Author Topic: Setujukah hukuman mati di Indonesia?  (Read 2717 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 12, 2014, 07:56:14 AM
Reply #10
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59
  • Denominasi: Denominasi ....
Presiden Jokowi menolak grasi 64 pidana mati kasus narkoba, 5 diantaranya akan segera dieksekusi.
Setujukah anda dengan penerapan hukuman mati di Indonesia?

 :rolleye0014: :rolleye0014:
Setuju untuk narapidana gembong narkoba, jika perlu proses eksekusinya dilakukan terbuka dan live di televisi nasional maupun media2 internasional.
Menunjukkan Indonesia serius memerangi narkoba, jadi negara kita tidak terus menerus menjadi tempat transit narkoba dan peredarannya.
..... namun mengenai "kasih" gimana ya? Apakah disebut kasih bila narkoba merajalela dan merusak generasi bangsa? Tak tahu saya
December 12, 2014, 08:41:04 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9110
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Akankah kita lebih rela mengasihi 1 orang yang tidak mengasihi ribuan orang
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
December 12, 2014, 08:55:11 AM
Reply #12
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Utk orang-orang kedagingan, yg cocok diterapkan adalah Taurat.
Paulus pernah mngatakan bhw hukum Taurat adalah baik jika dgunakan dg tepat, yaitu bagi para pembunuh, pencuri, dll.

Krn orang-orang itu tidak bisa bicara bahasa kasih, maka mreka akan mdengarkan bahasa Taurat.

Adanya ancaman hukuman mati bisa mngurangi intensi dari orang-orang daging utk mlakukan tindakan yg dapat djatuhi hukuman mati.
Andaikan mreka tetap mlanggar, maka risiko itu mrekalah yg timbulkan krn mreka tetap mlanggar skalipun sudah tau hukumannya mati.

Jd orang-orang Kristen tidak perlu mrasa bsalah/btanggung jawab ktika negara mhukum mati sso ssuai dengan ksalahannya.

Bagi mreka yg djatuhi hukuman mati, jangan protes hukumannya, biarkan saja hukumnya jalan, tetapi kita brusaha slamatkan jiwa orang itu mlalui Injil.

Itu mnurut saya...hehehe...
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 12, 2014, 09:25:46 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Utk orang-orang kedagingan, yg cocok diterapkan adalah Taurat.
Paulus pernah mngatakan bhw hukum Taurat adalah baik jika dgunakan dg tepat, yaitu bagi para pembunuh, pencuri, dll.

Krn orang-orang itu tidak bisa bicara bahasa kasih, maka mreka akan mdengarkan bahasa Taurat.

Adanya ancaman hukuman mati bisa mngurangi intensi dari orang-orang daging utk mlakukan tindakan yg dapat djatuhi hukuman mati.
Andaikan mreka tetap mlanggar, maka risiko itu mrekalah yg timbulkan krn mreka tetap mlanggar skalipun sudah tau hukumannya mati.

Jd orang-orang Kristen tidak perlu mrasa bsalah/btanggung jawab ktika negara mhukum mati sso ssuai dengan ksalahannya.

Bagi mreka yg djatuhi hukuman mati, jangan protes hukumannya, biarkan saja hukumnya jalan, tetapi kita brusaha slamatkan jiwa orang itu mlalui Injil.

Itu mnurut saya...hehehe...

Sependapat, terlebih lagi memang secara hukum sudah ada aturannya pula.
Nah, bagaimana dengan gerakan anti hukuman mati?
Dalam hal ini merubah KUHP, mencabut pidana mati, sebagai Kristen apakah kita dukung pencabutan atau kita justru mendukung hukuman mati?

 :mad0261:
December 12, 2014, 10:21:51 AM
Reply #14
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Nanti ktika sluruh Indonesia sudah bisa hidup dg nilai-nilai kristiani, baru kita hapus hukuman mati.

Kl mnrt saya, ktika sso mlihat dari sisi pengamat/mngambil sudut pandang tpidana, maka dia bisa saja mnganggap hukuman mati itu biadab.
Tp ktika mreka ada di pihak korban dan mngalami sndiri rasa keadilan yg timbul dari kedekatan mreka dg korban, maka mreka bisa jadi brubah pikiran.

Misalnya kasus Pollycarpus,
Aktivis HAM bisa sangat sewot ktika mdengar Polly dbebaskan lebih cepat.
Pdhl kan scr HAM si Polly berhak mdapat pngurangan hukuman jika ia bkelakuan baik.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 12, 2014, 10:36:30 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Nanti ktika sluruh Indonesia sudah bisa hidup dg nilai-nilai kristiani, baru kita hapus hukuman mati.

Kl mnrt saya, ktika sso mlihat dari sisi pengamat/mngambil sudut pandang tpidana, maka dia bisa saja mnganggap hukuman mati itu biadab.
Tp ktika mreka ada di pihak korban dan mngalami sndiri rasa keadilan yg timbul dari kedekatan mreka dg korban, maka mreka bisa jadi brubah pikiran.

Misalnya kasus Pollycarpus,
Aktivis HAM bisa sangat sewot ktika mdengar Polly dbebaskan lebih cepat.
Pdhl kan scr HAM si Polly berhak mdapat pngurangan hukuman jika ia bkelakuan baik.


Bagaimana jika terjadi kasus salah putusan? Seseorang dipidana mati untuk suatu tindaka yang ternyata tidak dilakukannya? Misalnya dituduh kasus pembunuhan, dan ternyata kemudian tidak dilakukannya? Misalnya kasus Sengkon dan Karta, atau seorang pemuda chinese Bekasi yang dituduh membunuh ayahnya sendiri kemudian terbukti dilakukan pegawainya?

December 12, 2014, 11:07:58 AM
Reply #16
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik

Bagaimana jika terjadi kasus salah putusan? Seseorang dipidana mati untuk suatu tindaka yang ternyata tidak dilakukannya? Misalnya dituduh kasus pembunuhan, dan ternyata kemudian tidak dilakukannya? Misalnya kasus Sengkon dan Karta, atau seorang pemuda chinese Bekasi yang dituduh membunuh ayahnya sendiri kemudian terbukti dilakukan pegawainya?

Itu lain soal,
Kl tjadi ktidakpercayaan pd sistem peradilan.
Yg dbereskan adl sistem peradilannya, bukan hukuman matinya.

Sama aja spt kita btanya-tanya, bgmn dg orang-orang yg bsalah tp lolos krn punya uang banyak.
Apakah kpd mreka kita terapkan saja peradilan jalanan?
Kan ngga bisa juga.

Kl di film-film itu, I believe in the system.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 12, 2014, 11:11:41 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Itu lain soal,
Kl tjadi ktidakpercayaan pd sistem peradilan.
Yg dbereskan adl sistem peradilannya, bukan hukuman matinya.

Sama aja spt kita btanya-tanya, bgmn dg orang-orang yg bsalah tp lolos krn punya uang banyak.
Apakah kpd mreka kita terapkan saja peradilan jalanan?
Kan ngga bisa juga.

Kl di film-film itu, I believe in the system.

Justru disitulah masalahnya, bro.
Bahkan sistem hukum secanggih di AS atau Eropa sekalipun, bisa terjadi salah hukum. Kalau terjadi salah hukum kurungan, bisa diperbaiki dan diberikan kompensasi. Nah kalau terjadi salah hukum mati, urusannya ya the end.

 :mad0261:
December 12, 2014, 11:48:42 AM
Reply #18
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59
  • Denominasi: Denominasi ....
Justru disitulah masalahnya, bro.
Bahkan sistem hukum secanggih di AS atau Eropa sekalipun, bisa terjadi salah hukum. Kalau terjadi salah hukum kurungan, bisa diperbaiki dan diberikan kompensasi. Nah kalau terjadi salah hukum mati, urusannya ya the end.

 :mad0261:
Kalau gembong narkoba apa iya salah hukum? Bukti-bukti nya kan kuat.
December 12, 2014, 12:00:38 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Kalau gembong narkoba apa iya salah hukum? Bukti-bukti nya kan kuat.

Nah masalahnya hukum kan harus jelas dan pasti. Jika KUHP sudah ditentukan, ada hukuman mati adalah hukuman maksimal, ya itu yang bisa diterapkan, kalau hukuman tertinggi adalah hukuman kurungan seumur hidup, maka itu pulalah yang diterapkan.

Masalah kemudian apakah ada yang tertangkap basah atau terbukti karena penyelidikan polisi, atau justru karena rekayasa penyidik, urusannya di pengadilan. Dan celakalah kalau kemudian karena ketidak mampuan membayar pengacara yang handal berakibat kepentingan terdakwa tidak terbela, sehingga jatuhlah hukuman mati, dan lebih celaka lagi jika kemudian terungkap bahwa kejadiannya karena rekayasa.

Jadi, yang harus kita perjuangkan adalah penghapusan hukuman mati atau sebaliknya justru di undang undangnya,  di KUHP, bukan pada terpidana matinya.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)