Author Topic: Daily Devotional  (Read 25742 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 21, 2015, 05:16:32 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Tuhan Menyingkapkan Rahasia

Ayat bacaan :2 Korintus 12:1-6; Mazmur 25:14

“Ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia” (2 Korintus 12:4).

Anda mempunyai rahasia? Anda mempunyai sesuatu yang Anda sembunyikan selama bertahan-tahun? Atau Anda senang membaca rahasia-rahasia yang disembunyikan oleh para artis dan disingkapkan serta dieksploitasi oleh koran-koran lokal? Majalah atau koran yang berbau sensasi ini disukai oleh banyak orang. Meskipun yang ditulis itu belum tentu benar, tetapi masyarakat kita terlanjur senang dengan sensasi. Apalagi bila itu menyangkut artis atau pejabat terkenal. Lalu apa yang Anda ingin ketahui bila Allah berkata kepada Anda, “Anakku, kemarilah….. Aku mau membisikkan sesuatu kepadamu…..” Berita apa yang ingin Anda dengar dari Allah? Oh saya tahu itu pasti sesuatu yang mulia, ajaib, menakjubkan, dan luar biasa.

Saya lebih senang mendengarkan “gosip” ilahi ini daripada gosip para artis. Bahkan kalau istana kepresidenan mempunyai rahasia, saya akan memilih untuk mendengarkan rahasia ilahi. Mungkinkah kita yang bukan nabi atau orang penting dalam struktur jawatan Allah dapat menerima rahasia Allah? Bagaimana caranya? Alkitab berkata, “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14). Dalam bahasa aslinya “perjanjian-Nya” ditulis dengan perjanjian dan rahasia-Nya”. Tuhan tidak segan membeberkan rahasia-Nya kepada mereka yang bergaul akrab dengan-Nya. Orang yang bergaul karib dengan Tuhan pastilah mereka yang saling mengenal secara pribadi.

Anda yang mempunyai sahabat karib duniawi, Anda pasti mengerti apakah artinya persahabatan bila masing-masing pihak tidak saling terbuka? Prinsip ini juga berlaku bagi Allah. Gunakanlah waktu yang ada untuk bersekutu dengan Tuhan. Pujilah nama-Nya. Ambillah gitar dan mulailah menyembah Tuhan. Dan ketika persekutuan Anda dengan Allah semakin intim, Tuhan akan mulai menyingkapkan rahasia-Nya kepada Anda. Alkitab berkata, “…… dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Korintus 15:58). Apa akibat lain bila orang bergaul karib dengan Tuhan? Ia akan diangkat Tuhan (seperti Henokh – Kejadian 5:22, 23). Sebab Tuhan akan mengambil orang yang disayanginya itu supaya Ia lebih dekat lagi bersekutu di tempat kediaman-Nya.

Renungan: Jangan tertarik untuk mendengarkan gosip-gosip murahan. Singkirkanlah semua media: majalah, koran, atau buku-buku yang mengeksploitasi sensasi tanpa teruji kebenarannya. Mulailah mempererat diri dalam persekutuan dengan Tuhan.

Dan Anda akan mendengarkan rahasia-rahasia ilahi. Allah menyingkapkan rahasia-Nya kepada kekasih yang menyandarkan kepalanya di dada-Nya.
January 22, 2015, 05:23:13 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Strategi Setan Vs Strategi Allah

Ayat bacaan : 2 Korintus 12:7-10; Ayub 42:12-17 “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri” (2 Korintus 12:7).

Allah tidak hanya berkuasa dalam segala keadaan, tetapi Ia juga Allah yang “cerdik” dalam strategi. Setan yang licik dalam segala segi, dibuat mati kutu oleh strategi Allah. Kita tidak bicara tentang olah raga atau militer, tetapi lebih dari itu. Mengapa saya katakan bahwa strategi Allah jauh lebih unggul dari strategi Setan? Sejarah menyatakan demikian. Saya berikan contoh.

Pertama, kasus Ayub. Setan mempunyai strategi untuk menjatuhkan Ayub dengan meminta Allah untuk mengizinkan dia membuat Ayub menderita. Setan mempunyai tujuan supaya Ayub jatuh dan mengumpati Allah! Bukannya umpatan yang keluar dari mulut Ayub, malahan pujian kepada Allah. Pada akhir hidupnya, Allah memberkati Ayub dua kali lipat! Berkat “jasa” Setan inilah Ayub malahan mendapatkan berkat ganda.

Kedua, kasus Yudas. Siapa yang memprovokasi Yudas semua orang tahu…. Setan! Tetapi melalui Yudas, Anak Manusia memang disalibkan. Apakah penyaliban Yesus merupakan bagian dari rencana Setan? Ya! Tetapi Allah membalikkan semuanya sehingga kematian Kristus justru merupakan penggenapan dari rencana Allah bagi keselamatan manusia. Apa yang dianggap kemenangan bagi Setan, justru merupakan kekalahan. Ketiga, kasus Paulus. Setan memberikan duri dalam daging Paulus. Saya tidak bermaksud memperdebatkan apakah arti “duri” itu, tetapi yang pasti duri tersebut adalah penderitaan. Maksud Setan supaya Paulus kecewa kepada Tuhan dan membuatnya meragukan firman-Nya. Tetapi Allah mempunyai strategi lain. Justru di dalam kelemahan dan penderitaan itu kuasa Allah semakin sempurna. Duri itu juga merupakan “pengingat” supaya Paulus tidak sombong dengan pengalamannya diangkat ke Firdaus. Di dalam penderitaan, kuasa Allah semakin dinyatakan. Tidakkah di antara kita yang memahami rahasia Allah ini?

Renungan: Kalau Anda menderita karena berbuat dosa, Anda akan sengsara. Tetapi kalau penderitaan itu karena Anda melakukan kebenaran, kuasa Allah akan semakin sempurna dalam hidup Anda. Coba gantilah doa Anda dengan berkata, “Tuhan, jangan ambil penderitaan ini dari hidupku, melainkan nyatakan kesempurnaan kekuatan-Mu dalam hidupku.”

Penderitaan adalah kunci kepada kekuatan Allah.
January 23, 2015, 05:18:20 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Rela Berkorban


Ayat bacaan : 2 Korintus 12:11-15 ; Keluaran 16:13 “Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu” (2 Korintus 12:15).

Pengorbanan adalah sesuatu yang kita beri kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Seorang ibu atau ayah pastilah berkorban demi untuk anak-anaknya. Baik itu waktu mendidik, mengajar ataupun membimbing anak-anaknya. Orang tua rela berkorban dan sebenarnya ia tidak mengharapkan imbalan. Dalam hatinya, yang penting anakku bisa sekolah, yang penting anakku bisa makan, yang penting anakku bisa berpakaian layak, yang penting anakku bisa menjadi orang berguna. Tetapi bagaimana jadinya apabila setelah anaknya berhasil malahan melupakan segala jasa baik orang tuanya?

Orang tua yang sudah susah-susah membesarkan anaknya, memberi makan, dan lain sebagainya itu lalu dicampakkan begitu saja? Tentu si orang tua merasa kecewa sekali. Ia merasa semua pengorbanannya sia-sia saja. Demikian juga apa yang dialami rasul Paulus. Ia sudah melayani jemaat dengan sungguh-sungguh, apa yang seharusnya dialami jemaat, baik itu mukjizat, kuasa kesembuhan, lawatan ROH KUDUS sudah diberikannya kepada mereka. Bukan hanya itu saja, Paulus juga rela mengorbankan segala miliknya untuk melayani jemaat, ia tidak mau menyusahkan jemaat dalam kehidupan sehari-hari walaupun sebenarnya ia layak menerima itu. Juga ia rela mengorbankan dirinya sendiri demi pelayanan kepada jemaat. Tetapi apa yang terjadi? Jemaat malahan mengabaikan dia. Mereka menganggap bahwa pelayanan Paulus tidak ada artinya bagi mereka sehingga keluarlah surat Paulus yang bernada keras ini. Tuhan Yesus rela berkorban bagi kita umat manusia. Ia rela disalibkan.

Dia lakukan semuanya ini hanya karena kasih-Nya kepada manusia. Tetapi apa yang terjadi jika kita tidak meresponi pengorbanan-Nya? Firman Tuhan dengan jelas berkata bahwa orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal dan orang yang tidak percaya kepada-Nya akan binasa (Yohanes 3:16). Berarti pengorbanan Yesus jika tidak diresponi dengan benar akan mendatangkan penghukuman. Bagaimana dengan Anda apakah Anda sudah menanggapi pengorbanan Kristus? Kalau Anda menanggapi pengorbanan Kristus berarti Anda percaya bahwa Dia mati di kayu salib karena Ia sangat mengasihi Anda.

Renungan: Berikanlah penghargaan kepada orang-orang yang telah berkorban bagi kita. Dan yang terutama berikanlah yang terbaik, bahkan hidup Anda kepada Tuhan yang telah berkorban bagi kita.

Pengorbanan Yesus adalah keselamatan manusia.
January 24, 2015, 05:23:07 AM
Reply #13
January 25, 2015, 05:11:14 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Berperang Melawan Daging

Ayat bacaan : 2 Korintus 12:16-21; Amsal 11:20

“…… Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan”

(2 Korintus 2:20).

Saya pikir, khotbah yang paling bagus dan mengesankan pendengarnya adalah perilaku kehidupan kita. Kalau Anda berkhotbah atau bersaksi, tetapi hidup Anda masih penuh dengan perbuatan daging, orang-orang akan mencibirkan bibirnya kepada Anda. Paulus mempunyai alasan yang kuat mengenai kekuatirannya akan adanya berbagai perbuatan daging yang mencemari kekudusan Tuhan. Api yang telah dikobarkan di jemaat Korintus dikuatirkan dipadamkan oleh orang-orang Korintus sendiri. Dan kalau api ROH KUDUS mulai padam, akan muncul ulat-ulat yang akan menggerogoti iman mereka. Anda ingat, kapan Anda merasakan api ROH KUDUS yang membakar roh Anda? Dua tahun lalu? Lima tahun lalu? Atau lebih dari sepuluh tahun lalu?

Lalu bagaimana dengan api itu sekarang? Bersamaan dengan padamnya api ROH KUDUS itu, maka bermunculan pula “serigala kelaparan” (baca: daging) yang menguasai kehidupan Anda lagi. Perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan adalah beberapa “serigala” buas yang bermunculan dalam hidup Anda. Saudara, akuilah bahwa musuh kita yang paling berat adalah daging. Setiap hari kita berperang melawan daging yang bertentangan dengan hati kita. Firman Tuhan berkata, “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh” (Roma 8:4). Jadi dengan apa yang kita pikirkan, maka kita akan tahu apakah kita hidup menurut daging ataukah roh? Kalau pikiran Anda dipenuhi dengan hawa nafsu dan kenikmatan dunia, Anda masih hidup di dalam daging.

Alkitab berkata, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup” (Roma 8:13). Mematikan daging bukanlah pekerjaan ROH KUDUS. Daging juga bukan Setan, jadi tidak dapat ditengking. Lalu bagaimanakah kita mengalahkan daging? Dengan mematikannya oleh bantuan ROH KUDUS. Anda sendiri yang harus mendisiplinkan dan melumpuhkan keliaran daging Anda. Dan jangan beri sembarang tempat kepada pancaindera Anda, sebab di situlah pintu menuju dosa.

Renungan: Anda kecewa dengan rekan sesama gereja? Atau Anda ditipu oleh seorang diaken yang selalu berpakaian jas selama ibadah? Atau pendeta Anda yang menyakitkan hati Anda? Sadarilah bahwa kita semua masih bergumul dengan daging. Janganlah kita dikuasai oleh kebencian, salah satu produk daging kita.

Matikanlah daging supaya rohmu kuat.








Dua Parameter

Ayat bacaan : 2 Korintus 13:1-10; Mazmur 26:2, 3

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji” (2 Korintus 13:5).

Setiap hari selalu ada ujian hidup. Anda bosan? Jangan, sebab ujian tidak akan berhenti supaya Anda semakin cemerlang di hadapan-Nya. Dalam pembacaan ayat hari ini Alkitab memberikan dua parameter bagaimana caranya supaya kita tahan uji: Pertama, apakah kita tetap tegak di dalam iman? Philip Brooks mendefinisikan FAITH (iman) sebagai berikut: Forsaking All, I Take Him (meninggalkan semuanya, mengikuti-Nya). Saya mempunyai definisi sendiri tentang iman ini: Ikut Mesias, Anti Nafi. Kalau Anda buka kamus bahasa Indonesia, nafi berarti penyangkalan atau pengingkaran.

Sekali ikut Yesus, selamanya ikut Yesus, dan saya tidak akan pernah mengingkarinya! Apakah semua orang berbuat demikian? Tidak! Banyak orang Kristen yang mudah goyah karena tidak tegak di dalam iman. Supaya tegak di dalam iman, kita harus selalu melatih otot-otot iman kita di “pusat kebugaran ilahi”, yaitu di dalam hadirat Tuhan dengan mengikut ibadah, doa bersama, bersekutu secara pribadi dengan Allah, dan yang terpenting mendengarkan Firman Tuhan yang murni, sebab iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan (Roma 10:17).

January 25, 2015, 05:11:57 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Kedua, apakah kita yakin bahwa Yesus di dalam diri kita? Alkitab berkata, “Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran” (Roma 8:10). Prinsip bahwa Yesus di dalam kita, itu bukan sekedar Yesus tinggal dalam hidup kita, tetapi juga kematian bagi keakuan kita supaya Yesus nampak di dalam hidup kita. Seperti Paulus, kita harus mempunyai kesadaran bahwa Kristus telah hidup di dalam kita (Galatia 2:20). Anda ingat dengan saat pendeta membaptis Anda? Itu merupakan simbol bahwa Anda telah dikuburkan bersama-sama dengan Kristus. Dan Anda mempunyai Tuan baru yang bernama Yesus. Dia bersama Anda, menyertai Anda, dan tinggal di dalam Anda. Yakinlah bahwa Yesus tinggal di dalam Anda. Dia ikut merasakan apa yang Anda rasakan. Dia adalah Allah yang setia.

Renungan: Sebagian orang Kristen berguguran, apalagi menjelang akhir zaman. Tetapi orang benar akan semakin cemerlang. Anda dipanggil menjadi pengikut Kristus bukan sampai setahun saja, tetapi sampai selamanya. Dan Tuhan menyediakan mahkotanya bagi mereka yang setia dan tahan uji, seperti Alkitab katakan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12).

Orang Kristen kuat adalah orang Kristen yang diuji.
January 26, 2015, 05:13:27 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Usahakanlah Sempurna
Written by Multimedia Bethany Graha

Ayat bacaan : 2 Korintus 13:11-13; Yeremia 18:6

“Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu” (2 Korintus 13:11).

Usahakanlah dirimu sempurna! Ah, Paulus ini guyonan. Mana ada orang yang sempurna? Cuma Yesus saja yang sempurna. Mari kita lihat sekilas arti dari bahasa aslinya. Ada dua kata yang diterjemahkan dengan sempurna:

Pertama, kita temukan salah satunya dalam ayat, “Karena itu haruslah kamu SEMPURNA, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah SEMPURNA” (Matius 5:48). Kata “sempurna” ini berasal dari kata teleios yang berarti kedewasaan yang penuh. Dalam Efesus pasal 4, Paulus mengungkapkan bahwa Allah turut memperlengkapi gereja-Nya supaya mereka terus bertumbuh dan akhirnya mencapai “….. kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, KEDEWASAAN PENUH [teleios], dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (ay. 13). Jadi yang Tuhan inginkan adalah kedewasaan kerohanian kita sampai kita semua disempurnakan.

Kedua, kata “….usahakanlah dirimu sempurna….”, kata “sempurna” yang dipakai di sini adalah katartizo, yang berarti “memulihkan seperti keadaan semula”. Contohnya pada ayat, “…. Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan [katartizo] jala di dalam perahu…..” (Matius 4:21). King James menerjemahkan dengan “memperbaiki”.

Lebih jelas lagi kita temui di ayat ini, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar [memulihkan katartizo] dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1). Jadi jelas bahwa kesempurnaan yang Tuhan inginkan adalah pemulihan dan kedewasaan yang penuh. Kalau ini terjadi, bukan hal yang mustahil lagi kalau kita hidup tanpa cacat cela dan tanpa kesalahan, sebab manusia rohani kita dipulihkan setiap saat dan menjadi dewasa penuh.

 

Renungan: Kita semua sedang menuju kepada kesempurnaan. Kasih karunia Tuhan saja yang akan membuat semuanya ini berhasil, tetapi juga harus ada inisiatif dan kerinduan dari kita supaya kita disempurnakan.

Gereja yang dewasa menyukakan hati Bapa.
January 27, 2015, 05:16:58 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kenalilah Panggilan Allah !

Ayat bacaan : Galatia 1:1-5; Yesaya 49:5

”Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati” (Galatia 1:1).

Penting untuk mengetahui panggilan Allah dalam hidup kita. Tanpa mengetahui panggilan Allah atas hidup kita, maka kita tidak akan berfungsi dengan baik dalam Tubuh Kristus. Paulus mengetahui dengan jelas panggilan Allah atas hidupnya yaitu sebagai rasul. Kata ”rasul” dalam bahasa Yunani adalah apostolos artinya ”seorang delegasi, pembawa pesan, yang diutus.” Dan panggilan setiap orang berbeda-beda.

Allah telah membuat rencana bagi anak-anak-Nya sebelum dunia ini dijadikan dan rencana-Nya bukan rencana kecelakaan, tetapi masa depan dan hidup yang penuh harapan. Hidup kita ada dalam rencana-Nya. Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana caranya kita bisa mengetahui panggilan atau rencana Allah atas hidup kita? Melalui Roh-Nya! Sebab siapa yang bisa mengetahui apa yang ”terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah?” Dan Roh Allah sekarang tinggal di dalam diri kita - roh kita. Roh itulah yang bersaksi bersama-sama dengan roh Paulus sehingga dia dengan jelas tanpa ragu mengetahui panggilan Allah atas hidupnya. Sekarang Dia juga bersaksi dengan roh kita. Ada tiga cara kita bisa mengetahui panggilan Allah:

Kesaksian batiniah. Anda memiliki perasaan? Pasti! Kesaksian batiniah adalah perasaan rohani kita yang membedakan alam rohani. Kadang kala kita merasakan tidak ada damai sejahtera di dalam diri kita pada saat ingin melakukan sesuatu, itu berarti roh kita menangkap sinyal atau lampu merah dari ROH KUDUS yang tinggal di dalam diri kita untuk tidak melakukannya.

Suara roh manusia kita. Roh kita sebenarnya lebih dulu tahu dari pada pikiran kita. Dan roh kita memiliki suara atau sering orang sebut suara hati. ROH KUDUS akan berbicara melalui roh kita tentang apa yang Dia ketahui di dalam Allah dan kemudian roh kita menyuarakannya kepada kita sehingga kita mengetahui tentang sesuatu yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Suara ROH KUDUS. Ingat perjumpaan Saulus dengan Tuhan saat pergi Damsyik untuk membunuh orang Kristen yang pada akhirnya berubah menjadi Paulus. Saat ada suara yang berwibawa yang didengarnya tetapi orang lain tidak mendengarnya itulah suara ROH KUDUS.

Renungan: Oleh sebab itu bukalah telinga rohani Anda dan biarkan ROH KUDUS bebas berbicara dengan cara-Nya, maka Anda akan tahu panggilan Allah atas hidup Anda. sebab dengan mengetahui panggilan Allah berarti Anda juga mengetahui urapan Allah yang akan beroperasi.

Urapan anda itulah panggilan Anda.
January 28, 2015, 05:13:13 AM
Reply #18
January 29, 2015, 05:21:37 AM
Reply #19
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)