Author Topic: Saat Teduh  (Read 64287 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 20, 2014, 03:55:31 PM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Panggilan Allah
Posted on Sabtu, 19 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 20
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/20/1

Ketaatan Nabi Yeremia kepada Tuhan mengandung risiko. Kali ini, Nabi Yeremia dipukul oleh Pasyhur dan dipasung semalaman di pintu gerbang. Dengan demikian, Pasyhur bukan hanya sekedar ingin menyakiti Nabi Yeremia, tetapi dia juga ingin mempermalukan Nabi Yeremia di hadapan orang banyak. Pasyhur dikutuk oleh Tuhan. Dia dan keluarganya akan dibawa ke Babel dan mati di sana. Bagi orang Yahudi, dikubur di luar tanah bangsanya merupakan tanda hukuman Tuhan. Pasyhur mendapatkan hukuman Tuhan bukan semata-mata karena menyakiti Nabi Yeremia, tetapi juga karena dia secara tidak langsung memberitakan kebohongan dengan cara menolak berita yang disampaikan oleh Nabi Yeremia. Pasyhur tidak menyukai kebenaran firman Allah yang disampaikan melalui Nabi Yeremia. Hanya ada satu kemungkinan yang membuat Pasyhur melawan kebenaran firman Allah, yaitu karena dia telah berdosa. Kebenaran firman Allah menelanjangi dosa yang terdapat dalam diri Pasyhur. Pasyhur memilih untuk menolak kebenaran dan terus menutupi segala kejahatannya. Seharusnya, dia dapat memilih untuk menerima kebenaran Firman Tuhan dengan kerendahan hati dan membiarkan firman itu mengubah kehidupannya. Firman Allah dapat menjamah kita saat kita beribadah di gereja atau saat kita merenungkan firman Allah di rumah. ROH KUDUS mengingatkan kebenaran Firman Tuhan yang pernah kita baca untuk menegur kita. Janganlah melawan kebenaran firman yang menegur kita agar kita tidak mengalami hukuman Allah seperti Pasyhur. [LH]

Yeremia 20:1,2
“Pasyhur bin Imer, imam yang pada waktu itu menjabat kepala di rumah TUHAN, mendengar Yeremia menubuatkan perkataan-perkataan itu. Lalu Pasyhur memukul nabi Yeremia dan memasungkan dia di pintu gerbang Benyamin yang ada di atas rumah TUHAN.”
July 20, 2014, 03:56:18 PM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Tunduk kepada Firman Allah Minggu
Posted on Minggu, 20 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 21
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/21/1

Serangan dari Babel sudah berada di depan mata. Hal ini membuat Raja Zedekia berusaha mencari cara untuk menangani situasi yang menegangkan bagi kerajaan Yehuda. Salah satunya adalah dengan mengirim utusan kepada Nabi Yeremia untuk mencari tahu petunjuk Tuhan melaluinya. Hal ini sungguh bertentangan dengan sifat asli Raja Zedekia. Dalam 2 Tawarikh 36:12 dikatakan bahwa Raja Zedekia melakukan yang jahat dihadapan Tuhan dan tidak merendahkan diri di hadapan Nabi Yeremia. Tekanan yang luar biasa hebat akhirnya membuat raja ini merendahkan diri di hadapan hamba Tuhan. Raja Zedekia berharap agar Tuhan melakukan keajaiban seperti dahulu, tetapi jawaban yang didapat adalah Tuhan berpihak kepada Babel dan akan memerangi Yehuda sehingga Yehuda dikalahkan. Jikalau dahulu, dalam Ulangan 5:15, Allah berperang bagi umat-Nya dan membebaskan mereka dari tempat perbudakan Mesir, kali ini Allah akan membawa mereka ke negeri pembuangan. Nasi telah menjadi bubur, demikianlah kira-kira situasi yang terjadi yang sudah tidak dapat diubah lagi. Allah telah berulang kali memberitahukan bahwa ketidaktaatan mereka dapat membuat Allah murka, tetapi para pemimpin tidak peduli. Mereka lebih memilih beribadah kepada berhala yang mati daripada beribadah kepada Allah yang hidup. Itu berarti bahwa mereka memilih kematian. Raja Zedekia berharap bahwa Tuhan akan melakukan keajaiban bagi dirinya seperti yg pernah dilakukan Tuhan kepada umat-Nya dahulu. Merupakan suatu kebodohan bila kita berharap agar Tuhan melakukan sesuatu bagi kita seperti yang Dia lakukan kepada umat-Nya dahulu, tetapi kita tetap mempertahankan kesalahan kita. [LH]

Ulangan 30:19
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”
July 22, 2014, 05:34:55 AM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Apa yang kau pilih?
Posted on Senin, 21 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 22
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/22/1

Raja Yoyakim adalah keturunan raja Yosia, tetapi hidupnya tidak seperti ayahnya yang taat kepada Tuhan. Kejahatannya tercatat dalam 2 Raja-raja 24:3-4, yaitu melakukan kejahatan seperti Raja Manasye dan banyak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Di dalam Yeremia pasal 22, Tuhan mencela cara Raja Yoyakim menggunakan kekuasaannya untuk melakukan ketidakadilan. Dia memeras rakyat Yehuda agar bisa memberikan pajak kepada bangsa Mesir (2 Raja-raja 23:35). Raja Yoyakim adalah seorang raja yang tamak. Di tengah situasi krisis pada masa itu, dia lebih mengutamakan pembangunan istananya dengan memakai kayu-kayu aras yang mahal (Yeremia 22:14-15). Mungkin dirinya ingin mengulang kehebatan Raja Salomo yang membangun istananya dengan kayu aras. Dalam pembangunannya pun, dia tidak peduli jikalau harus memakai tenaga orang tanpa membayar. Sesungguhnya, tindakan Raja Yoyakim ini melanggar hukum yang ditetapkan Tuhan tentang membayar upah pekerja (Imamat 19:13). Raja Yoyakim tidak peduli dengan penderitaan orang-orang di sekitarnya. Dirinya hanya memikirkan kesenangan pribadi. Allah menilai kehidupan Raja Yoyakim yang penuh dengan ketamakan ini sebagai hidup yang tidak mengenal Allah. Bagi Allah, orang yang benar-benar mengenal Dia pasti akan melakukan keadilan dan kebenaran, seperti halnya dengan Raja Yosia (Yeremia 22:15-16).Bagaimana dengan Anda? Apakah selama ini, kehidupan Anda merefleksikan bahwa Anda adalah orang yang memiliki hubungan dengan Allah di dalam Yesus Kristus? [LH]

Lukas 6:46
“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?.”





Tetaplah tenang dan berdoalah!
Posted on Senin, 21 Juli, 2014 by Saat Teduh

Banyak isu tersebar tentang akan adanya kerusuhan pasca Pilpres sehingga banyak orang menjadi takut. Berhikmat dan berhati-hati itu perlu, tetapi ketakutan yang berlebihan itu tidak perlu.

Sikap yang benar adalah doakan semuanya dengan iman yang teguh kepada TUHAN, bahwa Ia pasti melindungi bangsa dan negara kita, dan percaya bahwa Allah diam di antara kita menyertai anak-anak-Nya.

Tujuan Allah mewujudkan diri-Nya menjadi manusia ialah supaya manusia memahami bahwa Allah tidak jauh dari kita tetapi dekat bahkan selalu bersama kita, sebab itu Tuhan Yesus disebut Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.

Kalau Allah diam di antara kita dan menyertai kita, mengapa kita harus takut?

Kiranya kemuliaan Allah memenuhi bumi Indonesia!

Yohanes 1:14 <Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.>
July 23, 2014, 05:23:05 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Hidup Orang Percaya
Posted on Selasa, 22 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 23
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/23/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/10/6
http://www.jesoes.com/alkitab/yoh/10/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/1/1

Allah itu penuh kasih. Ia memberikan harapan kepada Yehuda. Pada saat itu, para gembala Yehuda (para pemimpin politik dan rohani) adalah orang-orang yang korup, kelak akan ada seorang raja yang bijaksana yang akan melakukan keadilan dan kebenaran. Raja tersebut bernama TUHAN keadilan kita. Walaupun Tuhan akan menghukum dengan membuang mereka ke negeri Babel, Tuhan menjanjikan bahwa domba-domba yang tercerai-berai itu akan dikumpulkan kembali dan akan tinggal di tanahnya sendiri (23:5-8).

Dalam terang Perjanjian Baru, nubuatan Yeremia ini mengarah kepada Mesias, yaitu Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah gembala yang baik yang membawa kembali domba-domba yang sesat (Matius 10:6; Yohanes 10:1-18). Kristus membawa kita ke pada diri-Nya supaya kita yang berada dalam kegelapan bisa memperoleh pengampunan dosa dan dibenarkan oleh Allah.

Yeremia 23 adalah berita anugerah bagi bangsa Yehuda, yaitu bahwa penghukuman itu akan berakhir dan mereka akan kembali ke tanah mereka sendiri. Kegelapan akan berakhir dan mereka akan melihat terang. Merupakan berita anugerah juga bagi kita bahwa Yesus Kristus—keturunan Daud (Matius 1:1)—adalah gembala yang membebaskan kita dari kegelapan dan dari hukuman dosa. Tuhan Yesus bukan hanya datang untuk orang Yahudi. Keselamatan itu ditawarkan kepada semua orang.

Yohanes 10:16 mengatakan, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” [LH]

Yeremia 23:5
“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah Firman Tuhan, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.”









Tuhan yang memelihara aku mampu melakukan segala perkara
Posted on Selasa, 22 Juli, 2014 by Saat Teduh

Apa yang sedang aku alami sekarang, seringkali membuat aku berpikir: betapa besarnya bebanku dan betapa beratnya pergumulanku, aku merasa lelah dan tiada berdaya lagi…

Tapi, saat ini Engkau datang melawat aku dengan berkata, “Bukan itu yang harus kau pikirkan, tapi..
Pikirkanlah dengan siapa engkau berjalan dan kepada siapa engkau berharap. Karena Aku TUHAN, Allahmu, yang memelihara kamu, yang mampu melakukan segala perkara…”

Yesaya 41:10 <Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.>
July 24, 2014, 05:49:02 AM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Sukacita dalam pelayanan
Posted on Rabu, 23 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 17:10-15
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/17/10

Hal apa yang menjadi kesukaan tersendiri ketika kita memberitakan Injil, walaupunsusah dan penuh tantangan, bahkan penderitaan? Kesukaannya adalah karena melihat jiwa-jiwa dimenangkan bagi Kristus! Segala lelah dan duka berganti dengan sukacita. Apalagi kalau melihat jiwa-jiwa yang baru percaya itu begitu tulus dalam merenungkan firman sehingga bertumbuh semakin serupa Kristus!

Itulah yang dialami Paulus dan Silas di Berea saat mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi di situ. Berbeda dengan di Tesalonika, orang-orang Yahudi di kota Berea lebih terbuka kepada Injil. Mereka dengan sungguh-sungguh memeriksa kebenaran pengajaran Paulus dalam terang Perjanjian Lama (10-11). Sehingga akhirnya mereka, bahkan juga banyak perempuan Yunani terkemuka dimenangkan kepada Kristus (12).

Sayang, hal itu tidak berlangsung lama karena provokasi dari orang Yahudi yang datang dari Tesalonika. Demi keselamatan Paulus, orang percaya di Berea menyuruh Paulus berangkat ke Atena, sedangkan Silas dan Timotius tetap tinggal di Berea untuk melayani jemaat baru tersebut (13-15).

Dari bacaan kita hari ini, kita belajar bahwa pelayanan pemberitaan Injil tidak pernah sia-sia. Walaupun selalu ada hal-hal yang membuat pelayanan itu menjadi berat dan berisiko, namun Tuhan menyertai bahkan tangan-Nya yang berdaulat turut bekerja di dalamnya, dan pasti ada jiwa-jiwa yang dimenangkan kepada-Nya. Itulah kesukacitaan yang akan dirasakan oleh semua anak Tuhan yang tetap setia menyaksikan karya anugerah-Nya kepada sesama manusia yang membutuhkan. Semua halangan dan kesulitan tidak dapat memadamkan gairah kita dalam memberitakan kabar baik tersebut. Kita melihat bahwa ada orang-orang yang hatinya sudah disiapkan Tuhan untuk menyambut dan menerima firman lalu menjadi percaya. Hal ini sekalgus mengingatkan kita bahwa yang membuat pelayanan kita berhasil adalah Tuhan dan bukan kita, karena setiap kita hanyalah alat yang dipakai untuk mengabarkan Injil-Nya.








Berita Anugerah
Posted on Rabu, 23 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 24
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/24/1

Penglihatan tentang dua keranjang buah ara menjadi penghiburan bagi Yehuda dan juga bagi Yeremia yang mengasihi saudara-saudaranya. Buah ara yang baik melambangkan orang Yehuda yang tersisa yang ada di pembuangan. Allah akan memelihara mereka. Buah ara yang tidak baik melambangkan Zedekia dan para pemukanya dan orang-orang yang masih tinggal. Mereka ibarat garam yang sudah tidak asin lagi, Matius 5:13b, “Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Allah tidak meninggalkan umat-Nya dalam pembuangan. Orangorang yang diangkut ke pembuangan akan diperhatikan Allah dalam segala yang mereka lakukan. Suatu saat, mereka akan dibawa kembali oleh Tuhan untuk pulang. Penghukuman adalah alat untuk membentuk umat Tuhan. Di negeri pembuangan, mereka diajar untuk mempercayai kebenaran dari Allah yang hidup serta tidak menyembah berhala. Hancurnya Yerusalem bukanlah kecelakaan, tetapi ada di dalam kontrol Allah.

Seringkali kita menilai bahwa berkat Tuhan selalu berwujud keadaan baik dan keadaan buruk semata-mata adalah kutukan. Namun, sebenarnya tidak demikian. Kutukan adalah saat kita terpisah dari Allah. Penghukuman yang dialami bangsa Yehuda justru membuat mereka mengenal Allah yang mengubah hati mereka. Masalah serta konsekuensi dosa yang harus kita jalani adalah berkat Tuhan untuk membentuk kita kembali jikalau kita mau berbalik kepada-Nya. [LH]

Yeremia 24:6, 7
“Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya. Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya. “
July 25, 2014, 04:54:36 AM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Setia memberitakan Injil
Posted on Kamis, 24 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 17:16-34
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/17/16


Dalam bagian Firman Tuhan ini kita akan menelusuri jejak Paulus yang kali ini tidak disertai rekannya, Silas dan Timotius, yang masih tinggal di Berea. Bagian ini dimulai dengan kesedihan hati Paulus tatkala melihat bahwa kota Atena ternyata penuh dengan patung-patung berhala (16).

Hal ini memotivasi Paulus untuk memberitakan Firman Tuhan dengan cara bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, bahkan dengan orang yang setiap hari dijumpainya di pasar (17). Perjumpaannya dengan beberapa ahli pikir Yunani dari golongan Stoa maupun Epikurus (18), membuahkan kesempatan bagi Paulus untuk berbicara di depan sidang terbuka Areopagus, yaitu semacam DPRD-nya kota Atena.

Peluang emas ini dipakai Paulus untuk menjelaskan secara tuntas mengenai Allah sebagai Pencipta, yang juga Tuhan atas ciptaan-Nya, serta tidak tinggal dalam kuil buatan tangan manusia (22-24). Allah sedemikian tidak dilayani oleh tangan manusia sebaliknya Dialah pemberi dan penopang kehidupan manusia (25). Paulus kemudian mendorong semua pendengarnya agar mereka mencari Dia seraya mendoakan agar mereka dapat menjamah dan menemukan Dia yang tidak jauh dari mereka (25-27).

Masalah muncul ketika dalam penutup khotbahnya, Paulus mendorong mereka bertobat dengan tidak memperlakukan Allah seperti berhala sebelum penghakiman Allah diberlakukan atas mereka (29-31). Kaum terpelajar Yunani yang tidak memercayai adanya kebangkitan orang mati langsung bereaksi menolak Paulus. Namun, ada juga yang percaya kepada pemberitaannya, termasuk salah seorang anggota Areopagus.

Mari kita tarik sejumlah pelajaran. Pertama, kita harus memiliki kepekaan seperti Paulus untuk melihat setiap peluang sebagai kesempatan berharga untuk memberitakan Injil. Hal ini tidak terlepas dari kepedulian dan belas kasihan melihat begitu banyak jiwa yang membutuhkan Injil. Kedua, kita belajar dari konsistensi Paulus memberitakan kematian dan kebangkitan Kristus yang merupakan intisari Injil.





Letak Ketenangan Hidup
Posted on Kamis, 24 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 25
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/25/1

Nabi Yeremia menyampaikan pesan dalam pasal ini saat kerajaan Raja Nebukadnezar telah berhasil mengalahkan Mesir dan menjadi semakin berkuasa. Artinya, kegenapan dari nubuatan Nabi Yeremia telah semakin dekat. Selama 23 tahun sampai dengan saat itu, Nabi Yeremia bertekun dan setia menyampaikan isi hati Tuhan. Selama itu juga, Nabi Yeremia menghadapi penolakan dari bangsanya sendiri. Ketekunan Nabi Yeremia patutlah kita teladani. Apa pun rintangan yang dihadapi, Nabi Yeremia tetap setia menjadi saksi Tuhan.

Di dalam bagian ini, secara terang-terangan, Tuhan menyatakan Raja Nebukadnezar sebagai hamba-Nya yang dipilih untuk menghancurkan Yerusalem. Akan tetapi, istilah “hamba” itu tidak berarti bahwa kedudukan Raja Nebukadnezar sama seperti Nabi Yeremia yang juga adalah hamba- Nya. Predikat “hamba” bagi Raja Nebukadnezar menjelaskan tentang kuasa Allah atas semua bangsa. Allah berkuasa memakai bangsa yang tidak menyembah kepada-Nya untuk mencapai tujuan-Nya.

Lalu, apa perbedaan Raja Nebukadnezar dengan Nabi Yeremia yang keduanya dipakai sebagai alat Tuhan? Ayat 12 memberi jawaban. Setelah tujuan Allah tercapai, kerajaan Babel mendapatkan murka Allah dan dihancurkan karena bangsa Babel telah bersalah kepada Tuhan. Sebaliknya, karena Nabi Yeremia beriman kepada Allah, ia terus menjadi alat untuk menyatakan kemuliaanNya.

Anda pun bisa dipakai Allah untuk menggenapi tujuan-Nya. Akan tetapi, apakah Anda mau dipakai menjadi alat seperti Raja Nebukadnezar atau seperti Nabi Yeremia? [LH]

Yeremia 25:12
“Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah Firman Tuhan, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempattempat yang tandus untuk selama-lamanya.”
July 26, 2014, 06:07:40 AM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Pensil di tangan Tuhan
Posted on Jumat, 25 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 18:1-17
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/18/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/13/46

Aku hanya pensil di tangan Tuhan, “ merupakan ucapan Bunda Teresa dari Kolkata, saat lelah dan jenuh di dalam pengabdiannya merawat kaum papa. Analoginya jelas, bahwa ia adalah alat, sedangkan yang bekerja adalah Tuhan sendiri.

Rasul Paulus beberapa kali menghadapi tantangan dalam melakukan pelayanannya. Ia dicurigai, dimusuhi, dan dihujat oleh orang-orang Yahudi sendiri, yang adalah saudara-saudaranya. Demikian juga pengalamannya di Korintus. Tidak mengherankan ia memutuskan untuk fokus pada bangsa-bangsa nonYahudi (6; lihat Kis. 13:46-47). Namun ketika ia tidak lagi datang ke sinagoge dan tinggal di rumah Titius Yustus, justru kepala rumah ibadah sekeluarga menjadi percaya kepada Tuhan. Bukan Paulus yang bekerja. Ketika ia patah semangat, Tuhan yang melakukan pekerjaan-Nya. Paulus hanyalah pensil di tangan Tuhan.

Melayani Tuhan bukanlah suatu hal yang mudah dan ringan. Tantangan, baik dari luar maupun dari dalam, adalah hal lumrah. Malahan menjadi tidak lumrah jika tidak ada masalah dalam menyaksikan Kristus. Bukan hanya kurban perasaan dan harta, bahkan nyawa seringkali menjadi taruhannya. Hal yang dialami oleh Rasul Paulus ini juga dialami oleh para hamba-Nya dalam pelayanan apa pun di seluruh dunia, disepanjang sejarah gereja.

Ketika pelayanan berjalan lancar tanpa masalah, kita bisa terlena dan merasa bahwa yang kita kerjakan ialah pekerjaan kita, sehingga keberhasilannya juga keberhasilan sendiri. Akibatnya ketika tantangan datang, kita menjadi kecewa dan tawar hati. Saat seperti itu, kita perlu introspeksi dan menata ulang hati kita. Kita hanyalah hamba, pensil di tangan Tuhan. Tuhanlah yang akan berkarya melalui ketaatan dan kesetiaan kita melayani.

Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya kepada Paulus, juga kepada kita (9-10). Bukan berarti kesulitan tidak ada lagi (11-17). Namun di dalam kekecewaan dan sakit hati melayani, ingatlah bahwa ini bukan usaha dan kekuatan kita. Serahkan pada Tuhan, Sang Empunya pelayanan. Lihat, Dialah yang akan berkarya indah pada waktu-Nya.





Dipakai dan Dihancurkan
Posted on Jumat, 25 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 26
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/26/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/5/11
http://www.jesoes.com/alkitab/flp/1/21


Yeremia menghadapi ancaman kembali. Setelah beberapa waktu yang lalu dipukul dan dipasung di pintu gerbang (20:2), kali ini Yeremia ditangkap dan akan dibunuh. Hal ini dialami karena Yeremia menyampaikan perkataan Tuhan tentang pemusnahan Bait Suci. Di hadapan orang banyak di pelataran bait Suci, Yeremia menubuatkan kehancuran Bait Suci. Para imam dan nabi palsu menjadi geram dengan perbuatan Yeremia. Bait Suci sangat penting bagi imam dan nabi palsu karena rakyat sangat menghormati bait Suci dan hal tersebut memberikan mereka kuasa untuk mengatur rakyat. Untuk mendapatkan popularitas, mereka menghindari teguran Tuhan dan selalu mengemukakan hal-hal yang menyenangkan, sehingga Bait Suci yang seharusnya menjadi tempat untuk mendengarkan suara Tuhan—termasuk mendengar teguran TUHAN— berubah menjadi tempat untuk mendengarkan berita-berita yang enak didengar. Itulah sebabnya, Allah hendak menghancurkan Bait Suci.

Yeremia menderita bukan karena kesalahannya, tetapi karena kebenaran yang dia perjuangankan dan ketaatannya kepada Allah. Penderitaan semacam ini adalah penderitaan yang patut untuk dibanggakan sebagaimana dikemukakan dalam Matius 5:11-12, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” Penderitaan yang dialami orang percaya sebagai konsekuensi dari mengasihi Tuhan Yesus merupakan panggilan bagi orang Kristen. Oleh sebab itu, Rasul Paulus berkata bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21). [LH]

Yeremia 26:8
“Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati!”
July 27, 2014, 05:12:18 AM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Kecurangan dan dusta
Posted on Sabtu, 26 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Ulangan 25:16 <Sebab setiap org yg melakukan hal yg demikian, setiap org yg berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.>

Bagi orang yang haus akan kekuasaan, ia bisa berbuat apa saja, termasuk melakukan praktik-praktik kecurangan.

Allah menentang kecurangan, bahkan menyebutnya sebagai “kekejian”.

Kecurangan berkaitan dengan ketidakjujuran atau dusta, Alkitab dengan jelas menuliskan bahwa: “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN.”

Tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Dusta berasal dari Iblis, karena Iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Sebagai orang percaya kita harus memberi teladan tentang kejujuran dan menjauhkan kecurangan, walaupun kejujuran membawa kita kepada suatu pilihan yang sulit, bahkan kita tidak memperoleh apa-apa, termasuk kekuasaan.




Akal budi dan kebenaran
Posted on Sabtu, 26 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 18:18-28
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/18/18
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/9/2
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/13/10

Benarkah hidup beriman tidak perlu memakai rasio atau akal budi? Atau, bahwa rasio dan iman bertentangan? Apolos, tokoh kita dalam bacaan ini menunjukkan kemampuannya memaparkan inti imannya kepada Tuhan Yesus dengan menggunakan rasionya dalam menjelaskan Perjanjian Lama.Adakah yang salah dengan pemaparan iman oleh Apolos?

Sebelum bertemu dengan rekan sepelayanan Paulus, Priskila dan Akwila, Apolos sudah dikenal sebagai seorang yang fasih, yaitu terpelajar dalam memaparkan kebenaran Perjanjian Lama, khususnya yang berkenaan dengan pengajaran tentang Tuhan Yesus (24-25). Istilah Jalan Tuhan (25; 9:2; 13:10, dst.; 18:28, Jalan Allah) digunakan Lukas untuk menyebut Kekristenan. Pertanyaan yang muncul ialah, apa maksudnya, Apolos “hanya mengetahui baptisan Yohanes”? Ada dua pandangan. Pertama, Apolos baru mengenal Kekristenan secara pengetahuan, belum sungguh beriman. Baru setelah dijelaskan oleh Akwila, Apolos percaya Yesus secara pribadi. Pandangan lain, Apolos sudah Kristen, hanya pengetahuan Alkitabnya belum lengkap.

Apa pun pandangan kita mengenai Apolos, satu hal yang jelas rasio saja tidak cukup untuk mengenal Yesus secara pribadi, perlu anugerah iman dari Allah. Namun, rasio tidak bertentangan dengan iman. Rasio menolong kita memahami iman yang diungkapkan dalam Alkitab dan menolong kita menyampaikan kebenaran iman kepada sesama. Apolos setelah mendapatkan pengajaran lengkap akan Jalan Allah, bertambah lagi semangat dan menjelaskan dari Perjanjian Lama bahwa Yesus ialah Juruselamat yang telah dinubuatkan oleh para nabi (26). Dua unsur berbeda, iman dan rasio dipadukan oleh Apolos, sehingga ia dapat bersaksi tentang Kristus di hadapan orang-orang Yahudi.

Mari kita memakai rasio yang Tuhan berikan kepada kita untuk menjelaskan iman kita yang berpaut pada Firman Tuhan. Khususnya bagi kaum intelektual masa kini, agar mereka dapat melihat bahwa Kristus yang disaksikan Alkitab ialah kebenaran sejati yang menyelamatkan.
July 27, 2014, 05:12:41 AM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Biar Menderita Tapi Bahagia
Posted on Sabtu, 26 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 27-28
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/27/1
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/19/9
http://www.jesoes.com/alkitab/kol/3/16

Nabi Hananya adalah seorang nabi palsu. Berita yang disampaikan bukanlah berasal dari Allah, tetapi hasil rekaannya sendiri. Hananya menyampaikan berita palsu tentang kedamaian yang akan dialami oleh Yehuda karena Tuhan mematahkan kuk raja Babel dan raja Yehuda serta semua orang buangan akan dikembalikan dengan segera oleh Tuhan ke negerinya. Jelas bahwa hal ini bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Yeremia.

Allah tidak suka dengan Nabi Hananya yang mulutnya menyampaikan kebohongan. Kebohongan yang dilakukan oleh Hananya menyesatkan orang banyak, sehingga banyak orang yang murtad dari Tuhan dan hidup dalam pengharapan palsu. Entah berapa lama Hananya melakukan kebohongan, tetapi akhirnya Tuhan bertindak. Tuhan membuat Hananya mati pada tahun itu juga.

Firman Allah dalam Amsal 19:9 dengan jelas mengatakan, “Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.“ Hidup dalam kebohongan akan membawa ke dalam masalah. Bila Anda berbohong satu kali, Anda membutuhkan kebohongan berikutnya untuk membenarkan perkataan Anda yang pertama. Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan bahwa iblislah yang menjadi bapa bagi para pendusta. Sebagai orang percaya, marilah kita membuang segala kebohongan. Biarlah perkataan Kristus diam di dalam diri kita sehingga kita berkata sesuai dengan kebenaran firman Allah (Bandingkan dengan Kolose 3:16). [LH]

Yeremia 28:15b-16
“Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah Firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN.””
July 28, 2014, 09:57:43 AM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Perbuatlah kasih sebanyak dan sesering mungkin kepada sesama
Posted on Senin, 28 Juli, 2014 by Saat Teduh

Ada kalanya, Allah mempertemukan kita dengan orang yang memiliki kebutuhan khusus, dan saat itu bisa merupakan kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kasih nyata kepada orang itu.

Alkitab mengatakan bahwa kita harus saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan Allah adalah kasih.

Namun, seringkali kita cenderung tidak mempraktikkan kasih kepada sesama manusia yang kelihatan di depan mata sehingga kasih kita kepada Allah yang tak kelihatan patut dipertanyakan.

Kita bisa saja berkata bahwa kita mengasihi Allah, berulang-ulang kepada siapa saja. Namun, orang lain akan melihat wujudnya dalam praktik kasih kita kepada sesama.

Hal praktis, sesederhana apapun perbuatan kasih kita kepada sesama, menunjukkan seberapa dalam pengenalan dan kasih kita kepada Allah.

Perbuatlah kasih sebanyak dan sesering mungkin kepada sesama, supaya mereka melihat kasih Allah melalui hidup kita!

1 Yohanes 3:18 <Anak-anak Ku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.>





Menjadi Berkat Bagi Kota
Posted on Senin, 28 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 30
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/30/1

 

Yeremia 30-33 adalah kumpulan nubuat yang menawarkan harapan di masa putus asa. Nubuat-nubuat ini tampak luar biasa dan menunjuk ke sebuah era baru ketika Israel dan Yehuda sudah kembali dari pembuangan ke tanah mereka sendiri, bersatu kembali sebagai sebuah bangsa, dan dikembalikan kepada Tuhan mereka. Melalui nubuatan ini, bangsa Yehuda dapat melihat masa depan.

Tuhan memakai hukuman untuk menunjukkan kepada Yehuda bahwa berhala yang pernah mereka sembah tidak dapat menyelamatkan mereka dan tidak dapat membatalkan hukuman Allah (30:12-14). Tuhanlah yang berkuasa atas hidup mereka. Allah memberikan pengertian tentang hukuman yang diberikanNya.

Kata “tetapi” (30:7) menjadi sangat berarti bagi Yehuda untuk mengerti arti dibalik hukuman yang mereka jalani. Tuhan ingin memurnikan mereka, itulah yang ingin disampaikan Allah. Hukuman Tuhan kepada umat- Nya tidak sama seperti hukuman Tuhan kepada bangsa lain (30:11). Kepada umat-Nya, Allah tidak bertujuan untuk menghabiskan, tetapi untuk memulihkan.

Masa depan itu ada ketika Tuhan memulihkan Anda. Tanpa pemulihan yang dari Allah, sesungguhnya hidup kita hanya akan berada dalam jalan yang tanpa tujuan. Cara Allah memulihkan mungkin akan sangat menyakitkan, tetapi Allah perlu melakukan itu semua untuk mengoreksi dan memperbaiki kita. Pada saat itu, sebenarnya kita sedang berada di dalam genggaman tangan Tuhan yang sedang mencurahkan kasih-Nya kepada kita.[LH]

Yeremia 30:11
“Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah Firman Tuhan, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)