Author Topic: Daily Devotional  (Read 38602 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 21, 2018, 05:58:49 AM
Reply #1310
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Nov
Renungan Harian
Kemampuan Darah Yesus

Pengkhotbah 2; 1 Yohanes 1:9

”Karena tidak ada kenang-kenangan yang kekal baik dari orang yang berhikmat, maupun dari orang yang bodoh, sebab pada hari-hari yang akan datang kesemuanya sudah lama dilupakan. Dan, ah, orang yang berhikmat mati juga seperti orang yang bodoh!”

Pengkhotbah 2:16

Pada suatu malam di gereja, seorang wanita muda merasakan panggilan Tuhan dalam hatinya. Ia meresponinya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Wanita muda itu pernah mempunyai masa lalu yang sulit, terlibat dalam alkohol, obat-obatan, dan tindakan asusila. Tetapi, perubahan dalam dirinya sangat nyata.

Sejalan dengan waktu, ia menjadi anggota gereja yang setia. Setahap demi setahap ia terlibat dalam pelayanan, mengajar anak-anak muda. Tak seberapa lama kemudian, wanita muda ini tertarik dengan anak laki-laki pendeta. Hubungan bertumbuh dan mereka mulai merencanakan pernikahan, dan disinilah persoalan timbul.

Namun hampir separuh anggota gereja berpikir bahwa seorang wanita muda dengan masa lalu demikian tidak cocok dengan anak laki-laki pendeta. Gereja mulai berselisih pendapat dan bertengkar tentang masalah ini. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengadakan sebuah pertemuan. Pertemuan itu pun tidak dapat dikendalikan karena masing-masing berargumentasi dan ketegangan pun memuncak.

Wanita muda ini menjadi sangat terguncang karena masa lalunya dikorek-korek. Anak laki-laki pendeta itu tidak dapat menahan derita yang dialami calon istrinya. Ketika ia mulai menangis, anak laki-laki pendeta itu berdiri dan berbicara.

“Aku menantang tiap-tiap kamu semua untuk benar-benar berpikir apa yang terjadi malam mini. Bukan masa lalu tunanganku yang sedang diuji coba disini. Yang sebenarnya kalian pertanyakan adalah kemampuan darah Yesus untuk menyucikan dosa. Hari ini kalian sudah meragukan dan menguji coba darah Yesus. Jadi, apa keputusan kalian ? Apakah darah Yesus dapat menyucikan dosa ? . . .  atau tidak ?”

Air mata mengucur dari mata tiap orang Kristen di auditorium itu. Semua menangis ketika menyadari bahwa mereka sudah menghina darah Yesus Kristus.

Terlalu sering, bahkan para umat Kristen, kita mengorek masa lalu dan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan saudara-saudara kita, atau bahkan melawan diri kita sendiri. Pengampunan adalah sebagian dasar dari Injil Yesus Kristus. Jika darah Yesus tidak dapat membersihkan jiwa tiap orang, maka kita akan mengalami kesulitan yang besar.

 

Renungan :

Pengampunan yang Yesus berikan kepada kita adalah pekerjaan yang telah sempurna. Kemampuan darah Yesus membersihkan dosa-dosa kita tidak dapat diragukan lagi. Tetapi masihkah kita mengorek-ngorek masa lalu diri kita dan orang lain ?.

 

Hanya ada satu dosa yang tidak dapat dibersihkan oleh darah Yesus : dosa yang tidak diakui.




November 22, 2018, 06:35:48 AM
Reply #1311
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


22
Nov
Renungan Harian
Masih Adakah Keadilan?

Pengkhotbah 3; Efesus 5:9

”Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.”

Pengkhotbah 3:16

Ada sebuah berita yang telah menggelitik hati sekaligus kasihan kepada seorang korban di Cina. Beritanya seperti ini :

Seorang laki-laki Cina  memperoleh uang ganti rugi dari pemerintah sebesar 460.000 yuan (sekitar Rp. 570 juta) setelah ia mendekam di penjara selama 11 tahun untuk sebuah tuduhan pembunuhan yang ternyata tak pernah terjadi. Menurut surat kabar China Daily. She Xianglin, laki-laki itu, dihukum karena membunuh istrinya, yang hilang pada tahun 1994. Akan tetapi, ia dibebaskan kembali setelah istrinya muncul lagi. Sang istri mengaku, ia bukan hilang, tetapi sengaja kabur dari rumah mereka di Provinsi Hubei, Cina bagian tengah, karena ingin kawin dengan laki-laki lain. Kasus ini segera memicu perdebatan seru di media massa Cina, yang menuduh polisi melanggar peraturan karena She mengaku, ia disiksa polisi agar mengaku telah membunuh istrinya. Seorang perwira polisi yang terlibat dalam penyiksaan itu telah mati gantung diri bulan beberapa bulan berikutnya, lalu setelah pemerintah Cina mulai melakukan penyelidikan. She menerima uang ganti rugi dari pemerintah daerah Jiangshan di Hubei. “She berusaha menahan tangis saat menyatakan ia lega karena akhirnya ia mendapat ganti rugi,” kata China Daily yang juga menulis, ia datang didampingi anak perempuannya, yang tumbuh dewasa saat ia mendekam di penjara. Sesuai hukum yang berlaku, She mendapat uang ganti rugi sebesar 64 yuan perhari plus 200.000 yuan sebagai kompensasi atas penghasilan yang hilang selama ia dipenjara.

Saudara, tidak ada pengadilan yang benar-benar adil. Dan kasus seperti di atas bisa menimpa siapa saja. Manusia sering menggunakan hukum demi kepentingan sendiri dan bukanlah rahasia lagi kalau uang berperan besar dalam menentukan hukuman seseorang.

Mungkin kita adalah korban dari sebuah ketidakadilan. Mungkin kita adalah korban dari rekayasa hukum. Kita menjerit kemana lagi kita harus mencari keadilan. Dengarkan, keadilan hanya kita dapatkan di dalam Kristus. Dia adalah hakim yang adil. Manusia bisa saja mempermainkan hukum, tetapi tidak ada makhluk yang dapat mempermainkan hukum Allah.

 

Renungan :

Jangan menyimpan dendam bila kita merasa mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Ikuti saja Firman Tuhan dan saksikanlah bagaimana Allah sendiri akan menjalankan keadilanNya.

 

Ada hukum belum tentu ada keadilan; ada Yesus pasti ada keadilan.




November 23, 2018, 05:35:51 AM
Reply #1312
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

http://www.bethanygraha.org/id/images/warta/20181118.pdf


23
Nov
Renungan Harian
Kawan Sejati

Pengkhotbah 4; Kolose 1:7

”Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”

Pengkhotbah 4:10

 

Bila kita sendirian, maka kita akan kesulitan mencapai kesuksesan. Tetapi kalau kita memiliki seorang kawan yang tulus dan baik, kesuksesan akan cepat kita raih. Lalu bagaimana kalau kita memiliki kawan seperti “Yudas Iskariot ?” kita akan cepat hancur !

Ada 4 karakter dari seorang teman sejati :

Pertama, dia senantiasa bersama kita ketika kita sedang jatuh (ay.10). Mungkin kita mempunyai teman yang begitu banyak, tetapi tidak semuanya adalah seorang teman yang sejati. Mungkin kita akan berpikir bagaimana caranya supaya saya bisa mengenali mereka yang sejati saat kita berada dalam masalah ? Teman sejati senantiasa bersama dengan kita.

Kedua, dia dapat memberikan kehangatan di dunia yang dingin ini (ay.11). Orang bilang bahwa dunia ini kejam. Dimana-mana ada pengkhianat dan kecemburuan. Dan korbannya sering melolong kesakitan di dalam emosi mereka. Tetapi seorang teman sejati dapat memberikan penghiburan dan kekuatan.

Ketiga, dia akan memperjuangkan harga diri kita dan menjaga reputasi kita (ay. 12). Dalam dunia mililter dikenal dengan strategi “saling menjaga.” Ketika para prajurit memasuki medan peperangan, maka mereka masing-masing bersama pasangan, dengan alasan agar mereka bisa saling melindungi. Dan ini efektif.

Keempat, dia akan menolong kita bertumbuh secara rohani (Amsal 27:17). Hadiah terbesar yang dapat kita berikan kepada seseorang adalah dengan mengundang mereka datang bersekutu dengan Tuhan. Mungkin ada orang yang tidak senang ketika temannya mengajaknya bergaul dengan Tuhan. Mungkin dia menganggap teman itu adalah seorang yang fanatik, namun sebenarnya itulah teman sejati. Dan teman sejati akan senang melihat kita bertumbuh secara rohani. Dia akan menajamkan kita. Dia akan membawa kita pada tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi.

Disamping Yesus sebagai teman sejati kekal kita, temukan juga teman-teman yang bisa saling menguatkan dan menjaga. Sebab dengan demikian kita akan menjadi lebih kuat.

 

Renungan :

Teman memang  banyak , tetapi teman sejati butuh kejelian untuk memilih. Teman sejati biasanya timbul setelah melalui beberapa proses. Jika kita belum mempunyai teman sejati, mintalah kepada Tuhan.


November 24, 2018, 06:06:42 AM
Reply #1313
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


23
Nov
Renungan Harian
Kawan Sejati

Pengkhotbah 4; Kolose 1:7

”Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”

Pengkhotbah 4:10

 

Bila kita sendirian, maka kita akan kesulitan mencapai kesuksesan. Tetapi kalau kita memiliki seorang kawan yang tulus dan baik, kesuksesan akan cepat kita raih. Lalu bagaimana kalau kita memiliki kawan seperti “Yudas Iskariot ?” kita akan cepat hancur !

Ada 4 karakter dari seorang teman sejati :

Pertama, dia senantiasa bersama kita ketika kita sedang jatuh (ay.10). Mungkin kita mempunyai teman yang begitu banyak, tetapi tidak semuanya adalah seorang teman yang sejati. Mungkin kita akan berpikir bagaimana caranya supaya saya bisa mengenali mereka yang sejati saat kita berada dalam masalah ? Teman sejati senantiasa bersama dengan kita.

Kedua, dia dapat memberikan kehangatan di dunia yang dingin ini (ay.11). Orang bilang bahwa dunia ini kejam. Dimana-mana ada pengkhianat dan kecemburuan. Dan korbannya sering melolong kesakitan di dalam emosi mereka. Tetapi seorang teman sejati dapat memberikan penghiburan dan kekuatan.

Ketiga, dia akan memperjuangkan harga diri kita dan menjaga reputasi kita (ay. 12). Dalam dunia mililter dikenal dengan strategi “saling menjaga.” Ketika para prajurit memasuki medan peperangan, maka mereka masing-masing bersama pasangan, dengan alasan agar mereka bisa saling melindungi. Dan ini efektif.

Keempat, dia akan menolong kita bertumbuh secara rohani (Amsal 27:17). Hadiah terbesar yang dapat kita berikan kepada seseorang adalah dengan mengundang mereka datang bersekutu dengan Tuhan. Mungkin ada orang yang tidak senang ketika temannya mengajaknya bergaul dengan Tuhan. Mungkin dia menganggap teman itu adalah seorang yang fanatik, namun sebenarnya itulah teman sejati. Dan teman sejati akan senang melihat kita bertumbuh secara rohani. Dia akan menajamkan kita. Dia akan membawa kita pada tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi.

Disamping Yesus sebagai teman sejati kekal kita, temukan juga teman-teman yang bisa saling menguatkan dan menjaga. Sebab dengan demikian kita akan menjadi lebih kuat.

 

Renungan :

Teman memang  banyak , tetapi teman sejati butuh kejelian untuk memilih. Teman sejati biasanya timbul setelah melalui beberapa proses. Jika kita belum mempunyai teman sejati, mintalah kepada Tuhan.

 

Kawan sejati akan senantiasa menyertai kita saat kita berada “di bawah.”


November 25, 2018, 04:43:13 AM
Reply #1314
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Nov
Renungan Harian
Hidup Seperti Bayangan

Pengkhotbah 6; Yakobus 4:14

” Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari sesudah dia?”

Pengkhotbah 6:12

Kematian datang tidak diundang. Peter Seligman, 30 tahun, dan tunangannya Sarah Sinek suatu pagi naik kereta bawah tanah di New York untuk mengurus ijin pernikahan mereka yang akan berlangsung 3 September 2005. Dalam kereta bawah tanah yang penuh sesak itu, pria yang salah seorang mitra dari perusahaan hubungan masyarakat itu merasa pening dan memutuskan untuk berdiri dengan tunangannya di ruang antara dua gerbong untuk mendapat udara. Ketika kereta masuk sebuah stasiun, dia pingsan, terjatuhlah ke rel kereta bawah tanah mengenai rel ketiga yang beraliran listrik, dan tewas.

Begitu juga dengan peristiwa tragis tentang jatuhnya pesawat Mandala Airlines di Medan beberapa tahun yang lalu (5 September 2005). Diantara para penumpang itu ada yang mau menikah, ada yang mau menghadiri pertemuan dengan presiden, ada yang mau bertemu dengan sanak saudaranya di Jakarta dan berbagai-bagai rencana lainnya. Dan tiba-tiba terjadilah tragedi itu. Seratus orang lebih harus menghadap sang Pencipta.

Kematian. . . kematian . . . tidak ada manusia pun yang akan dapat menghindarinya. Dan setiap manusia telah ditetapkan kematiannya. Kalau kita mau hidup lebih bijak, jangan berpikiran tentang tanggal ulang tahun kita dan hadiah-hadiah yang akan kita terima, tetapi pikirlah tentang bunga-bunga yang akan ditaburkan di atas pusara kita. Ya, tubuh kita akan kembali ke tanah. Tetapi urusan belumlah selesai kawan. Masih ada urusan lain yang harus dibereskan dengan Pencipta kita. Dan setiap manusia akan mengalami hal ini.

Jadikanlah hidup kita berarti. Tuhan hanya memberikan satu nyawa kepada kita supaya kita dapat menggunakannya dengan baik. Selesaikanlah tugas dan panggilan kita di dalam Yesus. Inilah perkara penting yang sering diabaikan orang percaya.

Kalau Pengkhotbah mengatakan bahwa hidup manusia itu seperti bayangan, maka Yakobus menyebutkan seperti uap, “  . . . Apakah arti hidupmu ? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14).

 

Renungan :

Hidup kita itu singkat. Nyawa kita juga cuma satu. Jadi pikirkanlah bagaimana caranya supaya hidup kita berarti dan kita menjadi berkat bagi banyak orang.

 

Hidup yang berarti adalah hidp menjadi seperti Yesus; berkorban dan menyelesaikan kehendak Bapa.



November 26, 2018, 05:26:57 AM
Reply #1315
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Nov
Renungan Harian
Hidup Seperti Bayangan

Pengkhotbah 6; Yakobus 4:14

” Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari sesudah dia?”

Pengkhotbah 6:12

Kematian datang tidak diundang. Peter Seligman, 30 tahun, dan tunangannya Sarah Sinek suatu pagi naik kereta bawah tanah di New York untuk mengurus ijin pernikahan mereka yang akan berlangsung 3 September 2005. Dalam kereta bawah tanah yang penuh sesak itu, pria yang salah seorang mitra dari perusahaan hubungan masyarakat itu merasa pening dan memutuskan untuk berdiri dengan tunangannya di ruang antara dua gerbong untuk mendapat udara. Ketika kereta masuk sebuah stasiun, dia pingsan, terjatuhlah ke rel kereta bawah tanah mengenai rel ketiga yang beraliran listrik, dan tewas.

Begitu juga dengan peristiwa tragis tentang jatuhnya pesawat Mandala Airlines di Medan beberapa tahun yang lalu (5 September 2005). Diantara para penumpang itu ada yang mau menikah, ada yang mau menghadiri pertemuan dengan presiden, ada yang mau bertemu dengan sanak saudaranya di Jakarta dan berbagai-bagai rencana lainnya. Dan tiba-tiba terjadilah tragedi itu. Seratus orang lebih harus menghadap sang Pencipta.

Kematian. . . kematian . . . tidak ada manusia pun yang akan dapat menghindarinya. Dan setiap manusia telah ditetapkan kematiannya. Kalau kita mau hidup lebih bijak, jangan berpikiran tentang tanggal ulang tahun kita dan hadiah-hadiah yang akan kita terima, tetapi pikirlah tentang bunga-bunga yang akan ditaburkan di atas pusara kita. Ya, tubuh kita akan kembali ke tanah. Tetapi urusan belumlah selesai kawan. Masih ada urusan lain yang harus dibereskan dengan Pencipta kita. Dan setiap manusia akan mengalami hal ini.

Jadikanlah hidup kita berarti. Tuhan hanya memberikan satu nyawa kepada kita supaya kita dapat menggunakannya dengan baik. Selesaikanlah tugas dan panggilan kita di dalam Yesus. Inilah perkara penting yang sering diabaikan orang percaya.

Kalau Pengkhotbah mengatakan bahwa hidup manusia itu seperti bayangan, maka Yakobus menyebutkan seperti uap, “  . . . Apakah arti hidupmu ? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14).

 

Renungan :

Hidup kita itu singkat. Nyawa kita juga cuma satu. Jadi pikirkanlah bagaimana caranya supaya hidup kita berarti dan kita menjadi berkat bagi banyak orang.

 

Hidup yang berarti adalah hidp menjadi seperti Yesus; berkorban dan menyelesaikan kehendak Bapa.




November 27, 2018, 05:41:29 AM
Reply #1316
November 28, 2018, 05:18:56 AM
Reply #1317
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

Ada Angka Sial?

Pengkhotbah 9; Roma 8:28-30

"Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba"

(Pengkhotbah 9:12).

Pada era milenium ini masih saja orang mempercayai angka-angka yang bisa membawa sial bagi mereka. Misalnya di Shanghai. Beberapa waktu lalu diberitakan kalau banyak orang tua di China tidak mau anak-anaknya berangkat ke sekolah dengan menggunakan taksi bersambung nomor dengan diakhiri angka 4. Sebab jika diucapkan dalam dialek Shanghai artinya sama dengan kata “kegagalan". Banyak orang China menghindari memakai angka empat juga karena cara pengucapannya sama kata berarti "mati" dalam bahasa Mandarin yang umum dipakai di China.

Dalam dunia fotografi pun, perusahaan raksasa seperti Canon tidak menggunakan angka 4 pada nomor seri kamera yang diproduksinya. Biasanya tradisi penamaan tipe kamera mengikuti seri sebelumnya, misalnya seri kamera digital Powershot G3 seharusnya dinamakan Powershot G4 untuk seri yang lebih baru. Tetapi Canon melompatinya dan memberikan nama Powershot G5 untuk seri setelah G3. Aneh memang, tetapi itu hanyalah dampak dari takhayul dan strategi dagang.

Tetapi yang namanya "petaka" itu kadang datang tanpa diundang. Mau mengikuti takhayul atau tidak, kadang bencana itu tiba-tiba mendatangi kita. Salomo berbicara tentang waktu yang malang. Dan itulah masa yang kelam dan penuh dengan air mata. Tetapi anak-anak Tuhan yang percaya akan janji Tuhan tidak akan gentar meskipun waktu yang malang itu menghampirinya.

Melalui tekanan-tekanan dan penderitaan Allah menyempurnakan karya-Nya di dalam hidup kita. Mungkin kita merasa berat menghadapi masa-masa itu tetapi Allah kita setia. Dia senantiasa mengawasi hidup kita. Dia senantiasa menjaga kita. Di dalam Kristus kemalangan sanggup diubahkan menjadi kemuliaan asalkan kita tidak pernah meragukan kemampuan-Nya.

 

Renungan :

Apa yang sedang Anda alami? Anda merasa berada di puncak bukit kesialan? Anda merasa bahwa hidup saudara yang paling malang? Anda tidak perlu kecewa karena Tuhan kita sanggup mengangkat dari kemalangan Anda. Dan pasti Anda akan dimuliakan.

 
Di puncak kesialan, Allah masih sanggup bekerja atas hidup Anda.

"Maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya"

(Pengkhotbah 8:17).

 Mengapa ada bayi lahir cacat? Mengapa dalam kecelakaan pesawat ada yang meninggal dunia dan ada yang tidak? Mengapa Tuhan tidak membasmi biang malapetaka di bumi ini? Ini adalah beberapa pertanyaan yang kadang para profesor pun belum tahu jawabannya dengan sempurna. Dan saya juga beberapa kali mendapatkan pertanyaan seperti ini. Dan tepatlah bila dikatakan bahwa dalam berjalan mengarungi kehidupan ini kita akan menemukan banyak misteri.

Saya tidak bermaksud lari dari pertanyaan ini, hanya yang patut kita camkan bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah. Bahkan meskipun "berlelah-lelah” manusia tetap tidak akan memahaminya. Tetapi bukan berarti Allah akan membiarkan kita dalam kebingungan selama-lamanya sebab suatu saat kelak ketika pengetahuan kita disempurnakan, kita bisa memahami hal-hal yang masih merupakan misteri.

Dunia seringkali menuding Allah sebagai dalang dari segala pekerjaan yang tidak sempurna. Contoh sederhana adalah bayi-bayi yang lahir tanpa tangan, kaki, atau organ tubuh yang tidak sempurna, atau yang lainnya. Dunia dengan cepat mengarahkan telunjuknya ke atas sambil berkata, "Yang di atas yang bertanggung jawab." Betapa mudahnya menunjuk seperti itu. Tetapi mereka sama sekali tidak mengerti bahwa Tuhan adalah benar dan tidak ada kesalahan dalam diri-Nya. Kalau ada kesalahan dalam diri Allah, sekecil apapun, maka itu akan menggugurkan Diri-Nya sebagai Allah yang Maha Kuasa.

Sebenarnya rahasia yang terbesar adalah Kristus sendiri. Paulus berkata, "Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan" (Kolose 4:3). Rahasia yang telah diungkapkan kepada kita ini berbicara tentang pekerjaan Kristus sebagai Penebus kita dan bagaimana orang-orang non-Yahudi telah dipanggil untuk menjadi orang Yahudi secara rohani.

Suatu saat kelak misteri yang masih kabur akan dibukakan kepada kita. Mungkin juga tidak semuanya, tetapi percayalah bahwa Allah kita tidak pernah melakukan kesalahan. Dia adalah Allah yang benar. 

 Yesus adalah misteri terbesar yang telah diungkapkan kepada manusia.
November 29, 2018, 08:35:42 AM
Reply #1318
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


29
Nov
Renungan Harian
Marah Itu Tidak Sehat

Pengkhotbah 10; 1 Timotius 2:8

”Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar.”

Pengkhotbah 10:4

 

Dahulu, hidup rasanya begitu sederhana, tanpa berpikir yang tidak-tidak. Tapi, sekarang rasanya hidup ini susah sekali. Kolesterol telah menjadi sebuah kata yang terus mendengung di telinga. Makan enak ? Itu pun selalu membuat kita merasa bersalah, karena takut angka-angka kolesterol akan naik. Sekarang, marah-marah pun, tak luput dari ancaman kolesterol.

Dalam studi yang dilakukan terhadap 103 orang dewasa sehat, berusia antara 25-40 tahun, para peneliti menemukan bahwa ledakan amarah berakibat pada menurunnya kadar HDL (High Density Lipoprotein) dan meningkatkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) pada tubuh manusia.

Nah, masalahnya kalau kita tipe orang mudah naik darah alias suka marah-marah, dan selalu menunjukkan sikap bermusuhan, kadar HDL, Kolesterol yang baik bagi tubuh akan turun drastis. Sedangkan kadar LDL, justru meningkat tajam, apalagi kalau kondisi tubuh kita tidak prima. Begitulah hasil riset yang dimuat dalam Journal of Behavioral Medicine.

Bagaimana hubungan rasa marah dengan menurunnya kadar HDL dalam darah ? Tidak jelas benar, tapi Aron Wolfe Siegman dan rekan-rekannya dari Univesity of Maryland di Baltimore yang melakukan penelitian ini, mengatakan bahwa rasa marah memicu reaksi berlebihan hormon-hormon tubuh seperti andrenalin. Reaksi ini meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Dan tentunya kita telah tahu bahwa meningkatnya kadar kolesterol LDL meningkat – maka resikonya terkena sakit jantung koroner. Dan kalau sudah sakit, ya tahu sendirilah berapa uang yang harus dikeluarkan untuk biaya dokter dan rumah sakit, dan kalau terlambat penanganannya, ya ucapkan selamat tinggal kepada keluarga kita !

Jadi tidak heran mengapa Alkitab berkali-kali melarang kita marah yang tak terkendali. Memang marah timbul di luar kekuasaan kita. Tetapi kalau kita diperbudak oleh amarah kita, maka kita akan menemui banyak masalah, baik rohani maupun kesehatan kita sendiri.

 

Renungan :

Betapa indahnya orang yang sabar, sebab orang seperti ini mencegah kesalahan-kesalahan besar. Dan betapa banyaknya penyesalan yang dialami oleh para pemarah yang tidak dapat menguasai emosinya.

 

Orang yang sabar itu lebih sehat jasmani dan rohaninya.



November 30, 2018, 07:20:41 AM
Reply #1319
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


30
Nov
Renungan Harian
RencanaNya Pasti Indah

Pengkhotbah 11; Roma 8:28

"Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari...."

(Pengkotbah 11:5.6).

 

Salah satu modal dalam dunia bisnis adalah kepercayaan. Karena itu demi kelangsungan bisnis jangka panjang, pelaku bisnis akan berusaha sedemikian rupa supaya tercipta suasana kepercayaan yang baik. Jika suasana ini tercipta dengan baik, maka bisnis dapat berjalan dengan baik, dan hasilnya pun dapat dilihat dan dinikmati.

Demikian juga kalau bicara kesuksesan. Salah satu modal kesuksesan adalah percaya kepada rencana Allah. Banyak orang menjadi frustrasi dan putus asa ketika usaha dan pekerjaan-Nya tidak sesuai dengan keinginan rencananya. Bahkan seringkali kita menjadi frustrasi ketika memulai sesuatu dengan berdoa namun nyatanya yang kita dapat tidak sesuai dengan yang kita doakan. Kita sudah konseling dengan banyak hamba Tuhan namun hasilnya masih tetap tidak sesuai dengan yang kita inginkan, lalu muncul pertanyaan: ada apakah dengan saya? Apakah saya salah berdoa atau bagaimana?

Muncul banyak spekulasi yang bergejolak di dalam hati kecil kita. Saudaraku, hal semacam itu kadang sering terjadi dalam hidup kita. Kita berusaha namun hasilnya tidak seperti yang kita impikan. Doa itu adalah membangun komunikasi dengan Tuhan. Waktu kita berdoa, kita tidak sedang mengubah kehendak dan rencana Tuhan.

Seringkali kita beranggapan pada waktu berdoa pasti semua doa kita dituruti, itu bisa terjadi jika doa kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Lebih daripada itu semua kita harus tahu bahwa rencana Tuhan atas hidup kita itu indah.

Karena itu Pengkhobath 11:5 berkata: ”Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.” Dan berikutnya pada ayat ke-6 menunjukkan kepada kita lepas dari mengerti atau tidak bagaimana Allah bekerja, maka Allah mendorong kepada kita untuk bekerja saja. Lakukan saja apa yang menjadi bagian kita dan biarlah Allah melakukan bagian-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

 

Renungan:

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28).

 

Selagi masih ada kesempatan bekerjalah dengan giat dalam kehendak dan rencana Tuhan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)