Author Topic: SIKSAAN DI NERAKA TIDAK KEKAL  (Read 18812 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 07, 2014, 08:48:30 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Gender: Male
  • Relationship is a gift!
  • Denominasi: Pure Protestant/Back to Bible
Sebagian orang percaya bahwa api kekal itu akan bertahan untuk selama-lamanya, yang berakibat pada penyiksaan kekal. Mari kita melihat ayat di mana Tuhan Allah menggambarkan tindakanNya terhadap dosa itu sendiri dan terhadap orang berdosa.

"Ia akan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya." - 2 Tesalonika 1:8, 9.

Perhatikanlah bahwa "kebinasaan selama-lamanya" tidaklah sama dengan "penyiksaan selama-lamanya" Secara sederhana, artinya adalah, kebinasaan selamanya. Dan akibatnya adalah kematian kekal. Petrus membicarakan hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik (2 Petrus 3:7).

Yesus mengatakan, baik "jiwa maupun tubuh mereka" akan dihanguskan di neraka (Matius 10:28). Dalam khotbahNya di atas bukit, Yesus membicarakan tentang pintu yang sempit yang menuntun kepada kehidupan, dan jalan lebar yang menuntun pada kebinasaan (Matius 7:13, 14). Dalam Yohanes 3:16 Yesus menerangkan bahwa Tuhan Allah "memberikan anakNya yang kekasih agar setiap manusia yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" Yesus mempertentangkan dua hal: kehidupan yang kekal dan kematian yang kekal, bukan pembakaran yang kekal. Kita dapat menyimpulkan bahwa neraka pasti akan berakhir, yang berakibat kematian dan kehancuran orang-orang jahat.

Pernyatan-pernyataan jelas melalui ayat-ayat mengatakan kepada kita bahwa orang-orang jahat dibinasakan: "tetapi orang fasik akan dilenyapkan" (Mazmur 37:28), mereka "akan binasa" (2 Petrus 2:12), "mereka habis lenyap bagai asap" (Mazmur 37:20). Api akan menghanguskan mereka menjadi abu (Maleakhi 4:1-3). " Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23).

Tujuan dari hukuman akhir api neraka adalah untuk membersihkan dunia dari dosa, tidak untuk memelihara dosa selamanya. Sangatlah sulit membayangkan Kristus yang meratapi kekeraskepalaan Yerusalem dan memafkan mereka yang membawaNya kepada kematian, akan dapat menghabiskan waktu selama-lamanya untuk menyaksikan penderitaan dari orang-orang yang terhukum.

Neraka pasti akan berakhir. Pada penutupan masa 1000 tahun, Allah akan menurunkan api dari langit untuk membinasakan Iblis, malaikat-malaikatnya, dan orang jahat yang tetap bertahan dalam dosanya "tetapi dari langit, turunlah api menghanguskan mereka" (Wahyu 20:9).

Menurut Yesus, api itu "tak terpadamkan" (Matthew 3:12). Tidak ada pemadam kebakaran apapun yang dapat memadamkannya sampai pekerjaan api itu selesai.

Tuhan Allah berjanji bahwa, setelah api yang menyucikan itu, Ia akan menciptakan "suatu bumi baru" dan "langit yang baru" di mana "hal-hal yang dahulu tidak diingat lagi" dan "suara ratapan dan air mata tak akan terdengar lagi di sana" (Yesaya 65:16-19).

Betapa suatu hari yang kita tunggu! Semua penyebab kepedihan hati akan dimusnahkan. Tuhan Allah akan menghapus dosa dunia dari setiap hari, dan kebahagiaan kita akan sempurna.

Intinya tidak ada kekekalan dalam api neraka. Kekekalan hanya ada dalam kerajaan Sorga.





Judul topik saya edit karena isinya bukan pertanyaan.
« Last Edit: June 07, 2014, 03:40:18 PM by Kahlil_Gibson »
Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu
 -SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),
 -SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),
 -SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkita
June 08, 2014, 01:28:08 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Sebagian orang percaya bahwa api kekal itu akan bertahan untuk selama-lamanya, yang berakibat pada penyiksaan kekal. Mari kita melihat ayat di mana Tuhan Allah menggambarkan tindakanNya terhadap dosa itu sendiri dan terhadap orang berdosa.

"Ia akan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya." - 2 Tesalonika 1:8, 9.

Perhatikanlah bahwa "kebinasaan selama-lamanya" tidaklah sama dengan "penyiksaan selama-lamanya" Secara sederhana, artinya adalah, kebinasaan selamanya. Dan akibatnya adalah kematian kekal. Petrus membicarakan hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik (2 Petrus 3:7).

Yesus mengatakan, baik "jiwa maupun tubuh mereka" akan dihanguskan di neraka (Matius 10:28). Dalam khotbahNya di atas bukit, Yesus membicarakan tentang pintu yang sempit yang menuntun kepada kehidupan, dan jalan lebar yang menuntun pada kebinasaan (Matius 7:13, 14). Dalam Yohanes 3:16 Yesus menerangkan bahwa Tuhan Allah "memberikan anakNya yang kekasih agar setiap manusia yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" Yesus mempertentangkan dua hal: kehidupan yang kekal dan kematian yang kekal, bukan pembakaran yang kekal. Kita dapat menyimpulkan bahwa neraka pasti akan berakhir, yang berakibat kematian dan kehancuran orang-orang jahat.

Pernyatan-pernyataan jelas melalui ayat-ayat mengatakan kepada kita bahwa orang-orang jahat dibinasakan: "tetapi orang fasik akan dilenyapkan" (Mazmur 37:28), mereka "akan binasa" (2 Petrus 2:12), "mereka habis lenyap bagai asap" (Mazmur 37:20). Api akan menghanguskan mereka menjadi abu (Maleakhi 4:1-3). " Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23).

Tujuan dari hukuman akhir api neraka adalah untuk membersihkan dunia dari dosa, tidak untuk memelihara dosa selamanya. Sangatlah sulit membayangkan Kristus yang meratapi kekeraskepalaan Yerusalem dan memafkan mereka yang membawaNya kepada kematian, akan dapat menghabiskan waktu selama-lamanya untuk menyaksikan penderitaan dari orang-orang yang terhukum.

Neraka pasti akan berakhir. Pada penutupan masa 1000 tahun, Allah akan menurunkan api dari langit untuk membinasakan Iblis, malaikat-malaikatnya, dan orang jahat yang tetap bertahan dalam dosanya "tetapi dari langit, turunlah api menghanguskan mereka" (Wahyu 20:9).

Menurut Yesus, api itu "tak terpadamkan" (Matthew 3:12). Tidak ada pemadam kebakaran apapun yang dapat memadamkannya sampai pekerjaan api itu selesai.

Tuhan Allah berjanji bahwa, setelah api yang menyucikan itu, Ia akan menciptakan "suatu bumi baru" dan "langit yang baru" di mana "hal-hal yang dahulu tidak diingat lagi" dan "suara ratapan dan air mata tak akan terdengar lagi di sana" (Yesaya 65:16-19).

Betapa suatu hari yang kita tunggu! Semua penyebab kepedihan hati akan dimusnahkan. Tuhan Allah akan menghapus dosa dunia dari setiap hari, dan kebahagiaan kita akan sempurna.

Intinya tidak ada kekekalan dalam api neraka. Kekekalan hanya ada dalam kerajaan Sorga.





Judul topik saya edit karena isinya bukan pertanyaan.

BROO@WENAS...

Jika salah mempermainkan bahasa..maka semuanya akan mejadi bertentangan dng apa yang sudah menjadi ketetapan Tuhan dalam Firman-NYA dalam Alkitab.

Jika anda membaca Alkitab keluara LAI, karena anda seorang bangsa Indonesia dan menguasai bahasa Indonesia DNG BENAR, Maka menurut saya tidak ada masalah dng bahasa Idonesia yang ada dalam Alkitab tsb. Sama sekali tidak ada pertentangan menegenai penegertian yang diciptakan dalam bahasa tsb dari halaman demi halaman dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu.

Nahh...jika anda sekarang membuat judul trit, bahwa SIKSAAN DI NERAKA TIDAK KEKAL...??? Maka timbul pertanyaan disini..bahwa neraka yang mana menurut anda..??
Karena menurut saya, neraka yang berbeda itu ada, yakhh.. karena ada perbedaan cara penafsiran ayat-ayat Alkitab yng anda broo@wenas lakukan dng jelas.

Salam GBU..
June 08, 2014, 02:02:08 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Apa yang dipercayai Sdr Wenas adalah "konsep ANNIHILATIONISM", memahami konsep tsb bisa dibaca artikel di http://www.sarapanpagi.org/neraka-annihilationism-vt4388.html#p500
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 08, 2014, 09:24:03 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Gender: Male
  • Relationship is a gift!
  • Denominasi: Pure Protestant/Back to Bible
Apa yang dipercayai Sdr Wenas adalah "konsep ANNIHILATIONISM", memahami konsep tsb bisa dibaca artikel di http://www.sarapanpagi.org/neraka-annihilationism-vt4388.html#p500


Berarti menurut bro Sarpag Annihilationism adalah suatu kesesatan yah? Memang, di sisi kesalehan manusia pembinasaan roh manusia setelah dia mati dalam dosa merupakan suatu ketidakadilan. Tapi jika dipandang dr sisi kemanusiaan dan belas kasih, maka penganut agama dan kepercayaan lain bisa menghakimi Allah nya orang Kristen itu sangat kejam. Masa dosa yg diperbuat manusia itu paling2 selama 80 tahun kok harus dibayar dgn hukuman dan siksaan sampai unlimited time? Dalam penginjilan saya pernah menghadapi pertanyaan seperti ini loh...
Bagaimana menurut anda?
Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu
 -SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),
 -SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),
 -SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkita
June 09, 2014, 02:33:05 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Apa yang dipercayai Sdr Wenas adalah "konsep ANNIHILATIONISM", memahami konsep tsb bisa dibaca artikel di http://www.sarapanpagi.org/neraka-annihilationism-vt4388.html#p500


Broo@Sarapan Pagi..

Banyak terima kasih  atas bantuan linknya mengenai perihal Annihilationism tsb...

Menurut saya lagi-lagi manusia di dunia ini mempunyai tafsirannya sendiri terhadap KEDAULATAN ALLAH, sEHINGGA JIKA MEREKA MEMBEDAH ALKITAB, maka lagi-lagi mereka hanya mampu melihat Allah dari sisi kacamata logika manusia mereka saja...mereka tidak mampu dan sanggup masuk lebih dalam lagi secara Roh / bathiniah mereka kedalam hakekat KEBENARAN Firman Tuhan...Karena disitu mereka lupa dan alpa, bahwa logika manusia mereka tanpa Bantuan serta bimbinan ROH KUDUS..tidak akan tuntas memahami kebinasaan kekal dalam api neraka.
Karena mereka merasa Tuhan tidak Adil dalam hal konsekwensi Dosa.

Salam GBU...
PENGERTIAN
June 10, 2014, 04:27:51 PM
Reply #5
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6439
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Andai saja seindah itu, maka banyak orang akan mmilih mbuat dosa sluas-luasnya, sdalam-dalamnya dan semau-maunya krn neraka hanya berlangsung seketika lamanya.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 10, 2014, 04:54:33 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9377
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Berarti menurut bro Sarpag Annihilationism adalah suatu kesesatan yah? Memang, di sisi kesalehan manusia pembinasaan roh manusia setelah dia mati dalam dosa merupakan suatu ketidakadilan. Tapi jika dipandang dr sisi kemanusiaan dan belas kasih, maka penganut agama dan kepercayaan lain bisa menghakimi Allah nya orang Kristen itu sangat kejam. Masa dosa yg diperbuat manusia itu paling2 selama 80 tahun kok harus dibayar dgn hukuman dan siksaan sampai unlimited time? Dalam penginjilan saya pernah menghadapi pertanyaan seperti ini loh...
Bagaimana menurut anda?

Kita sering mendengar bahwa Tuhan terlalu baik, dan pemaaf untuk bisa mengijinkan manusia menderita dalam neraka. Meminta kasih dan belas kasih Tuhan, manusia berkeras bahwa Dia tidak akan mengijinkan ciptaanNya binasa. Ada banyak pernyataan indah dan sentimental tentang kasih Tuhan yang dikutip untuk mendukung pandangan bahwa Dia tidak mengijinkan satu jiwapun untuk menderita dalam kekekalan. Tapi kita tidak berani kehilangan fakta bahwa seseorang lolos dari neraka bukan tergantung pada kasih Tuhan tapi tergantung pada pertobatan dan iman setiap individu. Tuhan itu kasih, pasti, tapi manusia juga memiliki kehendak bebas. Manusia bukan dikutuk keneraka oleh Tuhan, tapi mereka ada disana karena menolak satu-satunya cara menghindari hukuman dosa, iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan adalah kasih dalam PL, tapi orang Israel dihukum karena dosa mereka. Tuhan adalah kasih sekarang, tapi Dia tidak membuka pintu hukuman untuk meloloskan mereka seharusnya dihukum karena dosanya. Ini adalah perlakuan adil bagi masyarakat untuk melindungi diri dari perbuatan criminal, dan jelas surga jadi tidak aman atau menyenangkan jika tidak ada proteksi atas dosa dan kejahatan. “semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Corinthians 2:9).

Akibat dosa adalah hukuman. Hukuman yang tepat pada seorang anak tidak merusak kasih orangtua. Dosa dihukum sepasti api membakar, dan Tuhan menjalankan hukum kekal bahwa “apapun yang ditabur, itulah yang dituainya” (Galatians 6:8).

Sebagian orang melibatkan diri dalam pemikiran tentang neraka. Dikatakan bahwa api neraka berarti siksaan kesadaran. Orang lain berkata bahwa neraka hanyalah kubur. Kita tidak meragukan kalau siksaan kesadaran merupakan bagian dari hukuman kekal, tapi neraka bukan hanya siksaan kesadaran saja. Tapi kita tidak setuju dengan mereka yang mengajar bahwa neraka hanyalah kubur. Saat orang kaya yang tidak selamat mati dia pergi keneraka, dan berteriak: “aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.” (Luke 16:24). Jelas dia tidak hanya dikubur. Dia memiliki 5 saudara yang ingin diselamatkan, agar tidak ketempat dimana dia berada sekarang. Jika kelima saudaranya bertobat dan selamat, itu tidak akan menghindarkan mereka dari kubur, karena “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja” (Hebrews 9:27). Pertobatan tidak akan membuat orang keneraka tapi tidak meloloskannya kekubur. Tubuh setiap manusia, kecuali mereka yang hidup saat Kristus datang, akan kembali kedebu. Neraka bukan kubur. Tubuh orang kaya sudah mati, tapi orang itu tahu bahwa jiwanya ada disuatu tempat yang tidak hanya dalam keadaan roh.

Saat kematian kekal keadaan setiap orang tetap. Kata “kekal” “selamanya” dan selama-lamanya” menyatakan suatu jangka waktu yang tiada akhir. PL menggunakan pernyataan ini untuk menandakan kekekalan. Tidak masuk akal berpikir bahwa ada sorga kekal tapi tidak ada neraka kekal. Hukuman kekal sama dengan perkataan Tuhan akan penghargaan kekal bagi yang benar. Yesus berkata: “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal” (Matthew 25:46). Hidup orang benar akan selamanya, demikian juga dengan hukuman orang jahat akan selamanya. Alkitab berkata bahwa keselamatan adalah kekal (Hebrews 5:9), hidup kekal (John 6:54), penebusan kekal (Hebrews 9:12), dan mendapat bagian yang kekal (Hebrews 9:15). Tapi juga dikatakan bahwa api neraka adalah kekal dan selamanya (Matthew 18:8; Jude 7); belenggu neraka adalah selamanya (Jude 6); hitamnya kegelapan adalah selamanya (Jude 13), dan disiksa untuk selamanya (Revelation 20:10). Hukuman untuk yang jahat dan hidup untuk yang benar sama panjang, “untuk selama-lamanya.”

Itu apa adanya dari yang tertulis dalam Firman Tuhan, sekarang gimana kita mau percaya atau tidak.
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 10, 2014, 07:34:33 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1046
  • Denominasi: Umum
Apa yang dipercayai Sdr Wenas adalah "konsep ANNIHILATIONISM", memahami konsep tsb bisa dibaca artikel di http://www.sarapanpagi.org/neraka-annihilationism-vt4388.html#p500

Saya baru tahu kalau ada konsep ANNIHILATIONISM, pengertian yg berbeda dari yg selama ini saya tahu.
Terima kasih telah menambah wawasan saya.
Saudara SarPag, konsep ini pertama kali dikemukakan oleh siapa? Ulasan anda tidak menyebutkan tokoh yg mengajarkan konsep ini.
June 10, 2014, 08:43:18 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
konsep ini pertama kali dikemukakan oleh siapa? Ulasan anda tidak menyebutkan tokoh yg mengajarkan konsep ini.


REFF: http://www.sarapanpagi.org/neraka-annihilationism-vt4388.html#p29261

Kutipan:
Pada abad XIX bermunculan sekte-sekte yang menggugat keberadaan neraka dan hukuman yang kekal dan memberikan penafsiran berbeda mengenai nasib yang akan diterima orang berdosa. Diawali secara dini oleh 7th day Adventist, dimana mereka menolak bahwa neraka sebagai tempat hukuman kekal, mereka beranggapan bahwa orang jahat yang mati kelak akan dihanguskan dan musnah (annihilated). Pandangan ini juga dipercaya oleh sekte Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) dan juga aliran-aliran yang lain yang muncul dari gerakan adventisme. Saksi-Saksi Yehuwa berpandangan bahwa manusia itu terdiri dari jiwa, dan pada waktu manusia mati jiwa itu juga mati (pada kematian kedua, pada kematian pertama yang mati hanya tidur).
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 11, 2014, 05:30:38 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1046
  • Denominasi: Umum
REFF: http://www.sarapanpagi.org/neraka-annihilationism-vt4388.html#p29261

Kutipan:
Pada abad XIX bermunculan sekte-sekte yang menggugat keberadaan neraka dan hukuman yang kekal dan memberikan penafsiran berbeda mengenai nasib yang akan diterima orang berdosa. Diawali secara dini oleh 7th day Adventist, dimana mereka menolak bahwa neraka sebagai tempat hukuman kekal, mereka beranggapan bahwa orang jahat yang mati kelak akan dihanguskan dan musnah (annihilated). Pandangan ini juga dipercaya oleh sekte Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) dan juga aliran-aliran yang lain yang muncul dari gerakan adventisme. Saksi-Saksi Yehuwa berpandangan bahwa manusia itu terdiri dari jiwa, dan pada waktu manusia mati jiwa itu juga mati (pada kematian kedua, pada kematian pertama yang mati hanya tidur).

Saya mencoba memahami apa yg melatar belakangi kenapa tokoh pencetusnya bisa menafsirkan/membuat ajaran seperti itu.
Charles Taze Russell pendiri sebuah aliran yang kemudian hari dikenal dgn nama Saksi Saksi Yehova (SSY) mengambil konsep (Annihilationism?) dari Adventist krn lebih bisa menerima pandangan Adventist daripada ajaran predestinasi Protestan.
Kemudian saya mencari referensi pandangan2 dari Adventist terutama pendirinya seperti Ellen G. White, namun semakin saya cari sendiri semakin kacau balau pengertian saya  ;D
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)