Author Topic: Daily Devotional  (Read 40676 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 19, 2019, 05:44:29 AM
Reply #1400
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


19
Feb
Renungan Harian
Tuhan Peduli

Yesaya 45:9-19; Filipi 4:18, 19

”Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku dan yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran dan tanpa suap," Firman Tuhan semesta alam.”

(Yesaya 45:13)

Tuhanlah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Ia menciptakan dari tidak ada menjadi ada. Ia Maha-Kuasa dan Maha-Pencipta, sungguh dahsyat dan ajaib Allah kita. Percayalah pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Apa lagi yang meragukan kita hidup di dalam Yesus dan rencana-Nya ? Jangan pernah meragukan kasih Tuhan dan pemeliharaan Tuhan, mengapa hal ini perlu dikatakan ? Sebab masih ada orang yang mengaku dirinya sudah menjadi Kristen sejak kecil, namun setiap kali menghadapi pergumulan seringkali meragukan pertolongan Tuhan.

Dalam keadaan apapun, kita harus setia dan taat kepada kebenaran firman-Nya. Kita harus mengaminkan setiap janji-janji Allah, sebab janji-Nya pasti digenapi. Lihatlah betapa menderitanya umat Israel yang berada di dalam pembuangan dan menjadi tawanan bangsa asing. Tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan, sebab mereka tidak memiliki kekuatan apa-apa. Sepintas sepertinya Tuhan tidak melakukan apa-apa, namun sesungguhnya Tuhan sangat memperhatikan umat-Nya. Dan ketika tiba waktunya janji Tuhan digenapi, Tuhan sanggup memakai siapa saja untuk menyelamatkan umat-Nya termasuk seorang Raja di mana umat Tuhan ditawan di bawah pemerintahannya.

Allah Sanggup menggerakkan Koresh, sehingga umat Tuhan dilepaskan dari tawanan, bahkan kota yang dahulunya hancur dan sepi dibangun lagi untuk anak-anak Tuhan. Bukan hanya itu, segala harta orang fasik Tuhan pindahkan kepada umat-Nya.

Mengapa itu terjadi? Karena umat mau bertobat dan mendengarkan suara Tuhan yang menciptakannya.

 

Renungan :

Kadang kita frustrasi, namun kuatkan hatimu di hadapan Tuhan. Percayalah bahwa segera datang waktunya Tuhan akan menggerakkan orang-orang penting di negeri ini. Tuhan akan memindahkan harta orang fasik kepada umat-Nya dengan caraNya sendiri. Tetapi yang penting bukan bagaimana caranya Tuhan memenuhi kebutuhan kita, namun kepedulian Tuhan atas hidup kita.

 

Kuatkan hati dan teguhkanlah karena pengharapan kita hanya kepada Tuhan Yesus saja.

 




February 20, 2019, 05:53:02 AM
Reply #1401
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


20
Feb
Renungan Harian
Kembalilah

Yesaya 45:20-25; 2 Korintus 1:22

Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN.

 (Yesaya 45:24).

Inilah saat yang sangat tepat untuk datang berkumpul bersama dan kembali kepada Tuhan Yesus. Kembali kepada Tuhan Yesus adalah pilihan yang sangat tepat. Serukanlah ke bangsa untuk kembali kepada Tuhan yang menyelamatkan dan yang memberikan hidup.

Keinginan hati Allah Bapa adalah semua ciptaanNya kembali kepada-Nya, menyembah dan mengagungkanNya. Allah Bapa tidak menginginkan kita menyembah yang lain. Karena allah-allah lain tidak dapat berbuat apapun, tidak bisa menyelamatkan, tidak bisa melangkah, tidak bisa mendengar dan sebagainya. Dan Allah Bapa sendiri mengatakan bahwa tidak ada allah selain DIA yang telah menjadikan langit dan bumi serta yang ada di dalamnya. Di dalam kitab Keluaran 20:5 dan UIangan 5:9 dengan jelas dikatakan bahwa "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku”. Padahal jika kita kembali kepada Tuhan Yesus, maka kita akan memperoleh keadilan dan kekuatan.

Ajakan Allah Bapa sungguh sangat jelas pada ayat 22, kembalilah kepada Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus, maka kita akan selamat. Keselamatan yang diberikan oleh Allah Bapa adalah kekal, allah lain tidak ada yang berani menjamin keselamatan (Kisah Rasul 4:12) hanya Tuhan Yesus Kristus yang berani menjamin keselamatan setiap orang yang mau. ROH KUDUS adalah jaminan bagi kita (2 Korintus 1:22).

Tetapi jika kita tidak kembali kepada Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus, maka kita akan mendapat malu (ayat 24b) "...Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepadaNya dan mendapat malu.” Jadi buat apa lagi kita malu untuk mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita ?

 

Renungan :

Dapat apa dari allah lain yang hanya terbuat dari kayu ? Dia tidak dapat menyelamatkan. Tetapi jika kita kembali kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan mendapat bagian dalam kerajaan kekal, dan ikut memerintah bersama yang Maha Adil yaitu Yesus Kristus Tuhan kita.

 

Kembalilah kepada Allah sejati supaya kita diselamatkan.


February 21, 2019, 05:25:19 AM
Reply #1402
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Feb
Renungan Harian
Tuhan Jaminan Kita

Yesaya 46:1-13; Yohanes 1:12

”Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”

 (Yesaya 46:4)

 

 

Orang-orang keturunan bangsawan, keturunan pengusaha sukses, keturunan pejabat negara, keturunan orang-orang kaya selalu mendapatkan fasilitas yang melebihi orang-orang biasa. Bahkan beberapa di antara mereka, kekayaannya sungguh luar biasa seolah-olah dimakan sampai tujuh keturunan nggak ada habisnya. Kepada para keturunannya para orang kaya pasti menyediakan segalanya, berusaha melindungi dan memberikan jaminan khusus.

Seringkali kita menjadi iri hati dengan keberadaan mereka, sebab mereka kelihatan hidup lebih enak, nyaman, aman dan penuh dengan kelimpahan. Apa pun yang mereka butuhkan selalu terpenuhi, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan yang terbaik di dunia ini. Mau makan di restoran manapun mereka mampu membelinya, mau naik kendaraan apapun mereka mampu membelinya, segala sesuatu nampaknya mereka bisa beli. Namun hanya satu yang tidak bisa mereka beli yaitu kebahagiaan dan damai sejahtera.

Barangkali dengan keadaan kita sekarang ini, seringkali kita berangan-angan seandainya saya seperti mereka, seandainya saya dilahirkan di tengah-tengah mereka tentunya hari ini saya tidak akan begini atau begitu.

Menurut saya itu angan-angan yang wajar, namun awas jangan sampai kita terobsesbsi dengan angan-angan itu. Dan akan lebih baik lagi jika kita tidak usah berangan-angan seperti itu. Mengapa? sebab saat kita terima Tuhan Yesus maka Alkitab mencatat seperti yang tertulis dalam Injil Yohanes 1:12, "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."

Walaupun tidak dilahirkan dari keturunan keluarga yang sanga kaya, walaupun tidak dilahirkan dari kalangan para bangsawan atau penguasa dan pengusaha, Alkitab mencatat status baru yang luar biasa bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yaitu anak-anak Allah.

 

Renungan :

Pemazmur meneguhkan, sesungguhnya Tuhan itu menyokong dan memperhatikan hidup kita sejak dalam kandungan sampai masa tua kita. karenanya la dinamakan Imanuel, yaitu Tuhan menyertai kita. Ia sanggup mengadakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada.

 

Jaminan Tuhan itu sungguh nyata setiap hari bagi anak-anak-Nya.



February 22, 2019, 05:40:49 AM
Reply #1403
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


22
Feb
Renungan Harian
Awas Bahaya Ramalan

Yesaya 47; Wahyu 22:15

”Engkau telah payah karena banyaknya nasihat! Biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan yang pada setiap bulan baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu!”

 (Yesaya 47:13) !

Suatu hari ada seorang pemuda diajak ke restoran "all you can eat” alias makan sepuasnya dengan tarif yang telah ditentukan. Sebenarnya dia tidak terlalu suka makan di restoran seperti ini karena dia selalu tergoda makan berlebihan (baca: rakus). Tetapi karena "sekali-kali" akhirnya dia menyetujui. Setelah makan sampai kenyang, dia disodori sejenis kue kering yang dikemas dalam plastik kecil. Mulanya dia tidak berminat sekali karena memang perut sudah tidak bisa ditambah lagi. Iseng-iseng kue itu dia bawa pulang. Keesokan paginya dia membua kue kering itu, dan di dalamnya ada secarik kertas kecil dan terdapat tulisan yang menyebut tentang ramalan. Dia tidak membaca seluruhnya, karena kertas itu sudah keburu dia remas dan dilemparkan ke dalam keranjang sampah.

Segala bentuk ramalan, baik berat maupun ringan, tetaplah sebuah praktek yang menjadi kekejian bagi Tuhan. Tetapi ada saja orang Kristen yang iseng mengikuti sebuah ramalan. Ini adalah iseng mencelakakan!

Seorang mantan peramal yang kini bertobat, pernah diwawancarai begini :

Pewawancara: "Benarkah seseorang yang datang minta diramal, rohnya sudah dikuasai terlebih dahulu?”

Mantan peramal: "Ya, benar. Rohnya sudah berada di dalam cengkeraman roh yang saya pelihara. Sejak itu roh pasien harus tunduk pada roh saya. Apapun yang saya perintahkan. Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan bercerai, maka rohnya tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai! Padahal sebenarnya belum tentu ia akan bercerai. Roh kamilah yang justru menentukan, merencanakan semuanya itu. Ini, yang saya pikir paling tepat. Makanya, tukang kwamia yang makin jitu, makin berbahaya, berarti yang dipeliharanya makin hebat. 

Jelas bahwa iblis itu sebenarnya tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Ia hanya mengucapkan sembarangan saja melalui peramal itu. Dan orang yang percaya dengan ramalan itu akan bekerjasama dengan iblis untuk mewujudkan kenyataannya. Karena itulah segala bentuk ramalan dan berbagai praktek sihir adalah kekejan. Jadi jangan pernah lagi Anda mengatakan bintang Anda adalah ini dan itu, atau shio Anda ini dan itu.

 

Renungan :

Jangan iseng-iseng membawa ramalan atau diramal seseorang, sebab semuanya itu adalah dosa. Masa depan Anda itu adalah indah dalam tangan Tuhan. Percayalah !

 

Ramalan adalah jebakan iblis yang akan menyeret dalam kebinasaan.





February 23, 2019, 05:48:55 AM
Reply #1404
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


23
Feb
Renungan Harian
Tampil Seperti Emas

Yesaya 48:1-11; Yakobus 1:2-4

Engkau tadinya merasa aman dalam kejahatanmu, katamu: "Tiada yang melihat aku!" Kebijaksanaanmu dan pengetahuanmu itulah yang menyesatkan engkau, sehingga engkau berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku!"

(Yesaya 48:10).

 

Tidak ada manusia yang menyukai kesengsaraan, Tetapi justru Allah memakai dapur api kesengsaraan untuk menguji umat-Nya. Jadi kalau ada orang Kristen berdoa supaya sengsaranya diangkat, itu bukanlah kehendak Allah. Doa seperti itu tidak akan dijawab. Yang benar adalah supaya kita dimurnikan dan akan jadi cemerlang.

Tetapi ada orang mengeluh, mengapa hidupnya terus menerus dirundung masalah? Mengapa sengsara sepertinya tidak pernah berhenti? Memang ada sengsara akibat dari kesalahan kita sendiri, tetapi ada sengsara yang memang Allah izinkan. Karena Allah memakai kesengsaraan untuk menguji umat-Nya dan menampilkan mereka supaya cemerlang seperti emas.

Jadi kalau kita sedang mengalami kesengsaraan, kita sedang dimurnikan. Allah mau kita akan tampil seperti emas. Memang tidak ada yang enak dalam dapur kesengsaraan. Setiap orang setuju kalau kesengaraan itu adalah sesuatu yang perlu dihindari.

Saat Ayub diuji, Ayub sebenarnya sadar bahwa Allah mengizinkan itu terjadi. Dengan sadar dia berkata, "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya la menguji aku, aku akan timbul seperti emas” (Ayub 23:10). Apakah masih ada tekad dalam hati setiap orang percaya yang sedang diuji untuk tampil seperti emas?

Yakobus berkata, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun” (Yakobus 1:2-4).

Orang akan menganggap ini aneh, karena banyak pencobaan dianggap sebagai suatu kebahagiaan. Tetapi itulah yang dikatakan oleh Alkitab. Itulah cara Allah membawa umat-Nya kepada suatu kesempurnaan.

Jangan takut bila sengsara itu mendatangi kita, karena Tuhan pasti menyertai kita. Jangan pula mencoba melarikan diri dari setiap ujian, karena di manapun kita berada ujian itu selalu datang.

 

Renungan :

Daripada berdoa meminta Allah melepaskan kita dari persoalan, sebaiknya kita berdoa supaya melalui kesengsaraan itu kita akan tampil cemerlang seperti emas.

 

Kesengsaraan akan menimbulkan emas yang murni dan mulia.



February 24, 2019, 04:50:45 AM
Reply #1405
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


24
Feb
Renungan Harian
Alami Mujizat

Yesaya 48:12-22; Lukas 17:6

”Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus; Ia mengeluarkan air dari gunung batu bagi mereka; Ia membelah gunung batu, maka memancarlah air.”

(Yesaya 48:21).

Menurut Anda apakah mujizat itu? Kalau ada seorang yang sakit dan dokter telah berkata bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan lagi, dan ternyata tiba-tiba orang itu menerima kesembuhan, itulah mujizat. Atau kalau hutang Anda telah menumpuk dan tingginya melebihi gunung, dan tiba-tiba Anda terbebas dari hutang Anda, maka itulah mujizat. Mungkin inilah gambaran sederhana tentang arti mujizat, meskipun jabaran teologianya pastilah lebih panjang lagi.

Kalau Anda mencari mujizat, Anda harus datang kepada oknum yang tepat. Bisa jadi ada orang yang mencoba menawarkan mujizat, tetapi sebenarnya mujizat itu datang hanya dari Allah. Dialah pembuat mujizat sejati. Kisah tentang Allah dan mujizat yang dilakukannya Anda bisa temukan di Alkitab dan cerita-cerita orang yang mengalaminya. Tetapi Anda juga harus mengalaminya. Anda hidup sebagai orang Kristen bukan sekedar hidup dalam teori, namun Anda harus mengalaminya.

Ketika bangsa Israel melewati daerah gurun yang tandus, mereka merasa putus asa dan mengalami kekecewaan. Mereka mencari air. Adakah air di tengah padang gurun? Tetapi Allah lagi-lagi melakukan mujizat. Itulah yang dibutuhkan umat-Nya. Dan Allah selalu menjawab segala permohonan umat-Nya.

Apakah Anda saat ini membutuhkan mujizat? Jika ya, Anda harus datang kepada Allah. Bagi Dia, mujizat adalah perkara biasa. Dan Dia tidak pernah mempersulit Anda untuk mendapatkan mujizat. Yang dibutuhkan adalah percaya. Iman mampu meraih perkara-perkara yang ajaib. Hanya saja seringkali kita menjadi ragu-ragu dan tidak percaya dengan kemampuan Allah. Padahal Allah sama sekali tidak pernah mempersulit seseorang untuk meraih mujizat. Yesus berkata, “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu berkata kepada pohon ara ini : Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu” (Lukas 17:6). Hanya dibutuhkan iman sebiji sesawi untuk memindahkan pohon ara ke dalam laut. Itu artinya untuk mendapatkan mujizat yang dibutuhkan adalah iman sebesar biji sesawi tetapi biji ini hidup dan akan terus bertumbuh.

 

Renungan :

Kalau Anda percaya, Anda akan menyaksikan perkara-perkara yang ajaib dan Anda akan mengalaminya. Jadi belajarlah percaya dan bacalah kisah-kisah tentang Allah dan jadilah akrab dengan Dia supaya  supaya Anda yakin bahwa Allah sanggup memberikan mujizat.



February 25, 2019, 05:42:57 AM
Reply #1406
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Feb
Renungan Harian
Pemandu

Yesaya 49:1-7; Matius 5:14-16

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

 (Yesaya 49:6).

 

Di sebuah dermaga yang sangat sibuk, terlihat kapal tongkang mondar mandir setiap kali ada kapal besar mau merapat atau pun meninggalkan dermaga itu. Sesekali terlihat petugas menyalakan lampu kapal memberi tanda kepada kapal yang mau merapat, nampaknya kapal itu adalah kapal pemandu. Kapal pemandu ini sangat memegang peranan penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas pelabuhan dan pelayaran, bahkan berperan dalam keselamatan penumpang. Demikian juga hal ini berlaku untuk pelabuhan udara.

Sama seperti profesi seorang pemandu, demikianlah salah satu yang dirancangkan Tuhan pada hidup Yesaya, termasuk hidup kita. Tuhan merancang hidup kita sebagai terang bagi bangsa-bangsa, sebagai pemandu supaya banyak bangsa datang kepada Tuhan Yesus. Ini bukan hal yang sembarangan, ini pekerjaan serius dari Tuhan.

Tuhan percayakan pekerjaan besar kepada kita untuk menyelamatkan banyak orang, dan Allah mau bukan hanya satu dua orang saja yang diselamatkan melainkan sebanyak-banyaknya orang diselamatkan bagi kemuliaan Tuhan.

Hal ini dipertegas lagi oleh pernyataan Tuhan Yesus dalam Matius 5:14-16, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Tugas kita hanya memandu orang untuk menerima keselamatan, Dan Roh Kuduslah yang menggerakkan hati orang untuk bertobat dan menerima keselamatan. sebab banyak orang yang tidak tahu jalan keselamatan. Andalah yang ditungu-tunggu banyak orang, supaya mereka terselamatkan.

 

Renungan :

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20).

 

Biarlah terang itu terus memancar dalam hidup kita, supaya orang lain diberkati lewat kehidupan kita, jadilah terang dan teladan dalam perkataan dan perbuatan.



February 26, 2019, 05:51:23 AM
Reply #1407
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


26
Feb
Renungan Harian
Diingat Tuhan

Yesaya 49:8-26; 1 Petrus 1:6,7

”Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

 (Yesaya 49:15).

Seorang pengusaha, sebut saja namanya Bang Maman, demi kelancaran kerja ia begitu antusias memotivasi karyawannya. Dan Andi salah seorang karyawannya cukup berprestasi. Pada suatu kesempatan Maman menjanjikan promosi jabatan kalau ia sukses dalam pekerjaannya. Melihat hal itu Andi bekerja mati-matian, dan hasilnya mengesankan. Perusahaan makin maju, hal itu ditandai dengan naiknya omset perusahaan dan penerimaan keuangan perusahaan yang semakin besar.

Namun di tengah kemajuan itu ternyata usaha Andi dianggap angin lalu saja, janji yang pernah ia dengar hanya sekedar janji. Promosi jabatan tidak pernah ia terima, Andi kecewa dengan atasannya, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, sebab pekerjaannya sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Entah hal itu disengaja atau tidak, itulah keberadaan dunia dan manusia yang penuh dengan keunikan dan keragaman karakter. Manusia bisa melupakan apa yang pernah dijanjikannya bahkan memungkiri janjinya, tetapi Tuhan tidak pernah lupa janji-Nya.

Anda selalu diingat Tuhan, camkanlah hal ini! Tuhan sangat memperhatikan keberadaan kita, janji-Nya atas hidup kita cepat atau lambat pasti digenapi. Yang penting kita menjaga hati kita, supaya hati kita tidak dipenuhi dengan keserakahan, kedengkian, iri hati dan kebencian, sebaliknya biarlah hati kita penuh damai sejahtera dan ucapan syukur kepada Tuhan.

Silahkan membela diri, tetapi waspadalah jangan sampai kita malah mengacaukan rencana Tuhan di dalam hidup kita. Lihatlah yang terjadi pada Yusuf, ia tidak membela dirinya sebab ia tahu pembelaan Tuhan sangat ajaib dan luar biasa, sebab Yusuf selalu diingat Tuhan, demikian halnya dengan Anda.

 

Renungan :

Apapun yang terjadi bergembiralah, Anda selalu diingat Tuhan sekalipun sekarang ini barangkali harus berdukacita oleh berbagai bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian iman kita -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga akhirnya anda memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. (1 Petrus 1:6, 7). 

 

Meskipun orang melupakan kita, namun Tuhan selalu mengingat kita, bersukacita sajalah dan tunggulah berkat-Nya pasti melimpah.



February 27, 2019, 05:54:32 AM
Reply #1408
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


27
Feb
Renungan Harian
Lidah Berbisa

Yesaya 50; Yakobus 3:4-6

”Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

 (Yesaya 50:4).

 

Apakah ada lidah yang berbisa? Mungkin kata kiasan ini terinspirasi dari hewan jenis ular yang dianggap memiliki lidah yang berbisa. Namun berbagai tayangan di televisi tentang dunia satwa khususnya menunjukkan bahwa bisa ular itu terletak pada gigitannya yang sekaligus digunakan untuk memasukkan racun ke tubuh obyek yang digigit.

Lidah seorang murid akan selalu mengatakan apa yang dia dapat dari gurunya. Untuk dapat memiliki lidah seorang murid maka orang tersebut harus mempertajam pendengarannya supaya dia tidak salah menangkap pesan yang disampaikan. Hanya orang yang mendengar dengan benar yang dapat mengatakan dengan benar tentang apa yang sudah dia dengar.

Kadangkala di dalam pelayanan kita menemui orang-orang yang lidahnya itu minta ampun... sungguh sangat berbisa. Kata-katanya penuh dengan kritik tajam dan komentar-komentar yang kurang menyenangkan tentang pelayanan, tentang gereja dan Hamba-hamba Tuhan yang melayani. Ketika ada di gereja B dia menyanjung setinggi langit gereja A. Eh giliran dia ada di gereja A yang disanjung-sanjung justru gereja C. Satu waktu seorang Hamba Tuhan kedatangan seseorang yang ingin melamar menjadi Full-Timer di gereja yang digembalakannya. Ketika ditanyakan alasan mengapa dia tertarik untuk menjadi Full-Timer di gereja tersebut, maka dia mengatakan bahwa dia sudah keliling ke berbagai gereja A sampai Z dan menemukan kelemahan ini dan itu di gereja-gereja tersebut. Mendengar jawaban seperti itu, maka Hamba Tuhan ini berkata, "Oh... dengan kedatangan Anda kemari, maka gereja ini pun menjadi tidak sempurna".

Adakah gereja yang sempurna ? Adakah pelayanan yang tanpa kelemahan? Adakah Hamba Tuhan yang tanpa cacat sedikitpun? Sesungguhnya gereja yang sempurna itu hanya ada ketika Tuhan Yesus datang menyempurnakan gereja-Nya. Namun tugas kita bersama-sama adalah memperbaiki dan bukan sekedar memperguncingkan setiap kelemahan dan kekurangan yang ada.

Mengapa ada orang yang lidahnya begitu sangat berbisa dan perkataan-perkataannya sungguh sangat menyakitkan untuk didengar? Jawabannya mudah, karena dia belum mendengar dengan baik dan benar dari setiap perkataan Bapanya yang di Sorga. Pertajam dulu pendengarannya sebelum berbicara. Supaya perkataannya menjadi berkat dan tidak berbisa.

 

Renungan :

Perkataan-perkataan kita tentang diri kita dan orang lain kadangkala justru melemahkan dan bukannya menguatkan. Mengapa? Karena hidup kurang diisi dengan Firman Tuhan sehingga perenungan kita pun menjadi penuh dengan kelemahan. 

 

Isilah hidupmu dengan Firman Tuhan, maka engkau akan memiliki perkataan sehat sesuai perenungan Firman yang ada dalam hatimu.



February 28, 2019, 06:19:12 AM
Reply #1409
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24043
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


28
Feb
Renungan Harian
Yang Fana Dan Kekal

Yesaya 51; 2 Korintus 4:18

”Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.”

 (Yesaya 51:6)

 

Akhir-akhir ini di pasaran banyak beredar barang produk yang kelihatannya menarik dan harganyapun lebih murah dari barang sejenis yang telah beredar sebelumnya. Baik itu berupa barang elektronik maupun barang-barang kebutuhan rumah tangga. Namun jangan tanya soal kualitas karena biasanya barang-barang seperti itu daya tahannya lebih rentan dan mudah rusak. Tetapi mungkin karena kondisi ekonomi juga yang membuat sebagian masyarakat lebih tertarik membeli barang yang lebih murah dengan mengabaikan faktor jangka waktu lamanya barang produk itu dapat dipergunakan.

Cara berpikir yang short term (jangka pendek) seperti itu juga telah menjadi produk yang menggejala di dalam masyarakat dunia saat ini. Tidak memikirkan akibat jangka panjangnya. Pornografi, pornoaksi dan seks bebas demi kenikmatan sesaat. Sebuah stasiun televisi pernah menayangkan kegiatan komunitas kaum gay yang tanpa sungkan lagi mengakui sebagai gay dan pasangan layaknya suami istri. Mencoba narkoba demi pergaulan. Menipu dan korupsi demi kekayaan. Mengkhianati dan menjatuhkan rekan sekerja demi kedudukan. Sepertinya hidup ini hanya sesaat dan setelah itu tiada. Seseorang pernah berkata begini, "Yang penting hidup ini, ketika masih muda bersenang-senang, tua menjadi kaya dan mati masuk sorga". Apakah mungkin? Ini adalah cara berpikir yang sangat menyesatkan tentang kehidupan. Tetapi memang kemilau harta benda dan kekayaan dunia ini begitu sangat memikat sehingga demi kenikmatan dan kesenangan dunia ini sebagian orang rela melepaskan sesuatu yang kekal.

Mengapa ini terjadi? Ya karena keterbatasan jarak pandang manusia untuk dapat melihat sesuatu yang kekal. Keterbatasan pandangan yang hanya dapat melihat sesuatu yang fana membuat manusia mengejar kefanaan yang sementara. Sehingga lupa bahwa yang tidak terlihat itu justru adalah tujuan hidup manusia yang sebenarnya yaitu keselamatan kekal.

Seorang bapak pernah berkata bahwa dia telah menyiapkan deposito dalam jumlah yang sangat besar masing-masing untuk istri dan anak anaknya dengan menghalalkan segala macam cara karena kebetulan dia punya posisi yang penting di salah satu instansi. Dia berpikir, mumpung ada di posisi itu dan dia sudah siap dengan segala konsekuensinya apabila tindakannya tersebut nantinya diusut dan terbongkar.

Tidak heran kalau kemudian Yesus memberikan perumpamaan tentang "Orang kaya dan Lazarus yang miskin" dimana orang kaya berkata, Tolong beritahu kepada lima orang saudaraku yang hidup supaya mereka jangan masuk ke dalam tempat penderitaan kekal seperti yang kualami". Penyesalan memang selalu datangnya terlambat.

 

Renungan :

Kemilau dunia ini memang begitu mempesona. Tetapi jangan halalkan segala macam cara demi mendapatkannya karena tujuan hidup kita bukanlah dunia melainkan kekekalan dalam Kerajaan Sorga.

 

Jangan tukar yang kekal dengan yang fana.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)