Author Topic: Daily Devotional  (Read 38603 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 10, 2018, 05:08:02 AM
Reply #1300
November 11, 2018, 11:45:35 AM
Reply #1301
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id



11
Nov
Renungan Harian
Jangan Rakus !

Amsal 23; Filipi 3:19

”Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!”

Amsal 23:2

Kidung Agung 2:15 berkata, “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” Kadang-kadang rubah mencari makanan di dalam kebun anggur dan menyantap buah-buahnya. Tetapi rubah yang kecil justru lebih mencelakakan bagi para petani anggur sebab rubah-rubah kecil tidak mampu menjangkau buah-buah anggur, lalu mereka akan mengunyah batangnya dan itu akan merusakkan semua buahnya. Pohon itu akan mati.

Ada dosa yang kita anggap kecil tetapi bisa menjadi sesuatu yang amat mencelakakan. Dosa itu adalah rakus – makan berlebihan. Kita lihat banyak manusia yang rakus dan menjadikan perut sebagai tuhan mereka. Alkitab sudah memperingatkan, ” Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi” (Filipi 3:19).

Mungkin orang berkata bahwa kita rajin ke gereja dan mempunyai kerohanian yang patut menjadi teladan bagi orang lain, tetapi ada masalah besar apabila orang bertanya tentang kebiasaan kita makan. Sebab sebagian dari kita tidak dapat diet apalagi berpuasa. Saat berada di meja makan kita menjadi manusia yang bisa menyantap apa saja, kecuali meja dan kursinya. Kita bisa menjadi manusia yang begitu rakus. Akhirnya banyak kasus anak-anak Tuhan yang kelebihan berat badan, timbunan lemak menjadi hiasan tubuh mereka. Belum lagi kolesterol dan gula darah yang sering menanjak naik. Padahal kunci sukses untuk melayani Tuhan adalah sehat rohani dan jasmani.

Contoh manusia yang dapat mendisiplinkan dirinya untuk tidak mengijinkan “rubah kecil” menggerogoti tubuhnya adalah Daniel. Sementara para pegawai istana Babel menyantap makanan raja. Daniel justru menghindarinya. Dia bahkan menantang mereka supaya ia hanya diberi makanan sayur dan air untuk diminum, maka sepuluh hari kemudian diketahuilah bahwa ternyata perawakan Daniel lebih baik dan segar (Daniel 1:15). Saya tidak bermaksud berkata bahwa saudara tidak boleh makan daging, sebab bagaimanapun juga daging adalah sumber protein yang baik. Makanlah tetapi secukupnya.

 

Renungan :

Hati-hati bila kerakusan telah menguasai hidup kita. Taruhlah pisau di leher, kata penulis Amsal. Sebab kerakusan dapat membunuh kita.

 

Dosa yang kita anggap jinak adalah kerakusan.


November 12, 2018, 05:55:06 AM
Reply #1302
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Nov
Renungan Harian
Jangan Rakus !

Amsal 23; Filipi 3:19

”Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!”

Amsal 23:2

Kidung Agung 2:15 berkata, “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” Kadang-kadang rubah mencari makanan di dalam kebun anggur dan menyantap buah-buahnya. Tetapi rubah yang kecil justru lebih mencelakakan bagi para petani anggur sebab rubah-rubah kecil tidak mampu menjangkau buah-buah anggur, lalu mereka akan mengunyah batangnya dan itu akan merusakkan semua buahnya. Pohon itu akan mati.

Ada dosa yang kita anggap kecil tetapi bisa menjadi sesuatu yang amat mencelakakan. Dosa itu adalah rakus – makan berlebihan. Kita lihat banyak manusia yang rakus dan menjadikan perut sebagai tuhan mereka. Alkitab sudah memperingatkan, ” Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi” (Filipi 3:19).

Mungkin orang berkata bahwa kita rajin ke gereja dan mempunyai kerohanian yang patut menjadi teladan bagi orang lain, tetapi ada masalah besar apabila orang bertanya tentang kebiasaan kita makan. Sebab sebagian dari kita tidak dapat diet apalagi berpuasa. Saat berada di meja makan kita menjadi manusia yang bisa menyantap apa saja, kecuali meja dan kursinya. Kita bisa menjadi manusia yang begitu rakus. Akhirnya banyak kasus anak-anak Tuhan yang kelebihan berat badan, timbunan lemak menjadi hiasan tubuh mereka. Belum lagi kolesterol dan gula darah yang sering menanjak naik. Padahal kunci sukses untuk melayani Tuhan adalah sehat rohani dan jasmani.

Contoh manusia yang dapat mendisiplinkan dirinya untuk tidak mengijinkan “rubah kecil” menggerogoti tubuhnya adalah Daniel. Sementara para pegawai istana Babel menyantap makanan raja. Daniel justru menghindarinya. Dia bahkan menantang mereka supaya ia hanya diberi makanan sayur dan air untuk diminum, maka sepuluh hari kemudian diketahuilah bahwa ternyata perawakan Daniel lebih baik dan segar (Daniel 1:15). Saya tidak bermaksud berkata bahwa saudara tidak boleh makan daging, sebab bagaimanapun juga daging adalah sumber protein yang baik. Makanlah tetapi secukupnya.

 

Renungan :

Hati-hati bila kerakusan telah menguasai hidup kita. Taruhlah pisau di leher, kata penulis Amsal. Sebab kerakusan dapat membunuh kita.

 

Dosa yang kita anggap jinak adalah kerakusan.



November 13, 2018, 06:09:55 AM
Reply #1303
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Nov
Renungan Harian
Jangan Mendendam !

Amsal 25; Matius 5:44

”Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.”

Amsal 25:21

 

David Burke adalah mantan pegawai perusahaan pesawat terbang. Dia telah mengeluarkan senjata apinya, mendembak pilot, dan menyebabkan penerbangan Pacific Southwest Airlines terjun ke bumi dan membunuh semua penumpangnya yang berjumlah 43 orang. Seorang petugas kabin berkata, “Kita punya masalah disini.” Burke menyela, “Aku adalah masalahnya.” Sebuah tulisan kecil yang bernuansa dendam ditemukan : “Hai Ray. Sungguh ironis kalau kita semua akan berakhir seperti ini.”

Burke telah dipecat dari pekerjaan setelah ia dipergoki mencuri uang $69 dari pembayaran koktail. Dan dendam itu disimpannya sampai sebuah pesawat dan penumpang di dalamnya harus menerima nasib yang tragis.

Seorang yang dendam dapat bertindak nekat dan melakukan hal-hal yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Seorang yang dendam juga akan kehilangan akal sehatnya dan selalu menuruti kemauan nafsunya sendiri.

Tetapi Yesus mengajarkan sebaliknya. Yesus mengajarkan kasih. Yesus mengajarkan membalas kejahatan dengan kebaikan. Yesus mengajarkan untuk berbuat baik kepada musuh. Apa yang ditulis oleh Salomo dikutip lagi oleh Yesus dalam perkataan, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Kita terbiasa hidup dalam dunia  yang penuh dendam. Seolah-olah membalas dendam adalah tindakan perkasa dan ksatria. Dunia sudah terlanjur memberikan cap “hebat” kepada seorang yang berhasil membalas sakit hatinya. Lihat saja tema film yang diputar di tv maupun di bioskop yang sarat dengan dendam. Dan hati nurani kita – tanpa kita sadari – telah menjadi tumpul dan akhirnya kita setuju dengan falsafah dunia bahwa membalas dendam adalah kunci untuk disebut “hebat.”

Saya sudah berkali-kali katakan bahwa dosa dan kesalahan hanya bisa dikalahkan dengan kasih. Dan dendam juga hanya bisa dikalahkan dengan kebaikan. Dan itulah yang dilakukan oleh Yesus. Dia mengalahkan dosa dan maut dengan kasih. Bayangkan kalau Dia mengalahkan dengan murka . . .  pastilah tidak ada dari diri kita yang diselamatkan.

 

Renungan :

Kalau kita menyimpan dendam, serahkanlah kepada Tuhan supaya Tuhan gantikan dengan kasih. Dan kita akan menjadi seorang yang menang di dalam Tuhan.

 

Yesus mengalahkan dosa dan maut dengan kasih.




November 14, 2018, 06:37:01 AM
Reply #1304
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Nov
Renungan Harian
Lebih Kejam Dari Pembunuhan

Amsal 26; Yakobus 4:11

”Seperti sedap-sedapan perkataan pemfitnah masuk ke lubuk hati.”

Amsal 26:22

Kebanyakan fitnah itu lahir karena ada kebencian di dalam hati. Dan fitnah bisa lebih kejam dari pembunuhan karena orang yang memfitnah bukan hanya mengucapkan kata-kata kosong tetapi juga membunuh kesempatan  seseorang dan menghancurkan masa depan seseorang. Fitnah bisa menarik orang lain untuk ikut dalam pembantaian itu.

Dan terbukti fitnah telah membunuh jutaan manusia. Betapa jahatnya fitnah itu !

Kita tentu ingat kalau Yesus pernah dibuat tidak berdaya oleh sebuah fitnahan. Dan pemfitnahan itu adalah Yudas Iskariot. Meskipun kita tahu bahwa Yesus harus mati di kayu salib, tetapi tidak semua orang menduga bahwa Dia harus mati oleh karna fitnahan. Yesus yang tidak kenal takut oleh semua penguasa kegelapan tetapi kini Dia seolah-olah menyerah oleh fitnahan muridNya sendiri. Dan akhirnya Allah justru ubahkan fitnahan itu menjadi kemenangan bagi Kristus.

Saya tidak tahu apakah Anda adalah seorang yang suka memfitnah. Hentikan semua fitnahan kita, sebab kelak Tuhan akan menghakimi kita. Tetapi kalau kita seorang yang menjadi korban fitnah, serahkanlah semua persoalan kita kepada tuhan, sebab Dia akan datang sebagai pembela.

Yakobus juga berkata, “Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya” (Yakobus 4:11).

Yakobus tidak segan-segan mengatakan bahwa memfitnah adalah tindakan menghakimi. Sebab pemfitnah telah menjatuhkan vonis bersalah kepada si terdakwa. Ini menyalahi aturan, sebab biasanya ada pembelanya dalam sebuah sidang.

Saudara, selama masih ada pemfitnah, dunia ini tidak akan ada keamanan. Selama masih ada orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan maka tidak akan ada damai. Dan memang pemfitnah akan selalu ada sampai Yesus sendiri kelak akan datang dan mengadakan pengadilan bagi bumi ini.

 

Renungan :

Tidak salah bila dikatakan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Dan terbukti Yudas memfitnah sekaligus membunuh gurunya.

 

Fitnah adalah keputusan menjatuhkn hukuman kepada orang yang tidak bersalah.




November 15, 2018, 05:14:06 AM
Reply #1305
November 16, 2018, 06:14:47 AM
Reply #1306
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


15
Nov
Renungan Harian
Tidak Ada Yang Kekal

Amsal 27; Matius 6:20

”Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?”

Amsal 27:24

Dalam sebuah surat kabar yang memberitakan bahwa “sepasang suami istri Kanada yang sudah sepuh mendapatkan hadiah lotre sebesar 7,5 juta dollar Kanada sekitar Rp. 65,2 miliar. Namun, Thelma dan Victor Hayes, suami-istri yang sama-sama berusia 89 tahun itu, menyatakan mereka akan tetap tinggal di rumah jompo yang mereka tinggali selama ini. Meski mendadak kaya raya, Thelma cuma ingin memberi sepasang kaus kaki baru. Thelma dan Victor, yang sudah menikah 63 tahun, mengaku duit banyak tak akan membuat mereka sembrono. Saya tak punya rencana apa pun kecuali membeli sepasang kaus kaki, kata Thelma seperti dikutip media massa Kanada. Victor, sang suami, sedikit lebih berani. Saya ingin membeli sedan Lincoln. Itu pun kalau harga cocok, katanya.”

Adakah di dunia ini yang kekal ? Sepatu mahal yang kita beli suatu saat akan usang. Baju baru yang kita beli juga suatu saat akan pudar warnanya. Bahkan diri kita sendiri suatu saat akan “pudar” dan kita akan menjadi seorang kakek atau nenek yang perlu bantuan tongkat saat berjalan.

Jadi saya sendiri heran kalau ada orang begitu getolnya mengumpulkan hartanya dan mengabaikan hal-hal yang bernilai kekal. Untuk apa harta yang terus dikumpulkan dan tidak akan pernah didermakan ? Padahal kalau mau harta itu bisa menjadi suatu yang kekal bila kita berikan kepada mereka yang membutuhkan atau kepada pekerjaan misi. Lihatlah oma dan opa di atas yang mendapatkan lotre. Mereka tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk dengan harta yang banyak itu, sebab mereka tahu bahwa sebentar juga mereka harus menghadap Yang Maha-Kuasa.

Yesus berkata, “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar  serta mencurinya” (Matius 6:20). Yesus tidak pernah berkata supaya kita mengumpulkan harta di bumi. Sebab yang terpenting adalah mengumpulkan harta di sorga ! Jadi lakukanlah hal yang terpenting ini, dan suatu saat kelak ketika kita di sorga kita akan berkata, “Benar kata Tuhan.”

 

Renungan :

Carilah yang abadi ! Bila kita hanya memikirkan perkara-perkara yang sementara saja, maka suatu saat kita akan kecewa. Semoga kita menjadi orang bijaksana yang mementingkan perkara-perkara yang kekal.

 

Mengumpulkan uang tidak akan mempengaruhi kekekalan kita, tetapi menolong orang yang mempengaruhi kekekalan kita.








16
Nov
Renungan Harian
Dosa Yang Tersembunyi

Amsal 28; 1 Yohanes 1:9

”Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”

Amsal 28:13

Ada sebuah cerita bagaimana tembok Yerikho yang kokoh itu roboh oleh pujian orang Israel (Yosua 6). Hanya sayangnya di tengah sorak-sorai kemenangan itu ada perbuatan memalukan di tengah mereka. Apakah perbuatan itu ? Mencuri barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan. Sebab sebelum kejatuhan kota Yerikho Allah sudah memberikan perintah agar segala emas, perak, barang tembaga dan besi adalah kudus bagi Tuhan (Yosua 6:19). Tapi Akhan, seorang Israel dari suku Yehuda, tergoda untuk mengoleksi beberapa barang itu untuk dirinya sendiri. Dan dia menyembunyikan dosa itu !

Perbuatan Akhan tak ada yang tahu dan ini membuatnya merasa tenang. Reputasinya masih baik diantara tetangga-tetangganya. Tetapi dosa yang disembunyikan itu tak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri dan Tuhan tentunya.

Dan murka Tuhan menyala. Gempuran ke kota Ai menyebabkan kekalahan besar di pihak Israel, sebab dosa yang tersembunyi masih ada di tempat Akhan. Itulah yang terjadi kalau orang Kristen mencoba menyembunyikan dosanya. Mereka akan mengalami berbagai kakalahan. Mereka tidak akan mencapai kemenangan sampai yang tersembunyi itu dinyatakan dan diakui.

Akhirnya diketahuilah kalau penyebab kekalahan itu bukan karena musuh lebih kuat dan pintar, tetapi karena Akhan berbuat dosa. Dan celakanya gara-gara satu orang ini semuanya jadi korban. Untuk memperbaikinya dosa itu harus diakui dan dinyatakan. Dan memang setelah Akhan mengakui dan ia beserta keluarganya dieksekusi, murka Tuhan akhirnya surut.

Jadi janganlah pernah menyimpan dosa. Jangan sayang dengan dosa-dosa kita. Sebab kemenangan hidup diraih karena tidak ada dosa tersembunyi dalam diri kita. Ambillah pelajaran Akhan ini bagi hidup kita. Dan pahamilah bahwa dosa itu membawa manusia pada kehancuran.

 

Renungan :

Akhan mengalami nasib tragis karena dia telah menyembunyikan dosa-dosanya. Tidak ada keamanan bagi orang yang berpura-pura menjadi baik.

 

Dosa yang disimpan makin lama akan makin busuk dan beracun.




November 17, 2018, 05:19:41 AM
Reply #1307
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Nov
Renungan Harian
Didiklah Anak - Anak Kita

Amsal 29; Efesus 6:4

”Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.”

Amsal 29:17

Mendidik anak sama pentingnya dengan memberikan makanan kepada mereka. Banyak orang (termasuk orang Kristen) merasa tidak terlalu perlu mendidik anak, apalagi anak itu masih kecil dan sepertinya tidak bisa diatur. Banyak orang kesulitan mendidik anak-anak saat mereka masih kecil. Padahal sejak usia dini para orang tua wajib mendidik anak-anak mereka supaya mereka mendapatkan dasar Firman Tuhan yang kuat.

Salah satu hal yang penting adalah komunikasi. Karena pola pikir, pengalaman, dan cara pandang anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Banyak sekali orang dewasa yang kesulitan untuk masuk dalam “dunia” anak-anak.

Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang dewasa, sehingga perlu menyadari dahulu bahwa anak-anak berbeda “dunia” dengan kita. Anak-anak cenderung belajar dari apa yang dilihat, diraba, didengar, dilakukan dan lainnya. Mereka juga cenderung aktif, dinamis, imajinatif, kreatif, serta ekspresif. Keingintahuannya juga tinggi.

Cara belajar anak-anak biasanya lebih efektif melalui pendekatan gambar, pendengaran, dan gerak. Sedangkan pendidikan yang paling efektif adalah melalui contoh. Karena anak-anak belajar dari apa yang dilihat diraba dan didengar, maka berikan contoh atau katakan apa yang dilakukan oleh kita. Jadikanlah contoh sebagai kebiasaan.

Gunakan alat peraga seperti foto, buku, boneka, majalah, TV, internet dan lainnya dalam berkomunikasi tersebut. Begitu juga dengan benda-benda terdekat (yang ada di sekitar kita) bisa digunakan sebagai media komunikasi.

Pada usia 0-12 tahun, anak itu perlu intensif dirangsang otaknya, baik otak kiri maupun otak kanan. Pada usia tersebut, merupakan masa penentu kepribadian anak.

Jadi intinya sebelum anak kita dewasa, berikan pendidikan yang kuat kepada mereka. Inilah kesalahan yang banyak kita lakukan. Kita mengabaikan pendidikan mereka hanya karena kita tidak dapat memasuki dunia mereka. Kita akhirnya menjadi letih dan putus asa. Padahal kesabaran adalah salah satu kunci keberhasilan kita mendidik mereka.

 

Renungan :

Anak yang masih kecil lebih mudah dididik daripada kalau ia sudah dewasa. Kita dapat membentuk mereka menjadi seorang yang perkasa sejak usia dini. Sebaliknya, tanpa didikan mereka akan bertumbuh liar.

 

Didikan kita adalah pondasi bagi anak-anak kita di kemudian hari.




November 19, 2018, 06:03:48 AM
Reply #1308
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Nov
Renungan Harian
Filosofi Semut

Amsal 30; Roma 12:11

”Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas”.

Amsal 30:25

Kita tahu bahwa semut adalah binatang yang sangat kecil. Tetapi tahukah kita bahwa mereka mempunyai filosofi yang sangat sederhana namun sangat hebat ? Semut mempunyai empat filosofi yang luar biasa.

Pertama, semut tidak pernah menyerah. Bila kita mengahalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bahwa atau pengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Tidak sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuannya. Dan tantangan apapun yang sedang menghadangnya, itu tidak akan membuat mereka berhenti untuk terus berusaha.

Kedua, semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang penting. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Itu artinya semua adalah pekerja yang hebat dan tidak berhenti untuk terus bekerja.

Ketiga, semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, “Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini.” Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.

Keempat, seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk persiapan musim dingin mereka ? Semampu mereka ! Filosofi yang luar biasa, filosofi “semampu mereka.” Jadi mereka akan terus bekerja. Kata “malas telah mereka hilangkan dari kamus hidup mereka. Dan kita tidak akan pernah melihat semut berhenti bergerak. Mereka terus berjalan dan mencari makanan. Ya, mereka memang pekerja hebat.

Semut, binatang kecil yang sering membuat jengkel kita karena mereka suka merampas makanan manis yang kita taruh sembarangan, telah menjadi guru bagi kita.

 

Renungan :

Apakah kita telah menjadi seperti semut yang suka bekerja dan tidak pernah putus asa ? Hai pemalas, bangkitlah dari tidurmu dan lakukanlah tugasmu!.

 

Semut yang kita anggap sebagai pengganggu sebenarnya adalah teladan kita yang baik.





November 20, 2018, 05:19:31 AM
Reply #1309
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


20
Nov
Renungan Harian
Segala Sesuatu Sia - Sia

Pengkhotbah 1; 2 Korintus 4:18

”Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”

Pengkhotbah 1:2

 

Bertrand Russell seorang filsuf dan ahli matematika dari Inggris, lahir dari keluarga Kristen dan telah diajarkan untuk percaya kepada Tuhan. Anaknya, Katherine Tait, berkata tentang ayahnya. “Sesuatu di dasar hatinya, di dalam jiwanya, ada tempat kosong yang dulunya pernah dipenuhi oleh Allah, dan dia tidak pernah menemukan apapun juga untuk menggantikannya.”

Kalau kita membaca tulisan Salomo dalam Kitab Pengkhotbah ini, kita akan terbawa kepada suasana tentang segala sesuatu yang sia-sia. Sepertinya kita dibawa kepada suatu masa yang benar-benar menekan diri kita sehingga kita putus asa. Saya yakin maksud Salomo menuliskan kitab ini bukan untuk mematahkan semangat kita untuk hidup, atau bukan untuk melemahkan gairah kita untuk hidup. Sebab Salomo menyatakan dan menekankan tentang betapa fananya manusia itu. Tetapi sebenarnya ada yang tidak fana, dan itu seharusnya yang dikejar oleh manusia. Namun sayang, manusia masih saja menyukai mengejar perkara yang sia-sia.

Seperti Russell, manusia berusaha mengisi hatinya dengan perkara-perkara sia-sia. Matanya telah dibutakan oleh ilah jaman ini, sehingga apa yang dilakukannya hanyalah untuk mengejar perkara-perkara sementara. Mereka mencoba memuaskan dirinya dengan berbagai perkara, tetapi itu hanyalah sementara dan sia-sia.

Meskipun semuanya sia-sia, namun Salomo pada akhir kesimpulannya menyatakan, “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pengkhotbah 12:13-14). Inilah kesimpulan dari manusia yang hendak menghindari kesia-siaan.

Saya sendiri tidak heran bila Yesus menekankan akan arti pentingnya menabung harta di surga. Paulus juga berkali-kali menyatakan akan pentingnya hal ini, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2 Korintus 4:18).

 

Renungan :

Apakah kita adalah manusia yang memiliki tujuan jelas. Apakah kita hanya menaruh hidup kita kepada perkara sia-sia ? Pikirkanlah sobat, sebab lebih baik menyadari sekarang dan memperhatikan perkara-perkara yang di atas.

 

Hanya Allah yang sanggup mengisi kekosongan hati kita.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)