Author Topic: Daily Devotional  (Read 35588 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 11, 2018, 05:58:13 AM
Reply #1330
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Dec
Renungan Harian
Penghalang Doa

Yesaya 1:1-20; Yakobus 4:3

”Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku

akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.”

(Yesaya 1:15)

 

Kalau doa Anda belum dijawab Tuhan, bisa jadi karena ada persoalan yang harus Anda bereskan di hadapan Tuhan. Persoalan utama adalah dosa. Tuhan tahu kalau kita memang belum sempurna dan kita memang sedang menuju ke sana. Tetapi ada orang Kristen yang tidak mau bertobat dari dosanya, dan menganggap bahwa dosa itu termasuk ringan dan tidak apa-apa jika dipelihara. Padahal dosa sekecil apapun akan dapat mengganggu hubungan kita dengan Allah.

Lihatlah bagaimana dosa itu menjadi tembok tebal saat kita berdoa kepada Tuhan. Telinga Allah seperti tertutup. Dan solusi yang terbaik adalah bertobat. Tidak ada alternatif lainnya. Anehnya masih banyak orang Kristen yang terlalu sayang dengan dosanya lalu mencari akal agar apa yang dilakukannya dapat dibenarkan.

Saudara, terseraknya bangsa Israel ke seluruh dunia ini karena mereka adalah bangsa pemberontak dan berkaki-kali jatuh di dalam dosa. Allah bosan dengan mereka sebenarnya, tetapi Dia adalah Allah yang panjang sabar dan kaya akan rahmat. Karena itulah Dia memberikan anak-Nya yang Tunggal kepada kita supaya mereka dapat diselamatkan bukan karena usaha mereka tetapi ini semua semata-mata karena kasih karunia Allah.

Selama kita belum membereskan kebusukan dalam diri kita, maka sekuat apapun doa kita, maka doa itu akan seperti membentur tembok tebal. Ini adalah syarat utama yang tidak bisa ditolak. Bukan hanya dosa, tetapi doa yang bernuansa kedagingan juga akan ditolak. Yakobus berkata, "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak. 4:3).

Jadi kita harus tahu aturan berdoa dengan benar supaya doa-doa kita tepat pada sasaran dan mendapatkan jawaban dari Tuhan. Yang paling mudah mendapatkan jawaban apabila kita berdoa untuk perkara-perkara rohani. Sebab itulah yang paling berkenan kepada Tuhan. Lihat doa-doa Paulus yang didominasi oleh permohonan permohonan yang bernilai rohani.

 

Renungan :

Jangan berhenti berdoa. Jangan putus asa kalau doa-doa kita seperti tidak ada jawabannya. Tetapi berhentilah berbuat dosa supaya kita mendapatkan jaminan atas jawaban doa-doa kita.

 

Karena dosa, doa kita akan terhalang.





December 12, 2018, 05:36:54 AM
Reply #1331
December 13, 2018, 05:45:20 AM
Reply #1332
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Dec
Renungan Harian
Jauhkan Sinkretisme!

Yesaya 2:6-22; Roma 11:22

"Sungguh, telah Kaubuang umat Mu, yakni kaum keturunan p Yakub, sebab di mana-mana mereka melakukan tenung seperti yang di Timur dan sihir seperti orang Filistin, dan orang-orang asing diantara mereka terlalu banyak"

(Yesaya 2:6).

Allah adalah Tuhan yang mengajarkan umat-Nya untuk senantiasa bergantung serta berharap sepenuhnya kepada Dia. Apapun yang menggantikan atau menyamai tempat Tuhan dalam hidup kita adalah sesuatu yang akan mendatangkan murka-Nya. Sinkretisme (mencampuradukkan antara Tuhan dengan kekuatan lain) dan berharap kepada manusia sama seperti atau melebihi pengharapan kepada Tuhan adalah dua hal yang akan membuat kita menjauh dari kasih karunia Tuhan.

Itulah yang dilakukan oleh bangsa Yehuda di zaman nabi Yesaya. Mereka menolak Allah, bergaul karib dengan berhala-berhala dan ilmu gaib. Mereka menggunakan cara-cara jahat yang dilakukan kebanyakan orang untuk mencapai maksud dan tujuannya. Rasa aman mereka tidak diletakkan dalam tangan Tuhan. Namun mereka berusaha mendapatkan rasa aman di dalam uang, kedekatan dengan orang-orang kuat di dunia dan pergaulan dengan kekuatan-kekuatan militer.

Oleh karena semua hal tersebut, Yesaya berdoa agar Tuhan bertindak dan menghukum mereka sampai bangsa itu benar-benar bertobat dari jalan-jalannya yang jahat. Pengampunan Allah tanpa didahului oleh pertobatan sejati, hanya akan membuat bangsa itu makin berani bermain-main dengan kasih karunia Tuhan.

Mungkin orang-orang seperti itu berpikir, "Ah, aku sudah melakukan ini dan itu tapi kenyataannya.... toh Tuhan tidak menghukum aku. Apa salahnya meminta bantuan paranormal? Apa salahnya sedikit tipu sana sini? Apa salahnya bergaul dengan orang-orang kuat dan sedikit ikut-ikutan dengan cara hidup mereka yang bejat?” Saudaraku, apakah kita akan menunggu sampai Tuhan menghukummu terlebih dahulu baru kita bertobat? Waspadalah... sebab belum tentu kita akan cukup kuat untuk menerima akibat buruk dari perbuatan kita yang telah mendatangkan murka Tuhan tersebut.

 

Renungan :

Seringkali kita berpikir bahwa hanya dengan melakukan cara-cara dunia seperti yang dilakukan orang kebanyakan, baru kita akan berhasil dalam segala usaha dan pekerjaan kita. Ingat, Allah kita adalah Tuhan yang cemburuan. Murka-Nya bagi setiap orang yang menduakan Tuhan namun berkat-Nya yang tiada terhingga bagi orang-orang yang mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Anda mau pilih yang mana?

 

Lebih baik menyesal dan bertobat sebelum penghukuman Allah turun atau daripada menerima penghukuman Allah baru bertobat.




December 14, 2018, 05:25:21 AM
Reply #1333
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Dec
Renungan Harian
Murka dan Hukuman Tuhan !

Yesaya 3:1-15; 2 Korintus 5:10

Katakanlah berbahagia orang benar! Sebab mereka akan memakan hasil pekerjaannya. Celakalah orang fasik! Malapetaka akan menimpanya, sebab mereka akan diperlakukan menurut perbuatannya sendiri.

(Yesaya 3:1-15)

Mengapa kita harus terus berdoa bagi keselamatan bangsa dan negara ? Inilah yang terjadi dengan bangsa Yehuda. Sebagai akibat dari dosa umat, hukuman Allah akan menimpa seluruh bagian masyarakat dan semua golongan akan menderita. Mungkin kita berpikir, "Saya tidak melakukan dosa, orang lain yang melakukannya". Ya, mungkin memang seperti itu. Tetapi dosa seisi negeri akan ditimpakan secara merata kepada seluruh komponen bangsa itu. Jadi, walaupun kita hidup benar dan tulus di hadapan Tuhan, namun oleh karena kesalahan bagian lain dari penduduk negeri ini, murka Tuhan secara langsung ataupun tidak langsung akan terasa dampaknya kepada seluruh penduduk negeri, baik orang benar maupun orang jahat. Kejahatan moral yang terjadi di sekeliling kita tentu membuat kita merasa tidak aman dan nyaman saat melakukan aktivitas sehari-hari. Mau keluar rumah sendirian, takut. Mau melakukan perjalanan kesana kemari selalu merasa bimbang. Buka toko, takut dijarah. Bangun rumah dikelilingi dengan pagar besi depan belakang, kiri dan kanan. Di sekolah, kita takut anak-anak akan terpengaruh pergaulan bebas dan narkoba. Sungguh suatu situasi yang sangat mencekam.

Tuhan sangat membenci penganiayaan terhadap orang-orang yang kurang beruntung di dalam masyarakat. Begitu banyak penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap orang yang kurang mampu terjadi disekitar kita. Bahkan, umat Tuhan serta gereja-Nya juga mengalami aniaya, tekanan dan penderitaan yang sungguh sangat tidak masuk akal. Berapa banyak bangsa telah terlibat sangat jauh dan mendalam dengan penyembahan berhala. Seringkali kita mendengar berita orang-orang tertentu, mendatangi kekuatan-kekuatan gaib tertentu dan rela melakukan apa saja demi mendapatkan jabatan dan kekuasaan yang diinginkannya. Oleh karena semua hal itu, murka Tuhan turun atas bangsa tersebut.

Situasi memang kurang menguntungkan tetapi bukan berarti tidak ada jalan keluar. Firman Tuhan membesarkan hati kita di tengah-tengah angkatan yang tidak benar ini. Sekalipun mungkin kita menderita oleh karena kebenaran. Sekalipun mungkin kita terkena dampak langsung maupun tidak langsung dari kejahatan bangsa ini, akhirnya Tuhan akan membela dan memberi pahala yang berlimpah-limpah kepada setiap orang yang benar dan setia.

 

Renungan:

Berdoa syafaat bagi bangsa dan negara terkadang menjadi satu kegiatan yang kurang bergairah di dalam aktivitas rohani kita sehari-hari. Mengapa ? Karena hal itu tidak berkaitan langsung dengan keadaan kita. Tetapi dosa satu negeri, akan ditimpakan kepada seisi penduduk negeri, orang benar maupun tidak. Oleh sebab itu, berdoalah agar negeri kita terhindar murka dan hukuman Tuhan.

 

Murka dan hukuman Tuhan berlaku bagi setiap pelaku kejahatan namun pahala yang berlimpah bagi setiap orang yang berlaku setia dan benar.



December 15, 2018, 05:36:22 AM
Reply #1334
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


15
Dec
Renungan Harian
Kepekaan Rohani dan Sosial

Yesaya 3:16 - 4:1; 2 Korintus 4:18

Tuhan berfirman: Oleh karena wanita Sion telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher dan dengan main mata, berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerincing dengan giring-giring kakinya, maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan Tuhan akan mencukur rambut sebelah dahi mereka.

(Yesaya 3:16-17)

Wanita biasanya menjadi tiang terakhir baik di dalam keluarga, gereja maupun bangsa dan negara sebagai penyampai pesan moral yang mengingatkan keadaan di sekitarnya agar bertobat dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Namun apa yang terjadi dengan kaum wanita Yehuda sungguh di luar dugaan. Di tengah-tengah kemerosotan segala sesuatu yang terjadi di tengah-tengah bangsanya seperti kemerosotan rohani, moral, dan politik, kaum wanita Yehuda malah terpikat oleh segala hal yang berkaitan dengan penampilan lahiriah yang menarik dan bukan oleh kekudusan batin dan kasih kepada Allah.

Wanita Yehuda mementingkan diri sendiri, sibuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan daya tarik seksual serta hanya memikirkan kebutuhan mereka sendiri. Mereka sama sekali tidak menunjukkan perhatian kepada orang yang tertindas, miskin atau kepada keadaan rohani yang terpuruk dari tiap-tiap keluarga serta masyarakat mereka. Mereka telah bertumbuh menjadi manusia yang tidak punya kepekaan rohani dan sosial sama sekali. Sungguh tragis, tidak ada lagi yang bisa diharapkan menjadi tiang penyelamat keluarga, bangsa dan negara.

Kurang kepekaan rohani dan kurang kepekaan sosial seringkali memang menjadi makanan sehari-hari yang kita lihat di sekeliling kita atau bahkan yang kita lakukan sendiri. Kurang rasa belas kasihan melihat jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Tidak merasa tertarik dengan pelayanan anak-anak jalanan yang kurang beruntung. Tidak memiliki rasa iba bahkan cenderung menghindar dari orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sibuk mengurus diri sendiri dengan segala macam model perawatan tubuh. Sibuk berburu mobil mewah dan keluaran terbaru. Sibuk renovasi dan bongkar pasang rumah secara berlebihan. Dan masih banyak lagi rentetan daftar panjang lainnya.

Berhati-hatilah, Allah mengancam akan mempermalukan wanita-wanita Yehuda dengan menjadikan mereka budak-budak tertindas dari para penjajah mereka oleh karena perlakuan yang tidak pantas tersebut.

 

Renungan :

Seringkali kita hanya sibuk melihat ke atas dan ke samping. Kita berlomba-lomba saling menyaingi dalam hal penampilan. Kita selalu melihat ke atas untuk dapat tampil lebih modis, menarik dan trendis. Tanpa sadar, kita sudah bersikap berlebihan dan tidak wajar lagi oleh karena mengejar semua hal itu.

 

Kepekaan rohani dan kepekaan sosial adalah dua hal yang Tuhan tuntut dari kita untuk tetap dapat menjadi garam dan terang di tengah-tengah dunia yang gelap ini.


December 16, 2018, 04:30:55 AM
Reply #1335
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


16
Dec
Renungan Harian
Ketika Kotoran Dibersihkan

Yesaya 4:2-6; Ibrani 10:22

“Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai

Tudung”

(Yesaya 4:5).

 

Seorang anak balita sedang asyik bermain lumpur dan ia tidak menghiraukan pakaian putih yang dikenakannya. Kuku tangan dan kakinya pun mulai dimasuki lumpur. Tidak ada orang yang memperhatikan apa yang dilakukannya. Sampai pada akhirnya seorang ibu berteriak-teriak kepadanya, karena kaget anak itu menangis, ibunya segera menggendong dan membawanya masuk ke kamar mandi. Anak itu meronta-ronta, nampaknya ia tidak mau dimandikan ia bersikeras untuk bermain lumpur karena baginya itu hal yang sangat mengasyikkan. Ibunya tidak menghiraukan rengekannya, ia terus saja membersihkan tubuh anaknya dengan menggunakan sabun. Setelah selesai, anak itu diberi bedak dan pengharum kemudian dibawa ke ruang tengah diberi makan, minum susu dan dininabobokan.

Sama seperti kisah seorang anak tadi, sebagian besar dari kita kebanyakan tidak suka dan berusaha memberontak ketika Allah mencoba membersihkan kotoran yang ada di hati dan pikiran kita. Kadang kita berusaha menghindar ketika Allah mengingatkan dan menegor kita. Banyak orang inginnya hidup senang, sukacita, tenteram dan berbuat sesuka hatinya, namun kadangkala lupa bahwa di tengah kebebasan masih ada hukum Allah yang berlaku atas hidup manusia. Kalau sudah terjerat dan terjebak dalam pelbagai penyakit dan kesengsaraan, barulah orang menjadi sadar betapa berhargnya hidup itu, dan betapa berartinya hidup kudus dihadapan Allah.

Firman Tuhan dalam renungan di atas meneguhkan kita, bahwa Allah itu sama seperti orang tua yang selalu rindu anak-anaknya itu kelihatan bersih, tubuhnya sehat dan hidupnya dipenuhi berkat. Bagaimana supaya bersih? Satu-satunya jalan adalah tubuhnya harus dibersihkan, demikian juga dengan kita bagaimana supaya hidup kita kudus, maka hati harus dibersihkan, hidup kita harus dikuduskan dan hal itu hanya bisa dilakukan Tuhan Yesus. DarahNya sudah dicurahkan atas kita. Ketika kita dikuduskan, maka cahaya kemuliaan Allah akan terpancar dalam hidup kita, saat itulah kita akan mengalami pemulihan dalam hidup kita.

 

Renungan :

Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni (Ibrani 10:22).

 

Berusahalah hidup kudus dan beri kesempatan kepada Allah untuk membersihkan hati kita.


December 17, 2018, 05:25:18 AM
Reply #1336
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Dec
Renungan Harian
Berbuahlah !

Yesaya 5: 1-7; Yohanes 15:4

"Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam"

(Yesaya 5:4).

Saat kita membaca ayat di atas maka kita sedang diingatkan Tuhan kepada Injil Yohanes 15:1-2: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."

Hidup Kekristenan itu adalah hidup yang dinamis, artinya orang Kristen itu harus bertumbuh imannya, harus bertumbuh pengharapannya dan harus bertumbuh kasihnya. Bertumbuh bukan hanya sekedar bertumbuh biasa-biasa, melainkan harus bertumbuh yang baik, sehingga menghasilkan buah yang baik. Jika asal bertumbuh memang bisa, tetapi buah yang dihasilkannya pun tidak akan baik alias asam.

Bertumbuh tidaknya orang Kristen itu bisa dilihat dari hidupnya sehari-hari, mempermuliakan nama Tuhan atau tidak, hidupnya bisa menjadi berkat atau tidak, ucapannya menguatkan iman atau sebaliknya, prilakunya mencerminkan Injil Kristus atau menodai Injil Kristus. Memang untuk menghasilkan buah yang dikehendaki Tuhan itu tidak mudah, karena itu Tuhan berkata: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku" (Yohanes 15:4).

Hanya tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya sajalah kita bisa bertumbuh dan berbuah, karena itu selagi kita sadar dan ingat akan kebenaran-Nya marilah buat komitmen baru dalam hidup ini untuk tinggal di dalam Dia. Masih terlalu banyak kesempatan yang disediakan Tuhan kepada kita, Ia terus menunggu dengan kesabaranNya. Hasilkanlah buah sebagaimana Tuhan menghendaki kita untuk berbuah, biarlah kasih sukacita damai sejahtera, kebaikkan, kelemahlembutan, kemurahan, pengusaaan diri, tidak mementingkan diri sendiri itu melekat kuat dalam hidup kita sehari-hari.

 

Renungan :

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya (2 Petrus 3:15)

 

Kekristenan yang berhasil jika kita telah menghasilkan buah yang

menyenangkan hati Tuhan.



December 18, 2018, 04:58:14 AM
Reply #1337
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Dec
Renungan Harian
Berbuahlah !

Yesaya 5: 1-7; Yohanes 15:4

"Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam"

(Yesaya 5:4).

Saat kita membaca ayat di atas maka kita sedang diingatkan Tuhan kepada Injil Yohanes 15:1-2: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."

Hidup Kekristenan itu adalah hidup yang dinamis, artinya orang Kristen itu harus bertumbuh imannya, harus bertumbuh pengharapannya dan harus bertumbuh kasihnya. Bertumbuh bukan hanya sekedar bertumbuh biasa-biasa, melainkan harus bertumbuh yang baik, sehingga menghasilkan buah yang baik. Jika asal bertumbuh memang bisa, tetapi buah yang dihasilkannya pun tidak akan baik alias asam.

Bertumbuh tidaknya orang Kristen itu bisa dilihat dari hidupnya sehari-hari, mempermuliakan nama Tuhan atau tidak, hidupnya bisa menjadi berkat atau tidak, ucapannya menguatkan iman atau sebaliknya, prilakunya mencerminkan Injil Kristus atau menodai Injil Kristus. Memang untuk menghasilkan buah yang dikehendaki Tuhan itu tidak mudah, karena itu Tuhan berkata: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku" (Yohanes 15:4).

Hanya tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya sajalah kita bisa bertumbuh dan berbuah, karena itu selagi kita sadar dan ingat akan kebenaran-Nya marilah buat komitmen baru dalam hidup ini untuk tinggal di dalam Dia. Masih terlalu banyak kesempatan yang disediakan Tuhan kepada kita, Ia terus menunggu dengan kesabaranNya. Hasilkanlah buah sebagaimana Tuhan menghendaki kita untuk berbuah, biarlah kasih sukacita damai sejahtera, kebaikkan, kelemahlembutan, kemurahan, pengusaaan diri, tidak mementingkan diri sendiri itu melekat kuat dalam hidup kita sehari-hari.

 

Renungan :

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya (2 Petrus 3:15)

 

Kekristenan yang berhasil jika kita telah menghasilkan buah yang

menyenangkan hati Tuhan.



December 19, 2018, 06:32:51 AM
Reply #1338
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Dec
Renungan Harian
Berbuahlah !

Yesaya 5: 1-7; Yohanes 15:4

"Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam"

(Yesaya 5:4).

Saat kita membaca ayat di atas maka kita sedang diingatkan Tuhan kepada Injil Yohanes 15:1-2: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."

Hidup Kekristenan itu adalah hidup yang dinamis, artinya orang Kristen itu harus bertumbuh imannya, harus bertumbuh pengharapannya dan harus bertumbuh kasihnya. Bertumbuh bukan hanya sekedar bertumbuh biasa-biasa, melainkan harus bertumbuh yang baik, sehingga menghasilkan buah yang baik. Jika asal bertumbuh memang bisa, tetapi buah yang dihasilkannya pun tidak akan baik alias asam.

Bertumbuh tidaknya orang Kristen itu bisa dilihat dari hidupnya sehari-hari, mempermuliakan nama Tuhan atau tidak, hidupnya bisa menjadi berkat atau tidak, ucapannya menguatkan iman atau sebaliknya, prilakunya mencerminkan Injil Kristus atau menodai Injil Kristus. Memang untuk menghasilkan buah yang dikehendaki Tuhan itu tidak mudah, karena itu Tuhan berkata: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku" (Yohanes 15:4).

Hanya tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya sajalah kita bisa bertumbuh dan berbuah, karena itu selagi kita sadar dan ingat akan kebenaran-Nya marilah buat komitmen baru dalam hidup ini untuk tinggal di dalam Dia. Masih terlalu banyak kesempatan yang disediakan Tuhan kepada kita, Ia terus menunggu dengan kesabaranNya. Hasilkanlah buah sebagaimana Tuhan menghendaki kita untuk berbuah, biarlah kasih sukacita damai sejahtera, kebaikkan, kelemahlembutan, kemurahan, pengusaaan diri, tidak mementingkan diri sendiri itu melekat kuat dalam hidup kita sehari-hari.

 

Renungan :

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya (2 Petrus 3:15)

 

Kekristenan yang berhasil jika kita telah menghasilkan buah yang

menyenangkan hati Tuhan.


December 20, 2018, 05:08:20 AM
Reply #1339
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)