Author Topic: Daily Devotional  (Read 35521 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 31, 2018, 05:53:46 AM
Reply #1350
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


30
Dec
Renungan Harian
Malaikat Yang Kurang Ajar

Yesaya 14:1-23; 1 Yohanes 2:16

”Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu : Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!”

(Yesaya 14:13,14)

 

Pasal ini berbicara tentang cikal-bakal tokoh yang kelak akan menjadi pembuat ulah nomor wahid di dunia. Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan Setan!

Mulanya dia adalah Malaikat yang cantik. Mulanya dia bersama-sama dengan Allah dan dia memimpin pujian bagi Allah yang duduk di takhta. Mulanya dia penuh dengan pesona karena kedudukannya yang tinggi tersebut. Sayang, kecantikan dan keindahannya menjadi celaka bagi dirinya. Setiap hari dia termenung memikirkan bagaimana caranya meraih kedudukan yang lebih tinggi. Tidak ada lagi malaikat yang melebihi día. Hanya satu kedudukan yang lebih tinggi dari Dia, yakni Allah! Dan celakanya dia berpikiran untuk menjadi seperti Allah!

Ini adalah cerita seorang malaikat yang kurang ajar. Daripada menyadari bahwa dia adalah makhluk ciptaan belaka, eh dia malahan berpikiran yang tidak-tidak. Dia mau menyamai takhta Allah. Jelas mana mungkin Allah membagi takhta-Nya dengan makhluk lainnya?

Saudara, keunggulan dan kecantikan dapat membawa seseorang kepada mimpi-mimpi dan khayalan yang dapat menenggelamkannya kepada jurang kesombongan. Allah membenci kesombongan! Kita tahu bahwa Allah kita harus mendapatkan tempat yang terutama. Hanya Dia yang patut terima semua pujian dan hormat. Kalau ada orang sombong, itu adalah suatu usaha untuk mengutil kemuliaan yang seharusnya diberikan kepada Tuhan.

Yohanes berkata, "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta KEANGKUHAN HIDUP, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia" (1 Yohanes 2:16). "Keangkuhan" berasal dari kata "alazoneia" yang artinya percaya diri, sombong, dan angkuh. Orang seperti ini hanya akan menjadi musuh Allah. Tetapi orang yang merendahkan diri akan diangkat-Nya (1 Petrus 5:6).

 

Renungan:

Kalau Anda memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, janganlah terjerumus ke dalam dosa kesombongan. Kalau Anda sombong, maka itulah awal dari kejatuhan Anda. Lagipula di surga tidak ada tempat bagi orang yang tinggi hati.

 

Orang yang sombong adalah musuh Allah.


January 01, 2019, 06:03:06 AM
Reply #1351
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


01
Jan
Renungan Harian
Kering Kerontang

Yesaya 15: Yohanes 14:6

"Sungguh, air di Nimrim menjadi kering dan tandus dan rumput sudah kering, rumput muda sudah habis, tidak ada lagi tumbuh-tumbuhan hijau."

(Yesaya 15:6)

 

Masa kekeringan pernah terjadi hampir di seluruh penjuru dunia. Alkitab pun pernah mencatat dua kejadian tentang masa kekeringan. Peristiwa pertama terjadi pada masa Yusuf - masa kekeringan selama 7 tahun. Tidak adanya air, tumbuh-tumbuhan, bahkan langit pun sepertinya menahan embunnya untuk turun. Hingga selama masa 7 tahun kekeringan tersebut, banyak bangsa datang ke negeri Mesir untuk membeli gandum. Harta yang melimpah pun tidak akan ada harganya.

Masa kekeringan yang kedua, Alkitab juga mencatat pada masa nabi Elia, kekeringan yang terjadi sangat hebat, karena bangsa Israel mendua hati. Mereka menyembah kepada Baal-Baal yang tidak pernah bisa mendengar, menolong dan tidak bisa berbuat apapun. Tetapi mata mereka dicelikkan oleh perbuatan ajaib Allah Bapa melalui nabi Elia.

Begitu pun dengan keadaan Moab, sumber mata air menjadi kering dan tanah menjadi tandus, rumput menjadi kering, tidak ada lagi tumbuh-tumbuhan hijau. Keadaan yang sungguh memilukan hati. Sampai-sampai harta tidak lagi menyelamatkan.

Jika kita seringkali melihat kekeringan yang terjadi di muka bumi ini pada masa-masa kinij, mungkin itu tidak akan menimbulkan suatu keheranan yang luar biasa. Karena di daerah lain yang jaraknya tidak jauh masih ada mata air, masih terjadi turun hujan. Tetapi jika masa yang telah lalu, kekeringan benar-benar menimpa seluruh dunia, maka sangat dipastikan hanya sedikit orang saja yang bisa selamat dari jaman kekeringan tersebut.

Akhir-akhir ini banyak terjadi "kekeringan" rohani. Mereka sangat membutuhkan Tuhan, tetapi bukan Tuhan yang hidup yang mereka cari, tetapi Tuhan yang tidak peduli, yang tidak mendengar, dan tidak bisa bertindak. Oleh sebab itu marilah kita benar-benar beribadah hanya kepada Allah Bapa di dalam Yesus Kristus.

 

Renungan :

Yesus Kristus adalah jalan, Yesus Kristus adalah kebenaran, Yesus Kristus adalah Hidup. Tidak seorangpun datang kepada Allah Bapa jikalau tidak melalui Yesus Kristus (Yohanes 14:6). Jadi, beribadahlah kepada Yesus Kristus saja !.

 

Jika kekeringan menyerang, sumber air hanya ada di dalam Yesus.





January 02, 2019, 06:05:05 AM
Reply #1352
January 03, 2019, 05:35:10 AM
Reply #1353
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Jan
Renungan Harian
Jangan Melupakan Tuhan

Yesaya 17: Roma 1:25

"Sebab engkau telah melupakan Allah yang menyelamatkan engkau, dan tidak mengingat gunung batu kekuatanmu. Sebab itu sekalipun engkau membuat taman yang permai dan menanaminya dengan cangkokan luar negeri."

(Yesaya 17:10)

 

Manusia pada dasarnya semakin lama kemampuan otaknya akan semakin berkurang. Menurut para ahli berat otak manusia dewasa sekitar 1,3 kg. Tetapi pada usia pertengahan (50 th) berat otaknya bisa menyusut menjadi 1,2 kg. Ini disebabkan karena menyusutnya kadar air. Dan salah satu dampaknya adalah menurunnya kemampuan otak. Jadi tidak heran bila Anda sibuk mencari kacamata, ternyata masih nempel di kepala. Atau, makan belepotan, pakai lipstik sampai ke luar bibir, sering lupa menutup resleting celana, di bandara bingung mengurus tiket, membayar fiskal, dll. Atau dengan bahasa lain yang lebih sederhana, itulah yang dinamakan pikun.

Tetapi apa yang dialami oleh orang Israel bukanlah pikun, tetapi kesengajaan untuk melupakan Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir dan memimpin mereka ke tanah kanaan. Mereka dipelihara dan dijaga. Mereka disayangi sebagai umat-Nya. Pendek kata mereka dimanja. Tetapi kebebalan dan kekerasan hati bangsa Israel membuat mereka berpaling dan mencari dewa-dewa kesia-siaan.

Apakah saudara adalah orang yang juga telah melupakan Tuhan yang telah membawa kita kepada keselamatan? Apakah harta telah membuat kita menjadi orang yang khilaf sehingga kita melupakan Dia yang telah memberkati kita? Paulus berkata, "Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin" (Roma 1:25).

Ciri utama manusia duniawi adalah ketidakpeduliannya terhadap Tuhan. Mereka hanya peduli dengan diri mereka. Mereka hanya mengasihi diri mereka. Mereka enggan terlibat dengan perkara-perkara rohani. Jadi apa saja yang mereka lakukan seolah-olah Allah itu tidak ada!

Kita sudah mengenal Kristus. Kita sudah tahu betapa Dia rela mati buat kita. Kita tahu juga bagaimana kasih-Nya yang besar itu telah membawa-Nya kepada penyaliban. JANGAN MELUPAKAN DIA!

 

Renungan :

Manusia memang bisa lupa, tetapi sekali-kali janganlah melupakan Tuhan yang telah menjadikan mereka. Karena itu, setiap saat dan setiap detik bersyukurlah kepada-Nya karena Dia sangat mengasihi kita.

 

Orang bisa lupa, tetapi jangan melupakan Tuhan.



January 04, 2019, 05:28:59 AM
Reply #1354
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Jan
Renungan Harian
Dobrak Tradisi

Yesaya 18; 2 Korintus 4:4

"Pada waktu itu juga persembahan akan disampaikan TUHAN semesta alam dari kaum yang jangkung dan berkulit mengkilap, dan dari kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai, ke tempat nama TUHAN semesta alam yaitu gunung Sion"

(Yesaya 18:7).

 

Yesaya menubuatkan suatu masa di mana "kaum yang jankung dan berkulit mengkilap, dan dari kaum yang ditakuti dari dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai" akan datang menyembah Tuhan di Sion. Dan apa yang dimaksud oleh Yesaya ini adalah bangsa Etiopia. Dan kita tahu bahwa penggenapan ini terjadi pada masa kisah para rasul, atau tepatnya Filipus yang membaptis seorang sida-sida, kepala dan pembesar dari negeri Etiopia (Kisah Rasul 8:26-40).

Dan kita tahu dengan pasti bahwa kematian Kristus itu bukan secara eksklusif hanya bagi orang Israel. Banyak orang yang menyalahartikan kalau Yesus itu hanya menjadi Tuhan bagi orang Yahudi. Jadi yang diikuti oleh mereka adalah agama-agama nenek moyang. Justru inilah awal dari segala bencana. Sebab mereka akan mengalami nasib seperti apa yang dikatakan oleh Salomo, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut" (Amsal 14:12).

Memang betapa susahnya manusia mendobrak tradisi yang telah bertahun-tahun membelenggu mereka. Mereka merasa nyaman dengan segala tradisi mereka, padahal mereka harus melihat kebenaran itu dan mengorbankan tradisi mereka. Inilah yang akan terjadi dengan begitu banyak bangsa yang akan mendobrak tradisi dan keyakinan mereka untuk datang kepada Yesus.

Yesus juga mati bagi bangsa kita. Tetapi sayang, kekuatan ilah jaman telah membutakan mata rohaninya sehingga hal ini menyulitkan mereka untuk memandang kebenaran yang sebenarnya. Mereka telah dibutakan dan perlu dicelikkan agar melihat bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain di mana manusia diselamatkan. Alkitab berkata, "....orang orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (2 Korintus 4:4). Hanya melalui Yesus ada jalan keselamatan yang sesungguhnya.

 

Renungan :

Hanya Yesus yang dapat memberikan jawaban bagi segala keruwetan di muka bumi ini. Sayang, banyak manusia yang dibutakan oleh ilah zaman ini. Kita harus berdoa agar Tuhan menerangi hati mereka dan supaya mereka melihat keselamatan yang sejati dalam Yesus.

 

Manusia banyak dijerumuskan oleh tradisi sendiri.
 



January 05, 2019, 05:38:52 AM
Reply #1355
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


05
Jan
Renungan Harian
Tuhan Yang Menghajar !

Yesaya 19; Matius 24:7

”Ucapan ilahi terhadap Mesir. Lihat, TUHAN mengendarai awan yang cepat dan datang ke Mesir, maka berhala-berhala Mesir gemetar di hadapan-Nya, dan hati orang Mesir, merana hancur dalam diri mereka.”

(Yesaya 19.1)

Tuhan menghajar para berhala-berhala Mesir. Mengapa Tuhan melakukan hal ini? Berapa kali Tuhan memusnahkan dan membersihkan umat manusia ? Jika kita membaca Yesaya pasal 13 sampai dengan 23, tertulis hukuman Tuhan atas bangsa-bangsa. Di sini Tuhan menghajar bangsa-bangsa yang tidak setia kepada Allah Bapa. Semua kegeraman Allah Bapa ditumpahkan kepada bangsa yang berlaku tidak setia kepada Tuhan Allah.

Pertanyaan pertama, mengapa Tuhan melakukan ini? Jika kita baca pada kitab Keluaran 20:3-5, Allah Bapa menginginkan kita sebagai ciptaanNya hanya sujud menyembah kepada-Nya, tidak kepada yang lain. Mungkin saja terbesit dalam pikiran kita: "yang melakukan ‘kan aku", inilah sifat keegoisan kita. Tanpa kita sadari apa yang telah kita perbuat adalah kekejian di mata Allah. Dan di dalam Keluaran 20:5, dengan jelas dikatakan, "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,”. Allah Bapa sudah pernah membersihkan dunia ini dengan air bah, yang terjadi pada jaman Nuh. Di dalam kitab Kejadian 6:5 dikatakan bahwa hati manusia cenderung melakukan kejahatan, maka Tuhan Allah menghukum dunia ini dan membersihkan dari segala kejahatan (Kejadian 6:7). Setelah Tuhan Allah menghapuskan segala mahkluk hidup di atas muka bumi, maka di dalam kitab Yesaya pasal 13 sampai dengan 23, Tuhan menghajar bangsa-bangsa yang tidak setia. Dan sebagai contoh adalah bangsa Mesir. Perhatikan ayat 2, saudara perang melawan saudara, teman perang melawan teman, kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan. Dan juga di dalam Matius 24:7 dikatakan, "Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat."

Mengapa ini harus terjadi ? Tuhan menginginkan setiap bangsa hanya beribadah kepada Allah Bapa tidak kepada allah-allah lain.

 

Renungan :

Jangan sampai Tuhan menghajar kita, oleh karena kita menyembah allah lain, tetapi marilah beribadah hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

 

Jika Tuhan menghajar umat-Nya itu karena kasih-Nya kepada kita.



January 06, 2019, 04:56:08 AM
Reply #1356
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Jan
Renungan Harian
Kristen Yang Taat

Yesaya 20; Yohanes 4:34

Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: ”Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.

(Yesaya 20:2).

 

Siapa yang mau bercita-cita menjadi nabi ? Pasti kebanyakan semua orang menjawab “tidak ada.” Tetapi ada orang yang bercita-cita seperti itu. Mungkin kelihatan aneh, karena pada umumnya seseorang akan bercita-cita ingin menjadi presiden atau menteri, dokter, pilot, dan lain sebagainya. Dan orang yang bercita-cita menjadi nabi tersebut karena sering mendengarkan cerita dari guru sekolah Minggu bagaimana nabi itu dipenuhi dengan urapan dan kuasa Allah, dan itu sungguh membuat dia terkesan!

Tetapi itu hanya satu sisi. Sisi lain yang harus dipahami bahwa seorang nabi adalah lidah bagi Allah dan alat yang harus tunduk secara total kepada Allah. Jadi kriteria nabi yang benar adalah kesediaannya untuk melakukan perintah Allah setiap saat.

Kadang perintah Tuhan kepada para nabi itu aneh, tidak terkecuali perintah yang diberikan kepada Nabi Yesaya. Tetapi Yesaya dengan tepat melakukan semua perintah itu.

Kita bukanlah nabi, tetapi kok sepertinya susahnya bukan main untuk mengikuti perintah Tuhan? Mengapa kita dikenal sebagai umat yang doyan melanggar perintah Tuhan, apa lagi kalau kita anggap bahwa firman itu "sepele". Jangan bercita-cita menjadi hamba Tuhan besar kalau hal-hal yang sepele saja sudah kita langgar.

Orang bilang bahwa menjadi orang Kristen itu gampang-gampang susah. Kalau cuma menjadi orang Kristen saja sih tidak susah, tetapi kalau menjadi orang yang taat itu suatu pertanyaan lain. Anda akan banyak menemukan orang Kristen di mana-mana, tetapi mencari orang yang taat kepada Firman Tuhan itu tidaklah mudah.

Dan saat ini kita berada di golongan yang mana yang hanya menjadi orang Kristen ataukah menjadi orang yang taat ?

Yesus adalah Manusia yang taat. Dan itulah yang menjadikanNya menjadi pokok keselamatan bagi segala bangsa. Yesus pernah tidak menuntut gelar dan popularitas. Yesus hanya punya satu misi : menyelesaikan pekerjaan Allah dan melakukan kehendak-nya. Yesus berkata, ”Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34).

 

Renungan :

Menjadi orang yang taat itu lebih berharga dari sekedar menjadi orang Kristen. Tuhan tidak mencari orang Kristen, tetapi orang yang taat dan melakukan kehendak-Nya. Adakah itu orangnya ?.

 

Mencari orang yang taat itu sangat sulit untuk menemukannya.



January 07, 2019, 05:13:55 AM
Reply #1357
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


07
Jan
Renungan Harian
Tuhan Jaminan Kita

Yesaya 21:1-17: 2 Timotius 2:10

Sebab beginilah Firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi. Lo menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya"

(Yesaya 21:16-17)

Dalam Yesaya pasal 21 ayat 1-17 diungkapkan keberadaan bangsa-bangsa di dunia yang mana sepertinya keberadaan mereka itu dahsyat dan luar biasa. Hal yang sama barangkali juga kita rasakan di sekeliling kita. Mengapa orang yang belum mengenal Tuhan sepertinya lebih sukses dan berhasil daripada kita? Mengapa orang yang belum mengenal Tuhan sepertinya berjaya dan menguasai kita? Mengapa orang yang belum mengenal Tuhan seperti terus mengintimidasi kita, sehingga pada akhirnya seperti kita ini bangsa kelas dua?

Apalagi dengan munculnya berbagai kasus penutupan dan pengrusakan gereja yang terjadi di berbagai tempat di tanah air kita. Hal ini membuat umat Kristen merasa sedih dan merasa diperlakukan tidak adil. Namun kalau hal ini diizinkan Tuhan dan dalam kerangka rencana Tuhan pasti mendatangkan kebaikan. Jadi umat Kristen tidak perlu protes, diam saja dan tunggu bagaimana Tuhan bergerak, sebab gereja dalam arti tubuh Kristus tidak mungkin bisa ditutup. Mengapa demikian? Sebab gereja itu bukan sekedar organisasi melainkan organisme di mana Yesus Kristus adalah kepala Gereja, jadi tidak mungkin bisa ditutup.

Manusia bisa saja menutup dan merusak bangunan tempat ibadah tetapi tidak mungkin bisa menurunkan Tuhan Yesus yang naik ke sorga.

Lalu bagaimana sikap orang percaya dengan penutupan gereja? Sudah selayaknya tetap sabar, jangan gegabah, tetap mengasihi dan biarkan Tuhan yang bekerja. Jika ada ajakan untuk membalas, lebih baik tolak mentah-mentah, sebab pembalasan itu adalah hak Tuhan. Kita tidak perlu membela Tuhan, kita hanya perlu menghormati Tuhan, maka Tuhan yang bela kita.

Sebab kejayaan dan kemuliaan orang fasik itu sementara, karenanya dalam ayat di atas ada kata "dalam setahun lagi" ini berbicara waktu yang tidak panjang, nggak lama, sebentar lagi segala kejayaan orang fasik pasti sirna. Tetap kabarkan berita baik, tetap berbuat baik kepada semua orang.

 

Renungan :

Mari kita renungkan hal yang pernah di alami Paulus dalam pelayanan seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 2:10, “Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal."

 

Kita milik Tuhan, maka Tuhanlah yang menjaga dan melindungi kita, Ia menjamin hidup kita selamanya.



January 08, 2019, 05:24:29 AM
Reply #1358
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


08
Jan
Renungan Harian
Pentingkan Perkara Yang Di Atas

Yesaya 22:1-14; Kolose 3:1, 2

"Tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati"

(Yesaya 22:13).

 

Penduduk Yerusalem sedang menghadapi bangsa Asyur, musuh yang tidak mungkin mereka halau. Mereka telah meninggalkan Tuhan dan Tuhan tidak berada di pihak mereka. Tetapi Tuhan menyuruh mereka untuk bertobat. Lihat ayat sebelumnya, "Pada waktu itu Tuhan TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung" (ayat 12). Ini adalah seruan pertobatan nasional, tetapi apa yang terjadi dengan orang-orang di sana? Di tengah-tengah mereka ternyata ada kegilaan pesta. Mereka berpesta pora dengan makan dan minum sampai mabuk. Sebab mereka berpikir toh mereka tidak mungkin meloloskan diri dari serbuan musuh, jadi menurut mereka sebaiknya berpesta pora sampai ajal menjemput.

Bukankah dunia juga mempunyai falsafah begini: mumpung masih hidup, besenang-senanglah dan berpesta-poralah sampai kematian menjemput. Betapa bodohnya falsafah seperti ini. Apakah mereka tidak tahu bahwa kelak ada pengadilan bagi mereka? Apakah mereka tidak sadar bahwa hukuman sedang menantikan mereka? Alkitab berkata, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9:27).

Dunia semakin lama semakin dipenuhi dengan orang-orang yang hanya memikirkan perkara-perkara materi. Mereka tidak lagi mau tahu dengan hal-hal rohani. Mereka menganggap bahwa agama itu hanyalah penghalang mereka untuk hidup senang di dalam daging. Jadi mereka tidak mempedulikan agama lagi. Jadi pikiran mereka hanya dipenuhi dengan kesenangan dan kepuasan daging belaka.

Tetapi manusia rohani yang mengerti perkara-perkara rohani tidak akan diam dalam kepuasan daging. Mereka mengarahkan hidup mereka pada perkara-perkara di atas, sebab perkara di atas itu kekal.

Bagaimana dengan saudara ? Falsafah hidup apa yang saudara miliki. Kalau kita hanya memikirkan uang dan materi saja, maka suatu saat kita akan terkejut ketika semuanya itu tidak dapat menyelamatkan kita. Kita akan menyadari bahwa hanya Yesus sumber kepuasan kita.

 

Renungan :

Jangan terpancang kepada materi saja. Kita adalah manusia rohani yang seharusnya paham bahwa perkara rohani itu lebih penting. Jadi arahkanlah hati dan pikiran kita kepada perkara-perkara (Kolose 3:1, 2).

 

Kesenangan duniawi membawa manusia pada bencana.



January 09, 2019, 05:18:43 AM
Reply #1359
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Jan
Renungan Harian
Sudah Disediakan

Yesaya 23; Ibrani 12:7

"... tetapi dengan labanya itu akan disediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN"

(Yesaya 3:18).

 

Kitab Yesaya pasal 13 sampai dengan 23 berisikan tentang ucapan ilahi terhadap kota-kota. Tetapi dari tiap-tiap ucapan ilahi yang ditujukan kepada kota-kota, ada suatu janji ilahi yang kekal, di mana setiap orang yang dikasihi oleh Tuhan Allah dihajarnya dan setelah itu dimuliakan. Ibrani 12:7 berkata, "Jika kamu harus menanggung ganjaran: Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?” Setelah kita mengalami hajaran dari Allah Bapa maka kita akan mendapat bagian dari kekudusan dan buah kebenaran-Nya (ayat 10-11).

Jadi dari hasil hajaran Tuhan yang sudah diberikan kepada kita semuanya mempunyai suatu maksud yang sangat indah di dalam kehidupan kita. Dan buah kekudusan serta kebenaran itulah yang membawa kita hidup dalam rencana indah Tuhan. Jika kita baca dan kita pahami didalam ayat 12-20 sangatlah jelas bahwa Tuhan menginginkan setiap kita secara pribadi untuk senantiasa beribadah hanya kepada Allah Bapa didalam anak-Nya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus. Oleh sebab itu, hendaklah kita senantiasa hidup dalam firman dan ketetapan-Nya supaya kita beroleh bagian didalam kerajaan-Nya yang tidak tergoncangkan (Ibrani 12).

Upah dari setiap perbuatan itu pastilah ada? Jika kita melakukan kejahatan maka kita akan menerima ganjaran oleh karena perbuatan kita. Tetapi jika bertobat dari segala jalan kesalahan dan mengakui semua kesalahan maka kita akan beroleh kesempatan kembali. Selama kita masih bisa menghirup nafas dan bangun di pagi hari maka kita perlu mengucap syukur karena kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Dan dari sinilah ucapan syukur itu keluar dari dalam hati kita.

Apapun yang sudah kita lakukan di masa yang telah lalu, dan jika sekarang kita masih bisa menghirup nafas yang Tuhan berikan kepada setiap orang, maka itulah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk bertobat dan kembali kepada benteng keselamatan kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.

 

Renungan :

Jika kita mau mengakui segala kesalahan yang telah kita perbuat, maka Tuhan sudah menyediakan yang menjadi kebutuhan kita yaitu: keselamatan, dan berkat-berkat yang akan dicurahkan kepada kita (Matius 6:33).

 

Tuhan sudah menyediakan segala kerpeluan kita.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)