Author Topic: Daily Devotional  (Read 35400 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

January 30, 2019, 05:37:59 AM
Reply #1380
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


30
Jan
Renungan Harian
Hari Yang Penuh Bahagia

Yesaya 35; Filipi 3:14

Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

Yesaya 35:4

Adalah salah satu lagu Pentakosta lama yang syairnya berbunyi begini, ”Dia pegang tanganku dan tuntun sampai di Sorga, hari yang penuh bahagia.” Inilah bagian terpenting dalam hidup Kekristenan kita yaitu tujuan akhir sorga yang kekal. Berbagai peristiwa boleh saja terjadi dalam dunia ini dari waktu ke waktu, beragam pergumulan hidup bisa saja mewarnai perjalanan hidup orang percaya, namun satu hal yang pasti adalah bahwa semua ini akan ada akhirnya. Dan bagi orang percaya  akhir itu adalah hari dimana Tuhan akan datang untuk membalas semua kejahatan yang dilakukan dunia ini dan memberi pahala kepada orang yang benar dengan keselamatanNya yang besar. Itulah hari yang penuh bahagia dan saat pembebasan yang sudah lama dinantikan orang percaya.

Ada sebuah pertandingan tinju di televisi yang diperuntukkan bagi para amatir dengan hadiah uang dalam jumlah yang sangat besar. Sebelum naik ring para petinju amatir itu akan diwawancarai terlebih dahulu tentang motivasi apa yang membuat dia mengikuti pertandingan tersebut. Salah satu petinju yang kemudian berhasil masuk ke final ternyata bertinju dengan tekad yaitu akan memakai uang hadiah itu untuk membayarkan hutang-hutang ibunya sehingga ibunya tidak perlu bekerja lagi dan dapat hidup dengan tenang menikmati masa tuanya. Namun lawan yang dihadapinya di partai final ternyata sangat tangguh. Petinju inipun dihujani dengan berbagai pukulan yang membuat pelipisnya robek serta wajahnya lebam. Ketika istirahat di sudut ring kondisinya sudah sangat payah dan sepertinya dia akan menyerah saja. Sampai akhirnya pelatihnya mengingatkannya akan tujuannya bertinju dan memalingkan wajah petinju itu ke arah ibunya yang duduk menonton di bawah sambil menatapnya dengan penuh harap. Sejenak mereka beradu pandang dan pada saat itu tatapan ibunya seolah berkata, “Nak bebaskanlah ibu dari jerat hutang ini”. Petinju amatir itu terlihat menangis dan keajaiban pun terjadi. Ketika ronde berikutnya dimulai lagi, dia terus merangsek maju menggasak lawannya tanpa mempedulikan darah segar yang terus mengucur dari pelipisnya yang robek. Akhirnya ronde terakhir dia malah lawannya terjungkal dan ia menang dengan kemenangan KO.

 

Renungan :

Seringkali pergumulan dan penderitaan hidup membuat kita lesu, goyah dan tawar hati. Tetapi pengharapan akan Sorga yang kekal akan menghibur kita dan memberikan kekuatan menghadapi kehidupan di dunia yang sementara ini.

 

Janganlah kita menyerah pada proses kehidupan, supaya kita tetap fokus kepada tujuan hidup itu sendiri.




January 31, 2019, 05:31:43 AM
Reply #1381
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


31
Jan
Renungan Harian
Intimidasi Masalah

Yesaya 36; Markus 11:23

”Bagaimanakah mungkin engkau memukul mundur satu orang perwira tuanku yang paling kecil ? Padahal engkau berharap kepada Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda.”

Yesaya 36:9

Yesaya pasal 36 adalah kisah ketika Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda dengan tujuan untuk merebut Yerusalem. Dalam kerangka itu juru minuman agung yang merupakan panglima mandala bala tentara Sanherib berusaha untuk melemahkan keyakinan umat itu kepada Tuhan dengan intimidasi, kebohongan dan argumentasi bahwa Allah Yehuda tidak akan cukup kuat untuk melepaskan mereka. Argumentasi yang cukup masuk akal mengingat bagaimana selama ini bangsa itu bergantung pada kekuatan Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda.

Kalau Mesir dapat dimaknakan sebagai kekuatan duniawi dan Sanherib adalah rangkaian masalah, maka inilah masalah orang percaya yang katanya beriman kepada Tuhan namun bergantung kepada manusia sehingga masalah demi masalah begitu mudah mengintimidasinya yang membuat hidupnya senantiasa penuh dengan kekuatiran. Seorang anak Tuhan yang telah bekerja puluhan tahun di sebuah pabrik obat-obatan sebagai kepala bagian mesin bagitu kuatir akan diPHK ketika terjadi peralihan pekemimpinan di perusahaan itu dari bapak ke anak. Dan kekuatirannya menjadi kenyataan. Dia diPHK karena seorang lulusan STM tidak pantas untuk menjadi kepala bagian di pabrik yang kini telah berkembang di lahan berhektar-hektar dengan karyawan ribuan orang. Dia sakit hati dan terluka, tetapi kemudian dia menyadari dan minta ampun kepada Tuhan karena ternyata selama ini telah menggantungkan iman dan pengharapannya kepada manusia. Tidak lama setelah hatinya dipulihkan, ada seorang ibu yang punya modal besar dan akses cukup baik di jaringan farmasi mengajaknya bekerjasama membangun usaha yang sejenis dan menempatkan anak Tuhan ini sebagai penanggungjawab produksi. Dia tidak lagi berstatus karyawan tetapi turut serta sebagai pemegang saham. Kesejahteraannya dengan cepat meningkat tajam. Dia juga mendapatkan sebuah rumah besar dan dua mobil sebagai ikatan kerjasamanya yang dapat dicicil dari pembagian hasil usaha. Wow, perubahan yang luar biasa terjadi karena dia telah bergantung sepenuhnya hanya kepada Tuhan. Kalau hanya terus mengingat sakit hatinya, mungkin dia akan menjadi seorang pemabuk, madat dan pencundang yang gagal di akhir perjalanan hidupnya.

 

Renungan :

Masihkah engkau menggantungkan imanmu kepada manusia ? Mungkin itu orang yang memodali usahamu, atau orang yang selama ini kepadanya engkau bergantung untuk menerima suplai barang usahamu. Dan seringkali engkau direpotkan dengan tingkah polanya. Bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan dan melangkahlah dengan iman.

 

Jangan membiarkan masalah menjadi sesuatu yang mengintimidasimu, namun jadikanlah dia sebagai lompatan iman untuk menjangkau sesuatu yang lebih besar lagi.




February 01, 2019, 05:37:33 AM
Reply #1382
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


01
Feb
Renungan Harian
Mengapa Ada Masalah?

Yesaya 37:1-20; Roma 8:37

”Berkatalah mereka kepadanya : ”Beginilah kata Hizkia : Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkan.”

Yesaya 37:3

 

Masalah ada karena Tuhan mau menguatkan kita dan mengajar kita supaya kita lebih bersandar kepadaNya. Itulah cara Allah membawa kita kepada kerohanian yang lebih tinggi. Inilah beberapa alasan mengapa Allah ijinkan masalah menimpa kita.

Pertama, Allah mengajarkan kita supaya kita berjalan semakin dekat denganNya dan bersandar kepadaNya, bukan kepada kekuatan kita sendiri. Jadi ada gunanya kalau ada masalah. Sebab orang yang hidupnya nyaman biasanya merasa tidak membutuhkan Tuhan. Mereka merasa bahwa mereka bisa melakukan segala sesuatu dengan kekuatannya. Jadi dengan adanya masalah kita akan mengandalkan Tuhan.

Kedua, Allah ingin kita bertumbuh  dan membawa kita kepada tingkatan rohani yang lebih tinggi. Kalau di sekolah kita mengenal ujian. Bukankah kalau seorang murid yang mau naik kelas akan menghadapi ujian terlebih dahulu ? Begitu juga dalam hal rohani. Jadi masalah adalah ujian yang akan membawa kita semakin “naik kelas.”

Ketiga, Allah mau kita memiliki kemenangan di dalam Yesus Kristus. Kita tidak pernah merasakan kemenangan sebelum kita masuk ke dalam kancah pertempuran. Kita telah ditentukan untuk menjadi pemenang. Alkitab berkata, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:37).

Jadi apabila ada masalah jangan takut, sebab kita akan menyaksikan perkara-perkara yang indah bersama Tuhan. Jangan meminta Tuhan melepaskan kita dari masalah. Justru kita harus meminta Tuhan menyertai kita dan kekuatanNya melimpah atas kita supaya kita akan terbentuk menjadi manusia rohani yang tangguh dan menikmati kemuliaan Tuhan yang lebih besar lagi.

 

Renungan :

Kita bersama dengan milyaran manusia lainnya sedang menghadapi masalah. Bedanya kita disertai Allah. Karena itu marilah kita mengucap syukur, kalau ada masalah yakinlah bahwa Allah akan membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan.

 

Masalah adalah alat bagi Allah untuk mendewasakan anak-anakNya.




February 02, 2019, 06:22:23 AM
Reply #1383
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


02
Feb
Renungan Harian
Pagar Perlindungan

Yesaya 37:21-38; Roma 8:31

”Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hambaKu.”

Yesaya 37:35

 

Pagar merupakan pertahanan paling mutlak yang harus dimiliki oleh setiap rumah. Tanpa pagar rumah terasa tak aman. Saat ini banyak rumah yang dibangun tanpa pagar karena menggunakan one gate system (satu pintu). Setiap orang yang datang dan pergi akan melalui satu pintu saja. Jadi system keamanannya lebih terkonsentrasi pada satu pintu. Jika rumah tanpa pagar, maka orang yang tinggal di dalamnya akan merasa was-was, sudahkah pintu utama ditutup dengan baik serta gemboknya sudah aman ? Apakah mobil yang ada di halaman sudah aman ?

Pagar juga dikatakan sebagai batas milik, seperti seorang yang membuka kebun anggur dan menanam pagar keliling (Markus 12:1). Dan juga seperti kisah dari Ayub hamba Allah yang paling setia. Tuhan telah membangun tembok keliling rumahnya, memagari semua miliknya (Ayub 1:10). Kita harus senantiasa memandang kepada Tuhan untuk mohon perlindungan seutuhnya dan mengandalkan Tuhan Yesus dalam segenap hidup kita. Di dalam kitab Mazmur 127:1, dikatakan : ”Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Raja Salomo katakan jika bukan Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semua kembali kepada Tuhan, semua dari Tuhan, bagi kebaikan manusia supaya mendatangkan ucapan syukur kepada Tuhan. Jika kita sudah diberikan pagar perlindungan oleh para malaikat yang telah diutus oleh Tuhan Yesus, maka kita harus senantiasa mengucap syukur.

Perlindungan yang sangat nyata diberikan orang-orang yang mengasihi Allah Bapa dan melakukan semua perintah dan kehendakNya. Sebagai orang percaya kita telah mendapat ekstra pengawalan (Mazmur 91:1-6). Kita akan dilepaskan dari jerat penangkap burung, penyakit sampar, tenung, santet, walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, penyakit menular, tetapi semua tidak akan menimpa kita, karena kita adalah orang-orang yang takut akan Tuhan, sebab “tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

 

Renungan :

Jika Tuhan dipihak kita siapa yang akan melawan kita (Roma 8:31) ? Oleh karena itu mintalah perlindungan kepada Tuhan Yesus Kristus.

 

Hanya Yesus yang menjamin perlindungan yang sempurna.




February 03, 2019, 05:08:54 AM
Reply #1384
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Feb
Renungan Harian
Doamu Didengar

Yesaya 38:1-22; Yakobus 5:16

“Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia : Beginilah Firman Tuhan, Allah Daud, bapa leluhurmu : Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi.”

Yesaya 38:5

Masalah apakah yang sedang kita pergumulkan hari-hari ini di hadapan Tuhan ? Apakah masalah keuangan, keluarga, atau pekerjaan ? Biasanya ketiga hal ini saling terkait satu dengan yang lainnya. Jika terjadi masalah pekerjaan bisa saja ujung-ujungnya berdampak kepada keuangan, dan dampaknya kepada kebutuhan keluarga. Atau barangkali bukan ketiganya, semua terpenuhi, keuangan bagus, pekerjaan meningkat, bisnis maju, keluarga harmonis, tapi ada hal lain yang kadang membuat kita sedih yaitu sakit penyakit.

Apa yang kurang dari Hizkia ? Ia adalah seorang raja. Jabatan ia punya, keuangan melimpah, negerinya makmur, tetapi bagaimana dengan kesehatannya. Nampaknya Hizkia harus mengaku kalau ia kalah telak ketika tubuhnya digerogoti oleh sakit penyakit, bahkan hatinya kecut ketika seorang nabi diutus oleh Tuhan, dan menyatakan bahwa penyakitnya tidak dapat disembuhkan dan akan mendatangkan kematian. Penyakit itu tidak mengenal kompromi, tua-muda, miskin-kaya, berpangkat atau tidak. Buktinya penyakit demam berdarah yang konon hanya menyerang kawasan kumuh dan orang-orang yang tinggal di pedalaman, atau perkampungan jelata, nyatanya sempat juga di derita oleh orang terpandang.

Kalau saat ini kita bergumul tentang suatu masalah yang sedang kita hadapi, mintalah belas kasihan Tuhan. Bersyukurlah kepadaNya, naikkanlah pujian dan penyembahan. Serukanlah namaNya, sebab nama itu kudus dan berkuasa. Kalau kita berdoa di dalam namaNya, maka kuasaNya akan turun atas hidupmu.

Ingatlah akan keberadaan kita di hadapanNya seperti dikatakan di dalam 1 Petrus 2:10, “kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Berdoalah dengan sungguh-sungguh, seperti diteguhkan dalam Yakobus 5:16, ”Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

 

Renungan :

Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan (Yakobus 5:11).

 

Setia dan bertekunlah di dalam doa kepadaNya, sebab Tuhan selalu dengar doa kita.




February 04, 2019, 05:27:12 AM
Reply #1385
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Feb
Renungan Harian
Kesombongan Yang Bodoh

Yesaya 39:4-7; 1 Petrus 5:6

Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku."

Yesaya 39:4

Kunjungan utusan Babel ke Yerusalem menemui Hizkia disamping untuk mengucapkan selamat karena baru sembuh dari sakit juga dalam rangka persekutuan politik untuk dapat melepaskan diri dari kekuasaan Asyur. Hizkia ternyata seorang yang begitu mudah terpengaruh akan sanjungan dan perhatian dalam bentuk hadiah-hadiah dari utusan Babel ini. Oleh karena semua sanjungan dan hadiah itu, seketika itu dia merasa bahwa Babel adalah teman sejati baginya. Dan Hizkia membawa utusan Babel untuk melihat-lihat semua harta benda kerajaan dan harta benda bait Allah di Yerusalem. Suatu tindakan fatal yang harus dibayar mahal. Yesaya menubuatkan bahwa satu waktu Babel yang dianggap teman itu justru akan menaklukkan Yerusalem dan mengangkut semua penduduk serta harta bendany a ke negeri mereka sendiri.

Kesombongan seringkali mengakibatkan manusia mengambil tindakan yang berakibat fatal dalam kehidupannya. Dan kesombongan itu biasanya dipicu oleh rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan akan teman-teman yang dianggap dapat diandalkan untuk menopang kesombongannya tersebut. Orang yang sombong sangat mudah tersanjung oleh pujian manusia yang sia-sia dan mengandung motivasi tertentu.

Ada sepasang kekasih hendak melangsungkan pernikahan mereka dalam waktu dekat. Keluarga terdekat telah menasehati untuk melaksanakan pernikahan secara sederhana saja sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada. Tetapi calon pengantin ini merasa gengsi dengan teman-teman dan lingkungan pergaulannya yang telah melaksanakan pernikahan dengan cara yang megah dan mewah. Lalu kemudian mereka pun tidak mau kalah dan melaksanakan pernikahan di tempat yang tidak kalah megahnya. Mereka punya perhitungan bahwa seluruh biaya akan dapat ditutupi dengan amplop kado pernikahan yang masuk nantinya. Tiada diduga sebelumnya, persis di hari pernikahan terjadi hujan deras sehingga banjir dan terjadi kemacetan luar biasa di kota itu. Hal itu berdampak kepada sedikit jumlah orang yang menghadiri  pernikahan mereka. Akibatnya, amplop yang masuk  tidak banyak dan hutung pun menumpuk. Masa-masa awal pernikahan yang biasanya katanya masa bulan madu yang penuh kebahagiaan bagi mereka berubah menjadi masa-masa dimana bencana itu dimulai. Hampir setiap hari mereka dikejar-kejar oleh menajemen gedung, catering dan lain-lain yang menagih pembayaran biaya pesta. Tetapi begitupun mereka tetap sombong dan tidak mau membukakan kejadian tersebut kepada anggota keluarga lainnya. Sungguh sebuah kesombongan yang bodoh.

 

Renungan :

Jangan gegabah bertindak dalam kehidupan ini dan jangan mudah terpancing oleh rasa gengsi untuk mengambil suatu tindakan sebelum semuanya itu berubah menjadi sebuah kesombongan yang bodoh.

 

Kesombongan adalah pintu gerbang kehancuran sebaliknya kerendahan hati adalah pintu gerbang keberhasilan.




February 05, 2019, 05:22:16 AM
Reply #1386
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


05
Feb
Renungan Harian
Harus Rata !

Yesaya 40:1-11; 1 Timotius 1:15

"Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita" (Yesaya 40:3).

 

Jika kita melewati jalan yang tidak rata atau bergelombang, maka kita merasakan getaran yang amat sangat tidak enak. Atau bahkan akan menimbulkan sakit pada tangan dan perut karena roda kita melalui jalan yang tidak rata alias bergelombang. Dan biasanya kita bisa terjatuh jika menghindarinya.

Kita bisa katakan bahwa gundukan atau tanah bergelombang itu sebagai tindakan dosa, kesalahan, pelanggaran dan juga kesombongan. Di dalam ayat 4 dengan jelas dikatakan gunung dan bukit harus diratakan dan lembah harus ditutup. Tinggi hati (kecongkakan) dan kesombongan kita harus dipangkas rata! Amsal 8:13 berkata, "Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." Kita sebagai orang percaya harus memiliki hati seorang hamba (Filipi 2:3), yang artinya lebih mementingkan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri (1 Korintus 10:33). Mungkin kita akan menjadi sakit oleh karena semua kesombongan kita telah dipangkas. Tetapi semua itu demi kebaikan kita juga, karena dengan demikian kita telah menjadi anak-anak Allah. Karena Tuhan mengasihi orang yang rendah hati, tetapi menentang orang yang tinggi hati (Yakobus 4:6).

Tuhan datang kedunia tidak mencari orang benar, tetapi orang berdosa (1 Timotius 1:15), oleh karena itu sadarlah dan kembalilah dari semua perbuatan yang merintangi kita untuk datang kepada Allah Bapa. Ada jaminan bahwa Dia akan menganpuni segala dosa kita (Yesaya 1:18). Kesalahan dan pelanggaran kitapun, Tuhan Yesus tidak akan ingat-ingat lagi (Mikha 7:19). Apapun yang telah kita lakukan, mari sekarang kita harus akui sebagai dosa, kesalahan, pelanggaran, kesombongan dan kita mau untuk diperbaharui dan menjadi manusia baru yang senantiasa hidup dalam naungan yang Maha Kuasa yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Mari mulai saat ini kita mau mempersiapkan jalan bagi Tuhan, beritakan keselamatan didalam nama Tuhan Yesus. Bawa jiwa-jiwa yang terhilang dan selamatkan yang tersesat.

 

Renungan :

Mulailah pada diri kita duhulu, sudahkah yang bergelombang, tanah yang berlekuk, gunung, bukit, lembah diratakan ? Sekaranglah waktunya.

 

Biarlah Yesus yang meratakan segala gundukan dalam hidupmu.





February 06, 2019, 05:34:25 AM
Reply #1387
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Feb
Renungan Harian
Seperti Rajawali

Yesaya 40:12-31; Roma 15:13

"tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat In kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah"

(Yesaya 40:31).

 

Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi dipuncak gunung. Ia berdiam di situ, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.

Saudaraku, seperti rajawali, orang Kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak berguna lagi “rontok” dan menanti dengan sabar pemulihan dari Tuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi di mana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini, agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.

Kadangkala kita menjadi bagitu tidak sabar saat menantikan Allah memberikan pemulihan kepada kita. Kita bertanya, "Kapan Tuhan aku mendapatkan pemulihanku?” Hanya orang yang menantinantikan Tuhan yang akan mendapatkan kekuatannya. Mereka tidak akan menjadi lesu atau lelah.

Dengan jadwal kesibukan yang begitu padatnya, kadangkala kita harus mengalami kelelahan. Tidak hanya kelelahan secara fisik, tetapi juga emosional dan mental. Tetapi yang lebih parah lagi adalah kelelahan rohani. Jadi inilah saat yang tepat untuk menantikan Tuhan dan mendapatkan kekuatan-Nya.

 

Renungan :

Nantikanlah Tuhan, saudaraku. Sebab saat menantikan Tuhan dengan bertekun, maka kita akan semakin mengalami kekuatan. Iblis pastilah akan membuat kita sibuk dan akhirnya menjadi lelah. Tetapi ada kekuatan yang disediakan bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan.

 

Orang yang kuat adalah orang yang menantikan Tuhan.



February 07, 2019, 05:23:38 AM
Reply #1388
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


07
Feb
Renungan Harian
Ada Nasihat

Yesaya 41:1-7; Filipi 2:1

"Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya, "Kuatkanlah hatimu"

(Yesaya 41:6)

 

Bila setiap orang Kristen mempedulikan saudaranya dan senantiasa menasihati mereka, maka kita akan melihat pertumbuhan pesat dalam gereja Tuhan. Banyak anak Tuhan yang akhirnya memilih mencari nasihat orang lain karena mereka menganggap bahwa mereka tidak menemukan nasihat yang baik dalam gereja Tuhan. Setiap orang di gereja agaknya telah menjadi apatis dan tidak mau memahami rekan mereka seiman. Masing-masing hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Masing-masing sibuk dengan urusan mereka. Jadi jangan heran kalau kita menyapa seorang di sebelah tempat duduk kita, maka orang itu pura-pura tidak mendengar.

Yesaya berbicara tentang kasih dan perhatian. Yesaya berbicara tentang kepedulian. Dan inilah saat yang pas juga bagi gereja untuk mendorong jemaatnya supaya masing-masing orang peduli dengan saudara seimannya.

Gereja bukanlah tempat pertemuan yang hanya sekedar mencari teman, atau mencari jodoh, atau mencari hiburan. Gereja adalah tubuh Kristus yang harus saling mengasihi dan memperhatikan. Jadi sangat keterlaluan sekali kalau ada mata yang tidak peduli dengan kaki, atau tangan yang tidak peduli dengan hidung. Sebab jika salah satu tubuh ini sakit, maka seluruh anggota tubuh juga akan merasa sakit. Atau jika ada anggota tubuh yang lemah maka kita juga wajib merasakannya juga.

Setiap orang berbicara tentang kesatuan gereja, tetapi kalau di antara jemaat tidak ada kesatuan, maka itu sama juga dengan bohong. Jadi bagaimana sekarang? Mulailah dengan perhatian kepada rekan kita yang paling dekat, mungkin itu tetangga kita. Mulailah dengan perhatian kepada mereka dan doakanlah mereka. Bila kita merasa ada gejala yang tidak beres dengan mereka jangan segan untuk memberikan pertolongan.

 

Renungan :

Marilah kita saling menguatkan. Tuhan tidak ingin ada diantara kita yang binasa. Jika kita peduli dengan rekan-rekan kita, maka kita akan semakin kuat dan iblis tidak akan mengambil keuntungan atas kita.

 

Jika Anak Tuhan saling memperhatikan, iblis tidak akan berkutik.


February 08, 2019, 05:35:36 AM
Reply #1389
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


08
Feb
Renungan Harian
Cacing Yang Dibela

Yesaya 41:8-20; 1 Korintus 15:57

Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel ! Akulah yang menolong engkau, demikianlah Firman Tuhan, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

(Yesaya 41:14).

 

Ada dua ayat lainnya yang menyatakan bahwa umat Tuhan disebutkan dengan cacing. Yang pertama, dalam Ayub 25:4-6, "Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaima yang dilahirkan perempuan itu bersih? Sesungguhnya bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di Nya. Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak mon yang adalah ulat”.

Yang kedua disebutkan di dalam Mazmur 22:6, "Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.”

Dalam ayat yang kita baca hari ini Tuhan memanggil umat-Nya dengan cacing. Mengapa dipanggil demikian? Kita harus tahu bahwa kondisi saat itu bangsa Israel sedang mengalami pembuangan. Mereka tertawan. Mereka diolok dan dihina. Mereka telah menjadi cacing yang kotor dan tinggal di dalam tanah. Tetapi kita tahu bahwa mereka mendapatkan janji Tuhan. Mereka akan ditolong oleh Tuhan sendiri. Luar biasa! Ketika mereka mengalami kehinaan dan penderitaan janji Tuhan diberikan kepada mereka.

Apakah saat ini kita juga mengalami hal yang sama? Sepertinya setiap mata memandang kita dengan pandangan yang merendahkan kita. Dan kita merasa telah menjadi manusia yang tidak ada harga diri sama sekali. Setiap orang memperlakukan kita seperti cacing. Kalau itu yang kita alami, berarti janji ini buat kita. Tuhan akan datang sebagai penolong bagi kita. Dan inilah janjinya, "janganlan takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" (Yesaya 41:10).

 

Renungan :

Kemenangan adalah akhir dari kehidupan orang benar. Jika saudara merasa menjadi orang yang kalah, maka saudara harus bersiap sedia untuk menjadi pemenang di dalam Dia. Sebab itulah yang dijanjikan buat kita. 

 

Yesus itu Ahli memulihkan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)