Author Topic: Perjamuan Kudus Keliru?  (Read 8053 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 25, 2014, 09:24:07 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
jujur saya bilang ini adalah kekejian dan kegilaan,,
karena bayi/anak2 belum berdosa dan belum bisa melakukan pertobatan...
banyak yg terjadi tetapi banyak pula yg membiarkan..
sedih rasanya.




Memang benar bahwa di dalam Alkitab kepercayaan dan pertobatan selalu mendahului baptisan. Tapi yang harus dipikirkan adalah ketika Alkitab membicarakan hal itu kepada siapakah perintah atau syarat itu ditujukan?
Yang terpenting bukan hanya ada syarat tetapi juga syarat untuk siapa? Kalau kita teliti maka seluruh bagian Alkitab yang membicarakan hal ini ternyata diberikan kepada orang-orang dewasa yang sama sekali belum percaya kepada Kristus baik mereka maupun orang tua mereka.

Dalam Kis 2:38 Petrus memberikan syarat itu kepada pada orang-orang Yahudi yang belum percaya Yesus yang menurut Petrus merekalah yang telah membunuh Yesus (Kis 2:23).
Rasul Paulus perlu beriman dan percaya kepada Yesus sebelum dibaptis sebab ia bukan hanya tidak percaya pada Yesus sebelumnya tetapi juga sangat membenci dan menganiaya Yesus (Kis 8:1-3;9:5).
Sida-sida dari Etiopia perlu beriman dan percaya sebelum dibaptis sebab ia tidak tahu apa-apa tentang Yesus.

Kornelius perlu percaya kepada Yesus sebelum dibaptis karena ia justru bukan orang Israel.
Kepala penjara Filipi perlu percaya sebelum dibaptis karena ia tidak memiliki pengenalan sama sekali tentang Yesus sebelumnya, dll.

Jadi kita dapat melihat bahwa syarat itu diberikan kepada orang dewasa (yang sudah bisa beriman dan percaya dari dirinya sendiri) dan orang-orang yang tidak memiliki latar belakang kepercayaan kepada Kristus baik secara pribadi maupun orang tua mereka. Jadi seharusnya syarat ini tidak diterapkan kepada seorang anak. Bagaimana mungkin sebuah syarat yang bukan untuk anak-anak diterapkan pada anak-anak dan ketika anak-anak tidak memenuhi syarat tersebut lalu kita berkesimpulan bahwa mereka tidak boleh dibaptis.

Salam


lha klo anak2 ikut PK itu menurut saya supaya mereka sejak dini mulai tahu siapa Penebusnya dan juruselamatnya
karena perintahnya jelas...
1Kor 11:24   dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, m  yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
   
1Kor 11:25   Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru n  yang dimeteraikan oleh darah-Ku;  perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!

kalo anda mempertanyakan dan mendebatkan akan ayat yg selanjutnya..yg ttg anak2 tidak patut utk PK??

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
11:27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum  cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya  sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.
11:29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
tolong anda fokus di ayat 26...
anak2 tidak mampu berbuat dosa,,,makanya dia layak...dan kalopun dia sudah mampu karena ketidaktahuannya maka itu urusan Tuhan dan Rasulnya karena Tuhan sendiri dan Rasulnya memberitahukan bahwa anak kecil adalah yg empunya kerajaan sorga dan dosa dia dihapuskan oleh karena kuasa Nama Kristus.

1Yoh 2:12   Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya

makanya saya bilang kalo baptisan dan Perjamuan ada bedanya dalam hal pelakunya yaitu anak2..

demikian bro
salam
GBU

setuju.
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
November 25, 2014, 11:05:56 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Orang tua membaptis  anak berdasarkan ikatan perjanjian keselamatan. Kis 2:38-39 sering dipakai sebagai dasar: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia ROH KUDUS. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.
 Jadi anak pun menerima janji keselamatan dari Tuhan. Sehingga anak yang orang tuanya menerima janji keselamatan juga menerima janji yang sama. Dengan demikian anak adalah jemaat Tuhan dan masa kini gereja. Mereka bukan masa depan gereja yang baru memiliki hak penuh setelah sidi( mengaku percaya). Anak bukanlah hanya setengah anggota gereja, sehingga harus menunggu sampai ‘cukup umur’ untuk mengikuti katekisasi, sidi, baru dapat menjadi anggota penuh.
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
November 25, 2014, 02:28:15 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Orang tua membaptis  anak berdasarkan ikatan perjanjian keselamatan. Kis 2:38-39 sering dipakai sebagai dasar: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia ROH KUDUS. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.
 Jadi anak pun menerima janji keselamatan dari Tuhan. Sehingga anak yang orang tuanya menerima janji keselamatan juga menerima janji yang sama. Dengan demikian anak adalah jemaat Tuhan dan masa kini gereja. Mereka bukan masa depan gereja yang baru memiliki hak penuh setelah sidi( mengaku percaya). Anak bukanlah hanya setengah anggota gereja, sehingga harus menunggu sampai ‘cukup umur’ untuk mengikuti katekisasi, sidi, baru dapat menjadi anggota penuh.


Sinting ya anda ini!

Sudah jelas tertulis barang siapa yang tidak layak dalam PK akan mendapat hukuman sakit bahkan mati.

Anak2 anda tuntut untuk bertanggungjawab atas apa yang mereka tidak tahu,

masih waras gak sih anda ini??

Baca ISA 2.1.5 itu Alkitab Original interlinear langsung dari bahasa Yunani, Bro.

tertulis: "offsprings" artinya para keturunan.

Baca juga di http://artikata.com/arti-127365-offspring.html

tertulis:

noun
1. the immediate descendants of a person

kata benda
1. keturunan langsung dari orang

Jadi lebih tepatnya bukan tertulis: "anak-anak"

supaya anda tidak main asal saja mengartikannya 'anak-anak' ketika itu juga, tetapi harus menunggu mereka dewasa.

salem.
November 25, 2014, 02:31:00 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Anda ini hanya mempromosikan ajaran gereja dengan mengabaikan ajaran Alkitab,

bertobatlah Bro!

salem.
November 25, 2014, 02:43:05 PM
Reply #34
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 417
  • Gender: Male
  • agama saya katolik
la sam ciak, la sam po

;D ;D ;D
November 25, 2014, 02:45:33 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Mengapa Alkitab tidak mempunyai contoh yang eksplisit tentang baptisan terhadap anak-anak orang percaya? Sebab yang dicatat Alkitab adalah periode pertama dari Kekristenan. Pada saat itu belum ada orang yang telah percaya (orang Kristen) sehingga anak-anak mereka dibaptiskan. Seandainya ada pastilah ada anak-anak mereka yang dibaptis. Apa yang diceritakan Alkitab adalah periode pertama dari Kekristenan. Dan selanjutnya yang terjadi dalam periode-periode berikutnya tidak lagi diceritakan oleh Alkitab. Dengan demikian kita tidak bisa memakai catatan sebuah periode sebagai standar dan patokan bagi periode-periode berikutnya.

William Barclay - “Baptisan saat itu adalah untuk orang dewasa. Tidak dikatakan, bahwa Perjanjian Baru menentang baptisan anak-anak, tetapi baptisan anak-anak ada karena adanya keluarga Kristen, dan sering terjadi bahwa di kebanyakan tempat pekerjaan Paulus belum ada keluarga Kristen. Seorang datang kepada Kristus secara individual pada jemaat yang mula-mula, bahkan ia meninggalkan keluarganya”.

Scheunemann - “Kalau dalam abad pertama titik berat baptisan adalah sebagai baptisan pertobatan dalam konteks misi, maka dengan timbulnya generasi kedua dan ketiga dalam jemaat Kristen, baptisan kanak-kanak dari keluarga Kristen makin mendapat tempat dan berjalan sejajar dengan baptisan pertobatan di daerah dan dalam situasi-kondisi misi”.

Dalam tulisan bapa-bapa gereja seperti  Cyprianus dan Augustinus.

Cyprianus (+ th 250; seorang bapa Gereja) mencatat praktik perjamuan kudus anak dan menekankan pentingnya rahmat ilahi (seperti dalam tulisannya Epistle, 58:3, 5)

Agustinus (354-430; seorang bapa Gereja) menulis tentang perjamuan kudus anak dan menekankan kehidupan di dalam Kristus:
Mereka yang berkata bahwa masa kanak-kanak tidak terhubung dengan Yesus untuk diselamatkan, sesungguhnya sedang menolak bahwa Kristus adalah Yesus bagi semua kanak-kanak orang percaya… Nah, sekarang, jika anda dapat menerima pemahaman bahwa Kristus bukanlah Yesus bagi setiap yang telah dibaptis, maka saya tidak yakin imanmu dapat diakui berpadanan dengan ajaran yang benar. Ya, mereka kanak-kanak, namun mereka adalah anggota (tubuh)-Nya. Mereka kanak-kanak, namun mereka menerima sakramen-sakramen-Nya. Mereka kanak-kanak, namun mereka berperan di meja-Nya, agar mereka memperoleh kehidupan di dalam diri mereka. (sermon 174.7)

Mengenai baptisan anak  di Alkitab tidak ada petunjuk langsung mengenai baptisan anak. Namun, dalam  tradisi gereja, sekurang-kurangnya sejak abad ke-3, anak-anak yang dilahirkan dari keluarga Kristen telah dibaptis sejak kecil. Sejak zaman Perjanjian Baru, baptisan anak ditemukan dalam  kenyataan bahwa anak-anak orang Kristen dikatakan kudus sementara mereka masih berdosa (1 Kor. 7:14) dan tidak pernah ada anjuran agar mereka meminta baptisan apabila mereka dewasa. Bahkan dalam Kisah Para Rasul dikatakan bahwa “seisi rumah” dibaptis (Kis. 16:15; 18:8; bnd. 1 Kor. 1:16) sehingga bisa diduga bahwa anak-anak juga turut dibaptis

Salam
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
November 25, 2014, 03:06:36 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan

Dalam 1 Korintus 11:17-34 Paulus menegur Jemaat Korintus karena punya perilaku buruk dalam melaksanakan Perjamuan. Ketika mereka berkumpul untuk makan perjamuan, mereka makan layaknya bukan makan Perjamuan Tuhan, tapi makan yang mengumbar nafsu. Yang datang terlebih dulu, maka dahulu memakan makanannya sendiri. Perut sendiri yang dipentingkan. Ada yang kekenyangan sampai mabuk, tapi yang lain (yang miskin, tidak punya makanan) kelaparan. Tidak terlihat kasih dalam saling berbagi rasa dalam hal menikmati Perjamuan Tuhan. Penekanan dalam hal untuk saling sedia berbagi dalam menyantap Perjamuan Tuhan itu ditekankan di awal dan di akhir perikop tersebut.

“Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu makan roti dan minum dari cawan itu “ (ayat 27-28)


Kata “tidak layak” dalam tekanan Rasul Paulus di sini (yang sering dikutip secara sepenggal ) adalah ketika Jemaat Korintus makan secara brutal dan penuh nafsu pada saat Perjamuan Kudus. Perjamuan Tuhan dilakukan, namun tindakannya (utamanya dalam makan dan minum) liar.


Jadi, ayat tersebut berbicara tentang perilaku yang tidak pantas dalam mengikuti Perjamuan Tuhan. Bukan suatu pra-kondisi, yakni kesucian batin sebagai prasyarat untuk ikut Perjamuan Kudus sebagaimana sering “dipathok” oleh gereja bagi warganya yang akan ikut Perjamuan Kudus. Jika kesucian diri menjadi syarat, maka rasanya hampir tidak ada orang yang layak ikut Perjamuan Kudus. :wink:

Rasanya justru anak-anak yang lebih layak. Bukankah mereka lebih polos, masih belum berpikir tentang korupsi, selingkuh, bisnis dengan curang, dll? Pengujian diri lebih berbicara soal kerelaan untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dalam menyambut anugerah itu. Yang tentunya harus diwujudkan dalam berbagai aspek hidup, termasuk moralitas.


Tentunya juga diakui, bahwa Perjamuan Kudus harus mendorong dan menguatkan orang yang menikmatinya untuk punya moralitas dan perilaku hidup yang semakin memancarkan kasih.


Dan oleh Paulus sangat tegas menyatakan soal solidaritas. Yakni kasih yang nyata di-share-kan. (ayat 21, 22, 33, 34). Makan Perjamuan sangat mengindahkan tindakan berbagi dan solidaritas pada yang kelaparan dan miskin. Dalam tradisi Gereja perdana, setiap orang membawa persembahan (roti dan anggur) kemudian persembahan itu dibagikan pada saat perjamuan. Dan makan perjamuan tidak hanya bagi yang hadir, namun juga bagi yang tidak hadir: orang jompo, orang sakit, budak, orang miskin, gelandangan, dll. Perjamuan Kudus sangat kental dengan dimensi sosial.
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
November 25, 2014, 03:27:56 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1178
  • Gender: Male
  • Chose The Right
Makanya saya tidak setuju kalan anda bilang melambangkan tubuh dan darah Yesus, karena makna melambangkan itu sama artinya tubuh dan darah Yesus dalam arti sungguhan.

seperti anda bilang mengingat hal tsb. adalah tubuh dan darah Yesus,

ini ada kekeliruan juga Bro,

Kita mengingat pengorbanan tubuh dan darah Yesus, bukan mengingat roti dan anggur melambangkan tubuh dan darah Yesus,\

jika demikian artinya sama saja roti dan anggur adalah tubuh dan darah Yesus dalam arti sunggguhan, dengan kata lain kanibalisme.
anda ini gimana sih...kiasan itu juga sama dengan melambangkan...
roti = kiasan= melambangkan tubuh ( bukan makna sungguh kita makan tubuh,,melainkan makan roti)
air anggur = kiasan= melambangkan darah ( bukan minum darah asli, melainkan minum airnya)
ntar jadi werewolf atau vampir klo tiap perjamuan makan tubuh dan darah??
mudeng gak bro...

kan ayatnya sudah jelas..
1Kor 11:24   dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
(menurut anda yg dipecah2 itu roti atau tubuhNya?)
Quote
saya juga bilang itu adalah ide gila!

baca di Ayub, tertulis semua orang yang terlahir dari perempuan adalah berdosa (dosa turunan Adam),

yang namanya anak2 adalah tanggungjawab orangtua, karena anak2 belum dapat memilih apalagi disebut mampu bertanggungjawab.
sebelumnya saya mau tanya anda...
dosa turunan apakah sekarang masih ada?
atau sudah hilang akibat kurban tebusan Tuhan Yesus Kristus?
Quote

Anda ini aneh, anak2 ikut PK lebih parah daripada anak2 dibaptis, Bro.

Maka konsekwensi hukuman akan dipikul orangtuan jika melakukan hal demikian,

Perintah ini untuk orang Kristen (dewasa), bukan untuk anak2.

Apakah anda tidak baca konsekwensi hukuman jika seseorang tidak layak untuk PK?

Sakit bahkan mati, Bro.
yg parah adalah baptisan...klo PK cuma sebagai peringatan akan siapa Juruselamat dan penebus kita...
anda jangan memutarbalikkan hal ini..
coba pelajari lebih dalam lagi...
anak2 tidak berdosa karena memang sudah ditebus oleh kuasa NamaNya..
Quote

Tolong ayat selanjutkan jangan diabaikan!

Di Kitab Ayub tertulis setiap orang yang lahir dari perempuan telah berdosa.

di Kitab Roma tertulis semua orang mewarisi dosa Adam, walaupun belum melakukan dosa.

dan di kitab mana tertulis anak2 mampu melakukan dosa walaupun tidak seberat orang dewasa.

Sudah saya reply sebelumnya, anak2 yang dimaksud bukan dalam arti anak2 sungguhan, tetapi itu menunjukkan   
orang Kristen dewasa yang harus meneladani sifat anak2 yang jujur dan taat.

salem.
coba anda telaah lagi...
ttg dosa warisan dan kurban tebusan..
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik
Berdoalah terlebih dahulu
Bertemanlah dengan ROH KUDUS maka akan diberitahu kebenaran
November 25, 2014, 03:34:36 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1178
  • Gender: Male
  • Chose The Right
Orang tua membaptis  anak berdasarkan ikatan perjanjian keselamatan. Kis 2:38-39 sering dipakai sebagai dasar: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia ROH KUDUS. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.
 Jadi anak pun menerima janji keselamatan dari Tuhan. Sehingga anak yang orang tuanya menerima janji keselamatan juga menerima janji yang sama. Dengan demikian anak adalah jemaat Tuhan dan masa kini gereja. Mereka bukan masa depan gereja yang baru memiliki hak penuh setelah sidi( mengaku percaya). Anak bukanlah hanya setengah anggota gereja, sehingga harus menunggu sampai ‘cukup umur’ untuk mengikuti katekisasi, sidi, baru dapat menjadi anggota penuh.
maaf anda habis setuju sama saya kok tiba2 menelan ludah sendiri..

masalah baptisan bukan masalah janji keselamatan doank
tetapi adalah proses tatacara yg melibatkan iman dan pertobatan
klo itu belum terpenuhi maka tidak bisa dilakukan...
klo dibahas panjang dan OOT ntar..
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik
Berdoalah terlebih dahulu
Bertemanlah dengan ROH KUDUS maka akan diberitahu kebenaran
November 25, 2014, 03:36:59 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Yesus sangat tegas dan jelas mengungkapkan, bahwa syarat seseorang untuk bisa menjadi bagian dalam anugerah keselamatan Allah (KERAJAAN ALLAH) bukan kondisi-kondisi tertentu seperti harus dewasa, harus mengerti/paham, apalagi harus pandai.

Orang-orang dewasa dalam gereja yang membuat pagar eksklusif kelayakan penerimaan keselamatan yang ditandai dengan Perjamuan Kudus, sesungguhnya sama dengan para murid yang mencoba menghalang-halangi anak-anak yang mendekat kepada Yesus.

Sehingga Yesus perlu membuka pikiran dan nurani mereka, bahwa anugerah cinta Allah-Kerajaan Allah, yang oleh Kristus ditetapkan di antaranya dengan sakramen Perjamuan Kudus-diundangkan oleh-Nya kepada siapa saja. Justru di sini kita melihat Ia memberikan apresiasi yang khusus kepada anak-anak, sekaligus menempelak orang-orang dewasa, yakni dengan mengatakan bahwa“….justru merekalah yang empunya Kerajaan Sorga…” Ada tamparan yang sangat keras dari Yesus kepada para murid saat itu.


Pemahaman yang belum melayakkan anak-anak sebagai pihak yang juga menjadi sasaran anugerah keselamatan Allah dalam Perjamuan Kudus adalah juga terkait dengan definisi atau pemahaman akan iman. Orang dewasa sering menciptakan batasan, menurut alur pikirnya sendiri. Menafikan pikiran anak-anak. Menurut kita bahwa bentuk keber-iman-an adalah adanya pengertian-pengertian dan kepercayaan tertentu yang dimiliki. Iman memang butuh pengertian, untuk bertumbuh, tapi pasti bukan pra-syarat. Iman juga ada di dalamnya soal kepercayaan. Tapi iman juga bukan hanya soal percaya atau tidak percaya. Dengan batasan tentang iman yang mensyaratkan soal kepercayaan dan pengertian, maka anak-anak di anggap belum beriman. Alangkah sombongnya para orang dewasa !!!

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)