Author Topic: Daily Devotional  (Read 25738 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 11, 2015, 01:55:24 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Lulus Dari Pengujian


Ayat bacaan : 2 Korintus 8:16-28; Keluaran 24:13

“Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil (2 Korintus 8:18).

Apabila Anda ingin menjadi kepercayaan seseorang, Anda harus diuji terlebih dahulu. Pengujian itu kadang-kadang tidak hanya sekali seperti pada saat Anda berada dibangku sekolah tetapi harus berkali-kali. Seorang kaya, sedang menguji pembantunya. Ketika dia mau bepergian jauh, ia berpesan agar pembantunya jangan membuka mangkuk yang tertutup rapi di dalam bufet. Tanpa sepengetahuan pembantunya, mangkuk itu diberi titik kecil antara tutup dan mangkuknya sebagai tanda agar ketahuan mangkuk dibuka atau tidak. Mangkuk ini sebenarnya kosong, tetapi karena dilarang, si pembantu ingin tahu apa isinya.

Sepulang dari perjalanan, si orang kaya mendapati titik yang dibuatnya sudah bergeser menandakan mangkuk sudah dibuka. Ia mengambil kesimpulan bahwa orang ini tidak dapat dipercaya. Tidak demikian halnya dengan orang-orang yang diutus oleh Paulus untuk pelayanan kasih kepada jemaat di Korintus menyertai Titus adalah orang-orang yang terpuji di semua jemaat. Saya yakin, pujian diberikan karena terbukti bahwa mereka adalah orang-orang yang setia, memiliki dedikasi tinggi, dan telah teruji! Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda dapat dipercaya? Bagaimana mengetahui Anda dapat dipercaya atau tidak? Caranya adalah apabila Anda sudah diuji dan Anda lulus dari pengujian itu. Jangan berdoa meminta kekayaan kalau Anda belum teruji dan sanggup mengelola kekayaan itu.

Juga jangan berdoa untuk menjadi hamba Tuhan kalau Anda belum teruji. Mengapa Yosua terpilih menggantikan Musa memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan? Karena ia sudah lulus dalam pengujian berkali-kali. Ketika ia diutus untuk mengintai tanah Kanaan, hanya dia dan Kaleb yang mempunyai iman (Bilangan 14:6). Dan ketika ia diperintahkan Musa untuk memimpin perang melawan orang Amalek, ia taat dan melakukan seperti yang diperintahkan Musa (Keluaran 17:10).

Renungan: Seorang murid yang sedang menempuh ujian tentulah merasakan bagaimana sulitnya orang yang sedang diuji. Tetapi begitu mendapatkan hasil yang baik dari hasil ujiannya, maka hilanglah kelelahan yang dialami dan ia akan merasakan kebahagiaan.

Jangan lemah bila Anda sedang dalam pengujian
January 12, 2015, 05:08:14 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Menjadi Teladan


Ayat bacaan : 2 Korintus 9:1-5; Ulangan 1:38 “Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: 'Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.' Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang”

(2 Korintus 9:2).

Pada perjalanan misi Paulus yang kedua, ia melayani di Korintus di daerah Akhaya. Ada yang menarik dari jemaat yang berada di daerah Akhaya. Mereka memiliki kerelaan hati untuk membantu jemaat Tuhan yang kekurangan yang berada di Yerusalem sehingga menjadi perangsang bagi banyak orang. Itulah sebabnya Paulus membanggakan jemaat ini kepada jemaat Tuhan yang ada di Makedonia karena kegiatan mereka menjadi teladan.

Dunia membutuhkan orang yang dapat menjadi teladan yang baik. Di kantor, di rumah, di pemerintahan, di masyarakat dibutuhkan orang-orang yang bisa menjadi teladan. Seorang pemimpin disebut berhasil bila ia dapat menjadi contoh bagi orang-orang yang dipimpinnya. Seorang ayah yang berhasil apabila ia dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya. Seorang Kristen yang berhasil apabila ia dapat menjadi contoh bagi orang-orang di sekelilingnya. Dalam kenyataannya, banyak anak muda terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat, karena di rumah ia tidak mendapatkan teladan yang baik. Tetapi sebaliknya, seorang anak akan bangga apabila ia memiliki seorang ayah yang dapat menjadi teladan. Ia akan berkata kepada teman-temannya, “Aku memiliki ayah yang luar biasa.”

Salah satu kunci penting keberhasilan kepemimpinan Tuhan Yesus adalah kehidupan-Nya yang dapat dijadikan teladan oleh umat manusia. Ia tidak sekedar menyampaikan teori-teori, apalagi hanya sekedar aturan-aturan, tetapi Ia menerjemahkan kasih Allah dalam tindakan. Musa menjadi teladan bagi Yosua, sehingga apa yang diperintahkan Musa dituruti oleh Yosua. Keberhasilan Yosua masuk ke tanah Kanaan adalah keberhasilan Musa menjadi teladan (Ulangan 1:38). Contoh lain adalah Elia yang menjadi teladan bagi Elisa, dan Rasul Paulus yang menjadi teladan bagi Timotius.

Renungan: Hidup menjadi teladan bagi orang lain adalah hidup yang paling indah, karena hal ini menunjukkan bahwa hidup kita semakin serupa dengan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bukanlah ini yang menjadi tujuan orang Kristen? Teladanilah Yesus, lalu jadilah teladan bagi orang lain.
January 13, 2015, 05:17:35 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Diberikan Kepada Tuhan


Ayat bacaan : 2 Korintus 9:6-9; Mazmur 126:5

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Korintus 9:7).

Sudah menjadi kebiasaan bagi gereja untuk mengedarkan persembahan pada setiap kebaktian. Suatu hari, sebagaimana biasanya di sebuah kebaktian diedarkan persembahan dan seorang gadis kecil yang lumpuh juga memberikan persembahan. Ia melepaskan cincin emasnya dan memasukkan ke dalam kantong persembahan. Rupanya pendetanya memperhatikan. Seusai kebaktian si pendeta menghampiri anak kecil yang kelihatannya sederhana sekali.

Tidak ada tanda-tanda bahwa dia adalah anak orang kaya. Tetapi mengapa ia mengorbankan cincin emasnya? “Anakku, aku melihat apa yang kau lakukan. Jemaat sudah banyak memberikan persembahan. Kau tidak perlu mengorbankan cincinmu yang pasti sangat berharga bagimu itu, karena itu kami mau mengembalikan lagi kepadamu,” kata pendeta itu sambil menyodorkan cincin tersebut. Gadis kecil ini menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Bapak tidak mengerti. Saya tidak memberikan cincin ini kepada Pak Pendeta, tetapi pada Tuhan.” Saudara, kisah ini menyingkapkan fakta bahwa tidak semua orang Kristen mempunyai motivasi yang tulus dalam memberikan persembahan. Mereka terbelenggu dengan liturgi. Apa yang mereka lakukan akhirnya sekedar kebiasaan yang harus dilakukan.

Kalau hati kita mau terbuka, sebenarnya Allah memperhatikan setiap detail tata cara peribadahan kita. Anda ingat dengan janda miskin yang memasukkan dua peser ke dalam peti persembahan (Lukas 21:1-4)? Siapa bilang Tuhan tidak lihat? Siapa bilang Tuhan tidak pedulikan? Siapa bilang itu cuma sekadar liturgi? Apa yang kita lakukan diperhatikan dan dicatat Tuhan. Tuhan tidak senang dengan umat-Nya yang memberikan hartanya dengan berat hati. Berikanlah dengan kerelaan dan tulus hati! Alkitab berkata, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai” (Mazmur 126:5). Setiap taburan akan menghasilkan tuaian. Kalau Anda memberikan harta Anda kepada Tuhan atau kepada siapa saja yang membutuhkan, Anda akan menuainya. Percayalah bahwa hukum tabur tuai itu berlaku bagi kita semua.

Renungan: Berikanlah kepada Tuhan dengan sukacita. Anda memberikan persembahan di gereja tidaklah diberikan kepada pendeta, tetapi kepada Tuhan. Karena itu berikanlah uang Anda sambil disertai kebanggaan bahwa Anda dilayakkan memberikan persembahan itu kepada Tuhan.

Persembahan yang berkenan bukanlah ditentukan oleh besarnya nilai uang, tetapi besarnya sukacita si pemberi.
January 14, 2015, 05:10:47 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Memperkaya Banyak Orang


Ayat bacaan : 2 Korintus 9:10-15; Amsal 11:24

“Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami” (2 Korintus 9:11).

Pernahkah Anda berdoa demikian: “Tuhan jadikan aku orang yang bisa memperkaya banyak orang, murah hati dalam memberi, dan mengekspresikan kasih dalam tindakan?” Atau Anda lebih menyukai berdoa demikian: “Tuhan, berkatilah seluruh usahaku dan jadikanlah aku orang kaya, sekaya-kayanya, bahkan kalau bisa melebihi kekayaan Bill Gates!” Manusia menilai kekayaan seseorang dengan banyaknya mobil, rumah, atau pabrik yang dimiliki, atau omzet perusahaannya. Tetapi Allah menilainya bukan dengan materi, tetapi dari kekayaan dalam memberi. Kalau Anda cuma kaya secara materi, tidak membawa dampak apa-apa bagi Allah.

Sedangkan orang yang memberi akan berdampak bagi Allah, sebab akan melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. Paulus berkata pada ayat berikutnya, “Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah” (2 Korintus 9:13). Haleluya! Betapa indahnya tangan-tangan yang terulur kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Tuhan dimuliakan. Allah mendapatkan pujian dan ucapan syukur. Inilah yang Tuhan inginkan: namanya dimuliakan melalui kemurahan hati kita. Saya sadar bahwa orang terlebih suka menerima daripada memberi. Menerima itu nikmat, tetapi memberi itu membutuhkan pengorbanan. Yesus sudah memberikan hidup-Nya kepada kita, dan Ia memberikan contoh yang baik kepada kita. Dan karena kerelaan pemberian dan pengorbanan-Nya itu Yesus ditinggikan melebihi segalanya.

Mulai sekarang berikan perhatian kepada “simpanan” uang Anda di bank surga. Menabung di bank surga tidaklah sama seperti Anda menabung uang di bank bumi ini. Anda berbuat baik, memberikan pertolongan, atau membagikan sebagian harta Anda kepada orang yang membutuhkan, itu berarti Anda sedang menabung di bank surga. Kapan Anda bisa mencairkan simpanan Anda itu? Di bumi ini juga! Allah akan melimpahkan segala kasih karunia supaya Anda berkecukupan dalam segala sesuatu dan Ia juga akan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu. Cukup? Belum! Di surga nanti Anda masih akan menikmati hasil “tabungan” Anda bersama dengan bunga-bunganya yang melimpah ruah!

Renungan: Ubahlah prioritas dan falsafah hidup Anda. Kalau selama ini tujuan hidup Anda hanya untuk menjadi kaya secara materi, sekarang ubahlah dan capailah kekayaan dalam memberi, supaya Anda bisa memperkaya banyak orang.

Orang yang kaya adalah orang yang bisa memperkaya banyak orang.
January 15, 2015, 05:21:22 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Jangan Memanfaatkan!

Ayat bacaan : 2 Korintus 10:1-6; Yeremia 27:15

“Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi” (2 Korintus 10:2).

Paulus sebagai orang yang sudah bertobat dan memberitakan Injil Yesus Kristus mengalami problem. Problemnya adalah orang-orang tertentu pada jemaat di Korintus menggunakan kesempatan menjelek-jelekkan Paulus. Mungkin mereka berpikir bahwa Paulus tidak akan marah, tetapi sebenarnya mereka memanfaatkan rasa sungkan Paulus. Karena itu Paulus harus memperingatkan mereka melalui suratnya dan berkata aku memang tidak berani bila berhadapan muka dengan muka, aku hanya berani terhadap kamu bila berjauhan, tapi tolong jangan paksa aku untuk berani bertindak tegas secara langsung kepada kamu seperti yang aku lakukan kepada orang-orang tertentu. Bukankah di sekeliling kita juga sering terjadi hal-hal semacam ini? Anak kecil saja sering memanfaatkan rasa sungkan orang tuanya.

Kalau ada tamu, anak kecil sering meminta macam-macam. Bila tidak dituruti, si anak menangis dan karena sungkan kepada tamunya, orang tua biasanya menuruti kemauan si anak. Hal ini membuat mental si anak menjadi rusak. Di dalam gereja juga sering terjadi. Ada orang-orang yang memanfaatkan rasa sungkan. Jemaat yang membayar perpuluhan dalam jumlah yang besar ingin menguasai gereja. Karena rasa sungkan, bapak pendetanya membiarkan saja. Karena hal ini gereja menjadi milik manusia dan bukan milik Tuhan. Sebaliknya, ada hamba-hamba Tuhan yang mencatut nama Tuhan untuk meminta sumbangan kepada jemaat. Karena sungkan, jemaat memberikannya. Orang-orang semacam inilah yang sering mencemarkan nama Tuhan.

Bila orang datang memakai nama Tuhan, siapa tidak sungkan? Bila hal ini tidak dihentikan, maka akan mendorong orang-orang itu menjadi nabi palsu. Mereka berbicara memakai nama Tuhan, padahal tujuannya untuk kepentingan pribadi. Pada zaman nabi Yeremia hal ini juga terjadi. Mereka berbicara dan bernubuat atas nama Tuhan padahal Tuhan tidak mengutus mereka. Firman Tuhan datang kepada Yeremia, “Sebab Aku tidak mengutus mereka, demikianlah Firman Tuhan, tetapi mereka bernubuat palsu demi nama-Ku, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa bersama-sama dengan nabi-nabi yang bernubuat kepadamu itu” (Yeremia 27:15).

Renungan: Memanfaatkan rasa sungkan adalah awal orang terdorong untuk memanipulasi kebenaran. Apabila sekali berhasil dilakukan maka orang itu akan mencari kesempatan kedua dan seterusnya.

Berhati-hatilah! Orang benar tidak akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
January 16, 2015, 04:58:02 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Jangan Egois

Ayat bacaan : 2 Korintus 10:7-11; Kejadian 12:3

“Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia” (2 Korintus 10:7).

Pernahkah Anda merenungkan bagaimana jadinya nasib dunia ini seandainya Tuhan Yesus egois? Seandainya Dia egois maka Ia tidak mau meninggalkan surga yang indah. Seandainya Dia egois maka Ia tidak mau mati di kayu salib. Seandainya Dia egois Dia tidak mau menebus dosa umat manusia. Seandainya Dia egois maka tidak ada pengampunan bagi umat manusia. Tetapi Yesus tidak mementingkan diri sendiri. Ia rela turun ke dunia untuk menebus dosa umat manusia. Dia rela mengosongkan Diri-Nya dan menjadi sama seperti manusia. Tetapi orang-orang tebusan Tuhan sering kali menjadi egois. Sama seperti Paulus, ia menemui orang-orang yang egois di dalam jemaat Korintus. Mereka mementingkan diri sendiri. Mereka menganggap bahwa hanya merekalah yang sudah ditebus oleh Tuhan.

Mereka menganggap bahwa mereka paling hebat dan orang lain “kastanya” lebih rendah. Padahal mereka sudah melihat sendiri bagaimana Allah menyertai Paulus dalam pelayanannya. Kalau dalam pelayanan rasul lain seperti Petrus terjadi mukjizat: orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang lumpuh berjalan bahkan orang mati bangkit, demikian juga Allah menyertai pelayanan Paulus. Walaupun demikian masih ada orang-orang yang egois sehingga rasul Paulus berkata tengoklah yang nyata di depan matamu apa yang terjadi di dalam pelayananku, kalau kamu milik Kristus harus kamu berpikir bahwa akupun milik Kristus juga. Mengapa rasa egois muncul? Karena ada orang yang mencintai kelompoknya melebihi cintanya kepada Yesus. Mereka selalu menyanjung-nyanjung kehebatan kelompoknya dan bukan menyanjung Yesus. Mereka selalu meninggikan pemimpinnya dan bukan Yesus sehingga hampir-hampir kemuliaan Yesus tidak kelihatan sama sekali. Bukankah sering sekali kita menemukan orang-orang seperti ini? Mereka meninggikan kelompoknya melebihi Tuhan Yesus. Mereka meninggikan nama organisasi gerejanya melebihi nama Yesus. Kita dipanggil supaya kita ambil bagian dalam keselamatan orang lain dan kita diberkati supaya kita menjadi berkat bagi orang lain sama seperti Abraham dipanggil dan diberkati agar menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (Kejadian 12:3).

Renungan: Marilah kita saling memberkati. Janganlah mementingkan diri sendiri dan janganlah acuh terhadap orang lain. Kasih tidak mengenal egois.
January 17, 2015, 05:33:57 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Pujian Dari Allah

Ayat bacaan : 2 Korintus 10:12-18; Yeremia 17:10 “Sebab bukan orang yang memuji diri tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan” (2 Korintus 10:18).

Setiap orang ingin dipuji. Istri ingin dipuji oleh suaminya dan begitu juga sebaliknya suami ingin dipuji oleh istrinya. Orang tua ingin dipuji oleh anaknya sebaliknya anakpun ingin dipuji oleh orang tuanya. Kita dipuji bukan oleh karena hal yang biasa, namun dipuji karena kita benar-benar dinyatakan berhasil dan sukses dalam tugas atau pekerjaan. Pujian manusia tidak selamanya bermaksud baik. Ada orang memuji dengan maksud tulus dan ada juga orang memuji untuk menjerumuskan. Pujian yang tulus pun tidak selamanya membawa kita kepada kebaikan. Tergantung bagaimana kita menanggapinya. Pujian ada yang berdampak positif dan ada juga berdampak negatif. Pujian yang berdampak negatif, apabila pujian itu membuat kita terlena atau “besar kepala” lalu kita menjadi takabur. Ada dua macam sumber pujian. Ada pujian yang berasal dari manusia yang sifatnya hanya sementara, ada pula pujian dari Allah yang bersifat kekal.

Rasul Paulus menandaskan bahwa orang yang dipuji Allah yang tahan uji. Jangan Anda salah mengerti dengan pujian ini. Kata yang diterjemahkan di sini bukan berarti sanjungan atau pujian dalam arti pengagungan. Tetapi pujian ini berarti orang yang diuji. Saya perhatikan, kata yang diterjemahkan ini berasal dari kata dokimos yang digunakan dalam ayat, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji [dokimos], ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:7). Terjemahan lain untuk dokimos adalah “approved” (disetujui). Jadi saya melihat bahwa artinya adalah orang yang mendapat “rekomendasi” Allah, karena tahan ujinya. Orang Kristen memang banyak, tetapi tidak semuanya tahan uji. Tidak semua orang mendapatkan “approved” dari Allah. Anda harus memperkuat otot-otot iman Anda supaya Anda tahan uji. Bukankah semua orang menghadapi ujian? Bukankah hidup kita itu ibarat berada di padang gurun?

Renungan: Kalau Anda mempunyai anak, Anda akan tahu karakter mereka masing-masing. Ada yang cengeng, yang lembut, yang berani, dan mungkin ada yang bisa bersikap dewasa. Begitu juga Allah memandang kita dan melihat bahwa masing-masing dari kita berlainan: ada yang rapuh, yang teguh, yang kuat, dan yang tahan uji. Anda jenis yang mana? Orang yang tahan uji disukai Tuhan.
January 18, 2015, 04:37:32 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Dosa Itu Progresif
Written by Multimedia Bethany Graha

Ayat bacaan : 2 Korintus 11:1-6; Yesaya 30:1 “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya”

(2 Korintus 11:3).

Dosa itu memperdaya (Ibrani 3:13). Salah satu sifat dosa adalah progresif berkembang semakin dalam. Orang yang “berbahagia” menurut Mazmur 1:1 adalah orang yang: (1). tidak berjalan; (2). tidak berdiri; (3). tidak duduk. Perhatikan tingkatannya atau nilai progresifnya. Kejatuhan Hawa adalah sebagai berikut: (1). mendengar dusta si ular; (2). mempercayai dusta itu; dan (3). melakukannya. Kejatuhan Petrus adalah sebagai berikut: (1). meninggalkan Tuhan; (2). bergaul dengan musuh; kemudian (3). menyangkali Tuhan; (4). lalu bersumpah palsu; dan (5) akhirnya ia mengutuki dan menghujat.

Sebelum Lot memilih Sodom sebagai tempat kediamannya, ia biasa berkemah menghadap kota Sodom, jadi tidak langsung pindah ke sana. Ini juga bersifat progresif. Sama seperti anak terhilang yang dikatakan “pergi ke negeri yang jauh”, yang menggambarkan sifat dosa yang progresif. Pesta pora adalah langkah pertama sebelum akhirnya terlibat dalam mabuk-mabukan. Iseng ke diskotik adalah langkah awal sebelum terlibat dalam narkoba. Melalaikan ibadah doa malam akan berlanjut dengan absennya di pemahaman Alkitab dan ibadah Minggu. Begitu juga dengan iri hati yang berlanjut dengan kebencian, dan akhirnya pembunuhan.

Anda jangan tertipu dengan dosa. Dosa itu ibarat anak harimau yang lucu untuk ditimang-timang. Namun beberapa tahun kemudian ia dapat memangsa Anda! Kalau Anda tahu akan bahayanya dosa, Anda akan menjauhi dan tidak mencoba-coba. Berapa banyak orang Kristen yang terjerat dosa yang mulanya hanya iseng saja. Firman Tuhan berkata, “Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah Firman Tuhan, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah” (Yesaya 30:1).

Renungan: Selama Anda hidup benar, Setan tidak akan jemu memperdaya Anda. Ia tidak kenal lelah untuk memberikan umpan kepada Anda sampai Anda melahap umpan yang diberikan. Membereskan langkah awal jauh lebih mudah sebelum dosa itu semakin berkembang!

Sayang, banyak orang Kristen yang baru menyadari setelah dosanya mencapai stadium akhir.
January 19, 2015, 05:21:23 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Musuh Dalam Selimut

Ayat bacaan : 2 Korintus 11:7-15; Mazmur 61:4

“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Korintus 11:14).

Dalam salah satu khotbahnya Martin Luther berkata, “Setan sedang mengadakan perayaan di mana para utusan memberikan laporannya masing-masing. ‘Aku melepaskan beberapa binatang buas di padang gurun,’ kata seorang utusan, ‘kepada karavan Kristen, dan sekarang tulang-tulangnya tergeletak di tanah.’ ‘Hanya itu?’ kata Setan. ‘Jiwa mereka masih diselamatkan.’ ‘Aku melepaskan angin,’ kata seorang lagi. ‘memukul kapal yang mengangkut orang-orang Kristen, dan semuanya tenggelam.’ ‘Hanya itu?’ kata Setan. ‘Jiwa mereka masih diselamatkan.’ ‘Selama sepuluh tahun aku mencoba membuat seorang Kristen loyo,’ kata yang ketiga. ‘dan aku berhasil, dan membiarkannya demikian.’ “Kemudian Setan berseru girang,” lanjut Luther, “dan bintang-bintang malam neraka menyanyikan lagu sukacita.” Saya yakin, hanya untuk menjatuhkan seorang Kristen, Setan akan melakukan apa saja dan dengan segenap kekuatannya. Salah satu cara ampuh adalah dengan cara menyamar. Musuh yang paling berbahaya adalah musuh dalam selimut.

Keberadaannya tidak dapat dideteksi dan gerak-geriknya tidak dapat dipantau. Anda mempunyai benteng sekuat apapun kalau musuh itu berada dalam benteng kita, maka kehancuran hanyalah masalah waktu. Secara pribadi saya tidak takut dengan ancaman-ancaman, bahkan penganiayaan sekalipun, terhadap gereja Tuhan. Yang saya cemaskan adalah maraknya aliran-aliran Kristen yang doktrinnya sungguh meracuni iman orang percaya. Penyebarnya bukanlah pria-pria brewokan yang tampangnya menakutkan, tetapi orang-orang sopan yang bertutur sapa halus. Ke mana-mana mereka memegang Alkitab dan selalu menyebut-nyebut nama Tuhan. Tetapi ajaran yang dibawanya mirip dengan kita, tetapi jauh berbeda. Dilegalkannya beberapa aliran sempalan Kristen yang dulunya dilarang, semakin tidak menguntungkan posisi orang percaya. Setan menyamar sebagai malaikat. Serigala memakai bulu domba. Kalau kita tidak mempunyai kepekaan Firman Tuhan, niscaya kita akan menjadi makanan yang empuk bagi mereka.

Renungan: Anda wajib waspada setiap hari di dalam Firman Tuhan dan doa. Ikutilah secara rutin kegiatan-kegiatan penting, seperti pemahaman Alkitab, kelompok mezbah keluarga, dsb, supaya Anda mempunyai dasar Kekristenan yang kuat dan yang lebih penting lagi, Anda tidak dimangsa si ular tua itu.

Musuh yang paling berbahaya adalah musuh dalam selimut.
January 20, 2015, 05:17:21 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Ikut Merasakan

Ayat bacaan : 2 Korintus 11:16-33; Mazmur 34:19

“Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?” (2 Korintus 11:29)

Menurut Anda, teman apakah yang Anda harapkan? Teman yang datang di kala Anda bersukacita? Teman yang datang di kala dukacita? Atau teman yang datang di kala Anda membutuhkan? Semuanya bisa benar. Tetapi tidak semua teman dapat memuaskan Anda. Tidak semua teman dapat mengambil bagian dari penderitaan Anda. Paulus adalah seorang rasul, bapak, dan teman yang setia. Ia dapat menempatkan dirinya di tengah-tengah kehidupan Anda, sehingga di kala suka ia dapat menjadi rekan yang baik, dan di kala duka pun ia menjadi tempat pencurahan segala unek-unek. Tidak hanya itu saja, tetapi ia juga ikut merasakan apa yang Anda rasakan. Hatinya dipenuhi dengan belas kasihan Kristus.

Tidak demikian halnya dengan kebanyakan orang Kristen zaman sekarang. Kita menjadi manusia yang egoistis, materialistis, dan tidak mempunyai simpatik maupun empatik. Kalau kita ke rumah duka, maka tidak ubahnya seperti ke rumah pesta menghabiskan roti dan makanan yang disediakan. Mengunjungi orang sakit pun, kita hanya menyalami si pasien dan berbasa-basi sejenak. Kita sulit merasakan apa yang saudara kita rasakan. Begitu juga kalau ada berita kejatuhan seorang hamba Tuhan, maka kita menjadi “sangkakala” yang meneriakkan berita ini kepada orang-orang lain. Mengapa kita lebih suka menceritakan keburukan orang lain daripada mendoakannya? Mengapa hati kita gembira mendengar “saingan” sepelayanan kita dijatuhi skorsing?

Sebab kita belum mengerti isi hati Bapa. Marilah kita menyelami isi hati Allah. Saat ini Dia sedang berduka melihat kehidupan anak-anak-Nya yang belum memiliki karakter-Nya. Dia sedih melihat gereja Tuhan yang saling bersaing dengan cara tidak sehat. Dan Ia berduka melihat kelakuan hamba-hamba-Nya yang tidak hidup dalam kebenaran. Dan yang pasti Ia berduka melihat kita saling menceritakan keburukan hamba Tuhan dengan tertawa-tawa. Saudara, kita kehilangan belas kasihan. Gereja Tuhan tidak lagi hidup di dalam belas kasihan Allah. Ini berbahaya sekali. Tidak akan ada lagi doa syafaat yang dinaikkan dengan mencucurkan air mata. Tidak ada lagi erangan untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Yang ada hanyalah doa-doa formalitas, rutinitas, dan dingin!

Renungan: Cobalah berdoa dan mengingat rekan-rekan Anda yang sedang dirundung kesusahan. Tempatkan diri Anda sebagai orang itu, dan rasakan penderitaannya. Setelah itu naikkan doa kepada Tuhan untuk orang itu dan rasakan kasih Allah yang akan menghangatkan hati Anda.

Doa yang berkenan adalah doa yang mengerti isi hati Bapa.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)