Author Topic: Daily Devotional  (Read 28094 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 09, 2018, 05:13:36 AM
Reply #1270
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Oct
Renungan Harian
Menjadi Prajurit

Mazmur 144: Efesus 6:12

”Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.”

Mazmur 144:1

Suatu saat kita semua akan menyadari bahwa Tuhan mempersiapkan kita untuk menjadi seorang prajurit. Saya tidak berkata bahwa kita berperang melawan manusia lain, tetapi melawan kubu-kubu keangkuhan manusia dan menaklukkan mereka di bawah kaki Kristus. Perlawanan kita juga terhadap musuh yang tidak kelihatan. Alkitab berkata, “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12).

Allah mau kita semakin bertumbuh dari bayi rohani sampai kepada prajurit dan sampai kepada kesempurnaan sebagai mempelai Kristus. Ada orang Kristen yang merasa puas jika menjadi bayi saja. Setiap hari minta diberi susu dan makanan bayi yang lunak. Karena itu bayi rohani tidak kuat menerima makanan yang keras. Saat pendetanya berbicara mengenai topik yang sulit dimengerti, mereka langsung enggan ke gereja lagi pada Minggu berikutnya. Padahal kita tidak boleh berlama-lama pada posisi sebagai bayi rohani. Kita harus beranjak menjadi dewasa dan menjadi prajurit yang tangguh di medan perang.

Paulus memberikan gambaran yang jelas tentang seorang prajurit Kristus (Efesus 6:14-18), dan apa saja yang harus dikenakan. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa kita tidak berperang melawan manusia, dan kita juga tidak berperang melawan iblis dan anteknya dalam arti kata bahwa Yesus sudah memenangkan pertempuran melawan penguasa dunia ini. Jadi kita melawan setiap tipu daya dan tipuan iblis kepada kita. Iblis sudah dilucuti kekuatannya, tetapi kita harus bertahan menghadapi panah-panah apinya. Dia telah memperdayai banyak orang percaya. Jadi perlengkapan sebagai seorang prajurit harus kita kenakan. Lagi pula Allah kita akan melatih kita untuk menjadi seorang prajurit yang gagah perkasa dan tahan banting di medan peperangan.

Kalau kita adalah seorang prajurit Kristus yang tangguh, maka kita tidak putus asa menghadapi olokan karena nama Yesus, tidak patah semangat ketika pencobaan datang, tidak menyerah saat keadaan buruk menghimpit kita, senantiasa bersukacita ditengah badai dan tetap yakin bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

 

Renungan :

Mau tidak mau Allah pasti akan membawa kita ke medan pertempuran. Berbagai penderitaan akan kita alami, tetapi Allah akan melatih kita menjadi seorang prajurit yang gagah perkasa.

 

 

Prajurit Kristus sejati tidak kenal kata “takut.”




October 10, 2018, 05:20:19 AM
Reply #1271
October 11, 2018, 05:07:15 AM
Reply #1272
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Oct
Renungan Harian
Pegang Komitmen Anda

Ayat Bacaan :

Mazmur 146; Galatia 2:20

Mazmur 146:2

 

Komitmen adalah transportasi janji menjadi kenyataan. Komitmen berbicara dengan kuat tentang minat kita. Dan tindakan yang berbicara lebih keras dari perkataan. Komitmen selalu menyediakan waktu ketika waktu itu mulai sirna dan melewati waktu ke waktu, tahun ke tahun. Komitmen adalah suatu yang berbentuk karakter, kuasa untuk mengubah sebuah permukaan sesuatu. Setiap hari adalah integritas yang berkemenangan melawan segala skeptisme.

Dan perlu disadari bahwa anggota gereja yang banyak belum tentu diikuti dengan komitmen yang tinggi. Mudah berkata “ya” kepada suatu ajakan, tetapi berkata “komitmen” butuh pemikiran yang panjang dan ujung-ujungnya enggan berkomitmen.

Gereja yang berhasil bukan sekedar berbicara tentang jumlah, tetapi tentang kualitas manusia yang berkomitmen. Sekarang ini banyak jemaat yang bertipe “pelancong” berpindah-pindah dari gereja yang satu ke gereja yang lain, ke persekutuan yang satu ke persekutuan yang lain. Alasannya, mereka mencari pendeta yang biasa memberikan hiburan segar . . . !

Boleh-boleh saja mereka melakukan hal itu, tetapi mana komitmen untuk berjemaat pada gereja lokal ? Kita harus melihat contoh seorang manusia yang berkomitmen. Dia adalah Daud. Dia berkomitmen untuk memuliakan Tuhan dan bermazmur bagiNya seumur hidupnya. Ini adalah salah satu contoh komitmen yang harus menjadi perhatian kita juga.

Komitmen berbicara tentang hubungan kita dengan Tuhan, gereja, keluarga dan pada diri sendiri juga. Manusia yang berkualitas adalah manusia yang berkomitmen dan tinggal dalam komitmen tersebut. Dan dia akan memperjuangkan sampai titik darah penghabisan untuk memegang komitmennya tersebut. Baginya komitmen adalah syarat untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Saya tidak tahu bagaimana dengan saudara. Apakah saudara telah memegang sebuah komitmen kepada Tuhan, diri sendiri, gereja, keluarga  dan sesama ? Sebab kalau tidak, kita hanyalah manusia yang berprilaku seperti bunglon.

 

Renungan :

Nyatakanlah hari ini bahwa kita akan berkomitmen untuk setia kepada Tuhan. Dan nyatakanlah juga bahwa tidak akan pernah berhenti mencintai suami/istri Saudara. Jangan pernah berpikiran untuk “menggantinya”. Nyatakanlah komitmen kita dalam tindakan.

 

Manusia yang berkomitmen ibarat perahu besar yang berlayar dengan tujuan yang pasti.



October 12, 2018, 05:21:59 AM
Reply #1273
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Oct
Renungan Harian
Allah Itu Baik

Ayat Bacaan :

Mazmur 147; Yakobus 1:13

Mazmur 147:3

 

God is good, all the times; All the times, God is good (Allah itu baik, sepanjang waktu; sepanjang waktu, Allah itu baik). Itulah pujian yang senantiasa dan penghormatan kita kepada Allah Bapa di dalam Yesus Tuhan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati dan dekat kepada jiwa-jiwa yang remuk (Mazmur 34:19). Jika sering mendengar orang mengucapkan “Tuhan memberikan pencobaan ini,” kita harus dengan tegas mengatakan “tidak!” Kita harus ingat bahwa Tuhan yang kita sembah di dalam Yesus Tuhan tidak pernah memberikan cobaan kepada anak-anakNya (Yakobus 1:13). Dan Tuhan tidak pernah bisa dicobai oleh yang jahat.

Ayat di atas (Mazmur 147:3) jelas sekali mengatakan bahwa Tuhan yang kita sembah di dalam Yesus Kristus menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Coba saja kalau Tuhan itu tidak baik, pastilah Dia akan menciptakan manusia yang dicintai dan sangat dimuliakan lebih dari setiap makhluk ciptaanNya itu pada hari pertama. Pasti manusia itu akan mati karena tidak ada yang dimakan dan dikelola. Tetapi sekali lagi Tuhan itu sangat baik. Dia menyediakan dahulu yang menjadi kebutuhan bagi manusia ciptaanNya.

Jika kita tengok ke belakang, apa yang sudah Tuhan perbuat bagi kita ? Hati kita pasti melimpah dengan ucapan syukur karena anugerahNya yang dilimpahkan kepada kita. Dan Tuhan itu peduli dengan kita, apapun keadaan kita, di manapun kita, Tuhan itu sungguh sangat amat baik bagi kita yang benar-benar mencari Dia.

God is good, all the times. All the times, God is good. Itulah yang keyakinan kita semua bahwa Allah itu baik dan akan tetap baik sampai selama-lamanya. Tetapi seringkali kita yang justru meninggalkan Tuhan, bukan Tuhan yang meninggalkan kita. Dan Tuhan itu setia kepada kita, tapi kitalah yang kadang-kadang tidak setia kepada Tuhan Yesus (1 Korintus 1:9). Oleh karena itu marilah kita meresponi kasih setia Tuhan dengan hati yang tulus.

 

Renungan :

Tangan Tuhan Yesus senantiasa terbuka bagi kita semua, apapun keadaan kita, bagaimanapun kondisi kita. Ingat Tuhan Yesus itu baik bagi semua orang yang datang kepadaNya. Dia selalu ingat kepada kita selama-lamanya.

 

Dunia berubah setiap saat, tetapi kebaikan Allah tak berubah kepada kita.




October 13, 2018, 05:12:32 AM
Reply #1274
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Oct
Renungan Harian
Samudera Raya Memuji Tuhan

Ayat Bacaan :

Mazmur 148; Lukas 19:40

Mazmur 148:7

 

Menurut riset yang diadakan oleh Lembaga National Geographic, ciptaan Tuhan yang berbobot hingga 40 ton – humpback whale (paus bangkok) – mempunyai kemampuan menyanyi yang mengagumkan. Rekaman telah dibuat dari nyanyian paus itu dalam berbagai pitch solo, duet, trio, dan paduan suara yang mengagumkan dengan durasi 6 sampai 30 menit. Luar biasa hebat ciptaan Allah ini. Bukankah benar perkataan pemazmur bahwa segenap samudera raya kiranya memuji Tuhan ?

Memang ciptaan Tuhan seharusnya memuliakan Sang Pencipta. Tidak sia-sia juga Tuhan menciptakan kita dengan lidah sebagai salah satu “perkakas” untuk memuliakan Dia.

Suatu hari Yesus dielu-elukan saat menuju Yerusalem. Suara sorak-sorai dan pujian yang ramai itu mengusik beberapa orang Farisi. Mereka menegor Yesus dan berkata supaya mereka diam. Tetapi apa jawab Yesus ? “Aku berkata kepadamu : Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak” (Lukas 19:40). Dengan kata lain, semua makhluk dan benda-benda wajib memuliakan Tuhan.

Memuji Tuhan tidak lagi menjadi hak asasi orang percaya, tetapi ini adalah kewajiban. Kalau kita tidak memuji Tuhan, maka Tuhan dapat memakai makhluk lain untuk memuji Dia. Kalau kita malas memuji Tuhan, maka segala yang ada di padang dapat dipakaiNya untuk memuji Tuhan. Dan kalau kita tidak punya waktu memuji Tuhan, maka segala ciptaan Tuhan di angkasa dapat memuliakan Dia. Tetapi alangkah indahnya bila anak-anak Tuhan yang telah ditebus oleh darahNya senantiasa mengagungkan namaNya.

 Jika ada umat yang tidak pernah lepas dengan pujian, maka itulah umat pengikut Kristus. Jika ada umat yang tidak pernah bosan memuliakan Tuhan, maka itulah pengikut Kristus. Kalau pujian bukan menjadi bagian dari hidup kita, maka perlu dipertanyakan lagi apakah kita benar-benar milik Kristus ?

Tak peduli situasi apa yang sedang kita hadapi, pujilah Tuhan. Tak peduli penderitaan apa yang sedang kita jalani, pujilah Tuhan.

Tak peduli masalah apa yang sedang menghampiri, pujilah Tuhan. Jika ada jurus yang paling ampuh untuk memberikan kita kekuatan untuk melewati masa-masa sukar, maka itu pasti “jurus pujian.”

 

Renungan :

Saudara suka memuji Tuhan ? Saudara senang memuliakan Tuhan ? Teruskan ! kalau belum, mulai sekarang biasakanlah mulut kita mengeluarkan kata-kata pengagungan bagi Allah kita.

 

Pujian kepada Tuhan akan mengubah kita.




October 15, 2018, 05:49:42 AM
Reply #1275
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Oct
Renungan Harian
Hidup Dalam Kemenangan

Ayat Bacaan:

Mazmur 149; 2 Korintus 2:14

Mazmur 149:3-5

Kapan kita hidup dalam kemenangan ? Jawabannya tentu saja saat kita mengalami kelahiran baru di dalam Tuhan Yesus Kristus. Coba simak 1 Yohanes 5:4 “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia : iman kita.”  Waktu kita mengambil keputusan untuk bertobat dan memberi diri dibaptis, saat itu juga sebenarnya kita sedang membawa hidup kita ke dalam kemenangan yang disediakan Allah bagi kita.

Hidup dalam kemenangan ini bukan terjadi karena usaha kita sendiri, melainkan karena anugerah Allah sebagaimana tercatat di dalam Yohanes 3:16 : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ada jaminan hidup yang kekal ketika kita berada dalam kemenangan Allah dan ini memang berbicara hal yang rohani. Namun dampak dari kemenangan rohani ini pada akhirnya akan berpengaruh kepada kehidupan jasmani, sebab hidup dalam kemenangan Allah itu bukan hanya terbatas pada hal rohani tetapi juga menyangkut hal yang bersifat jasmani.

Hal ini terbukti ketika Tuhan Yesus berkata : “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:33).

Saat bertemu dengan Allah kita pasti menang, lalu berikutnya kebutuhan kita yang bersifat jasmani dipenuhiNya. Jadi tidak ada alasan bagi orang percaya untuk hidup dalam kekuatiran ketika berada dalam kemenangan Allah. Walaupun tidak bisa dipungkiri kadang-kadang karena desakan kebutuhan hidup sehari-hari, kita bisa saja terjebak ke dalam nafsu duniawi dan mulai melupakan bahwa kita orang yang berkemenangan.

Apakah saudara adalah orang-orang yang berkemenangan ? Mari tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang menang. Ciri khas orang yang hidup dalam kemenangan Allah adalah penuh sukacita dan sorak-sorai, memuji-muji dengan tarian sebagaimana tercatat dalam ayat bacaan di atas.

 

Renungan :

2 Korintus 2:14 berkata, “ Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

 

Tetaplah dalam kemenanganNya, bersukacitalah dan bersyukurlah dalam segala hal !.



October 16, 2018, 05:22:16 AM
Reply #1276
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

5
Oct
Renungan Harian
Pujilah Tuhan !

Ayat Bacaan :

Mazmur 150; Wahyu 19:5

Mazmur 150:6

Apabila kita teliti keseluruhan kitab Mazmur ini, kita lihat bagaimana pemazmur juga sering mengalami masa-masa sukar dan berat. Pencobaan yang mereka alami sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang kita alami. Tapi pemazmur memiliki kunci sukses yang dapat menghantar mereka dari kemenangan yang satu kepada kemenangan yang lain. Kunci itu adalah pujian! Bahkan dalam pasal-pasal terakhir, pemazmur mengungkapkan pujian yang sangat indah. Ia memerintahkan kepada seluruh makhluk untuk memuji Tuhan. Tidakkah kita juga patut melakukan seperti apa yang pemazmur lakukan ?

Pernahkah terpikirkan oleh kita, bahwa memuji Tuhan itu dikategorikan ke dalam hak ataukah kewajiban? Kalau hak, berarti kita boleh melakukan boleh tidak. Tapi kalau kewajiban, suka atau tidak suka kita harus melakukan.

Celakanya, banyak orang Kristen menyamakan memuji Tuhan seperti membayar pajak. Semua orang tahu bahwa membayar pajak adalah kewajiban bagi setiap warga negara yang baik. Tetapi kenyataannya? Mereka berusaha menghindarkan diri untuk membayar pajak. Atau kalau tidak demikian mereka memanipulasi laporan keuangan perusahaan supaya pajak yang dibayarkan lebih kecil (kalau bisa gratis!) dari nilai yang seharusnya mereka bayar kepada pemerintah. 

Banyak orang Kristen bertindak sama saat memuji Tuhan. Mereka berusaha “memanipulasi” dengan cara “banyak alasan” untuk tidak memuji Tuhan. “maaf Tuhan, tokoku lagi sepi, bagaimana aku bisa memuji Engkau?” Yang lain berkata, “Tuhan kan tahu kalau aku baru saja di-PHK, bagaimana aku bisa memuji-Mu?” Akhirnya yang terjadi adalah mereka menjadi pemuji-pemuji terpaksa dengan muka cemberut, sekalipun mulut mereka menyanyi di gereja dengan bertepuk tangan. Tapi hati mereka kering dengan pujian.

Kita memuji Tuhan tidak dapat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi, sebab dalam ayat di atas menyebutkan biarlah setiap yang bernafas memuji Tuhan. Jikalau saat ini kita masih bisa bernafas, hal ini mengisyaratkan bahwa kita harus memuji Tuhan. Dan inilah ciri-ciri orang yang percaya kepada Tuhan bahwa dalam segala keadaan tetap memuji Tuhan, sebab mereka menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah. Jikalau saat ini kita sedang mengalami berbagai pergumulan, belajarlah untuk senantiasa memuji Tuhan sebagai ungkapan syukur atas kasihNya. Selain itu yakinlah bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan kepada mereka yang mengasihi Dia. Jangan enggan untuk memuji Tuhan sebab hanya Dialah yang patut kita puji dan tinggikan.

 

Renungan :

Janganlah kita manaikkan pujian pada saat kita menerima berkat yang berlimpah-limpah saja, melainkan pujilah Dia dalam segala keadaan dan segala tempat, sebab Allah bertahta di atas pujian umatNya.

 

Naikkanlah pujian bagi Tuhan sebagai dupa harum dalam kerajaanNya !




October 17, 2018, 05:22:15 AM
Reply #1277
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Oct
Renungan Harian
Jangan Anggap Remeh !

Amsal 1:8-19; Matius 7:11

”Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.”

Amsal 1:8

Sekali-kali jangan anggap remeh didikan ayah kita dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibu kita. Semua itu demi kebaikan kita sendiri. Sebab jika kita turut akan didikan ayah kita dan tidak menyia-nyiakan ajaran ibu kita, maka kita akan mendapatkan ”mahkota karangan bunga di kepala kita dan pada leher kita.” Semua itu adalah suatu kehormatan bagi kita juga.

Jika sering melihat tayangan di televisi, ketika seorang datang di daerah wisata seperti di pulau Bali, maka sang penyambut tamu akan memberikan kalungan bunga yang begitu menarik, dan memberikan kepada kita minuman. Itulah kehormatan yang diberikan kepada kita. Jika orang yang tidak mengenal Tuhan saja mengerti akan pemberian yang baik, maka didikan dan ajaran orang tua kita akan senantiasa kita ingat selama kita hidup.

Di dunia ini tidak ada orang tua yang memberikan batu kepada anaknya saat sang anak meminta roti. Pastilah orang tua kita akan memberikan yang baik kepada kita. Atau memberikan ular kepada anak yang meminta ikan. Orang tua dunia saja tahu memberikan yang baika kepada anaknya, apalagi Bapa kita yang ada di surga. Pasti Dia akan memberikan yang terbaik bagi mereka yang memintanya (Matius 7:11). Didikan dan ajaran itu sangat perlu diberikan kepada anak-anak kita. Bagaimana jika kita tidak mengindahkan didikan dan ajaran yang diberikan orang tua kita ? Dalam kitab Amsal 13:18 dengan jelas dikatakan bahwa orang mengabaikan didikan akan menerima cemooh dan kemiskinan. Miskin di sini dalam arti karena kurang didikan. Tetapi barangsiapa menerima didikan dan ajaran maka akan mendatangkan sukacita yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang hidupnya.

Tuhan sendiri juga akan mendidik kita supaya kita takut akan Dia. Karena : ”Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (Amsal 15:33). Dan takut akan Tuhan adalah permulaan akan pengetahuan.

 

Renungan :

Jangan anggap enteng dan remeh didikan dan ajaran orang tua kita. Sebab dari merekalah kita menjadi orang yang mengerti akan segala pengetahuan dan yang membawa kita kepada mahkota bunga. Bawalah anak-anak kita untuk takut kepada Tuhan Yesus, sebab Dialah sumber kehidupan.

 

Tidak ada didikan, maka biadablah rakyat.



October 18, 2018, 05:10:43 AM
Reply #1278
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Oct
Renungan Harian
Pilih Yesus !

Amsal 1:20-33; Yohanes 14:18

”Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku.”

Amsal 1:24-25

 

Kitab Amsal yang ditulis oleh raja Salomo bin Daud, berisi tentang hikmat dan didikan serta kata-kata yang bermakna. Untuk memberikan kecerdasan dan menambah ilmu bagi orang yang tidak berpengalaman dan bagi mereka yang bijak. Semuanya itu bersumber kepada satu pribadi yaitu Allah bapa yang kita sembah di dalam Yesus Kristus. Sebab Dialah sumber segala pengetahuan dan hikmat.

Hidup ini pilihan, mengapa dikatakan demikian ? Pertama : Tuhan tidak pernah memaksakan kehendakNya kepada kita. Salah satunya contohnya kepercayaan, banyak tumbuh di muka bumi ini kepercayaan lain. Dan Tuhan tidak memaksakan. Bisa saja Tuhan memaksakan kehendakNya. Agar setiap orang percaya dan ikut kepada Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus. Jadi jika tidak ikut, mati sekarang juga. Apakah demikian ? Tentu tidak. Kedua : Tuhan tidak pernah membiarkan kita hidup sendiri. Tak pernah Dia meninggalkan kita, tetapi sekali lagi justru kita yang seringkali meninggalkan Tuhan sendirian. Bahkan pada saat Tuhan memanggil kita dengan nama kita, namun kita tidak mendengarkannya, bahkan tangan Tuhan yang senantiasa terulur. Tetapi sekali lagi kita tidak memperhatikannya.

Pertama, Tuhan Yesus datang ke dunia ini tidak membawa agama atau kepercayaan. Tetapi bagi siapa saja yang mau ikut dan percaya dengan segenap hati dan mengaku dengan bibir dan hati kita, maka kita ini disebut orang Kristen atau pengikut Kristus. Mari kita lihat di dalam Injil Yohanes 14:6 dengan jelas berkata “bahwa tidak seorangpun datang kepada Allah Bapa, jikalau tidak melalui Yesus Kristus.” Kedua, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Di dalam Yohanes 14:18, Tuhan Yesus Kristus segera datang, tidak akan lama lagi. Oleh karena itu marilah kita pilih suatu pilihan yang tepat dan yang akan membuat hidup kita menjadi berarti.

Memilih Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat adalah suatu keputusan yang sangat amat tepat. Oleh karena itu janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan ini supaya kita beroleh hidup yang kekal.

 

Renungan :

Pilih Yesus adalah pilihan yang terbaik, tepat dan sempurna. Janganlah pernah untuk mengingkarinya, sebab sebentar juga Dia akan datang menjemput kita.

 

Yesus adalah pilihan yang terbaik dan sempurna.


October 19, 2018, 06:02:33 AM
Reply #1279
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


19
Oct
Renungan Harian
Beratkah Hidup Jujur?

Amsal 2:1-22; Markus 12:14

”Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya”

Amsal 2:7

 

Salah satu modal dalam dunia bisnis adalah kepercayaan. Namun demikian ada pertanyaan, apakah dunia bisnis itu benar-benar bisa dipercaya ? Jawabannya ya dan tidak, prosentasenya barangkali tidak bisa dituangkan dalam angka-angka sebab dibutuhkan penelitian, namun banyak juga bisnis yang baik dikotori oleh oknum-oknum yang tidak baik.

Kalau menengok sedikit tentang keberadaan perekonomian bangsa Indonesia maka muncul pertanyaan, mengapa dari sisi perokonomian jalannya terseok-seok, apakah nusantara ini kehilangan potensi alam dan sumbar daya manusia ? saya rasa tidak demikian, hal ini disebabkan oleh adanya aparatur negera yang menjual kejujurannya demi sepiring nasi dan semangkok bakso yang harganya barangkali mencapai 500 juta hingga satu milyar per sendok. Sehingga mereka tidak lagi bersikap jujur, mereka tidak lagi mau berjuang memajukan bangsa dan negaranya. Malah justru sebaliknya menggrogoti dan menjadi “duri dalam daging” bagi bangsa ini. Begitu beratkah hidup dalam kejujuran ?

Jika setiap departemen dalam pemerintahan diduduki oleh aparatur yang jujur dan berwibawa, maka dapat dipastikan bahwa tidak sampai 3 tahun bangsa ini sudah keluar dari keterpurukan, namun ironisnya betapa sulitnya mencari orang yang jujur.

Bagaimana dengan kita ? Sebelum berbicara tentang kejujuran orang lain, apakah kita sendiri sudah menjadi orang jujur. Begitu pentingkah hidup jujur ? Jawabannya ya, sebab Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur. Mengapa kadang pertolongan Tuhan terasa terlambat dalam hidup kita ? Barangkali karena kita kurang jujur. Orang yang hidup jujur dipastikan hidupnya tidak bercela, dan Firman Tuhan meneguhkan bukan hanya pertolonganNya yang nyata. Tuhan pun juga menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.

Ada poin berikutnya yang akan muncul di dalam diri orang yang berlaku jujur, yaitu mereka akan lebih mudah mengerti tentang kebenaran, keadilan dan kejujuran serta setiap jalan yang baik. Karena hikmat akan masuk ke dalam hatinya dan pengetahuan akan menyenangkan jiwanya” (Amsal 2:7-10).

 

Renungan :

Mari teladani kejujuran Tuhan Yesus, seperti tertulis  dalam Markus 12:14, “Orang-orang itu datang dan berkata kepadaNya : “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran . . . . .”

 

Walaupun berat untuk hidup jujur, berusahalah melakukannya sebab orang-orang jujurlah yang dicari Tuhan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)