Author Topic: Daily Devotional  (Read 38651 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 09, 2019, 04:39:19 PM
Reply #1510
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Jun
Renungan Harian
Dipasung

Yeremia 52:1-30; Yakobus 1:13

”Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang telah dilakukan Yoyakim.” (Yeremia 52:2).

Kita pernah membahas tentang kejahatan yang dilakukan oleh raja Yoyakim. Dan akibat dari yang diperbuatnya adalah kematian. Begitupun sekarang perbuatan ini diulangi oleh Zedekia, raja Yehuda. Zedekia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, sehingga murka Tuhan menimpa Yerusalem dan Yehuda. Dan raja Zedekia memberontak kepada raja Babel. Dan dampak dari pemberontakan tersebut, anak dari Zedekia disembelih di depan mata raja Zedekia. Dan tidak hanya itu saja, para pemukanya pun tak luput dari peristiwa yang mengenaskan tersebut. Dan raja Zedekia matanya dibutakan serta dipasung selama hidupnya hingga kematiaannya.

Apa yang telah ditabur oleh setiap orang, pastilah dia juga akan menerima tuaiannya. Hukum tabur tuai masih tetap berlaku sampai sekarang. Banyak orang yang terpasung oleh karena perbuatannya sendiri, dan tanpa disadari banyak orang juga mengatakan "pencobaan ini datangnya dari Allah". Hal ini adalah suatu kesalahan sangat amat besar. Mari kita lihat di dalam Yakobus 1:13, “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan la sendiri tidak mencobai siapapun” Jadi jangan sekali-kali untuk mengatakan demikian kepada semua orang, karena dengan jelas kalau Tuhan tidak pernah mencobai siapapun. Ini berarti jangan pernah ada kata-kata ini di dalam bibir mulut kita sebagai orang percaya.

Sekarang mari kita tilik diri kita sendiri, apa yang membelenggu kehidupan kita sekarang ini sehingga kita tidak bisa melepaskan diri dari dosa yang membelenggu ini. Mintalah kekuatan kepada ROH KUDUS untuk kita terlepas dari segala pasung-pasung yang mengikat kehidupan kita sekarang ini. Katakan kepada Tuhan Yesus kalau kita menginginkan terlepas dari semua yang merintangi kita untuk datang kepada Tuhan Yesus.

 

Renungan :

Lepaskanlah segala ikatan dan pasung didalam hidup kita, karena semua itu hanya akan membawa kita kepada kesengsaraan. Tetapi jika kita terlepas dari pasung yang mengikat, maka kita akan masuk dalam rencana Tuhan yang penuh dengan harapan dan damai sejahtera.

 

Lakukan yang baik, maka kita akan menuai yang baik juga.


June 09, 2019, 04:40:19 PM
Reply #1511
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



08
Jun
Renungan Harian
Vonis Telah Dijatuhkan

Yeremia 51; Ibrani 9:27

”Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya, supaya kamu jangan tertumpas karena kesalahannya! Sebab inilah waktu pembalasan bagi TUHAN; Ia membayar ganjaran kepadanya.”

(Yeremia 51:6)

 

Vonis jika sudah dijatuhkan maka yang terjadi selanjutnya adalah menjalani hukuman sesuai dengan masa tahanan yang dijatuhkan. Bagaimana keadaan di dalam penjara? Pastilah sangat menyesakan. Kamar yang berukuran 3x4 atau bahkan lebih kecil lagi, dan di dalamnya sekalian tempat untuk MCK.... uh bagaimana rasanya!

Tetapi bagaimana dengan vonis yang dijatuhkan kepada Babel? Dan siapa yang telah menjatuhkan vonis terhadap Babel. Ayat 7 berkata Babel dahulu seperti piala emas di tangan Tuhan, tetapi akhirnya Babel jatuh dalam dosa. Babel jatuh dalam dosa yang membuat hati Tuhan cemburu karena perbuatan tangan orang Babel yang membuat patung tuangannya (Keluaran 20:3-5). Allah tidak menginginkan ada allah lain didalam orang-orang pilihannya. Oleh sebab itu murka Allah turun atas Babel. Ayat 25 sampai dengan 33, Babel ditunggangbalikkan oleh Allah, dan bahkan pada ayat 25 dengan jelas bahwa Allah Bapa yang menjadi musuh bagi Babel, dan hasilnya pada ayat 29. Bumi berguncang dan bergetar, sebab rancangan TUHAN terhadap Babel sedang terlaksana, yakni untuk membuat negeri Babel menjadi tempat tandus yang tidak berpenduduk. Rancangan Tuhan terhadap Babel, dulu yang subur sekarang menjadi tandus, yang dulu semarak tetapi sekarang ditinggalkan oleh penduduknya.

Jika vonis telah dijatuhkan tidak akan ada lagi yang dapat menghalanginya. Pengajuan bandingpun tidak akan ada gunanya, sebab yang menjatuhkan hukuman adalah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Adil. Segala keputusanNya adalah yang terbaik karena sebelumnya sudah datang peringatan.

Kelak pengadilan Allah akan digelar dan semua umat manusia akan dikumpulkan. Sebagian akan menerima hidup yang kekal, tetapi sebagian lagi akan menerima kebinasaan. Karena itulah kita wajib hidup di dalam kebenaran dan jangan mau lagi tunduk kepada dosa. Iblis memang sengaja memancing kita untuk berbuat dosa, tetapi kita akan kalahkan dia dengan Firman Tuhan.

 

Renungan :

Selama masih mendapatkan peringatan, marilah kita segera kembali kepada jalan yang benar. Jika tidak maka kita akan mendapatkan ganjaran dari segala yang telah kita lakukan. Setiap perbuatan pastilah ada ganjarannya, tetapi jika kita berlaku bijak maka sebelum kita bertindak haruslah kita pikirkan masak akibatnya.

 

Sebelum kita berbuat sesuatu, pikirkanlah terlebih dahulu akibatnya.





June 10, 2019, 01:10:40 PM
Reply #1512
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Jun
Renungan Harian
Duduk Bersama Kristus

Yeremia 52:31-34; Efesus 2:4-7

”Dan tentang belanjanya, raja Babel selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya, sampai hari matinya.”

(Yeremia 52:34).

 

Inilah akhir dari kisah seorang raja yang akhir hidupnya hanyalah berdasarkan belas kasihan dari raja Babel. Bayangkan, seorang raja yang biasa hidup dalam gelimang kemewahan kini hidup seperti seorang pengemis karena ada seorang raja yang mau berbelas kasihan kepadanya. Itulah nasib dari Yoyakhim, raja yang telah diturunkan kemuliaannya.

Yesus justru sebaliknya mengangkat kita dari lumpur dosa dan diangkat menjadi anak-Nya. Mulanya memang Allah memilih bangsa Israel untuk diangkat menjadi anak. Alkitab berkata, “Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji” (Roma 9:4). Tetapi bangsa ini gagal untuk menjaga hukum Tuhan, karena memang tidak mungkin manusia akan hidup di bawah hukum Taurat, karena itulah Yesus datang dengan hukum yang disempurnakan, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya akan dibenarkan oleh karena darah-Nya.

Sekarang marilah kita menyadari bahwa kita adalah umat pilihan Tuhan yang mewarisi apa yang telah disediakan bagi kita. Alkitab berkata, “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan dan di dalam Kristus Yesus la TELAH MEMBANGKITKAN kita juga dan MEMBERIKAN tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang la menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus” (Efesus 2:4-7).

Saudara, yakinlah bahwa Kristus telah membangkitkan kita dan telah mendudukkan kita bersama-sama dengan Kristus. Itu tidak dilakukan pada masa yang akan datang, tetapi sudah dilakukan sekarang setelah kita terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah hidup seperti Firman Tuhan katakan. Hidup kita sudah berada di atas bersama Kristus, karena itu hiduplah sebagai seorang pemenang. Hadapi apapun yang terjadi di dalam hidup ini karena kita telah ditentukan menjadi pemenang.

 

Renungan :

Jangan hidup seperti orang yang kalah. Jangan hidup lagi seperti seorang budak yang masih menanggung dosa. Kita sudah menang bersama Tuhan dan kita sudah dibenarkan dan didudukkan bersama dengan Kristus.

 

Jangan mau menjadi pecundang karena kita adalah seorang pemenang di dalam Kristus.




June 11, 2019, 07:28:17 AM
Reply #1513
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Jun
Renungan Harian
Tuhankah Yang Bersalah?

Ratapan 1; 1 Korintus 10:13

”Tuhanlah yang benar, karena aku telah memberontak terhadap firman-Nya; dengarlah hai segala bangsa, dan lihatlah kesedihanku; dara-daraku dan teruna-terunaku pergi sebagai tawanan.”

(Ratapan 1:18)

Masalah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari yang namanya kehidupan. Hidup pasti ada masalah dan tantangan. Setiap orang pasti pernah, sedang dan akan terus berhadapan dengan yang namanya masalah. Persoalannya adalah : bagaimana kita menghadapi masalah tersebut ?. Itulah vang akan menentukan apakah kita akan keluar sebagai pemenang atau pecundang.

Kadangkala kita bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak beribadah ke gereja. Ketika ditanya, "Kenapa Bapak/Ibu sudah lama tidak beribadah ke gereja?” maka dengan suara lantang atau mimik suara penuh kekecewaan mereka berkata, “Buat apa ke gereja? Toh ke gereja juga hidup saya tetap saja tidak ada perubahan. Sementara orang yang tidak beribadah malah hidupnya makin sukses saja."

Pernyataan-pernyataan yang diungkapkan seolah-olah ingin mengatakan bahwa Tuhan bersalah karena telah membuat hidup mereka menderita sehingga tidak ada gunanya beribadah kepadaNya.

Sikap mempersalahkan Tuhan untuk setiap situasi tidak baik yang terjadi dalam hidup kita pada akhimya akan mengurangi atau bahkan menghilangkan sikap mengoreksi diri sendiri. Kondisi seperti itu sangat tidak membantu untuk dapat keluar dari masalah yang sebenarnya, bahkan akan makin terjerumus dalam lingkaran yang tidak ada jalan keluarnya.

Mari coba bersikap tenang, jangan mempersalahkan Tuhan. Mulailah dengan instropeksi kepada diri sendiri. Sekiranya keadaan itu terjadi akibat kesalahan diri sendiri, minta ampunlah kepada Tuhan dan bertobat dari jalan-jalan yang jahat itu. Seandainya kita tidak mendapati kesalahan dalam diri kita, berdoalah supaya Tuhan memberikan kekuatan agar kita dapat menang dalam masa ujian iman yang diijinkan terjadi atas hidup kita. Dan seandainya itu terjadi karena perbuatan setan, lawanlah dia dengan roh yang teguh sebab peperangan kita bukan melawan darah dan daging. Jadi jangan lawan itu dengan kekuatan otot, otak dan uang kita. Yang paling penting dari semua itu adalah, "jangan pernah mempersalahkan Tuhan, sebab Tuhan adalah tempat pertolongan dan perlindungan kita”. Dia bukan Allah yang kejam, tetapi Bapa yang penuh kasih dan sayang. Camkanlah itu.

 

Renungan :

Allah tak pernah salah untuk semua yang terjadi dalam hidupku. Rancangan-Nya adalah sempurna dan janji-Nya pasti digenapi. Namun dosalah yang merintangi rancangan dan janji-Nya yang sempurna itu digenapi dalam hidup kita.

 

Jangan pernah berburuk sangka kepada Tuhan, karena Dia adalah Bapa yang selalu berbaiksangka kepada kita.




June 12, 2019, 07:44:19 AM
Reply #1514
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Jun
Renungan Harian
Berdoa Dengan Bahasa Air Mata

Ratapan 2; Yohanes 11:35

”Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!”

(Ratapan 2:18)

 

Tuhan adalah Bapa yang baik. Sebagai Bapa yang baik Dia akan mendidik anak-anak-Nya dalam kebenaran firman-Nya dan menegur apabila anakNya berbuat salah. Teguran Tuhan dapat berupa perkataan Firman yang mengingatkan sampai kepada tindakan keras yang bermaksud menyelamatkan anak-Nya dari marabahaya. Tetapi di dalam semuanya itu sama sekali tidak terkandung maksud untuk membunuh dan membinasakan.

Murka Tuhan pada dasarnya adalah sesuatu yang akan berlaku surut seiring dengan langkah pertobatan dan penyesalan yang sungguh-sungguh dari orang yang dimurkai tersebut. Bagaimana cara melunakkan hati Tuhan agar segera mengangkat murka dan menurunkan berkat anugerahNya dalam hidup kita? Ayat pembuka diatas telah memberikan langkah yang benar yaitu berdoa dengan bahasa air mata.

Suatu ketika pemerintah Jepang dengan gencar-gencanya mensosialisasikan terapi air mata sebagai solusi mengurangi tekanan goncangan batin akibat beban hidup yang menumpuk di kota megapolitan seperti Tokyo. Kenapa ? Karena ternyata banyak orang di Jepang yang ketika sedang menghadapi masalah, memendam masalah itu dalam hatinya, merenung sendiri dan akhimya mengambil tindakan fatal yaitu bunuh diri. Mereka tidak mampu mengekspresikan kegelisahan jiwanya sehingga terasa sangat menyesakkan dada.

Berdoalah dengan bahasa air mata saat beban berat terasa menghimpit hidupmu. Ekspresikan seluruh tekanan dan goncangan batinmu di dalam doa. Paling tidak itu akan menolong memberikan banyak kelegaan daripada hanya dipendam dalam hati. Itu sebabnya ketika satu waktu mungkin ada seorang teman yang ingin menbagikan masalahnya dengan engkau dan tiba-tiba dia menangis. Biarkan saja dia menangis sampai emosinya reda kembali dan setelah itu barulah ajak dia berbicara dengan tenang dari hati ke hati.

Manusia saja bisa trenyuh hatinya melihat air mata sesamanya yang tertumpah karena penderitaan. Apalagi Tuhan yang menciptakan manusia itu. Hampiri Tuhan dengan bahasa airmata doa, mintalah belas kasihan-Nya dengan airmata doamu siang dan malam. Lihatlah bagaimana pertolongan itu akan dinyatakan dalam kehidupan kita.

 

Renungan :

Ketika sedang menghadapi masalah seringkali kita menjadi panas hati dan sibuk mempersalahkan orang lain serta keadaan. Ambil sikap yang berbeda. Berdoalah kepada Tuhan dengan airmata doamu dan tinggalkan panas hati itu.

 

Airmata adalah bahasa doa yang sangat ampuh untuk melunakkan hati Tuhan.




June 13, 2019, 04:12:13 PM
Reply #1515
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Jun
Renungan Harian
Mengambil Rahmat Yang Baru

Ratapan 3; Markus 1:35

”Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,

selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

(Ratapan 3:22-23)

Doa tengah malam dan doa fajar adalah dua hal yang seringkali bahkan setiap saat dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam Alkitab. Dan karena hal itu, Tuhan memberikan keberhasilan pada tokoh-tokoh tersebut dalam kehidupannya. Banyak anak-anak Tuhan juga punya kebiasaan yang sama yaitu melakukan doa fajar dan kadangkala doa tengah malam. Mereka bersaksi bahwa mereka melihat pertolongan dan campur tangan Allah yang dahsyat dalam kehidupannya karena kebiasaan doa seperti itu. Mengapa? Karena Firman Tuhan jelas berkata bahwa, "Rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi.” Jadi setiap kali kita berdoa fajar maka pada saat itu kita sedang mengambil rahmat Tuhan yang baru untuk hari itu. Seperti umat Israel dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian, mereka tidak bisa menyimpan manna yang kemarin untuk dimakan hari ini. Begitu juga pengalaman bergaul intim dengan Tuhan harus senantiasa baru setiap hari. Dan setiap pagi kita mengambil “manna” yang baru untuk hari itu agar hidup kita senantiasa ada dalam garis berkatNya Tuhan.

Ada seorang anak Tuhan yang bersaksi bahwa dia punya kebiasaan berdoa jam dua pagi setiap hari kapanpun dan dimanapun dia berada. Kebiasaan itu sudah dia lakukan sejak masih belum bekerja, belum menikah sampai hari ini telah punya pekerjaan dan keluarga yang baik. Dia melihat campur tangan Allah luar biasa membela pekerjaan dan keluarganya. Dilihat dari sudut waktu dan senioritas pekerjaan belum semestinya dia duduk di posisi dimana dia ada sekarang. Tetapi oleh karena kesetiaannya yang tidak pernah “bolong" dalam kebiasaan doa pagi Tuhan memberikan segala yang terbaik kepada anak Tuhan ini.

Ada satu lagu berkata, "Tuhan hanya sejauh doa”, tetapi justru itulah yang kadangkala paling sulit dilakukan oleh anak-anakNya yaitu berdoa. Sehingga tidak heran rasanya pertolongan itu semakin menjauh saja dari kehidupannya. Mereka minta bantuan doa kesana kemari, tetapi yang Tuhan minta dan tunggu sebenarnya adalah dia datang secara pribadi kepada Tuhan meminta pertolongan tanpa bantuan dan koneksi hamba Tuhan manapun juga.

 

Renungan :

Doa fajar memang kadangkala terasa berat bagi yang tidak biasa melakukannya. Tetapi pagi hari itulah kesempatan di mana Tuhan sudah siap memberikan rahmat-Nya yang baru. Namun banyak orang yang tidak mengambilnya sehingga dia terus makan "manna" yang kemarin, hidup dengan berkat dan kesaksian yang lama-lama. Padahal di dalam Tuhan senantiasa ada pengalaman baru berjalan bersama Dia.

 

Rahmat Tuhan senantiasa disediakan setiap pagi kepada anak-anakNya, tetapi banyak anakNya yang tidak mengambil itu.




June 14, 2019, 01:45:36 PM
Reply #1516
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Jun
Renungan Harian
Bisakah Emas Pudar?

Ratapan 4; Roma 8:37

”Ah, sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah; batu-batu suci itu terbuang di pojok tiap jalan. Anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah buatan tangan tukang periuk.”

(Ratapan 4:1-2)

Bisakah emas menjadi pudar bahkan emas tua sekalipun? Emas pada dasarnya tetap emas yang tidak akan pernah menjadi pudar. Emas pudar dalam ayat di atas dimaksudkan sebagai kiasan kepada anak-anak bahkan hamba Tuhan sekalipun yang seumpama emas murni yang tidak pernah pudar. Sampai kapanpun mereka tetap emas yang tidak pernah pudar kalau mereka tetap mau dibakar dan menyala-nyala di dalam Tuhan selamanya. Dan kalaupun mereka seketika seolah-olah seperti emas yang sedang pudar namun kalau mereka mau bangkit kembali, mereka tetap akan keluar menjadi emas murni yang teruji dalam dapur api. Firman Tuhan berkata, orang benar bisa jatuh tapi tak sampai tergeletak, mereka bisa terkena masalah namun mereka akan segera bangkit dan menjadi terang kembali.

Realita yang kita dapati disekeliling bahkan dalam diri kita adalah seringkali kita melihat atau bahkan mengalami kejatuhan namun rasanya berat sekali untuk bangkit kembali menjadi emas murni yang teruji.

Ada seorang hamba Allah yang diurapi dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Dia punya perawakan yang gagah, wajah yang tampan, suara yang merdu, khotbah yang menarik plus urapan Allah yang luarbiasa. Sering mengadakan KKR di berbagai daerah dan telah mengeluarkan album-album rohani yang laris manis di pasaran. Apalagi yang kurang dalam kehidupan hamba Tuhan ini? Namun satu waktu anak puteri kesayangannya mengalami masalah besar akibat pergaulan bebas. Dia sangat terpukul karena kejadian itu sehingga serta merta meletakkan jabatan sebagai gembala sidang, mengundurkan diri dari pelayanan, menyembunyikan diri dari khalayak ramai dan akhirnya pulang kampung sebagai petani. Tragis, tragis benar. Sungguh sangat menyedihkan. Dia tidak punya kesalahan apa-apa namun dia sangat terpukul dan tidak siap menerima kenyataan yang terjadi dengan keluarganya. Banyak hamba Tuhan kaget dan tidak henti-hentinya terus mendatangi dia untuk menghibur dan memotivasi agar dia kembali kedalam pelayanan. Tapi lukanya ternyata cukup parah untuk dapat disembuhkan sehingga dia tetap bertahan untuk memilih kehidupan sebagai petani dan menghindar sama sekali dari pelayanan.

 

Renungan :

Masalah itu mungkin terasa begitu berat menghimpit hidup kita, tetapi hal tersebut bukan merupakan alasan untuk tidak bisa bangkit menggulingkannya. Bangkitlah dan kalahkanlah masalah kita bersama Kristus.

 

Tida ada gunanya untuk terus membiarkan diri kita dalam keadaan terpuruk karena perjalanan hidup masih panjang.



June 15, 2019, 06:14:30 AM
Reply #1517
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


15
Jun
Renungan Harian
Baharuilah Kami Tuhan

Ratapan 5; 1 Petrus 5:6

”Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!”

(Ratapan 5:21)

 

Adalah satu kesadaran yang luar biasa baik kalau setelah terpuruk sekian lamanya pun kita masih tetap punya keinginan dan kerinduan agar Tuhan memulihkan kita kembali. Karena kenyataan menunjukkan bahwa kadangkala anak-anak Tuhan jatuh, tersungkur dan terus tergeletak tanpa mampu untuk bangkit kembali. Tentunya keinginan untuk bangkit dan dipulihkan itu dimulai dari satu kesadaran bahwa ketersungkuran dan keterpurukan tersebut berawal dari kesalahan dan dosa yang telah dilakukannya. Pada dasarnya Allah itu panjang sabar dan penuh kebaikan. Tidak akan dibalaskannya kepada kita setimpal dengan perbuatan kita asal orang tersebut dengan penuh kesadaran mau bangkit kembali.

Seorang hamba Tuhan suatu waktu tersandung masalah sehingga posisinya sebagai gembala harus digantikan oleh istrinya. Namun Puji Tuhan dia menyadari keadaannya dan menerima keputusan itu sebagai konsekuensi dari apa yang telah dia lakukan. Dia tidak melarikan diri dari kenyataan dan tetap ada mendampingi istrinya yang berubah peran sebagai gembala dengan segala resiko menanggung malu dan hujaman tatapan mata seluruh jemaat yang memandang dia setiap kali ada ibadah di gereja. Bahkan tidak jarang khotbah-khotbah yang disampaikan dia anggap itu sengaja ditujukan kepada dirinya. Namun dengan segala kerendahan hati dia tetap menerimanya dengan besar hati. Dia yang tadinya duduk di belakang podium menghadap ke jemaat kini harus duduk di deretan jemaat menghadap ke podium. Bertahun-tahun dia terus bertahan dalam kondisi seperti itu tanpa berusaha memberikan perlawanan terhadap kondisi tidak enak yang dia alami. Akhirnya satu waktu sinode gerejanya mengukuhkan dia kembali sebagai gembala setelah melihat proses penyesalan dan pertobatan yang dia lakukan. Tetapi dengan segala kerendahan hati dia tetap menganggap dirinya pendosa yang sebenarnya tidak layak menerima pengampunan sehingga sampai hari tuanya dia tetap melakukan satu kebiasaan yang tidak pernah dia abaikan yaitu setiap hari menyapu dan mengepel gereja serta mengelap bangku-bangku gereja dengan penuh kasih karena katanya, "Aku ini seorang pendosa yang diampuni Tuhan." Apa yang telah dia lakukan sampai matinya justru menjadi teladan yang membekas di hati seluruh jemaatnya sehingga tanpa sadar para jemaat sering menitikkan air mata apabila mengenang hamba Tuhan tersebut.

 

Renungan :

Tidak ada seorangpun yang cukup suci dan benar di hadapan Tuhan untuk dapat berkata bahwa dia berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Tetapi kesadaran untuk senantiasa minta pemulihan dari Tuhan akan membawa kita selamat sampai di Sion yang kudus.

 

Allah benci dosa namun Dia mengasihi orang berdosa. Apakah engkau sudah cukup suci untuk tidak minta pemulihan Tuhan setiap saat dalam hidupmu?




June 16, 2019, 04:47:07 AM
Reply #1518
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


16
Jun
Renungan Harian
Kemuliaan Dahsyat

Yehezkiel 1; Yohanes 20:29

 ”datanglah Firman Tuhan kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.”

(Yehezkiel 1:3).

 

Setiap orang mempunyai pengalaman sendiri-sendiri saat bertemu dengan Tuhan. Ada orang yang bertemu Tuhan dengan cara yang ajaib, misalnya melihat visi atau penglihatan tentang seorang yang berjubah putih, diliputi terang, atau seorang malaikat yang gagah perkasa. Tetapi satu hal yang perlu dicamkan bahwa tidak semua orang memiliki pengalaman seperti ini, sebab tidak ada tertulis di Alkitab bahwa untuk diselamatkan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita harus mengalami penglihatan yang dahsyat, harus melihat seorang Pria dengan jubah yang memancarkan terang. Tetapi apa kata Yesus? Dia berkata, " Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29).

Setiap kali ada orang yang mengalami penglihatan dahsyat, bukan berarti itu adalah perkara yang enak, sebab Tuhan pastilah akan memberikan tugas yang berat. Semakin besar kemuliaan dinyatakan, maka bisa jadi tugas itu akan semakin lebih berat lagi. Dan Allah memang adil. Kita lihat bagaimana Nabi Yehezkiel harus mengalami berbagai penderitaan karena tugasnya sebagai seorang nabi setelah mengalami berbagai kemuliaan yang dahsyat.

Bukankah kita juga seringkali mendengarkan ada orang yang mengalami penglihatan Kristus sebelum akhirnya dia bertobat. Tetapi karena latar belakangnya dari kelompok agama bergaris keras, ia harus mengalami aniaya yang begitu hebat, sampai-sampai ia hampir tidak kuat lagi. Tetapi pengalaman kemuliaan itu berhasil mengangkat semangatnya untuk melanjutkan hidupnya.

Jangan dijadikan parameter kalau seorang yang mengalami banyak penglihatan itu adalah orang yang lebih tinggi rohaninya. Dan yang lebih celaka kalau ada orang Kristen yang mengaku telah melihat Tuhan Yesus dan melihat berbagai penglihatan yang dahsyat. Uji setiap roh!

Kalau kita tidak mengalami penglihatan, jangan kecewa karena sesungguhnya kita tetap dapat menikmati kemuliaan Allah melalui karunia dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari.

 

Renungan :

Hidup dalam iman dan percaya tanpa melihat itulah yang menjadi kunci keselamatan orang benar. Jangan suka mencari hal-hal yang sensasional karena dasar iman kita bukanlah karena itu, tetapi karena iman kepada Tuhan Yesus.

 

Saat kita tidak melihat namun percaya kepadaNya, itulah anugerah yang terbesar.




June 17, 2019, 05:30:08 AM
Reply #1519
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Jun
Renungan Harian
Jangan Memilah Firmasn !

 Yehezkiel 2:3-15; Ibrani 5:12

”Sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka, baik mereka mau mendengarkan atau tidak, sebab mereka adalah pemberontak.”

(Yehezkiel 2:7)

 

Kapan kita berani berbicara kalau kita masih diliputi oleh rasa sungkan dan masih melekatnya budaya malu ? Tetapi kepada bangsa Israel dan Yehuda Firman Tuhan harus disampaikan seperti godam yang akan memukul dan meremukkan kekerasan hati mereka.

Saya teringat dulu ketika masih kecil saya kurang suka makanan yang ada sayurannya. Kalau misalnya yang dihidangkan adalah mie goreng dengan sedikit sawi hijau di dalamnya, maka ibu saya sudah bisa memastikan kalau saya akan memilah-milah bagian mana yang saya suka dan mana yang tidak. Jelas saya akan memisahkan sawi itu dan saya pinggirkan di tepi piring. Ibu biasanya berteriak, "Hayo! Semuanya harus dimakan!" Dan saya melihat betapa seriusnya ibu saya memberikan perintah ini. Terlihat matanya yang sedikit melotot kepada saya sebagai tanda bahwa perintahnya tidak boleh diganggu-gugat lagi. Tetapi biasanya saya akan mengeluarkan jurus tandingan, ngambek! Kadang ibu kalah dan kadang saya kalah. Kalau saya kalah, maka dengan hati berat dan sawi itu begitu cepat kuloloskan melewati tenggorokanku. Tetapi ibu mengalah, saya bisa menikmati mie goreng itu tanpa adanya “ranjau-ranjau" tersebut.

Kadang orang Kristen itu seperti pengalaman saya waktu kecil itu. Mereka suka memilah-milah khotbah dan pendeta yang menyampaikan Firman Tuhan. Kalau mereka tahu pendeta yang berkhotbah adalah pendeta yang lucu dan sering berkhotbah tentang berkat saja, wah itu mereka gemari dan mereka akan berangkat ke gereja. Tetapi kalau sebaliknya yang berkhotbah itu adalah pendeta atau penginjil yang keras dan suka mengobrak-abrik dosa-dosa mereka, pastilah mereka enggan ke gereja. Mereka masih suka memilah-milah sehingga mereka tidak bertumbuh menjadi orang Kristen yang sehat. Mereka sering sakit-sakitan karena ketidakseimbangan gizi yang mereka terima.

Penulis Ibrani menegur jemaat Tuhan yang tidak mau bertumbuh ini, "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras” (Ibrani 5:12).

 

Renungan :

Jangan memilah-milah Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan yang lembut maupun yang keras semuanya berguna untuk pertumbuhan rohani kita. Kalau kita mau sehat terimalah segala teguran dan nasihat yang mungkin menyinggung perasaan kita, karena itu semua untuk kebaikan kita.

 

Jika rohani kita tidak sehat, perjalanan kita menuju surga akan semakin berat.





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)