Author Topic: Renungan Harian®  (Read 124463 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 30, 2020, 04:35:25 AM
Reply #2490
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/130-mei.html

http://www.renunganharian.net/2020/130-mei/3304-menguatkan-dan-meneguhkan-hati.html

 MENGUATKAN DAN MENEGUHKAN HATI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 30 Mei 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 408 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yosua 1:1-18

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.” (Yosua 1:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 31-33



Bu Sri, seorang penjual sosis bakar sedang mempertimbangkan untuk libur berjualan pada hari Minggu. Ia pun merasa diteguhkan saat mendengar khotbah Minggu tentang menguduskan hari Sabat. Semula ia masih agak ragu menaati dorongan agar menutup usahanya pada hari Minggu, terlebih para pelanggannya berkata: “Minggu jangan libur karena jualanmu lebih laris!” Untunglah Bu Sri tetap meneguhkan hatinya dan Tuhan memberkati usahanya lebih lagi. Saat ditanya, ia pun bisa berkata dengan mantap: “Tidak. Saya hari Minggu libur supaya bisa kebaktian di gereja.”

Dalam menjalankan suatu komitmen, terkadang kita akan dihadapkan pada keraguan. Keputusan untuk mengurungkan niat, coba-coba, atau meneruskan niat sering terjadi. Terlebih jika mulai ada “suara-suara” yang dapat menggoyahkan keyakinan kita. Ketika itulah, kita perlu menguatkan dan meneguhkan hati untuk mengambil keputusan dan tidak mundur, apa pun yang akan terjadi. Yosua pasti mengalami kebimbangan saat Allah menunjuknya menjadi penerus kepemimpinan Musa untuk membawa bangsa Israel merebut tanah Kanaan. Itulah sebabnya beberapa kali Allah berkata: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!” (ay. 6, 7 dan 9), karena Allah tahu bahwa mandat yang diberikan sangat berat untuk dituntaskan!

Apakah hari ini kita sedang bimbang, ragu, atau mengalami pergumulan? Mungkin inilah waktunya untuk menguatkan dan meneguhkan hati, sambil meyakini bahwa penyertaan dan kasih karunia Allah tersedia bagi kita. Jangan mundur atau menyerah, tetapi berjuanglah bersama Allah!

—GHJ/www.renunganharian.net


WASPADALAH TERHADAP KEBIMBANGAN
YANG SERING KALI DAPAT MELEMAHKAN IMAN




May 31, 2020, 05:27:10 AM
Reply #2491
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/130-mei.html

http://www.renunganharian.net/2020/130-mei/3305-bersama-roh-kudus-bisa.html

 BERSAMA ROH KUDUS, BISA!
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 31 Mei 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 585 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Roma 8:1-9

Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. (Roma 8:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 34-36



Diperhadapkan dengan tuntutan hidup sempurna seperti Bapa, tak jarang orang percaya lebih suka menjadi pesimis. Mana mungkin manusia mampu melakukan kehendak Allah dengan sempurna? Bukankah manusia hanya ciptaan lemah yang telanjur jatuh ke dalam dosa sehingga setiap tindakannya cenderung tertuju pada dosa?

Di dalam Kristus tidak ada lagi penghukuman. Orang yang menaruh iman kepada Kristus telah dibenarkan, sehingga mereka bukan lagi orang hukuman. Hukum yang ada di dalam diri orang percaya bukan lagi hukum yang lama di dalam Taurat melainkan hukum baru dalam ROH KUDUS. Hukum ini membebaskan orang percaya dari natur dosa. ROH KUDUS menolong kita sehingga karya yang telah Yesus kerjakan bagi manusia menjadi milik dan pengalaman nyata kita.

Dengan demikian sudah semestinya orang percaya memiliki hidup di dalam Roh, ditandai dengan adanya pola pikir yang dikendalikan oleh ROH KUDUS, bukan dosa. Karena ROH KUDUS menguasai hidup, maka dimungkinkan kita berjuang menyatakan kehendak Allah. Kita akui manusiawi kita memang lemah, tetapi ROH KUDUS yang tinggal di dalam diri kita memiliki kuasa yang setara dengan kuasa Kristus. Karena itu tak perlu kita menghukum diri sendiri dengan selalu merasa berdosa. Lebih baik bertobat dan merasa yakin bahwa Tuhan telah mengampuni dosa kita. Selanjutnya, jalani hidup dalam tuntunan Roh, dan percaya bahwa Roh itu akan membawa kita ke jalan kebenaran Tuhan. Jika kita tidak mengakui kekuasaan Roh, sama saja kita membuat Tuhan berbohong dengan firman-Nya!

—EBL/www.renunganharian.net


ROH KUDUS MEMERDEKAKAN DARI BELENGGU DOSA, MEMIMPIN HIDUP
MENURUT KEINGINAN ROH YANG MENGHASILKAN DAMAI SEJAHTERA SEJATI






June 01, 2020, 05:55:07 AM
Reply #2492
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/131-juni.html

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni/3306-bersekutu-untuk-membangun.html

 BERSEKUTU UNTUK MEMBANGUN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 01 Jun 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 371 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 2:41-47

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kisah Pr. Rasul 2:42)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 1-2

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat lepas dari orang lain. Dalam rangka memenuhi kebutuhan ini, orang-orang bergabung untuk membentuk suatu komunitas. Biasanya, komunitas terbentuk karena latar belakang dan tujuan yang sama. Begitu pula yang terjadi pada jemaat mula-mula. Mereka membangun persekutuan sebagai sesama orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Di dalam persekutuan itulah mereka tumbuh bersama untuk saling mendukung dan membangun dalam iman dan kasih.

Bertekun dalam persekutuan menjadi salah satu ciri gereja mula-mula, disamping bertekun dalam firman dan doa. Di dalam persekutuan mereka banyak bergaul satu dengan yang lain. Saling mengasihi, membangun kedekatan, menunjukkan kepedulian, saling berbela rasa, saling mendukung dengan sepenuh hati satu dengan yang lain. Mereka berkumpul di bait Allah setiap hari untuk menyatakan bakti kepada-Nya. Mereka murah hati, rela berbagi dengan harta miliknya. Kasih dan kesalehan mereka menjadi kesaksian nyata sehingga setiap hari semakin banyaklah orang yang menggabungkan diri dengan jemaat itu.

Persekutuan yang intim, penuh kasih dan kesalehan mestinya tetap hidup di masa kini. Kitalah pelaku-pelaku yang mesti menghidupinya. Jangan sampai persekutuan jemaat Tuhan digantikan dengan jiwa kebersamaan yang dibangun untuk sekadar bersenang-senang, melepas penat dan mencari kepuasan dengan mengesampingkan Tuhan. Biarlah persekutuan kita menjadi berkat bagi banyak orang, karena didasari dengan prinsip hidup Kristiani yang benar.

—EBL/www.renunganharian.net


MENANGGAPI KARYA ROH KUDUS TAMPAK DALAM KEHIDUPAN
NYATA PERSEKUTUAN ORANG PERCAYA





June 02, 2020, 05:26:55 AM
Reply #2493
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni.html

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni/3307-etenesh-diro.html

 ETENESH DIRO
1
2
3
4
5
Rating 3.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 02 Jun 2020 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 908 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 11:22-33

Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. (2 Korintus 11:26)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 3-5



Di ajang lomba lari halang rintang 3000 meter Olimpiade Rio 2016, Etenesh Diro, pelari Etiopia, memulai lomba dengan sangat baik. Namun di tengah lomba ia mengalami masalah karena sepatu kanannya rusak parah. Pantang menyerah, dia melepas sepatunya yang rusak lalu melanjutkan lomba hanya dengan menggunakan sepatu kirinya saja. Perjuangan Etenesh membuahkan hasil meski ia tidak menjadi pemenangnya. Finis di urutan ke tujuh cukup membawanya maju ke babak final. Ia berjuang hingga titik akhir walau dalam kondisi tersulit bahkan tidak mungkin bagi pandangan sebagian orang.

Tidak banyak orang memiliki mental untuk berjuang hingga titik akhir. Beberapa orang punya semangat besar di awal, tetapi kemudian menyerah kalah di tengah perjalanan. Seorang pejuang sejati tidak akan pernah berhenti sekalipun ada penghalang di tengah perjalanannya.

Rasul Paulus adalah sosok yang tidak hanya memiliki mental pejuang, tetapi ia berjuang sampai akhir. Ia bercerita tentang bahaya-bahaya yang terus melukai bahkan mengancam nyawanya pada saat perjalanan memberitakan Injil. Tetapi semua derita dan bahaya itu tidak menghentikan langkahnya untuk mencapai tujuan ilahinya. Paulus tidak hanya semangat di awal perjalanan, tapi ia memperjuangkannya sampai akhir. Bagaimana dengan perjuangan kita? Ketika sebuah hambatan melukai kita, apakah kita akan tetap melangkah maju demi mencapai tujuan akhir kita? Atau kita malah berhenti di tengah jalan? Ingat, bahwa seorang pejuang sejati tidak akan menyerah walau berbagai masalah menghambat langkahnya.

—SYS/www.renunganharian.net


HIDUP ITU PENUH RISIKO, NAMUN MEMBUANG PELUANG UNTUK BERHASIL
DAN MENYERAH DI TENGAH JALAN ADALAH KEGAGALAN YANG TERBESAR





June 03, 2020, 06:15:17 AM
Reply #2494
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/131-juni.html

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni/3308-penerimaan-yang-melegakan.html

 PENERIMAAN YANG MELEGAKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 03 Jun 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1407 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 8:1-11

Jawabnya, “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.” (Yohanes 8:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 6-7



John, seorang teman lama, bercerita bahwa hidupnya kini dalam kesusahan. Semua hasil kerjanya ludes usai dirinya menganggur pasca didiagnosa terkena penyakit yang serius. Dalam kondisi begitu, John mengaku bahwa ia sudah lama tidak bergereja. Ia juga merasa dirinya telah berbuat dosa yang luar biasa, sehingga Tuhan marah dan menghukumnya. Saya pun mencoba menasihati dengan berkata: “Tuhan tetap mau menerima kita, bahkan dalam kondisi yang terburuk sekalipun. Ayo, kembali kepada Tuhan dan beribadah lagi.”

Dalam kondisi terpuruk, seseorang biasanya tak membutuhkan penghakiman atau tudingan. Ia hanya perlu didengar seraya berharap mendapat kata-kata penguat, sehingga iman dan pengharapannya kembali bangkit. Begitu pula yang dialami oleh wanita yang kedapatan berzina. Ia tahu perbuatannya salah, bahkan ia menyadari konsekuensi dan hukuman atas kesalahannya. Namun, Yesus menjawab kebutuhan sesungguhnya dari wanita itu akan pengampunan. Jiwanya tentu merasakan kelegaan luar biasa saat mendengar bahwa Yesus tidak menghukumnya. Penerimaan yang membuat nasihat berikutnya menjadi lebih mudah diterima—Yesus menyuruh perempuan itu tidak lagi berbuat dosa.

Bagaimana dengan kecenderungan kita dalam merespons kesalahan orang lain? Apakah kita dengan mudahnya menuding dan menghakimi, atau dapat melihat kesempatan untuk menyatakan kasih Tuhan kepada mereka yang bersalah? Semuanya berpulang kepada kita. Yesus telah meneladankan, kini kitalah yang diharapkan dapat mengikuti jejak-Nya.

—GHJ/www.renunganharian.net


KETIKA PENGHAKIMAN LEBIH DAHULU MAJU, MAKA KASIH DAN
PENGAMPUNAN MENJADI SUKAR UNTUK DIRASAKAN OLEH ORANG LAIN



June 04, 2020, 05:24:24 AM
Reply #2495
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/131-juni.html

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni/3309-sambut-uluran-tangan-nya.html

 SAMBUT ULURAN TANGAN-NYA
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 04 Jun 2020 00:00
    Ditulis oleh Adama Sihite   
    Dibaca: 765 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 14:22-33

Segera Yesus mengulurkan tangan- Nya, memegang dia dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 14:31)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 8-9



Sebenarnya, kita tahu betul kepada siapa harus meminta pertolongan pada saat berhadapan dengan ketakutan, pergumulan dan pencobaan, yaitu kepada Bapa kita di surga. Sayangnya, sering kita tidak mau datang kepada-Nya atau meskipun sudah datang dan meminta pertolongan, pada saat yang sama ada keraguan apakah Tuhan sanggup menolong kita atau tidak.

Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk mendahului-Nya. Di tengah perjalanan dengan perahu, para murid menghadapi gelombang tinggi yang membuat mereka berada dalam ketakutan. Bahkan, rasa takut membuat mereka gagal mengenali Yesus yang datang menyapa mereka. Setelah mereka mulai mengenali siapa yang datang menyapa, Petrus secara spontan meminta supaya ia dapat datang mendekat kepada Yesus dengan berjalan di atas air. Sayang, angin besar dan gelombang membuat Petrus ragu dan ketakutan. Di tengah keadaan yang genting, Petrus ingat untuk meminta tolong kepada Tuhan Yesus dan berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Doa yang pendek ini dijawab oleh Tuhan Yesus yang segera mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkan Petrus. Tentunya, pertolongan dari Tuhan Yesus ini terwujud justru pada saat Petrus menyambut uluran tangan Tuhan.

Seberapa sering kita berada di dalam keadaan genting seperti Petrus dan para murid yang lain? Bisa jadi kita sudah berteriak minta tolong, tetapi pada saat yang sama tidak percaya dan tetap bimbang, bahkan tidak mau menyambut uluran tangan Tuhan yang menolong dan menyelamatkan. Mari jangan bimbang dan ragu untuk menyambut tangan pertolongan Tuhan.

—AAS/www.renunganharian.net


DATANGLAH KEPADA TUHAN DAN PERCAYALAH TUHAN PASTI
SANGGUP MENOLONG DAN MENYELAMATKAN KITA





June 05, 2020, 06:10:04 AM
Reply #2496
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/131-juni.html

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni/3310-mawas-diri.html

 MAWAS DIRI
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (18 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 05 Jun 2020 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 1296 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Timotius 6:2b-10

Sebab kita tidak membawa apa pun ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. (1 Timotius 6:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 10



Love Song to the Earth merupakan lagu yang menyerukan perlunya setiap orang bersikap arif dalam menjaga bumi. Seruan ini menjadi penting bagi kita demi memupus sikap eksploitatif terhadap alam yang semakin hari kian memiriskan hati. Sikap yang tak mengindahkan kelestarian lingkungan hanya berujung pada suramnya masa depan bumi sebagai tempat tinggal bersama.

Kearifan untuk merawat bumi mengisyaratkan sikap mawas diri yang bertolak dari kesadaran bahwa bumi adalah milik Tuhan (Kel. 9:29). Sikap tersebut akan menuntun kita berpijak di atas kebenaran: tidak membawa sesuatu ke dalam dunia dan tidak dapat membawa apa-apa ke luar (ay. 7). Kebenaran ini akan senantiasa mendatangkan rasa cukup (ay. 6), sehingga menepis kecenderungan untuk menyelewengkan mandat Tuhan (Kej. 1:26, 28) demi memenuhi kepentingan diri sendiri.

Rasa cukup akan menghindarkan kita dari keruntuhan dan kebinasaan (ay. 9), karena mampu meredam hasrat kita untuk melakukan kejahatan terhadap lingkungan. Cinta akan uang (ay. 10) dengan sendirinya tidak sempat singgah, apalagi menguasai diri kita. Pada titik inilah sukacita menjadi kenyataan indah selama kita menjalani hidup di atas muka bumi.

Mawas diri akan senantiasa menuntun kita pada sikap introspeksi dalam menjalankan mandat Tuhan atas bumi. Sikap ini mengisyaratkan tiadanya pemikiran untuk merusak bumi, a diamond in the universe. Terbersit pun tidak dalam benak kita.

—EML/www.renunganharian.net


MAWAS DIRI MENUNTUN SETIAP ORANG PERCAYA UNTUK SETIA
DALAM MENJALANKAN MANDAT TUHAN ATAS BUMI





June 06, 2020, 06:41:19 AM
Reply #2497
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25871
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/131-juni.html

http://www.renunganharian.net/2020/131-juni/3312-musuh-yang-menguatkan.html

 MUSUH YANG MENGUATKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.29 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 06 Jun 2020 00:00
    Ditulis oleh Sidik Nugroho   
    Dibaca: 1312 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Timotius 6:11-21

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. (1 Timotius 6:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 1-3



Banyak orang mengagumi Muhammad Ali sebagai petinju legendaris. Namun, orang sering melupakan lawan-lawannya. Salah satu musuh bebuyutan Ali yang bertarung dengannya sampai tiga kali adalah Joe Frazier. Adalah Frazier yang membuat Ali takluk pada pertandingan pertama mereka yang disebut-sebut the Fight of the Century pada 8 Maret 1971. Di pertandingan tinju 15 ronde itu Frazier merebut sabuk dan gelar “Juara Dunia Kelas Berat” dari Ali; walaupun pada kali kedua (28 Januari 1974) dan ketiga (1 Oktober 1975) mereka bertarung lagi, Frazier kalah. Tanpa lawan yang tangguh, tanpa musuh bebuyutan, mungkin tak akan pernah ada Muhammad Ali, sang legenda.

Hidup kita pun merupakan sebuah pertandingan, sesuai nas yang kita baca. Kita bertanding agar kita bertumbuh dewasa, tak menjadi anak gampang (bdk. Ibr. 12:8, TB). Dalam nasihat-nasihat terakhir yang Paulus tuliskan untuk Timotius, ia mengajaknya untuk mengenali panggilannya sebagai pengikut Kristus.

Bila pertandingan tinju lawannya adalah manusia lain, apakah lawan kita dalam pertandingan iman? Lawan kita yang pertama adalah Iblis (bdk. 1Ptr. 5:8), yang dapat membuat kita kehilangan iman. Lawan yang lainnya adalah kegagalan kita dalam menaati perintah Allah, dan itu terjadi karena kita gagal “mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan” dalam hidup kita (ay. 11). Mari menjadi petarung yang gigih, agar kita dapat memenangkan pertandingan dengan tetap setia menjadi pemegang sabuk dan gelar “Pengikut Kristus”!

—SN/www.renunganharian.net


TANPA MUSUH, SESEORANG TAK AKAN JADI PEMENANG.
TANPA PERTANDINGAN, SEORANG TAK AKAN TAHU SEBERAPA BESAR KEKUATANNYA.






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)