Author Topic: Renungan harian GKJW  (Read 5497 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 20, 2021, 11:49:58 AM
Reply #310
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28683
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-16-april-2021/


https://drive.google.com/file/d/1zfLqOEImCRf7FFy0wzxx3Ju3knDk5oJo/view


Aku Lemah Tetapi Aku Kuat Pancaran Air Hidup 16 April 2021   
Renungan Harian • 16 April 2021 • Bidang Teologi

Bacaan :  Daniel 10 : 2 – 19   |    Pujian : KJ. 417 : 1 – 2
Nats:“dan berkata: ”Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!”  (Ayat 19a)

Sebelum pandemi Covid-19, ketika mendengar “jaga jarak” maka yang terbersit dalam benak kita adalah tulisan di belakang kendaraan besar seperti truck, container dan tangki. Jaga jarak antar kendaraan sangat dibutuhkan, supaya kalau kendaraan direm mendadak tidak terjadi kecelakaan beruntun. Setelah pandemi Covid-19, istilah jaga jarak langsung dikaitkan dengan jaga jarak antar manusia. Satu sampai dua meter, jangan berkerumun, harus antri dan memakai masker. Jaga jarak terhadap persoalan, pergumulan, dukacita dan kehilangan juga merupakan hal yang sangat penting, supaya kita dapat memandang persoalan dan pergumulan hidup secara obyektif. Jika kita tidak menjaga jarak, kita akan terus menerus menghadapi persoalan, pergumulan, dukacita dan kehilangan itu secara emosional sehingga kita tidak bisa keluar, tidak bisa berpikir, dan tidak bisa menemukan sesuatu dari dalamnya.

Pada kisah Daniel diceritakan bahwa saat Daniel berkabung tiga minggu penuh, makanan yang sedap tidak dimakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutnya dan tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh. Di saat itulah, Daniel melihat seorang berpakaian lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Ketika melihat penglihatan yang besar itu hilanglah kekuatannya. Dia jatuh tersungkur, tak berdaya, dan pingsan. Diceritakan bahwa dia kehabisan napas. Di saat Daniel dalam keadaan lemah dan tidakberdaya, justru Daniel menemukan kekuatan Tuhan Allah yang ada pada dirinya. Karena Allah sangat mencintainya, Allah memberitahukan agar Daniel tidak merasa takut sampai dua kali. (ayat 12 dan 19).

Mungkin ada saatnya, kita perlu jaga jarak dari pekerjaan yang berlebihan, keasyikan dengan hal-hal materi, internet dan ponsel, atau dari obsesi akan banyak hal. Kita perlu mengambil waktu khusus bersama Tuhan dan mengistirahatkan diri dari kesibukan kita. Dalam semua pencobaan dan penderitaan, Tuhan akan menyertai kita seperti Tuhan menyertai Daniel. Saat ini kita masih dalam penghayatan akan kebangkitan Kristus. Dia adalah Tuhan yang hidup, yang telah menyelamatkan kita. Selamat menjaga jarak dari persoalan dan pergumulan hidup, karena sekalipun kita lemah, kita menjadi kuat oleh kuasa Tuhan Yesus. (Life)

“Paulus : sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”










April 20, 2021, 12:00:51 PM
Reply #311
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28683
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-17-april-2021/

https://drive.google.com/file/d/1Ohzu56US4bBG3BvmFj_c1ByWLjnHDTtu/view


Lagu lan Langgeng Pancaran Air Hidup 17 April 2021   
Renungan Harian • 17 April 2021 • Bidang Teologi

Waosan:  Jabur 4 : 1 – 9 | Pamuji :  KPJ. 53
Nats: “Kanthi ayem-tentrem kawula badhe leyeh-leyeh lajeng enggal tilem, amargi dhuh Yehuwah, namung Paduka ingkang njalari kawula manggen kanthi tentrem.” (Ayat 9)

 Wonten kalih nem-neman ingkang kekancan sarta sedaya nem-neman menika sampun nggadhahi pacar. Wonten ing satunggaling dinten, pacaring nem-neman kala wau sami nyuwun pisah, lan wekdalipun kok nggih sesarengan. Laren nem ingkang kapisan gadhah raos kuciwa. Lajeng medal nitih taksi dhateng pinggir jembatan, nibakake awake lajeng mati. Kosok wangsulipun, lare nem ingkang kaping pindo, wangsul griyanipun lajeng nulis syair lagu ingkang isinipun patah hati. Benjangipun, lare nem kalawau dhateng studio rekaman nuli nyuwun supados syair lagunipun saged dipun dadosaken nyanyian. Berkahipun Gusti, lagu menika laris ing pasaran lan dados kasuwur.

Kita saged gatosaken, bilih raos kuciwa ingkang dipunraosaken dening lare nem kekalih menika saged nuwuhaken aksi ingkang benten. Amargi Menapa? Amargi raosing manah menika boten wonten ingkang tetep. Sedaya gumantung kaliyan manajemening manah sarta pikiran. Lare nem ingkang kapindo saged ningali bilih kuciwaning manah menika dados piranti ngugemi bilih taksih wonten pangajeng-ajeng lan margi kangge mentas saking masalah.

Dados tiyang pracaya menika ateges kita kagungan pangandel bilih sedaya ing donya boten wonten ingkang langgeng. Kasedhihan, kuciwaning manah, prakaraning donya menika peranganing gesang. Lan kita kagungan Gusti Allah ingkang mengku marang titahipun. Boten heran bilih Prabu Dawud ngrepekake kidung konjuk marang Pangeran Yehuwah bilih piyambakipun badhe leyeh-leyeh lajeng enggal tilem (ayat 9) amargi Dawud pitados bilih Gusti Allah piyambak ingkang paring tentrem. Mugi kita dipun kiyataken lumantar kidung jabur Prabu Dawud menika. Ing satengahing kuciwa, kasedhihan, prakara ning donya ingkang awrat, Gusti ingkang Maha Kwasa kersa nulungi kita. (ardien).

“Urip ing donya kuwi singkat, mula kedah dilampahi kanthi bungah”









April 23, 2021, 02:45:39 PM
Reply #312
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28683
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-18-april-2021/

https://drive.google.com/file/d/1nyO1DuI6HdWScE8endhWCKhjh3Quw6WF/view


Jangan Ragukan KasihKu Pancaran Air Hidup 18 April 2021   
Renungan Harian • 18 April 2021 • Bidang Teologi

Bacaan: Lukas 24 : 36 – 49  |  Pujian : KJ. 353 :  2
Nats: “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?” (Ayat 38)

Pandemi Covid-19 membuat segala sesuatu menjadi berbeda. Jika sebelum adanya Covid-19, kita bisa bebas keluar kemanapun dan berjumpa dengan siapapun. Namun, sejak mewabahnya Covid-19 ini membuat banyak orang menjadi ragu untuk keluar rumah dan berjumpa dengan banyak orang. Kalaupun mendesak, protokol kesehatan secara ketat harus dilakukan. Ini tentu menjadi hal yang wajar demi untuk menjaga kesehatan diri dan menjaga kesehatan orang lain.

Perasaan ragu memang kerap kali menghampiri hati kita, tidak terkecuali para murid Yesus. “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?” Pertanyaan ini memperlihatkan Yesus bukan hanya melihat ekspresi terkejut pada diri para murid tetapi Yesus juga tahu sikap hati mereka. Terlebih setelah peristiwa penyiksaan, kematian Yesus yang menyisakan perasaan sedih, ditinggalkan, dan sendiri. Pada akhirnya, Yesus bangkit dan menampakkan diriNya kepada semua murid. Dalam kehadiranNya, Yesus menyapa, “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus tidak membiarkan mereka tenggelam dalam kesedihan dan keraguan. Dia justru menyuruh mereka melihat dan meraba bekas luka di tangan dan kaki-Nya (40), lalu Ia memakan sepotong ikan goreng (42-43). Yesus meyakinkan para muridNya melalui sosok tubuh dan suaraNya yang menyapa dengan penuh kasih. Betapa Yesus sangat mengasihi mereka. Ia bangkit untuk memberikan damai sejahtera kepada umat yang percaya.

Perasaan ragu kerapkali datang dalam diri seseorang, seperti meragukan perkataan atau sikap orang lain ataupun meragukan penyertaan Tuhan. Meragukan penyertaan Tuhan bisa saja terjadi manakala kita melihat keadaan hidup kita tidak membaik, misalnya : sudah sering berdoa dan ibadah tetapi masih sakit dan tidak kunjung sembuh, perekonomian keluarga semakin berat (gali lubang, tutup lubang), belum lagi pergumulan yang lain. Harapan yang tidak menjadi kenyataan. Dalam keadaan hidup tersebut, marilah kita tetaplah percaya bahwa Yesus tahu apa yang sedang kita alami dan rasakan. Tuhan Yesus berkenan hadir untuk memulihkan kita. Ingatlah Dia tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian, kesepian, tanpa arah. Janganlah ragukan kasihNya. (Itha)

 “KasihKu selalu ada untukmu.”






May 08, 2021, 04:50:49 AM
Reply #313
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28683
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/
https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-8-mei-2021/

https://drive.google.com/file/d/1yy7FheiFBvnxtaOLStNsGCNPOlJe_qjn/view



Ice Cream dari Tuhan Pancaran Air Hidup 8 Mei 2021   
Renungan Harian • 8 May 2021 • Bidang Teologi

Bacaan: Mazmur 98 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 393
Nats: “TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.” (Ayat 2)

Siang itu Anne duduk dengan raut riang di beranda, asyik menikmati ice cream rasa strawberry.

Rhea: “Wah, enak sekali. Ice Cream yang enak itu dari siapa?”’
Anne: “Dari Tuhan, tante.”
Rhea: “Ha? Dari Tuhan?”
Anne: “Iya dari Tuhan, tapi dikasi lewat Mama.”
Rhea: “Kok bisa?”
Anne: “Kan uang buat beli Ice Cream ini berkat dari Tuhan.”
Rhea: “Uwwoow, pintar sekali gadis kecil ini.”

Anne kecil mengimani bila ice cream lezat yang ia nikmati adalah berkat dari Tuhan. Ice cream yang sederhana menjadi kian berkesan karena Sang Pemberi. Kesadaran yang sederhana ini juga membawa orang lain yang ditemui untuk menyadari kembali bila semua yang dimiliki dan diterima asalnya dari Tuhan semata.

Kesadaran Anne bersesuaian dengan kesadaran Pemazmur. Bacaan hari ini merupakan madah pujian atas kasih dan kesetiaan Tuhan. Pertolongan yang diberikan Tuhan kepada Israel dengan membawa mereka keluar dari pembuangan Babel adalah keselamatan yang membuka mata umat percaya bahwa Tuhan adalah Raja. Israel yang keluar dari pembuangan tidak patut untuk bermegah karena kesukacitaan yang dirasakannya semata-mata merupakan karya kasih Tuhan. Oleh karena itu ungkapan syukur dan pujian kemuliaan hanya patut diberikan kepada Tuhan.

Jika kita melihat kehidupan kita hari ini, kita akan menemukan berbagai wujud karya kasih Tuhan pada kita. Seperti Pemazmur, kita hendaknya setia mewartakan karya kasih Allah melalui ungkapan syukur. Pewartaan ini akan membawa setiap orang yang mendengarnya  kembali menyadari apapun yang diterima bukan buah jerih payahnya semata, namun merupakan bukti nyata jika Tuhan berkarya. Tuhan memberikan kebebasan bagi Bangsa Israel, Tuhan memberikan Anne Ice Cream yang lezat, dan apa yang telah Tuhan berikan bagi kita? Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasih-Nya! (xie)

“Kebahagiaan berawal dari ungkapan syukur.”









 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)