Author Topic: “Tuhan, Saya Punya Masalah Besar!” – Ketika Putus Asa Melanda  (Read 55 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 29, 2019, 02:53:39 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 120
  • Denominasi: Protestan

Ada banyak hal dalam hidup yang bisa membuat kita putus asa. Sudah belajar mati-matian, tetap saja nilai pas-pasan. Siang-malam berjuang dalam pekerjaan, hasil belum juga kelihatan. Segala cara dilakukan untuk mencari pasangan, tetapi batang hidung si jodoh tak kunjung tampak.
Waktu kita ceritakan kepada teman, tanggapan yang sering diberikan adalah: “Semangat, ya! Jangan putus asa!” Sayangnya, hal yang gampang diucapkan itu sangat susah dipraktikkan.

Kalau begitu, apa kata Alkitab tentang keputusasaan dan bagaimana cara mengatasinya?
1. Pertahankan Harapan
Putus asa adalah hal yang terjadi dalam pikiran kita, tetapi belum dilakukan atau direalisasikan. Dari pikiran, akan lahir tindakan yang dipicu oleh keputusasaan tersebut. Misalnya, ketika kita berpikir tidak akan dapat nilai bagus meski sudah belajar, kita jadi malas untuk berjuang. Tanpa sadar, kita mencari dalih atau situasi yang membuat niat belajar itu batal.
Oleh karenanya, hal pertama yang harus kita ubah adalah pikiran—atau lebih tepatnya, cara pikir kita.
Don’t lose hope. When the sun goes down, the stars come out. Pepatah mengatakan, ketika matahari terbenam, bintang-bintang akan muncul. Jadi, jangan kehilangan harapan dan tetaplah menantikan yang terbaik. Dengan berpikir positif, sebenarnya kita sedang memampukan diri untuk mencari solusi dan mengerjakan hal-hal yang mengarah pada kesuksesan.
“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” – Amsal 23:18

2. Aktif Mencari Solusi
Ada dua tipe solusi yang bisa diterapkan:
– Lanjutkan Apa yang Selama Ini Anda Lakukan
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegornya supaya ia diam. – Markus 10:47-49
Jika Anda yakin bahwa Anda berada di jalur yang benar atau menerapkan cara yang tepat, tetaplah lakukan itu. Lakukan lebih sering dan lebih konsisten lagi.
Ketika Anda sudah melakukan apa yang tepat, tetapi hasilnya belum kelihatan, tetaplah lakukan bagian Anda. Suatu hari Anda pasti akan menuai hasilnya. Anda takkan tahu seberapa dekat hasil itu kalau Anda menyerah. Cobalah sekali lagi, dan sekali lagi, dan sekali lagi!

– Ubah Strategi, Bukan Tujuannya
Terkadang, untuk keluar dari suatu masalah, melakukan hal yang sama terus-menerus tidaklah cukup. Ada pepatah mengatakan, “Jika Anda melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda, Anda gila” (McKean, 2016). Untuk keluar dari keputusasaan, Anda mungkin membutuhkan cara atau strategi yang berbeda.
Jika Anda merasa buntu, bertukar pikiranlah dengan mentor, leader, pembimbing rohani, atau orang yang Anda percayai. Mintalah bantuan mereka agar Anda dapat melihat dari perspektif berbeda atau menemukan jalan keluar lain.
Misalnya, Anda mencoba saat teduh pada malam hari, tetapi selalu ketiduran atau tidak fokus. Goal Anda tetaplah sama: “Saya harus saat teduh.” Lalu, bagaimana caranya supaya tidak ketiduran? Ubah waktunya menjadi pagi hari. Kalau masih ketiduran juga, cobalah mandi sebelum saat teduh agar Anda lebih segar. Change the strategy, but never the goal.

3. Tetaplah Berdoa
Jika Anda sudah melakukan poin pertama dan kedua, jangan lupa poin yang ketiga ini. Ingatlah bahwa manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhanlah yang memberikan hasil (Amsal 16:9). Sertakan Tuhan dalam setiap perencanaan Anda. Percayalah bahwa doa dapat mengubah banyak hal, baik keadaan maupun hati kita.
“Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” – Amsal 16:3
Bicara tentang putus asa, Rasul Paulus adalah orang yang sangat berisiko ditimpa putus asa. Dipenjara, dihina, dirantai, bahkan ditimpuki batu—semuanya sudah ia lalui dalam perjalanannya sebagai pengikut Kristus dan penginjil.
Apakah ia putus asa? Tidak. Yang membuat Paulus bertahan sampai akhir adalah karena ia percaya bahwa Tuhanlah sumber kekuatannya. Tanpa hubungan yang baik dengan Tuhan, mungkin Paulus sudah menyerah di tengah jalan.
– 2 Korintus 4:7-9
Siapakah sumber kekuatan Anda? Masihkah Anda berdoa kepada Tuhan dalam suka maupun duka? Kalau belum, segeralah datang kepada-Nya untuk meminta pertolongan dan kekuatan.
Ketika Anda putus asa, pertahankan harapan Anda, teruslah mencari solusi, dan tetaplah berdoa! Jangan berkubang lama-lama dalam keputusasaan. Mengapa? Karena kita punya Allah yang luar biasa, yang jauh lebih besar daripada semua masalah kita. Jadi, jangan katakan, “Tuhan, saya punya masalah besar.” Namun, katakanlah, “Hei, Masalah, saya punya Tuhan yang Mahabesar!”

Source : https://gkdi.org/blog/putus-asa/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)