Author Topic: Saat Teduh  (Read 50735 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 11, 2014, 05:35:47 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Ciptakan persatuan, hindari perpecahan
Posted on Kamis, 10 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 20: 1-26
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/20/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/133/1

Seperti dalam nyanyian ziarahnya pada Mazmur 133, Daud mengharapkan terwujudnya persatuan dan kesatuan antar umat Allah. Jika saudara-saudara yang berbeda-beda tersebut dapat hidup rukun bersama, itu adalah hal yang etis (baik) dan estetis (indah). Persatuan dan kesatuan dapat menciptakan kekuatan suatu negara. Perpecahan berbahaya bagi keutuhan sebuah negara.

Setelah kesatuan bangsa Israel hampir porak poranda oleh pemberontakan Absalom, ternyata kesatuan yang diharapkan pulih itu dirongrong oleh Seba bin Bikri. Seba mengadakan pemufakatan buruk untuk menjatuhkan kerajaan Daud. Ia menghasut para pemimpin suku Israel utara untuk memusuhi Daud, sehingga ada perselisihan antara wilayah utara dan selatan. Kasus Seba ini seperti mengulang kasus Absalom, yang juga menggunakan pengaruhnya untuk memecah bangsa itu. Di mata Daud, bahkan kasus Seba ini lebih berbahaya (6). Apalagi, ketika utusan Daud, Amasa, tidak segera menunaikan tugas menumpas pemberontakan itu. Daud merasa perlu untuk menyingkirkan para penghasut tersebut karena dapat menghancurkan dan meruntuhkan negara. Yoab diutus oleh Daud untuk menyingkirkan penghasut yang menciptakan perpecahan dan membahayakan keutuhan negaranya. Tindakan pertama Yoab ialah menyingkirkan Amasa yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat Seba berhasil memobilisasi para pemberontak menjadi kekuatan yang berbahaya. Syukurnya, Yoab berhasil menyingkirkan Seba dan orang-orang yang membantunya. Perpecahan atau perang saudara pun berhasil dicegah.

Perpecahan adalah hal yang sangat membahayakan. Jika di dalam gereja Tuhan terdapat perpecahan, ini tentu akan membuat peristiwa yang menyakitkan bagi kedua kubu yang bertikai. Terlebih dari itu, gereja tidak dapat menjadi terang dunia dan bahkan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Jauh lebih baik dan indah jika kita menciptakan persatuan kasih di dalam gereja, dan menjauhkan sifat dan sikap saling iri dan benci yang akan menciptakan perpecahan.




Penyembahan Berhala
Posted on Kamis, 10 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 11
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/11/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yos/21/13

Pelayanan Nabi Yeremia sebagai nabi Allah menjadi semakin berat. Orang-orang dari tanah kelahirannya—Anatot—tidak suka terhadap berita dari Allah yang disampaikan oleh Nabi Yeremia(11:21). Mereka bukan hanya tidak suka terhadap berita yang disampaikan oleh Nabi Yeremia, tetapi mereka juga berencana untuk membunuh Nabi Yeremia. Penghuni Anatot bukanlah orang biasa karena Anatot merupakan suatu daerah yang dikhususkan bagi orang Lewi (Yosua 21:13-18). Orang Lewi memiliki hak istimewa untuk bertugas di bait Allah, sehingga diharapkan bahwa mereka lebih rohani dibandingkan suku-suku yang lain. Di tengah keadaan yang mengancam hidupnya, Nabi Yeremia berseru kepada Tuhan memohon keadilan Tuhan. Nabi Yeremia menyerahkan masalahnya kepada Tuhan dan menantikan Tuhan melakukan pembalasan karena Nabi Yeremia sadar bahwa dia tidak memiliki hak untuk melakukan pembalasan (11:20). Allah mempedulikan kesulitan Nabi Yeremia. Allah menyatakan keadilan- Nya dan memberikan hukuman kepada orang-orang Anatot yang berusaha melawan Allah dengan mengancam nabi-Nya. Hukuman yang akan diterima oleh penduduk Anatot berupa kematian generasi muda dan anak-anak oleh pedang dan kelaparan. Nabi Yeremia merasa terhibur karena Tuhan akan membalaskan kejahatan yang dilakukan orang-orang yang menghalangi pekerjaannya dengan cara dan dalam waktu Tuhan. Saat ini pun, orang percaya akan dihibur oleh keadilan Allah, yaitu bahwa orang-orang jahat akanmendapat pembalasan dari Allah. [LH]

Yeremia 11:22b-23
“Aku akan menghukum mereka: pemuda-pemuda mereka akan mati oleh pedang, anak-anak mereka yang laki-laki dan perempuan akan habis mati kelaparan; tidak ada yang tinggal hidup di antara mereka, sebab Aku akan mendatangkan malapetaka kepada orang-orang Anatot pada tahun hukuman mereka”
July 12, 2014, 04:43:17 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Penyembahan Berhala
Posted on Kamis, 10 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 11
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/11/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yos/21/13


Pelayanan Nabi Yeremia sebagai nabi Allah menjadi semakin berat. Orang-orang dari tanah kelahirannya—Anatot—tidak suka terhadap berita dari Allah yang disampaikan oleh Nabi Yeremia(11:21). Mereka bukan hanya tidak suka terhadap berita yang disampaikan oleh Nabi Yeremia, tetapi mereka juga berencana untuk membunuh Nabi Yeremia. Penghuni Anatot bukanlah orang biasa karena Anatot merupakan suatu daerah yang dikhususkan bagi orang Lewi (Yosua 21:13-18). Orang Lewi memiliki hak istimewa untuk bertugas di bait Allah, sehingga diharapkan bahwa mereka lebih rohani dibandingkan suku-suku yang lain. Di tengah keadaan yang mengancam hidupnya, Nabi Yeremia berseru kepada Tuhan memohon keadilan Tuhan. Nabi Yeremia menyerahkan masalahnya kepada Tuhan dan menantikan Tuhan melakukan pembalasan karena Nabi Yeremia sadar bahwa dia tidak memiliki hak untuk melakukan pembalasan (11:20). Allah mempedulikan kesulitan Nabi Yeremia. Allah menyatakan keadilan- Nya dan memberikan hukuman kepada orang-orang Anatot yang berusaha melawan Allah dengan mengancam nabi-Nya. Hukuman yang akan diterima oleh penduduk Anatot berupa kematian generasi muda dan anak-anak oleh pedang dan kelaparan. Nabi Yeremia merasa terhibur karena Tuhan akan membalaskan kejahatan yang dilakukan orang-orang yang menghalangi pekerjaannya dengan cara dan dalam waktu Tuhan. Saat ini pun, orang percaya akan dihibur oleh keadilan Allah, yaitu bahwa orang-orang jahat akanmendapat pembalasan dari Allah. [LH]

Yeremia 11:22b-23
“Aku akan menghukum mereka: pemuda-pemuda mereka akan mati oleh pedang, anak-anak mereka yang laki-laki dan perempuan akan habis mati kelaparan; tidak ada yang tinggal hidup di antara mereka, sebab Aku akan mendatangkan malapetaka kepada orang-orang Anatot pada tahun hukuman mereka”




Tabur kebaikan, bukan kebencian
Posted on Jumat, 11 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 21:1-14
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/21/1

Bangsa Israel pernah berjanji, bahwa mereka tidak akan membunuh dan mengusir orang Gibeon (Yos. 9:3-15). Sejak saat Yosua ini, penduduk Gibeon, yang sebenarnya adalah orang asing, diperbolehkan hidup bersama bangsa Israel.Bahkan di dalam kitab Tawarikh penduduk Gibeon didaftarkan sebagai penduduk tetap Israel. Oleh karena itu keberadaan penduduk Gibeon sudah dianggap sebagai bagian dari bangsa Israel.

Dalam kerangka kepentingan politisnya, Saul menghalalkan segala cara dengan mencoba menghabisi etnis Gibeon dari bumi Israel. Banyak orang Gibeon yang mati terbunuh oleh Saul dan keluarganya. Penduduk Gibeon, yang sebenarnya sudah menjadi bagian keluarga Israel, tidak dapat melawan perbuatan Saul yang tidak adil terhadap mereka, karena mereka lemah dan minoritas. Mereka hanya dapat menunggu keadilan. Saul tidak menaburkan benih kebaikan kepada sesamanya, malah. menaburkan benih kebencian. Meski hanya dapat berdiam diri memohon keadilan dari Tuhan, tentu secara manusiawi di dalam hati mereka terdapat rasa benci dan prasangka buruk terhadap bangsa Israel.

Tuhan melihat ketidakadilan ini sehingga Dia mengizinkan terjadinya kelaparan melanda bumi Israel selama tiga tahun. Setelah Daud meneliti dengan saksama, dia tahu bahwa ini disebabkan oleh kesalahan besar yang telah diperbuat Saul, raja pendahulunya. Untuk itulah Daud memberi perintah agar perkara ini diselesaikan.

Di dalam hidup bermasyarakat dan bergereja, kita hendaknya menabur kebaikan. Biarlah kita dikenang oleh karena kebaikan-kebaikan yang kita taburkan kepada orang lain. Tuhan Yesus sudah memberikan perintah kepada kita untuk dapat menjadi terang dengan menaburkan kebaikan bagi sesama. Janganlah kita menaburkan benih kebencian seperti yang telah diperbuat Saul. Setelah kita, baik secara sengaja maupun tidak, melakukan hal yang tidak baik kepada sesama kita, segeralah menyelesaikan perkara ini dengan meminta maaf, agar tidak tertanam benih kebencian di hati mereka.
July 12, 2014, 04:44:29 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Pembalasan adalah Hak Tuhan
Posted on Jumat, 11 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 12
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/12/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/11/19

Rasanya tidak adil bila orang percaya—yang hidup saleh di hadapan Tuhan—keadaan hidupnya tidak lebih baik daripada orang-orang yang hidupnya tidak mempedulikan Tuhan atau orang-orang yang munafik (12:2), yaitu orang-orang Anatot yang hendak “menyembelih” Nabi Yeremia (11:19). Atas apa yang dialaminya, Nabi Yeremia berserah kepada Tuhan, supaya Tuhan yang bertindak melakukan pembalasan (12:3). Akan tetapi, respons Allah tidak seperti yang diharapkan Nabi Yeremia. Allah tidak memberi respons terhadap kejahatan yang dialami oleh Yeremia, tetapi fokus respons Allah adalah kepada hamba-Nya sendiri. Allah memberikan pengertian kepada Nabi Yeremia bahwa:

Pertama, kehidupan rohani dalam menaati Tuhan itu tidak mudah, harus diperjuangkan seperti bila seseorang mengikuti perlombaan lari. Tuhan mengingatkan Nabi Yeremia bahwa dirinya harus tetap bergerak.

Kedua, kehidupan ini tidak menjadi semakin mudah, melainkan semakin sulit. Dirinya harus bergerak berlari seperti berpacu melawan kuda.

Ketiga, segala kesulitan yang dialami berguna untuk menumbuhkan iman sehingga kita bisa mempercayai Allah dalam keadaan apa pun. Allah mengajarkan kepada Nabi Yeremia bahwa jikalau Yeremia hanya percaya kepada Allah saat kehidupan aman dan damai, bagaimana Nabi Yeremia dapat percaya kepada Allah saat keadaan sulit. Bagi kita saat ini, Firman Tuhan mengingatkan bahwa kita seringkali begitu mudah percaya kepada Allah di saat keadaan aman dan damai. Pergumulan hidup yang begitu banyak merupakan alat yang dipakai Allah untuk mengajar kita agar percaya kepada Dia di saat keadaan yang tersulit sekalipun. [LH]

Yeremia 12:5
“Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan?”
July 13, 2014, 05:02:22 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Mempersiapkan Daud-Daud muda
Posted on Sabtu, 12 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 21:15-22
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/21/15
http://www.jesoes.com/alkitab/1sam/17/1

Pada masa mudanya, Daud pernah berhasil menaklukkan Goliat yang adalah raksasa Filistin yang sulit dikalahkan (lihat 1Sam. 17). Ketika Daud sudah tua, raksasa-raksasa Filistin masih tetap menjadi ancaman bagi Israel. Daud yang sudah tua, tentu saja tidak selincah ketika dia sebelumnya melawan Goliat. Dalam sebuah peperangan melawan tentara Filistin, dia merasa letih lesu (15). Fisik Daud tidak menunjang untuk menghadapi Yisbi-Benob, panglima tentara Filistin, yang adalah seorang raksasa, seperti halnya Goliat.

Jadi, apakah Daud tidak sanggup lagi mengalahkan Yisbi-Benob, si raksasa? Tentu saja sanggup! Namun bukan melalui tangan Daud sendiri, melainkan tangan Abisai, anak Zeruya, salah seorang dari “Daud-Daud muda” yang telah ia bina. Dapat dikatakan, bahwa Daud sebagai pemimpin tetap berhasil mengalahkan si raksasa Filistin. Kunci kesuksesan Daud ialah keberhasilannya membuahkan “Daud-Daud muda” yang dapat mengulang peristiwa “Daud vs. Goliat”. Abisai, sang “Daud muda”, berhasil mengalahkan Yisbi-Benob. Peristiwa “Daud muda vs. Goliat muda” ini terus berulang bagaikan refrein:

    Daud vs. Goliat
    Abisai vs. Yisbi-Benob
    Sibkhai vs. Saf
    Elhanan vs. Goliat
    Yonatan vs. raksasa dengan dua puluh empat jari tangan dan kaki

Bagaimana proses pengkaderan ini terjadi? Keteladanan dan pelatihan. Daud. Walau tidak sempurna, Daud menjadi teladan iman, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam memimpin bangsa. Kader-kader Daud dipersiapkan lewat pelatihan yang mereka ikuti. Misalnya, keikutsertaan mereka dalam peperangan melawan Filistin, yang terjadi hampir sepanjang masa pemerintahan Daud.

Gereja juga harus menyiapkan kader-kader untuk masa depan pelayanan. Para pemimpin rohani maupun awam harus menjadi contoh iman, kesetiaan, dan tanggung jawab kepada generasi muda. Generasi muda harus diberi kesempatan untuk melayani dan memimpin. Pada pundak merekalah, tugas pewartaan kabar baik gereja akan dapat dituntaskan.





Masalah Menumbuhkan Iman
Posted on Sabtu, 12 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 13
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/13/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/26/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/2/24

Ikat pinggang yang lapuk dipakai Allah untuk menunjukan bahwa umat Allah tidak lagi bisa dipakai untuk memenuhi tujuan Allah. Kejahatan mereka— yaitu menyembah berhala—telah membuat mereka menjadi tidak berguna untuk apa pun (13:10). Dalam pasal ini, bangsa Israel bisa merasa bangga karena mereka diibaratkan seperti ikat pinggang dari lenan yang diikatkan di pinggang. Ikat pinggang lenan termasuk barang yang mahal, indah, dan termasuk jenis kain yang terbaik. Kemah suci pun dihiasi dengan lenan halus (Keluaran 26:1). Demikianlah Israel dinyatakan seperti kain yang berharga dan mewah. Allah mengumpamakan umat Tuhan seperti ikat pinggang yang direkatkan pada pinggang; artinya, umat Tuhan ditempatkan sebagai umat yang istimewa untuk kemuliaan Allah (Yeremia 13:11). Ikat pinggang ini juga mencerminkan relasi Allah dan Israel yang melekat seperti relasi suami istri (perhatikan bahwa dalam bahasa Ibrani, kata “melekat” pada ayat 11 dan kata “bersatu” dalam Kejadian 2:24 memiliki akar kata yang sama). Karena umat Allah tidak mau mendengarkan Allah (Yeremia 13:11), maka seperti ikat pinggang yang dilepaskan dari pinggang dan disimpan, demikianlah Tuhan menyatakan bahwa umat Allah tidak lagi bisa dipakai untuk tujuan Allah. Tuhan menghendaki supaya kita memiliki sikap hati yang mau mendengarkan Tuhan dan mentaatinya. Dengan demikian, hidup kita akan terpuji dan terhormat bagi kemuliaan Allah. Hiasan hidup orang percaya bukanlah kemewahan dunia dan segala keberhasilannya, tetapi ketaatan terhadap kebenaran firman Allah yang berguna bagi tujuan Allah. [LH]

Yeremia 13:11
“Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah Firman Tuhan, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagiKu. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar”
July 14, 2014, 05:05:48 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Syukur dan setia
Posted on Minggu, 13 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 138
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/138/1

Menyaksikan bahwa Allah yang kita sembah dalam Kristus ialah Allah satu-satunya, tidaklah selalu mudah. Terutama, di negeri yang multireligio-kultural serta di era pluralisme ini. Hendaknya kita bukan hanya berteori atau berteologi bahwa monoteisme lebih masuk akal daripada politeisme, tetapi harus disertai kesaksian hidup monoloyalitas kepada Kristus.

Ucapan syukur Daud, yang memulai rangkaian terakhir mazmur Daud (138-145) di buku kelima kitab Mazmur ini, menegaskan keesaan Tuhan, Allah Israel. “… di hadapan para allah…” Para allah ini bisa dimengerti sebagai sesembahan bangsa-bangsa nonIsrael yang hakikatnya mati atau para pemimpin umat yang menyembah mereka (berhala!). Proklamasi keesaan Allah, yang disertai dengan bukti pengalaman pemazmur akan kasih setia-Nya (2-3), menjadi dasar bagi para pemimpin bangsa-bangsa nonIsrael untuk mengakui bahwa memang hanya Allah Israel yang patut dipuji karena kemuliaan-Nya, dan patut disyukuri karena janji-Nya (4-5).

Pengalaman Daud menjadi bukti bahwa kasih setia Tuhan dapat diandalkan. Saat masih ‘hina’, Tuhan memilih dia untuk menjadi raja atas Israel. Walau harus mengalami proses panjang untuk naik ke takhta, penyertaan Tuhan mempersiapkan dan memperlengkapi dia menjadi raja yang setia. Pengalaman inilah yang membuat Daud mampu mengantisipasi masa depan dengan penuh keyakinan dan pengharapan (7-8). Sudah menjadi raja pun Daud masih harus menghadapi tantangan dan kesulitan. Namun, “Tuhan akan menyelesaikannya bagiku.”

Dunia yang pluralis mengajak kita bukan setia pada satu junjungan, melainkan mengklaim ‘hak’ untuk sukses dengan merengkuh sebanyak-banyaknya yang ditawarkan kepada kita, yaitu segala ilah dunia ini. Marilah kita setia hanya kepada Dia, mengucap syukur dalam segala hal, termasuk tatkala Dia mengizinkan kesusahan melanda hidup kita.





Hidup Untuk Tujuan Allah
Posted on Minggu, 13 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 14
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/14/1
http://www.jesoes.com/alkitab/ul/11/13

Bangsa Yehuda mengalami bencana kekeringan yang luar biasa. Apakah kekeringan ini hanya persoalan musim belaka? Ternyata tidak. Dalam Imamat 26:18-20, Tuhan telah berfirman bahwa jika mereka tidak taat, langit akan seperti besi bagi mereka. Tuhan akan menutup langit jika mereka menyembah allah lain (Ulangan 11:13-17). Oleh karena itu, jelas bahwa kekeringan yang dialami oleh bangsa Yehuda pada waktu itu bukanlah sekedar masalah musim, tetapi kekeringan itu merupakan hukuman Tuhan atas perbuatan dosa yang dilakukan bangsa Yehuda. Allah selalu menepati perkataan-Nya. Dia menjanjikan berkat bagi umat-Nya yang taat, tetapi Ia juga menetapkan hukuman bila umat-Nya berbuat dosa menyembah allah lain. Bila Allah menjatuhkan hukuman terhadap bangsa Yehuda yang berbuat dosa, hal itu menunjukkan bahwa Allah mampu dan pasti akan menepati perkataan-Nya. Mengapa Allah melarang Nabi Yeremia mendoakan bangsa Yehuda (14:11)? Karena bangsa Yehuda telah berlaku munafik. Allah tahu bahwa korban bakaran dan sajian mereka tidak didorong oleh hati yang mau bertobat sungguh-sungguh. Mereka berseru meminta pertolongan Tuhan, tetapi seruan mereka bukan cermin dari pertobatan. Sekalipun Nabi Yeremia berusaha membela umat Tuhan dengan mengatakan bahwa nabi palsu yang seharusnya disalahkan, Allah tetap akan menghukum karena sudah seharusnya bangsa Yehuda mengetahui bahwa mereka yang mengaku sebagai nabi (selain Nabi Yeremia) adalah para nabi palsu. Tidak mungkin nabi yang berasal dari Allah membiarkan umat Tuhan menyembah berhala! Nabi Tuhan selalu menyerukan isi hati Tuhan, yaitu supaya umat semakin mencintai Tuhan. Sebaliknya, nabi palsu membawa orang semakin jauh dari kehendak Tuhan. Biarlah kita semakin bertumbuh dalam pengajaran yang benar yang mengarahkan kita untuk melakukan kehendak Tuhan. [LH]

Matius 7:15
“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu…”
July 15, 2014, 05:14:56 AM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Hitung berkat Tuhan satu persatu
Posted on Senin, 14 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 22:1-51
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/22/1
http://www.jesoes.com/alkitab/bil/11/10
http://www.jesoes.com/alkitab/yos/7/6
http://www.jesoes.com/alkitab/1raj/19/1

Daud adalah seorang pemazmur yang handal. Banyak penafsir mengidentikkan kitab Mazmur sebagai Mazmur Daud. Mazmur Daud lahir dari pengenalannya akan Allah yang diteguhkan oleh pengalamannya berjalan bersama Allah.
Nyanyian Daud pada perikop ini mirip sekali dengan Mazmur 18, yang diberi judul sebagai nyanyian Daud kepada Tuhan saat dilepaskan dari para musuhnya, termasuk Saul. Mazmur Syukur ini ditulis pada masa tua Daud, yang mencoba menghitung berkat-berkat perlindungan yang diberikan Tuhan kepadanya, satu per satu.

Pengalaman Daud ditolong oleh Tuhan diungkapkan secara inti pada ayat 7 “…dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, … Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, …” Paparan yang luar biasa, dimulai dari gambaran Allah sebagai Gunung Batu yang tak goyah, tempat perlindungan dari bahaya, termasuk alam maut (2-6). Pertolongan Allah kemudian dipaparkan sebagai tindakan aktif secara kosmik menyelamatkan hamba-Nya (8-20). Allah mengendalikan alam ini untuk melindungi hamba-Nya dari para musuh.

Dari dasar karakter Allah ini, Daud kemudian berpaling melihat diri sendiri. Ia sadar perkenan Allah kepada dirinya, semata anugerah. Maka, ia pun merespons anugerah itu dengan menjaga hidup berkenan kepada-Nya (21-30), sehingga ia berani berharap dan bersandar kepada-Nya. Mazmur ini mengungkapkan bagaimana Allah sendiri yang menuntun, memperlengkapi, dan mengajar Daud berperang mengalahkan musuh-musuhnya, yang adalah musuh-musuh Tuhan (31-49). Sehingga Daud bisa menutup mazmurnya dengan ungkapan syukur yang keluar dari hati yang terdalam (50-51).

Fungsi mazmur ini bagi Daud ialah berterima kasih kepada Tuhan sehingga beroleh hati bijaksana. Juga agar beroleh kekuatan dalam menapaki kehidupan. Selain itu, bersaksi supaya orang yang mendengarkan atau melantunkan mazmur ini dapat memperoleh kekuatan hidup. Hitung berkat Tuhan satu persatu, maka kita akan memperoleh kekuatan hidup bagi diri sendiri dan memberikan kekuatan hidup bagi yang lain!





Hukuman Bagi Pengikut Nabi Palsu
Posted on Senin, 14 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 15
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/15/1

Bagi Nabi Yeremia, menjadi nabi merupakan suatu tugas yang berat yang membuat dia menyesali hari kelahirannya. Kehidupannya dirasakan sebagai masalah bagi orang lain, yaitu saudara sebangsanya. Sang nabi merasa bahwa tidak ada seorang pun yang ramah terhadap dirinya. Semua orang mengutuki dirinya bukan karena kehidupannya bobrok, tetapi karena kebenaran firman Allah yang disampaikannya (15:10). Di tengah keadaan seperti ini, Nabi Yeremia berharap bahwa Tuhan memperhatikan dia dan segera menolongnya. Nabi Yeremia bertanya kepada Tuhan, mengapa penderitaan yang dialaminya seperti tidak ada habisnya. Mungkin kita bisa terperanjat saat membaca tentang kekecewaan Nabi Yeremia terhadap Tuhan. Nabi Yeremia merasa bahwa Tuhan tidak memenuhi apa yang dia harapkan (15:18, seperti sungai yang curang, tidak dapat dipercayai). Perhatikan bahwa Nabi Musa juga pernah mengalami putus asa karena beban berat yang harus dia pikul (Bilangan 11:10-15), demikian pula dengan Yosua (Yosua 7:6-11) dan Nabi Elia yang ingin mati (1 Raja-raja 19). Ternyata bahwa seorang hamba Tuhan adalah manusia biasa yang masih bisa berkeluh kesah, merasa kecil hati, dan merasa ketakutan. Allah mengetahui beratnya tekanan yang dialami oleh Nabi Yeremia dalam menjalankan tugasnya. Walaupun Nabi Yeremia telah mengucapkan hal yang tidak berharga (15:18), Allah dengan penuh kasih menyerukan kepada Nabi Yeremia untuk “kembali” atau “bertobat”. Bila Nabi Yeremia kembali kepada Allah dan percaya kepada janji-Nya, Allah akan menyertai Nabi Yeremia dan menguatkan dia (15:19-21). Demikian pula, Tuhan akan selalu menyertai dan menguatkan orang percaya dalam menjalani tantangan kehidupan yang berat untuk menjadi alat di tangan-Nya guna menyatakan kemuliaan-Nya. [LH]

Yeremia 1:8
“Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah Firman Tuhan.”
July 16, 2014, 05:07:05 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Anugerah & penyertaan pada pemimpin
Posted on Selasa, 15 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Samuel 23:1-7
http://www.jesoes.com/alkitab/2sam/23/1

Ucapan Daud di sini merupakan nubuat bagi pelayanannya di kemudian hari, melalui keturunannya. Bukan berisikan jasa-jasa Daud sehingga berhak mendapatkan kehormatan raja dan kelanggengan takhta, melainkan semata karena anugerah Allah.

Daud mulai dengan menyebut diri sebagai “…orang yang diangkat tinggi”, “…diurapi Allah Yakub”, dan “…pemazmur yang disenangi Israel” (1). Tak ada kesombongan dalam kesadaran anugerah itu. Berita nubuat yang dia ucapkan pun disampaikan karena Allah yang berbicara (2-3), sedangkan dirinya hanya sebagai media. Isi berita itu merupakan esensi perjanjian Allah kepada Daud (5; 2Sam. 7). Dimulai dengan kriteria seorang raja yang berkenan kepada Tuhan (3b) dan efeknya bagi umat yang dilayani (4). Indah sekali karena gambaran yang dipakai begitu alami, kesegaran pagi oleh mentari dan kesegaran hari oleh hujan. Semua melambangkan kehidupan yang segar dan berpengharapan! Itulah hasil pelayanan raja-gembala Israel yang diberkati Tuhan dan yang akan dinikmati umat Tuhan.

Semua itu merupakan perkenan Tuhan atas dirinya dan keluarganya untuk tetap ada di takhta Israel sehingga pelayanan kepada umat Tuhan terjaga terus menerus! Sedangkan para musuh akan dimusnahkan seperti orang membongkar habis semak duri dan alang-alang tajam yang menutupi ladang agar dapat ditanami kembali (6-7).

Kenyataan kelak, keturunan Daud tidak semua setia pada panggilan sebagai raja-gembala Israel, tetapi Tuhan tetap setia meneguhkan mereka pada takhta Israel. Bahkan kelak dari keturunan Daud akan muncul Sang Mesias yang pemerintahan-Nya melampaui Israel kepada semua bangsa.

Walau penuh kelemahan dan kegagalan, Daud dapat menengok ke belakang, bahwa Tuhan telah memakai dirinya melayani umat-Nya. Daud juga berani menatap ke depan, berkat Tuhan akan dicurahkan melalui keturunannya. Kita belajar menengok ke belakang melihat kesetiaan dan anugerah-Nya. Mari kita menatap ke depan, dengan penyertaan Tuhan, kita berkomitmen memberikan yang terbaik!





Kasih Tuhan Saat Kita Kehilangan Arah
Posted on Selasa, 15 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 16
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/16/1

Babel sebagai alat penghukuman Tuhan digambarkan seperti penangkap ikan dan sebagai pemburu (16:16). Hukuman terhadap bangsa Yehuda itu seperti jala yang disebarkan dan tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari tangkapan jala itu. Penghukuman Tuhan juga digambarkan sebagai pemburu yang ditempatkan di berbagai penjuru, bahkan sampai di celah-celah bukit, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menyembunyikan diri. Gambaran di atas merupakan jawaban terhadap umat Allah yang berpikir bahwa Allah mungkin tidak mengetahui dosa yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Mereka bertanya, “… Apakah kesalahan kami dan apakah dosa yang telah kami lakukan terhadap TUHAN, Allah kami?” (16:10). Pertanyaan tersebut menunjuk kepada dua kemungkinan, yaitu mereka tidak menyadari dosa yang mereka perbuat atau mereka mengira bahwa TUHAN tidak mengetahui dosa yang mereka lakukan. Mereka tidak menyadari bahwa tidak ada dosa yang dapat disembunyikan dari hadapan Tuhan. Tuhan mengamati tingkah langkah mereka dan tidak ada yang dapat disembunyikan dari Tuhan (16:17). Jelaslah bahwa hukuman yang diberikan Allah kepada Yehuda setimpal dengan dosa yang mereka perbuat, yang semuanya diketahui oleh Allah. Apakah anda saat ini masih mempertahankan kebiasaan kehidupan yang berdosa dan Anda berharap bahwa Tuhan tidak memperhatikan dosa tersebut? Sesungguhnya, Allah mengetahui segala sesuatu. Kesadaran bahwa Allah mengetahui segala sesuatu merupakan langkah awal yang akan membawa kita kepada pertobatan. [LH]

Ibrani 4:13
“Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.“
July 17, 2014, 05:34:09 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Jangan Sembunyikan Dosa mu
Posted on Rabu, 16 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 17
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/17/1

Nabi Yeremia memaparkan dosa-dosa yang dilakukan oleh umat Tuhan, yaitu penyembahan berhala (17:1-4); ketidakpercayaan terhadap penyertaan Allah, lebih percaya kepada manusia atau kepada bangsa lain (17:5-10); keserakahan (17:11); meninggalkan Tuhan (17:12-13); dan menolak nabi Tuhan (17:14-18). Pada zaman ini, dosa keserakahan sangat kuat menguasai manusia. Keserakahan umumnya tidak disebabkan karena seseorang mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi karena ia tidak pernah bisa merasa cukup dengan apa yang dia miliki. Keserakahan akhirnya mendorong seseorang untuk berani mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak halal. Nabi Yeremia menuliskan masalah di atas untuk menjelaskan bahwa kekayaan tidak ada artinya bila waktu penghakiman tiba, apalagi bagi mereka yang memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak halal. Keserakahan mendatangkan hukuman Tuhan. Orang yang serakah adalah orang yang beriman pada materi, bukan pada Tuhan. Keserakahan menunjukan bahwa sumber kebahagiaan hidup seseorang bukanlah Tuhan, melainkan materi. Dia mengira bahwa banyaknya materi akan membuat hidupnya terasa bahagia, aman, dan tenang, padahal kebahagiaan, keamanan, dan ketenangan yang dimilikinya adalah palsu. Kenyataannya, orang yang serakah akan hidup dalam kekuatiran karena dia takut kehilangan apa yang dimilikinya. Tuhan tidak menghendaki kekayaan yang kita peroleh dengan cara yang tidak halal (melalui korupsi, tipuan, atau dengan melakukan ketidakadilan).

Semua yang diperoleh dengan cara tidak halal bukanlah berkat

Tuhan dan tidak memberikan damai sejahtera. [LH]

Yeremia 17:11
“Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.”
July 18, 2014, 05:00:34 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Dosa Serakah
Posted on Kamis, 17 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 18
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/18/1

Allah menyuruh Yeremia untuk pergi ke tukang periuk. Melalui gambaran tentang tukang periuk, Allah menjelaskan bahwa Dia berdaulat atas semua bangsa. Sebagaimana penjunan akan menghancurkan bejana yang rusak, demikianlah Tuhan memperlihatkan kedaulatan-Nya untuk mencabut dan merobohkan bangsa yang jahat. Firman Tuhan mengatakan, “… Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” (18:6). Pernyataan ini berarti bahwa bangsa Israel berada di dalam kendali Allah, sehingga bangsa Israel sebenarnya tidak dapat berpikir dengan seenaknya bahwa hidup mereka dikendalikan oleh diri mereka sendiri seperti yang mereka kira (18:12). Mengapa tukang periuk menghancurkan bejana tersebut? Bejana tersebut dihancurkan karena bejana itu tidak sesuai dengan standar yang diharapkan oleh tukang periuk. Seorang tukang periuk memiliki harapan seperti apa nantinya bentuk bejana itu, sehingga bejana itu bisa dibanggakan. Melalui gambaran ini, Allah menyatakan bahwa Dia berdaulat atas kehidupan umat-Nya. Dalam kedaulatan-Nya, terdapat standar yang diharapkan Allah atas ciptaan-Nya. Allah berhak memberikan standar dan Israel harus hidup sesuai dengan standar tersebut. Kesadaran bahwa Allah berdaulat atas kehidupan kita seharusnya membuat kita dengan sukacita mempercayakan segala sesuatu dalam hidup kita kepada-Nya. Kita perlu meyakini bahwa dalam kedaulatan Tuhan terdapat kebaikan Tuhan. Oleh karena itu, jika kita tunduk pada kedaulatan Allah, sepantasnya kita hidup sesuai dengan standar Tuhan, bukan standar diri kita sendiri.[LH]

Yeremia 18:6
“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah Firman Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!”
July 19, 2014, 05:34:12 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Allah Berkuasa untuk Menghukum
Posted on Jumat, 18 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 19
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/19/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/31
http://www.jesoes.com/alkitab/ul/18/10
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/15/20
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/28/20

Di dalam pasal ini Allah menyuruh Nabi Yeremia untuk mengajak beberapa tua-tua dan beberapa imam bangsa Yehuda. Di hadapan mereka, Nabi Yeremia harus menyampaikan pesan Tuhan berupa penghukuman yang akan menimpa bangsa Yehuda. Tentunya, perjalanan Nabi Yeremia bersama dengan mereka itu merupakan perjalanan yang menegangkan karena mereka tidak menyukai Yeremia. Tindakan Yeremia menunjukkan keyakinan Nabi Yeremia bahwa Allah menyertai dia ketika dirinya melakukan kehendak Tuhan. Allah memilih lembah Ben-Hinom sebagai tempat untuk menyampaikan pesan-Nya kepada bangsa Yehuda. Pada pasal 7:31 telah dijelaskan bahwa di lembah Ben Hinom, umat Tuhan melakukan kekejian dihadapan-Nya, yaitu mereka mempersembahkan anak-anak mereka kepada dewa Baal (Bandingkan dengan 19:5). Tindakan mempersembahkan anak itu amat keterlaluan karena Allah sudah melarang praktik keagamaan seperti itu dengan keras (Ulangan 18:10). Tindakan mempersembahkan anak sebagai korban bakaran kepada Baal itu menunjukkan bahwa mereka telah meninggalkan Tuhan. Setelah membongkar segala kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Yehuda, Nabi Yeremia memecahkan buli-buli di depan mata mereka (Yeremia 19:10). Buli-buli yang pecah berkeping-keping karena dibanting dengan keras itu mencerminkan amarah Tuhan yang luar biasa kepada bangsa Yehuda. Dapat bayangkan betapa panasnya hati para tua-tua menyaksikan apa yang dilakukan oleh Nabi Yeremia. Namun, Nabi Yeremia tidak takut dan dengan berani tetap melanjutkan penyampaian berita penghukuman itu di pelataran rumah Tuhan di hadapan orang banyak. Kiranya kita juga memiliki ketetapan hati untuk berani melakukan apa yang Tuhan ingin untuk kita lakukan karena Tuhan menyertai orang yang percaya kepada-Nya (15:20; Matius 28:20). [LH]

Matius 28:20
“…….Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada Akhir zaman”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)