Author Topic: Daily Devotional  (Read 38650 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 09, 2019, 05:31:29 AM
Reply #1390
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Feb
Renungan Harian
Allah Yang Hebat

Yesaya 41:21-29; Efesus 1:18-20

"Sesungguhnya, sekaliannya mereka seperti tidak ada, perbuatan-perbuatan mereka hampa, patung-patung tuangan mereka angin dan kesia-siaan."

(Yesaya 41:29).

Ada sepasang suami istri atheis yang mempunyai seorang anak. Mereka tidak pernah mengajarkan pada anak ini tentang Tuhan. Suatu malam ketika anak ini berumur 5 tahun, kedua orang tuanya bertengkar hebat, sampai sang ayah menembak sang ibu, kemudian sang ayah bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Anak ini melihat semua kejadian tragis tersebut.

Ia lalu hidup di rumah yatim piatu. Ibu yang mengasuhnya di rumah yatim piatu itu adalah seorang Kristen dan suatu hari Ibu ini mengajaknya ke Gereja. Dan ia memberitahu guru sekolah minggu untuk bersabar dalam menghadapi anak ini karena dia belum pernah sama sekali mendengar tentang Tuhan. Di tengah-tengah guru sekolah minggu ini sedang mengajar, ia memegang gambar Yesus dan bertanya: "Apakah ada dari kalian yang tahu gambar siapakah ini?” Anak kecil itu menjawab, "Aku tahu, itu adalah gambar dari orang yang memelukku erat-erat pada saat kedua orang tuaku meninggal."

Ada orang bilang bahwa kisah di atas diangkat dari kisah nyata. Yang pasti, itulah salah satu kebenaran yang dapat kita yakini bahwa Dia selalu hadir ketika bahaya mengancam. Tetapi tidak demikian halnya dengan para dewa dan berhala. Banyak orang di dunia ini yang percaya akan ilah-ilahnya, tetapi kita tahu bahwa ilah-ilah mereka tidak dapat menolong mereka. Mungkin ada yang berkata kalau ilah mereka dapat menyembuhkan mereka, tetapi penyakit itu hanya dipindahkan, bisa jadi kepada anak cucu mereka, atau bisa jadi juga “dikembalikan" lagi beberapa lama kemudian. Tetapi kalau Allah Israel menolong, maka pertolongan-Nya itu benar-benar berasal dari sumber kasih yang tiada tandingannya.

Karena itu sebagai orang Kristen kita harus mengalami kasih dan kuasa Tuhan. Jika kita tidak mengalaminya, maka kita tidak lebih dari dari orang-orang dunia yang beribadah kepada ilah-ilah mereka dan tidak mengalami jamahan Tuhan. Kita harus mengalami pengalaman indah bersama Tuhan. Sebab itulah yang membedakan kita dengan para penganut agama lainnya.

 

Renungan :

Kita punya Allah yang hebat. Marilah kita mengalami pengalaman-pengalaman yang indah bersama Tuhan. Jangan orang lain saja yang mengalaminya, tetapi kita juga.

 

Jika Anda hendak berbangga, banggalah karena Anda memiliki Allah yang hebat.





February 10, 2019, 05:15:12 AM
Reply #1391
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Feb
Renungan Harian
Cetak Biru

Yesaya 42:1-9; Kisah 13:47

Aku ini TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu . . .”

(Yesaya 42:6).

 

Setiap orang pastilah mempunyai angan-angan dan cita-cita. Jika orang hendak membangun rumah pastilah mempunyai gambar atau cetak-biru (blue print). Dan jika orang hendak bepergian keluar negeri hendaklah mengatur rencana, semua memiliki rencana untuk maksud baik.

Kadang tanpa kita sadari, kita keluar dari jalur rencana Tuhan didalam hidup kita. Dan kita kadang-kadang agak memaksa untuk memberkati kita. Contohnya di dalam hal pendamping hidup. Kita memaksakan kehendak kita. Tuhan punya rencana A bagi kita, tetapi kita menjalankan keinginan kita sendiri. Dan tidak jarang kita salah melangkah, dan melakukan dosa. Banyak sekali hal-hal yang ada di sekitar kita justru membawa kita untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang bebas dalam menentukan pilihan, apalagi di muka bumi ini tumbuh subur berbagai macam aliran agama. Tetapi yang harus kita ingat adalah agama tidak akan menyelamatkan hidup seseorang. Tetapi Tuhan Yesuslah yang benar-benar membawa keselamatan bagi setiap umat manusia. Oleh karena itu, saatnya kita kembali kepada yang benar-benar menyelamatkan hidup kita. Tujuan dari panggilan Tuhan kepada kita adalah untuk maksud "penyelamatan". Kita yang seharusnya mati oleh karena perbuatan kita, tetapi oleh karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini maka Ia memberikan anak-Nya yang dikasihi-Nya untuk menyelamatkan setiap manusia yang percaya kepada Anak yaitu Tuhan Yesus.

Jika kita sekarang telah beroleh "Keselamatan”, maka kewajiban kita adalah memberitakan keselamatan itu kepada orang yang belum pernah mendengar kabar keselamatan itu. Supaya dengan demikian nama Tuhan Yesus saja yang diagungkan lebih dari emas dan perak. Kisah Para Rasul 13:47 berkata, "Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami : Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

 

Renungan :

Rencana Allah bagi hidup kita adalah penyelamatan, dan penyelamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Yesus Kristus. Dan rencana Allah bagi kita adalah menjadi terang bagi bangsa-bangsa.



February 11, 2019, 05:36:24 AM
Reply #1392
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Feb
Renungan Harian
Jangan Hidup Dalam Kegelapan !

Yesaya 42:10-17; Roma 8:13

 ”. . . Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.”

(Yesaya 42:16).

 

Semua orang pastilah pernah merasa takut saat berada di dalam kegelapan. Tidak hanya melanda anak-anak tetapi juga kepada orang-orang dewasa. Kegelapan membawa rasa takut tersendiri. Bahkan ada orang yang takut sekali pada gelap, sampai-sampai tidak bisa bernafas (achlouphobia). Tidak hanya ruang gelap yang ditakuti, tetapi juga jaman sekarang ini kegelapan sedang menyelimuti bangsa, perekonomian, atau bahkan kehidupan setiap orang. Secara fisik kita lebih takut kepada kegelapan. Bahkan merasa tidak nyaman saat berada didalam kegelapan.

Tetapi jika kegelapan itu melingkupi iman kita. pastilah lebih mengerikan. Jika mata sudah gelap, maka semua menjadi gelap (Lukas 11:34). Mata adalah pelita tubuh. Mata yang menjadi gelap maka tubuh kita juga menjadi gelap. Dengan apakah gelap itu menjadi terang? Allah Bapa menciptakan terang, supaya setiap orang bisa membedakan antara siang dan malam (Kejadian 1:5). Jika kita menginginkan "gelap" yang ada didalam diri kita segera pergi maka kita harus hidup menurut Firman Tuhan (Roma 8:13) dan mematikan perbuatan daging seperti di dalam Galatia 5:19-21, "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Oleh karena itu hiduplah menurut Roh supaya kita hidup."

Supaya kita hidup dan beroleh bagian dalam kerajaan surga maka kita harus hidup menurut Roh, yaitu Roh yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita. Oleh karena itu gelap tidak akan berkuasa lagi didalam hidup kita. Hidup menurut Roh Allah, maka kita akan menghasilkan buah roh dan pertobatan (Galatia 5:22-23).

Bertobatlah mulai dari sekarang, supaya kegelapan tidak berkuasa lagi didalam hidup kita. Dan mengakulah Yesus Tuhan dengan segenap hati, dan jadikanlah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat kita secara pribadi, dan undanglah DIA untuk masuk didalam hati kita, menguasai hidup kita, sehingga terjadi perubahan didalam pemikiran kita.

 

Renungan :

Hidup dalam gelap? Jangan lagi! Karena Yesus telah mengangkat kita dari kegelapan supaya kita dapat menikmati keindahan persekutuan-Nya.

 

Orang yang hidup dalam kegelapan telah ditentukan penghakimannya.



February 12, 2019, 05:59:53 AM
Reply #1393
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Feb
Renungan Harian
Buta Dan Tuli Rohani

Yesaya 42:18-25; 2 Korintus 4:4

”Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN ?”

(Yesaya 42:19)

 

Seorang manusia tidaklah menginginkan terlahir dengan mata buta atau telinga tuli. Sebab mereka tidak dapat menikmati keindahan bunga dan kemerduan alunan musik. Tetapi kita tahu bahwa itu bukanlah segala-galanya. Ada satu kondisi yang jauh lebih mengenaskan dari itu: buta dan tuli secara rohani.

Saya menyadari betapa Allah begitu marah kepada hamba-hambaNya yang mengalami keadaan seperti di atas. Seharusnya memiliki pancaindra yang baik dan mata yang tajam untuk melihat dan telinga yang peka untuk mendengarkan. Tetapi keadaan terbalik !. Dan sungguh inilah masa yang paling gelap dalam sejarah gereja bila hamba-hamba Tuhan yang seharusnya menjadi mata bagi Allah dan telinga bagi firman-Nya, namun mereka telah buta dan tuli!

Selama ini kita telah dibutakan oleh gemerlapnya dunia. Telinga kita juga tidak terlatih lagi untuk mendengarkan Firman Tuhan. Akhirnya kita hanya mencari kenikmatan dan sensasi dunia semata. Mungkin kita rajin ke gereja, tetapi bukan lagi hadirat Tuhan yang menarik perhatian kita. Kasih dalam gereja telah menguap. Yang ada adalah kemunafikan dan basa-basi semata.

Tuhan mau kita membuka mata dan melihat apa yang sedang terjadi di dunia ini. Tuhan mau mata kita tercelik dan menyaksikan betapa kehancuran sedang terjadi dan harus ada yang memperingatkan mereka. Tetapi mata kita telah menjadi buta. Kita tidak dapat lagi menyaksikan kehancuran dunia ini akibat dosa. Anak-anak muda terjerumus dalam perangkap iblis. Dan kita telah buta sehingga kita tidak peduli dengan mereka. Telinga kita juga telah menjadi tuli dan tidak lagi mendengarkan teriakan mereka meminta tolong. Kalau Ini yang terjadi, kita sedang berada dalam bahaya besar, karena gereja yang seharusnya berfungsi sebagai pembawa berita baik tenggelam dalam keasyikannya sendiri.

Ayo jadilah tercelik dan peka dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Jangan menjadi orang Kristen yang tidak peduli. Ini tanggungjawab kita bersama untuk menyadarkan dunia bahwa dosa hanya bisa dikalahkan oleh kasih Allah di Golgota.

 

Renungan :

Tinggalkan segala kenikmatan dan kenyamanan kita dikursi empuk kita. Kita harus menjadi pengawas dan pemerhati bagi apa yang sedang terjadi. Dan teriakkan Firman Tuhan kepada dunia ini, supaya jangan ada orang yang binasa. 

 

Kekristenan itu melek dan peka terhadap sekitarnya.



February 13, 2019, 05:34:48 AM
Reply #1394
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Feb
Renungan Harian
Terlanjur Sayang

Yesaya 43:1-7; 1 Korintus 3:23

”Tetapi sekarang, beginilah Firman Tuhan yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”

(Yesaya 43:1).

Tuhan sudah terlanjur sayang kepada umat-Nya. Meskipun beberapa kali Dia menghukum umat-Nya, namun toh Dia tidak pernah mencampakkan mereka dan meninggalkan mereka. Betapa mengagumkan kasih-Nya.

Tuhan berkata kepada umat-Nya supaya mereka jangan takut. Setidaknya ada 3 alasan mendasar mengapa umat Allah tidak perlu oleh ketakutan:

Pertama, Allah telah menebus kita. Ini adalah suatu bentuk kasih Allah yang terbesar yang dinyatakan kepada kita. Dan itu telah dibuktikan melalui kematian Yesus di kayu salib. Harga itu terlalu mahal. Tetapi Allah tidak mungkin berdiam diri melihat keadaan manusia. Dialah yang berinisiatif untuk menyelamatkan manusia.

Kedua, Tuhan memanggil kita dengan nama. Kalau ada orang berkata, apa arti sebuah nama, maka inilah jawabannya: Allah mengenal kita melalui nama! Jadi secara spesifik dia mengenal kita masing-masing. Coba Anda bayangkan ada berapa milyar nama yang harus diingat oleh Bapa. Tetapi Dia tahu nama kita masing-masing. Dia memanggil kita setiap hari untuk mengajak kita bersekutu dengan-Nya. Apakah Anda telah mendengarkan ajakan-Nya?

Ketiga, kita ini kepunyaan Allah. Coba Anda ucapkan kepada diri sendiri kalimat ini: "AKU MILIK TUHAN YESUS." Ucapkan beberapa kali sampai Anda merasakan damai sejahtera di dalam diri Anda. Anda juga akan merasakan suatu kebenaran yang diteguhkan oleh kesaksian ROH KUDUS bahwa kita ini adalah milik Allah. Alkitab berkata, "Tetapi KAMU ADALAH MILIK KRISTUS dan Kristus adalah milik Allah” (1 Korintus 3:23). KITA ADALAH MILIK KRISTUS! HALELUYA! Betapa indahnya kebenaran ini. Kalau setiap orang Kristen menyadari bahwa mereka adalah milik Kristus maka keseluruhan pandangan mereka terhadap diri mereka akan berubah total. Mereka akan melihat diri mereka sebagaimana Kristus melihat mereka Hati mereka akan membubung tinggi ke angkasa dan dengan bangga berkata, "Aku adalah milik Allah."

Jadi sekarang tidak ada alasan lagi bagi kita untuk takut. Kita milik Allah dan Dia yang memelihara hidup kita. Jika ada masalah, biarlah Dia yang campur tangan dan Anda akan dikuatkan untuk menghadapi semua masalah itu.

 

Renungan :

Kalau dunia membawa berita menakutkan, maka sekarang dengarlah firman yang disampaikan oleh Tuhan kita. Dia memiliki kita dan kita berada selalu dalam perlindungan-Nya. 

 

Yesus memiliki kita dan celakanya kita tidak merasa dimiliki-Nya.



February 14, 2019, 06:29:43 AM
Reply #1395
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Feb
Renungan Harian
Taman Sejuk di Padang Gurun

Yesaya 43:8-28; Markus 9:23

"Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

(Yesaya 43:19-21).

 

Kalau kita tahu bahwa Dia adalah Allah yang sanggup mengubah padang gurun menjadi taman yang sejuk, maka kita tidak akan perlu lagi meragukan kehebatan-Nya untuk mengubah hidup kita. Tuhan sanggup membuka jalan bagi kita. Kalau kita merasa bahwa semua jalan hidup kita buntu dan seperti berada di padang gurun gersang dan tandus, maka pastilah ada suatu masa dimana Allah akan membuka suatu jalan bagi kita. Itu bukanlah hal yang mustahil. Mengapa banyak orang yang mengolok-olok kita bahwa jalan itu tidak pernah ada dan kita mempercayainya? Siapakah yang patut kita percayai: teman ataukah Allah Israel?

Kita membutuhkan pemulihan, bukan? Itu akan diawali dari rasa kehausan kita akan Allah. Sebab orang yang merindukan Tuhan akan selalu dipuaskan. Jangan menggunakan rumus yang biasa dipakai oleh orang dunia. Jangan mengagung-agungkan matematika dunia. Menurut matematika: 5 tambah 2 pastilah 7 hasilnya. Tetapi Tuhan Yesus menggunakan matematika surgawi di mana 5 roti ditambah 2 ikan hasilnya sekitar sepuluh ribu orang dikenyangkan. Jadi kalau Allah menjanjikan suatu jalan di tengah padang gurun buat Anda, maka peganglah apa yang dikatakan-Nya itu.

Kita tidak berbicara tentang sebuah teori, tetapi praktek yang dapat dikerjakan bagi setiap orang percaya. Kita terperangah mendengar kesaksian orang-orang yang telah menikmati “jalan tol” tengah gurun pasir. Sekarang giliran kita yang harus menikmati "jalan tol" itu. Allah sanggup melakukannya bagi kita.

Tetapi setelah itu ada yang harus kita kerjakan. Baca ayat berikutnya: "umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberi kemasyhuran-Ku” (ayat 21). Setiap pekerjaan Allah yang terjadi dalam hidup kita, maka harus kita ceritakan kepada segala makhluk supaya tahu bahwa Dia adalah Allah yang mengerjakan perkara yang besar.

 

Renungan :

Allah telah menyiapkan jalan di tengah padang gurun buat kita. Mungkin kita bertanya, "Kapan?” Nantikanlah dan perhatikanlah pekerjaan Allah dalam hidup kita. Segera itu akan

akan dinyatakan. Amin.

 

Tuhan pencipta taman sejuk di tengah padang gurun.





February 15, 2019, 06:40:13 AM
Reply #1396
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


15
Feb
Renungan Harian
Alfa Dan Omega

Yesaya 44:1-8; Wahyu 22:13

Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.”

(Yesaya 44:6).

 

Pernyataan “Akulah terdahulu dan Akulah yang terkemudian" diucapkan juga oleh Yesus: "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13). Dia adalah Allah yang memulai dan Dia pula yang mengakhiri. Ini adalah suatu pernyataan yang jelas bahwa Dia adalah Allah yang kekal. Dia tidak berdiam dalam dimensi waktu, sebab Dia itu tidak berkesudahan.

Perlukah Allah melakukan sebuah tantangan? Perlukah Dia "menantang" ilah-ilah yang ada di muka bumi ini untuk adu kekuatan? Jelas tidak perlu karena kita tahu bahwa hanya Dia satu-satunya Allah yang benar dan tidak ada Allah selain Dia.

Elia pernah melakukan suatu tantangan kepada para nabi Baal. Dalam pertempuran itu sebenarnya terjadi duel yang tidak seimbang. Elia dikeroyok empat ratus lima puluh nabi Baal. Tetapi apa artinya nabi sebanyak itu di hadapan nabi yang disertai Allah? Tetapi peristiwa ini harus terjadi, karena orang Israel begitu plinplan. Sampai ketika ditanyai, "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia,” (1 Raja-raja 18:21) orang Israel masih bengong. Entahlah apakah mereka bingung ataukah karena mereka sedang tegang karena "pertandingan" akbar akan segera dimulai, yang pasti mereka tidak menjawab sepatah kata pun saat pertanyaan itu dilontarkan.

Saudara, perlukah "pertandingan" itu dilakukan? Perlukah Elia melawan nabi-nabi Baal? Sebenarnya tidak perlu bila bangsa Israel tidak mendua hati. Tetapi itu harus dilakukan supaya ketahuan mana allah yang asli dan mana yang palsu.

Kita mungkin tidak dapat menyaksikan "pertandingan" seperti itu. Tetapi kita tahu bahwa hanya ada satu Allah yang benar, dan Dia adalah Allah yang telah menjelma menjadi manusia dan yang rela mati buat kita. Untuk memenangkan jiwa-jiwa tidak perlu lagi ada pertandingan". Yang perlu adalah dunia dapat melihat Kristus di dalam hidup kita. Itu artinya kuasa dan kasih Allah bekerja di dalam kehidupan kita.

 

Renungan :

Ada cara lain untuk memenangkan dunia ini bagi Kristus: menampilkan Kristus di dalam kehidupan kita. Hanya Dia satu-satunya Allah yang benar yang harus diketahui dan diakui oleh semua manusia.

 

Yesus adalah Allah yang hebat.




February 16, 2019, 05:44:19 AM
Reply #1397
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


16
Feb
Renungan Harian
Semakin Disempurnakan

Yesaya 44:9-20; Mat. 22:37.30

Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu.

(Yesaya 44:9).

Orang Israel itu paling mudah terpikat oleh berhala. Karena itulah jangan heran bila mereka berkali-kali jatuh di dalam penyembahan berhala. Salah satu alasan terbesar mengapa bangsa ini terpikat kepada berhala, karena mereka menyaksikan bagaimana bangsa-bangsa di sekitar mereka memiliki kebiasaan menyembah berhala. Misalnya pada masa tanam dan panen mereka selalu mempersembahkan korban kepada para berhala. Jadi kebiasaan ini akhirnya diikuti oleh orang Israel. Mereka tidak menyadari bahwa itu menyakitkan hati Allah

Kalau kita ditanyai, "Dosa apakah yang paling sering dilakukan oleh orang Kristen jaman sekarang?” Mungkin kita sendiri akan kebingungan menjawabnya. Atau kita bisa menyebutkan satu persatu sampai kita menyadari bahwa daftar itu begitu banyak. Memang kita tidak hidup dalam jaman hukum Taurat. Lagi pula Yesus sudah merangkum semua hukum Taurat ke dalam hukum ini: "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:37-39). Tetapi hukum inilah yang paling sering dilanggar! Kalau kita tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka itu adalah dosa. Kalau kita tidak mengasihi sesame kita seperti diri kita sendiri itu adalah dosa. Mungkin kita akan bertanya, "Lalu apa gunanya kita hidup pada zaman anugerah?” Justru pada masa anugerah inilah kita bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati! Pada masa dahulu tidak mungkin bisa dilakukan. Bukankah ROH KUDUS telah diberikan di dalam hati kita supaya kita bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri ?

Jangan cemas. Kita semakin disempurnakan dari hari ke hari. Dan itulah yang sedang Allah kerjakan bagi gereja-Nya.

 

Renungan :

Kita semua memiliki kerinduan untuk semakin disempurnakan. Itu bukanlah perkara yang sukar karena itu adalah rencana Allah. Percayalah kalau kita semua pasti akan akan menjadi sempurna.

 

Penyembah Tuhan yang benar adalah mereka yang mencintai hukumNya.







February 17, 2019, 05:10:46 AM
Reply #1398
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Feb
Renungan Harian
Kembalilah Kepadaku !

Yesaya 44:21-28; Yohanes 3:16

”Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!”

(Yesaya 44:22)

 

Suatu hari seorang gembala membawa salah satu dombanya untuk dikorbankan di sebuah tempat ibadah. Seorang imam memotong domba itu dan ia menemukan kalau domba itu ternyata memiliki penyakit di hatinya. Korban itu tidak dapat diterima. Jadi gembala itu pulang ke rumahnya dan mengambil domba lainnya. Ternyata setelah dibelah, hatinya juga terkena penyakit. Begitu juga dengan domba yang ketiga. Akhirnya disimpulkan kalau domba-domba itu pasti telah memakan sesuatu yang menyebabkan setiap domba terkena penyakit di hatinya. Jadi dia harus mendapatkan domba yang tidak memakan rumput yang sama. Hanya ada satu domba yang dimaksud: domba milik anaknya, sebab sejak kecil domba itu selalu makan bersama dengan anaknya tersebut. Hanya domba ini yang berkenan.

Inilah salah satu gambaran yang tepat tentang bagaimana Yesus sebagai Anak Domba Allah yang suci dan kudus dan harus menjadi korban bagi manusia. TIDAK ADA DOMBA LAIN YANG LAYAK!

Allah sudah terlanjur cinta kepada manusia. Meskipun makhluk yang satu ini begitu bejatnya, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan mereka. Alkitab berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).

Jadi betapa Allah amat merindukan semua manusia kembali kepada-Nya dan bersekutu di dalam kemuliaan-Nya. Tetapi seperti yang kita tahu manusia tidak mudah mau kembali. Mereka terlanjur menikmati kehidupan "alam liar” bersama penguasa dunia ini. Tetapi Anda, jika Anda telah lari dari-Nya, kembalilah! Tuhan Yesus mengajak Anda untuk kembali kepada-Nya.

 

Renungan :

Ada ajakan yang indah yang dilontarkan oleh Tuhan kita : kembalilah kepada-Ku! Aku telah menebusmu. Aku mengasihimu dan aku tidak rela jika iblis merebut dari tanganKu, tetapi keputusan itu ada di tanganmu.

 

Tuhan mencari dan menyelamatkan domba yang mau kembali ke pangkuan-Nya.



February 18, 2019, 05:48:47 AM
Reply #1399
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Feb
Renungan Harian
Jagalah Harta Rohanimu !

Yesaya 45:1-8; Efesus 13

”Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.”

 (Yesaya 45:3)

 

Mungkin Anda di rumah punya lemari besi. Anda te barang berharga di dalamnya. Untuk urusan ini Anda tidak pernah lalai menjaga harta duniawi Anda, tetapi banyak orang Kristen melalaikan menjaga harta rohani mereka. Saya percaya bahwa harta yang paling indah yang Tuhan berikan kepada kita adalah harta rohani. Apa saja harta rohani kita yang perlu dijaga?

Pertama, keselamatan. Kita tidak perlu memperdebatkan apakah keselamatan itu bisa hilang, yang pasti Yesus memberikan keselamatan kepada kita dengan harga yang sangat mahal. Paulus berkata, "Hai saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU DENGAN TAKUT DAN GENTAR, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir" (Filipi 2:12). Inilah yang harus kita jaga: keselamatan kita.

Kedua, damai sejahtera. Tuhan memberikan damai supaya kita bisa menikmatinya, meskipun di tengah badai. Jadi kalau ada orang berkata bahwa uang adalah jaminan untuk mendapatkan damai sejahtera, maka itu adalah salah besar. Damai sejahtera tidak tergantung pada harta. Damai sejahtera tidak tergantung dari perkara duniawi. Damai sejahtera sejati datangnya dari Tuhan Yesus. Kalau itu telah dimiliki, jangan hilang.

Ketiga, kasih. Kita memang suka berbicara tentang kasih, tetapi mempraktekkannya tidak semudah berbicara. Kita seringkali menjadi orang Kristen yang pandai berteori, namun untuk mempraktekkannya jadi masalah besar. Tetapi kalau Anda telah memiliki kasih, janganlah hilang. Sebab kasih itu yang terbesar. Segalanya akan ada akhirnya, namun kasih tidak akan pernah berkesudahan.

Keempat, iman. Iman itu seperti tali yang menghubungkan kita dengan Allah. Sebab Alkitab berkata, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (lbrani 11:6). Musuh iman yang terbesar adalah keraguan. Karena itu tetaplah senantiasa dalam persekutuan dengan Allah supaya keraguan tidak menyelinap dalam hidup Anda.

 

Renungan :

Marilah kita menjaga harta yang Allah berikan kepada kita. Kalau kita begitu giat menjaga harta duniawi bukankah menjaga harta rohani lebih penting lagi ?

 

Banyak orang Kristen melalaikan menjaga harta rohani mereka, padahal itulah yang terpenting.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)