut masuk kota dengan diam-diam, seolah malu karena kalah perang sehingga melarikan diri (19:2-3). Sampai-sampai Yoab perlu menegur Daud karena tindakannya itu, seolah-olah perbuatan para pendukungnya salah (19:5-7)!

Mengapa Daud begitu bersedih atas kematian anak durhaka yang berniat untuk membunuh ayahnya sendiri? Daud sadar bahwa kematian Absalom juga merupakan konsekuensi dari dosanya. Itulah hukuman Tuhan, berupa pedang yang tidak akan menyingkir dari keturunan Daud (2Sam. 12:10). Setelah kematian putra Daud yang lahir dari perzinaan dengan Batsyeba, Amnon, sang putra mahkota, dan kini Absalom sang pemberontak berturut-turut mati dibunuh.Hal itu bisa dilihat sebagai bagian dari hukuman Daud tersebut. Daud jelas menyadari hal ini dan karenanya ia begitu bersedih atas kematian Absalom, dan mengatakan kalau saja dia mati menggantikan Absalom (18:33).

Sebagai orang tua, kita harus hati-hati dengan apa yang kita lakukan karena anak-anak dan orang-orang yang dekat dengan kita sedikit banyak akan menerima akibat atas dosa kita. Memang Kristus sudah menggantikan hukuman dosa di kayu salib. Namun, Allah tetap mendisiplin anak-anak-Nya yang bermain-main dengan dosa!




Allah Berkuasa untuk Menghukum
Posted on Selasa, 8 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 9
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/9/1
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/9/6
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/7/21

Nabi Yeremia dengan tajam mengatakan bahwa bangsa Yehuda tidak ada bedanya dengan bangsa-bangsa lain. Hal ini dituliskan dengan dua cara:

Pertama, Nabi Yeremia menyebut Yehuda dalam satu urutan dengan bangsa-bangsa lain: Mesir, Yehuda, Edom, bani Amon, Moab, dan seterusnya (9:26) yang akan mendapatkan hukuman Allah.

Kedua, Nabi Yeremia menyebut bangsa lain sebagai bangsa yang tidak bersunat, sedangkan bangsa Israel disebut tidak bersunat hatinya. Orang Yahudi tidak boleh berbangga karena mereka bersunat. Kebanggaan terhadap sunat merupakan kebanggaan yang keliru karena sunat bukanlah jaminan bahwa mereka merupakan bagian dari umat perjanjian atau umat pilihan Allah.

Perlu disadari bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah dirinya beriman kepada Allah. Bandingkan dengan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, yaitu bahwa tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel (Roma 9:6) Ketekunan beribadah dan partisipasi dalam kegiatan gerejawi bukanlah jaminan bahwa seseorang adalah orang Kristen yang sejati. Hal-hal tersebut hanya menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan adalah bagian (anggota) dari sebuah gereja. Tanpa iman dalam Kristus, sesungguhnya orang tersebut tidak tergabung dalam keluarga Allah. Ketika Kristus datang kembali, orang yang tidak memiliki iman dalam Kristus akan mendapatkan penghakiman Allah bersama dengan orang tidak percaya lainnya (Matius 7:21-23). [LH]

Yeremia 9:25-26
“Lihat waktunya akan datang, demikianlah Firman Tuhan, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya”
July 10, 2014, 05:08:35 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Berlomba-lomba mencari muka
Posted on Rabu, 9 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 19: 31-43
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/18/9

Ada pepatah yang mengatakan: “Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang.” Ketika kita berjaya orang berlomba-lomba mendekati kita, tetapi ketika kita jatuh orang pun berlomba-lomba menjauhi kita.Pada nas hari ini kita juga dapat melihat orang Israel dan orang Yehuda, yang tadinya telah meninggalkan Daud dan berpihak kepada Absalom, berlomba-lomba untuk mengambil hati Daud yang telah menang dan kembali menjadi raja. Namun, bersyukur juga ada orang yang tulus seperti Barzilai.

Barzilai, orang Gilead, yang telah menyediakan makanan bagi Daud dan pengikutnya pada masa Daud di Mahanaim, ketika sebagian besar Yehuda dan Israel meninggalkan Daud, ternyata tidak mau mengikuti Daud ke Yerusalem untuk menerima kemuliaan dan upah. Dengan rendah hati ia mengatakan bahwa dia hanya berjalan sepotong jalan saja ke seberang sungai Yordan bersama-sama dengan raja dan tidak pantas menerima ganjaran dari raja (31-36).

Kontras sekali dengan sikap Barzilai yang terpuji, justru, orang Israel dan orang Yehuda, yang tadinya dengan begitu cepat meninggalkan Daud, sekarang berlomba-lomba menjilat Daud dengan menunjukkan kebaikan mereka kepada Daud. Bahkan demi memenangkan hati Daud mereka saling mengiri satu dengan yang lainnya. Tanpa rasa malu, mereka saling sindir dan saling menyalahkan, seolah-olah masing-masing pihak merasa diri benar dan tidak bersalah.

Apa yang dilakukan oleh Israel dan Yehuda merupakan cermin dari apa yang sering terjadi dalam komunitas kita. Kita cenderung berlomba-lomba untuk menunjukkan perhatian kita kepada pemenang, dan dengan mudah meninggalkan dan melupakan mereka yang kalah. Teladani Barzilai, sebaliknya jangan meniru tingkah laku orang Israel dan Yehuda.

Semoga juga dalam Pemilu Presiden hari ini, kita menentukan pilihan kita berdasarkan akal sehat dan hikmat yang Tuhan karuniakan kepada kita. Jangan sampai kita memilih karena mendapatkan iming-iming dari pihak yang melakukan serangan fajar!





Keyakinan Palsu
Posted on Rabu, 9 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 10
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/10/1

Tuhan mengingatkan kepada orang Yehuda bahwa menyembah berhala bukan saja merupakan sebuah kebodohan, tetapi juga membuat orang mengalami ketakuan yang tidak berdasar terhadap dewa yang sebenarnya tidak ada. Perbedaan berhala dengan Allah sangat jelas:

Pertama, berhala merupakan buatan tangan manusia, sedangkan Allah adalah Pencipta manusia, bahkan Pencipta alam semesta ini.

Kedua, berhala merupakan benda mati yang tidak memiliki kehidupan, sedangkan Allah itu hidup dan merupakan sumber kehidupan. Di tengah ketakutan terhadap serangan bangsa Babilonia yang kedatangannya sudah semakin mendekat, umat Tuhan justru semakin giat menyembah berhala. Mereka hidup seperti bangsa-bangsa lain, bahkan mereka meminta petunjuk kepada berhala yang mereka sembah tersebut. Firman Tuhan mengingatkan bangsa Yehuda bahwa berharap kepada berhala merupakan kesia-siaan. Berhala tidak mungkin dapat memberikan petunjuk (10:8). Berhala tidak dapat menjadi sandaran pengharapan. Pengalaman umat Tuhan pada masa Nabi Yeremia itu merupakan cermin bagi orang percaya pada saat ini. Berhala masih merupakan ancaman bagi kerohanian orang percaya, walaupun yang dimaksud dengan berhala pada masa kini mungkin bukan lagi berbentuk patung, tetapi segala sesuatu yang bukan Allah yang menjadi tumpuan rasa aman dan pengharapan kita. Saat kita menghadapi pergumulan dalam kehidupan kita, marilah kita berharap kepada Allah saja karena Allah yang kita sembah dalam Kristus adalah Allah yang hidup yang mau berelasi dengan orang percaya dan yang menjadi sumber berkat dalam kehidupan kita. [LH]

Yeremia 10:16
“Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya dan Israel adalah suku milik-Nya, nama-Nya ialah TUHAN semesta alam
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)