Author Topic: Open mindedness di forum ini?  (Read 11188 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 01, 2014, 11:00:59 AM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9611
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Bro henhen,
pemahaman anda mengenai pembuktian ilmiah,
sangat rendah.

Bagian yang saya bold itu, coba bro henhen baca lagi.
bandingkan sama jawaban2 yang saya kasih,
bukan mana yang benar,
tapi kualitas dan cara menjawab.
Saya menjelaskan, ini loh seperti ini kenapa anda kurang tepat. Tapi anda kelihatannya nggak baca dengan teliti.
Anda assume authority, ya pokoknya begini. Ini benar dan itu salah.


Jawaban anda semuanya menyimpulkan,
tanpa bukti. tanpa baca. tanpa paham.

Rasanya sudah cukup diskusi kita ya :)
Saran saya buat bro henhen,
coba belajar untuk membaca dan memahami dulu.
Sebelum menyimpulkan apa2. dan mengklaim bahwa sesuatu itu benar / salah.
Ini soal pikiran yang terbuka,
sesuai judul thread yang saya buat.

No hard feelings ya
Adrian


Pemahaman saya akan pembuktian ilmiah, sangat jelas, selama belum terbukti berarti hal tersebut masih berupa teori saja, jika sudah terbukti dalam kurun waktu tertentu, maka itu akan jadi hukum, sampai ada pihak yang bisa menyanggahnya lagi.

Saya sudah baca, dan kalau anda baca semua referensi yang anda berikan, itu semua hanya teori saja, tanpa ada bukti atau percobaan yang membuktikan. Semua orang bisa berteori, tinggal pembuktiannya aja yang nanti kita lihat dan pahami.

Seperti teori relativitas Einstein, masih berupa teori, karena pembuktiannya belum ada, jadi apakah harus percaya relativitas? ya terserah masing2, namun saya hanya percaya yang sudah dibuktikan saja, kalau kita ngomongin teori, banyak sekali teori yang ada di dunia ini, repot kalau mau digali semua, cukup alkitab aja yang dipercaya tanpa bukti :D (pakai iman).

Ini kenapa saya bilang hukum kehidupan bilang abiogenesis dan evolusi salah :

http://www.ucg.org/science/prove-evolution-false-even-without-bible/
http://creationresearch.org/crsq/articles/36/36_4/abiogenesis.html

Abiogenesis itu sejalan dengan evolusi, bertentangan dengan biogenesis, jadi kamu harus pahami ga bisa ketiganya benar, mesti ada salah satu pihak yang salah.

Percobaan louis pasteur itu simplenya seperti itu, tapi kalau kamu pahami intinya dia mencegah mikroorganisme yang ada di udara untuk masuk kepada kaldu yang sudah disterilkan tanpa menghalangi pasokan udara, sehingga mematahkan teori abiogenesis.

Saya dulu udah banyak ubek2 soal ini sampe mabok, intinya sampai sekarang itu yang saya percayai, kecuali kalau kamu bisa memberikan referensi orang yang membuktikan hal tersebut terjadi, bukan cuma sekedar orang ngomong teori.
July 01, 2014, 12:58:04 PM
Reply #61
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 139
Pemahaman saya akan pembuktian ilmiah, sangat jelas, selama belum terbukti berarti hal tersebut masih berupa teori saja, jika sudah terbukti dalam kurun waktu tertentu, maka itu akan jadi hukum, sampai ada pihak yang bisa menyanggahnya lagi.

Saya sudah baca, dan kalau anda baca semua referensi yang anda berikan, itu semua hanya teori saja, tanpa ada bukti atau percobaan yang membuktikan. Semua orang bisa berteori, tinggal pembuktiannya aja yang nanti kita lihat dan pahami.

Seperti teori relativitas Einstein, masih berupa teori, karena pembuktiannya belum ada, jadi apakah harus percaya relativitas? ya terserah masing2, namun saya hanya percaya yang sudah dibuktikan saja, kalau kita ngomongin teori, banyak sekali teori yang ada di dunia ini, repot kalau mau digali semua, cukup alkitab aja yang dipercaya tanpa bukti :D (pakai iman).

Ini kenapa saya bilang hukum kehidupan bilang abiogenesis dan evolusi salah :

http://www.ucg.org/science/prove-evolution-false-even-without-bible/
http://creationresearch.org/crsq/articles/36/36_4/abiogenesis.html

Abiogenesis itu sejalan dengan evolusi, bertentangan dengan biogenesis, jadi kamu harus pahami ga bisa ketiganya benar, mesti ada salah satu pihak yang salah.

Percobaan louis pasteur itu simplenya seperti itu, tapi kalau kamu pahami intinya dia mencegah mikroorganisme yang ada di udara untuk masuk kepada kaldu yang sudah disterilkan tanpa menghalangi pasokan udara, sehingga mematahkan teori abiogenesis.

Saya dulu udah banyak ubek2 soal ini sampe mabok, intinya sampai sekarang itu yang saya percayai, kecuali kalau kamu bisa memberikan referensi orang yang membuktikan hal tersebut terjadi, bukan cuma sekedar orang ngomong teori.



Saya udahan diskusinya.
Dr kalimat anda udah keliatan banget anda gak ngerti bener apa itu logical fallacy.
Saya bales karena saya gamau nama einstein dibuat salah kaprah soal teori.

BRO GPS / HP / LAPTOP/ TELEKOMUNIKASI WIRELESS LU GIMANA JALANNYA?
BUKAN SIHIR BUKAN DOA BUKAN NGAREP JALAN.
TAPI PAKE "TEORI" RELATIVITAS.

gw udah kasih artikel sama bukti cara kerja itu alat2 yang lu pake buat bales post ini.
"Teori" relativitas buktinya apa?
Lu bisa nelpon pake hp
Buka internet
Gps satellite

Lu pikir pake apa itu bisa jalan?

Nama teori nempel karena sejak awal namanya teori. Ga pernah diganti. Tapi udah dibuktikan.
Jangan nanya ko ga ada bukti?
HP LU GAK PAKE SIHIR KAN NYALANYA?

Long live einstein and open mindedness.

Over and out
July 01, 2014, 01:29:28 PM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9611
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik

Saya udahan diskusinya.
Dr kalimat anda udah keliatan banget anda gak ngerti bener apa itu logical fallacy.
Saya bales karena saya gamau nama einstein dibuat salah kaprah soal teori.

BRO GPS / HP / LAPTOP/ TELEKOMUNIKASI WIRELESS LU GIMANA JALANNYA?
BUKAN SIHIR BUKAN DOA BUKAN NGAREP JALAN.
TAPI PAKE "TEORI" RELATIVITAS.

gw udah kasih artikel sama bukti cara kerja itu alat2 yang lu pake buat bales post ini.
"Teori" relativitas buktinya apa?
Lu bisa nelpon pake hp
Buka internet
Gps satellite

Lu pikir pake apa itu bisa jalan?

Nama teori nempel karena sejak awal namanya teori. Ga pernah diganti. Tapi udah dibuktikan.
Jangan nanya ko ga ada bukti?
HP LU GAK PAKE SIHIR KAN NYALANYA?

Long live einstein and open mindedness.

Over and out

Iya bro saya udah baca, meskipun demikian tetap itu butuh waktu untuk tetap teruji dan sampai akhirnya menjadi hukum relativitas. begitu kan?

Saya sendiri pribadi merasa Einstein benar kok, hanya tinggal pembuktiannya saja yang sangat sulit, mungkin nanti puluhan tahun kedepan apabila manusia sudah bisa membuat suatu benda bergerak dalam kecepatan cahaya, baru teori ini bisa dites, bila memang benar demikian, ni Einstein benar2 jenius, otaknya lebih maju 100 tahun dibandingkan manusia seangkatannya  :D saya justru menantikan teori ini dibuktikan.

Relativitas ini kan berdiri sendiri bro, tak ada yang menentangnya atau ada yang berhasil membuktikan kalau teori ini salah.

Beda kalau sudah masuk ke evolusi dan biogenesis, biogenesis sudah terbukti sekaligus mematahkan teori evolusi. Jadi kita tunggu saja sampai biogenesis itu terbukti salah, baru kita pelajari lagi evolusi, simple aja kan
July 01, 2014, 01:40:13 PM
Reply #63
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59


Seperti teori relativitas Einstein, masih berupa teori, karena pembuktiannya belum ada, jadi apakah harus percaya relativitas? ya terserah masing2, namun saya hanya percaya yang sudah dibuktikan saja, kalau kita ngomongin teori, banyak sekali teori yang ada di dunia ini, repot kalau mau digali semua, cukup alkitab aja yang dipercaya tanpa bukti :D (pakai iman).



agree.

Ini juga kenapa saya lebih memilih jadi theist daripada atheist.

Selain itu , saya melihat manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi bagi manusia juga sebetulnya bagaimana ya. Kelaparan masih ada, kematian akibat penyakit masih ada, dan apakah di abad 2000 ini sudah ada yang namanya negara utopia?

July 01, 2014, 01:56:12 PM
Reply #64
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 139
Iya bro saya udah baca, meskipun demikian tetap itu butuh waktu untuk tetap teruji dan sampai akhirnya menjadi hukum relativitas. begitu kan?

Saya sendiri pribadi merasa Einstein benar kok, hanya tinggal pembuktiannya saja yang sangat sulit, mungkin nanti puluhan tahun kedepan apabila manusia sudah bisa membuat suatu benda bergerak dalam kecepatan cahaya, baru teori ini bisa dites, bila memang benar demikian, ni Einstein benar2 jenius, otaknya lebih maju 100 tahun dibandingkan manusia seangkatannya  :D saya justru menantikan teori ini dibuktikan.


Relativitas ini kan berdiri sendiri bro, tak ada yang menentangnya atau ada yang berhasil membuktikan kalau teori ini salah.

Beda kalau sudah masuk ke evolusi dan biogenesis, biogenesis sudah terbukti sekaligus mematahkan teori evolusi. Jadi kita tunggu saja sampai biogenesis itu terbukti salah, baru kita pelajari lagi evolusi, simple aja kan


Bro nggak begitu.
Gak perlu dijadikan hukum.
Nama hukum itu gak absolut dalam penamaan di ilmu pengetahuan.
Hukum gravitasi tu secara prinsip salah loh.
Kenapa gak diturunkan?

Emang ada guru sd/smp/sma yang mau menjelaskan konsep gravitasi pake general relativity?
Ini jelasinnya aja susah banget, kalo gak paham ruang rimmenian.
Tapi anak sekola perlu tau soal gravitasi kan?
Makanya tetep aja hukum gravitasi.
Jadi jangan anggap hukum disini pasti benar.
Ok ya? Saya bantu anda ngerti nih disini. Maksyd saya baik.

Bagian yang saya bold,
Anda perlu pembuktian apa lagi?
Telekomunikasi satelit ini buktinya. Kita trading, komunikasi, kirim file, telponan, bales2an post, pesawat terbang, pasar saham, gerakin satelit,
Itu semua berjalan kan?
Mana ada pasar saham kalo kirim2an data aja caranya masi belum terbukti?
Perlu bukti apa lagi?
Kita udah berhasil menghitung kurvatur ruang-waktu loh pake gravity probe. <-- general relativity.
Kalo hitungan aja gagal,
Semua telekomunikasi didunia bersasarkan hoki2an dong?
Perlu bukti apa lagi?


Soal relativitas berdiri sendiri ini anda salah juga.
Banyak yang mendukung.
Kecepatan cahaya, orbit yang elips, cahaya masuk kedalam blackhole.
Seluruh penelitian fisika dari taun 1950 bakal runtuh kalo ternyata relativitas salah.
Kita mulai lagi dari 0.
Tapi relativitas ini konsisten sama alam.
Gak ngerti anda perlu bukti untuk apa lagi?

Saya gak akan ngomong abgiogenesis lagi. Kenapa soalnya abiogenesis dan percobaan pasteur itu 2 hal yang berbeda.
Gak bisa dipake untuk membantah satu sama lain
Anda sendiri yang bilang toh,
Pasteur cuma pake organisme kompleks?
July 01, 2014, 02:13:20 PM
Reply #65
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 139
agree.

Ini juga kenapa saya lebih memilih jadi theist daripada atheist.

Selain itu , saya melihat manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi bagi manusia juga sebetulnya bagaimana ya. Kelaparan masih ada, kematian akibat penyakit masih ada, dan apakah di abad 2000 ini sudah ada yang namanya negara utopia?

Hehe jadi mending gak ada pengobatan modern ya?
Mending ke ustad guntur bumi?

Anda betul kelaparan ketidakadilan masih ada,
Perang akibat agama masih ada

Ini masalah yang perlu kita selesaikan bersama.
Kalo gak ada teknologi masa mau nganter sembako pake unta? Ga mending naik pesawat?

Kirim2an informasi mending pake merpati ato pake hp sih?
You decide.

Teknologi itu cuma tools.
Buat bantu kita menyelesaikan masalah yang kita buat sendiri.

Gak usah saling tunjuk ini salah teknologi ato ilmuwan.
Saya yakin kalo anda terdampar lebih pikih punya telepon satelit dibanding merpati.

Idk about you,
Tp saya lebih pilih sekarang dibandingin jaman perang salib.
July 01, 2014, 02:17:50 PM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Hi,
Perkenalkan Nama saya Adrian.
Saya dulu katolik, tapi sekarang atheist.
Orang-orang di sekitar saya ingin saya balik jadi theist.
Jd saya ga hold any grudge sm agama manapun,
so I COME IN PEACE.  :happy0025:


Nah, ke pertanyaan saya.
Sy baru baca-baca ke forum ini nemu karena dikasi temen.
Lihat ke beberapa thread,
Sy memang outsider disini, tapi berarti sy bawa point of view yang baru ya, dan apa yang sy lihat valid dong ya..


Ada beberapa thread disini yang membahas science vs religion.
Ya macem umur bumi, evolusi vs kreasi, dll dll you get the idea.

Ini yang saya temukan,
dan hal ini juga yang membuat sy (dan orang2 seperti sy) keluar dari agama.
Bukan soal MANA YANG BENAR, tapi soal KETERBUKAAN PIKIRAN. (jadi gak usah ribut bener mana science vs religion).

Ini yang sy temukan,
 Jika misalnya science membawa penemuan baru, yang kebetulan hasilnya bertentanga dengan apa kata alkitab. Theist seringkali bicara "ah itu penelitian ngaco", ato yang saya baca dari salah satu thread

"tu dia , itu teori evolusi siapa? agar kita dapat mencarikan referensi apakah benar atau tidak TEORINYA?

kalau ngarang2 saya juga bisa ngarang2 kalau sebenarnya manusia dibalik atheisisbetterforfuture adalah manusia yang suka "high" dengan drugs, sehingga tak ayal selalu berhalusinasi saja kegemarannya..

yah begitu.. claim yang egois, tanpa sebab musebab yang jelas dan dibuktikan scara empiris dilapangan."
[/color]

oleh member TAMAZ.

nah, ketika scientist hendak mengatakan bahwa suatu teori itu salah, dia membaca hasil penelitian. Itu panjang dan gak mudah. Lihat apa metodenya / gimana sih caranya dia dapetin data, apakah datanya valid, apakah pengukurannya valid, apakah hipotesanya masuk akal, apakah teori pendukungnya masuk akal, apakah sudah di review oleh kolega, apakah datanya cukup dll.

Setelah itu barulah scientist bisa setuju / tidak dengan suatu penelitian.

Contohnya laptop dan HP anda sekalian, TV, mobil, GPS satelite (yang menggunakan prinsip dilasi waktu). Itu kan hasil penelitian awalnya. Anda semua pakai toh, itu hasil penelitian yang berhasil. Tapi kenapa seringkali theist justru menyerang hasil penelitian science, tanpa dasar yang kuat (contoh member tamaz diatas).

Kalo memang hendak mengatakan bahwa teori tidak benar, baiknya memang penelitiannya dibaca dulu, apa isinya. Bukan berdasarkan artikel yang siapapun bisa tulis dan terbitkan, tapi berdasarkan jurnal yang dipublish oleh institusi yang bikin HP / leptop/ TV dll contohnya harvard, MIT dll (teman-teman scholar disini pasti paham).

Ingat, poin saya bukan soal MANA YANG BENAR, melainkan MENGAPA TIDAK BERPIKIRAN TERBUKA (memang hasil pendidikan agama cenderung dogmatis, tapi kita sekolah belajar ilmu pengetahuan juga).

Hal seperti ini yang membuat agama mulai kehilangan fans-nya,
saya baru mau tanya-tanya soal iman disini, lihat respon pikiran tertutup langsung malas.



Sy gatau tulisan saya ini rant atau apa.
Tapi saya sarankan buat theist untuk mulai berpikiran terbuka, dalam merespon pertanyaan / klaim dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu kan supaya kita mengenal diri kita, alam, dan keterbatasannya, dan mencari solusi untuk masalah kita. Bukan untuk menjatuhkan agama. Jadi jangan anggap klaim ilmu pengetahuan itu menyerang anda theist dan agama.


Sy mau naik pesawat yang dibangun MIT, tapi gak mau naik pesawat yang dibangun oleh gereja pentakosta (contoh aja). Anda gimana?

Jangan sampai berpikiran sempit membuat agama semakin dijauhi,
"I have no problem with god, it's the fans"

Anggap ini rant, anggap ini saran, anggap ini sampah.
tapi semoga bisa jadi tulisan yang membuka pikiran.

Adrian
Peace
Sama juga dengan ateis kali ya...harus open minded juga. Jangan-jangan alkitab yang bener...

Gak semua orang 'beruntung' bisa jadi ateis (atau agnostik). Gak peduli ada surga atau neraka, ada Tuhan atau gak ada Tuhan, pokoknya hidup baik aja bermanfaat bagi sesama.

Sayangnya gak semua orang bisa konsisten dalam kehidupan seperti itu. Banyak kali dalam kehidupan seseorang apa yang dia percaya menjadi sangat menentukan dalam kehidupannya.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 01, 2014, 02:42:16 PM
Reply #67
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 139
Sama juga dengan ateis kali ya...harus open minded juga. Jangan-jangan alkitab yang bener...

Gak semua orang 'beruntung' bisa jadi ateis (atau agnostik). Gak peduli ada surga atau neraka, ada Tuhan atau gak ada Tuhan, pokoknya hidup baik aja bermanfaat bagi sesama.

Sayangnya gak semua orang bisa konsisten dalam kehidupan seperti itu. Banyak kali dalam kehidupan seseorang apa yang dia percaya menjadi sangat menentukan dalam kehidupannya.

Saya setuju ama bro alephtav.
Bisa jadi alkitab yang bener.
Jadi saya juga dulu belajar agama kok.
Sampe univ saya baca.
Tapi saya org yang lebih suka mempertanyakan,
Dibanding iya2 nurut saja.
Saya keluar karena saya mempertanyakan.
Orangtua saya keduanya sampai skrg masih katolik
Mereka gak keberatan,
Asal saya ikuti kata hati, nurani saya.
Dulu sy belajar tuhan bersemayam dalam nurani kan.


Your actions define who you are.
Not where you're from.


July 01, 2014, 03:15:02 PM
Reply #68
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59
Hehe jadi mending gak ada pengobatan modern ya?
Mending ke ustad guntur bumi?

Anda betul kelaparan ketidakadilan masih ada,
Perang akibat agama masih ada

Ini masalah yang perlu kita selesaikan bersama.
Kalo gak ada teknologi masa mau nganter sembako pake unta? Ga mending naik pesawat?

Kirim2an informasi mending pake merpati ato pake hp sih?
You decide.

Teknologi itu cuma tools.
Buat bantu kita menyelesaikan masalah yang kita buat sendiri.

Gak usah saling tunjuk ini salah teknologi ato ilmuwan.
Saya yakin kalo anda terdampar lebih pikih punya telepon satelit dibanding merpati.

Idk about you,
Tp saya lebih pilih sekarang dibandingin jaman perang salib.


saya tidak menentang ilmu pengetahuan dan teknologi lho ya, cuma saya perjelas : ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini tidak memberi penyelesaian pada masalah yang ada di dunia.

Apa penyebab nya, ya karena ini ciptaan manusia. Manusia bukan lah mahluk yang sempurna.

Kenapa saya memilih menjadi seorang theist , karena saya ingin merasakan sebuah dunia yang sempurna.

Apa anda tidak capek, tiap dengar iklan sebuah teknologi baru semua ada tulisan embel - embel ( ... ini dapat anda miliki dengan harga ...... + diskon .... = ....... )

Atau anda sakit parah dan mendengar ada sebuah pengobatan medis yang manjur ( dengan biaya ... )

July 01, 2014, 04:06:47 PM
Reply #69
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 139
saya tidak menentang ilmu pengetahuan dan teknologi lho ya, cuma saya perjelas : ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini tidak memberi penyelesaian pada masalah yang ada di dunia.

Apa penyebab nya, ya karena ini ciptaan manusia. Manusia bukan lah mahluk yang sempurna.

Kenapa saya memilih menjadi seorang theist , karena saya ingin merasakan sebuah dunia yang sempurna.

Apa anda tidak capek, tiap dengar iklan sebuah teknologi baru semua ada tulisan embel - embel ( ... ini dapat anda miliki dengan harga ...... + diskon .... = ....... )

Atau anda sakit parah dan mendengar ada sebuah pengobatan mdis yang manjur ( dengan biaya ... )


hehe iya bro saya setuju,
ilmu pengetahuan itu nggak sempurna.
tapi pendekatan ini yang paling manjur untuk menyelesaikan masalah kita.
Dia gak sempurna, tapi ya mau pake cara apa lagi?

Saya lulusan teknik industri,
ilmunya gak sempurna.
Saya disamping pekerjaan saya,
bantu peternak lele untuk mengubah ikan mereka jadi abon.
Kenapa?
Lele mereka susah laku, di pasar banyak yang busuk terbuang
cape-cape diternakkin begitu gak laku langsung dibuang.
Saya bantu ubah sebagian jadi abon supaya bisa tahan lama dan dijual selain di pasar (supermarket dll).
Apakah laku semua? Enggak.
Apakah pendapatan mereka lebih baik? Jelas.
Apakah sempurna?
Saya gak mengejar kesempurnaan, saya mau bantu orang lain saja.
Saya bantu ini nggak dibayar sama sekali,
ini bentuk bakti saya kepada masyarakat.
Apakah sempurna? saya gak perlu kesempurnaan. Saya mau lihat beban mereka berkurang.
Bikin abon lele ini teknologi yang sederhana. tapi bantu hidup mereka kan?

buat response anda yang saya kasih warna merah.
Menurut saya ini pemikiran yang fatal,
memang teknologi gak selesaikan semua masalah. Dan gak akan bisa. Mau dituntut gimana juga gak akan bisa.
Tapi teknologi ini bantu kita mencoba menyelesaikan.
Saya juga mauuuuu, kalo bisa semua masalah selesai. Gak ada yang lapar gak ada yang sakit.
Tapi apa sesuai dengan pemikiran anda yang di bold merah?
Lebih baik membantu, memang ciptaan manusia, memang gak sempurna, tapi saya berani sumpah, hal ini bantu hidup banyak orang.

Kalo bold kedua,
diskon sih urusan bisnis ya. Gak nemu hubungannya ama yang kita bahas disini.

Nah, bikin obat kenapa mahal?
ini sy pernah ikut konferensi selama 4 hari soal ini.

Obat itu bro,
begitu selesai,
pengujiannya 8 tahun.
baru bisa dinyatakan aman.
Cari efek jangka panjang.
Modalnya?
Rata-rata 1 obat itu researchnya 800 juta dolar (8 trilyun).
Harga bahan baku obat tu paling 1% bahkan kurang dari si obatnya.
Tapi perusahaan pharmaceutical ini perlu bertahan dong,
tiap dia bikin obat harus keluar uang banyak sekali.
Kalo dia bagi2in obatnya,
darimana dia punya uang untuk research.
Saya juga gak suka, tapi mau gimana?
Masa ke ustad guntur bumi?

The world is not perfect,
a lot of people need help.
If you can,
please do.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)