Author Topic: Setujukah hukuman mati di Indonesia?  (Read 2631 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 12, 2014, 01:44:32 PM
Reply #30
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6335
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Maaf menyela...
IMO: Sedapat mungkin digunakan cara- cara penghukuman yang lain selain hukuman mati, karena di tengah- tengah 'culture of death' yang marak terjadi di dunia dewasa ini, perlu diteguhkan pentingnya makna hidup manusia, termasuk hidup para narapidana.
Paus mengatakan, di jaman ini, "Masyarakat modern mempunyai banyak cara untuk menekan tingkat kriminalitas dengan efektif dengan menyebabkan para narapidana menjadi tidak berbahaya, tanpa perlu menolak memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki diri."

Allah menghendaki agar pertama-tama manusia mengenal adanya prinsip keadilan, di mana disebutkan dalam Perjanjian Lama, “mata ganti mata, gigi ganti gigi” (lih. Kel 21:24).
Namun Kristus menyempurnakan prinsip keadilan ini dengan hukum kasih seperti diajarkan oleh-Nya dalam Mat 5: 38-39.
Namun prinsip keadilan atau ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi’ itu tetap perlu ada terlebih dahulu, sebelum hukum kasih dapat dilaksanakan; dalam hal ini, jika hukuman mati tidak diberlakukan kepada seseorang narapidana.
Sebab hukum kasih menekankan pentingnya penghormatan kepada martabat dan kehidupan manusia (karena Allah menghendaki agar kita mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri- Mat 22:39; Mrk 12:31), dan ini mengakibatkan dua implikasi:
1) sang narapidana harus tetap dihargai sebagai manusia, namun demikian ia tetap harus menerima konsekuensi dari segala perbuatannya dan agar ia menyadari kesalahannya
2) harus dibuat jaminan agar jangan sampai perbuatan narapidana tersebut terjadi lagi dan mengancam keselamatan orang yang lain.
Jika kedua hal ini tercapai sesungguhnya sudah dipenuhi prinsip keadilan, namun demikian tetap memberikan kesempatan kepada sang narapidana itu untuk bertobat dan kembali ke jalan Allah.

Dengan peradaban manusia di jaman ini, di mana sistem keadilan seharusnya semakin jelas diterapkan di dalam negara- negara yang berlandaskan hukum, maka dapat terjadi bahwa hal hukuman mati tidak lagi diperlukan.
Namun demikian, tentang hal ini, Firman Tuhan juga mengajarkan agar umat Katolik tunduk kepada keputusan pemerintah, sebagaimana diajarkan oleh Rasul Petrus:(cf. 1 Pet 2:13-14).
- Ingrid Listiati- katolisitas.org

Wowww,
Ideal sekali.

Andaikan setiap orang yg ber-intensi melakukan kejahatan yg keji mendengar, meresapi dan memahami tulisan di atas sebelum melakukan kejahatannya.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 12, 2014, 01:56:21 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Wowww,
Ideal sekali.

Andaikan setiap orang yg ber-intensi melakukan kejahatan yg keji mendengar, meresapi dan memahami tulisan di atas sebelum melakukan kejahatannya.

Apa yang akan terjadi, bro?

December 12, 2014, 02:07:44 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9061
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kita ini hidup di dunia yang tidak ideal

idealnya nanti kalo udah sampe surga dimana yang ngatur Tuhan sendiri

selama yang ngatur masih manusia pasti ada pro kontra, salah keputusan, salah tangkep, dan seubreg2 lagi alasan lainnya yang kalau mau dilihat dari 1 sisi saja pasti ada benarnya

-------

saya pribadi ga ingin ada hukuman mati
namun disatu sisi juga berpendapat kalau ga ada hukuman mati maka perubahan di Indonesia ini akan sangat lambat
karena itu saya setuju bandar narkoba dan koruptor dihukum mati, demi alasan yang lebih baik lagi, bukan karena alasan menghargai hidup 1 - 2 orang yang tidak menghargai kehidupan ribuan orang lain

contoh paling sukses menerapkan hukuman mati untuk koruptor adalah China, bisa dilihat sekarang yang dulunya negara sangat miskin sekarang dikatakan akan melampaui Amerika, dan percayalah potensi Indonesia jauh lebih besar dari China
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
December 12, 2014, 02:39:51 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
kita ini hidup di dunia yang tidak ideal

idealnya nanti kalo udah sampe surga dimana yang ngatur Tuhan sendiri

selama yang ngatur masih manusia pasti ada pro kontra, salah keputusan, salah tangkep, dan seubreg2 lagi alasan lainnya yang kalau mau dilihat dari 1 sisi saja pasti ada benarnya

-------

saya pribadi ga ingin ada hukuman mati
namun disatu sisi juga berpendapat kalau ga ada hukuman mati maka perubahan di Indonesia ini akan sangat lambat
karena itu saya setuju bandar narkoba dan koruptor dihukum mati, demi alasan yang lebih baik lagi, bukan karena alasan menghargai hidup 1 - 2 orang yang tidak menghargai kehidupan ribuan orang lain

contoh paling sukses menerapkan hukuman mati untuk koruptor adalah China, bisa dilihat sekarang yang dulunya negara sangat miskin sekarang dikatakan akan melampaui Amerika, dan percayalah potensi Indonesia jauh lebih besar dari China

Seandainya, bro, seandainya anda dijadikan algojo yang bertugas menarik picu senapan untuk membunuh para terpidana mati itu, apakah anda akan menarik picu nya?

December 12, 2014, 02:49:51 PM
Reply #34
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6335
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Apa yang akan terjadi, bro?

Siapa tau kata-kata indah itu bisa mbuat orang bhenti dari intensinya bbuat jahat.

Dg kata-kata bagus itu, orang yg mau bbuat jahat bisa mengabaikan dendam di hatinya, bisa mngabaikan keinginan hidup enak tanpa susah kerja keras, bisa mngabaikan hasratnya utk mlakukan teror demi agama, dll.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 12, 2014, 02:59:05 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9061
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Seandainya, bro, seandainya anda dijadikan algojo yang bertugas menarik picu senapan untuk membunuh para terpidana mati itu, apakah anda akan menarik picu nya?

karena saya sudah hidup dalam kasih karunia, maka dibayar berapapun juga saya akan menolak pekerjaan tersebut

kalau saya masih hidup dalam daging tentunya saya akan menerima pekerjaan itu apabila rewardnya oke
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
December 12, 2014, 03:05:19 PM
Reply #36
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59
  • Denominasi: Denominasi ....
Ngga begitu maksudnya, bro. Yang saya sebutkan adalah sudah inkracht, maksudnya sudah tidak ada upaya hukum lain lagi, sudah punya ketetapan hukum.

Hukuman mati, adalah soal mencabut nyawa, bro.
Tentunya kita tidak bisa mencari pembenaran untuk melakukan hak Tuhan itu.
Walau secara manusiawi, saya justru bisa sangat memaklumi hukuman mati, contohnya bandar besar narkoba yang tidak kapok, pembunuh sadis berantai, teroris, tetapi tetap saja itu masih saya rasakan sebagai alasan pembenar saja untuk melakukan 'pembalasan'. Padahal kita mengenal Kasih dan Pengampunan kan?

Jadi, ya .... istilahnya galau, gitu deh... he he he
Inkracht pun masih bisa dapat grasi, maupun pembebasan bersyarat. Tapi tidak tahu juga ya apakah yg inkracht sudah tidak bisa di PK,seingat saya sampai putusan MA pun masih bisa kasasi atau PK. Entah ya, saya kurang paham hukum.
Saya saja masih bingung tentang kasus Corby kemarin ;D

Kalau di negara-negara yg menganut asas Kristen tentunya menentang hukuman mati itu, namun Undang-undang kita kan tidak dirancang seperti Vatikan.
Saya pribadi memandang hukuman mati bukan sebagai pembalasan, namun lbh ke arah stabilitas keamanan dalam masyarakat. Yang saya tahu pun Yesus tidak pernah mengkritik sistem penghukuman salib zaman dulu.
December 12, 2014, 03:07:47 PM
Reply #37
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59
  • Denominasi: Denominasi ....
Siapa tau kata-kata indah itu bisa mbuat orang bhenti dari intensinya bbuat jahat.

Dg kata-kata bagus itu, orang yg mau bbuat jahat bisa mengabaikan dendam di hatinya, bisa mngabaikan keinginan hidup enak tanpa susah kerja keras, bisa mngabaikan hasratnya utk mlakukan teror demi agama, dll.
Indah sekali... jika iblis tidak membisikkan kata2 yg tak kalah indahnya  :azn:
December 12, 2014, 04:11:20 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 17862
  • Gender: Male
  • sssttt
  • Denominasi: Protestan Konservatif
HAM?? Pengedar narkoba itu SUDAH MEMBUNUH nyawa-nyawa karena mengedarkan narkoba, kalo mau nurut HAM harusnya dibunuh berkali-kali tuh orang.
kar'na rencanaMu indah bagiku.
ANTI Kristen LIBERAL
December 12, 2014, 05:28:39 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Inkracht pun masih bisa dapat grasi, maupun pembebasan bersyarat. Tapi tidak tahu juga ya apakah yg inkracht sudah tidak bisa di PK,seingat saya sampai putusan MA pun masih bisa kasasi atau PK. Entah ya, saya kurang paham hukum.
Saya saja masih bingung tentang kasus Corby kemarin ;D

Kalau di negara-negara yg menganut asas Kristen tentunya menentang hukuman mati itu, namun Undang-undang kita kan tidak dirancang seperti Vatikan.
Saya pribadi memandang hukuman mati bukan sebagai pembalasan, namun lbh ke arah stabilitas keamanan dalam masyarakat. Yang saya tahu pun Yesus tidak pernah mengkritik sistem penghukuman salib zaman dulu.

Begini, bro..
Dalam hukum pidana yang berlaku di Indonesia, seorang terpidana bisa dijatuhi satu dari dua hukuman, hukuman kurungan maksimal seumur hidup, dan hukuman mati.
Jenjang peradilan di Indonesia bertingkat. Pertama, diputuskan di pengadilan negeri, jika ada pihak yag tidak puas, bisa mengajukan banding, maka diadili di pengadilan tinggi. Jika masih ada yang tidak puas, maka diajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Hasil kasasi ini sudah final, tetapi bisa diajukan lagi PK jika ada bukti baru (novum). Hasil dari PK yang sudah keluar sudah berketetapan hukum (inkracht), sudah bisa dieksekusi, tetapi bisa satu lagi langkah yang dilakukan yakni grasi.

Grasi beda dengan perjuangan di pengadilan, karena grasi adalah mohon belas kasihan dari presiden, dalam hal ini mengaku bersalah.

Presiden juga bisa mengeluarkan remisi, yakni pengurangan hukuman, dari hukuman mati menjadi seumur hidup, dari seumur hidup bisa 20 tahun, atau pengurangan dari jumlah sebelumnya. Hal ini sepenuhnya karena belas kasihan, tidak berhubungan dengan upaya hukum yang sudah selesai.

Kasus Corby sebenarnya secara hukum tidak aneh. Karena seorang terpidana penjara yang berperilaku baik, bisa mendapatkan remisi. Dan seorang terpidana penjara yang telah menjalani minimal dua pertiga masa tahanannya, bisa mendapatkan pembebasan bersyarat dalam rangka persiapan ybs membiasakan diri untuk kembali hidup di masyarakat. Dalam masa pembebasan bersyarat ini status terpidana masih tetap belum bebas, masih harus lapor secara berkala, masih terikat pada status tahanan kota.

Nah, kembali ke soal hukuman mati di Indonesia, berarti anda setuju diberlakukan hukuman mati?

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)