Author Topic: Daily Devotional  (Read 35523 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

March 01, 2019, 07:45:12 AM
Reply #1410
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


01
Mar
Renungan Harian
Keselamatan

Yesaya 52:1-12; Kisah Rasul 1:8

”TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.”

 (Yesaya 52:10).

 

Banyak orang mencari keselamatan dengan jalan berbuat baik. Mencari keselamatan dengan jalan mengikuti agama, semuanya itu baik. Tetapi banyak orang belum mengerti akan arti keselamatan, sebab keselamatan hanya ada di dalam Yesus Tuhan. Seperti di dalam Yohanes 14:6 dikatakan dengan jelas bahwa tidak seorangpun bisa datang kepada Bapa jikalau tidak melalui Yesus Kristus.

Semua orang telah dipanggil, sekarang tinggal bagaimana dengan kita? Siapakah yang dapat menjamin keselamatan kita? Kita bukan memilih, tetapi kita adalah orang-orang pilihan Allah sendiri, dan kita telah dijadikan umat kepunyaan Allah sendiri. Kita telah ditebus dan dikuduskannya supaya kita yang telah selamat ini, memberitakan perbuatan-Nya yang ajaib kepada semua bangsa. Keselamatan telah diberikan dengan cuma-cuma kepada kita, jadi kita harus memberitakan keselamatan yang telah kita peroleh dengan gratis ini harus kita berikan juga dengan gratis.

Di dalam Kisah Para Rasul 1:8 sudah sangat jelas. Jika yang kita telah dipilih dan telah diberikan Roh Allah didalam kita maka kewajiban kita adalah memberitakan keselamatan itu kepada semua orang. Pertama-tama dimulai dari Yerusalem. Yerusalem adalah gambaran dari keluarga kita, istri, suami, anak-anak. Sudahkah kita mengenalkan keselamatan yang dari Tuhan Yesus kepada suami, istri, anak-anak kita? Jika sudah kita menuju kepada Yudea. Yudea adalah gambaran dari lingkungan tempat tinggal kita. Jika kita hidup di kampung atau di kantor, atau di kampus dan sekolah, sudahkah kita menjadi saksi? Berikutnya kita akan memberitakan pada Samaria. Samaria adalah gambaran dari

kota-kota yang belum terjangkau, bagaimana mereka bisa mengenal akan keselamatan jika tidak seorangpun memperkenalkan Yesus kepada mereka, dan bagaimana dengan ujung-ujung bumi? Tugas kita adalah mengenalkan Yesus sebagai Juru Selamat secara pribadi. Jadi keselamatan adalah perkara pribadi antara Anda dengan Allah.

 

Renungan :

Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga baik di bawah kolong langit atau pun dibawah bumi. Oleh sebab itu percayalah hanya kepada Tuhan Yesus Kristus, tidak yang lain (Kisah Para Rasul 4:12)

 

Keselamatan di luar Yesus bukanlah keselamatan.



March 02, 2019, 03:31:13 PM
Reply #1411
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


02
Mar
Renungan Harian
Jangan Lagi

Yesaya 52:13 - 53:12; Kolose 3:10

”Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

 (Yesaya 53:5)

Makna dari kata "jangan” berarti tidak boleh. Kita sebagai manusia yang telah di tebus dan di kuduskan-Nya berarti kita tidak boleh berbuat seperti manusia lama kita. Manusia lama kita yang telah ikut tersalib bersama-sama dengan Kristus. Oleh sebab itu kita tidak lagi hidup dalam manusia lama tetapi sudah menjadi ciptaan baru yang terus menerus diperbaharui oleh ROH KUDUS (Kolose 3:10).

Bagaimana supaya kita yang sebagai manusia baru ini akan terus diperbaharui, berikut ini langkahnya : pertama, kita harus senantiasa hidup dalam pertobatan. Bertobatlah dari segala kejahatan dan dosa yang begitu merintangi kita untuk datang kepada Allah Bapa, dengan mengundang Yesus untuk bertahta didalam hati kita, dan menyerahkan diri kita untuk senantiasa hidup dalam Kekudusan (Kisah Rasul 2:38). Kedua, hiduplah berdamai dengan semua orang (1 Tesalonika 5:13b), jangan ada permusuhan di dalam diri kita secara pribadi. Karena jika kita tidak bisa mengampuni seseorang maka Bapa kita yang ada di surga juga tidak akan mengampuni kita (Matius 6:15). Ketiga, kejarlah kekudusan. Sebab tanpa kekudusan tida seorangpun dapat masuk kedalam kerajaan surga (Ibrani 12:14). Hidup kudus sangatlah mutlak bagi kita, sebab tanpa tanpa kekudusan hidup ini menjadi biasa saja. Oleh sebab itu kita harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan tuntunan ROH KUDUS.

Dan marilah kita menjaga kekudusan hidup kita dengan bantuan dari ROH KUDUS yang telah diberikan Allah Bapa didalam Yesus Kristus. Jika kita sekarang berada di dalam pergumulan dalam ketidakbenaran dalam hidup kita, maka sekaranglah waktunya untuk datang kepada Tuhan Yesus dan memohon pengampunan kepada Tuhan Yesus supaya kita beroleh hidup yang kekal.

 

Renungan :

Jangan lagi kita menyalibkan Yesus Kristus, karena perbuatan dosa dan pelanggaran kita. Sebab manusia lama kita telah mati dan kita telah meninggalkan kehidupan lama kita dan sudah mengenakan manusia baru kita yang setiap hari dan setiap saat telah diperbaharui oleh pekerjaan ROH KUDUS.



March 03, 2019, 08:57:00 AM
Reply #1412
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Mar
Renungan Harian
Selalu Bersuka

Yesaya 54:1-17; Filipi 4:4

”Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, Firman Tuhan.”

 (Yesaya 54:1)

 

Di akhir tahun seorang pengusaha sedang mengumpulkan para staf dan karyawannya di sebuah aula perusahaan, dan sebelum acara di mulai, semua staf dan karyawan makan siang bersama-sama. Ditengah-tengah makan siang, pengusaha itu menuju pengeras suara dan mulai berbicara, mendengar suara sang pengusaha, spontan semua yang hadir berhenti memakan jamuan makan siang. Setelah membuka dengan salam, pengusaha itu diam sejenak lalu ia mengucapkan terima kasih kepada para karyawan yang memenuhi undangan makan siang, ia juga berterima kasih atas kerja keras karyawan selama satu tahun ini, sehingga perusahaan bertambah maju. Kemudian ia memandang satu per satu yang hadir makan siang saat itu, cukup lama ia memandangi karyawannya kurang lebih 3 menitan, sehingga hal itu membuat para karyawan jadi penasaran dan penuh tanda tanya, ada apa dengan perusahaan. Selang beberapa detik, kemudian ia berkata, mulai bulan januari gaji mereka akan dinaikkan 30 persen dan uang jaminan kesehatan naik 20 persen. Spontan seluruh karyawan bangkit dari kursinya bersorak sorai bertepuk tangan, dan mereka berteriak sambil mengucapkan terima kasih kepada pengusaha itu, sebab kenaikkan itu jauh di atas upah minimum.

Kisah di atas barangkali hanya bisa dijumpai 1 diantara seribu pengusaha, atau barangkali kisah di atas hanya ada di dunia film saja. Tidak peduli ada berapa pengusaha yang peduli dengan karyawannya. Namun hal yang menjadi perhatian kita adalah pernyataan pengusaha yang menjanjikan kenaikkan upah dan jaminan kesehatan yang mana secara serempak disambut sorak-sorai oleh karyawannya. Saya yakin kalau Anda salah satu karyawan perusahaan itu, maka Anda pun juga turut bersorak.

Kalau manusia menjanjikan Anda bisa bersorak-sorai, masakan kalau Tuhan berjanji Anda tidak bersorak sorai. Coba perhatikan ayat di atas, ayat itu adalah pernyataan Tuhan yang menjamin umat-Nya, dari masa ke masa, untuk apa kita bersedih, Tuhan sanggup selesaikan semuanya, Tuhan pasti sediakan apa yang kita butuhkan. Kalau Tuhan berjanji, Ia pasti menggenapi-Nya, tunggulah dengan sabar janji itu pasti datang, untuk itu bersukalah. Jangan takut dan jangan cemas sebab Tuhan yang menyertai adalah Tuhan yang memberkati.

 

Renungan :   

Jika ketakutan dan kecemasan bisa menyelesaikan masalah teruslah di dalamnya, namun jika tidak, mengapa kita harus takut ?. Ingatlah Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan : Bersukacitalah !”

 

Orang yang berpengharapan adalah orang yang hidupnya selalu bersuka, karena tahu janji Tuhan ya dan amin.



March 04, 2019, 06:57:17 AM
Reply #1413
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Mar
Renungan Harian
Selalu Bersuka

Yesaya 54:1-17; Filipi 4:4

”Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, Firman Tuhan.”

 (Yesaya 54:1)

 

Di akhir tahun seorang pengusaha sedang mengumpulkan para staf dan karyawannya di sebuah aula perusahaan, dan sebelum acara di mulai, semua staf dan karyawan makan siang bersama-sama. Ditengah-tengah makan siang, pengusaha itu menuju pengeras suara dan mulai berbicara, mendengar suara sang pengusaha, spontan semua yang hadir berhenti memakan jamuan makan siang. Setelah membuka dengan salam, pengusaha itu diam sejenak lalu ia mengucapkan terima kasih kepada para karyawan yang memenuhi undangan makan siang, ia juga berterima kasih atas kerja keras karyawan selama satu tahun ini, sehingga perusahaan bertambah maju. Kemudian ia memandang satu per satu yang hadir makan siang saat itu, cukup lama ia memandangi karyawannya kurang lebih 3 menitan, sehingga hal itu membuat para karyawan jadi penasaran dan penuh tanda tanya, ada apa dengan perusahaan. Selang beberapa detik, kemudian ia berkata, mulai bulan januari gaji mereka akan dinaikkan 30 persen dan uang jaminan kesehatan naik 20 persen. Spontan seluruh karyawan bangkit dari kursinya bersorak sorai bertepuk tangan, dan mereka berteriak sambil mengucapkan terima kasih kepada pengusaha itu, sebab kenaikkan itu jauh di atas upah minimum.

Kisah di atas barangkali hanya bisa dijumpai 1 diantara seribu pengusaha, atau barangkali kisah di atas hanya ada di dunia film saja. Tidak peduli ada berapa pengusaha yang peduli dengan karyawannya. Namun hal yang menjadi perhatian kita adalah pernyataan pengusaha yang menjanjikan kenaikkan upah dan jaminan kesehatan yang mana secara serempak disambut sorak-sorai oleh karyawannya. Saya yakin kalau Anda salah satu karyawan perusahaan itu, maka Anda pun juga turut bersorak.

Kalau manusia menjanjikan Anda bisa bersorak-sorai, masakan kalau Tuhan berjanji Anda tidak bersorak sorai. Coba perhatikan ayat di atas, ayat itu adalah pernyataan Tuhan yang menjamin umat-Nya, dari masa ke masa, untuk apa kita bersedih, Tuhan sanggup selesaikan semuanya, Tuhan pasti sediakan apa yang kita butuhkan. Kalau Tuhan berjanji, Ia pasti menggenapi-Nya, tunggulah dengan sabar janji itu pasti datang, untuk itu bersukalah. Jangan takut dan jangan cemas sebab Tuhan yang menyertai adalah Tuhan yang memberkati.

 

Renungan :   

Jika ketakutan dan kecemasan bisa menyelesaikan masalah teruslah di dalamnya, namun jika tidak, mengapa kita harus takut ?. Ingatlah Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan : Bersukacitalah !”

 

Orang yang berpengharapan adalah orang yang hidupnya selalu bersuka, karena tahu janji Tuhan ya dan amin.




March 06, 2019, 05:39:23 AM
Reply #1414
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Mar
Renungan Harian
Bahaya Berhala

Yesaya 57:1-13; Kisah 17:16-34

”Engkau telah menaruh lambang berhalamu di ambang pintu masuk rumahmu, ya, engkau telah meninggalkan Aku dan menelanjangi dirimu, engkau telah menaiki petiduranmu dan telah melebarkannya; engkau telah mengadakan janji dengan beberapa orang yang kauingini untuk tidur bersama-sama mereka dan engkau memandangi lingga.”

(Yesaya 57:8).

Model berhala itu banyak macamnya, ada yang berbentuk orang berkepala dua atau binatang liar atau lainnya. Anda pasti setuju kalau bentuk berhala itu tidak dapat diingat lagi karena terlalu banyaknya. Dan salah satu berhala yang umum dan sering kita temukan adalah berhala yang nongkrong di ambang pintu rumah-rumah. Katanya menolak malapetaka, alias itu adalah berhala yang "baik”.

Saya sering melihat berhala seperti yang disebutkan dalam pembacaan ayat hari ini ada di rumah orang-orang tertentu. Sepertinya ini sudah menjadi sebuah tradisi di mana setiap rumah memiliki berhala tersebut, meskipun belum tentu si pemilik rumah tersebut mengerti artinya. "Takut kualat (sial) kalau melanggar. Itulah alasan yang biasanya kita dengar dari mulut mereka. Padahal kita harus tahu bahwa justru kalau mereka menaruh berhala itu mereka akan “sial" selamanya karena iblis yang menjadi pengharapan mereka.

Kalau Anda dibesarkan dalam sebuah tradisi yang kuat, janganlah mencoba mengikuti tradisi-tradisi tersebut tanpa Anda mengerti apa maksudnya. Sebab sebagian besar tradisi warisan nenek moyang itu tidak sesuai dengan Firman Tuhan! Tetapi kalau Anda berani dan bermaksud hendak bertindak berlawanan arah dengan keluarga Anda, siaplah untuk menerima risikonya. Tetapi saya harus mengacungkan jempol buat Anda kalau Anda berani melawan arus yang tidak searah dengan kebenaran firman.

Jadilah orang Kristen yang 100% memberikan hatinya kepada Kristus. Jangan menjadi orang Kristen yang berlaku seperti bunglon - bisa berubah warna, tergantung dari lingkungannya. Tetapi saya juga tidak menganjurkan Anda bertindak tanpa hikmat dengan memarahi orang tua Anda habis-habisan karena merekalah yang menempatkan berhala itu. Lakukan segalanya dengan penuh hikmat dan kasih.

Paulus dalam pelayanannya beberapa kali menemui fakta bahwa orang-orang masih saja menyembah berhala, termasuk dengan kasus yang terjadi di Atena (Kisah Rasul 17:16-34). Tetapi Paulus dengan penuh keberanian mengajak mereka untuk mengenal Allah yang benar.

 

Renungan :

Jangan berkompromi dengan menaruh berhala di dalam rumah Anda, meskipun itu sepertinya "ringan". Sebab semua berhala mendatangkan malapetaka!

 

Tidak ada berhala yang tidak bahaya.



March 07, 2019, 05:33:03 AM
Reply #1415
March 08, 2019, 05:28:40 AM
Reply #1416
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


08
Mar
Renungan Harian
Janganlah Tahan - Tahan !

Yesaya 58; Matius 23:27

“Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!”

(Yesaya 58:1).

Kalau ada orang yang salah, harus ditegur! Inilah masalah bagi gereja saat ini. Pendeta kadang terbentur rasa sungkan ketika pendonor terbesar bagi gerejanya melakukan kesalahan. Kalau ditegur takut orangnya tersinggung dan pindah kandang", tetapi kalau tidak ditegur jadi pergunjingan banyak orang. Tetapi kalau pendeta itu mengerti Firman Tuhan, pastilah dia akan menegurnya di dalam kasih, karena dengan cara demikian orang itu bisa menyadari kesalahannya dan segera berbalik dari kesalahannya.

Janganlah tahan-tahan! Itu adalah perintah Tuhan kepada kita supaya kita tidak segan dan sungkan untuk menyuarakan kebenaran. Nyaringkanlah suara kita supaya setiap dari para pelanggar itu sadar akan kesalahannya.

Pada masa-Nya di bumi, Yesus juga tidak segan-segan menelanjangi kebobrokan para pemimpin agama saat itu. Lihat saja salah satu contoh suara-Nya yang keras, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran” (Matius 23:27).

Pada zaman itu siapa sih yang berani berteriak sekeras itu kepada para pemimpin agama yang sangat dihormati? Mereka bisa saja mengambil hati rakyat dengan penampakan luar yang alim, tetapi mata Yesus menembus sampai ke dalam hati. Betapa busuknya di dalam hati mereka. Yesus meneriakkan kebenaran. Yesus tidak sungkan dengan jubah mereka yang panjang. Yesus juga tidak segan dengan jabatan mereka yang hebat itu.

Mungkin Anda berkata bahwa Anda bukanlah Yesus, tetapi ingat bahwa perjalanan hidup kita dari kemuliaan yang satu kemuliaan lainya, dan ini artinya kita sedang menanjak ke kemuliaan yang lebih tinggi.

 

Renungan :

Jangan takut meneriakkan kebenaran. Janganlah Anda dibelenggu oleh sungkan dan rasa segan. Bila Anda meneriakkan kebenaran, Anda menderikkan Firman Tuhan.

 

Para pembela Tuhan tidak segan meneriakkan kebenaran.




March 09, 2019, 05:21:19 AM
Reply #1417
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Mar
Renungan Harian
Dosa Ibarat Batu

Yesaya 59, 1 Yohanes 1:9

” Mereka segera melakukan kejahatan, dan bersegera hendak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah; rancangan mereka adalah rancangan kelaliman, dan ke mana saja mereka pergi mereka meninggalkan kebinasaan dan keruntuhan.”

(Yesaya 59:7)

 

Dua orang pendosa mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehat-Nya.

"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu. "Apa yang harus kami lakukan ?"

"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tsb.

Pria pertama mengatakan, "Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan.” Pria kedua berkata, "Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dicemaskan."

"Baik," kata hamba Tuhan itu, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !".

Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.

"Sekarang," kata hamba Tuhan tsb, "Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".

Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulinya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pria kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu-batu itu berada didalam tasnya. Katanya, "Itu pekerjaan yang sulit."

"Dosa itu seperti batu-batu itu," kata hamba Tuhan bijak tsb. "Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui nama Tuhan, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan.

Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu bahwa itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. la sulit membuang batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.

Maka ketahuilah anak-anakku," nasihat hamba Tuhan itu, " hendaklah kita menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat."

 

Renungan :

Tidak ada dosa yang akan diberikan dispensasi oleh Allah. Setiap dosa baik “hitam atau putih” adalah kekejian bagi Tuhan. Marilah kita melawan dosa dan bertekad untuk tidak melakukannya.

 

Tuhan itu penuh kasih tetapi Dia membenci dosa.



March 10, 2019, 03:29:12 PM
Reply #1418
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Mar
Renungan Harian
Wajah Tuhan Adalah Terang

Yesaya 60; 1 Petrus 5:4

” Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.”

(Yesaya 60:19)

 

Bagaimana jika matahari tidak lagi memancarkan sinarnya dan bulan tidak lagi bercahaya? Pastilah akan gelap gulita di siang hari, dan malam semakin gelap. Pernahkan kita bayangkan jika kita berada didalam ruang yang gelap dan sementara itu kita beraktivitas? Dapatkah semua itu kita kerjakan didalam kegelapan?. Tetapi kita bukanlah orang-orang yang berada di dalam kegelapan, tetapi orang-orang yang mendapat kasih karunia.

Bagaimana dengan keadaan kita, jika kita mendapat terang dari Tuhan ? Pertama, kita akan mendapat kemurahan. Kemurahan apakah yang kita terima ? Didalam Yohanes 3:16 dikatakan bahwa hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus yang adalah Anak Allah maka kita akan mendapat hidup yang kekal. Kedua, penebusan. Di dalam Efesus 1:7 kita mendapat pengampunan di dalam darah Yesus yaitu penebusan dosa kita. Ketiga, hidup baru. Di dalam Roma 6:4, jika kita mendapat terang dari Tuhan Yesus maka hidup kita menjadi hidup yang baru yang senantiasa diperbaharui (Kolose 3:10). Keempat, jaminan. 2 Korintus 1:22 berkata bahwa ROH KUDUS adalah jaminan kita untuk mendapatkan segala sesuatu yang telah disediakan Allah Bapa bagi kita yang mengasihi-Nya. Dan yang kelima adalah Kemuliaan. 1 Petrus 5:4 berkata : jika kita setia sampai akhir maka kita akan menerima mahkota kemuliaan yang diberikan Tuhan Yesus sebagai gembala Agung kita.

Pada kalimat terakhir dari Yesaya 60:19, "tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu". Jika terang itu yang adalah wajah dari Tuhan yang kita sembah didalam Yesus Kristus maka keadaan kita seperti orang yang sedang bermimpi di siang hari. Dan segala yang kita lakukan Tuhan menjadikannya berhasil. Seperti didalam Mazmur 1:3 la seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuanya pasti berhasil.

 

Renungan :

Janganlah kita menyia-nyiakan kesetiaan Tuhan Yesus, sebab banyak bangsa yang mencari wajah Tuhan tidak menemukan. Tetapi oleh Kasih Karunia saja kita mendapatkan sinar terang dari wajah Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Wajah Tuhan terarah kepada orang-orang benar.





March 11, 2019, 12:31:45 PM
Reply #1419
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Mar
Renungan Harian
Keturunan Yang Diberkati

Yesaya 61; 2 Korintus 9:6

"Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN."

(Yesaya 61:9).

 

Menjadi orang yang diberkati adalah suatu kebahagiaan yang tiada taranya. Bagaimana tidak, mau beli rumah pas ada duit, mau beli mobil pas ada duit, semuanya seakan-akan pas saja. Siapa yang tidak mau diberkati, semua orang pasti mau untuk diberkati. Tetapi banyak orang maunya hanya diberkati dan diberkati, tetapi tidak mau untuk menabur. Jika hukum dunia adalah menerima, mengelolah, menabung dan yang terakhir jika ada sisa baru mau menabur atau memberikan untuk Tuhan. Tetapi cara surgawi sangatlah berbeda yaitu menabur, baru sisanya untuk keperluan yang lainnya.

Bagaimana caranya supaya hidup kita dan keturunan kita diberkati dan menjadi berkat: pertama; supaya kita diberkati adalah takut akan Tuhan (Mazmu 128:4). Takut akan Tuhan adalah syarat mutlak setiap orang yang mau diberkati. Hidup dalam segala perintah dan ketetapan serta jalan Tuhan dan berlakukah setia kepada Tuhan Yesus maka Ia akan setia kepada kita (Yehezkiel 18:9). Kedua, persepuluhan - memberikan yang sudah menjadi haknya Tuhan (Maleakhi 3:10). Tidak semua orang mau mengembalikan persepuluhan. Mengapa bisa demikian, banyak orang akan merasa bahwa penghasilannya akan berkurang sepuluh persen jika mengembalikan persepuluhan, padahal sebenarnya kita masih mengelolah yang 90%. Jika kita teliti lebih lagi, jika kita mengembalikan persepuluhan maka Tuhan akan berbuat hal yang sama kepada kita yaitu mencurahkan berkat dari tingkap-tingkap langit hingga kita berkelimpahan.

Bagaimana mau diberkati, jika kita tidak menabur ? Tuaian dari mana ?. Oleh sebab itu sekaranglah waktunya untuk mulai menabur dan mengembalikan persepuluhan yang telah menjadi haknya Tuhan. Bawalah persembahan persepuluhan ke dalam rumah Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita berlimpah-limpah, termasuk kepada anak cucu kita. Lakukanlah bukan karena kita mau diberkati saja, tetapi karena kita mengasihi Tuhan.

 

Renungan :

ROH KUDUS adalah jaminan kita dan keturunan kita, jika kita setia kepada Tuhan Yesus maka Ia akan berlaku setia kepada kita dan keturunan kita. Mau diberkati? Mari menabur.....!

 

Bila menabur, lakukanlah dengan sukacita.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)