Author Topic: Saat Teduh  (Read 65682 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 03, 2014, 02:50:06 PM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Tawaran yang menyejukkan
Posted on Minggu, 3 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Markus 10:46~52 <…Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”..>
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/10/45

Apakah kita pernah membayangkan dancoba merasakan bagaimana kondisi sebagai orabg buta..?

Alkitab mencatat kisah seorang buta yang bernama Bartimeus, ia tidak mampu melihat keindahan dunia ini sejak ia dilahirkan. Ia hanya mampu melihat dengan indra lain, yaitu dengan membayangkan melalui imajinasinya.

Hal yang menarik adalah perjumpaanya dengan Yesus. Sekalipun harus dengan susah payah, akhirnya ia mendapatkan kesempatan itu. Bartimeus tentu sangat lega tatkala Yesus mengajukan pertanyaan: “Apa yg kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Sungguh kata-kata ini sangat menyejukkan hati bagi seseorg seperti dirinya. Bartimeus merasa bahwa di tengah penderitaannya, ternyata ada Tuhan Yesus yang memedulikannya.

Di sekitar kita banyak orang yang “buta”, orang yang mengalami penderitaan dan membutuhkan pertolongan. Saat kita berjumpa dengan orang-orang itu, apakah kita juga bertindak seperti Tuhan Yesus dengan mengucapkan sebuah kalimat yang menyejukkan hati? “Apa yang bisa saya bantu?”

Apakah kita juga memiliki kepedulian kepada orang-orang di sekitar kita? Kepedulian kita meskipun diungkapkan dengan cara sederhana, kiranya dapat menyejukkan hati mereka.

Sekecap perkataan kepedulian kita
bisa menjadi pelipur bagi jiwa yang terluka.

Happy Sunday!!!





Menjaga diri dari pencobaan
Posted on Minggu, 3 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 141
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/141/1

Hidup menjaga diri tidak meniru kefasikan yang ada di sekeliling kita, sungguh tidak mudah. Apalagi, kalau orang fasik hidupnya seperti lebih makmur, sukses, dan tidak ada masalah. Rasanya sulit untuk menolak tawaran mereka mengikut dunia ini dan mengatakan kepada mereka bahwa hidup kita lebih baik daripada mereka.

Itulah pergumulan pemazmur dalam mazmur ini. Apalagi kalau ia merasa sepertinya ibadahnya datar. Tidak ada sensasi spektakuler merasakan hadirat Tuhan. Maka doanya, “Biarlah doaku…seperti persembahan ukupan,” “tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.” (2) Di mana kekuatan untuk melawan godaan musuh, kalau tidak rasa dekat dengan Tuhan?

Sebenarnya pergumulan pemazmur lebih merupakan pergumulan hati. Bagaimana supaya daya tarik hidup dalam dosa tidak sampai memikat hatinya (4). Maka, ia lebih senang bila Tuhan menempatkan orang-orang benar untuk memonitor dirinya, menasihati, mengingatkan, bahkan menegur saat kecenderungan dosa mulai menyerangnya (5). Ia berupaya mengelak hal-hal yang sepertinya baik dan aman-aman saja yang diberikan oleh mereka yang tidak mengenal Tuhan. Ia juga berharap, mereka yang jahat cepat kena batunya (6-7), supaya mereka tahu siapa sesungguhnya yang benar.

Di tengah pencobaan itu, pemazmur hanya bisa meminta Allah, supaya menguatkan hatinya bahwa Tuhan akan melindunginya, dan membinasakan semua pelaku kefasikan.

Kondisi hidup kita mungkin tidak beda jauh dari pemazmur. Kunci kemenangan kita bukan pada upaya kita kuat dan tidak ikut-ikutan dunia ini, melainkan pada mengarahkan iman kita kepada Kristus yang sudah menang melawan dosa. Dia sanggup memberikan kita kemenangan yang serupa, dan Dia sendiri bisa menjadi teladan saat godaan menerpa kita.
August 03, 2014, 02:51:07 PM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Memelihara Ketaatan kepada Firman Tuhan
Posted on Minggu, 3 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 36
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/36/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/24/35

Yoyakim membakar tulisan firman Allah yang ditulis Yeremia. Hanya tiga orang saja yang berusaha melarang raja untuk tidak membakar gulungan kitab itu. Kondisi ini menunjukkan bahwa sudah tidak ada sensitivitas terhadap dosa di antara kaum Yehuda. Tindakan Yoyakim menunjukan bahwa dirinya menentang Allah dan tidak peduli terhadap teguran Tuhan, bahkan Yoyakim berniat untuk menangkap Yeremia dan Barukh, tetapi Allah menyembunyikan mereka. Apakah dengan membakar gulungan kitab, Yoyakim dapat membatalkan firman Allah atau menghancurkan firman Allah? Sama sekali tidak! Manusia dapat memusnahkan gulungan kitab, tetapi tidak dapat memusnahkan firman Allah. Allah memerintahkan Yeremia untuk menuliskan kembali firman-Nya itu dalam gulungan kitab yang lain. Dalam gulungan kitab yang baru, Allah menyampaikan bahwa kebanggaan takhta kerajaan Yoyakim akan dimusnahkan Tuhan dengan cara: tidak ada keturunan Yoyakim yang akan duduk di atas tahta Daud. Yoyakim bukanlah orang yang pertama dan terakhir melakukan pemusnahan firman Allah. Ada begitu banyak usaha untuk memusnahkan Alkitab dan Kekristenan di sepanjang sejarah gereja. Akan tetapi, kelangsungan firman Allah ditopang oleh Allah sendiri seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Matius 24:35 “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” 1 Petrus 1:25 “tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya”. Sampai saat ini, Alkitab terus diterjemahkan dalam berbagai bahasa suku agar firman Allah bukan hanya bisa dibaca oleh orang-orang di kota, tetapi juga oleh orang-orang di daerah pedalaman. Jikalau bukan Tuhan yang menopang, tidak mungkin hal itu dapat berlangsung terusmenerus. Terpujilah nama Tuhan! [LH]

Yesaya 40:8
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya
August 05, 2014, 06:10:43 AM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Allah Menopang Firman-Nya
Posted on Senin, 4 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 37
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/37/1
http://www.jesoes.com/alkitab/2taw/36/12
http://www.jesoes.com/alkitab/ul/6/7
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/1/8

Zedekia adalah keturunan Raja Yosia, tetapi hidupnya tidak seperti ayahnya yang takut Tuhan. Raja Yosia hidup mengasihi Tuhan. Dialah yang mengusahakan pemulihan rohani sesuai dengan kitab Taurat yang ditemukannya. Sebaliknya, Zedekia tidak mau mendengarkan peringatan Nabi Yeremia yang membawa pesan TUHAN (2 Tawarikh 36:12). Pada masa kecilnya, Zedekia bisa menyaksikan teladan dari kehidupan ayahnya. Seharusnya teladan tersebut terekam dalam ingatannya. Bukan hanya itu saja, kemungkinan besar, ayahnya mengajarkan tentang taurat Tuhan dengan serius kepada Zedekia. Adanya teladan seorang ayah ternyata tidak menjamin bahwa sang anak tersebut setelah dewasa akan tetap setia kepada Tuhan. Bisa saja terjadi bahwa anak itu memilih jalannya sendiri sesudah dia dewasa. Di dalam Alkitab, terdapat banyak contoh tentang anak yang kehidupannya tidak seperti orang tuanya yang takut akan Tuhan. Misalnya, Nadab dan Abihu (anak-anak Imam Harun), Simson (anak Manoah), Yoel dan Abia (anak-anak Nabi Samuel), dan masih banyak yang lainnya. Kita harus menyadari bahwa anak bukanlah seperti selembar kertas kosong yang perkembangannya tergantung dari siapa yang menulis dan apa isi tulisan di kertas tersebut. Bagaimanapun, setiap anak memiliki respons yang unik (setiap anak berbeda), sehingga apa yang dialami anak pada masa kecil bukanlah satu-satunya penentu yang membentuk kehidupan pribadinya. Ada begitu banyak hal yang turut mempengaruhi anak tersebut. Kondisi seperti di atas tidak boleh membuat kita tawar hati dan merasa percuma mendidik anak. Bagaimanapun, Allah menghendaki agar kita mendidik anak-anak kita secara tekun (Ulangan 6:7). Tuhan juga memperingatkan anak-anak agar memperhatikan didikan orang tuanya (Amsal 1:8-9). [LH]

Efesus 6:4
“…. didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan”





Siap menderita bagi Kristus
Posted on Senin, 4 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 21:27-36
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/21/27

Jalan salib bukanlah jalan yang nyaman. Maka Yesus memberitahu setiap orang yang mau mengikut Dia agar menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia. Inilah yang dialami oleh rasul Paulus.Ia sudah mengikuti saran Yakobus dan para penatua di Yerusalem dengan menjalankan upacara pentahiran sebagai tanda bahwa ia menghormati hukum Taurat. Namun orang-orang Yahudi dari Asia melancarkan tuduhan palsu dan memprovokasi rakyat bahwa Paulus menentang bangsanya sendiri, hukum Taurat yang mereka agungkan, dan menajiskan Bait Allah dengan membawa masuk orang nonYahudi ke dalamnya (28). Tuduhan ini serius karena nyawa menjadi taruhannya.

Dampaknya, rakyat terhasut sehingga menangkap dan menganiaya Paulus (30, 32). Mereka main hakim sendiri tanpa menyelidiki kebenarannya. Mereka ingin melenyapkan Paulus karena dianggap mengkhianati bangsa. Namun, usaha mereka tidak berhasil karena Tuhan menggerakkan kepala pasukan Romawi untuk memimpin pasukannya dan menyelamatkan Paulus dari tangan orang Yahudi. Rakyat yang terprovokasi juga kebingungan sehingga tidak dapat memberikan jawaban yang tepat bagi pertanyaan kepala pasukan itu (33-34).

Paulus telah berusaha mengikuti aturan dan menunjukkan niat baiknya, tetapi ia tetap mengalami perlawanan. Mengikut Kristus memang tidak selalu mudah. Kita harus siap membayar harga, menderita demi iman kita dan Injil yang kita beritakan. Kalau tidak, kita tidak layak disebut sebagai pengikut Kristus. Ketika kita memutuskan untuk mengikut Kristus, tidak ada jalan mundur bagi kita. Kita harus siap menghadapi tuduhan, fitnah, dan penderitaan, sebagaimana Yesus, rasul Paulus, dan para pengikut Yesus lain yang telah mengalaminya. Namun dalam semua itu, Tuhan menyertai dan akan menolong kita. Ingatlah bahwa penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima kelak di surga. Oleh karena itu, bila kita harus menderita demi Injil, marilah kita tetap setia mengikut Kristus karena Dia tidak pernah meninggalkan kita.
August 06, 2014, 05:38:01 AM
Reply #83
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Allah kita adalah Allah yang cemburuan
Posted on Selasa, 5 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Setiap manusia pasti tidakbisa menghindar dari rasa cemburu. Terlebih lagi ketika seseorg yang kita kasihi tengah dekat dengan orang lain. Kita pun menjadi sangat takut kalau kehilangan.

Cemburu adalah salah satu tanda bahwa kita sangat mengasihinya dan tidak ingin dia jatuh pada orang yang salah, karena kita sudah memberikan yang terbaik baginya.

Begitu juga dengan Allah. Dia adalah TUHAN yang cemburuan, yang tidak menghendaki anak-anak-Nya ada allah lain di hadapan-Nya. Allah tidak ingin iblis menggoda dan mengambil kehidupan kita dari Dia, oleh sebab itu Ia selalu menuntun dan membawa kita ke dalam jalan-Nya.

Kasih Allah kepada kita begitu besar dan kehidupan kita pun selalu dijaga oleh-Nya. Allah sama sekali tidak ingin kehilangan kita. Bahkan, Ia rela memberikan nyawa-Nya bagi kita.

Lalu apa yang telah kita lakukan kepada TUHAN selama ini?!

Keluaran 34:14 <Sebab janganlah engkau menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.>
August 07, 2014, 05:30:21 AM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Kita bukan keset
Posted on Rabu, 6 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 22:23-39
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/22/29

Tuhan memang memanggil orang Kristen untuk siap menderita bagi Dia. Namun, tidak berarti kita harus selalu pasrah menerima aniaya. Ada saatnya orang Kristen perlu bersuara dan membela haknya karena kita bukan keset yang harus menerima injakan orang. Inilah yang dilakukan Paulus dalam nas yang kita pelajari.

Meskipun ia selalu siap menderita bagi Kristus. Namun, ketika kepala pasukan Romawi memerintahkan pasukannya untuk menyiksa Paulus tanpa adanya vonis dari pengadilan, Paulus menyatakan haknya sebagai warga negara Romawi. Kewarganegaraannya diperoleh berdasarkan kelahirannya, bukan dibeli, seperti status kewarganegaraan kepala pasukan itu (28). Paulus jelas sadar hukum karena menurut hukum Romawi, seorang warga negara Romawi tidak boleh menerima hukuman dan bahkan siksaan, kecuali pengadilan menyatakan bahwa orang itu bersalah. Oleh karena itu, perwira yang ingin menyiksanya mundur dan melaporkan hal itu kepada kepala pasukan, yang kemudian membatalkan perintahnya.

Paulus berani bertindak karena mengetahui dengan jelas hak-haknya sebagai seorang warga negara. Kita pun harus memahami dengan jelas hak dan kewajiban kita sebagai warga negara, karena hal itu dijamin oleh Undang-Undang Dasar negara kita. Kadang-kadang kita enggan untuk mengurus dan mempertahankan hak-hak kita karena tidak ingin buang-buang waktu, sementara tidak ada jaminan untuk kepastian penyelesaiannya.

Namun kita harus mengingat bahwa memperjuangkan hak kita sebagai warganegara tetap membutuhkan hikmat, tanggung jawab, dan mengikuti pimpinan Tuhan. Jangan seperti banteng liar yang asal menyeruduk. Dengan hikmat dan pimpinan Tuhan, kita akan tahu kapan kita harus membela hak kita ketika diperlakukan tidak adil dan kapan kita harus menerima pelanggaran atas hak-hak kita, dengan penuh syukur. Karena bila hak kita tetap diinjak-injak dan ketidakadilan tetap kita terima, walaupun kita telah memperjuangkannya, kita perlu meneladani Yesus yaitu mengampuni mereka yang telah menganiaya kita.





Istana kertas
Posted on Rabu, 6 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 39
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/39/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/1/17

Tuhan menyelamatkan Nabi Yeremia dan Ebed-Melekh dari malapetaka serangan Babel bukan karena Allah menghargai mereka, tetapi karena mereka percaya kepada-Nya. Dalam bagian ini, bukan saja nubuatan Nabi Yeremia digenapi oleh Allah, tetapi juga janji Tuhan digenapi dalam kehidupan Nabi Yeremia, bahwa Allah menyertai dan melepaskan Yeremia (1:17-19). Raja Nebukadnezar menganggap Nabi Yeremia sebagai peramal yang meramalkan kemenangan Babel dan ia melihat bahwa Nabi Yeremia ditahan oleh bangsanya sendirim sehingga dia menganggap Nabi Yeremia berada di pihaknya. Oleh karena itu, Raja Nebukadnezar memerintahkan kepala pasukannya untuk membebaskan Yeremia serta menjamin bahwa kehidupan Yeremia dalam keadaan baik, serta memerintahkan supaya apa saja yang diminta oleh Nabi Yeremia harus dituruti. Allah juga setia kepada orang non-Yahudi yang percaya kepada-Nya, yaitu Ebed-Melekh. Rupanya tindakan Ebed-Melekh menyelamatkan Nabi Yeremia dipandang Allah sebagai sesuatu yang baik. Sebaliknya, Raja Zedekia mengalami kehancuran karena ketakutannya dan ketidakpercayaannya. Harapan Raja Zedekia terhadap Mesir pun mengecewakan. Pengalaman Raja Zedekia ini mengingatkan kita bahwa salah menaruh harapan dan kepercayaan bisa berakibat fatal. Percaya dan bersandar kepada Allah tidak akan mengecewakan karena Tuhan telah berjanji untuk menyertai orang-orang yang percaya kepada- Nya. Dalam Roma 5:5 tertulis : “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh ROH KUDUS yang telah dikaruniakan kepada kita.” Di dalam Kristus ada harapan. Di dalam Kristus tidak mengecewakan karena keselamatan telah diberikan-Nya kepada kita. Percayalah kepada-Nya. [LH]

Roma 10:11
Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.“
August 08, 2014, 05:17:54 AM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Tetap berani bersaksi
Posted on Kamis, 7 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 22:30-23:11
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/22/30

Bagi sebagian orang, bersaksi kepada orang dekat tidak menjadi masalah. Namun, bagaimana menghadapi musuh yang siap “menerkam”, apakah masih tetap berani bersaksi? Sebagian orang mungkin akan memilih menghindar atau tutup mulut, tetapi Paulus tidak begitu.

Di hadapan Mahkamah Agama yang dikumpulkan oleh kepala pasukan Romawi, Paulus menyatakan bahwa ia hidup sebagai warga negara dengan hati nurani yang murni(1). Hidupnya benar dan berintegritas, terbuka dan terbaca jelas oleh semua orang. Ini terjadi karena kemuliaan Allah bersinar di dalam hatinya. Oleh karena itu, tuduhan bahwa Paulus melarang hukum Taurat dan Bait Suci adalah tidak benar. Mendengar hal itu, Imam Besar Ananias tidak percaya dan ia bertindak sewenang-wenang dengan memerintahkan orang untuk menampar Paulus. Maka, Paulus menegur kemunafikan Ananias karena telah melanggar hukum Taurat, sebab Taurat melarang pengadilan menghukum seseorang sebelum kesalahannya diketahui.

Paulus juga menyebutkan statusnya sebagai seorang Farisi dan berdarah Farisi. Lalu, ia dengan cerdik memaparkan doktrin kebangkitan yang menjadi sumber pertentangan di antara Mahkamah Agama. Orang Saduki memang tidak percaya kebangkitan orang mati dan malaikat. Sebab itu, orang Farisi membela Paulus (19). Keributan pun tidak dapat dihindari sehingga kepala pasukan turun tangan mengamankan Paulus agar nyawanya tidak terancam.

Paulus tentu lelah menghadapi semua itu, tetapi Tuhan hadir menguatkan Paulus dan menyatakan bahwa ia akan selamat dan pergi bersaksi ke Roma. Kita perlu belajar semangat dan keberanian Paulus dalam bersaksi. Karena itu kita perlu menjaga hati nurani dengan hidup benar di hadapan Tuhan. Ini modal besar bagi kesaksian kita, karena perbuatan sering berbicara lebih kuat dibandingkan perkataan. Kita juga perlu berdoa dan dan mengandalkan ROH KUDUS agar mendapatkan kuasa dan keberanian untuk bersaksi sehingga orang lain dapat mengenal Kristus. Bila harus menderita karena bersaksi, ingatlah Tuhan beserta kita.





Penyertaan Tuhan Terhadap Orang Percaya
Posted on Kamis, 7 Agustus, 2014 by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 40-41
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/40/1

Nabi Yeremia diperlakukan istimewa oleh Nebuzaradan. Kepala pasukan Kerajaan Babel tersebut memberikan kebebasan kepada Nabi Yeremia untuk pergi ke Babel atau memilih untuk tetap tinggal di tanah leluhurnya. Bila Nabi Yeremia memilih untuk pergi ke Babel, Nebuzaradan berjanji untuk memperhatikannya. Kata “memperhatikan” (sesuai dengan 39:12) berarti bahwa Nabi Yeremia tidak akan disakiti dan apa pun yang diminta oleh Yeremia akan dituruti. Bukankah hal ini merupakan tawaran yang sangat menarik? Meskipun demikian, Nabi Yeremia memilih untuk tidak ikut ke Babel. Dia memilih untuk tinggal bersama-sama dengan orang-orang Yehuda yang tersisa di tanah leluhurnya. Nampak jelas sekali bahwa Nabi Yeremia mengetahui panggilan hidupnya. Sekalipun dia mendapat tawaran kemakmuran, dia tidak menerima tawaran itu karena panggilan hidupnya bukan untuk mengejar kemakmuran. Nabi Yeremia dipanggil sebagai Nabi Allah yang menjadi penyambung lidah Allah bagi umat-Nya. Sekalipun nubuatan itu telah tergenapi, tugasnya sebagai nabi belum selesai. Nabi Yeremia masih harus menyampaikan berita bukan hanya untuk orang-orang di pembuangan, tetapi juga untuk orang-orang yang tersisa di negerinya sendiri. Tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan Allah. Bila Anda memahami tujuan hidup Anda, Anda dapat menentukan pilihan yang harus Anda ambil atau Anda tolak dalam kehidupan Anda. Misalnya, Anda akan memilih untuk meluangkan waktu bersama anak guna menanamkan hal rohani ketimbang mencari kesenangan. Contoh lain, Anda memilih pekerjaan bukan sekedar berdasarkan gaji, tetapi mempertimbangkan apakah di tempat itu Anda bisa memuliakan Allah. [LH]

Yeremia 40:4a
“Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! ”.
August 08, 2014, 05:20:55 AM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Melihat masalah dan tangangan dengan cara berbeda
Posted on Kamis, 7 Agustus, 2014 by Saat Teduh

1 Samuel 17:26 <..Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan daripada Allah yang hidup?”>
http://www.jesoes.com/alkitab/1sam/17/26


Orang Israel lari berhamburan karena ketakutan ketika Goliat tampil ke depan dan kembali menantang agar salah satu prajurit Israel menghadapinya untuk menentukan pemenang perang.

Sebaliknya Daud bukan takut, malah geram dgn cemoohan Goliat tersebut. Ia merendahkan Goliat sebagai “orang filistin yang tak bersunat”. Mengapa Daud bisa melihatnya dengan cara berbeda dan tidak ikut larut dlm ketakutan Israel

Jawabannya adalah karena Daud melihat kebesaran Allah yang ia sembah secara luar biasa, sehingga semua hal lain teramat kecil di pandangannya. Demikian pula halnya dgn kehidupan ini. Jika kita melihat TUHAN kecil, maka semua masalah dam tantangan akan memjadi raksasa yang seram, tetapi bila kita melihat TUHAN begitu besar, maka semua yang lain akan berubah menjadi kecil.

Bagaimana caranya agar kita bisa demikian?

Pertama, berfokuslah pada TUHAN bukan pada tantangan. Tantangan sekecil apapun akan menjadi raksasa yang mengerikan bila kita perbesar. Fokuslah pada TUHAN agar kita semakin merasakan kebesaran-Nya!

Kedua, menamai masalah dengan pandangan berbeda. Orang lain melihat Goliat sebagai pendekar raksasa yang hebat, Daud menamainya: “Orang filistin yang tak bersunat. ” Sesungguhnya masalah merupakan peluang untuk meraih kemenangan.

Ketiga, melihat diri kita dengan cara yang berbeda. Daud menyebut Israel yang ketakutan itu sebagai “Barisan daripada Allah yang hidup. ” Bagaimana kita menamai diri sendiri?

Orang beriman berani bertindak dan tampil beda bila kita melihat masalah dan tantangan dengan cara berbeda. (Baca Keluaran 14:14; Yesaya 41:10; Roma 8:37 dan 1 Korintus 15:57).
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/14/14
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/41/10
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/8/37
http://www.jesoes.com/alkitab/1kor/15/57

Tuhan Yesus mengasihimu!
August 09, 2014, 05:28:23 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Tuhan tetap bekerja
Posted on Jumat, 8 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 23:12-35
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/23/13

Rencana dan kehendak Tuhan tidak pernah gagal, walaupun manusia berusaha menggagalkannya dengan berbagai cara. Janji-Nya bahwa Dia akan melindungi Paulus dalam perjalanannya ke Roma untuk memberitakan Injil di sana, akan Dia genapi dengan ajaib dan secara sempurna.

Hal ini terlihat jelas ketika beberapa orang Yahudi bermaksud membunuh Paulus. Mereka yang selalu menganggap diri taat hukum (Taurat), justru melanggar hukum karena bermaksud melenyapkan Paulus dengan cara licik, yaitu menyergapnya dengan sembunyi-sembunyi. Namun rencana mereka tidak berhasil.

\Tuhan memakai kemenakan Paulus yang mendengar persekongkolan mereka itu untuk kemudian membongkarnya di hadapan kepala pasukan, Lisias. Maka Lisiaslah yang kemudian Tuhan pakai untuk menyelamatkan Paulus dari empat puluh lebih orang Yahudi yang telah berkomplot bahkan bersumpah untuk membunuhnya. Lisias kemudian mengirimkan Paulus kepada Feliks, sang wali negeri yang berada di Kaisarea disertai dengan sepucuk surat penjelasan mengenai alasan pengiriman tersebut, dan pernyataan ketidakbersalahan Paulus (26-30). Dalam pengaturan Tuhan, Paulus pun tiba di tempat tujuan dengan selamat sehingga mendapat kesempatan untuk bersaksi di hadapan para pembesar dan raja.

Dari kisah Paulus kita dapat melihat bahwa manusia bisa saja berencana jahat terhadap umat Tuhan. Akan tetapi, kalau Tuhan tidak berkenan atas semua rancangan jahat itu, tentu tidak akan terjadi apa pun pada umat-Nya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa apa pun kesulitan dan tekanan yang kita alami karena iman kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan tidak jarang Tuhan memakai perbuatan jahat manusia untuk menggenapi rencana-Nya yang indah bagi umat-Nya. Maka, apa pun yang terjadi dalam kepengikutan kita akan Kristus, janganlah pernah putus asa, kecewa, dan mundur, karena Tuhan menginginkan kita melakukan karya besar untuk perluasan Injil bagi kemuliaan nama-Nya.





Renungan
Posted on Jumat, 8 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 42-43
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/42/1

Yohanan adalah seorang yang sangat berani memimpin orang-orang Yehuda untuk melawan bangsa Babel. tetapi keberaniannya ini tidak menunjukkan iman kepada Tuhan. Dia bersama-sama dengan orang Yehuda lainnya tidak berani mengikuti perintah Tuhan untuk tetap tinggal diam di negeri mereka sendiri. Kondisi negeri mereka pada waktu itu sangat melarat, banyak orang yang kelaparan dan tidak aman. Mereka melirik ke Mesir, suatu negeri yang makmur, aman dan damai . Oleh sebab itu, mereka memohon kepada Nabi Yeremia untuk menanyakan apakah Tuhan mengizinkan mereka pergi ke Mesir atau tidak. Namun, setelah sepuluh hari, Nabi Yeremia menyampaikan jawaban dari Tuhan, yaitu Tuhan melarang mereka pergi ke Mesir. Aneh sekali bahwa setelah mendengar jawaban tersebut mereka malah tidak mau menuruti perintah Tuhan. Nabi Yeremia menegur mereka bahwa mereka telah menipu Tuhan karena sebelumnya mereka telah berjanji untuk mendengarkan suara Tuhan, baik ataupun buruk. Apakah maksud dari tindakan mereka meminta Yeremia untuk berdoa bertanya kepada Allah tentang rencana mereka? Ketidaktaatan mereka membuktikan bahwa sebenarnya doa mereka kepada Tuhan tidak dilandasi oleh motivasi untuk mencari kehendak Tuhan. Mereka ingin supaya Tuhan menyetujui apa yang ingin mereka lakukan. Sebenarnya, mereka tidak perlu berdoa kalau hanya untuk menipu Allah. Bagaimana dengan Anda saat ini? Apa Apa yang terjadi saat Anda berdoa kepada Allah? Apakah doa anda merupakan lembaran permohonan yang disampaikan supaya Allah menyetujui keinginan Anda? Berdoalah dengan hancur hati karena mengingini rencana Allah dinyatakan dalam kehidupan Anda! Sampaikan dengan sungguh-sungguh bahwa Anda ingin hidup dalam rencana Allah [LH]

1 Yohanes 2:17
“ Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”
August 10, 2014, 04:32:47 AM
Reply #88
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Membela atau menyatakan kebenaran
Posted on Sabtu, 9 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 24:1-27
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/24/1

Setelah dipindahkan ke Kaisarea, Paulus kembali harus berhadapan dengan Mahkamah Agama yang dibela oleh seorang pengacara. Pengacara bayaran itu memuji-muji Feliks sebagai seorang yang bijak, baik, dan murah hati.Pujian itu bertujuan agar Feliks merasa tersanjung dan akhirnya mengambil keputusan yang menguntungkan mereka. Tujuan itu pun tercapai karena sang pengacara melancarkan tiga tuduhan palsu bahwa Paulus telah membahayakan banyak orang melalui ajaran-Nya, menimbulkan kekacauan di mana-mana, dan melanggar kekudusan Bait Suci.

Tiga tuduhan tersebut dibantah satu per satu oleh Paulus (11-20). Kedatangannya ke Yerusalem dengan maksud untuk beribadah, tidak dapat dibuktikan sebagai upaya mengacaukan umat Yahudi, ataupun Bait Suci. Apa yang Paulus lakukan senantiasa sesuai dengan pengajaran Kitab Suci. Bila ada yang dapat disebut kesalahan dalam diri Paulus, ialah bahwa ia mengikuti Jalan Tuhan yang mereka anggap sesat. Padahal hal itu bersumber pada Kitab Suci yang memang mengajarkan adanya pengharapan akan adanya kebangkitan orang mati, sama seperti para pendakwanya (14-15, 21). Menyangkut karakter, Paulus selalu berusaha hidup jujur dan benar di hadapan Allah dan manusia, dan mengasihi kaum sebangsanya dengan datang ke Yerusalem membawa persembahan diakonia. Ketika mereka menangkapnya, ia sedang beribadah di Bait Suci.

Walaupun Paulus tidak terbukti bersalah, sayangnya, Feliks yang mengetahui Jalan Tuhan, tidak berani mengambil keputusan. Bahkan ia dan isterinya mendapat kesempatan untuk mendengarkan Injil dari Paulus, tetapi tetap menutup hatinya terhadap Injil yang membongkar dosa dan kebobrokan hidupnya karena memiliki banyak isteri (Drusila adalah isteri ketiganya) dan suka menerima suap (26).Feliks terus menundanya sampai akhirnya dia digantikan oleh Perkius Festus (27).

Kita perlu memiliki sikap seperti Paulus, selalu menggunakan kesempatan untuk memberitahkan Injil kebenaran dan menegur dosa mereka yang bersalah.





Jangan Menipu Allah Dalam Doa
Posted on Sabtu, 9 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 44-45
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/44/1
http://www.jesoes.com/alkitab/am/4/7

Di pasal 44, Tuhan menegur orang-orang Yehuda yang tersisa melalui Nabi Yeremia, karena mereka tinggal di Mesir dan hidup menyembah ratu sorga. Mengapa malapetaka yang mereka terima tidak membuat mereka bertobat dan sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan? Apakah mereka telah melupakan hukuman yang Tuhan timpakan kepada nenek moyang mereka karena dosa mereka, yaitu bahwa raja, para imam, dan rakyat menyembah berhala? (44:9). Mereka kembali ke Mesir bukan karena mereka lupa, tetapi sebagai bentuk “pertobatan” kepada ratu sorga yang sempat mereka lalaikan dan mereka tinggalkan. Mereka beranggapan bahwa kemakmuran berasal dari ketaatan kepada ratu sorga,dan bahwa malapetaka yang terjadi merupakan hukuman dari ratu sorga yang disebabkan karena mereka berhenti membakar korban bakaran kepadanya (44:17-18). Mereka bukan melupakan peristiwa yang telah terjadi (44:19), namun mereka mengabaikan Firman Tuhan yang menjelaskan mengapa peristiwa itu terjadi, misalnya penjelasan pasal 14 bahwa musim kekeringan yang mereka alami adalah hukuman Tuhan karena dosa-dosa mereka. Bandingkan dengan penjelasan Nabi Amos bahwa Tuhanlah yang menahan hujan (Amos 4:7). Betapa serius akibat yang dihasilkan bila melupakan Firman Tuhan! Sisa Yehuda melupakan pengajaran Firman Tuhan. Bagi mereka, hidup adalah sekedar mengejar kemakmuran. Mereka bersedia untuk sujud menyembah ilah lain yang dianggap bisa memberi kemakmuran. Akibat selanjutnya, mereka tidak peka terhadap teguran Tuhan. Hati mereka mengeras sehingga teguran Tuhan melalui peristiwa yang mereka hadapi tidak mereka dengar. [LH]

Yeremia 44:9
“Sudah lupakah kamu kepada kejahatan nenek moyangmu, kejahatan raja-raja Yehuda, kejahatan para pemuka mereka, kejahatanmu sendiri dan kejahatan isteri-isterimu yang dilakukan mereka di tanah Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? ”
August 11, 2014, 05:21:55 AM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Pengaruh lingkungan dan pergaulan
Posted on Minggu, 10 Agustus, 2014 by Saat Teduh

1 Korintus 15:33 <Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.>

Ada sebuah kelakar mengenai orang Indonesia dan Singapura. Katanya, orang Indonesia yang tadinya suka buang sampah sembarangan dan kurang tertib berlalu-lintas akan menjadi tertib dan buang sampah di tempatnya ketika berada di Singapura. Sebaliknya, orang Singapura akan berubah menjadi suka buang sampah sembarangan dan tidak tertib berlalu-lintas ketika tinggal di Indonesia. Entah benar atau tidak hal ini dan juga bukan bermaksud untuk menjelekkan bangsa kita, tetapi kelakar ini menggambarkan bahwa pengaruh sebuah lingkungan begitu kuat. Ketika lingkungan tempat kita tinggal baik, kita akan berperilaku baik. Namun jika lingkungan buruk, kita akan berperilaku buruk pula.Alkitab mengingatkan kita akan hal ini: jangan bergaul dengan para pemabuk, pemalas dan penjahat. Mengapa? Bukan hanya karena pemabuk dan pemalas akan menghasilkan kemiskinan dan penjahat akan menghasilkan perbuatan jahat, melainkan juga karena pengaruhnya yang akan berdampak buruk kepada kita. Coba bayangkan, jika kita terus bergaul dengan orang-orang malas yang selalu mengatakan bahwa anggur itu enak dan mabuk itu dapat melupakan segala masalah. Atau, jika kita selalu bergaul dengan orang-orang yang hanya memikirkan dan melakukan perbuatan jahat, apa yang akan terjadi dengan hidup kita? Tanpa disadari, kita pun akan berpikir dan berperilaku seperti mereka. Lingkungan yang buruk akan selalu ada di sekitar kita. Sekarang, tergantung kepada kita untuk memilihnya. Apakah kita mau bergaul di tengah lingkungan yang buruk itu? Jika pada kenyataannya kita sulit untuk menghindar, kitalah yang harus menciptakan lingkungan yang baik yang memberi pengaruh baik kepada mereka. Minimal dalam keluarga kita sendiri. Jadikanlah keluarga kita sebagai lingkungan yang baik! (Baca Amsal 6:9~11; 13:20; 16:17; 20:1; 21:17 dan 23:19~21; Yesaya 5:11 dan Efesus 5:15~18).

http://www.jesoes.com/alkitab/ams/6/9
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/13/20
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/16/17
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/20/1
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/21/17
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/23/19
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/15/11
http://www.jesoes.com/alkitab/ams/ef/5/15

Happy Sunday !!!

Tuhan Yesus mengasihimu!
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)