Author Topic: Saat Teduh  (Read 63214 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

July 28, 2014, 09:58:14 AM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Kepastian keselamatan
Posted on Senin, 28 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 19:1-22
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/19/1

Apa yang dialami Priskila dan Akwila di kota Efesus di perikop kemarin, terjadi juga pada Paulus ketika ia kembali ke sana. Mereka bertemu dengan orang-orang yang sudah mendapatkan pengetahuan dasar tentang iman Kristen menurut Perjanjian Lama, tetapi belum memiliki relasi pribadi dengan Sang Mesias. Baptisan mereka baru baptisan Yohanes, yaitu baptisan pertobatan karena kesadaran umum akan dosa.

Orang-orang yang ditemukan Paulus di pedalaman, dikatakan belum menerima ROH KUDUS. Padahal Roh Kuduslah yang melahirbarukan seseorang menjadi milik Kristus. Maka, Paulus memberitakan Injil kepada mereka. Mereka percaya kepada Kristus, dan memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Bukti atau tanda bahwa mereka sudah menjadi milik Kristus, yaitu mereka menerima karunia berbahasa roh dan karunia bernubuat.

Ternyata, walaupun ada dua belas orang yang telah diselamatkan dan menjadi murid-murid Kristus sejati di bawah bimbingan Paulus, tidak berarti pelayanan di Efesus berjalan mulus. Ada saja orang yang tetap mengeraskan hati dan menjelek-jelekkan Kekristenan di depan banyak orang. Padahal, pelayanan Paulus disertai tanda-tanda mukjizat yang luar biasa (11-12). Bisa jadi para pengumpat Kekristenan itu melihat atau bahkan mengalami mukjizat itu.

Kita membutuhkan kepekaan seperti yang dimiliki Paulus, atau juga Priskila dan Akwila dalam perikop sebelum ini, untuk memastikan orang-orang yang kita layani sudah menerima keselamatan sejati di dalam Kristus. Ingat juga, yang membuat seseorang percaya Yesus bukan semata-mata karena melihat atau mengalami mukjizat. Keselamatan ialah anugerah. Mukjizat hanya salah satu tanda anugerah.

Jangan puas melihat orang rajin ke gereja, berperilaku saleh, ataupun membicarakan Alkitab atau gereja. Penting juga untuk memastikan bahwa mereka sungguh memiliki iman pribadi kepada Tuhan Yesus Kristus. Ingat, bisa percaya merupakan anugerah. Maka mari beritakan Injil kepada mereka sambil mendoakan agar Roh Kuduslah yang memenangkan mereka.
July 29, 2014, 07:51:17 AM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Menjadi Berkat Bagi Kota
Posted on Senin, 28 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 30
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/30/1

 

Yeremia 30-33 adalah kumpulan nubuat yang menawarkan harapan di masa putus asa. Nubuat-nubuat ini tampak luar biasa dan menunjuk ke sebuah era baru ketika Israel dan Yehuda sudah kembali dari pembuangan ke tanah mereka sendiri, bersatu kembali sebagai sebuah bangsa, dan dikembalikan kepada Tuhan mereka. Melalui nubuatan ini, bangsa Yehuda dapat melihat masa depan.

Tuhan memakai hukuman untuk menunjukkan kepada Yehuda bahwa berhala yang pernah mereka sembah tidak dapat menyelamatkan mereka dan tidak dapat membatalkan hukuman Allah (30:12-14). Tuhanlah yang berkuasa atas hidup mereka. Allah memberikan pengertian tentang hukuman yang diberikanNya.

Kata “tetapi” (30:7) menjadi sangat berarti bagi Yehuda untuk mengerti arti dibalik hukuman yang mereka jalani. Tuhan ingin memurnikan mereka, itulah yang ingin disampaikan Allah. Hukuman Tuhan kepada umat- Nya tidak sama seperti hukuman Tuhan kepada bangsa lain (30:11). Kepada umat-Nya, Allah tidak bertujuan untuk menghabiskan, tetapi untuk memulihkan.

Masa depan itu ada ketika Tuhan memulihkan Anda. Tanpa pemulihan yang dari Allah, sesungguhnya hidup kita hanya akan berada dalam jalan yang tanpa tujuan. Cara Allah memulihkan mungkin akan sangat menyakitkan, tetapi Allah perlu melakukan itu semua untuk mengoreksi dan memperbaiki kita. Pada saat itu, sebenarnya kita sedang berada di dalam genggaman tangan Tuhan yang sedang mencurahkan kasih-Nya kepada kita.[LH]

Yeremia 30:11
“Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah Firman Tuhan, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.”




Perbuatlah kasih sebanyak dan sesering mungkin kepada sesama
Posted on Senin, 28 Juli, 2014 by Saat Teduh

Ada kalanya, Allah mempertemukan kita dengan orang yang memiliki kebutuhan khusus, dan saat itu bisa merupakan kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kasih nyata kepada orang itu.

Alkitab mengatakan bahwa kita harus saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan Allah adalah kasih.

Namun, seringkali kita cenderung tidak mempraktikkan kasih kepada sesama manusia yang kelihatan di depan mata sehingga kasih kita kepada Allah yang tak kelihatan patut dipertanyakan.

Kita bisa saja berkata bahwa kita mengasihi Allah, berulang-ulang kepada siapa saja. Namun, orang lain akan melihat wujudnya dalam praktik kasih kita kepada sesama.

Hal praktis, sesederhana apapun perbuatan kasih kita kepada sesama, menunjukkan seberapa dalam pengenalan dan kasih kita kepada Allah.

Perbuatlah kasih sebanyak dan sesering mungkin kepada sesama, supaya mereka melihat kasih Allah melalui hidup kita!

1 Yohanes 3:18 <Anak-anak Ku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.>
July 30, 2014, 07:19:53 AM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
“Memuliakan nama Yesus”
Posted on Selasa, 29 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 19:13-40
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/19/13

Bagi banyak budaya di dunia, nama seseorang mengandung arti yang dalam. Di Alkitab, pemberian nama menyatakan otoritas si pemberi, bisa juga harapan dari si pemberi bagi yang diberikan nama. Allahlah yang menamai manusia! Manusia memberi nama kepada makhluk ciptaan lainnya (Kej. 2:19). Sedangkan nama Yesus berasal dari Allah sendiri (Luk. 1:31).Akan tetapi Artemis, dewi sesembahan penduduk kota Efesus, merupakan nama pemberian manusia yang menyembahnya.

Dari dua kisah dalam bacaan hari ini, ada orang-orang yang sembarangan memakai nama Yesus (13-16) dan yang lainnya menyejajarkan nama pemberian manusia, yaitu Artemis dengan nama Yesus (24-27). Keduanya merupakan dosa di mata Allah.

Anak-anak Skewa, para tukang jampi Yahudi, menyebut nama Yesus untuk mengusir roh jahat. Padahal mereka tidak percaya kepada Yesus. Akibatnya, roh jahat itu berbalik menyerang mereka. Namun, nama Yesus menjadi semakin masyhur dan Firman Tuhan semakin tersiar (17-20).

Di tempat lain, Demetrius dan para karyawannya, pembuat kuil-kuilan perak dewi Artemis, merasa usahanya terancam karena pemberitaan Jalan Tuhan (nama Yesus) oleh Paulus dan teman-temannya. Bagi Demetrius, pudarnya penyembahan kepada dewi Artemis merupakan kerugian besar bagi usahanya. Itu sebabnya, Demetrius membangkitkan sentimen agama yang menyebabkan huru-hara dan kerusuhan (23). Jelas, Demetrius bukan membela nama Artemis melainkan membela kepentingannya sendiri. Agama dipakai untuk kepentingan bisnis!

Ada dua pelajaran bagi kita. Pertama, jangan sembarangan memakai nama Yesus, baik untuk percakapan ringan sesehari, sumpah, ketidak-yakinan, atau kebohongan (Kel. 20:7). Kedua, tentangan datang kepada iman Kristen tidak selalu karena masalah keagamaan, melainkan kepentingan tertentu, yang mengatasnamakan agama. Yang penting kita harus tetap setia menyatakan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang datang untuk membawa damai sejati dari Allah!





Pemulihan dari Allah
Posted on Selasa, 29 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 31
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/31/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kej/15/5
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/19/4
http://www.jesoes.com/alkitab/gal/3/14

 

Tidak ada satu pun hal yang baik dari Yehuda sehingga Allah harus mengasihinya.Kebobrokan Yehuda membuat masa depan mereka hancur.Sebenarnya, manusia tidak memiliki kuasa untuk menentukan masa depannya.Kasih kekal Allah saja yang menjamin masa depan Yehuda.Setelah menegur segala dosa mereka, Tuhan berjanji kepada umat-Nya “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Akumelanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” (31:3b). Inilah motivasi Allah dalam memulihkan umat-Nya. Allah membuktikan kasih-Nya kepada Abraham (Kejadian 15:5) dan kepada bangsa Israel (Keluaran 19:4). Allah tidak pernah ingkar janji. Kasih Allah yang akan membangun kehidupan bangsa Yehuda kembali dan kehidupan masa depan yang akan dimiliki oleh bangsa Yehuda adalah kehidupan yang penuh dengan sukacita. Sukacita itu digambarkan oleh anak dara Israel yang tampil dengan taritarian dan rebana (Yeremia 31:4). Sesungguhnya, kasih-Nya menarik kita untuk mendekat kepada-Nya.Kasih Allah yang kekal itu telah dilanjutkan kepada kita saat ini karena Yesus Kristus. Inilah yang disampaikan Rasul Paulus dalam Galatia 3:14, “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.” Kasih Allah di dalam Kristus yang membuat kita dekat dengan Allah. Kasih Tuhan begitu luar biasa dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kasih Allah adalah kasih yang mencari dan menerima kita apa adanya. Dia seperti Bapa yang menyambut anaknya yang telah lama pergi dan kini kembali. Sang Bapa memberikan pakaian baru dan menyematkan cincin ke tangan anak itu. Demikianlah kasih Allah menjamah Saudara. [LH]

Yeremia 31:3
“Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”
July 30, 2014, 07:20:32 AM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Belajarlah mengatasi rasa takut!
Posted on Rabu, 30 Juli, 2014 by Saat Teduh

Mazmur 23:1~6 <Ayat 4: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.>
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/23/1

Suasana malam yang sepi dan kelam cenderung membangkitkan bayangan akan hal-hal yang jahat dan mengerikan. Namun, jika rasa takut itu sampai melumpuhkan kita, tentu hal itu sudah tidak wajar.

Kita perlu belajar mengatasi rasa takut, bukan hanya rasa takut akan malam sepi mencekam, tapi rasa takut akan apapun.

Perjalanan hidup kita tak selamanya aman dan nyaman. Ada kalanya masalah dan pergumulan datang, seolah-olah kita berjalan dalam lembah kekelaman. Ketika rasa takut menyerang, andalkan TUHAN semata. Kita dapat mengikuti ucapan Daud, “Aku tidak takut bahaya.” Bukan karena kekuatan dan kegagahan kita, tapi karena penyertaan TUHAN. Gada dan tongkat-Nya, itulah yang menghibur kita.

Kalahkan rasa takut dan teruslah berjalan. Ketahuilah, kebajikan dan kemurahan TUHAN sajalah yang akan mengikuti kita, seumur hidup kita.

Tidak apa merasa takut, tetapi jangan berlebihan sehingga menjadi penakut!
July 31, 2014, 08:27:39 AM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Ibadah dan kuasa kebangkitan Kristus
Posted on Rabu, 30 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 20:1-12
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/20/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/18/23

Paulus adalah rasul yang banyak melakukan perjalanan selama pelayanannya. Baik, perjalanan untuk memberitakan Injil, mendirikan jemat baru, maupun mengunjungi jemaat-jemaat yang ia dirikan sebagai bentuk penggembalaannya. Ia berkeliling ke sekitar Yerusalem, Asia Timur, Asia Kecil, hingga sebagian kecil Eropa.Ayat 1-6 ini mencatat bagian akhir dari perjalanan misi Paulus yang ketiga (18:23-21:16), di mana Paulus menetap selama beberapa hari di Troas, sebelum ia kemudian meninggalkan Asia menuju Yerusalem (16).

Di Troas, pada suatu hari Minggu, Paulus berkumpul bersama jemaat di sana untuk memecahkan roti, perjamuan kasih yang memulai ibadah dan diakhiri dengan perjamuan kudus. Ada dua kisah menarik yaitu perjamuan dan Eutikhus.

Eutikhus, seorang muda yang tengah asyik mengikuti perkumpulan jemaat Kristen, duduk di jendela ruang lantai tiga. Karena tertidur, ia terjatuh ke bawah lalu mati. Namun, Paulus dengan kuasa Allah membangkitkan dia kembali. Selanjutnya, selama pemecahan roti dan pembicaraan hingga fajar menyingsing, hanya ada kisah Eutikhus yang diantar pulang ke rumahnya oleh umat.Fokus kisah ini memang bukan pada Eutikhus, seberapa pun menghebohkannya kejadian tersebut.

Fokus kisah ini ada pada perkumpulan Kristen dan pemecahan roti. Pemecahan roti atau perjamuan itu diadakan dalam ibadah. Tujuan pertemuan itu adalah untuk mengenang peristiwa Kristus yang telah bangkit. Oleh karena itu ada perjamuan dalam perkumpulan tersebut. Dalam perkumpulan dan pemecahan roti itu, Kristus diyakini bukan hanya hidup, tetapi Ia juga “hadir”. Kristus yang diperingati oleh jemaat Kristen adalah Kristus yang hidup, bukan Kristus yang mati. Eutikhus hidup kembali merupakan bukti kuasa kebangkitan Yesus yang nyata!

Karena Yesus Kristus telah mati dan bangkit, maka ibadah atau pertemuan kristiani merupakan peringatan akan karya penyelamatan yang sudah tuntas, serta menjadi dasar pengutusan umat ke dunia ini untuk mewartakan karya Yesus Kristus tersebut.





Masa Depan Karena Kasih Kekal Allah
Posted on Rabu, 30 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 32
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/32/1

Allah memerintahkan Nabi Yeremia untuk membeli sebidang tanah dari sepupunya. Transaksi itu dilakukan dalam keadaan yang sulit karena kota Yerusalem sedang dikepung oleh tentara Nebukadnezar dan Yeremia sedang ditahan di pelataran penjagaan. Sebenarnya, tidak ada keuntungan untuk membeli tanah yang sebentar lagi akan diserang oleh kerajaan musuh. Setahun kemudian, kerajaan Zedekia akan ditaklukkan. Akan tetapi, karena Tuhan yang memerintahkan, Yeremia menaatinya. Semua urusan transaksi dilakukan di pelataran penjagaan. Para saksi yang hadir pasti berpikir bahwa Nabi Yeremia tidak waras. Mungkin Allah sengaja mengatur agar semua transaksi dilakukan di depan umum, sehingga semua orang mendengar janji Allah untuk pemulihan umat-Nya di kemudian hari. Selain itu, Yeremia menunjukan kepada orang banyak bahwa dia beriman terhadap masa depan yang Allah janjikan. Beriman kepada Allah tidaklah mudah. Tidak mudah bagi Nabi Yeremia untuk membeli tanah yang akan segera dikuasai oleh musuh di hadapan orang banyak. Sekalipun demikian, Nabi Yeremia tetap mempercayai Allah. Hal yang sama berlaku pula bagi Musa yang tidak mudah untuk mempercayai bahwa Allah akan membebaskan dirinya dan Israel dari Mesir. Akan tetapi, Musa memilih untuk percaya kepada Allah. Masa depan telah ada di dalam rencana Allah. yaitu masa depan dengan kemuliaan Allah yang terpancar melalui kisah hidup kita. Percayalah kepada Allah dengan segenap hati untuk masa depan Saudara. Allah sanggup untuk membawa Saudara pada masa depan yang Allah sediakan di tempat nama Allah dimuliakan. [LH]

Yeremia 32:42
“Sebab beginilah Firman Tuhan: Seperti Aku mendatangkan kepada bangsa ini segenap malapetaka yang hebat ini, demikianlah Aku mendatangkan ke atas mereka keberuntungan yang Kujanjikan kepada mereka.”
August 01, 2014, 07:12:39 AM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/07/
Tantangan hamba Tuhan
Posted on Kamis, 31 Juli, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 20:13-38
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/20/13

Beberapa tahun lalu, saya berkenalan dengan seorang Kristen baru. Ia baru menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Ia terpanggil untuk menginjili saudara-saudara dan teman-temannya. Ia tetap bekerja sebagai seorang karyawan pada suatu perusahaan, tetapi ia suka menjadi penginjil lepas.Ia melakukan penginjilan tersebut setiap ada kesempatan. Waktu itu ia berkata bahwa ia menyukai pelayanan tersebut, tanpa imbalan memang. Ia hobi melakukan itu. Saya merasakan kebahagiaannya melakukan hal yang ia sukai tersebut.

Kisah Paulus dalam bacaan hari ini berbeda. Paulus melakukan penginjilan dan pelayanan dengan mencucurkan air mata, mengalami banyak kesusahan, mendengar ancaman hendak dibunuh, tanpa nafkah – karena itu ia harus bekerja sendiri untuk nafkahnya dan keperluan rombongannya, dan belum terhitung sulitnya perjalanan-perjalanan yang ia tempuh (19-21). Namun, ia tetap setia dalam pelayanannya, dan semua tanggung jawabnya ia penuhi (24-27).

Kepada penatua jemaat di Efesus, Paulus berpesan bahwa mereka juga akan menghadapi kesulitan yang sama (29-30). Segala yang dialami oleh Paulus akan dialami pula oleh para pengikut Kristus. Tugas penyebaran firman Allah dan pemeliharaan kawanan domba Allah merupakan tugas yang tidak ringan dan main-main.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa tidaklah enteng melakukan pekerjaan Tuhan. Tantangan dan tentangan, baik dari pihak luar maupun dari dalam, baik di dalam gereja maupun di luar gereja, kerap dihadapi dan dialami oleh para hamba-Nya.

Menjadi hamba Tuhan bukan pekerjaan enak, menguntungkan, atau mendatangkan kekayaan materi. Akan tetapi, Tuhan tidak meninggalkan hamba-Nya sendirian. Kekuatan dari sesama hamba Tuhan menjadi vitamin berharga di dalam kelelahan fisik dan rohani. Ketika Paulus sedang lemah, saudara-saudara yang lain “berlutut, berdoa, dan memeluk” dia. Sebagaimana Paulus, hamba Tuhan tidak pernah sendirian. Tangan Tuhan selalu menopang para hamba-Nya yang kelelahan melalui rekan-rekan sepelayanan.





Percaya Kepada Allah untuk Masa Depan
Posted on Kamis, 31 Juli, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 33
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/33/1
http://www.jesoes.com/alkitab/ul/18/9

 

Tidak mudah untuk memahami peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini, apalagi bila kita sakit-sakitan atau mengalami pergumulan yang berat lainnya. Apakah bersikap tidak peduli merupakan cara yang tepat untuk mengahadapinya? Bolehkah bertanya kepada peramal? Kita harus ingat bahwa bertanya kepada peramal atau dukun merupakan kejijikan di hadapan Tuhan (Ulangan 18:9-12). Saat Yeremia sedang ditahan di pelataran penjagaan (33:1), Allah berbicara kepadanya. Allah menyuruh Yeremia untuk berseru kepada- Nya. Tuhan berjanji bahwa bila Yeremia berseru kepada-Nya, Allah akan memberitahukan kepadanya hal-hal besar yang tidak terpahami. Kata “tak terpahami” menggambarkan suatu kota yang dijaga ketat dan tidak dapat ditembus. Itulah keadaan yang dialami Yeremia dan Yehuda. Peristiwa itu mencekam karena pasukan Babel sedang mengepung di balik tembok Yerusalem. Tidak mudah untuk bersikap tenang dan berusaha mengerti maksud di balik peristiwa itu. Namun, Allah menjelaskan bahwa yang tersembunyi itu diketahui oleh Allah. Hanya Allah yang dapat membuka yang tersembunyi, dan hanya orang yang berseru kepada- Nya yang akan diberitahu tentang yang tersembunyi itu. Doa itu amat penting bagi orang percaya karena doa menandakan sebuah relasi yang hidup antara Allah dengan pribadi orang percaya. Doa bukan hanya saat kita berbicara kepada Allah, tetapi juga saat kita mendengar Allah berbicara. Di saat berdoa, Tuhan akan memberikan pengertian tentang hal-hal yang belum kita pahami, sehingga kita memahami rencana Allah di tengah pergumulan kita dan masa depan kita. Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara memiliki relasi dengan Allah melalui doa? [LH]

Yeremia 33:3
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
August 01, 2014, 07:13:21 AM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Tetaplah berdoa
Posted on Jumat, 1 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Mohon agar kita tidak hanyut dalam liburan lebaran yang sedang berjalan. Ada tugas yang harus kita lakukan, yaitu tetap berdoa setiap waktu bagi bangsa Indonesia!

Harap terus doakan keamanan bagi masyarakat Indonesia, biarlah api ROH KUDUS melawat bangsa ini.

Hal ini harus kita lakukan, karena kita mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur, supaya berjaga-jaga dan berdoa!

Bagi yang bepergian jauh dari rumah dan juga yang masih di Indonesia, supaya berhati-hati dan berdoalah senantiasa.

Efesus 6:18 <..Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jaga lah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.>
August 02, 2014, 01:25:27 PM
Reply #77
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/

Gunakan setiap kesempatan
Posted on Jumat, 1 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 21:1-14
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/21/1

Setiap orang diberikan Tuhan waktu yang sama yaitu 24 jam. Namun, apakah semua orang memanfaatkan waktu yang berharga itu sebagai kesempatan untuk melakukan hal yang bermanfaat?

Rasul Paulus menyadari pentingnya waktu. Maka setelah perpisahan yang berat dengan para penatua di Efesus, Paulus dan rekan-rekannya segera melanjutkan perjalanan mereka. Ayat 1-7 memperlihatkan bagaimana mereka terus bergerak, tanpa henti. Mereka menggunakan setiap kesempatan yang ada di setiap tempat yang disinggahi kapal yang mereka tumpangi untuk mengunjungi, melayani, dan bersekutu dengan saudara-saudara seiman di sana. Apakah hanya sehari (7), tujuh hari (4), atau beberapa hari (15).

Paulus dan rekan-rekannya tidak menyia-nyiakan waktu sebagai kesempatan berharga untuk menyatakan kasih dan kepedulian terhadap jemaat. Juga agar mereka mengetahui keadaan saudara seiman mereka itu. Mereka juga dapat menyaksikan karya Tuhan melalui para hamba-Nya sebagaimana Filipus dan keempat anak gadisnya yang memiliki talenta khusus dalam melayani Tuhan (9). Pada gilirannya, Paulus dan para rekannya mendapatkan penghiburan, kekuatan, dan berkat dari orang-orang yang mereka kunjungi.

Mereka juga tidak lupa menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan (5). Mereka tahu bahwa perjalanan mereka tidak akan berhasil tanpa campur tangan Tuhan. Terlebih lagi, Paulus mendapatkan bisikan ROH KUDUS bahwa di Yerusalem penderitaan sedang menantinya (11), sehingga teman-temannya berusaha mencegahnya pergi. Namun, kasih dan kepedulian pada jemaat Yerusalem yang sedang menderita dan bebannya bagi keselamatan kaum sebangsanya membuat Paulus rela mempertaruhkan hidupnya.

Hidup ini begitu singkat dan kesempatan tidak selalu ada. Maka manfaatkanlah waktu yang diberikan Tuhan dengan bijak sebagai satu kesempatan emas untuk bersekutu, melayani, dan memberitakan Injil serta menyatakan kepedulian dan kasih terhadap mereka yang menderita.





Doa dan Masa Depan
Posted on Jumat, 1 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 34
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/34/1

Yeremia mencela berbagai kejahatan sosial yang dipraktikkan di zamannya. Salah satu praktik semacam ini adalah perbudakan Israel yang mereka lakukan sendiri. Mendengar hal ini, Raja Zedekia memerintahkan supaya setiap orang melepaskan budaknya bangsa Ibrani seperti yang ditetapkan Tuhan (34:8-10). Akan tetapi, akhirnya mereka berubah pikiran. Kemungkinan mereka tidak jadi melepaskan budakbudak mereka mengingat bahwa tidak lama kemudian, pasukan Babel menarik diri dari Yerusalem untuk menghadapi serangan Mesir (37:4- 5), sehingga Yehuda berharap bahwa Mesir akan bisa mengalahkan Babel dan mereka dapat menata hidup mereka kembali. Oleh sebab itu, diperlukan budak untuk menata hidup mereka kembali. Dari sini, nampak sekali bahwa kepentingan mereka lebih diutamakan daripada menaati perintah Tuhan. Sejak zaman Musa, Allah telah mengatur tentang hak-hak budak (Keluaran 21:2-11). Tuhan menetapkan bahwa setiap budak Ibrani harus dibebaskan pada setiap tahun yang ketujuh. Setiap orang Ibrani yang menyerahkan diri untuk menjadi budak tidak boleh diperjualbelikan seperti budak dari bangsa lain (Imamat 25:39:55). Setiap tuan harus memperlakukan budaknya dengan takut akan Tuhan. Tuhan sangat memperhatikan orang miskin dan tertindas, maka sudah seharusnya orang percaya memperhatikan kehidupan orang miskin dan tertindas. Ayub dalam Ayub 31:13-15 mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengabaikan hak budaknya laki-laki dan perempuan karena dia menyadari bahwa Tuhanlah yang menciptakan mereka, sama seperti dirinya. Saat ini, orang percaya tidak boleh menindas pembantu atau karyawan sebab Tuhan memandang bersalah orang yang menindas orang lain. [LH]

Imamat 25:43
“Janganlah engkau memerintah dia dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu.”
August 02, 2014, 01:26:54 PM
Reply #78
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Berdoa dan bekerja
Posted on Sabtu, 2 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Nehemia 4:1~23 <Ayat 9: Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang malam karena sikap mereka.>
http://www.jesoes.com/alkitab/neh/4/1

Banyak orang menanyakan, “Mana yang lebih penting, berdoa atau bekerja?” Ada yang berkata berdoa lebih penting, tanpa berdoa kita tidak bisa melakukan apa-apa. Namun ada yang mempertanyakan, buat apa banyak berdoa, tetapi tidak bekerja? Bagi Nehemia, kedua hal ini tak perlu diadu tingkat kepentingannya.

Mari kita simak apa yang Nehemia lakukan. Saat menghadapi tantangan dan ancaman dari Sanbalat dan Tobia, Nehemia menaikkan doa kepada TUHAN agar rencana musuhnya digagalkan. Namun, ia juga memberikan perintah kepada rakyatnya agar tetap berjaga-jaga supaya dapat mengantisipasi bila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.

Dari Nehemia kita belajar bahwa doa adalah hal yg sangat penting, tetapi bekerja juga hal yang tidak kalah pentingnya.

Menghadapi berbagai macam masalah dalam hidup ini, mari kita datang kepada TUHAN, sampaikan segala kekuatiran kita kepada-Nya dalam doa, serta percaya bahwa TUHAN pasti akan menolong kita. Namun sementara itu, kita harus memikirkan cara yang terbaik dan berusaha untuk mengatasinya. tidak hanya berdoa, melainkan kita harus bekerja juga!

“Berdoa dan Bekerja” merupakan dua hal yang harus dilakukan bersama-sama.





Belajar peduli dan menaruh hormat
Posted on Sabtu, 2 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 21:15-26
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/21/15

Dalam zaman yang semakin individualis ini, manusia semakin sulit untuk peduli terhadap orang lain, apalagi untuk menaruh hormat. Masing-masing lebih suka mementingkan diri dan mencari kehormatan sendiri.

Nas hari ini menunjukkan bagaimana rasul Tuhan dan umat Kristen saling peduli. Jemaat di Kaisarea mau peduli terhadap Paulus dengan mendampingi dia dan rekan-rekannya ke Yerusalem. Lalu Manason, seorang murid Tuhan bersedia memberikan tumpangan kepada mereka (16). Orang-orang percaya di Yerusalem juga sudi menyambut para pelayan Tuhan yang telah berjerih lelah dan berkurban dalam melayani Tuhan, dengan tangan terbuka dan penuh sukacita (17). Sebaliknya, Paulus dan para rekannya mau peduli terhadap para pemimpin di Yerusalem dengan meluangkan waktu mengunjungi mereka. Namun perhatikanlah, Paulus tidak menceritakan apa yang telah dia lakukan, tetapi apa yang Allah telah lakukan secara ajaib di tengah-tengah bangsa nonYahudi. Hal ini menguatkan para pemimpin tersebut dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan (18-20).

Selanjutnya, rasa hormat Paulus terhadap para pemimpin dengan menerima masukan mereka patut diacungi jempol. Apalagi, tuduhan orang Yahudi bahwa Paulus mengajak orang-orang Yahudi di perantauan untuk menolak hukum Taurat adalah tidak benar. Maka demi kesatuan gereja, Paulus rela mengalah. Sesuai usulan mereka, bersama empat orang yang sedang bernazar ia bersedia melakukan upacara pentahiran dan bahkan menanggung biaya kurban persembahan mereka. Ia menjalankannya untuk menjaga keutuhan jemaat Tuhan.

Sikap Paulus dan orang percaya mula-mula perlu kita teladani. Kita perlu peduli terhadap mereka yang membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memberikan dukungan kepada hamba Tuhan yang telah berlelah melayani Tuhan. Selain itu, kita juga perlu menaruh hormat terhadap para pemimpin gereja atau orang yang lebih senior dari kita agar kesatuan gereja terjaga. Dengan demikian, nama Tuhan semakin dimuliakan.
August 02, 2014, 01:27:58 PM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Jangan Tindas Bawahanmu
Posted on Sabtu, 2 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 35
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/35/1

Yang menjadi perhatian dalam bagian ini adalah bagaimana Allah mengontraskan ketaatan orang-orang Rekhab terhadap perintah leluhur mereka dengan ketidaktaatan umat Tuhan kepada perintah Tuhan. Sampai pada waktu itu, sama seperti yang diperintahkan Yonadab, orangorang Rekhab tidak minum anggur, tidak mendirikan rumah, tidak mempunyai kebun, dan hidup dalam kemah saja. Pesan dari bagian ini sangat jelas sekali: Jikalau perintah seorang manusia, Yonadab, begitu dihargai dan ditaati oleh kaumnya selama beberapa abad, mengapa orang Israel dan Yehuda tidak menaati Tuhan? Jikalau sebuah tradisi keluarga dipelihara dengan penuh dedikasi, mengapa perintah Tuhan sangat kurang diperhatikan dan dipelihara? Seringkali orang percaya menjadi malu ketika menyaksikan pengabdian dan disiplin orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tetapi sangat setia kepada keluarga mereka dan agama mereka. Seharusnya, di dalam kehidupan kita, ada kerinduan untuk memelihara kebenaran firman Allah karena Allah yang memiliki firman yang kekal telah menebus kita dari dosa dan Allah berdaulat atas hidup kita. Ada perbedaan antara ketaatan untuk memelihara firman Allah dengan pengabdian dan disiplin orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang percaya memelihara firman Allah karena kasih kepada Allah yang telah terlebih dahulu mengasihi diri kita, karena kita sadar bahwa hidup di luar Allah tidak berarti, dan karena kita rindu agar kemuliaan Allah semakin dilihat dunia melalui hidup kita yang memelihara firman-Nya. Memelihara firman Allah harus dimulai dari diri kita sendiri, kemudian ditularkan kepada keluarga. Hal ini dapat kita lakukan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan rohani seperti saat teduh, doa keluarga, serta menanam hidup berkomitmen kepada Tuhan. [LH]

Mazmur 119:44
“Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)