Author Topic: Daily Devotional  (Read 52268 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 14, 2015, 05:11:57 AM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Standar Dunia Atau Standar Injil Kristus?

Ayat bacaan : Filipi 1:27-30; Zakharia 8:13

”Hanya, hendaklah hidupmu [terj. KJV.; percakapan atau pembicaraanmu] berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” (Filipi 1:27).

Seperti apa hidup kita sebenarnya, bergantung pada apa yang ada di dalam diri kita. ”For as he thinketh in his heart, so is he.... [Sebagaimana yang dipikirkan di dalam hatinya, demikianlah dia…..]” (Amsal 23:7). Sebab apa yang ada di dalam diri kita itulah yang akan keluar melalui ucapan dan tindakan kita. Dan diperlukan standar untuk menentukan mutu kehidupan ini. Silakan Anda pilih, hidup menurut standar dunia atau hidup menurut standar Injil Kristus.

Standar dunia akan membuat hidup Anda seperti dunia ini. Cara bicara Anda akan sama dengan dunia ini. Gaya hidup Anda akan sama dengan dunia ini. Bahkan hidup Anda akan dikendalikan oleh sistem dunia ini. Contoh: bila dunia resesi Anda pun ikut resesi. Bila dunia krisis Anda pun juga krisis. Bila sekeliling Anda iri hati, takut, khawatir dan lain sebagainya Anda pun akan melakukan hal yang sama. Mungkin Anda bertanya, ”Kita masih hidup di dunia ini, kan wajar?” Itulah risiko bila hidup menurut standar dunia ini. Tetapi bila Anda hidup menurut standar Injil Kristus, hidup Anda tidak akan sama dengan dunia ini. Hidup Anda akan sama seperti Kristus. Arti kata ”Kristus” adalah ”yang diurapi.” Sedangkan ”Injil” sendiri adalah ”Kabar Baik.” Jadi hidup menurut Injil Kristus adalah hidup yang diurapi kuasa Allah, hidup di dalam kasih Allah [sama seperti Kristus hidup] dan hidup yang selalu memberitakan kabar baik kepada dunia ini bahwa Yesus itu Tuhan. Yesus itu Baik. Yesus itu Juru Selamat. Yesus itu Allah.

Di samping itu beritakanlah segala apa yang telah diperbuat Allah di dalam hidup Anda: pertolongan-Nya, anugerah-Nya, berkat-Nya, perlindungan-Nya, dan semua kebaikan-Nya. Dunia resesi Anda tetapi menjadi berkat. Dunia ketakutan Anda tetap hidup dalam perlindungan-Nya. Bahkan bila Anda hidup menurut Injil Kristus Anda akan dipakai Allah menjadi saluran kuasa-Nya sehingga yang sakit disembuhkan, yang susah dihiburkan bahkan yang tidak berpengharapan akan mendapatkan pengharapan. Haleluya!

Renungan: Tetap pertahankan cara hidup Anda menurut Injil Kristus bila Anda masih ingin menjadi serupa dengan Kristus. Apa yang Anda hidupi itulah standar hidup Anda.
April 15, 2015, 05:15:19 AM
Reply #101
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Berlimpah Kasih Dan Perhatian

Ayat bacaan : Filipi 2:1-4; Ayub 15:11 ”Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan....” (Filipi 2:1).

Mengutamakan kepentingan sendiri, ingin dipuji orang lain dan berbagai macam sikap egois yang lain adalah sesuatu mudah kita temukan di tengah kehidupan dunia ini. Perhatikan hal yang sederhana saja. Kalau kita putar pesawat televisi, lalu kita temukan berbagai macam iklan untuk mempromosikan berbagai macam produk, maka kita akan menemukan suatu 'iming-iming' - jika kita memakai berbagai macam produk kosmetik, pasta gigi atau kendaraan bermotor tertentu maka kita akan dipuji atau dikagumi orang lain.

Kelihatannya dikagumi, dipuji atau menarik perhatian orang lain ini merupakan hal yang sangat penting bagi banyak orang yang hidup di muka bumi ini. Demikian pentingnya, sehingga mereka terlalu sibuk mengurusi kepentingannya sendiri dan mengambil sikap mengutamakan kepentingan sendiri di atas segala-galanya. Mereka lupa bahwa orang juga memerlukan hal yang sama. Orang lain juga memerlukan pujian, penghiburan dan berbagai macam perhatian. Bagaimana seharusnya sikap orang percaya di tengah dunia yang egosentris ini? Orang percaya juga manusia biasa yang memiliki kebutuhan dasar sama. Kita pun perlu kasih, nasihat, penghiburan dan berbagai perhatian yang lain.

Namun demikian sebagai orang percaya kita tidak layak bersikap seperti orang-orang yang belum bertobat. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya di dalam Kristus kita sudah mendapatkan segalanya. Pada saat kita berjumpa dengan Kristus, maka kita akan menemukan nasihat, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan yang berlimpah. Segala kebutuhan kita akan terpenuhi dengan melimpah. Sebagai akibatnya, jika kita keluar dan bertemu dengan orang lain, kita tidak lagi membutuhkan hormat, pujian dan perhatian dari mereka. Sebaliknya, kasih, nasihat penghiburan dan perhatian melimpah yang kita terima dari Allah akan membuat kita cukup sehingga kita bisa menghargai, menghormati dan memberi belas kasihan kepada orang lain.

Renungkan: Marilah dengan jujur kita periksa kondisi kita di hadapan Allah. Apakah di dalam melakukan segala aktivitas kita, termasuk pelayanan kita masih berorientasi untuk mendapatkan perhatian dari orang lain? Ingin dihargai, dihormati dan dipuji orang lain? Di dalam Kristus Anda mendapatkan segalanya.
April 16, 2015, 05:07:27 AM
Reply #102
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Teladan Yang Sempurna

Ayat bacaan : Filipi 2:5-11; Yesaya 53:2-5

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:8).

Dikisahkan bagaimana suku Indian Barat dicoba dijangkau oleh orang-orang Moravia. Mereka telah diberitahu bahwa suatu hal yang amat sulit untuk menjangkau suku Indian, sebab secara sosial mereka terisolasi. Tanpa patah semangat dua orang misionaris menyediakan dirinya untuk melayani mereka. Kata mereka, “Kami akan ke sana dan menjadi budak. Kalau perlu kami juga dicambuki seperti mereka supaya kami dekat dengan mereka.” Akhirnya kedua misionaris ini pergi ke suku Indian itu dan menjadi sama seperti mereka: menjadi budak, dicambuki, dan mendapat perlakuan yang sama dengan apa yang mereka alami, dengan satu alasan: supaya mereka bisa dekat dengan suku Indian.

Apa yang mereka lakukan diketahui oleh suku Indian. Hati mereka tersentuh melihat apa yang dilakukan oleh dua misionaris itu, sebab mereka mau merendahkan diri dan menjadi sama dengan mereka. Itu pula yang dilakukan oleh Yesus. Alkitab mengatakan bahwa Yesus rela mengosongkan diri-Nya dan menjadi sama dengan manusia. Yesus bukan dari dunia ini.

Ia tidak sama dengan manusia yang penuh dengan dosa. Ia bukanlah manusia yang berdaki, namun Ia rela dilahirkan di kandang dan menjadi sama dengan manusia, meskipun Ia sendiri tidak mewarisi dosa. Ia adalah manusia yang menjadi hamba, namun tidak berdosa. Yesus adalah teladan kita. Ia tidak perlu mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri. Ia tidak perlu mencari popularitas dengan cara memprovokasi massa supaya mereka mengangkat diri-Nya menjadi raja. Apa yang Yesus lakukan itu dilandaskan pada satu misi: menyelamatkan manusia. Gambaran ini tepat seperti yang dikatakan oleh Nabi Yesaya, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yesaya 53:2). Secara fisik, tidak ada hal yang menarik pada diri Yesus. Dia hanyalah anak tukang kayu miskin dan berasal dari kota kecil, Nazaret. Justru itulah misi Yesus: menjadi hamba, mati di kayu salib, dibangkitkan, dan naik ke surga supaya manusia diselamatkan dan dapat meneladani kehidupan-Nya.

Renungan: Yesus adalah teladan kita yang sempurna. Anda tidak perlu mencari figur seorang manusia untuk diteladani, sebab suatu saat Anda akan dikecewakan. Belajarlah dari Yesus. Hanya Yesus teladan yang sempurna.
April 17, 2015, 04:43:51 AM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kerjakan KeselamatanMu!

Ayat bacaan : Filipi 2:12, 13; Mazmur 22:24

”…… karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Filipi 2:12-13).

Kelahiran baru adalah peristiwa di mana manusia roh kita dibangkitkan, dihidupkan dan diciptakan kembali oleh ROH KUDUS saat kita percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Ini adalah satu peristiwa yang luar biasa. Namun banyak orang percaya berhenti sampai di sini saja. Mereka berpikir tidak ada lagi yang harus dikerjakan sehingga tidak heran mereka masih berpikir dan melakukan hal-hal yang sama saat mereka belum dilahirkan kembali. Mengapa? Karena jiwanya belum diperbaharuhi dengan Firman Tuhan. Hanya roh kita yang dilahirkan kembali, jiwa kita tidak dilahirkan kembali tetapi harus mengalami satu proses pembaharuan yang dilakukan secara terus menerus sampai Tuhan Yesus datang kembali. Inilah yang disebut dengan pembaharuan pikiran atau budi.

Apa tujuannya? Supaya pikiran kita selaras dengan pikiran Kristus atau Firman Allah. Sebab bila keselarasan ini tidak ada maka akan selalu ada kontradiksi di dalam diri kita, yang satu ingin menuruti kehendak Allah tetapi yang satu ingin menuruti dunia ini. Caranya? Buang segala pikiran [pikiran cabul, cemar, najis dan duniawi] yang bertentangan dengan Firman Allah di dalam pikiran Anda, sebagai gantinya renungkanlah Firman Allah dan katakanlah Firman Tuhan siang dan malam. Sebab dengan merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan siang dan malam berarti Anda telah memprogram kembali pikiran Anda [yang duniawi itu] dengan pikiran Kristus sehingga yang keluar dari mulut dan perbuatan Anda adalah Kebenaran Firman Allah.

Bila itu yang Anda lakukan setiap hari maka sebenarnya Anda sudah mengerjakan keselamatan yang telah Anda terima dengan takut dan gentar seperti yang Paulus katakan pada ayat di atas, yaitu keselamatan yang bukan hanya keselamatan bagi roh Anda saja tetapi juga keselamatan jiwa Anda. Sedangkan keselamatan tubuh Anda akan terjadi pada saat Tuhan Yesus datang kembali.

Renungan: Apakah jiwa Anda telah selamat dari pikiran takut, kuatir, bimbang, cabul, cemar, najis dan kotor lainnya? Kalau belum kerjakanlah keselamatan Anda sekarang ini juga! Jangan ditunda-tunda lagi! Sebab Tuhan akan datang kembali. Menerima keselamatan tanpa pengorbanan; mengerjakan keselamatan perlu ketekunan.
April 18, 2015, 06:48:44 AM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Bahasa Ketidakpuasan

Ayat bacaan : Filipi 2:14, 15; Mazmur 107:1 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan” (Filipi 2:14).

Setiap sungutan mempunyai satu bahasa: ketidakpuasan. Anda bisa melihat contoh ketidakpuasan ini pada para pekerja yang menerima upahnya sama dengan mereka yang datang terakhir, “Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu” (Matius 20:11); orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut kepada Yesus yang makan dan minum dengan orang berdosa (Lukas 5:30); orang-orang Yahudi terhadap perkataan keras Yesus (Yohanes 6:41, 43); murid-murid Yesus kepada guru-Nya (Yohanes 6:61); orang-orang Israel di padang gurun, “Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut” (1 Korintus 10:10). Jadi, apapun alasannya bersungut-sungut tidak akan mendapat tempat dalam hati Allah. Kita mudah sekali mengucapkan kalimat yang bernada sungutan daripada mengucap syukur.

Coba Anda hitung, berapa kali Anda bersungut-sungut hari ini, mulai dari cuaca yang tidak baik, baju yang kusut, mobil yang rewel, istri yang cerewet, dan masih banyak lagi bahan-bahan yang dapat membuat kita bersungut-sungut. Dan betapa beratnya hati kita untuk mengucap syukur. Meskipun hari ini segalanya berjalan dengan baik, namun sepertinya Anda belum dapat membuka mulut untuk mengucap syukur. Apalagi kalau hari ini adalah “bad day” (hari buruk), maka hari ini pula dipenuhi dengan sungutan dan omelan. Firman Tuhan memberikan nasihat, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18). Firman Tuhan tidak lagi memberikan anjuran di sini, melainkan perintah untuk mengucap syukur. Kitab Mazmur banyak mencatat “Bersyukurlah ……” Penulis Mazmur mengerti rahasia kebenaran ini bahwa karakter makhluk ilahi adalah mengucap syukur senantiasa. Saudara, cobalah belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal. Buang semua umpatan yang biasa meluncur deras dari bibir Anda. Entah yang dihadapi Anda itu baik atau buruk, ucapkanlah syukur. Kalau Anda melakukannya, Tuhan akan menyingkapkan rahasia besar dalam mengucap syukur.

Renungan: Orang-orang Israel di padang gurun dibinasakan karena mereka selalu bersungut-sungut. Mereka tidak puas kepada Allah. Akhirnya malaikat maut membinasakan mereka. Karena itulah kita harus belajar mengucap syukur senantiasa! Bersungut-sungut adalah bahasa ketidakpuasan terhadap Allah.
April 19, 2015, 04:22:58 AM
Reply #105
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Ketulusan Hati

Ayat bacaan : Filipi 2:16-18; Mazmur 119:80 “Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian” (Filipi 2:17).

Setuju atau tidak, di dunia ini jarang sekali ditemui orang yang memiliki hati yang tulus. Mungkin Rasul Pauluslah orang kedua setelah Tuhan Yesus yang memiliki hati yang tulus dan murni. Betapa tidak, dia memberitakan Injil ke seluruh Asia pada waktu itu tanpa mengambil keuntungan secuil pun. Dia harus rela keluar masuk penjara hanya agar orang boleh mengenal Yesus dan bukan untuk yang lain. Bahkan dia sendiri rela mati agar orang lain diselamatkan.

Jika Rasul Paulus harus mati oleh karena memberitakan Injil, ia menganggap kematiannya sebagai korban bakaran untuk jemaat Tuhan di Filipi. Ia juga akan bersukacita menjadi korban yang terakhir demi keuntungan mereka. Apa yang menyebabkan Rasul Paulus melakukan hal ini? Jawabannya adalah tentu bukan karena dia akan mendapat uang miliaran rupiah tetapi karena dia memiliki hati yang murni untuk Kristus. Paulus tidak pernah membiarkan pikirannya untuk beralih kepada panggilannya sebagai pemberita Injil. Dia tetap berdiri kokoh dan meluruskan hatinya dalam melayani Tuhan. Secara manusia mungkin dia merasa ada bagian yang harus diterimanya dari jemaat yang didirikannya, tetapi dia sama sekali tidak mengambil semuanya itu, justru dia mau supaya dirinya sendirilah yang diberikan untuk orang lain agar orang lain itu mendapat keuntungan.

Hasilnya, Paulus menjadi orang yang disegani dan banyak jiwa dimenangkan untuk Kristus. Saudara, adakah kita memiliki hati seperti Rasul Paulus yang mau melayani dengan motivasi yang benar di hadapan Tuhan? Tuhan ingin agar saat melayani atau menolong orang lain kita melakukannya dengan tulus hati tanpa membiarkan pikiran kita untuk menyimpang dari apa yang sebenarnya harus kita lakukan. Kalau kita mau berdoa supaya orang sembuh lakukanlah dengan hati yang murni supaya orang itu sembuh. Atau, kalau kita memberitakan Injil kepada orang lain, lakukanlah itu dengan tujuan yang benar bukan untuk mencari ketenaran atau berkat jasmani. Firman Tuhan berkata, “Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu” (Mazmur 119:80).

Renungan: Saat ini Tuhan menghendaki orang-orang yang tulus hati dalam melayani pekerjaan Tuhan. Jadilah seperti Rasul Paulus yang melakukan pekerjaan Tuhan dengan setia dan tulus hati sampai akhir hidupnya. Jangan mudah terpengaruh dengan keinginan-keinginan jasmani kita yang justru akan menjerumuskan kita ke dalam dosa dan kejahatan. Jangan kuatir dengan hal-hal jasmani kalau memang kita melakukan pekerjaan Tuhan dengan tulus (Matius 6:33). Kalau kita melakukan semua ini maka akan semakin banyak jiwa dimenangkan bagi Kristus.

Ingin melayani Tuhan? Jaga hatimu!
April 20, 2015, 05:25:36 AM
Reply #106
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Telah Teruji

Ayat bacaan : Filipi 2:19-24; Ayub 1:8 “Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya” (Filipi 2:22).

Kita menghadapi ujian di mana-mana. Mau masuk SMU, diuji dahulu. Mau masuk perguruan tinggi diuji terlebih dahulu. Mau masuk kerja juga direpotkan dengan berbagai tes: psikologi, kesehatan, IQ, dsb. Mengapa ya kok tidak langsung diterima saja jadi karyawan? Seorang manajer yang bijak tidak akan gegabah menerima karyawan tanpa mengetahui kualifikasi dari calon karyawan tersebut (kecuali calon karyawannya itu keponakannya sendiri).

Ia harus tahu dengan pasti kemampuan dan kecakapan orang itu. Di sinilah ujian atau tes diperlukan. Timotius adalah seorang pemuda yang diakui kesetiaannya oleh Paulus. Bahkan dengan berani Paulus berkata bahwa kesetiaannya telah teruji. Menurut konteks bahasa aslinya yang diuji tidak hanya menyangkut kesetiaan, tetapi keseluruhan aspek kehidupan kita. Kata “diuji” dalam konteks ayat di atas memiliki akar kata sama dengan “dicobai” pada 2 Korintus 8:2, “Selagi DICOBAI dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” Orang Kristen seharusnya melewati berbagai penderitaan sebagai cara Allah menguji umat-Nya. Contoh yang mudah kita temui adalah Ayub. Meskipun kita tahu bahwa bukan Allah yang menyebabkan penderitaan itu (melainkan iblis), tetapi Allah mengizinkan Setan untuk mencobai dia. Kalau Anda memperhatikan dialog yang terjadi antara Setan dengan Allah sebelum ujian berat menimpa Ayub, maka Anda akan membaca kebanggaan Allah akan kesalehan Ayub tersebut (Ayb. 1:8). Si Setan menjadi dengki lalu ia mencari gara-gara dengan meminta Allah supaya mengizinkan dia mencobai Ayub.

Di dalam kedaulatan-Nya, Allah mengizinkan Setan melakukannya. Saudara, kalau Allah bangga dengan kesetiaan Anda dan tiba-tiba Anda ditimpa masalah besar, jangan takut dan kecil hati, sebab sesungguhnya Allah izinkan itu terjadi supaya kebanggaan Allah itu bukannya tanpa alasan. Anda juga harus buktikan kepada dunia bahwa apapun yang terjadi kesetiaan Anda tidak akan pernah luntur.

Renungan: Kalau Anda sedang ditimpa masalah besar, jangan takut sebab Allah bersama dengan Anda. Jangan mendengarkan tipuan Setan. Jangan mencari nasihat orang fasik, melainkan berlarilah kepada Tuhan sebab Dialah menara yang kuat (Mazmur 61:4). Penderitaan adalah ujian; dan ujian adalah syarat sebelum masuk ke dalam kemuliaan.
April 21, 2015, 04:39:32 AM
Reply #107
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Epafroditus

Ayat bacaan : Filipi 2:25-30; Ulangan 28:1 “Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku” (Filipi 2:30).

Epafroditus. Orang harus bertanya lagi kalau kita memperkenalkan dengan nama ini. Perlu dua bahkan tiga kali ucapan ditambah dengan ejaan yang jelas sebelum seorang petugas loket mencatatkannya dengan benar di atas tiket kereta api. Epafroditus juga bukan nama favorit pilihan calon ibu kepada bayinya yang baru lahir. Bahkan sebagian orang yang menjadi Kristen bertahun-tahun masih akan meragukan kalau nama ini tercatat di Alkitab. Ya, itulah Epafroditus, kurang dikenal, tidak populer, dan kurang akrab di telinga, namun hidupnya dapat kita teladani. Pelayanan yang dilakukan Epafroditus tidaklah segemerlap para rasul.

Ia hanyalah kurir gereja di Filipi dan sekaligus membawa segala kebutuhan Paulus. Namun Paulus tidaklah menganggap ia hanyalah jongos biasa, tetapi Paulus menyebutnya dengan “….. saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku.” Paulus menempatkan ia sama tinggi dengan dirinya. Sebab Paulus melihat ketaatan dan kesetiaan Epafroditus dalam pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Bahkan Alkitab mencatat ia nyaris mati karena penyakit yang dideritanya. Meskipun penyakit yang dideritanya tidak dijelaskan penyebabnya, namun penyakit yang dideritanya tidak menghalanginya untuk melakukan tugasnya. Saudara, dalam tubuh Tuhan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dan rendah.

Semua pelayan Tuhan, apapun tugas dan panggilannya, mempunyai kedudukan yang sama di mata Allah. Yang terpenting adalah setia dalam panggilan dan taat dalam tugas. Dan kita yang mempunyai kedudukan “mentereng” dalam gereja hendaknya mempunyai sikap seperti Paulus yang menghargai dan menempatkan rekan-rekan kita yang kedudukannya tidak “segemerlap” kita. Benarlah kata Firman Tuhan kalau kita harus memberikan perhatian khusus kepada anggota-anggota tubuh yang “tidak elok” (1 Korintus 12:23). Anda yang menjadi “Epafroditus” janganlah kecil hati atau kecewa dengan tugas Anda, sebab apa yang Anda lakukan itu mulia. Tuhan tidak pernah meremehkan pekerjaan yang dilakukan bagi-Nya, meskipun itu cuma membersihkan lantai gereja, sebab Tuhan melihat ketulusan hati anak-anak-Nya.

Renungan: Saudara, marilah kita melakukan tugas yang Tuhan berikan kepada kita, apapun tugas itu, dengan penuh kesetiaan. Marilah kita bekerja sama untuk mempermuliakan Kristus. Lebih baik menjadi penjaga gedung gereja yang mempermuliakan Yesus daripada seorang pengkhotbah besar yang mempermuliakan dirinya sendiri.
April 22, 2015, 04:16:49 AM
Reply #108
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Perlu Usaha

Ayat bacaan : Filipi 3:1-8; 1 Tawarikh 16:10, 11 “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:8).

Perlukah usaha berat untuk menerima keselamatan? Alkitab berkata, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9). Syarat keselamatan: mengaku dan percaya. Mudah? Tetapi pada surat lainnya, Paulus mengatakan bahwa dia harus melepaskan semuanya supaya ia memperoleh Kristus.

Terbersit adanya usaha yang cukup berat untuk memperoleh Kristus. Bukankah keselamatan itu kasih karunia dan cukup diterima dengan iman saja? Saudara, bagi seorang juara, mempertahankan kemenangan itu jauh lebih sulit daripada meraihnya. Saya pikir ini juga terjadi pada keselamatan yang kita terima di dalam Kristus. Betapa banyaknya orang Kristen yang akhirnya bersikap seperti babi yang kembali ke kubangannya (2 Petrus 2:22). Betapa banyaknya orang Kristen yang bertobat cuma musiman. Alkitab memberi peringatan, “….. kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar …..” (Filipi 2:12).

Ada usaha yang amat berat untuk mempertahankan iman kita. Jutaan orang percaya di muka bumi ini mengalami ujian yang sama dalam mempertahankan iman mereka. Kalau ada golok di leher Anda dan Anda dipaksa untuk menyangkali Kristus apakah Anda masih berani berkata bahwa menjaga keselamatan itu mudah? Ada lagi perbuatan lama kita yang ikut dalam pergolakan ini yang akhirnya “memperparah” perjuangan kita. Karena itu kita harus menganggap sampah semua hal-hal yang sungguh menyenangkan daging. Saya sama sekali tidak menakut-nakuti Anda. Saya hanya menyampaikan pesan agar kita tidak lengah, agar kita waspada dan berhati-hati. Sebab selama ini penginjilan yang dilakukan oleh orang Kristen hanyalah bujukan dan bukan menyajikan fakta. Kita diiming-imingi kekayaan kalau mengiring Yesus, tetapi tidak diberi tahu bahwa menjaga keselamatan itu sungguh bukanlah perjuangan yang ringan.

Renungan: Untuk memperoleh Kristus, Paulus harus membuang semua apa yang dulu dianggapnya berguna. Sebab ia tahu kendati keselamatan itu anugerah namun bukan berarti mudah menjaganya. Bagaimana dengan Anda? Lebih mudah meraih hidup kekal daripada menjaganya.
April 23, 2015, 05:02:16 AM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Proses Kebangkitan Kristus

Ayat bacaan : Filipi 3:9-11; Yesaya 38:17 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati” (Filipi 3:10, 11).

Proses kebangkitan Yesus itu seperti ini: dilahirkan dari seorang perawan, dibaptiskan di sungai Yordan, disesah tentara Romawi, disalibkan di Golgota, lalu dibangkitkan pada hari ketiga. Dan yang dikehendaki Paulus adalah bersekutu dalam penderitaan dan kematian-Nya. Saya teringat dengan janji sepasang insan di depan pendeta yang hendak meneguhkan mereka dalam pernikahan kudus. Salah satu cuplikan kalimatnya adalah, “….. dalam suka dan duka….” Artinya mereka akan bersama-sama menikmati suka maupun duka. Kalau kita mengaku bersekutu dengan Kristus, kita juga harus bersatu dalam penderitaan dan kematian-Nya juga.

Bersekutu dalam penderitaan dan kematian Kristus bukanlah hal yang menyenangkan. Jangan membayangkan sesuatu yang indah di sini. Tidak ada yang indah di dalam penderitaan, kecuali bila Anda sadar bahwa penderitaan ini akan menuntun Anda pada kemuliaan Kristus. Inilah yang dimaksudkan Petrus, “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Petrus 1:6, 7).

Yesaya juga menyebutkan tentang penderitaan yang justru menuntunnya pada keselamatan (Yesaya 38:17). Tetapi kalau Anda digebuki satpam karena Anda ngutil di supermarket, itu bukan penderitaan yang dapat menuntun Anda pada kemuliaan Kristus. Saudara, kalau Anda belum pernah menderita karena Kristus, setidak-tidaknya diolok oleh teman karena iman Anda itu, maka Anda belum bersekutu di dalam penderitaan Kristus. Yesus sendiri berkata bawa mereka yang menjadi milik-Nya akan dibenci oleh dunia ini (Yohanes 15:19). Anda pasti akan dimusuhi dunia ini, di manapun Anda berada.

Renungan: Mintalah agar Tuhan melayakkan Anda untuk bersekutu di dalam penderitaan dan kematian-Nya supaya Anda boleh mendapatkan bagian di dalam kebangkitan-Nya. Ambillah sikap sebagai orang benar yang akan selalu hidup menurut firman-Nya. Kalau itu Anda lakukan, tak lama lagi akan datang penderitaan. Jangan meminta kemuliaan sebelum Anda mau menerima penderitaan-Nya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)