Author Topic: Saat Teduh  (Read 63060 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 12, 2014, 05:24:43 AM
Reply #90
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Bersikap di atas kebenaran
Posted on Senin, 11 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 25:1-27
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/25/1

Banyak orang yang tahu kebenaran, tetapi hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran itu. Orang semacam itu akan ragu-ragu mengambil keputusan yang didasarkan atas kebenaran.

Festus ternyata tidak berbeda jauh dengan Feliks. Ia peragu. Dalam bertindak, ia lebih suka mengikuti kemauan orang lain daripada berdiri di atas prinsipnya sendiri. Ia juga rela mengorbankan Paulus sebagai sebuah anugerah bagi orang Yahudi, demi mengambil hati mereka. Padahal, Paulus tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat, Bait Suci, maupun terhadap Kaisar. Orang Yahudi sendiri juga tidak dapat membuktikan kesalahan yang mereka tuduhkan, dan Festus sendiri juga mengakui bahwa Paulus tidak bersalah (25). Karena itu Paulus menegur perbuatannya (11). Paulus juga menuntut haknya sebagai warga negara Romawi dengan naik banding kepada Kaisar.

Sikap Festus yang peragu juga membuat dirinya sendiri mengalami kesulitan dalam memeriksa perkara Paulus (20), serta dalam menuliskan surat pengantar kepada Kaisar tentang tuduhan-tuduhan yang diajukan kepada Paulus. Terlebih masalah Paulus adalah masalah agama, bukan masalah hukum. Oleh karena itu, ia harus meminta masukan dari raja Agripa II (saudara dari Drusila, isteri Feliks) dan orang-orang yang terkemuka di Kaisarea. Hal ini membuat dia mengalami dilema karena takut mengirimkan seorang tahanan kepada kaisar, tanpa memaparkan kesalahan atau tuduhannya (27).

Begitulah kesulitan yang akan dialami orang yang tidak berani tegas dalam mengambil keputusan berdasarkan kebenaran. Selain merugikan orang lain, sesungguhnya kita juga merugikan diri sendiri. Pada awalnya kita akan menjadi gelisah karena tindakan kita bertentangan dengan hati kita. Dan lama kelamaan, hati nurani kita akan menjadi tumpul dan tidak peka lagi terhadap kebenaran. Karena itu, jangan pernah lalaikan setiap kebenaran yang bersuara di hati kita ketika kita bertindak atau mengambil suatu keputusan. Selain itu, pertajamlah kebenaran suara hati itu melalui Firman Tuhan yang kita dengar atau baca tiap-tiap hari.





Hidupmu dalam Kedaulatan Allah
Posted on Senin, 11 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 47
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/47/1

Penghakiman Allah berlaku untuk semua orang, untuk segala bangsa. Seperti Yerusalem yang menghadapi penghakiman Allah, demikian juga dengan bangsa yang lain. Penghakiman Allah seperti pedang yang sudah terhunus dan tidak mungkin disarungkan kembali. Hal itu merupakan gambaran bahwa penghakiman itu pasti terjadi. Apa yang akan terjadi pada bangsa Filistin merupakan sebuah kengerian besar, yaitu bahwa akan datang bangsa yang menghancurkan Filistin seperti air yang mengamuk (47:2), bahkan hari yang menakutkan itu membuat para ayah tidak dapat lagi berpaling menoleh kepada anak-anak (47:3). Hal ini menggambarkan bahwa mereka tidak dapat bergerak lagi seperti orang mati. Filistin adalah bangsa yang sering kali mempersulit kehidupan umat Tuhan. Kali ini, umat Tuhan menyaksikan bahwa musuh-musuh mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan.  Hal ini merupakan penghiburan yang membuat umat Tuhan bisa bersabar ketika menghadapi tekanan musuh, karena kelak Tuhan akan menyelamatkan dan membalas. Kehidupan orang percaya tidaklah mudah. Seringkali orang percaya menghadapi tekanan dari orang-orang yang membenci Kristus. Hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi hampir di seluruh dunia. Tekanan yang begitu berat membuat kita bertanya kepada Tuhan, “Sampai kapan ini semua terjadi?” Firman Tuhan hari ini kiranya membuat kita bersabar menanggung penderitaan karena kelak Tuhan akan menyelamatkan dan Tuhan akan bertindak dalam keadilannya terhadap orang-orang yang menimbulkan penderitaan. [LH]

Yeremia 47:6,7
Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah! Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya!” ”
August 13, 2014, 05:26:45 AM
Reply #91
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Kabarkanlah!
Posted on Selasa, 12 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 26:1-22
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/26/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/9/5

Berada di hadapan Kaisar Agripa sama sekali tidak membuat Paulus gentar. Ia justru gembira (2) karena kasusnya diadili oleh pemimpin tertinggi. Di balik itu, ini merupakan kesempatan untuk mengabarkan Injil kepada sang raja.

Sebelumnya, Tuhan pernah berkata, “…orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” (Kis. 9:15).Maka walau Paulus berbicara dalam konteks membela diri terhadap tuduhan orang Israel, sesungguhnya isi pembelaannya adalah pemberitaan Injil. Lalu dengan bijak, Paulus menempatkan Agripa sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang orang Yahudi (3).

Kemudian secara panjang lebar, Paulus mengisahkan kehidupannya sebelum ia bertobat (4-11). Setelah itu, ia memaparkan kisah pertobatannya dan apa yang dia lakukan setelah pertobatannya itu, yaitu berusaha membuat orang berbalik kepada Allah dan hidup sesuai pertobatan itu dengan memberitakan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya untuk menebus manusia dari dosa (12-20). Dan inilah alasan yang sesungguhnya, yang membuat orang-orang Yahudi ingin membunuh Paulus (21). Jadi bukan karena ia membahayakan banyak orang melalui ajaran-Nya, menimbulkan kekacauan, atau melanggar kekudusan bait suci.

Perhatikanlah bahwa isi pembelaan Paulus bukanlah pembuktian bahwa dirinya tak bersalah, melainkan untuk menyatakan bahwa Agripa perlu menerima keselamatan yang dari Allah. Meski dirinya berstatus terdakwa dengan ancaman hukuman mati, Paulus seolah tak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli terhadap orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan oleh Kristus.
Adakah kepedulian itu kita miliki juga, yaitu kepedulian terhadap orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, yang perlu menerima anugerah keselamatan dari Kristus? Mintalah pertolongan dari Allah agar Anda disanggupkan untuk memberitakan hal itu.





Keadilan Tuhan adalah Penghiburan
Posted on Selasa, 12 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 48
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/48/1
http://www.jesoes.com/alkitab/bil/25/1

Bangsa Moab adalah keturunan Lot, sehingga mereka merupakan saudara jauh dengan Israel. Sebagai saudara jauh, seharusnya Moab bersikap baik terhadap Israel, tetapi ternyata tidak demikian. Moab membawa pengaruh buruk kepada umat Tuhan, yaitu mempengaruhi bangsa Israel untuk berzinah dan menyembah berhala (Bilangan 25:1-3). Yang menyebabkan Moab dihukum Tuhan adalah kesombongan, keangkuhan, dan kepongahannya (Yeremia 48:29-30). Moab sombong karena kemakmurannya. Dari sisi militer, Moab memiliki pertahanan yang mereka percaya tidak akan dapat ditembus. Moab digambarkan seperti orang tua yang tidak pernah susah sejak masa mudanya (48:11). Allah membenci Moab karena mereka menyembah berhala. Kamos adalah dewa yang mereka sembah, tetapi Kamos pun akan dihancurkan oleh Allah. Kemakmuran yang mereka alami membuat mereka tetap menyembah Kamos karena mereka berpikir bahwa kemakmuran mereka berasal dari Kamos. Kali ini, Tuhan akan melenyapkan kebanggaan mereka dan mengambil segala kemakmuran mereka. Allah membenci Moab yang menyombongkan kekayaan dan kehebatannya,  =demikian juga Allah membenci kita yang mempercayakan diri kepada kekayaan dan kemampuan sendiri sebagai sumber rasa aman dalam kehidupan di dunia ini. Kemakmuran yang tidak disadari sebagai anugerah Tuhan dapat menggantikan Tuhan dalam kehidupan Anda. Bila kemakmuran dan kehebatan pribadi menggantikan Tuhan, Andalah yang akan menjadi “Tuhan”, Hal ini berarti bahwa Anda seakan-akan bisa menentukan hidup anda sendiri. Ingatlah bahwa rasa aman Anda tidak terletak pada kemakmuran dan kehebatan pribadi, tetapi pada Tuhan yang telah mengampuni kita dari dosa di dalam Yesus Kristus. [LH]

Yeremia 48:7
“Sungguh, oleh karena engkau percaya kepada bentengmu dan perbendaharaanmu , maka engkau pun akan direbut;…….. ”

August 14, 2014, 05:38:07 AM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Aman di Tangan Tuhan
Posted on Rabu, 13 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 47
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/47/1

Penghakiman Allah berlaku untuk semua orang, untuk segala bangsa. Seperti Yerusalem yang menghadapi penghakiman Allah, demikian juga dengan bangsa yang lain. Penghakiman Allah seperti pedang yang sudah terhunus dan tidak mungkin disarungkan kembali. Hal itu merupakan gambaran bahwa penghakiman itu pasti terjadi. Apa yang akan terjadi pada bangsa Filistin merupakan sebuah kengerian besar, yaitu bahwa akan datang bangsa yang menghancurkan Filistin seperti air yang mengamuk (47:2), bahkan hari yang menakutkan itu membuat para ayah tidak dapat lagi berpaling menoleh kepada anak-anak (47:3). Hal ini menggambarkan bahwa mereka tidak dapat bergerak lagi seperti orang mati. Filistin adalah bangsa yang sering kali mempersulit kehidupan umat Tuhan. Kali ini, umat Tuhan menyaksikan bahwa musuh-musuh mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan.  Hal ini merupakan penghiburan yang membuat umat Tuhan bisa bersabar ketika menghadapi tekanan musuh, karena kelak Tuhan akan menyelamatkan dan membalas. Kehidupan orang percaya tidaklah mudah. Seringkali orang percaya menghadapi tekanan dari orang-orang yang membenci Kristus. Hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi hampir di seluruh dunia. Tekanan yang begitu berat membuat kita bertanya kepada Tuhan, “Sampai kapan ini semua terjadi?” Firman Tuhan hari ini kiranya membuat kita bersabar menanggung penderitaan karena kelak Tuhan akan menyelamatkan dan Tuhan akan bertindak dalam keadilannya terhadap orangorang yang menimbulkan penderitaan. [LH]

Yeremia 47:6,7
Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah! Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya!” ”




Menggunakan tiap kesempatan
Posted on Rabu, 13 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 26:24-32
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/26/24
http://www.jesoes.com/alkitab/1kor/1/18


Meski Injil adalah kebenaran Allah, tetapi tidak semua orang dapat memberi respons positif. Ini tampak pada diri kedua orang pemimpin Romawi ini, Festus dan Agripa.

Setelah mendengar pemaparan Paulus, Festus menganggap Paulus gila (24). Benarlah perkataan Paulus, “… pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa…” (1Kor. 1:18). Menjawab respons Festus, Paulus menyatakan bahwa dirinya tidak gila karena ia mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat (25). Allah, yang Paulus beritakan, memang kadangkala bertindak melampaui akal, tetapi bukan bertentangan dengan akal sehat.

Lalu bagaimana dengan Agripa? Ia tersudut. Jika ia menyetujui perkataan Paulus, ia akan kehilangan muka di hadapan Festus dan orang-orang Romawi lainnya. Namun jika ia berkata bahwa ia tidak percaya kepada para nabi, pengaruhnya atas orang Yahudi akan berakhir. Dengan cerdik Agripa berkata, “Hampir-hampir saja kau yakinkan aku menjadi orang Kristen!” (28).

Hampir menjadi Kristen berarti hampir diselamatkan dari hukuman dosa, yaitu maut. Maka, kata “hampir” tidaklah cukup untuk menyatakan iman Kristen sebab “hampir” masih menyatakan penolakan.

Meski demikian, Paulus pantang menyerah. Ia tidak mundur sedikit pun demi Injil. Ia tahu betapa pentingnya keselamatan bagi Agripa dan bagi semua orang yang ada di situ, tidak peduli apakah mereka orang-orang yang berkuasa dan memiliki pengaruh besar. Oleh karena itu, ia berdoa agar mereka yang ada di situ bisa sama seperti dia (29).

Walau kesempatan itu adalah kesempatan untuk meyakinkan para penguasa serta para hadirin bahwa dirinya tidak bersalah, Paulus memakai kesempatan itu untuk sesuatu yang lebih besar, yaitu untuk memberitakan Kristus. Meneladani Paulus, kiranya kita pun belajar untuk menggunakan tiap kesempatan yang ada untuk berbicara tentang Kristus, agar orang mengetahui bahwa Kristus saja satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal. Apa pun respons mereka, yang penting kita telah melaksanakan tugas kita.
August 15, 2014, 05:30:05 AM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Bukan hanya kepentingan diri
Posted on Kamis, 14 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 27:1-13
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/27/1

Ada stasiun televisi yang menyiarkan program prakiraan cuaca setiap hari. Tentu prakiraan cuaca itu berasal dari sumber yang bisa dipercaya, yang memantau cuaca berdasarkan ilmu dan teknologi tertentu. Maka tak mengherankan bila seorang seperti Paulus, tidak dipercaya untuk membuat prakiraan cuaca.

Yulius, perwira pasukan kaisar Roma, memperlakukan Paulus dengan ramah (3). Ini mungkin karena Paulus berbeda dari tahanan lain, ia adalah warga negara Roma yang ingin bertemu kaisar. Saat itu mereka dalam pelayaran menuju Italia (1). Berlayar dalam musim dingin memang tidak aman karena kemungkinan adanya badai sangat besar. Sebab itu, mereka harus melewatkan musim dingin dengan tinggal di sebuah kota dan pelayaran baru dilanjutkan setelah musim dingin berlalu.

Nakhoda dan jurumudi kapal yang lebih berpengalaman dalam berlayar memutuskan untuk meninggalkan Pelabuhan Indah dan melanjutkan pelayaran ke Feniks, kota pelabuhan berikutnya yang dapat mereka singgahi. Keputusan itu diambil karena Pelabuhan Indah bukan tempat yang ideal untuk ditinggali selama musim dingin (12).

Akan tetapi, Paulus memiliki pendapat berbeda, Ia menyarankan agar mereka tetap tinggal di Pelabuhan Indah karena melanjutkan perjalanan dalam cuaca seperti itu akan berisiko sangat besar, termasuk risiko nyawa mereka (9)! Apakah pendapat Paulus ini didengar? Dalam hal ini, tentu tidak mengherankan bila Yulius, sang perwira lebih mau mendengarkan saran nakhoda dan jurumudi kapal (11). Menurut para awal kapal, lebih baik berupaya keras untuk mencapai kota Feniks. Dan keputusan ini kelak akan mereka sesali dikemudian hari.

Seperti telah dinyatakan kepadanya, Paulus tahu bahwa ia akan selamat sampai di Roma. Meski demikian, ia peduli kepada orang lain dalam kapal itu, para tahanan yang mungkin dalam kondisi terbelenggu sehingga tak bisa menyelamatkan diri bila terjadi kecelakaan. Dalam hal ini kita melihat teladan Paulus, yang tidak hanya memikirkan diri sendiri dan berani berbicara bagi kepentingan orang lain.





Jangan sombong
Posted on Kamis, 14 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 49
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/49/1

Kesombongan adalah bagian yang selalu disoroti oleh Firman Tuhan dari bangsa-bangsa yang dihukum oleh Allah. Bani Amon adalah bangsa yang memegahkan diri dengan harta bendanya (49:1, 4). Edom adalah bangsa yang angkuh karena menduduki tempat tinggi di bukit seperti tempat burung rajawali membuat sarangnya (49:7, 16). Damsyik disebut sebagai kota yang terpuji (49:23, 25). Bangsa Arab (Kedar) adalah bangsa yang sombong karena sentosa dan aman tenteram (49:28, 31). Elam adalah bangsa yang membanggakan kemampuannya dalam memanah (49:34, 35). Mereka tidak mengenal Allah yang sejati sehingga hidup mereka hanya berputar pada diri mereka sendiri dan mereka hanya berbicara untuk membangun kebesaran pribadi. Sesungguhnya, mereka melakukan hal yang sia-sia, “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?”. (Mazmur 2:1). Kesombongan mereka mendatangkan hukuman Tuhan. Hidup di dalam Kristus yang telah menyelamatkan manusia berdosa sesungguhnya membebaskan manusia dari hidup yang hanya berputar pada dirinya sendiri. Di dalam Kristus, kehidupan orang percaya sekarang ini bergerak keluar dari dirinya sendiri, yaitu kepada Allah, sehingga tujuan hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati hadirat-Nya. Kenyataan bahwa orang percaya dapat jatuh dalam dosa kesombongan karena apa yang dimilikinya menyadarkan kita bahwa kita perlu mendisiplin diri untuk menjalin relasi dengan Tuhan. Seorang yang menjalin relasi dengan Tuhan harus belajar untuk mengakui bahwa Tuhanlah yang lebih bernilai dalam kehidupannya, sehingga ia dapat menilai apa yang dimilikinya secara benar, misalnya menilai uang tidak lebih hanya sekedar alat pemeliharaan Tuhan. Uang tidak bisa memelihara kita. [LH]

Amsal 16:18
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
August 16, 2014, 05:31:55 AM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Kepemimpinan fungsional
Posted on Jumat, 15 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 27:14-44
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/27/14

Secara umum, kepemimpinan sering dipandang sebagai status atau kedudukan daripada sebagai suatu pelayanan. Sering juga kepemimpinan diserahkan kepada seseorang sebagai hadiah atas prestasinya, dan bukan sebagai tanggung jawab yang membutuhkan kerendahhatian.Maka banyak orang yang bekerja untuk meraih sebuah kedudukan dalam kepemimpinan dan bukan untuk melayani orang lain serta membiarkan karakter kepemimpinan itu yang bertumbuh dalam dirinya.

Kepemimpinan Paulus muncul di kapal yang menuju ke Roma itu. Meski sebelumnya sarannya tidak didengar, Paulus tidak lantas merajuk dan berdiam diri. Kemungkinan bahaya bila kapal melanjutkan pelayaran seperti yang telah dikatakan Paulus, ternyata terjadi. Angin badai melanda (14). Awak kapal pun berupaya menyelamatkan kapal, dengan menurunkan layar dan membiarkan kapal terapung-apung (17) serta meringankan beban kapal dengan membuang alat-alat kapal (19). Karena tidak ada hasil atas semua upaya itu, mereka jadi putus asa (20). Pada saat itulah Paulus tampil dan membangkitkan semangat dengan menyampaikan pesan Allah yang disampaikan kepada dia melalui malaikat (22-24). Paulus juga mencegah para awak kapal yang berusaha melarikan diri (30-32). Saran sederhana, tetapi penting pun dikatakan oleh Paulus, yaitu mengajak mereka makan (33-36). Paulus melakukan semua itu tanpa posisi kepemimpinan secara formal. Ia bukan kapten kapal atau prajurit kaisar. Ia hanyalah seorang tahanan.

Kepemimpinan Paulus memang tidak dipandang sebagai kepemimpinan rohani oleh orang-orang di kapal itu. Mereka mengikuti saran Paulus karena telah terbukti kebenaran perkataan dan kompetensinya. Inilah yang disebut sebagai kepemimpinan fungsional, tanpa jabatan formal, tetapi melakukan fungsinya tatkala dibutuhkan, tatkala tak seorang pun dapat memberikan jawaban.

Kita pun bisa tampil menjadi pemimpin fungsional bagi dunia di sekitar kita. Tak perlu jabatan dan pelantikan, tetapi berilah pertolongan dan layanilah mereka yang membutuhkan.





Tidak Perlu Iri
Posted on Jumat, 15 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 50
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/50/1

Babel adalah alat Allah untuk menghakimi Yehuda dan bangsa lainnya. Kemenangan demi kemenangan serta kejayaan dan kemasyhuran yang mereka miliki pada waktu itu sesungguhnya adalah berkat dunia yang Tuhan izinkan untuk mereka miliki. Kesuksesan ini mereka kecap sekalipun mereka tidak mengenal Allah yang sejati. Akan tetapi, bangsa Babel pun mendapat giliran untuk dihakimi oleh Allah. Allah mendatangkan bangsa lain untuk menghancurkan Babel. Nubuat Yeremia tentang kehancuran Babel membuktikan bahwa Allah sama sekali tidak memandang kejayaan, kehebatan, dan kemakmurannya sebagai hal yang menyenangkan hati Allah. Semuanya itu tidak dapat menutupi dosa Babel yang sedang dinilai oleh Allah. Di sisi lain, nubuat ini menggenapi janji Allah untuk memulihkan umat Allah. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita. Segala kejayaan, kemakmuran dan kesuksesan yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah memang diizinkan oleh Allah. Justru kesuksesan, kejayaan dan kemakmuran menjadi tempat yang licin bagi mereka, membuat mereka menjadi semakin sombong dan semakin tidak merasa perlu untuk mengenal Allah yang sejati. Akan tetapi, hal itu tidak akan bertahan lama karena semuanya akan berakhir dalam penghakiman Allah. Alkitab mengajarkan bahwa bukan orang yang kuat, bukan orang yang kaya, bukan orang yang sukses yang hidupnya memiliki damai sejahtera, tetapi orang yang dibenarkan Tuhan, yang dipandang sebagai domba-Nya, dan yang dipelihara oleh Gembala yang Agung. Oleh karena itu, janganlah Anda mengejar apa yang dikejar oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Anda juga tidak perlu iri terhadap kesuksesan mereka karena segala yang mereka miliki bersifat sementara dan akan lenyap di dalam penghakiman Allah. [LH]

Yeremia 50:29
“Kerahkanlah penembak-penembak melawan Babel, semua orang pemanah! Berkemahlah mengepungnya, supaya jangan ada yang lolos!”
August 17, 2014, 05:23:00 AM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Seni kehidupan
Posted on Sabtu, 16 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Manusia hidup untuk mengarungi kehidupan, bukan berdiam dan menunggu kehidupan ini berakhir.

Di dalam mengarungi kehidupan banyak ombak dan badai yang akan dihadapi, tapi itulah seni dari kehidupan.

Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan hidup hingga sampai ke tujuan yang kita dambakan.

Dalam kehidupan, jangan takut Jatuh dan salah, setiap kesalahan yang pernah kita lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian kita.

Jangan selalu menyesali semua kesalahan, tapi jangan pula mengulangi kesalahan itu.

Sesalilah jika semua itu tidak berdampak adanya perubahan hidup yang nyata.

Mendung tercipta bukan untuk membuat langit gelap, tapi ia hadir untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun.

Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa, tapi ia tercipta agar kita tersadar, bahwa kita hanyalah ”Manusia Biasa..”

Genggamlah keyakinan terhadap segala sesuatu yang benar, jangan pernah dilepaskan indahnya kehidupan. Alunan kehidupan bukan terletak pada banyaknya kesenangan, tapi terletak pada rasa syukur kita..

≈ (◦’⌣’◦ ) Tersenyumlah untuk pagi yang sudah membuka matamu. ≈ ≈

≈ ( ‘•̃⌣•̃’) Tersenyumlah untuk cinta yang sudah membuka hatimu. ≈ ≈

≈ \(^0^)/ Hanya bersyukurlah yang membuat segalanya menjadi indah. ≈ ≈

1 Tesalonika 5:18 <Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.>
August 18, 2014, 05:35:55 AM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Mohon ampun dan pertolongan
Posted on Minggu, 17 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 143
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/143/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/6/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/32/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/38/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/51/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/102/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/130/1
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/3/20

Inilah mazmur pengakuan dosa terakhir dari seri-nya menurut para penafsir Mazmur (6, 32, 38, 51, 102, 130, 143). Walaupun hanya ayat dua yang mengungkap kesadaran keberdosaan pemazmur, bahkan mewakili semua manusia (bdk. Rm. 3:20). Permohonan pemazmur di awal mazmur ini ialah agar Tuhan jangan menghukumnya karena keberdosaannya ini.

Permohonan berikut pemazmur ialah agar dilepaskan dari para musuh yang mengejar untuk membinasakan dirinya. Ada kemiripan mazmur ini dengan mazmur sebelumnya, 142. “berilah telinga kepada permohonanku” (ay. 1) senada dengan “aku memohon kepada Tuhan” (142:2). “Semangatku lemah lesu dalam diriku” (4) dengan “Ketika semangatku lemah lesu dalam diriku” (142:3). Pemazmur berharap pertolongan Tuhan karena ia sendiri sudah lesu dan hampir habis semangat (7a). Kalau Tuhan menunda, bisa-bisa ia binasa (7b).

Di tengah permohonan yang begitu mendesak, pemazmur mengingat pada kasih setia Tuhan yang sudah pernah ia alami (5-6). Hal inilah yang membuat pemazmur belum kehilangan asa sepenuhnya. Ia memohon agar kasih setia Tuhan boleh sekali lagi ia alami (8). Bahkan disertai tekad untuk melakukan kehendak-Nya (10). Pemazmur meneruskan permohonannya dengan menyebut nama Tuhan dan mengungkapkan karakter-Nya yang adil (11), maka pembebasan dirinya sebagai orang benar akan berarti penghukuman bagi para musuh yang fasik (12).

Bisa jadi, kesesakan yang dialami pemazmur dari para musuh merupakan sekaligus penghukuman atau pendisiplinan Tuhan atas dirinya, yang mungkin telah berdosa tertentu. Mazmur ini tepat menjadi doa introspeksi saat masalah menimpa kita. Kalau memang ada dosa, cepat akui dan bereskan. Lalu minta belas kasih dan kasih setia-Nya melepaskan kita dari masalah itu.





Peranan ROH KUDUS dalam Kemerdekaan Kristen
Posted on Minggu, 17 Agustus, 2014 by Saat Teduh

MERDEKA !!!

Bacaan Alkitab hari ini:  Galatia 5:13-26
http://www.jesoes.com/alkitab/gal/5/13

 

Setelah kita dimerdekakan oleh Kristus, kita tidak lagi berada dibawah kuk perhambaan oleh hukum Taurat dan legalisme; maka sekarang kita memerlukan “Penolong” untuk menguasai hidup kita dari dalam supaya kita tetap hidup dalam kemerdekaan Kristen. Penolong itu adalah ROH KUDUS. ROH KUDUS adalah Penolong yang memungkinkan orang Kristen menikmati kemerdekaan yang sejati di dalam Kristus. Paling tidak ada tiga peranan ROH KUDUS yang dipaparkan Rasul Paulus di dalam bacaan kita hari ini.

Pertama, ROH KUDUS memimpin kita melakukan hukum kasih (5:13- 15). Adalah sebuah kesalahan besar kalau seseorang menafsirkan kemerdekaan yang diberikan Kristus sebagai sebuah kebebasan untuk melakukan apa saja sekehendak hatinya. Paulus menjelaskan bahwa kita dipanggil untuk merdeka. Kita merdeka dari dosa karena kita telah mengalami pengampunan Allah melalui Kristus yang mati di atas kayu salib. Setelah menjelaskan panggilan kita, Paulus memperingatkan supaya  kita jangan mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa. Sebaliaknya justru sebuah kesempatan untuk berbuat kasih kepada sesama (5:13-14). Roh Kuduslah yang memingkinkan semuanya itu terjadi.

Kedua, ROH KUDUS memimpin kita menaklukkan keinginan daging (5:16-21, 24).

Ketiga, ROH KUDUS memimpin kita menghasilkan buah dari kemerdekaan Kristen kita, yaitu buah Roh (5:22-23, 25-26). Jika kita ingin mengisi kemerderkaan Kristen kita dengan benar tidak ada jalan lain selain memberi hidup kita dipimpin oleh ROH KUDUS. Hidup dipimpin ROH KUDUS akan memampukan kita untuk mengalahkan  keinginan daging dan sebaliknya hidup yang dipimpin ROH KUDUS menjadikan kita mampu mengasihi sesama seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Amin. [JS]

 

Galatia 5:25-26
“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”
August 19, 2014, 05:22:59 AM
Reply #97
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Peranan ROH KUDUS dalam Kemerdekaan Kristen
Posted on Minggu, 17 Agustus, 2014 by Saat Teduh

MERDEKA !!!

Bacaan Alkitab hari ini:  Galatia 5:13-26
http://www.jesoes.com/alkitab/gal/5/13

 

Setelah kita dimerdekakan oleh Kristus, kita tidak lagi berada dibawah kuk perhambaan oleh hukum Taurat dan legalisme; maka sekarang kita memerlukan “Penolong” untuk menguasai hidup kita dari dalam supaya kita tetap hidup dalam kemerdekaan Kristen. Penolong itu adalah ROH KUDUS. ROH KUDUS adalah Penolong yang memungkinkan orang Kristen menikmati kemerdekaan yang sejati di dalam Kristus. Paling tidak ada tiga peranan ROH KUDUS yang dipaparkan Rasul Paulus di dalam bacaan kita hari ini.

Pertama, ROH KUDUS memimpin kita melakukan hukum kasih (5:13- 15). Adalah sebuah kesalahan besar kalau seseorang menafsirkan kemerdekaan yang diberikan Kristus sebagai sebuah kebebasan untuk melakukan apa saja sekehendak hatinya. Paulus menjelaskan bahwa kita dipanggil untuk merdeka. Kita merdeka dari dosa karena kita telah mengalami pengampunan Allah melalui Kristus yang mati di atas kayu salib. Setelah menjelaskan panggilan kita, Paulus memperingatkan supaya  kita jangan mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa. Sebaliaknya justru sebuah kesempatan untuk berbuat kasih kepada sesama (5:13-14). Roh Kuduslah yang memingkinkan semuanya itu terjadi.

Kedua, ROH KUDUS memimpin kita menaklukkan keinginan daging (5:16-21, 24).

Ketiga, ROH KUDUS memimpin kita menghasilkan buah dari kemerdekaan Kristen kita, yaitu buah Roh (5:22-23, 25-26). Jika kita ingin mengisi kemerderkaan Kristen kita dengan benar tidak ada jalan lain selain memberi hidup kita dipimpin oleh ROH KUDUS. Hidup dipimpin ROH KUDUS akan memampukan kita untuk mengalahkan  keinginan daging dan sebaliknya hidup yang dipimpin ROH KUDUS menjadikan kita mampu mengasihi sesama seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Amin. [JS]

 

Galatia 5:25-26
“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”





Hanya karena Allah
Posted on Senin, 18 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 28:11-16
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/28/11

Dioskuri (Alkitab BIS: Dewa Kembar Kastor dan Poluks), adalah dewa pelindung para pelaut, yang dipercayai menjaga keamanan perjalanan di laut. Siapa saja yang melihatnya saat pelayarannya terlanda badai, dipercaya akan beroleh keberuntungan.Lalu mengapa Lukas, yang menulis Kisah Para Rasul ini, merasa perlu menyebutkan lambang kapal dari Aleksandria itu (11)? Dengan mengingat bahwa Paulus dan teman-temannya sekapal selamat dalam pelayaran karena pertolongan Allah, maka lambang Dioskuri bagai sebuah ironi. Dipuja sebagai dewa pelindung pelaut, nyatanya ia tidak berbuat apa pun saat kapal Paulus dilanda bahaya. Tuhan, Pelindung Paulus, jelas jauh lebih berkuasa atas laut daripada sang Dioskuri.

Maka berbeda dengan kisah pelayaran Paulus sebelumnya yang berbahaya, pelayaran dalam kisah ini relatif berjalan lancar. Saat tiba di Putioli, Paulus bertemu saudara-saudara seiman (13-14). Saat tiba di Roma pun, Paulus disambut oleh saudara-saudara seiman (15). Kemungkinan mereka adalah orang-orang yang telah membaca surat Paulus beberapa waktu sebelumnya, sehingga saat itu mereka merasa telah mengenal dia dengan baik. Sebab itu mereka rela menempuh perjalanan jauh untuk bertemu Paulus. Kedatangan mereka dan penerimaan mereka atas Paulus membuat Paulus bersyukur kepada Allah (15).

Dapatkah semua itu terjadi bila bukan Allah yang memberi pertolongan? Paulus bukan tidak tahu bahaya yang akan menimpa dia dalam perjalanan, karena Tuhan telah terlebih dahulu memberitahu dia. Namun dia juga tahu bahwa Allah menginginkan dia sampai ke Roma. Karena itu dia berani menanggung segala risiko perjalanan yang dia tempuh.

Mendapat tanggung jawab untuk melayani tidak selalu berarti bahwa kita akan dapat mengerjakannya dengan lancar senantiasa. Kadangkala ada hambatan dari diri sendiri, kadang ada hambatan dari luar. Namun bila kita yakin bahwa itulah tugas yang Tuhan percayakan kepada kita, maka yakinilah juga bahwa Dia akan menyertai Anda sampai pada kesudahan zaman..
August 19, 2014, 05:25:00 AM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Tetap Dekat Dengan Allah
Posted on Senin, 18 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yeremia 52
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/52/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/1/1

Kitab Yeremia ditutup dengan kisah Raja Yoyakhin yang dikasihani oleh Ewil-Merodakh, Raja Babel. Raja Babel memperlakukannya dengan istimewa, yaitu makan bersama-sama dengan Raja Babel dan dipelihara kehidupannya oleh Raja Babel. Kita percaya bahwa apa yang dilakukan oleh Ewil-Merodakh, Raja Babel, adalah kehendak Tuhan. Bagi orang Israel, akhir cerita ini begitu penting. Raja keturunan Daud tetap ada, sekalipun dia tidak pernah kembali lagi ke Yerusalem. Hal yang amat penting di sini adalah bahwa penyertaan Allah atas Kerajaan Daud masih terus berlangsung. Hal ini menjadi sumber pengharapan bagi umat Allah untuk memandang ke depan. Bagi kita saat ini, Kristus, anak Daud (Matius 1) merupakan sumber pengharapan bagi manusia berdosa. Hal lain yang merupakan penutup kitab Yeremia berkaitan dengan nubuat yang disampaikan oleh Nabi Yeremia. Kisah Nubuat yang disampaikan oleh Yeremia tentang penghukuman Tuhan kepada umat-Nya telah benar-benar terjadi. Oleh karena itu, mulai saat itu, nubuatan Yeremia tentang berkat masa depan menuju kepada penggenapan.Keadaan yang sulit sama sekali bukanlah tanda bahwa Allah tidak hadir dan memelihara. Keadaan sulit hanya membuat kita sulit mengerti bagaimana Allah dapat hadir, memelihara, dan menggenapi janji-Nya. Ketika orang percaya berada dalam keadaan yang sulit, yang perlu dilakukan adalah tetap bersandar kepada Tuhan, tidak menjauhi Tuhan karena Allah sedang bekerja dengan cara-Nya sendiri. Kristuslah kegenapan dari masa depan yang direncanakan Allah. Di dalam Kristus ada pengharapan. Di dalam Kristus kita mendapatkan kekuatan dan segala sesuatu dapat kita tanggung. Amin! [LH]

Yohanes 10:10
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
August 20, 2014, 05:30:43 AM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Lanjutkan!
Posted on Selasa, 19 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kisah Para Rasul 28:17-31
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/28/17
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/13/46
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/18/6
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/11/7
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/6/9
http://www.jesoes.com/alkitab/rm/1/16


Ketika mengunjungi suatu kota, Paulus selalu berusaha menemui orang-orang Yahudi di kota itu untuk mengabarkan Injil. Begitu pun di Roma, ia ingin bertemu para pemimpin komunitas Yahudi untuk memberitakan Injil. Selain itu, ia ingin menjelaskan alasan kedatangannya ke Roma, agar mereka tidak salah paham.

Karena Paulus berstatus sebagai tahanan rumah (16), ia pun mengundang mereka untuk datang (17). Di dalam pertemuan itu, Paulus menjelaskan bahwa ia tidak melawan bangsa dan adat istiadat mereka. Pemerintah Roma sendiri telah menyatakan bahwa ia tidak bersalah (18). Namun ia naik banding kepada kaisar karena orang Yahudi menentang hal itu (19). Semua itu terjadi karena janji Allah kepada Israel mengenai Juruselamat dan keselamatan yang akan mereka terima (20). Pertemuan itu ternyata tidak cukup satu kali karena para pemimpin itu masih ingin mendengarkan penjelasan lebih lanjut (22). Dalam pertemuan kedua, Paulus menjelaskan bahwa Yesus adalah penggenapan dari pengharapan orang Yahudi (23). Maka untuk ketiga kalinya Paulus mencatat karakteristik respons orang Yahudi terhadap Injil (24, 13:46, 18:6, bdk. Rm. 11:7-10). Memang jauh sebelumnya, Tuhan telah berkata kepada Yesaya bahwa orang Yahudi tidak akan percaya pada pesan Allah yang disampaikan si nabi kepada mereka (25-27, bdk. Yes. 6:9-10). Paulus melihat bahwa Firman Tuhan kepada nabi Yesaya juga terjadi pada saat itu. Maka Paulus kemudian memusatkan perhatiannya untuk melayani bangsa-bangsa lain (28, bdk. Rm. 1:16).

Sayang sekali, Kisah Para Rasul berakhir bukan dengan keselamatan bangsa Israel, tetapi dengan penolakan mereka terhadap Injil. Meski demikian Injil masih terus diberitakan lalu dipercayai oleh orang-orang nonYahudi. Maka Kisah Para Rasul menjadi kisah penyebaran Injil, mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi, mulai dari orang Yahudi sampai kepada orang nonYahudi. Kita, orang non Yahudi yang hidup dua puluh abad setelah Kisah Para Rasul, adalah bagian dari kisah penyebaran Injil itu. Marilah kita lanjutkan kisah itu dengan menyebarkannya juga.





Pemberontakan pada Allah yang Benar
Posted on Selasa, 19 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Ratapan 1
http://www.jesoes.com/alkitab/rat/1/1

Ratapan 1:18 boleh dikatakan sebagai tema dari Kitab Ratapan. Setidaknya,tiga hal yang harus kita catat dari ayat ini:

Pertama, Tuhan itu benar.

Kedua, Kondisi ketidaktaatan terhadap firman-Nya dianggap sebagai pemberontakan.

Ketiga, Konsekuensi dari pemberontakan adalah hukuman dari Tuhan.

Pertama, “Tuhan itu benar” adalah kebenaran mutlak yang tidak dapat ditawar. Hakikat Tuhan itu benar. Seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 14:6a, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup,” Tuhan selalu menjadi patokan bagi kebenaran. Apa yang difirmankan- Nya selalu merupakan kebenaran. Oleh karena itu, di tengah dunia yang penuh dengan berbagai macam penyesatan ini, kembalilah pada firman Allah yang adalah kebenaran. Setia pada firman Allah akan membuat kita selalu mengerti dan selalu berada dalam kebenaran.

Kedua, manusia itu sebenarnya diciptakan untuk taat pada Sang Pencipta. Setiap bentuk ketidaktaatan disebut dengan pemberontakan. Ketidaktaatan mencerminkan sikap manusia yang tidak mau tunduk pada otoritas Tuhan. Sebagai ciptaan-Nya, semestinyalah kita mengakui otoritas Tuhan sebagai Sang Pencipta, “Sungguh, dosa pemberontakan kami banyak di hadapan-Mu dan dosa kami bersaksi melawan kami; sungguh,kami menyadari pemberontakan kami dan kami mengenal kejahatan kami.” (Yesaya 59:12)

Ketiga, Setiap tindakan selalu ada konsekuensinya. Keadaan Yerusalem saat itu merupakan akibat dari ketidaktaatan. Betul bahwa Tuhan itu Pengasih dan Penyayang. Justru karena itulah, Dia memberikan hukuman. Hukuman yang bertujuan bukan untuk menghancurkan, tapi sebaliknya bertujuan supaya orang-orang yang memberontak itu mau bertobat. [GT]

Mazmur 25:8
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)