Author Topic: Daily Devotional  (Read 35520 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 20, 2019, 04:54:28 AM
Reply #1370
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


20
Jan
Renungan Harian
Kembali Ke Pokok Yang Benar

Yesaya 29:9-16; Ibrani 6:7

Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.

(Yesaya 29:13)

 

Setiap gereja mempunyai tata ibadah sendiri-sendiri. Kadangkala kita lupa mengundang ROH KUDUS untuk beracara di dalam pertemuan-pertemuan ibadah yang kita lakukan. Mungkin itu karena kita terpaku dengan liturgi gereja kita. Faktanya tidak jarang di dalam peribadahan itu kita hanya melakukan apa yang telah diperintahkan manusia. Akhirnya kita menomorduakan ROH KUDUS, dan dengan demikian kita hanya melakukan suatu ibadah yang agamawi, dan bukan pribadi ROH KUDUS yang bekerja.

Jika kita menengok pada gereja mula-mula (Kisah Rasul 2), yakni pada saat mereka berkumpul pada suatu tempat di Yerusalem, mereka berkumpul untuk menantikan ROH KUDUS yang telah Tuhan Yesus janjikan. Bukannya liturgi tidak penting, tetapi mari kita kembali kepada tata cara menurut Alkitab. Tuhan Yesus hanya menginginkan kita sepenuhnya mengandalkan ROH KUDUS yang telah dicurahkan sejak zaman para rasul (Kisah Rasul 2).

Saat ini banyak "tanah-tanah kering” yang menantikan hujan lawatan Allah. Sadar atau tidak setiap kita membutuhkan “air". Air adalah gambaran dari ROH KUDUS, seperti dikatakan dalam Ibrani 6:7, "Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah.

Kita adalah tanah-tanah yang kering. Dan jika ingin menghasilkan sesuatu yang berguna, maka kita harus kembali kepada Kristus sebagai teladan kita. Mari kita baca di dalam Yohanes 15:1-8 khususnya ayat 5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Kita adalah ranting dan Tuhan Yesus adalah pokok anggur maka kita akan berbuah, karena kita berada pada pokok anggur yang benar. Dan pokok yang benar akan menghasilkan buah yang benar (Matius 7-17-18).

 

Renungan :

Berbaliklah kepada pokok anggur kita yaitu Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan berbuah lebat. 

 

Ibadah yang benar jika disertai kuasa ROH KUDUS.



January 21, 2019, 05:21:41 AM
Reply #1371
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Jan
Renungan Harian
Jangan Berhenti Berdoa !

Yesaya 29:17-24; Efesus 5:15

”orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran."

(Yesaya 29:24).

Kalau ada orang yang coba kita sadarkan lalu saat itu juga tersadar, betapa mudahnya dunia ini akan bertobat dan berbalik kepada Kristus. Tetapi kita berhadapan dengan dunia yang orang-orangnya biasanya terkenal dengan keras kepala dan bebal!

Coba kita pikirkan betapa jengkelnya mungkin hati kita saat mencoba membawa kakak atau adik atau teman-teman dekat kita untuk bertobat dan percaya kepada Yesus. Mereka setiap hari hanya menghujat keselamatan dan sepertinya tidak mungkin baginya untuk bertobat. Tetapi kita harus ingat bahwa Allah kita sanggup untuk menghancurkan kekerasan seseorang. Karena itulah kita seharusnya tidak berhenti untuk berdoa bagi mereka. Sebab doa itu sangat besar kuasanya, dan mampu mengerjakan perkara-perkara di luar jangkauan kemampuan manusia.

Dalam ayat yang kita baca di atas, Yesaya berbicara tentang hal yang sama dengan apa yang kita hadapi. Orang yang sesat akan mendapat pengertian dan orang yang biasanya bersungut-sungut akan menerima pengajaran supaya setiap orang berbalik kepada Allah yang hidup.

Saudara, jangan pernah berhenti berdoa. Meskipun kita didera oleh kebosanan dan kejenuhan karena orang yang kita doakan itu seperti tidak berubah, bahkan semakin parah moralnya. Tetapi kita harus punya keyakinan bahwa Tuhan sanggup mengubahkan seseorang. kita tentu ingat dengan Saulus yang akhirnya bertobat dan menjadi rasul hebat dengan panggilan Paulus. Dia bukanlah orang biasa tetapi seorang anggota Sanhedrin yang getol menindas para pengikut Kristus. Bagi orang Yahudi adalah hal yang mustahil baginya untuk bertobat dan menjadi pengikut Kristus. Itu adalah hal yang amat mustahil. Tetapi tidak ada yang mustahil bagi Allah. Sebab tak lama setelah itu Tuhan sendiri menemuinya dan mengajaknya menjadi pengikut Kristus.

 

Renungan:

Tidak ada alasannya untuk mendoakan seseorang supaya selamat. Meskipun keadaan orang itu begitu buruk dan sepertinya tidak ada kemungkianan baginya untuk bertobat, tetapi Allah sanggup melakukan perkara yang besar. Teruslah berdoa!

 

Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari sebuah doa yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh.



January 22, 2019, 05:57:34 AM
Reply #1372
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


22
Jan
Renungan Harian
Tidak Taat

Yesaya 30:1-17; Yohanes 3:36

”Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah Firman Tuhan, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah”

(Yesaya 30:1).

 

Ada cerita anak-anak yang mengisahkan tentang kelinci yang bandel sebut saja namanya kiko. Ia punya dua saudara, kakaknya bernama Kiko dan adiknya bernama koki. Kiko adalah kesayangan ibunya, namun ada sifat yang kurang baik dari Kiko, melihat dirinya merasa paling disayangi berlaku manja, bahkan seringkali sifatnya bandel. Ibunya sering berpesan supaya ia jangan jauh-jauh bermain dari lubang kelinci, namun ia tidak mau mendengarkan dan memperhatikan peringatan serta nasihat induknya.

Suatu ketika karena keasyikan bermain ia lupa nasihat ibunya, dan ia mulai menjauhi lubang kelinci dan berada di lapangan terbuka. Tanpa disadari tiba-tiba seekor burung elang terbang secepat kilat ke arah Kiko, lalu dengan cekatan menyambar kiko. Selanjutnya kiko dibawa terbang tinggi ke atas bukit, berikutnya dengan lahapnya si elang melahap kelinci itu. Inilah akibat kalau kiko tidak taat terhadap nasihat ibunya.

Ini memang cerita anak-anak, namun hal ini bisa memberikan gambaran kepada kita tentang akibat dari ketidaktaan. Dalam ayat bacaan di atas umat yang tidak taat kepada Firman Tuhan dijuluki sebagai pemberontak, sebab lebih menuruti keinginannya sendiri daripada menuruti kehendak Allah.

Sifat pemberontak dari umat Tuhan ini bisa saja terjadi di akhir zaman, sebab seperti yang dikatakan dalam 2 Timotius 3:1-4: ”Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”

Sekaranglah waktunya bagi kita semakin sungguh-sungguh hati taat kepada perintah Tuhan, jangan tunda lagi. Taat saja kepada firmanNya, maka hidup kita pasti diberkati.

 

Renungan :

Mari renungkan Yohanes 3:36, ”Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

 

Salah satu kunci hidup sukses adalah hidup dalam ketaatan kepada Firman Tuhan.

 




January 23, 2019, 05:28:35 AM
Reply #1373
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


23
Jan
Renungan Harian
Dia Menyayangimu

Yesaya 30:18-26: Titus 2:4,5

”Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!”

(Yesaya 30:18)

 

Kalau manusia mau melihat kasih yang sebenarnya maka sepatutnya mereka memandang kepada Yesus. Sayang, mereka terlalu curiga bahwa Yesus itu sama saja dengan nabi lain yang mencoba mengambil keuntungan dari umatnya. Yesus sama sekali bukan sekedar nabi, tetapi Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Sampai pernyataan ini saja banyak orang yang mencibirkan bibir, mana ada Allah yang menjadi manusia? Tetapi itulah cara Allah menyelamatkan kita. Dia harus menjadi manusia dan mati bagi manusia supaya keselamatan sampai kepada semua orang.

Kita bermegah terhadap kasih Allah. Tetapi bila kita bandit dan nakal, maka Allah tidak akan segan-segan mengambil rotan dan menghajar kita. Siapa di antara anak kita yang tidak pernah mendapatkan hajaran bila dia melakukan kesalahan? Sekeras apa pun hajaran itu tidaklah mengubah fakta bahwa Allah sangat mengasihi kita.

Ada orang yang merasa dirinya terlalu kotor sehingga tidak mau kembali kepada Tuhan. Sepertinya ini rohani, tetapi sebenarnya dia telah terbujuk oleh tipuan setan. Allah sanggup mengampuni setiap manusia berdosa, hanya saja harus disertai dengan pertobatan sungguh-sungguh.

Kita bangga punya Allah yang tidak pernah menjauhkan kasih setia-Nya dari hidup kita. Allah memang bisa marah kepada kita, tetapi hanya sekejap saja dan setelah itu kasih setia-Nya ditunjukkan melimpah kepada kita.

Ada orang Kristen yang menyalahgunakan kasih Allah. Mereka tidak segan-segan berbuat dosa karena mereka menganggap bahwa setelah itu Allah pasti mengampuni. Tetapi mereka lupa bahwa setiap kali berbuat dosa, maka mereka telah melukai hati Allah. Setiap kali mereka berbuat dosa, mereka mendukakan ROH KUDUS. Apakah orang benar yang memahami hal ini akan terus-menerus melakukan kesalahan?

 

Renungan :

Allah tidak pernah berhenti mengasihi kita. Di saat kita tertekan oleh berbagai masalah, nantikanlah Dia sebab Dia akan menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Jangan pernah meragukan kasih-Nya kepada

kita.

 

Yesus adalah bukti kasih Allah yang terhebat.



January 24, 2019, 05:43:04 AM
Reply #1374
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


24
Jan
Renungan Harian
PembalasanNya

Yesaya 30:27-33; 2 Tesalonika 1:6-8

”Dan TUHAN akan memperdengarkan suara-Nya yang mulia, akan memperlihatkan tangan-Nya yang turun menimpa dengan murka yang hebat dan nyala api yang memakan habis, dengan hujan lebat, angin ribut dan hujan batu. Sebab Asyur akan terkejut oleh suara TUHAN, pada waktu Ia memukul mereka dengan gada.”

(Yesaya 30:30,31)

 

Balas dendam adalah hal buruk yang terus-menerus mewarnai situasi sosial di dunia ini. Seringkali kita mendengar lewat radio, kita melihat di berbagai stasiun televisi dan kita membaca di Koran-koran, begitu banyak berita pembunuhan dan penganiayaan dengan motivasi balas dendam.

Berbagai alasan sering dilontarkan mengapa seseorang melakukan tindakan balas dendam? Barangkali karena orang yang bersangkutan pernah menyakiti atau membunuh orang terdekatnya seperti anak atau saudaranya, atau barangkali orang yang bersangkutan pernah menganiayanya. Seringkali balas dendam dilakukan dengan tindakan kekerasan, baik dengan tangannya sendiri atau melalui tangan orang lain, seperti pembunuh bayaran.

Balas dendam adalah perbuatan pendosa, tidak selayaknya orang Kristen ikut-ikutan terjebak dalam perbuatan ini. Walaupun kita dianiaya, difitnah atau dicerca, sekali-kali janganlah kita taruh balas dendam di dalam hati kita, justru sebaliknya kita harus melepaskan pengampunan kepada orang yang menganiaya kita. Dan kalaupun pada akhirnya orang yang bersangkutan terus memojokkkan hidup kita, Tuhan tidak akan membiarkan kita dalam keadaan seperti itu. la pasti membela kita, seperti yang dikatakan dalam Ibrani 10:30 : Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."

Umat Tuhan tidak perlu balas dendam dan menyatakan penghakiman kepada siapapun juga, biar Tuhan saja sebagai Hakim adil yang membela hidup kita. Jika tidak, maka kita sendiri yang dihakimi Tuhan, karena itu jangan bertindak gegabah.

Ayat bacaan di atas merupakan bukti bahwa Allah tidak membiarkan anak-anak-Nya mengalami aniaya dan penderitaan, bahkan pembalasan Tuhan itu sangat dahsyat dan menakutkan. Mengapa dalam Yesaya pasal 30 ini sengaja ditunjukkan tentang kemarahan Allah? Dalam hal ini Yesaya mau menunjukkan betapa Allah sangat peduli dan memperhatikan anak-anakNya, Ia siap membela umat kepunyaan-Nya. Karena itu mari kita hormati Allah, jangan biarkan kebencian dan kepahitan hati menguasai hidup kita, biarlah Tuhan saja yang menjadi pembela kita.

 

Renungan :

Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu

dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.

 (2 Tesalonika 1:6-8).

 

Jangan pernah ada roh dendam dalam hati kita, biarkan Tuhan yang membela.



January 25, 2019, 05:29:26 AM
Reply #1375
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Jan
Renungan Harian
Jangan Malas Memakai Iman!

Yesaya 31: Matius 7:7

"Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari Tuhan" (Yesaya 31:1).

Allah kita disebutkan dengan Cemburuan, seperti dikatakan demikiran, "Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu" (Keluaran 34:14). Tetapi jangan samakan dengan cemburu yang biasa dilakukan manusia. Kalau kita cemburu itu karena kita egois dan merasa tidak mau ada saingan. Kita mau yang kita cemburui itu hanya untuk kita. Maksudnya bila kita cemburu, maka itu bukanlah cemburu yang biasa Allah lakukan. Allah cemburu karena Dia tidak mau umat-Nya binasa. Jadi kita lihat jelas perbedaannya bukan?

Jadi kita bisa lihat betapa marahnya Tuhan ketika melihat anak-anak Israel yang mau kembali kepada Mesir dan meminta pertolongan kepada mereka. Kemarahan Allah ini ditunjukkan bukan sekedar karena mereka meminta pertolongan kepada kekuatan orang Mesir, tetapi juga karena mereka mulai berpaling kepada perkara-perkara yang lama. Mereka tidak memandang kepada Tuhan. Mereka tidak mau mengandalkan Tuhan.

Kita dapat menarik pelajaran dari renungan hari ini. Kita mau belajar untuk mengandalkan Tuhan setiap saat. Jika kita sedang menghadapi masalah, yang pertama kali kita lakukan adalah masuk ke dalam kamar dan berdoa. Kalau kita sakit, berdoalah terlebih dahulu! Kalau kita merasa perlu ke dokter pergilah ke sana. Jadi yang menjadi masalah di sini adalah kembali kepada hidup yang lama!

Kadangkala kita begitu malas untuk menggunakan iman kita. Kita tentu masih ingat ketika pertama kali menjadi orang Kristen, berdoa untuk apa saja sepertinya ampuh. Tetapi mengapa sekarang tidak sama sekali? Mengapa sepertinya sekarang ini tidak mudah untuk mendapatkan jawaban atas doa-doa kita? Masalahnya bukan karena doa kita tidak ampuh, tetapi dengan semakin bertambahnya kedewasaan rohani kita, maka iman kita juga semakin diuji. Dalam doa kita juga harus menggunakan iman kita.

 

Renungan :

Berharaplah kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya. Kita pasti tidak akan dikecewakan-Nya. Jangan biarkan iman kita "nganggur". Aktifkan iman kita dan raihlah berkat-berkat yang telah disediakan buat anak-anak-Nya.

 

Iman tidak berarti jika tidak diaktifkan.




January 26, 2019, 05:42:59 AM
Reply #1376
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


26
Jan
Renungan Harian
Masih Ada Keadilan?

Yesaya 32:1-8; Wahyu 15:3

"Dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.”

(Yesaya 32:2).

Di zaman seperti sekarang ini sepertinya mencari orang yang adil sangatlah sulit didapat. Sekarang ini apa yang tidak bisa dibeli jika ada uang. Pangkat, jabatan, kasus, dan lain sebagainya. Semua menjadi "mudah" karena ada uang. Tetapi keadilan tidak dapat dibeli atau ditebus dengan apapun.

Tetapi saatnya akan hadir, seorang yang sangat adil. Dia tidak mempan untuk diperdaya, tidak bisa diteror, tidak bisa dibeli, tidak bisa didikte dan sebagainya. Keputusan-Nya benar-benar adil dan dapat dipercaya. Tidak hanya sebagai Hakim yang adil, tetapi juga sebagai sandaran bagi yang tertindas, perteduhan terhadap angin ribut, dan juga seperti aliran-aliran air di tempat kering. Bahkan tanah yang tandus sekalipun akan tumbuh subur oleh berbagai jenis tumbuhan.

Tidak hanya kebutuhan jasmani yang akan terpenuhi, tetapi juga kebutuhan rohani akan terpuaskan. Pada ayat 3 dengan jelas dikatakan bahwa mata yang terselubung tidak akan pernah terselubungi lagi, karena selubung sudah diangkat oleh yang Maha-Adil. Begitu pula pada telinga-telinga yang mendengar. Mereka mendengar tetapi tidak memperhatikan, tetapi oleh yang Maha-Adil semua dibuat lebih lagi memperhatikan. Tuhan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik dan indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11). Tetapi jika kita meneliti lebih dalam dari kitab Pengkhotbah 3:1-22 semua ada masanya. Dan masa keadilan dan yang adil pasti ada di dalam Tuhan Yesus yang adalah Tuhan kita. Dan ayat 14 dari Pengkhotbah 3 dikatakan dengan jelas bahwa Tuhan menginginkan setiap manusia ciptaan-Nya hanya takut kepada DIA (Allah Bapa) yang telah menjadikan segala sesuatunya menjadi ada.

Oleh karena itu, marilah kita tetap kerjakan keselamatan. Tetaplah setia hanya kepada Tuhan Yesus, lakukanlah perintah dan ketetapan-Nya supaya kita beroleh kehidupan yang kekal. Karena sebentar lagi bahkan tidak lama lagi, Yang Adil akan segera merintah di atas muka bumi ini.

 

Renungan :

Hendaklah setiap orang berkata, "Besar dan ajaib segala pekerjaanMu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalanMu, ya Raja segala bangsa!" (Wahyu 15:3).

 

Yesus adalah Hakim Yang Adil.



January 27, 2019, 04:57:29 AM
Reply #1377
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


27
Jan
Renungan Harian
Yesus - Sumber Damai Sejati

Yesaya 32:9-20: Yohanes 14:6

"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya"

(Yesaya 32:17).

 

Apakah yang paling didambakan oleh penduduk bumi ini? Kalau Anda tanyakan itu kepada mereka, maka jawabannya ada satu: damai! Tidak henti-hentinya para pecinta damai meneriakkan: "Damai... damai...damai....!" Tetapi yang didapat adalah bingkisan bom dimana-mana. Memang tidaklah salah meminta damai dan merindukannya. Tetapi buat apa meneriakkan "damai" kalau tidak tahu rahasia mendapatkan damai itu?

Jawabannya hanya ada pada Yesus. Sebab di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera. Dan kita tahu bahwa kebenaran yang mutlak dan absolut hanya kita temukan pada Yesus. Sebab Yesus berkata, "Akulah jalan dan KEBENARAN dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

Selama manusia belum didamaikan dengan Allah, maka semua yang dikerjakan adalah suatu kesalahan. Kutuk itu belum hilang dari hidup mereka. Dan Yesus datang ke bumi ini untuk mendamaikan manusia dengan Allah melalui darah-Nya sendiri. Kalau yang ini belum terjadi, jangan harap damai itu hadir! Sebelum manusia didamaikan dengan Allah terlebih dahulu maka semua upaya damai dengan sesama hanyalah cerita khayalan. Tetapi saat kita menerima Yesus dan kita didamaikan dengan Allah, maka kita beroleh pendamaian. Kita tidak usah lagi berupaya untuk mendamaikan diri dengan Allah, sebab tidak ada cara lain kecuali menerima tawaran Allah melalui Yesus yang telah mati disalibkan buat kita.

Tidak ada kebenaran, tidak ada damai. Kita hanya tinggal di dunia yang sarat dengan konflik. Kita tinggal di dunia yang melihat darah seperti kubangan air kotor yang tidak dapat menggoyahkan belas kasihan dari manusia. Betapa mengerikan tinggal di dunia seperti ini. Tetapi itu akan terus seperti itu sampai manusia mau menerima kebenaran di dalam Kristus dan menerima berita pendamaian itu. Jadi gereja Tuhan membawa misi untuk menyatakan kebenaran itu supaya tercipta damai sejahtera diantara manusia.

 

Renungan :

Jangan pernah mengupayakan damai kalau Kristus tidak dilibatkan. Kita hanyalah melihat wajah-wajah munafik saat penandatanganan kesepakatan untuk menciptakan damai. Hanya Yesus yang sanggup memberikan damai sejati.

 

Di luar Yesus yang ada hanyalah damai palsu.





January 28, 2019, 06:08:17 AM
Reply #1378
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


28
Jan
Renungan Harian
Masa Keamanan

Yesaya 33:1-24; Yohanes 14:16

TUHAN tinggi luhur, sebab Ia tinggal di tempat tinggi; Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran.

Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.

Yesaya 33:5,6

Sejak krisis moneter pada tahun 1998 yang melanda negara Indonesia, keamanan dalam negeri terancam. Berbagai kerusuhan terjadi di sana-sini, mulai dari Sabang sampai Merauke. Banyak masyarakt yang menjadi korban, bukan hanya luka-luka saja tetapi banyak juga yang tewas. Belum lagi kerugian harta benda. Dalam kurun waktu hingga tahun-tahun ini, negara tercinta kita masih terancam dengan kerusuhan global yang bisa memicu perpecahan bangsa. Belum lagi ledakan-ledakan kerusuhan dengan berbagai isu agama, di beberapa daerah di tanah air yang notabene banyak dipengaruhi oleh faktor politik negeri yang tidak stabil. Agama sering dipakai sebagai alat untuk menyalakan kerusuhan supaya berkembang semakin besar. Agama seringkali dipakai sebagai topeng untuk melancarkan aksi teror.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah : kapan akan muncul masa yang aman ? Jawabannya ialah dunia tidak bisa mengalami keamanan. Tidak ada tempat yang aman di muka bumi ini. Saudara pergi ke gunung, maka di sana ada ancaman letusan gunung berapi atau longsor. Saudara ke laut di sana banyak ancaman badai, gelombang besar atau gempa di dasar laut. Tidak ada tempat yang aman di bumi ini !

Namun bagi orang percaya pastilah tahu, hanya ada satu tempat yang aman yaitu di dalam Tuhan Yesus. Tuhan sanggup menciptakan keamanan atas hidup kita di tengah-tengah masyarakat yang tidak aman. Sebab Dialah tembok perlindungan kita yang dahsyat dan luar biasa. Kapan masa keamanan itu datang dalam hidup kita ? Masa keamanan itu datang, tatkala kita hidup bersama-sama dengan Tuhan. Masa keamanan itu datang tatkala kita setia dan taat kepada kebenaran firmanNya, masa keamanan itu datang waktu kita menghormati hadiratNya dan hidup dalam rencanaNya.

 

Renungan :

Masa keamanan datang ketika kita sadar bahwa ROH KUDUS menyertai kita, sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 14:16 : ”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

 

Hanya dalam Yesus Kristus ada keamanan dan kedamaian.



January 29, 2019, 05:32:33 AM
Reply #1379
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


29
Jan
Renungan Harian
Pedang Langit

Yesaya 34:1-17; Roma 1:18

Sebab pedang-Ku yang di langit sudah mengamuk, lihat, ia turun menghakimi Edom, bangsa yang Kukhususkan untuk ditumpas.

Yesaya 34:5

Ini bukan cerita seperti di film-film silat yang mengungkapkan tentang pendekar pedang langit, namun ini kebenaran Allah yang menyatakan ada alasan khusus mengapa pedang Tuhan harus turun dari langit. Memang kelihatannya hal ini seperti dalam kisah-kisah film saja, tetapi ini bukan kisah film, hal ini adalah nyata kisah tentang murka Allah. Penghukuman Allah sesungguhnya bukan untuk membinasakan manusia, tetapi supaya  manusia tahu bahwa Allah itu kudus dan kekudusanNya tidak bisa dikompromi oleh dosa manusia.

Edom adalah kota yang mewakili dosa manusia. Orang yang tinggal disana banyak melakukan hal-hal dosa, segala perbuatan jahat dan menjijikan terjadi di kota ini.

Coba kita merenungkan tentang keadaan dunia di sekeliling kita dua tahun terakhir ini. Bencana alam terus menerus terjadi di seluruh  dunia bahkan dua pertiga bagian dunia ini dipenuhi dengan bencana alam. Belum lagi munculnya berbagai macam penyakit, termasuk ancaman berbagai macam wabah penyakit.

Mengapa hal ini terjadi, apakah penghukuman Tuhan, atau tanda akhir jaman ? Jawabannya adalah kedua-keduanya. Perjudian, percabulan, penipuan, mementingkan diri sendiri, percideraan, pembunuhan, bukankah pemandangan semacam ini selalu kita dengar setiap hari lewat televisi maupun koran-koran di kota kita, baik peristiwa luar negeri dan dalam negeri ? Inilah alasan mengapa penghukuman Tuhan turun di bumi ini.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh orang-orang Kristen saat ini ? Hendaklah hari-hari ini kita semakin dekat dengan Tuhan, jangan turuti hawa nafsu, jangan turuti keinginan duniawi yang dipenuhi dengan kecemaran. Mintalah roh hikmat dan wahyu untuk memenuhi hidup kita, supaya kita tidak terperangkap oleh kejahatan. Hiduplah rukun  satu dengan yang lainnya, terlebih dengan saudara seiman, demikian juga suami istri peliharalah hidup yang harmonis. Biarlah masing-masing keluarga Kristen membangun doa keluarga karena doa adalah salah satu tiang pengokoh kehidupan berumah tangga.

 

Renungan :

Marilah pemimpin Kristen, para pendeta dan diaken bergandengan tangan, jangan beri kesempatan roh perpecahan dan iri hati menghinggapi hati kita. Lepaskanlah roh pengampunan dan damai sejahtera, jangan lupa hiduplah senantiasa dalam ucapan syukur dan hormati Allah.

 

Pedang Tuhan senantiasa siap membela umatNya.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)