Author Topic: Daily Devotional  (Read 26952 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 31, 2018, 06:04:19 AM
Reply #1290
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


31
Oct
Renungan Harian
Dari Keringat Sendiri

Amsal 12; 2 Tesalonika 3:10

”Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.”

Amsal 12:9

Sorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju sebuah warung di kaki lima. Saat ia sedang makan, datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue, “Pak, mau beli kue ?” Dengan ramah pemuda itu menjawab, “tidak, saya sedang makan.”

Anak kecil tersebut tidaklah putus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab “tidak dik, saya sudah kenyang.”

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung itu, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan ibunya.Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan.

“Pak mau beli kue saya ?” Pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp.1.500 dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik.” Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasih kepada orang lain.

“Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil ?” anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu di rumah ingin menjualkan kue ibunya, bukan jadi pengemis dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan itu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis.”

Pemuda tadi merasa kagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu adalah sebuah kehormatan.” Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan anak kecil itu, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tetapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu ! Kerja adalah sebuah kehormatan.

 

Renungan :

Betapa indahnya bila manusia dapat menghasilkan uang dari keringatnya sendiri. Memang ada orang yang mendapatkan uang dari warisan atau cara lain selain bekerja, tetapi kita harus ingat bahwa orang yang bekerja sedang melakukan kehendak Tuhan.

 

Uang seribu rupiah dari hasil kerja sendiri lebih tinggi nilainya dari sejuta rupiah karena pemberian, apalagi dari hasil korupsi.



November 01, 2018, 09:08:16 AM
Reply #1291
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


01
Nov
Renungan Harian
Wariskan Yang Baik

Amsal 13; Yohanes 13:15

”Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.”

Amsal 13:22

Seorang pria mengamati tetangganya yang berumur 80 tahun sedang menanam pohon mangga. Ia bertanya, “Anda tentu tidak berharap untuk menikmati buahnya bukan ? Paling sedikit dibutuhkan 20 tahun sampai pohon itu berbuah.”

Orang tua itu menghela nafas sejenak dan menjawab, “Tidak, mungkin saya tidak akan pernah melihat pohon ini berbuah. Saya saudah terlalu tua untuk menunggu saat itu. Tapi tidak apa-apa . . .  Selama hidup saya sudah menikmati buah mangga . . . tetapi bukan dari pohon yang saya tanam sendiri. Kalau saja tidak ada orang yang menanam pohon mangga, seperti yang saya lakukan sekarang mungkin saya tidak akan pernah bisa menikmati buah mangga. Saya hanya berusaha berbuat yang sama dan berharap semua orang yang menikmati buahnya akan menanam juga untuk generasi berikutnya.”

Ini adalah contoh seorang yang baik dan bijaksana. Dan orang baik akan mewariskan buah yang baik, bukannya yang busuk.

Ada banyak orang yang tidak memikirkan hal-hal yang baik bagi generasi berikutnya. Contoh sederhana adalah penggundulan hutan secara sembarangan. Mereka bertindak semena-mena terhadap alam dan dampaknya mungkin tidak langsung dirasakan, tetapi anak cucu kita akan menanggung akibatnya. Betapa bodohnya manusia yang tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan generasi berikutnya. Mereka adalah manusia-manusia yang hanya peduli dengan dirinya sendiri. Sebuah keegoisan yang akan membunuh generasi berikutnya.

Kita harus mewariskan hal-hal  yang baik termasuk harta kekayaan untuk anak cucu kita.  Jangan mewariskan mereka hutang ! Jadi apa yang kita pikirkan jangan semata-mata hanya diri sendiri. Pikirkanlah hal-hal baik apakah yang akan kita wariskan kepada generasi kita berikutnya.

Yesus banyak mewariskan hal-hal yang baik kepada kita, termasuk keteladanan. Dia berkata, “Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (Yohanes 13:15). Kalau kita dapat mewariskan keteladanan yang baik, maka kita akan disebut berhasil “meninggalkan warisan bagi anak cucu.”

 

Renungan :

Marilah kita mewariskan harta yang baik kepada anak cucu kita. Mereka harus lebih baik dari kita. Mereka harus menjadi berkat melalui perbuatan kita.

 

Warisan yang baik akan membuat anak-anak kita mampu menjalani hidup untuk mencapai kesuksesan.




November 02, 2018, 05:55:24 AM
Reply #1292
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


02
Nov
Renungan Harian
Siput Yang Cemburu

Amsal 14; Efesus 4:7

”Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

Amsal 14:30

 

Seekor siput yang tinggal di samudera memperhatikan tingkah laku cangkang besar yang ditinggal oleh seekor lobster dengan penuh kecemburuan. “Betapa indah istananya. Aku berharap suatu saat dapat tinggal di situ. Dan teman-temanku pasti akan memuji-mujiku,” gumam si siput.

Suatu saat siput yang cemburu itu memperhatikan si lobster berjalan keluar dari cangkangnya dan tinggal di cangkang yang lebih besar. Inilah kesempatan baik, pikirnya. Dia bergegas menuju “istana” yang telah lama didambakannya itu. Dan dia telah mengumumkan kepada teman-temannya bahwa dia akan mengambil alih “istana” yang megah itu.

Burung-burung dan binatang lainnya memperhatikan rekan kecilnya itu keluar dari cangkangnya yang kecil dan berguling masuk ke dalam cangkang yang lebih besar itu. Dia mencoba sekuat tenaga agar bisa pas masuk ke dalamnya. Tetapi apapun daya yang telah dikeluarkannya si siput kecil itu jelas masih kedodoran tinggal di cangkang yang besar tersebut. Dia terlalu kecil ! Tetapi dengan sombong dia memaksa untuk tetap tinggal di dalamnya, sampai keesokan harinya teman-temannya menemukannya dalam keadaan mati karena kedinginan semalaman.

Itulah harga dari kecemburuan dan iri hati.

Belajar puas dengan apa yang ada pada diri kita adalah cara yang bijak untuk membunuh kecemburuan. Sayangnya kita sendiri senang memperhatikan rumput tetangga dan akhirnya keluarlah sebuah kesimpulan dalam hati kita, “rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita.” Itulah akibat dari kebiasaan kita yang suka membandingkan diri kita dengan orang lain.

Paulus berkata dalam salah satu suratnya, “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus” (Efesus 4:7). Jadi sebenarnya kita harus hidup dalam takaran yang Tuhan sudah berikan. Bukan berarti kita harus berhenti untuk berkarya. Tidak sama sekali. Tetapi harus belajar untuk menghargai anugerah Allah dalam hidup kita. Belajarlah juga untuk puas dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita. Mulai sekarang berhentilah membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Jangan mengingini istana orang lain  !

 

Renungan :

Buanglah semua iri hati dan kecemburuan dalam diri kita. Belajarlah untuk puas bersama Yesus. Orang yang iri hati akan mudah terserang berbagai penyakit. Hati-hatilah !

 

Manusia membunuh oleh karena iri hati dan kecemburuan.




November 03, 2018, 06:09:27 AM
Reply #1293
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Nov
Renungan Harian
Anda Pemarah ?

Amsal 15; Matius 21:12-17

”Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.”

Amsal 15:18

Kemarahan adalah suatu emosi yang sulit dihadapi karena beberapa alasan. Kita mungkin tumbuh dalam suatu keluarga dimana kemarahan diekspresikan dalam cara yang menyakitkan, agresif atau kasar. Kita mungkin juga diajarkan bahwa ekspresi kemarahan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dan kita belajar untuk menekan atau menyembunyikannya.

Banyak diantara kita merasa marah tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kemarahan tersebut. Kita mungkin malah berpura-pura segala sesuatu baik-baik saja sementara di dalam diri kita merasa penuh dengan amarah atau kita mengekspresikan  kemarahan dengan meluapkannya keluar, menjerit atau menyakiti mereka yang dekat dengan kita.

Sebenarnya marah adalah suatu emosi manusia yang normal. Kita pernah merasa marah dalam situasi tertentu : ketika kita terjebak dalam suatu kemacetan, jika teman meledek kita, ketika atasan memperlakukan kita secara tidak hormat. Bagi sebagian besar, marah adalah suatu emosi perlindungan diri yang bertindak sebagai suatu bendera merah yang memperingatkan kita bahwa sesuatu sedang terjadi pada kita. Marah dapat juga suatu emosi yang berguna yang dapat mengingatkan kita untuk bertanggungjawab, membuatu suatu perubahan atau melindungi diri dalam suatu situasi.

Tetapi marah menjadi tidak normal apabila kita melakukan hal-hal yang tidak wajar seperti menyimpan dendam dan melukai orang yang telah menimbulkan kemarahan kita. Memang batasan antara marah yang “benar” dengan marah yang tak terkendali menjadi tipis. Dan orang yang marah lebih banyak melakukan kesalahan daripada bertindak benar.

Alkitab menceritakan bahwa Yesus menjadi marah saat mengetahui bahwa Bait Suci telah dikotori dengan para pedagang (Matius 21:12-17). Tetapi amarah Yesus dengan amarah kita jelas berbeda. Amarah Yesus berada di bawah kendali yang terkuasai sempurna, dan amarah Allah adalah bagian dari kodratNya sebagai Yang Maha Kuasa. Tetapi amarah manusia dapat membangkitkan pertengkaran. Meskipun amarah adalah bagian dari kemanusian kita, namun itu tidak dianjurkan. Yang dianjurkan adalah sabar !

 

Renungan :

Apakah kita adalah seorang mudah tersulut emosinya ? Sudahkah kita perhatikan kebodohan-kebodohan yang kita lakukan saat kita marah ?

 

Orang yang sabar adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri.



November 04, 2018, 12:32:29 PM
Reply #1294
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Nov
Renungan Harian
Gunakan Lidah Dengan Bijak

Amsal 16; Yakobus 3:8

”Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”

Amsal 16:24

 

Seekor kodokk sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua diantara kodok tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil.

Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya “apa kau tidak mendengar teriakan kami ?” Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Kita melihat contoh sebuah kekuatan perkataan. Banyak orang yang begitu ceroboh dengan ucapannya, padahal apa yang diucapkannya itu dapat membunuh atau menghidupkan seseorang. Dan kenyataannya banyak orang yang hilang semangatnya ketika temannya datang dengan kata-kata yang menjatuhkan semangatnya. Tetapi ada juga kata-kata bijak yang dapat memberikan kekuatan dan membangkitkan semangat hidup seseorang.

Hati-hatilah !, bagaimana cara kita menggunakan lidah kita. Kita dapat menjadi berkat bagi teman-teman kita bila kita tahu bagaimana memberikan kekuatan melalui perkataan kita.

Kemampuan lidah yang dapat mematikan seseorang ini diungkapkan oleh Yakobus, “Tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan” (Yakobus 3:8).

 

Renungan :

Marilah kita gunakan lidah kita untuk memuliakan Tuhan dan memulihkan saudara-saudara kita yang sedang terpuruk. Latihlah lidah kita untuk hal-hal yang positif.

 

Lidah adalah obat yang menguatkan sekaligus senjata yang mematikan.



November 05, 2018, 06:31:32 AM
Reply #1295
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Nov
Renungan Harian
Gunakan Lidah Dengan Bijak

Amsal 16; Yakobus 3:8

”Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”

Amsal 16:24

 

Seekor kodokk sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua diantara kodok tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil.

Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya “apa kau tidak mendengar teriakan kami ?” Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Kita melihat contoh sebuah kekuatan perkataan. Banyak orang yang begitu ceroboh dengan ucapannya, padahal apa yang diucapkannya itu dapat membunuh atau menghidupkan seseorang. Dan kenyataannya banyak orang yang hilang semangatnya ketika temannya datang dengan kata-kata yang menjatuhkan semangatnya. Tetapi ada juga kata-kata bijak yang dapat memberikan kekuatan dan membangkitkan semangat hidup seseorang.

Hati-hatilah !, bagaimana cara kita menggunakan lidah kita. Kita dapat menjadi berkat bagi teman-teman kita bila kita tahu bagaimana memberikan kekuatan melalui perkataan kita.

Kemampuan lidah yang dapat mematikan seseorang ini diungkapkan oleh Yakobus, “Tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan” (Yakobus 3:8).

 

Renungan :

Marilah kita gunakan lidah kita untuk memuliakan Tuhan dan memulihkan saudara-saudara kita yang sedang terpuruk. Latihlah lidah kita untuk hal-hal yang positif.

 

Lidah adalah obat yang menguatkan sekaligus senjata yang mematikan.




November 06, 2018, 05:16:13 AM
Reply #1296
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Nov
Renungan Harian
Gunakan Lidah Dengan Bijak

Amsal 16; Yakobus 3:8

”Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”

Amsal 16:24

 

Seekor kodokk sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua diantara kodok tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil.

Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya “apa kau tidak mendengar teriakan kami ?” Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Kita melihat contoh sebuah kekuatan perkataan. Banyak orang yang begitu ceroboh dengan ucapannya, padahal apa yang diucapkannya itu dapat membunuh atau menghidupkan seseorang. Dan kenyataannya banyak orang yang hilang semangatnya ketika temannya datang dengan kata-kata yang menjatuhkan semangatnya. Tetapi ada juga kata-kata bijak yang dapat memberikan kekuatan dan membangkitkan semangat hidup seseorang.

Hati-hatilah !, bagaimana cara kita menggunakan lidah kita. Kita dapat menjadi berkat bagi teman-teman kita bila kita tahu bagaimana memberikan kekuatan melalui perkataan kita.

Kemampuan lidah yang dapat mematikan seseorang ini diungkapkan oleh Yakobus, “Tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan” (Yakobus 3:8).

 

Renungan :

Marilah kita gunakan lidah kita untuk memuliakan Tuhan dan memulihkan saudara-saudara kita yang sedang terpuruk. Latihlah lidah kita untuk hal-hal yang positif.

 

Lidah adalah obat yang menguatkan sekaligus senjata yang mematikan.




November 07, 2018, 05:29:09 AM
Reply #1297
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Nov
Renungan Harian
Kuasa Nama Yesus

Amsal 18; Filipi 2:9-11

”Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”

Amsal 18:10

Seorang hamba Tuhan bersaksi demikian :

Pada tanggal 18 Juni – 2 Juli 2004 saya beserta rombongan melakukan Mission Trip ke Jawa Tengah tepatnya ke desa Karang Asem, Petarukan – Pemalang. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah keluarga bapak Sakrim, istrinya bernama ibu Asiah. Bapak Sakrim berusia sekitar 60 tahun dan ibu Asiah berusia sekitar 55 tahun. Bapa Sakrim bekerja di ladang sementara istrinya ibu rumah tangga biasa. Ibu Asiah ini menderita tuli/tidak dapat mendengar sejak masih kecil, kurang lebih usia 10 tahun. Ia menderita tuli akibat sering dibenturkan kepalanya setiap kali berkelahi dengan saudaranya.

Pada tanggal 23 Juni 2004 pagi jam 10, kami mengunjungi rumahnya. Kami berbincang-bincang dengan suaminya, sementara ibu Asiah hanya duduk diam. Sebelumnya kami tidak tahu kalau ibu Asiah ini menderita tuli. Setelah itu kami menawarkan diri untuk membantu keluarga ini dalam doa. Mereka tidak keberatan. Lalu kami semua bersama-sama memuji Tuhan dan berdoa.

Saya berdoa (sambil memegang telinga ibu Asiah, dia memeluk saya) “Dalam Nama Yesus” agar ROH KUDUS melepaskan kuasa kesembuhan pada ibu Asiah. Puji Tuhan, waktu itu kuasa Tuhan bekerja menjamah ibu Asiah. Ibu itu menangis agak keras ketika kami doakan dan setelah itu mendadak ia berbicara. Lalu ia mengatakan bahwa ia dapat mendengar kembali dan menceritakan sebab-sebabnya dulu ia tidak dapat mendengar. Lalu kami kembali berdoa bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang sudah menjamah dan memberi kesembuhan pada ibu Asiah. Hal ini juga terjadi berkat ibu Asiah melepaskan pengampunan bagi saudara-saudaranya yang telah menyakiti dia dulu.

Ada kuasa di dalam nama Yesus ! Dan benarlah jika Salomo berkata bahwa nama Tuhan adalah menara yang kuat. Di sana kita akan menemukan keselamatan, damai sejahtera, kekuatan, kesembuhan, dan penghiburan. Dan kepada nama ini Allah Bapa berkata, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku : “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa” (Filipi 2:9-11) !

 

Renungan :

Jangan pernah meragukan kuasa di dalam nama Yesus. Nama Yesus telah terbukti ampuh dan menyelamatkan kita semua. Kalau kita sakit, berdoalah di dalam nama Yesus. Kalau kita membutuhkan sesuatu berdoalah di dalam nama Yesus.

 

Menyerukan nama Yesus dengan iman adalah jaminan kemenangan kita.




November 08, 2018, 05:21:12 AM
Reply #1298
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


08
Nov
Renungan Harian
Belajarlah Memancing Ikan

Amsal 20; Kolose 3:17

”Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.”

Amsal 20:5

 

Sebuah pepatah kuno Cina mengatakan : “Jika kau ingin berbahagia sejam, minumlah anggur. Jika kau ingin berbahagia selama tiga hari, menikahlah. Jika kau ing-*in berbahagia selama-lamanya, belajarlah untuk memancing ikan.”

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa orang Cina memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka adalah pekerja yang ulet dan selalu sukses dimana saja mereka ditempatkan. Dan sebagai orang percaya kita juga harus belajar menghargai keringat yang kita keluarkan untuk mendapatkan makanan kita.

Ini adalah beberapa kesalahan tentang pekerjaan :

Pertama, malas. Sebuah karya yang hebat pastilah tidak muncul secara otomatis. Harus ada kerja kerasa dan kerajinan. Memang ada orang Kristen yang berdalih bahwa berkat itu datangnya dari Tuhan, jadi kalau Tuhan mau memberkati maka kerja asal-asalan saja pasti akan mendatangkan keuntungan besar. Ini adalah cara pandang yang konyol. Allah tidak mungkin memberkati orang yang malas. Malahan Tuhan memerintahkan kita untuk belajar dari sang guru alam : semut (Amsal 6:6-8)

Kedua, ingin cepat kaya. Memang kita dimanja oleh segala fasilitas yang serba instan. Kopi instan, teh instan, makanan instan alias cepat saji. Tetapi untuk meraih sukses, perlu kerja keras. Tidak ada jalan tol untuk menuju ke sana. Dan jangan bermimpi untuk mendapatkannya, sebab harta yang cepat diraih juga akan cepat habisnya. Mungkin inilah pikiran para penjudi yang sedang memainkan dadunya di ruangan judi. Mereka berharap lemparannya dapat menjadikannya kaya medadak.

Ketiga, rakus. Rakus sama bahayanya dengan malas. Mungkin orang yang rakus adalah seorang pekerja keras, tetapi ambisi dan cita-citanya telah dileburkan bersama dengan hawa nafsunya. Apa yang dilakukannya tidak pernah memuaskannya dan dagingnya menuntut untuk dipuaskan segala keinginannya.

Keempat, bekerja setengah hati. Apa saja yang dilakukan dengan setengah hati tidaklah akan mencapai hasil yang maksimal. Meskipun kita terjebak pada situasi dimana kita bekerja bukan pada bidang yang kita sukai, cobalah untuk besemangat dalam bekerja. Sebab segala sesuatu yang dilakukan dengan semangat akan menghasilkan perkara-perkara yang di luar dugaan.

 

Renungan :

Kalau kita bekerja pastilah Tuhan akan memberkati kita, sebab firmanNya berkata bahwa Dia akan membuat berhasil apapun yang kita lakukan (Mazmur 1:3).

 

Berkat Tuhan adalah untuk mereka  yang rajin dan yang mengandalkanNya.




November 09, 2018, 05:33:57 AM
Reply #1299
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Nov
Renungan Harian
Jangan Suka Bertengkar

Amsal 21; Matius 5:9

”Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.”

Amsal 21:19

 

Saudara pernah ke padang gurun ? Bagaimana rasanya tinggal di padang gurun ?  Gersang, kering, haus, kelaparan, binatang buas, dsb; itulah yang akan kita nikmati. Tetapi sindirian yang paling tajam dan tanpa basa-basi adalah sindirian yang dilontarkan oleh Salomo dalam salah satu amsalnya. Para wanita janganlah protes, sebab amsal ini ditujukan kepada wanita-wanita khusus yang tingkahnya mirip harimau yang ekornya diikat dengan tali : marah, geram dan mencari bahan untuk bisa berkelahi dengan orang lain.

Perempuan ditakdirkan sebenarnya untuk hidup sebagai penolong bagi suami dan karakternya lemah lembut, sebab sifat maskulin hanya dimiliki oleh para pria. Anehnya banyak para perempuan yang wajah keibuan, namun kaki bak pemain sepak bola. Artinya tidak ada lagi kelembutan dalam diri mereka. Dan selalu saja ada bahan untuk dipertengkarkan. Kalau suami tidak betah di rumah, saudara tentu tahu siapa yang paling bertanggung jawab dalam keadaan itu. Terlepas dari apakah si suami menjalin kasih dengan wanita lain ataukah si suami senang keluyuran di klub-klub malam, seorang istri mempunyai andil dalam petualangan suami. Daripada menyalahkannya, cobalah introspeksi sambil belajar menerima celah-celah kelemahan diri kita. Lalu mintalah Tuhan membenahi celah-celah kelemahan itu.

Betapa sengsaranya tinggal di rumah dengan seorang (wanita atau pria) yang suka bertengkar. Mending ke padang gurun ! Betapa tersiksanya kalau itu menimpa hidup kita.

Apakah kita adalah seorang yang suka bertengkar. Jangan manjadi bencana bagi orang lain. Belajarlah untuk menjadi berkat dan menjadi orang yang suka perdamaian. Sebab Alkitab berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).

 

Renungan :

Orang yang suka bertengkar adalah ciri orang Kristen yang masih hidup dalam kedagingan. Itu adalah manusia lama kita yang seharusnya kita buang jauh-jauh.

 

Orang suka bertengkar biasanya adalah upaya untuk menutupi kelemahannya.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)