Author Topic: Brazil kalah telak: Hukum Karma dan Kualat? Ketika air mata berbicara...  (Read 4399 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 11, 2014, 04:48:54 AM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 73
  • Denominasi: Bible Believer Church
Hadooh... buset deh, setelah kecewa krn kalah telak, besoknya berbondong-bondong Rakyat Brazil berbalik mengadakan upacara syukuran "Give Thanks" atas kekalalah TimNas! Why? -=->

Tujuh thn lalu...Pemerintah Brasil mulai melakukan aksi pembantaian berdarah terhadap poor communities yg menangis dlm protes keras menentang pemborosan anggaran yg sangat keterlaluan hanya demi Piala Dunia sebulan. Angan & ambisi menjadi termewah dan termegah ini telah membutakan hati nurani pemerintah dan menginjak2 rakyat miskin Brasil dalam jeritan meminta sesuap makanan...tetapi sia2.

Siapa bilang pembangunan kubah2 stadion buat World cup itu tanpa pertumpahan darah? But...yeah it's hard to believe... they are the bleeding stadiums!!! Aksi protes anggaran piala dunia selalu berakhir dgn aksi pembantaian kpd rakyat. Akibatnya, terabaikanlah misi pembangunan klinik, pertanian, education dan pengobatan gratis. (Semua proyek yg langsung menyentuh rakyat kecil)

Tetapi kini...7 tahun kemudian... seluruh gegap gempita, sorak sorai dan kegemerlapan World cup yg terlalu mahal dibeli dgn tumpahan darah... mendadak telah berakhir tragis dgn jeritan, kehancuran dan tangisan yg sama dari kaum terbuang... yg selama ini terlalu ditutup2i ...tetapi kelihatannya seperti ada suatu Tangan Yg MahaKuasa yg membalaskan jeritan dan tangisan mereka. Kekalahan telak 7-1 telah dipertontontan keseluruh dunia oleh suatu aksi pembantaian oleh suatu bangsa Protestant Reformer, Germany. Hanya dalam waktu 29 menit sudah kebobolan 5 gol. Tragis! Tetapi sepertinya kekalahan telak Brazil ini telah menjadi suatu REBUKES dan eye opener. Waktu TimNas Brazil datang ke Indonesia 30 thn lalu saja kita cuma kalah 5-0 kok. Tapi sebaliknya, kalau kemarin mrk kalah telak 7-1, ...ini pasti ada sesuatu!

Air mata, jerit dan tangisan duka suporter itu tidak ada artinya dibandingkan dengan pertumpahan darah, kelaparan dan tangisan rakyat jelata yg terbuang. Akhirnya kaum bangsawan harus dipaksa dipermalukan diseluruh dunia, supaya mereka melihat betapa memilukan tumpahan darah dan air mata di stadion yg dibangun... dengan mana mereka sebenarnya berhutang nyawa atas pembantaian mereka.

Saat ini sudah sekitar 3000 kumpulan di Bulan suci ramadhan, 50 gereja, 70 kampus, 18 youth communies dll... yg akan menyiakan video klips sebelum/sesudah ceramah atau acara kumpulan ttg kisah tragis pertumpahan darah hanya utk Piala Dunia sebulan. Paket terjemahan video ini akan dikirimkan juga ke lembaga2 legislative DPR/MPR dan kampus2 untuk jadi bahan pelajaran penting bagi kita. Serious! Mohon di share bagi yg sudah menterjemahkan video ini ke bahasa Indonesia. Thanks. https://www.youtube.com/watch?v=58aLRl_eG7Y
"The Dark Side of the World Cup 2014"

Kalau boleh jangan ada yg menghina di dalam hati kpd rakyat miskin Brazil yg mengadakan kebaktian syukur, Give Thanks, atas kekalahan telak TimNas 7-1 di World Cup.

Coba bayangkan kalau Brazil menjadi juara dunia... wah makin tidak terkendali mabuk pesta pora pemerintah dan orang kaya Brazil, dan semakin tidak peduli lagi kpd rakyat yg menjerit meminta roti... sebab Brazil kembali akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016.
But our Living God is still in control. Amen!
August 06, 2014, 02:19:09 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2728
  • Denominasi: Katolik
Hadooh... buset deh, setelah kecewa krn kalah telak, besoknya berbondong-bondong Rakyat Brazil berbalik mengadakan upacara syukuran "Give Thanks" atas kekalalah TimNas! Why? -=->

Tujuh thn lalu...Pemerintah Brasil mulai melakukan aksi pembantaian berdarah terhadap poor communities yg menangis dlm protes keras menentang pemborosan anggaran yg sangat keterlaluan hanya demi Piala Dunia sebulan. Angan & ambisi menjadi termewah dan termegah ini telah membutakan hati nurani pemerintah dan menginjak2 rakyat miskin Brasil dalam jeritan meminta sesuap makanan...tetapi sia2.

Siapa bilang pembangunan kubah2 stadion buat World cup itu tanpa pertumpahan darah? But...yeah it's hard to believe... they are the bleeding stadiums!!! Aksi protes anggaran piala dunia selalu berakhir dgn aksi pembantaian kpd rakyat. Akibatnya, terabaikanlah misi pembangunan klinik, pertanian, education dan pengobatan gratis. (Semua proyek yg langsung menyentuh rakyat kecil)

Tetapi kini...7 tahun kemudian... seluruh gegap gempita, sorak sorai dan kegemerlapan World cup yg terlalu mahal dibeli dgn tumpahan darah... mendadak telah berakhir tragis dgn jeritan, kehancuran dan tangisan yg sama dari kaum terbuang... yg selama ini terlalu ditutup2i ...tetapi kelihatannya seperti ada suatu Tangan Yg MahaKuasa yg membalaskan jeritan dan tangisan mereka. Kekalahan telak 7-1 telah dipertontontan keseluruh dunia oleh suatu aksi pembantaian oleh suatu bangsa Protestant Reformer, Germany. Hanya dalam waktu 29 menit sudah kebobolan 5 gol. Tragis! Tetapi sepertinya kekalahan telak Brazil ini telah menjadi suatu REBUKES dan eye opener. Waktu TimNas Brazil datang ke Indonesia 30 thn lalu saja kita cuma kalah 5-0 kok. Tapi sebaliknya, kalau kemarin mrk kalah telak 7-1, ...ini pasti ada sesuatu!

Air mata, jerit dan tangisan duka suporter itu tidak ada artinya dibandingkan dengan pertumpahan darah, kelaparan dan tangisan rakyat jelata yg terbuang. Akhirnya kaum bangsawan harus dipaksa dipermalukan diseluruh dunia, supaya mereka melihat betapa memilukan tumpahan darah dan air mata di stadion yg dibangun... dengan mana mereka sebenarnya berhutang nyawa atas pembantaian mereka.

Saat ini sudah sekitar 3000 kumpulan di Bulan suci ramadhan, 50 gereja, 70 kampus, 18 youth communies dll... yg akan menyiakan video klips sebelum/sesudah ceramah atau acara kumpulan ttg kisah tragis pertumpahan darah hanya utk Piala Dunia sebulan. Paket terjemahan video ini akan dikirimkan juga ke lembaga2 legislative DPR/MPR dan kampus2 untuk jadi bahan pelajaran penting bagi kita. Serious! Mohon di share bagi yg sudah menterjemahkan video ini ke bahasa Indonesia. Thanks. https://www.youtube.com/watch?v=58aLRl_eG7Y
"The Dark Side of the World Cup 2014"

Kalau boleh jangan ada yg menghina di dalam hati kpd rakyat miskin Brazil yg mengadakan kebaktian syukur, Give Thanks, atas kekalahan telak TimNas 7-1 di World Cup.

Coba bayangkan kalau Brazil menjadi juara dunia... wah makin tidak terkendali mabuk pesta pora pemerintah dan orang kaya Brazil, dan semakin tidak peduli lagi kpd rakyat yg menjerit meminta roti... sebab Brazil kembali akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016.
But our Living God is still in control. Amen!
Dear solid,

Wah, ceriteranya bagus sekali dan mengesankan.

Memang Tuhan tidak suka sama orang yang sombong, suka bermegah, dan kurang memperhatikan jeritan orang miskin.

Terima kasih, solid.
August 06, 2014, 08:56:05 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3693
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
coba masukan jg gambar pembantaian dan sumber beritanya jika ada.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)