Author Topic: Perjamuan Kudus Keliru?  (Read 8055 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 25, 2014, 04:08:39 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan


Seandainya saja kita hadir di peristiwa Yesus memberkati anak-anak, lalu bertanya kepada Yesus,

“Guru, apakah anak-anak itu sudah beriman kok dikatakan empunya Kerajaan sorga?” Apa jawaban Tuhan Yesus kira-kira?
 Mungkin Yesus akan menjawab: “Kalau beriman menurut pengertianmu mungkin belum…,tapi menurut pengertian mereka sudah. Dan itu cukup bagi-Ku. Dibanding kalian hai orang dewasa, merekalah yang lebih layak masuk ke Sorga…Kalau kalian tidak seperti mereka, kalian tidak dapat masuk sorga!!!”

Orang dewasa biarlah beriman bersama dengan kepercayaan dan pengertian-pengertian sendiri sebagai orang dewasa. Maka, biarlah anak-anak juga beriman dengan pengertian-pengertiannya sendiri. Masing-masing beriman dengan pengertiannya (sesuai dengan tingkat perkembangannya sendiri). Tingkat perkembangan psikologi yang semakin tinggi bukan otomatis tinggi pula imannya. Dalam tingkat perkembangan kejiwaan yang bagaimanapun : bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, lanjut usia, semua diundang oleh Yesus. Semua dapat duduk atau berdiri sejajar menyambut anugerah keselamatan Allah.
 :cheesy:



"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
November 25, 2014, 05:59:32 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
anda ini gimana sih...kiasan itu juga sama dengan melambangkan...
roti = kiasan= melambangkan tubuh ( bukan makna sungguh kita makan tubuh,,melainkan makan roti)
air anggur = kiasan= melambangkan darah ( bukan minum darah asli, melainkan minum airnya)
ntar jadi werewolf atau vampir klo tiap perjamuan makan tubuh dan darah??
mudeng gak bro...

Betul!

Namun saya kurang sreg dengan melambangkan/lambang/simbol, karena menurut saya hal itu mewakili tubuh dan darah Yesus dalam arti sungguhan,

menurut saya arti dari melambangkan, kurang/tidak sejajar dengan arti kiasan/rohani/perumpamaan/tersirat.

belum tahulah Bro, sementara menurut saya kurang tepat aja, nanti saya pelajari lagi, tks. 

Quote
kan ayatnya sudah jelas..
1Kor 11:24   dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
(menurut anda yg dipecah2 itu roti atau tubuhNya?)

Ya, ayatnya jelas dalam arti hurufiah.

Bukan tubuh Yesus, tetap roti yang menggambarkan pengorbanan Yesus dengan memikul dosa di dalam tubuh-Nya.

Quote
sebelumnya saya mau tanya anda...
dosa turunan apakah sekarang masih ada?
atau sudah hilang akibat kurban tebusan Tuhan Yesus Kristus?

Dosa turunan tetap ada, walaupun anda Kristen karena anda masih dapat terserang penyakit dan mati.

Kecuali anda dengan iman yang sempurna hingga diangkat seperti Henokh dan Elia.

Quote
yg parah adalah baptisan...klo PK cuma sebagai peringatan akan siapa Juruselamat dan penebus kita...
anda jangan memutarbalikkan hal ini..
coba pelajari lebih dalam lagi...
anak2 tidak berdosa karena memang sudah ditebus oleh kuasa NamaNya..

baptisan baru awal dari iman, sedangkan PK adalah praktek iman, jelas kalau dibanding2kan maka PK lebih serius,

walau sebenarnya baik baptisan dan PK sama kelirunya diterapkan kepada anak2.

Ini SUDAH SANGAT MENYIMPANG Bro!

Bagaimana dibilang sudah ditebus, sedangkan anak2 belum mampu beriman?

Quote
coba anda telaah lagi...
ttg dosa warisan dan kurban tebusan..

anda baca reply saya di atas.

salem.
November 25, 2014, 06:11:38 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom

Seandainya saja kita hadir di peristiwa Yesus memberkati anak-anak, lalu bertanya kepada Yesus,

“Guru, apakah anak-anak itu sudah beriman kok dikatakan empunya Kerajaan sorga?” Apa jawaban Tuhan Yesus kira-kira?
 Mungkin Yesus akan menjawab: “Kalau beriman menurut pengertianmu mungkin belum…,tapi menurut pengertian mereka sudah. Dan itu cukup bagi-Ku. Dibanding kalian hai orang dewasa, merekalah yang lebih layak masuk ke Sorga…Kalau kalian tidak seperti mereka, kalian tidak dapat masuk sorga!!!”

Orang dewasa biarlah beriman bersama dengan kepercayaan dan pengertian-pengertian sendiri sebagai orang dewasa. Maka, biarlah anak-anak juga beriman dengan pengertian-pengertiannya sendiri. Masing-masing beriman dengan pengertiannya (sesuai dengan tingkat perkembangannya sendiri). Tingkat perkembangan psikologi yang semakin tinggi bukan otomatis tinggi pula imannya. Dalam tingkat perkembangan kejiwaan yang bagaimanapun : bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, lanjut usia, semua diundang oleh Yesus. Semua dapat duduk atau berdiri sejajar menyambut anugerah keselamatan Allah.
 :cheesy:

Anak2 itu ikut orang tua Bro!

Anda ini mengada-ngada saja!

Sebaiknya anda baca bahwa orang benar diselamatkan karena iman,

Orang benar itu orang dewasa Bro, bukan anak2.

Coba anda lihat, yang diskusi di forum ini kan sudah dewasa semua,

kenapa pada ribut melulu tanpa dasar lagi??

bukankah itu sifat anak2,

logikanya bagaimana anak2 anda minta dapat beriman, yang dewasa aja masih seperti anak2,

mikir dong Bro, ajaran anda tidak ada dasar ayatnya, hanya diselewengkan saja.

salem.
November 25, 2014, 06:28:26 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Orang dewasa biarlah beriman bersama dengan kepercayaan dan pengertian-pengertian sendiri sebagai orang dewasa. Maka, biarlah anak-anak juga beriman dengan pengertian-pengertiannya sendiri. Masing-masing beriman dengan pengertiannya (sesuai dengan tingkat perkembangannya sendiri).

Anda masih tidak tanggap juga,

yang mampu beriman itu orang dewasa, bukan anak2,

malah anda masih ngotot bilang anak2 mempunyai perkembangan imannya sendiri.

Baca ayat ini:

Act 8:36  Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
Act 8:37  (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")

Apakah menurut anda, anak2 mampu mengungkap iman dan dapat dipertanggungjawabkan??

Dan baca ayat ini:

Gal 4:1  Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
Gal 4:2  tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

Apakah anak2 itu sudah akil balig dan layak dibaptis dan terima PK??

Quote
Tingkat perkembangan psikologi yang semakin tinggi bukan otomatis tinggi pula imannya. Dalam tingkat perkembangan kejiwaan yang bagaimanapun : bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, lanjut usia, semua diundang oleh Yesus. Semua dapat duduk atau berdiri sejajar menyambut anugerah keselamatan Allah.
 :cheesy:

Di alkitab tidak tertulis tingkat perkembangan psikologi berkaitan dengan tingginya iman,

tetapi perembangan iman sejajar pengenalan pemahaman FT yang benar,

apa menurut anda anak2 itu layak diberikan ayat FT?

sedangkan makan minum aja masih harus diatur oleh orang tua?

mikir dong Bro!

salem.
November 25, 2014, 06:32:27 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Mengapa Alkitab tidak mempunyai contoh yang eksplisit tentang baptisan terhadap anak-anak orang percaya? Sebab yang dicatat Alkitab adalah periode pertama dari Kekristenan. Pada saat itu belum ada orang yang telah percaya (orang Kristen) sehingga anak-anak mereka dibaptiskan. Seandainya ada pastilah ada anak-anak mereka yang dibaptis. Apa yang diceritakan Alkitab adalah periode pertama dari Kekristenan. Dan selanjutnya yang terjadi dalam periode-periode berikutnya tidak lagi diceritakan oleh Alkitab. Dengan demikian kita tidak bisa memakai catatan sebuah periode sebagai standar dan patokan bagi periode-periode berikutnya.

Buset! omong kosong!!

Emangnya orang dewasa Kristen pertama yang baptis itu tidak ada yang sudah berkeluarga??

mikir dong Bro!

jangan ngelantur!

salem.
November 25, 2014, 06:33:54 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Adakah orang Kristen pertama membaptis anak2 mereka dan izinkan ikut PK ??

mikir dong Bro!

jangan ngelantur!

salem.
November 25, 2014, 06:37:20 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
William Barclay - “Baptisan saat itu adalah untuk orang dewasa. Tidak dikatakan, bahwa Perjanjian Baru menentang baptisan anak-anak, tetapi baptisan anak-anak ada karena adanya keluarga Kristen, dan sering terjadi bahwa di kebanyakan tempat pekerjaan Paulus belum ada keluarga Kristen. Seorang datang kepada Kristus secara individual pada jemaat yang mula-mula, bahkan ia meninggalkan keluarganya”.

Buset! omong kosong!!

Anda membuat kesimpulan sepihak tanpa dasar!

datang perorangan anda tafsirkan tanpa keluarga??

dan meninggalkan keluarga??

Mentah Bro!!

Ampun deh!

salem.
November 25, 2014, 06:43:00 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Scheunemann - “Kalau dalam abad pertama titik berat baptisan adalah sebagai baptisan pertobatan dalam konteks misi, maka dengan timbulnya generasi kedua dan ketiga dalam jemaat Kristen, baptisan kanak-kanak dari keluarga Kristen makin mendapat tempat dan berjalan sejajar dengan baptisan pertobatan di daerah dan dalam situasi-kondisi misi”.

Buset! omong kosong!

baptisan pertobatan itu baptisan Yohanes pembaptis Bro, bukan baptisan dalam nama Yesus,

baptisan air apa hubungannya dengan misi?

Misi itu sudah lebih dari sekedar baptisan air Bro, sudah kelanjutan iman.

Baptisan air itu baru mulanya, malah anda sudah bilang misi.

Aneh????

Kalau mau ngomong perkembangan iman, maka setiap orang Kristen itu tugasnya sama: misi!

Emangnya anda pikir misi itu hanya tugas penatua gereja??

salem.
November 25, 2014, 08:20:02 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Anda masih tidak tanggap juga,

yang mampu beriman itu orang dewasa, bukan anak2,

malah anda masih ngotot bilang anak2 mempunyai perkembangan imannya sendiri.

Baca ayat ini:

Act 8:36  Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
Act 8:37  (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")

Apakah menurut anda, anak2 mampu mengungkap iman dan dapat dipertanggungjawabkan??

Dan baca ayat ini:

Gal 4:1  Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
Gal 4:2  tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

Apakah anak2 itu sudah akil balig dan layak dibaptis dan terima PK??

Di alkitab tidak tertulis tingkat perkembangan psikologi berkaitan dengan tingginya iman,

tetapi perembangan iman sejajar pengenalan pemahaman FT yang benar,

apa menurut anda anak2 itu layak diberikan ayat FT?

sedangkan makan minum aja masih harus diatur oleh orang tua?

mikir dong Bro!

salem.

Memang benar bahwa di dalam Alkitab kepercayaan dan pertobatan selalu mendahului baptisan.

Tapi yang harus dipikirkan adalah ketika Alkitab membicarakan hal itu kepada siapakah perintah atau syarat itu ditujukan?
Yang terpenting bukan hanya ada syarat tetapi juga syarat untuk siapa? Kalau kita teliti maka seluruh bagian Alkitab yang membicarakan hal ini ternyata diberikan kepada orang-orang dewasa yang sama sekali belum percaya kepada Kristus baik mereka maupun orang tua mereka.

Dalam Kis 2:38 Petrus memberikan syarat itu kepada pada orang-orang Yahudi yang belum percaya Yesus yang menurut Petrus merekalah yang telah membunuh Yesus (Kis 2:23).
Rasul Paulus perlu beriman dan percaya kepada Yesus sebelum dibaptis sebab ia bukan hanya tidak percaya pada Yesus sebelumnya tetapi juga sangat membenci dan menganiaya Yesus (Kis 8:1-3;9:5).
Sida-sida dari Etiopia perlu beriman dan percaya sebelum dibaptis sebab ia tidak tahu apa-apa tentang Yesus.

Kornelius perlu percaya kepada Yesus sebelum dibaptis karena ia justru bukan orang Israel.
Kepala penjara Filipi perlu percaya sebelum dibaptis karena ia tidak memiliki pengenalan sama sekali tentang Yesus sebelumnya, dll.

Jadi kita dapat melihat bahwa syarat itu diberikan kepada orang dewasa (yang sudah bisa beriman dan percaya dari dirinya sendiri) dan orang-orang yang tidak memiliki latar belakang kepercayaan kepada Kristus baik secara pribadi maupun orang tua mereka. Jadi seharusnya syarat ini tidak diterapkan kepada seorang anak.

 Bagaimana mungkin sebuah syarat yang bukan untuk anak-anak diterapkan pada anak-anak dan ketika anak-anak tidak memenuhi syarat tersebut lalu kita sebagai orang dewasa berkesimpulan bahwa mereka tidak boleh dibaptis.

Salam
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
November 25, 2014, 09:57:01 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 588
  • Denominasi: nonvenom
Jadi kita dapat melihat bahwa syarat itu diberikan kepada orang dewasa (yang sudah bisa beriman dan percaya dari dirinya sendiri) dan orang-orang yang tidak memiliki latar belakang kepercayaan kepada Kristus baik secara pribadi maupun orang tua mereka. Jadi seharusnya syarat ini tidak diterapkan kepada seorang anak.

 Bagaimana mungkin sebuah syarat yang bukan untuk anak-anak diterapkan pada anak-anak dan ketika anak-anak tidak memenuhi syarat tersebut lalu kita sebagai orang dewasa berkesimpulan bahwa mereka tidak boleh dibaptis.

Salam

Ya jelaslah Bro baptisan air bukan untuk anak2!

Anda tahu ayat2nya, malah membuat ajaran menyimpang!

Anda lagi sakit ya?

Lebih baik minum obat dulu Bro, baru diskusi ya,

salem.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)