Author Topic: Daily Devotional  (Read 37643 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 21, 2018, 06:18:46 AM
Reply #1340
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Dec
Renungan Harian
Dapat Semuanya

Yesaya 7: Matius 1:23

”Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”

(Yesaya 7:14)

 

Seorang bapa yang kaya raya beserta putera tunggalnya mempunyai hobi yang sama yaitu mengkoleksi karya-karya seni. Aneka karya seni yang langka mulai dari Picasso sampai Raphael telah mereka miliki. Mereka sering duduk bersama sambil mengagumi koleksi seni mereka yang amat indah.

Pada saat perang Vietnam meletus, sang putera pun berangkat ke medan perang. Sayang sang putera gugur pada saat ia menolong temannya yang terluka. Sang bapa merasa sangat kehilangan dan sedih karena dia adalah putera satu-satunya.

Sebulan kemudian seorang teman anaknya datang mengunjunginya sambil menyerahkan sebuah lukisan diri anak sang bapa tersebut. Ini sebagai bentuk ucapan terima kasih karena anak bapa itu telah menyelamatkannya di medan perang.

Sang bapa kemudian menggantung lukisan tersebut di tempat yang strategis. Lukisan ini senantiasa diperlihatkan kepada setiap tamu yang datang berkunjung ke rumahnya, sebelum mereka menikmati koleksi seni yang lain.

Beberapa bulan kemudian sang bapa pun meninggal. Semua karya seni miliknya dilelang. Banyak orang yang khusus datang untuk menikmati koleksi seni tersebut sambil mengikuti acara pelelangan. Lukisan pertama yang diajukan untuk dilelang adalah lukisan Sang Putera. Juru lelang mulai menawarkan lukisan tersebut, "Baik Bapak, Ibu sekalian, siapa yang mau memulai penawaran terhadap lukisan ini?"

Ternyata tidak ada peminat satupun! Seorang peserta lain berteriak dengan nada marah, "Kami datang kesini bukan untuk melihat lukisan jelek itu. Kami datang untuk melihat Van Goghs, the Rembrandts. Ayo, mulailah dengan lelang yang sesungguhnya."

Tapi si juru lelang tetap melanjutkan penawarannya, "Sang Putera, Sang Putera, siapa yang menawar Sang Putera?"

Akhirnya ada juga yang menawar lukisan tersebut. Ia adalah mantan tukang kebun yang telah lama bekerja di rumah sang bapa. "Saya menawarnya.” Si juru lelang meletakkan palunya dan berkata, "Maaf bapak-ibu sekalian, lelang hari telah selesai.”

”Bagaimana dengan lukisan-lukisan lainnya?" teriak para peserta.

”Maaf bapak-ibu sekalian, sebelum saya diminta untuk memimpin acara ya mendapat pesan rahasia dari pengacara keluarga. Yang dilelang hanyalah lukisan Sang Putera. Barangsiapa yang membeli lukisan Sang Putera mendapat seluruh warisan yang ditinggalkan oleh sang bapa, termasuk lukisan-lukisan masterpiece. Saya tidak boleh membocorkan pesan sampai lukisan Sang Putera ini laku terjual."

 

Renungan :

Allah sudah memberikan Yesus kepada manusia. Barangsiapa mau menerimaNya, maka ia akan menerima segalanya, termasuk penyertaanNya, sebab Dia adalah Imanuel.

 

Tanpa Natal tidak ada Imanuel; tanpa Imanuel tidak ada keselamatan.


December 22, 2018, 04:53:33 AM
Reply #1341
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


22
Dec
Renungan Harian
Bukan Janji Gombal

Yesaya 8:1-10; Roma 8:17

”Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas”

(Yesaya 8:3).

Barangkali hingga hari ini kita sudah kenyang dengan banyak janji seperti janji dari penguasa atau pejabat negara, janji dari atasan, janji dari saudara atau teman, yang mana hampir 95% dari janji-jani itu hanya bualan mulut saja alias janji gombal. Banyak orang menjadi kecewa dan sakit hati karena sebuah janji. Seperti yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita hari-hari ini, didapati ada orang yang mulai pesimis dengan janji-janji, karena itu tidak mengherankan jika di sana-sini masih banyak demonstrasi soal kebijakan departemen pemerintah atau swasta.

Demikian halnya pada zaman Yesaya. Karena pikiran umat saat itu terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak baik, umat dipenuhi dengan kesengsaraan, mereka tidak lagi dapat berpikir jernih dan memiliki hati yang terbuka terhadap pekerjaan Allah. Bahkan mereka juga meragukan kebenaran Firman-Nya, apalagi mereka melihat Firman Tuhan hanyalah sebuah perkataan yang biasa-biasa saja.

Namun di tengah-tengah situasi semacam itu, Tuhan tidak tinggal diam. la memberikan hikmat dan memerintahkan Yesaya untuk mengambil langkah-langkah seperti memanggil dua saksi yaitu imam Uria dan Zakharia bin Yeberekhya. Kemudian setelah itu Yesaya menghampiri istrinya sampai akhirnya istrinya mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur."

Pada mulanya umat Tuhan saat itu tidak mengerti, namun setelah mereka melihat bahwa perkataan Tuhan itu digenapi sebelum Maher bisa memanggil Ayah Ibunya, barulah mata hati mereka dicelikan bahwa firman Allah itu ya dan amin.

Karena itu berbahagialah saudara kalau setiap hari menyediakan waktu khusus untuk saat teduh dan merenungkan kebaikkan Tuhan.

 

Renungan:

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:17).

 

Percayalah, cepat atau lambat janji-Nya pasti digenapi dalam hidup kita.



December 23, 2018, 04:43:25 AM
Reply #1342
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


23
Dec
Renungan Harian
Hidup Di Tengah Ketakutan

Yesaya 8:11-23; Matius 14:27

”Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya”

(Yesaya 8:12).

 

Ketika Saddam Hussein masih duduk di takhtanya, ketika hasil pemilu diumumkan dan dia mendapatkan suara 100%, maka yang paling berbahagia adalah para narapidana. Mereka mendapat hadiah istimewa, berupa amnesti yang dilakukan besar-besaran di seluruh negeri. Penjara-penjara mulai dikosongkan, secara serempak, para penghuninya keluar dijemput oleh sanak familinya. Misalnya seorang yang bernama Hassan Abdul Karim, 74, adalah salah seorang yang mendapat anugerah kebebasan mendadak. Dipenjarakan 160 tahun karena lima kasus pembunuhan, dia baru menjalaninya 25 tahun. "Para pencuri dari Baghdad telah dilepaskan," komentar seorang penduduk di ibu kota Irak. Dia merujuk pada cerita terkenal The Thieves of Baghdad. Lalu, dia menghubungkan dengan kekhawatiran warga Baghdad akan keamanan kota setelah ratusan bahkan ribuan kriminal dilepaskan secara bersamaan sebelum masa hukumannya habis. Pada waktu itu, tepatnya tanggal 20 Oktober 2002, "Baghdad tidak akan bisa tidur tenang malam ini dengan semua pencuri berada di jalan," kata seorang pengemudi taksi saat menuju penjara terkenal Abu Gharib. Warga yang lain mengingatkan agar jangan lupa mengunci pintu dan jendela, yang lainnya lagi menyusun semacam keamanan di lingkungan distriknya. Ketakutan mencekam warga Baghdad.

Itu memang cerita lama saat Saddam berkuasa. Tetapi kini Baghdad tidak lebih baik, bahkan lebih buruk. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Baghdad, namun terjadi di negeri kita juga. Dimana beberapa waktu yang lalu ada sebuah teror yang dilakukan oleh kaum radikal, yaitu bom bunuh diri yang menewaskan beberapa orang. Koran dan televisi didominasi oleh berita kriminalitas. Di mana-mana bahaya mengancam. Bahkan kini orang mau belanja ke pasar perlu berpikir beberapa kali sebab keamanan tidak dapat dijaminkan lagi. Belum lagi kalau kita berbicara tentang bahaya pergaulan bebas anak-anak sekolah. Orang tua setiap hari dicekam oleh ketakutan. Ada nggak sih tempat yang aman di muka bumi ini?

Kalau kita mencari tempat yang aman, carilah Tuhan. Tidak ada empat yang paling aman kecuali berada dalam pelukan Tuhan Yesus. Serahkanlah segala ketakutan dan kekhawatiran kita, sebab Allah Sanggup menjaga kita dan keluarga kita.

 

Renungan :

Kita pasti tidak salah kalau kita mengharapkan Tuhan ebagai pelindung kita. Jangan takut kepada berbagai berita yang nengerikan. Jangan ikut-ikutan takut dengan mereka yang memang masa hidupnya dalam ketakutan.

 

Ketakutan adalah racun iman.





December 24, 2018, 05:13:33 AM
Reply #1343
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


24
Dec
Renungan Harian
Nikmati Terang-Nya

Yesaya 9:1-6; Yohanes 5:35

”Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak soral sorak, dan sukacita yang besar, mereka telah bersukacito hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti oran bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.”

(Yesaya 9:1-2)

 

Beberapa tahun yang lalu seiring dengan menipisnya cadang listrik untuk pulau Jawa dan Bali, pemerintah mencanangkan gerakan hemat energi yang dimulai dari instansi pemerintah. Gerakan disambut cukup baik oleh masyarakat walau pada prakteknya masih banyak di sana-sini termasuk kantor pemerintah terlihat adanya pemborosan pemakaian listrik.

Selain penghematan listrik, di beberapa tempat diadakan pemadaman secara bergiliran. Suatu ketika di sebuah kompleks perumahan mendapatkan jatah pemadaman bergilir, malam itu tanpa komando secara serempak dari setiap rumah terdengar ucapan huuu!! Sebab lagi asyiknya nonton televisi dan memperbaiki motor tiba-tiba perkerjaan terputus. Belum lagi udara malam itu tidak begitu bersahabat, panas, banyak nyamuk, dan lain sebagainya.

Dari peristiwa di atas didapatkan suatu petunjuk bahwa sesungguhnya setiap orang itu tidak suka dengan suasana yang gelap, sebab selain tidak nyaman bagi mata, mereka tidak bisa beraktivitas secara maximal.

Namun seringkali manusia tidak menyadari ketidaknyamanan dalam suasana kegelapan, bahkan beberapa orang suka dengan suasana itu, terlebih pencuri, perampok, pezinah dan pembuat kejahatan, sangat suka dengan situasi ini.

Tuhan pun tidak suka dengan keadaan manusia yang berada dalam kegelapan, karena itu Ia menyediakan anugerah bagi setiap orang. Inilah terang yang disediakan Tuhan, karena itu nikmati terang Tuhan dan masuklah dalam kesukaan yang disediakan Tuhan buat kita. Biarlah suasana Natal hari ini kita penuhi dengan sorak-sorai dan ucapan syukur, bukan dengan pesta pora dan menghambur-hamburkan uang.

Apakah ada sukacita hari ini? Bersukacitalah! Bukan karena seberapa banyak berkat materi yang kita terima, sebaliknya jangan juga bersedih hati karena kita saat ini sedang kekurangan, dan dalam persoalan, melainkan bersukacitalah senantiasa dalam segala hal karena nama kita tercatat di sorga (Lukas 10:20).

 

Renungan :

Nimatilah terang kebenaran Allah jangan hanya sekejap saja, tetapi biarlah terus ada dalam hidup kita. Renungkanlah Yohanes 5:35, ”Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.” 

 

Nikmati terang-Nya setiap hari dan bersukacitalah.



December 25, 2018, 05:15:15 AM
Reply #1344
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Dec
Renungan Harian
Kristus Ratu Adil

Yesaya 10; Roma 3:26

"Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman"

(Yesaya 10:1).

Sebelum menghadapi penyaliban Yesus berkata kepada Pilatus, ”Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Pilatus bingung antara ketakutan kehilangan simpati rakyat yang membahayakan posisinya sebagai penguasa atau membiarkan dirinya bertindak sebagai orang yang menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak bersalah. Tetapi dia menjatuhkan pilihan kedua. Kebenaran dikhianati. Pengkhianatan atas kebenaran melahirkan ketidakadilan.

Hingga kini, kita bersusah-payah untuk menegakkan kebenaran dan menjunjung keadilan! Padahal, kebenaran dan keadilan adalah dua sisi utuh kehidupan. Yang satu menentukan yang lain. Ketika kebenaran dan keadilan tidak ditegakkan, kematian demi kematian harus ditanggung oleh setiap insan yang mendambakannya.

Yesus hadir pada zaman-Nya dengan komitmen menegakkan kebenaran dan keadilan, disamping menyelamatkan manusia dari hukuman kekal tentunya. Tetapi Dia adalah contoh seorang yang tidak kompromi dengan penyelewengan. Dia menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

Manusia hidup bukan demi hukum. Hukum dibuat untuk membantu manusia. Manusia tidak boleh dibelenggu hukum-hukum yang menindas. Terhadap segala bentuk hukum yang membelenggu dan menindas, Yesus bersikap dan bertindak keras! Puncak manifestasi sikap Yesus terjadi saat Ia mengusir dan "menggusur" para penguasa uang dan perdagangan yang menindas rakyat atas nama hukum agama di Bait Allah.

Dalam tafsir historis-kritis atas kehidupan Yesus, Joachim Jeremias (1969) menemukan banyak bukti di luar Injil soal perdagangan hewan kurban di halaman Bait Allah. Para pedagang menggunakan kesempatan permintaan binatang untuk kurban kebaktian dengan menaikkan harga yang mencekik leher. Para penukar uang pun mengeruk keuntungan luar biasa, terutama yang datang dengan uang asing. Di mata Yesus, semua itu merupakan bentuk ketidakadilan atas dasar penyalahgunaan kebenaran yang harus dirombak!

Karena itu, para pemimpin Yerusalem bersekongkol, memutuskan untuk membunuh Yesus. Namun, Yesus kian populer di antara rakyat yang haus akan pemimpin yang mampu mengentaskan mereka dari kemiskinan dan penindasan.

 

Renungan :

Tidak salah jika Anda menjadi pengikut Yesus, sebab Dia adalah Raja Adil dan bertindak benar dalam menjalankan pemerintahanNya.

 

Keadilan hanya didapatkan di dalam Yesus.



December 26, 2018, 05:18:09 AM
Reply #1345
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


26
Dec
Renungan Harian
Hari Gini, Bikin Dosa?

Yesaya 10:20-34; Roma 15:4

”Suatu sisa akan kembali, sisa Yakub akan bertobat di hadapan Allah yang perkasa.”

(Yesaya 10:21)

Hari gini masih bikin dosa? Nggak lagi lah...! Kita harus tinggalkan kebiasaan buruk kita. Menjelang akhir tahun 2018 ini kita harus terus melangkah ke depan, dan jangan ada lagi kemunduran. Kita harus siap untuk menyongsong tahun 2019. Kita harus siap untuk adanya perubahan yang besar di dalam kehidupan kita secara pribadi. Menuju kepada Tahun Rahmat dan Damai Sejahtera, serta menyosong Indonesia Baru dengan Tahun Pembebasan dari segala tekanan yang menghimpit ini.

Sebagai kilas balik di dalam kehidupan kita, mari kita ambil contoh di dalam kitab Keluaran, saat Musa menerima panggilan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Setelah melampaui beberapa peristiwa seperti: menyeberangi laut Teberau, berada di Mara, semua yang mereka alami adalah peristiwa untuk kita renungkan. Berada dimanakah kita saat ini? Jika ingin masuk ke Elim, maka kita tidak boleh bersungut-sungut. Kita harus bersukacita dimanapun kita berada. Mengucaplah syukur dalam segala keadaan. Seringkali kita mengikuti jalan kita sendiri. Sadar atau tidak sering kali kita merasa berat dalam melampaui kehidupan ini. Mengapa bisa begitu? Karena kita tidak mengikuti jalan yang Tuhan tunjukkan kepada kita, seperti bangsa Israel pada saat hendak masuk ke tanah perjanjian, Kanaan. Sebagian besar dari mereka bersungut-sungut dan mereka pula yang akhirnya tidak masuk kedalam tanah Kanaan. Tetapi yang menikmati masuk ke dalam tanah perjanjian adalah mereka yang benar-benar tunduk dan taat kepada pimpinan Tuhan melalui hamba-Nya Musa.

Jika kita sudah seringkali mendengar cerita ini, tetapi kita tidak meresponi atau tidak mengerti arti dari keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, segeralah sadar. Mesir adalah gambaran dari kehidupan kita yang lama, sedangkan Kanaan adalah kehidupan kita yang baru bersama Tuhan Yesus.

 

Renungan :

Janganlah bersungut-sungut, ikutlah jalan Tuhan. Semua disediakan bagi kita yang mengasihi DIA. Ingatlah tuntunan kepada bangsa Israel. Mereka menikmati Manna, daging burung puyuh, minum dari dua belas mata air dan makan buah korma di Elim. Jadi jangan berbuat dosa lagi supaya segera kita masuk dalam hadirat Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Buang semua "sampah” dalam hidup Anda dan berlarilah pada panggilan surgawi.


December 27, 2018, 05:35:15 AM
Reply #1346
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


27
Dec
Renungan Harian
Anak Perdamaian

Yesaya 11: Efesus 2:14

"Suatu tunas akan keluar dan tunggul Isai dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah (Yesaya 11:1).

 

Misionaris Don Richardson melayani selama bertahun-tahun diantara para suku primitif di Papua New Guinea. Dia menceritakan bagaimana saat menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa mereka dia tidak menemukan kata untuk mengekspresikan bagaimana Yesus Kristus telah telah memberikan hidup-Nya kepada manusia supaya manusia dapat berdamai dengan Allah. Akhirnya dia menemukan cara untuk mengungkapkan kata itu.

Richardson bercerita bagaimana di sana ada dua suku yang saling bermusuhan turun temurun. Setiap generasi saling membunuh dan menghancurkan. Akhirnya mereka menyadari bahwa permusuhan ini harus dihentikan sebab lama kelamaan mereka akan habis. Tetapi bagaimana caranya agar permusuhan mereka yang telah terjadi turun temurun itu bisa berakhir ? Akhirnya kedua kepala suku itu bertemu. Salah satu anak dari kepala suku itu diadopsikan oleh kepala suku lainnya. Mereka menyebut anak itu dengan "Anak Perdamaian". Jadi selama anak itu hidup, kedua suku itu sepakat untuk tidak saling menyerang. Mereka hidup dalam perdamaian. Dan inilah gambaran sempurna untuk menggambarkan kasih Allah dengan mengutus Yesus sebagai Raja Damai bagi kita.

Yesus datang sebagai Raja Damai. Dialah yang mendamaikan manusia dengan Penciptanya. Paulus berkata, "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami" (2 Korintus 5:19).

Nabi Yesaya telah menubuatkan tentang tunas yang akan keluar dari Isai. Yesaya berbicara tentang Yesus, Sang Raja Damai. Alkitab berkata, "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan" (Efesus 2:14).

Sudah sewajarnya kita sebagai pengikut Kristus hidup dalam damai sejahtera. Hanya dosa yang biasanya merebut damai sejahtera itu. Saudara, jagalah damai sejahtera itu. Sebab harga damai itu mahal.

 

Renungan :

Dunia perlu mengetahui bahwa dunia yang tiada damai memerlukan Sang Pembawa Damai sejati yaitu Yesus Kristus. Marilah kita kenalkan Yesus sebagai Sang Raja Damai itu kepada dunia ini. 

 

Mustahil manusi bisa didamaikan dengan Allah kecuali dengan darah Yesus.



December 28, 2018, 05:48:22 AM
Reply #1347
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


28
Dec
Renungan Harian
Allah Yang Menghajar

Yesaya 12: Ibrani 12:5-7

Pada waktu itu engkau akan berkata : ”Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.”

 (Yesaya 12:1)

 

Ada pengkhotbah yang selalu saja mengkhotbahkan tentang kasih Allah, tetapi ada juga pendeta yang berkhotbah tentang murka Allah, sampai-sampai jemaatnya “menggigil” ketakutan saat duduk mendengarkan khotbahnya. Keduanya kalau digabungkan akan memberikan pengertian yang benar kepada jemaat Tuhan.

Kita harus mengenal Allah dalam dua sisi yang kelihatannya bertolak belakang. Tetapi ini akan memberikan pandangan yang benar bahwa Dia adalah Allah yang mengasihi dan Allah yang menghakimi.

Saudara tentu setuju kalau Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Kalau kita mau melihat Allah, lihatlah Yesus. Suatu saat Dia adalah seorang yang sangat lembut - ketika merangkul anak-anak yang rindu belaian-Nya (Matius 19:14). Tetapi kita tentu tahu juga bagaimana amarah-Nya yang menyala-nyala ketika melihat rumah-Nya dijadikan sarang penyamun (Matius 21:12,13). Seharusnya rumah itu kudus dan tempat pertemuan antara Allah dan manusia, tetapi para pedagang yang cuma memikirkan untung saja, tidak mempedulikan dia berjualan di mana. Dan ini membuat Yesus marah!

Kita memiliki Allah yang mengasihi dan Allah yang menghajar umatNya jika ditemukan kesalahan dalam diri mereka. Alkitab berkata, "Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya" (lbrani 12:5-7).

Kalau kita bandel, kita pasti akan dididik dan kalau perlu dihajar! Kalau kita cepat sadar, maka kita akan kembali menikmati kemurahan-Nya. Tetapi kalau kita bandel terus, maka kita akan sengsara terus dan menderita. Mengapa kita tidak segera bertobat ? Bertobatlah dan kembalilah menjadi anak yang manis.

 

Renungan :

Jangan takut untuk dihajar oleh Tuhan, sebab itu tandanya Dia masih mengasihi kita. Jangan bebal dan segeralah kembali kepada Tuhan supaya kita tidak semakin sengsara.

 

Takutlah kepada Dia yang menghakimi manusia.




December 29, 2018, 05:18:08 AM
Reply #1348
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


29
Dec
Renungan Harian
Hari Tuhan Sudah Dekat

Yesaya 13; Wahyu 14:7

”Merataplah, sebab hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa.”

(Yesaya 13:6)

Pada beberapa tahun yang lalu di New Orleans akan diadakan pesta Southern Decadence, tepatnya tanggal 31 Agustus 2005. Ini adalah semacam pesta Mardi Gras yang dilakukan oleh para homoseksual dan lesbian. Tapi beberapa hari sebelum acara itu, telah terjadi badai Katrina yang memporakporandakan kota New Orleans dan sekitarnya.

Seperti halnya kota Sodom dan Gomora yang harus ditinggalkan oleh keluarga Lot, maka kota New Orleans yang terkenal sebagai Sodom kedua di Amerika sesudah San Francisco, adalah merupakan kota pertama di USA yang harus ditinggalkan penghuninya, karena ditimpa badai, banjir dan kebakaran-kebakaran yang menelan korban diperkirakan bisa mencapai 10.000 jiwa.

Pada waktu itu, bencana besar yang sedang ditakuti adalah gempa dahsyat yang diramalkan akan menimpa San Francisco dalam waktu dekat. Gejala-gejalanya menurut USGS (United States Geological Survey) Badan Pengawas Gempa Bumi Amerika Serikat, sangat meyakinkan dan mengerikan.

Silahkan mengambil konklusi sendiri apa arti semuanya ini, tapi yang jelas bencana alam di New Orleans dan yang ditakuti di San Francisco bila terjadi akan benar-benar memicu kepada ambruknya ekonomi Amerika yang akan menyebabkan terlaksananya UUHM (Sunday Laws). Dan dalam hal ini, tidak dikait-kaitkan dan dicocok-cocokkan dengan peristiwa yang terjadi. Tetapi perlu diketahui bahwa Tuhan sanggup mengadili manusia yang terlalu bejat ini. Penghakiman akbar memang masih menantikan masanya, tetapi bukan berarti ALLAH tidak sanggup mengirimkan peringatan-peringatan-Nya. Dia memberi peringatan-peringatan kepada manusia bahwa penghakiman bukanlah cerita isapan jempol. Sebab masanya akan tiba kelak bahwa semua orang akan diadili.

Tanpa bermaksud menakut-nakuti, namun kita harus tahu bahwa penghakiman itu nyata. Tetapi kita yang beribadah kepadaNya akan lolos dari murka-Nya. Karena itu, hiduplah seolah-olah besok adalah hari penghakiman itu.

 

Renungan :

Hidup benar itu tidak rugi. Hidup benar justru menguntungkan kita, sebab Allah tidak akan datang kepada kita sebagai Hakim, tetapi sebagai mempelai pria yang menjemput mempelai wanita.

 

Yesus adalah Hakim di atas segala hakim.




December 30, 2018, 04:36:12 AM
Reply #1349
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


30
Dec
Renungan Harian
Malaikat Yang Kurang Ajar

Yesaya 14:1-23; 1 Yohanes 2:16

”Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu : Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!”

(Yesaya 14:13,14)

 

Pasal ini berbicara tentang cikal-bakal tokoh yang kelak akan menjadi pembuat ulah nomor wahid di dunia. Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan Setan!

Mulanya dia adalah Malaikat yang cantik. Mulanya dia bersama-sama dengan Allah dan dia memimpin pujian bagi Allah yang duduk di takhta. Mulanya dia penuh dengan pesona karena kedudukannya yang tinggi tersebut. Sayang, kecantikan dan keindahannya menjadi celaka bagi dirinya. Setiap hari dia termenung memikirkan bagaimana caranya meraih kedudukan yang lebih tinggi. Tidak ada lagi malaikat yang melebihi día. Hanya satu kedudukan yang lebih tinggi dari Dia, yakni Allah! Dan celakanya dia berpikiran untuk menjadi seperti Allah!

Ini adalah cerita seorang malaikat yang kurang ajar. Daripada menyadari bahwa dia adalah makhluk ciptaan belaka, eh dia malahan berpikiran yang tidak-tidak. Dia mau menyamai takhta Allah. Jelas mana mungkin Allah membagi takhta-Nya dengan makhluk lainnya?

Saudara, keunggulan dan kecantikan dapat membawa seseorang kepada mimpi-mimpi dan khayalan yang dapat menenggelamkannya kepada jurang kesombongan. Allah membenci kesombongan! Kita tahu bahwa Allah kita harus mendapatkan tempat yang terutama. Hanya Dia yang patut terima semua pujian dan hormat. Kalau ada orang sombong, itu adalah suatu usaha untuk mengutil kemuliaan yang seharusnya diberikan kepada Tuhan.

Yohanes berkata, "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta KEANGKUHAN HIDUP, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia" (1 Yohanes 2:16). "Keangkuhan" berasal dari kata "alazoneia" yang artinya percaya diri, sombong, dan angkuh. Orang seperti ini hanya akan menjadi musuh Allah. Tetapi orang yang merendahkan diri akan diangkat-Nya (1 Petrus 5:6).

 

Renungan:

Kalau Anda memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, janganlah terjerumus ke dalam dosa kesombongan. Kalau Anda sombong, maka itulah awal dari kejatuhan Anda. Lagipula di surga tidak ada tempat bagi orang yang tinggi hati.

 

Orang yang sombong adalah musuh Allah.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)