Author Topic: Daily Devotional  (Read 35405 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 01, 2018, 06:12:27 AM
Reply #1320
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

http://www.bethanygraha.org/id/images/warta/20181125.pdf

01
Dec
Renungan Harian
Kesimpulan Di Atas Kesimpulan

Pengkhotbah 12; Galatia 6:9

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Pengkhotbah 12:13

Membaca seluruh kitab Pengkhotbah seolah-olah membawa kita kepada dunia yang penuh dengan keputusasaan. Dalam arti kata, apa yang kita lakukan di bumi ini semuanya sepertinya sia-sia dan usaha menjaring angin. Tetapi Salomo memang sengaja mengungkapkan semua kesia-siaan itu sampai akhirnya dia menggiring kita pada suatu kesimpulan : “akhir kata dari segala yang didengar ialah : takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”

Salomo adalah orang hebat yang penuh dengan hikmat Allah. Apa yang dikatakannya itu merupakan akibat dari hikmat yang Allah taruh di dalam dirinya. Dan dia menyimpulkan dari apa yang telah diterimanya dan apa yang Allah taruh ke dalam hatinya. Takut akan Allah dan berpegang pada perintahNya, itu adalah kewajiban. Artinya, pelanggaran pasti ada sangsinya.

Banyak orang di muka bumi ini yang terkecoh oleh ajakan para pengajar agama untuk berbuat baik dan memegang perintah Tuhan serta menjauhi laranganNya. Tetapi kita lupa bahwa Tuhan sudah memberikan perintah baru kepada manusia : “. . . inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yohanes 6:29).

Perintah terutama ini jika tidak dikerjakan maka semua perintah lainnya akan menjadi sia-sia. Saya yakin bahwa kesimpulan yang disampaikan oleh Salomo itu adalah kesimpulan dari tuntunan ROH KUDUS. Salomo memandang ke depan bahwa hanya mereka yang mentaati Firman Tuhan yang akan tetap hidup. Dan mentaati Tuhan itu adalah percaya kepada Yesus yang telah mati dan bangkit bagi manusia.

Percayalah bahwa segala perkara yang di bumi ini sia-sia kecuali kita melakukan sesuatu yang bernilai kekal. Sebab itulah yang dikatakan oleh Paulus agar kita memperhatikan yang tidak kelihatan. Sebab yang tidak kelihatan itu kekal.

Alkitba berkata, ”Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9). Saya tidak bosan-bosan mengingatkan tentang hal ini supaya kita tidak kecil hati saat kita harus berbuat baik.

 

Renungan :

Akhiri hidup kita dengan baik. Setiap orang akan mengakhiri hidupnya. Tetapi apakah kesimpulan hidupnya sesuai dengan keinginan Tuhan ?.

 

Taat kepada Firman Tuhan adalah kesimpulan di atas kesimpulan.





December 02, 2018, 04:37:07 AM
Reply #1321
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


02
Dec
Renungan Harian
Harum Senantiasa

Kidung Agung 1; 1 Korintus 10:13

"Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.”

(Kidung Agung 1:12)

 

Setiap kita pasti menginginkan bau harum bagi orang di sekitar kita. Seperti pahlawan perang baik yang mengangkat senjata maupun dibidang olah raga yang berjuang membela tanah air serta mengharumkan nama bangsa di kancah nasional ataupun internasional. Seorang prajurit yang berjuang tidak lagi mementingkan urusan pribadinya, tujuannya hanyalah membela bangsa dan negara sebagai tugasnya (2 Timotius 2:4). Tidak hanya prajurit, seorang olah ragawan juga senantiasa melatih dirinya sedemikian rupa untuk mempertahankan gelar maupun merebut gelar. Mereka berlatih tanpa mengenal lelah dan mengikuti aturan-aturan dan merebut mahkota juara (2 Timotius 2:5).

Bagaimana dengan kita sebagai prajurit-prajurit Kristus Yesus (2 Timotius 2:3) ? Sudahkah kita mengharumkan nama Yesus? Sebagai seorang prajurit Kristus, peperangan kita tidak melawan darah dan daging, seperti layaknya seorang tentara atau prajurit dunia ini, tetapi kita sebagai seorang prajurit yang melawan penguasa kegelapan (Efesus 6:12). Musuh-musuh kita adalah musuh yang tak terlihat, jadi peperangan kita disebut peperang roh. Dan kemenangan yang telah kita capai adalah kemenangan bersama Tuhan Yesus, karena Yesus lah panglima perang kita. Jangan gampang menyerah kepada keadaan. Bukankah pencobaanpencobaan yang kita alami adalah pencobaan yang biasa dan yang tidak melebihi kekuatan kita? Bukankah Tuhan Yesus sudah menyediakan jalan keluar bagi semua persoalan kita (1 Korintus 10:13) ? Dan jika kita berhasil mengatasi semua permasalahan yang sedang kita hadapi, maka ada ucapan syukur kepada Allah Bapa di dalam Yesus Kristus. Dan ini merupakan dupa yang harum bagi kemuliaan Allah Bapa.

Setiap kita dituntut untuk menjadi dupa yang harum di hadapan Allah Bapa. Sebab kita adalah orang-orang pilihan Allah, yang senantiasa memberikan persembahan kepada Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus. Yaitu tubuh, hati, pikiran kita untuk dipakai sebagai alat untuk kemuliaanNya. Jadi sudahkah diri kita bersih? Mari saat ini kita belajar untuk senantiasa hidup kudus dan berlaku setia serta hidup damai dengan semua orang, agar nama Tuhan dimuliakan lebih dari segala-galanya.

 

Renungan :

Hiduplah didalam kasih Kristus, ceritakanlah perbuatan-Nya yang ajaib kepada semua orang, dan persembahkanlah hidupmu bagi Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus.

 

”Bau harum” disukai Allah dan manusia.



December 03, 2018, 09:06:08 AM
Reply #1322
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Dec
Renungan Harian
Mawar Saron

Kidung Agung 2; Efesus 5:2

“Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah lembah."

(Kidung Agung 2:1).

 

Kalau Anda pergi ke Israel Anda akan melihat keindahan selat Mediterania. Anda juga akan melihat pasir putih terhampar di sepanjang pantai. Di seberang Mediterania Anda akan melihat gunung Karmel. Antara pasir putih dan gunung tersebut terdapat sebuah bukit yang dinamakan “Saron”. Di sana ada bunga-bunga mawar cantik yang dikenal dengan sebutan “mawar saron”.

Di sini mempelai sebagai gambaran Kristus menyamakan diri-Nya dengan Mawar dari Saron. Mengapa Kristus menyamakan diri-Nya seperti mawar ini?

Pertama, warnanya merah. Merah berbicara tentang darah Yesus. Darah-Nya telah dicurahkan bagi dunia ini dan siapa yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan. Sebab tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Kedua, aromanya harum. Yesus telah mengorbankan dirinya sebagai persembahan dan korban yang harum (Efesus 5:2). Dalam Perjanjian Lama, aturan tentang korban amat ketat, supaya korban itu tidak sia-sia dan Tuhan berkenan akan korban tersebut. Hanya sayangnya tidak ada korban dalam PL yang memperkenankan Tuhan. Hanya korban Anak Domba Allah yang berkenan kepada-Nya.

Ketiga, ditanam oleh Allah. Tidak ad a yang tahu siapakah yang menanam mawar di Saron tersebut, sebab Allah sendiri yang menanamnya. Begitu juga Kristus yang dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria. Dan Yesus memang harus dilahirkan dari benih tanpa dosa. Jadi Allah sendiri yang menaruh benih itu.

Keempat, bunga itu kadang-kadang terinjak-injak oleh manusia. Meskipun bunga mawar itu diinjak-injak tetapi bunga itu tidak pernah berhenti bertumbuh. Dan meskipun dunia mencoba untuk menekan Kristus dan pengikut-Nya tetapi semakin ditekan semakin banyak mereka berkembang. Haleluya!

Kelima, mawar itu diberikan gratis. Setiap orang boleh memetiknya dan menikmatinya. Mereka ada di mana-mana dan gratis! Begitu juga dengan Yesus. Di mana-mana manusia bisa menemukan-Nya. Ketika Anda mau membuka mulut dan berdoa, maka Anda pasti dapat menemui-Nya. Hanya mungkin kita sendiri yang tidak punya waktu.

 

Renungan:

Yesus adalah manusia dan Allah yang sempurna. Kita harus beritakan mawar dari Saron ini. Biarlah keindahan dan keharumannya dapat dinikmati oleh orang lain

 

Yesus adalah mawar dari Saron yang kecantikannya melebihi seluruh bunga di dunia ini.



December 04, 2018, 05:26:49 AM
Reply #1323
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Dec
Renungan Harian
Tetap Mesra

Kidung Agung 3; Efesus 5:25

"Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia"

(Kidung Agung 3:1).

Beberapa bulan setelah pernikahan, seorang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan...," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia ..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya...." kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman .... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir ....

"Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan ..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin mengubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan kurang ....

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya ... Ia menunduk dan menangis ....!

Kalau sepasang insan yang telah dinikahkan dalam pernikahan resmi saling memahami pasangannya dan menerima pasangannya apa adanya, maka pernikahan itu akan selalu menggairahkan. Dan Kidung Agung ini, meskipun mengategorikan kemesraan Kristus dengan gereja-Nya, namun kitab ini juga memberikan didikan kepada para pasangan Kristen. Jadi baiklah pernikahan kita senantiasa bergairah dan nama Tuhan akan senantiasa dimuliakan. Terimalah pasanganmu apa adanya!

 

Renungan:

Usia pernikahan yang semakin lama memang menyisakan banyak masalah. Tetapi bagi para pasangan Kristen, kiranya Anda masih bergairah dalam pernikahan Anda.

 

Selama ada api kasih membara, segala cemburu dan kecurigaan akan terbakar habis.



December 05, 2018, 05:35:10 AM
Reply #1324
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Dec
Renungan Harian
Tetap Mesra

Kidung Agung 3; Efesus 5:25

"Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia"

(Kidung Agung 3:1).

Beberapa bulan setelah pernikahan, seorang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan...," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia ..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya...." kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman .... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir ....

"Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan ..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin mengubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan kurang ....

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya ... Ia menunduk dan menangis ....!

Kalau sepasang insan yang telah dinikahkan dalam pernikahan resmi saling memahami pasangannya dan menerima pasangannya apa adanya, maka pernikahan itu akan selalu menggairahkan. Dan Kidung Agung ini, meskipun mengategorikan kemesraan Kristus dengan gereja-Nya, namun kitab ini juga memberikan didikan kepada para pasangan Kristen. Jadi baiklah pernikahan kita senantiasa bergairah dan nama Tuhan akan senantiasa dimuliakan. Terimalah pasanganmu apa adanya!

 

Renungan:

Usia pernikahan yang semakin lama memang menyisakan banyak masalah. Tetapi bagi para pasangan Kristen, kiranya Anda masih bergairah dalam pernikahan Anda.

 

Selama ada api kasih membara, segala cemburu dan kecurigaan akan terbakar habis.




December 06, 2018, 06:05:03 AM
Reply #1325
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Dec
Renungan Harian
Merpati Itu Kita

Kidung Agung 5; Roma 12:1

Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku idam idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam !"

(Kidung Agung 5:2)

 

Gambaran yang paling indah antara Allah dengan umat-Nya adalah gambaran "suami-istri". kita bisa membacanya di Hosea 2:19, 20. Dan Kidung Agung ini menggambarkan Kristus sebagai Mempelai Pria dan gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Karena itu kita tidak heran bila kitab ini melukiskan tentang keintiman sepasang kekasih.

Kidung Agung bukanlah berisikan kasih hawa nafsu, namun kasih yang tulus dan murni. Sebuah pernyataan yang menarik dapat kita temukan pada ayat yang kita baca hari ini. Penyebutan “merpati” di sini sungguh menarik, sebab itulah yang dikatakan Yesus dalam Matius 10:16, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati."

Mengapa Allah menggambarkan gereja-Nya seperti merpati? Kalau kita melihat kembali kisah dalam Perjanjian Lama, merpati adalah hewan yang dikorbaankan bagi mereka yang tidak mampu, sementara yang mampu dapat mempersembahkan domba (Imamat 5:7). Dan bandingkan dengan perkataan Paulus, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Saudara, merpati itu adalah kita. Hidup dalam Kristus itu menuntut pengorbanan. Hal ini tidak berbicara tentang pengorbanan untuk menebus dosa - sebab itu telah dilakukan oleh Kristus. Namun hal ini berbicara tentang pengorbanan dan salib yang harus kita pikul saat kita mengiring Kristus. Kita melihat banyak orang yang rela mengorbankan harta, waktu, kedudukan, ketenaran, teman-teman, dsb bagi Tuhan. Mereka berbuat itu hanya untuk mendapatkan Kristus. Sebab memang suatu saat kita semua akan diuji apakah kita benar-benar rela berkorban demi Kristus.

 

Renungan :

Merpati adalah binatang yang lembut dan siap untuk dikorbankan. Gereja Tuhan juga harus menjadi korban bagi Allah, supaya dunia tahu bahwa Kristus di dalam kita. Segala kemuliaan hanyalah bagi Dia. 

 

Mengikut Kristus harus ada pengorbanan.




December 07, 2018, 06:19:41 AM
Reply #1326
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Dec
Renungan Harian
Merpati Itu Kita

Kidung Agung 5; Roma 12:1

Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku idam idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam !"

(Kidung Agung 5:2)

 

Gambaran yang paling indah antara Allah dengan umat-Nya adalah gambaran "suami-istri". kita bisa membacanya di Hosea 2:19, 20. Dan Kidung Agung ini menggambarkan Kristus sebagai Mempelai Pria dan gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Karena itu kita tidak heran bila kitab ini melukiskan tentang keintiman sepasang kekasih.

Kidung Agung bukanlah berisikan kasih hawa nafsu, namun kasih yang tulus dan murni. Sebuah pernyataan yang menarik dapat kita temukan pada ayat yang kita baca hari ini. Penyebutan “merpati” di sini sungguh menarik, sebab itulah yang dikatakan Yesus dalam Matius 10:16, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati."

Mengapa Allah menggambarkan gereja-Nya seperti merpati? Kalau kita melihat kembali kisah dalam Perjanjian Lama, merpati adalah hewan yang dikorbaankan bagi mereka yang tidak mampu, sementara yang mampu dapat mempersembahkan domba (Imamat 5:7). Dan bandingkan dengan perkataan Paulus, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Saudara, merpati itu adalah kita. Hidup dalam Kristus itu menuntut pengorbanan. Hal ini tidak berbicara tentang pengorbanan untuk menebus dosa - sebab itu telah dilakukan oleh Kristus. Namun hal ini berbicara tentang pengorbanan dan salib yang harus kita pikul saat kita mengiring Kristus. Kita melihat banyak orang yang rela mengorbankan harta, waktu, kedudukan, ketenaran, teman-teman, dsb bagi Tuhan. Mereka berbuat itu hanya untuk mendapatkan Kristus. Sebab memang suatu saat kita semua akan diuji apakah kita benar-benar rela berkorban demi Kristus.

 

Renungan :

Merpati adalah binatang yang lembut dan siap untuk dikorbankan. Gereja Tuhan juga harus menjadi korban bagi Allah, supaya dunia tahu bahwa Kristus di dalam kita. Segala kemuliaan hanyalah bagi Dia. 

 

Mengikut Kristus harus ada pengorbanan.



December 08, 2018, 06:28:13 AM
Reply #1327
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Dec
Renungan Harian
Merpati Itu Kita

Kidung Agung 5; Roma 12:1

Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku idam idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam !"

(Kidung Agung 5:2)

 

Gambaran yang paling indah antara Allah dengan umat-Nya adalah gambaran "suami-istri". kita bisa membacanya di Hosea 2:19, 20. Dan Kidung Agung ini menggambarkan Kristus sebagai Mempelai Pria dan gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Karena itu kita tidak heran bila kitab ini melukiskan tentang keintiman sepasang kekasih.

Kidung Agung bukanlah berisikan kasih hawa nafsu, namun kasih yang tulus dan murni. Sebuah pernyataan yang menarik dapat kita temukan pada ayat yang kita baca hari ini. Penyebutan “merpati” di sini sungguh menarik, sebab itulah yang dikatakan Yesus dalam Matius 10:16, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati."

Mengapa Allah menggambarkan gereja-Nya seperti merpati? Kalau kita melihat kembali kisah dalam Perjanjian Lama, merpati adalah hewan yang dikorbaankan bagi mereka yang tidak mampu, sementara yang mampu dapat mempersembahkan domba (Imamat 5:7). Dan bandingkan dengan perkataan Paulus, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Saudara, merpati itu adalah kita. Hidup dalam Kristus itu menuntut pengorbanan. Hal ini tidak berbicara tentang pengorbanan untuk menebus dosa - sebab itu telah dilakukan oleh Kristus. Namun hal ini berbicara tentang pengorbanan dan salib yang harus kita pikul saat kita mengiring Kristus. Kita melihat banyak orang yang rela mengorbankan harta, waktu, kedudukan, ketenaran, teman-teman, dsb bagi Tuhan. Mereka berbuat itu hanya untuk mendapatkan Kristus. Sebab memang suatu saat kita semua akan diuji apakah kita benar-benar rela berkorban demi Kristus.

 

Renungan :

Merpati adalah binatang yang lembut dan siap untuk dikorbankan. Gereja Tuhan juga harus menjadi korban bagi Allah, supaya dunia tahu bahwa Kristus di dalam kita. Segala kemuliaan hanyalah bagi Dia. 

 

Mengikut Kristus harus ada pengorbanan.




December 09, 2018, 04:32:30 AM
Reply #1328
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Dec
Renungan Harian
Cinta Yang Hebat

Kidung Agung 8; Yohanes 3:16

"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan" (Kidung Agung 8:6).

 

Menemukan cinta di Singapura tidaklah mudah, karena rakyatnya yang hanya segelintir itu sangat disibukkan dengan pekerjaan. Hampir setengah dari warga Singapura tidak memiliki cinta di dalam hidupnya. Demikian hasil sebuah poling yang dilakukan secara online oleh Yahoo! Southeast Asia, Singapura, Jumat (14/2/2003). Hasilnya menunjukkan, 43 persen responden merasa tidak memiliki cinta, 26 persen mengatakan memiliki cinta sedikit saja, dan 30 persen menyatakan memiliki cinta yang hebat. "Terus terang, menemukan cinta di Singapura tidaklah mudah," kata Manajer Umum Yahoo! Southeast Asia, Niren Ho. Warga Singapura sepertinya terlalu sibuk bekerja sehingga sulit memikirkan cinta.

Beda di Singapura beda di negara lain. Tetapi itulah fakta yang terungkap bahwa cinta sejati sulit ditemukan, apalagi di tengah maraknya barang-barang palsu yang membanjiri pasaran, termasuk cinta palsu tentunya!

Kita jangan terjebak dengan cinta palsu. Banyak rumah tangga hancur gara-gara si cewek terlalu mudah menerima cinta si cowok, padahal yang diberikan itu adalah cinta palsu. Begitu biduk rumah tangganya mulai ditimpa prahara, kelihatanlah kalau cinta palsu itu tidak akan bertahan.

Kalau Anda banyak dikecewakan dengan cinta palsu, maka kini saatnya Anda berpaling kepada cinta sejati yang telah ditorehkan di bukit Kalvari 2000 tahun yang lalu. Cinta itu diberikan oleh Yesus Kristus. Dia memberikan cintanya tanpa diembel-embeli syarat. Cintanya kuat sampai Dia harus disalibkan dan mati, tetapi pada hari ketiga Dia bangkit!

Cinta yang tulus dan kuat harus disertai pengorbanan. Anda akan sulit menemukan cinta seperti ini. Anda mau beli pun tidak akan ada cinta seperti ini. Hanya Yesus yang sanggup memberikan cinta yang sempurna kepada kita.

 

Renungan :

Tidak ada cinta sebesar cinta Yesus kepada kita. Cinta-Nya terbukti teruji melalui kematian-Nya di kayu salib. Apakah Anda masih meragukan cinta-Nya ?



December 10, 2018, 05:27:55 AM
Reply #1329
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Dec
Renungan Harian
Penghalang Doa

Yesaya 1:1-20; Yakobus 4:3

”Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku

akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.”

(Yesaya 1:15)

 

Kalau doa Anda belum dijawab Tuhan, bisa jadi karena ada persoalan yang harus Anda bereskan di hadapan Tuhan. Persoalan utama adalah dosa. Tuhan tahu kalau kita memang belum sempurna dan kita memang sedang menuju ke sana. Tetapi ada orang Kristen yang tidak mau bertobat dari dosanya, dan menganggap bahwa dosa itu termasuk ringan dan tidak apa-apa jika dipelihara. Padahal dosa sekecil apapun akan dapat mengganggu hubungan kita dengan Allah.

Lihatlah bagaimana dosa itu menjadi tembok tebal saat kita berdoa kepada Tuhan. Telinga Allah seperti tertutup. Dan solusi yang terbaik adalah bertobat. Tidak ada alternatif lainnya. Anehnya masih banyak orang Kristen yang terlalu sayang dengan dosanya lalu mencari akal agar apa yang dilakukannya dapat dibenarkan.

Saudara, terseraknya bangsa Israel ke seluruh dunia ini karena mereka adalah bangsa pemberontak dan berkaki-kali jatuh di dalam dosa. Allah bosan dengan mereka sebenarnya, tetapi Dia adalah Allah yang panjang sabar dan kaya akan rahmat. Karena itulah Dia memberikan anak-Nya yang Tunggal kepada kita supaya mereka dapat diselamatkan bukan karena usaha mereka tetapi ini semua semata-mata karena kasih karunia Allah.

Selama kita belum membereskan kebusukan dalam diri kita, maka sekuat apapun doa kita, maka doa itu akan seperti membentur tembok tebal. Ini adalah syarat utama yang tidak bisa ditolak. Bukan hanya dosa, tetapi doa yang bernuansa kedagingan juga akan ditolak. Yakobus berkata, "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak. 4:3).

Jadi kita harus tahu aturan berdoa dengan benar supaya doa-doa kita tepat pada sasaran dan mendapatkan jawaban dari Tuhan. Yang paling mudah mendapatkan jawaban apabila kita berdoa untuk perkara-perkara rohani. Sebab itulah yang paling berkenan kepada Tuhan. Lihat doa-doa Paulus yang didominasi oleh permohonan permohonan yang bernilai rohani.

 

Renungan :

Jangan berhenti berdoa. Jangan putus asa kalau doa-doa kita seperti tidak ada jawabannya. Tetapi berhentilah berbuat dosa supaya kita mendapatkan jaminan atas jawaban doa-doa kita.

 

Karena dosa, doa kita akan terhalang.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)