Author Topic: Daily Devotional  (Read 38708 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 10, 2019, 11:34:25 AM
Reply #1360
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Jan
Renungan Harian
Elyakim Dan Kristus

Yesaya 22:15-25; Matius 28:7

"Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia"

(Yesaya 22:20).

Bila kita mengikuti dengan seksama setiap perjalanan menelusuri Perjanjian Lama (PL), maka kita akan banyak menemukan ayat-ayat dan nubuatan-nubuatan yang mendukung akan kedatangan Sang Mesias. Jadi banyak nabi dalam PL yang telah dipersiapkan untuk membuka jalan bagi kedatangan Anak Allah. Tidak terkecuali dalam pembacaan ayat hari ini.

Kita lihat bahwa Sebna yang disebutkan di atas itu merupakan perlambang para imam PL. Tuhan dengan jelas berkata bahwa mereka akan "dilemparkan dari jabatannya dan pangkatnya akan dijatuhkan" (Yesaya 22:19). Ini suatu pertanda bahwa pelayanan mereka hanyalah sementara sampai pelayanan yang sesungguhnya itu tiba. Lalu apa yang akan tiba? Siapakah yang akan menggantikan Sebna? Lihat ayat 20. Di situ disebutkan sebuah nama: Elyakim. Dialah yang menjadi perlambang Kristus. Ayat 22 berkata, “Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka." Dan kita akan menemukan kesamaan ini dalam Wahyu 3:7, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka." Siapa yang memegang kunci Daud kalau bukan Yesus sendiri?

Luar biasa! Allah berkali-kali meneguhkan bahwa Mesias telah lama dijanjikan menjadi suatu solusi bagi keselamatan manusia. Dan tidak ada keselamatan di luar Yesus! Kita tidak perlu mengingkari kenyataan ini. Kita tidak perlu takut dicap sebagai fanatik, orang aneh, antik, dsb. Memang gara-gara kita mempunyai keyakinan ini dunia akan meneror kita. Maunya mereka supaya kita mau mengakui semua jalan yang dapat menuntun manusia ke surga. Tidak mungkin. Allah hanya menyediakan satu jalan supaya kita memperoleh keselamatan. Tidak ada jalan terobosan! Tidak ada jalan alternatif! Juga tidak ada jalan tikus!

Lebih jelas lagi, arti nama "Elyakim" adalah Allah". Bukankah itu berbicara tentang Yesus yang dibangkitkan pada hari ketiga?

 

Renungan :

Belum pernah ada seorang Utusan Allah yang telah dinubuatkan sedemikian akuratnya selain Yesus. Dan itu menjadi suatu bukti bahwa Allah tidak main-main dengan keselamatan yang telah disediakan kepada manusia.

 

Yesus telah diumumkan sejak Perjanjian Lama, dan itu adalah bukti keseriusan Allah untuk menyelamatkan manusia.



January 11, 2019, 08:53:46 AM
Reply #1361
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Jan
Renungan Harian
Jangan Langgar Undang - Undang !

Yesaya 24; 1 Yohanes 3:4 

"Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya"

(Yesaya 24:1)

Jika kita membaca pasal 24-27 isi dari pasal-pasal tersebut diungkapkan tentang nubuatan tentang akhir zaman. Khusus pada pasal 24 ini digambbarkan suatu kengerian yang dirasakan dan bagaimana kesudahannya itu. Bagaimana jika Tuhan benar-benar mananduskan bumi dan akan menghancurkan bumi serta membalikan permukaan bumi, yang semula subur berlimpah hasilnya, tetapi suatu saat nanti tidak bisa ditanami lagi?

Di dalam kitab Ulangan 28:15-46 dengan perikop kutuk, jika Tuhan sudah mengutuk bumi apalah jadinya. Mari kita baca ayat 23, "Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi." Jika langit menjadi tembaga dan tanah menjadi besi, bagaimana bisa menumbuhkan tanaman? Langit hanya akan menurunkan abu dan debu. Pastilah akan menjadi kelaparan dan kekeringan di mana-mana. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dan pastilah kita tidak menginginkannya hal ini terjadi.

Jika kita baca ayat demi ayat maka dapat disimpulkan bahwa ini berawal pasal 24 ayat 5, "Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi." Mereka mengingkari perjanjian dengan Tuhan Allah, karena mereka sujud menyembah dan percaya kepada allah-allah lain. Mereka lebih percaya kepada roh-roh lain dibandingkan dengan percaya kepada Allah Bapa. Mazmur 37:3 berkata, "Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia."

Tetapi pada Yesaya 24:23 disanalah Tuhan Allah akan menunjukkan kemuliaan-Nya kepada para tua-tua umat-Nya. Maksudnya ialah, bahwa Tuhan menghendaki tiap kita untuk tidak mengingkari perjanjian dan melanggar undang-undang serta mengubah ketetapan yang Tuhan telah berikan kepada umat yang dikasihi-Nya (Baca Keluaran 20:1-17).

 

Renungan :

Akan tiba waktunya bagi Tuhan untuk menunjukkan kemuliaanNya kepada kita. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan berlakulah setia (Wahyu 17:14). Kita yang terpanggil dan terpilih, berlakulah setia.

 

Jika ada pelanggaran, pasti ada hukuman.



January 12, 2019, 05:28:49 AM
Reply #1362
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Jan
Renungan Harian
PenyertaanNya Atas Kita

Yesaya 25:1-5; Efesus 6:23

"Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin.”

(Yesaya 25:4).

 

Seorang anak kecil sungguh bersemangat untuk menghadiri ulang tahun temannya yang rumahnya hanya beberapa ratus meter dari rumahnya. Namun pada hari ulang tahun itu tiba-tiba badai salju datang. Seluruh jalanan tertutup salju dan hujan es belum berhenti juga. Sang ayah yang melihat bahaya ini tidak mengizinkan anaknya pergi. "Tapi Pa," mohon anak itu, "semua temanku pasti akan ada di sana. Mereka semua diizinkan oleh orang tua mereka."

Sang ayah berpikir sejenak lalu berkata, "Baiklah. Kau boleh pergi."

Dengan senang sekali anak itu berangkat ke rumah temannya. Karena badai belum berhenti anak itu dengan susah payah menghadapi terjangan badai, sebab jarak pandang juga sangat pendek. Meskipun rumahnya dengan rumah temannya itu dekat namun membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di sana.

Ketika dia memencet tombol bel rumah temannya, sekilas di menoleh ke belakang dan memperhatikan ada seorang yang berdiri di sana. Meskipun samar-samar dia mengetahui benar bahwa itu adalah ayahnya. Rupanya dia diikuti untuk memastikan bahwa dia telah sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Kita sebagai orang percaya jangan pernah meragukan akan penyertaan Allah. Meskipun jalan hidup kita tak selalu rata. Seringkali kita dihadapkan dengan keputusasaan dan kekecewaan. Tidak jarang kita seperti seorang diri dan tidak ada yang mau menolong. Tetapi pandanglah kepada Tuhan. Dia sekali-kali dan pernah meninggalkan kita. Dia adalah Imanuel - Tuhan beserta kita.

Kita sedang diajar untuk memiliki iman yang tangguh. Ditengah persoalan dan masalah kita pasti telah ditentukan untuk menjadi pemenang. Kita harus memiliki keberanian untuk menghadapi semuanya itu.

 

Renungan :

Saat badai datang Allah beserta kita. Meskipun kita kerapkali melupakan Dia, namun Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia adalah Pembela bagi orang lemah dan miskin.

 

Selama ada Yesus, badai model macam apa saja dapat kita lalui.


January 13, 2019, 04:45:51 AM
Reply #1363
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Jan
Renungan Harian
Surga Cuma Iming-Iming ?

Yesaya 25:6-12; Yohanes 3:18 

"la akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya."

(Yesaya 25:8).

 

Seorang guru Sekolah Minggu bertanya pada anak-anak. "Bila saya menjual rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya dan memberikannya ke gereja, apakah saya akan masuk Sorga?"

"TIDAK!" jawab anak-anak itu.

"Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan masuk Sorga?"

Lagi, jawabnya adalah, "TIDAK!"

"Baik, bila saya menyayangi semua binatang dan memberikan permen pada semua anak dan mengasihi istri saya, apakah saya akan masuk Sorga?”

Lagi, mereka semua menjawab, "TIDAK!" Jadi, bagaimana saya bisa masuk Sorga?” Seorang anak lima tahun berteriak, "ANDA HARUS MATI!”

Inilah salah satu lelucon yang berbicara tentang surga. Kenyataannya setiap manusia mendambakan kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Setiap orang ingin nasibnya berubah setelah mereka mengalami kematian. Tetapi setelah kematian yang ada hanyalah dua tempat : surga dan neraka.

Setiap agama dan keyakinan memang menawarkan berbagai paket menarik bagi manusia supaya mereka dapat tinggal bersama para malaikat di surga. Bahkan ada yang berani mempromosikan kalau mereka meninggal sebagai syahid, maka mereka akan langsung disambut oleh para bidadari. Jadi sepertinya para pendiri agama itu sepakat untuk menempatkan surga sebagai iming-iming yang menggiurkan bagi manusia supaya mereka tertarik untuk mengikuti ajarannya.

Yesus memang mengajak manusia supaya mereka kelak dapat tempat di surga. Tetapi kita harus ingat bahwa memang pada mulanya manusia itu memiliki tempat secara khusus di hati Allah. Mereka berada dalam kemuliaan Allah sebelum mereka jatuh di dalam dosa. Jadi Yesus mau mengembalikan mereka pada posisi yang benar. Tidak hanya itu, setiap orang yang tidak menerima pendamaian melalui darah Kristus, maka mereka akan berada dalam kutuk! Mereka berada di bawah kutuk atau hukuman (Yohanes 3:18).

 

Renungan :

Surga itu nyata. Di sana yang ada hanyalah sukacita bersama dengan Kristus. Itulah tempat kita kelak dan kita akan berdiam di sana selama-lamanya.

 

Bumi adalah sumber air mata, tetapi surga adalah sumber sukacita.




January 14, 2019, 05:24:42 AM
Reply #1364
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Jan
Renungan Harian
Surga Cuma Iming-Iming ?

Yesaya 25:6-12; Yohanes 3:18 

"la akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya."

(Yesaya 25:8).

 

Seorang guru Sekolah Minggu bertanya pada anak-anak. "Bila saya menjual rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya dan memberikannya ke gereja, apakah saya akan masuk Sorga?"

"TIDAK!" jawab anak-anak itu.

"Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan masuk Sorga?"

Lagi, jawabnya adalah, "TIDAK!"

"Baik, bila saya menyayangi semua binatang dan memberikan permen pada semua anak dan mengasihi istri saya, apakah saya akan masuk Sorga?”

Lagi, mereka semua menjawab, "TIDAK!" Jadi, bagaimana saya bisa masuk Sorga?” Seorang anak lima tahun berteriak, "ANDA HARUS MATI!”

Inilah salah satu lelucon yang berbicara tentang surga. Kenyataannya setiap manusia mendambakan kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Setiap orang ingin nasibnya berubah setelah mereka mengalami kematian. Tetapi setelah kematian yang ada hanyalah dua tempat : surga dan neraka.

Setiap agama dan keyakinan memang menawarkan berbagai paket menarik bagi manusia supaya mereka dapat tinggal bersama para malaikat di surga. Bahkan ada yang berani mempromosikan kalau mereka meninggal sebagai syahid, maka mereka akan langsung disambut oleh para bidadari. Jadi sepertinya para pendiri agama itu sepakat untuk menempatkan surga sebagai iming-iming yang menggiurkan bagi manusia supaya mereka tertarik untuk mengikuti ajarannya.

Yesus memang mengajak manusia supaya mereka kelak dapat tempat di surga. Tetapi kita harus ingat bahwa memang pada mulanya manusia itu memiliki tempat secara khusus di hati Allah. Mereka berada dalam kemuliaan Allah sebelum mereka jatuh di dalam dosa. Jadi Yesus mau mengembalikan mereka pada posisi yang benar. Tidak hanya itu, setiap orang yang tidak menerima pendamaian melalui darah Kristus, maka mereka akan berada dalam kutuk! Mereka berada di bawah kutuk atau hukuman (Yohanes 3:18).

 

Renungan :

Surga itu nyata. Di sana yang ada hanyalah sukacita bersama dengan Kristus. Itulah tempat kita kelak dan kita akan berdiam di sana selama-lamanya.

 

Bumi adalah sumber air mata, tetapi surga adalah sumber sukacita.



January 15, 2019, 05:23:20 AM
Reply #1365
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Jan
Renungan Harian
Adakah Damai Di Tengah Badai?

Yesaya 26; Markus 4:40

"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya"

(Yesaya 26:3).

Mungkinkah kita menemukan damai di tengah persoalan dan masalah? Mungkinkah masih ada damai di tengah badai? Itulah suatu paradoks yang sulit sekali kita temukan faktanya di muka bumi ini.

Kita biasanya bereaksi panik ketika berita mengerikan mendatangi kita. Ketakutan menyergap kita ketika awan gelap mendatangi kita. Saat masalah datang sulit sekali kita bereaksi dalam damai sejahtera Allah. Tetapi itu tidak berlaku bagi Yesus. Ketika Dia bersama murid-murid-Nya berada di tengah persoalan karena badai dan angin ribut sedang melanda perahu mereka, sementara murid-murid-Nya amat ketakutan, Yesus justru tertidur di dalam damai sejahtera. Anda bisa baca kisah ini dalam Markus 4:35-41.

Memang kita bukanlah Yesus, tetapi Dia mau mengajarkan kepada kita supaya kita tetap berada dalam damai sejahtera saat angin ribut melanda. Lihatlah bagaimana Yesus menegor murid-murid-Nya, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya" (ayat 40)?

Apakah Yesus tidak memahami "kewajaran" sifat manusia yang ketakutan saat badai mengancam? Mengapa Yesus marah kepada mereka? Apakah kali ini Yesus terlalu emosi sehingga menegor murid-murid-Nya?

Ingatlah bahwa murid-murid Tuhan setiap hari bersama-sama dengan Tuhan. Mereka menyaksikan kedahsyatan kuasa Allah melalui Yesus. Dan mereka juga banyak menerima pelajaran bagaimana mereka harus bergantung kepada Allah setiap saat. Tetapi saat praktek di lapangan, iman mereka gembos! Kalau yang beserta dengan Yesus di perahu saat itu adalah orang lain atau mereka yang baru percaya saya yakin Yesus tidak akan menegor mereka. Tetapi Yesus kali ini bersama dengan murid-murid-Nya sendiri.

Berapa tahun kita telah mengaku sebagai orang Kristen. Tetapi bagaimana reaksi kita saat menghadapi angin ribut. Kalau kita ketakutan dan panik, Yesus akan menegor kita. Tetapi mereka yang percaya akan tetap tinggal dalam damai sejahtera. Ingat, ketakutan dan damai sejahtera tidak bisa tinggal bersama-sama.

 

Renungan :

Jangan takut sobat saat menghadapi persoalan, krisis, harga-harga melambung tinggi, dsb, sebab Allah bersama kita. Percayalan kepada Dia supaya damai sejahtera-Mu tidak tercuri !

 

Jangan mencari damai di toko serba ada, sebab itu hanya bisa ditemukan di dalam Yesus.



January 16, 2019, 05:05:15 AM
Reply #1366
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


16
Jan
Renungan Harian
Kebaikan Rotan

Yesaya 28:1-6; Ibrani 12:5,6

Celaka atas mahkota kemegahan pemabuk-pemabuk Efraim, atas bunga yang sudah mulai layu di perhiasan kepala mereka yang indah-indah  . .  yaitu kota yang terletak tinggi di atas bukit, di atas lembah yang subur yang penuh peminum anggur yang sudah pening !"

(Yesaya 28:1)

Dunia pendidikan saat ini sepertinya sudah berbeda dengan era tahun 60-an, 70-an, bahkan 80-an. Pada masa itu, para guru pendidik di sekolah tidak segan-segan menghukum muridnya dengan hukuman fisik kalau murid tersebut berbuat kesalahan. Dulu ada penggaris kayu panjang di kelas yang berfungsi ganda, yaitu untuk menggaris di papan tulis dan untuk memukul kaki murid yang tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis. Namun kini para guru sudah enggan menggunakan hukuman fisik untuk mendidik muridnya. Sebab, bisa-bisa orangtua murid itu akan mendatangi sang guru dan protes keras atas perlakukan gurunya. Atau lebih fatal lagi, mengadukan sang guru ke pihak yang berwajib.

Tuhan adalah Bapa yang baik bagi kita. Namun itu tidak berarti Dia akan membiarkan begitu saja setiap perbuatan anak-anak-Nya yang melanggar hukum-hukum Allah. Bapa yang baik adalah Bapa yang mendidik, menegur jika salah dan kalau perlu menghukum atas kesalahan tersebut. Maksud dan tujuannya adalah supaya anak itu tidak bertumbuh menjadi anak gampangan yang pada akhirnya akan mempermalukan orangtuanya dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pertama-tama, mungkin Tuhan akan menegur dengan lembut. Namun kalau kita belum mendengarkan, Dia akan menegur dengan lebih keras lagi. Kalau tidak juga mendengarkan, ada kemungkinan Dia akan menegur dengan hukuman. Namun hukuman itu tidak pernah lebih keras daripada yang diperlukan untuk membuat anakNya sadar serta tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut. Tuhan tidak pernah menghukum untuk maksud membinasakan namun hanya untuk mendidik.

Nubuatan yang Tuhan berikan kepada Yesaya tentang hukuman Allah yang akan datang kepada Israel juga tidak jauh-jauh dari maksud ini. Allah bukanlah manusia yang kalau marah seringkali lepas kontrol sehingga melakukan tindakan yang bermaksud menghancurkan orang yang dimurkai. Tetapi Dia adalah Bapa yang di dalam murka-Nya pun tetap mengandung kasih dan pengampunan.

Bersyukurlah kepada Tuhan kalau oleh karena kesalahan dan dosamu, engkau masih ditegur bahkan dihukumNya. Sebab itu berarti Tuhan masih peduli akan masa depan dan keselamatanmu. Coba bayangkan, seandainya Tuhan sudah lepas tangan dan tidak mau tahu lagi terhadap apapun yang engkau lakukan. Itu artinya, kehancuran, malapetaka dan kebinasaan sudah terpampang jelas dihadapanmu. Tinggal masalah waktu saja.

 

Renungan :

Kalau Tuhan menegur engkau dengan lembut, keras atau hukuman sekalipun, jangan keraskan hatimu. Bertobatlah. Sebab itu berarti Tuhan masih menyayangimu. Jangan sampai Tuhan membuang engkau dari hadapanNya.

 

Teguran, hukuman dan rotan dari Tuhan adalah vitamin yang manjur untuk membuat engkau bertumbuh dalam melakukan firmanNya.



January 17, 2019, 05:22:02 AM
Reply #1367
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Jan
Renungan Harian
Bunker Kebohongan

Yesaya 28:7-22; Efesus 4:25

Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

 (Yesaya 28:15)

Kata bunker secara pribadi baru mulai akrab di telinga saya ketika terjadi perang antara tentara multinasional melawan Irak yang menguasai Kuwait beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu, ternyata tentara Irak telah membangun banyak bunker-bunker (tempat perlindungan di bawah tanah yang dibangun dengan besi baja berlapis-lapis sehingga serangan bom dari pesawat terbang musuh tidak akan mampu menghancurkannya). Hal itu sempat membuat pasukan multinasional terkecoh karena tidak melihat adanya pergerakan pasukan di padang gurun. Namun mereka bersembunyi di bawah tanah menunggu pasukan darat musuh masuk dan menghadangnya di padang gurun tersebut.

Orang yang hidup dalam kebohongan demi kebohongan adalah seperti pasukan Irak yang tinggal di dalam bunker. Mereka menjadikan kebohongan itu sebagai perlindungannya dan dusta itu sebagai tempat untuk menyembunyikan diri. Orang yang sudah terbiasa untuk berbohong tidak lagi merasa tertuduh ketika melakukan kebohongan-kebohongan berikutnya. Bahkan mereka tidak biasa lagi untuk tidak berbohong. Di dalam rumah tangga mereka membohongi suami, istri atau orangtua mereka. Di dalam pekerjaan dan studi mereka membohongi atasan, pimpinan serta guru dan dosen mereka. Bahkan di dalam gereja pun banyak orang tertipu dengan kebohongan-kebohongan mereka.

Tutur katanya kelihatan manis, rohaninya sepintas kelihatan menarik, pelayanannya kelihatan sungguh-sungguh, sampai satu waktu semua orang dikagetkan dengan kasus yang dia alami. Ternyata selama ini dia telah sukses membohongi bahkan dirinya sendiri. Namun setelah kasusnya terungkap pun tidak ada sepatah kata pengakuan bersalah keluar dari mulutnya. Yang ada hanya pembelaan diri dan upaya mengalihkan kesalahan kepada orang lain. Benar-benar hidup dalam kebohongan. Orang yang seperti ini bahkan dikatakan telah mengikat bunker perjanjian dengan maut dan dengan dunia maut. Artinya, memang tidak akan pernah berubah sampai keajalnya sekalipun. Sungguh mengerikan.

Namun Tuhan telah meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, yaitu Tuhan Yesus Kristus supaya siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Keluarlah dari bunker kebohongan itu. Jangan menyembunyikan diri di dalam dusta terus menerus. Serahkan seluruh hidupmu kepada Tuhan sebab Dia yang memelihara kamu.

 

Renungan :

Kebohongan dan kemunafikan rasanya dua hal yang sering kali kita dapati di sekitar kita bahkan di dalam diri kita sendiri. Ketika Roh Tuhan menegur jangan keraskan hatimu supaya engkau tidak masuk pada level berbohong sampai mengikat perjanjian dengan maut.

 

Ketika engkau terus menerus hidup dalam kebohongan sesungguhnya engkau sedang menipu dirimu sendiri.


January 18, 2019, 05:39:12 AM
Reply #1368
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Jan
Renungan Harian
Adat Istiadat

Yesaya 28:23-29; Matius 15:2

"Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya"

(Yesaya 28:26).

Setiap bangsa memiliki adat istiadat sendiri-sendiri. Apalagi bangsa Indonesia. Bangsa ini memiliki adat istiadat yang luar bisa banyaknya. Meskipun tidak semua orang mau mengikuti adat istiadat itu, tetapi kita tahu bahwa ada juga yang begitu fanatik mengikuti setiap adat istiadat. Tetapi yang menjadi masalah adalah “apakah adat itu tidak bertentangan hukum Tuhan ? Siapakah sebenarnya yang membuat adat itu? Ini yang menjadi persoalan penting.

Dan adat seringkali menjadi benturan yang cukup serius dengan para pengikut Kristus. Suatu ketika ada seorang pemuda yang dibesarkan dalam keluarga yang adat istiadatnya sangat kuat, dimana mereka tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai ritual yang ada, termasuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang. Saat dia masih kecil, dia ingat sekali bagaimana orang tuanya menyediakan makanan dan minuman yang katanya buat nenek moyang atau leluhur. "Itulah kalimat yang disampaikan kepadanya. Wah, ini sungguh ajaib, pikirnya. Hebat! Entah karena sugesti atau apa, yang pasti seolah-olah kopi itu memang berkurang sedikit. Saat itu dia tidak mengerti kalau kopi yang panas pada mulanya itu akan menguap sehingga tinggi permukaan airnya juga akan berkurang.

Tidak hanya itu, dia juga diharuskan mengikuti berbagai adat-istiadat yang telah dipelihara secara turun-temurun. Ayahnya berkata, "Inilah adalah adat kita, anakku, jadi kita harus mematuhinya.” Inilah hukum tak tertulis yang secara tidak langsung menjadi perintah kepadanya.

Tetapi semakin dia mengenal Kristus dan firman-Nya dia menyadari kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam adat-istiadat  mereka junjung tinggi. Dan dengan penuh keberanian dia menolak adat-istiadat yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Sementara ada yang baik tentunya tidak menjadi masalah. Pemerintah memang menghimbau agar kita menjaga kebudayaan bangsa ini supaya tidak hilang. Masalahnya apakah adat-istiadat itu benar? Apakah tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Kalau ya, dengan tegas kita tidak akan melakukannya. Kita baik saja.

 

Renungan :

Janganlah kita melanggar Firman Tuhan hanya karena kita harus mengikuti mengikuti adat istiadat nenek moyang. Peliharalah dan lakukanlah dengan benar.




January 19, 2019, 05:16:30 AM
Reply #1369
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


19
Jan
Renungan Harian
Gempa Dan Kedatangan Tuhan

Yesaya 29:1-8; Matius 24:6-8

"engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis"

(Yesaya 29:6).

 

Siapa yang merindukan kedatangan Tuhan ? Hari itu bukan hari menyenangkan bagi mereka yang membenci Tuhan, tetapi bagi orang percaya, itulah hari yang paling menyenangkan, karena kita akan berdiam bersama Tuhan selamanya.

Ketika Yesus datang di Betlehem, tak ada penyambutan besar-besaran dari penduduk bumi. Hanya para gembala dan orang Majus yang tahu akan hal ini, di samping kedua orang tua-Nya tentunya. Kita tidak akan bisa lagi melihat Yesus sebagai bayi, sebab Dia akan datang sebagai Raja di atas segala raja. Dia akan datang sebagai Hakim, tetapi Dia akan datang sebagai Mempelai Pria bagi gereja-Nya.

Apakah kita tinggal di dunia yang semakin mendekati kedatangan Tuhan? Meskipun tidak seorang pun yang tahu kedatangan Anak Manusia, tetapi kita tahu bahwa tanda-tanda zaman dapat dimengerti oleh orang bijak. Ini sama seperti orang Majus yang melihat tanda bintang di langit. Saya yakin bahwa Allah telah menaruh kebijakan sehingga mereka dapat memahami tanda-tanda zaman.

Anda akan melakukan perkara yang sia-sia kalau mencoba menghitung kapan kedatangan Tuhan. Tetapi Yesus mengharapkan kita bijak dengan mengetahui tanda-tanda zaman. Apa tanda-tandanya? Alkitab berkata "Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah, sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan GEMPA BUMI di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru" (Matius 24:6-8).

Kalau kita melihat grafik gempa bumi yang terjadi di muka bumi ini, maka kita akan sadar bahwa terjadi peningkatan intensitas gempa di atas 6 skala Richter dalam kurun waktu beberapa puluh tahun ini. Dan tak ada satu pun kekuatan manusia yang dapat menghentikannya. Semuanya harus digenapi sesuai dengan perkataan Tuhan. Jadi yang penting adalah kita harus berjaga-jaga. Setiap hari tidak ada waktu untuk mengendorkan semangat menjadi pelaku firman.

 

Renungan :

Kita hidup pada masa akhir zaman. Terserah kita percaya atau tidak. Kalau kita tidak berjaga-jaga, maka hari itu akan seperti pencundang. Jangan sampai ktia tidak siap, sebab Yesus datang pada saat yang tidak kita duga.

 

Gempa hanyalah "pemanasan" menjelang kedatangan Tuhan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)