Author Topic: Daily Devotional  (Read 36706 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

July 09, 2019, 05:33:40 AM
Reply #1540
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Jul
Renungan Harian
Ada Apa Denganmu?

Yehezkiel 18; Yohanes 1:12

"Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah Firman Tuhan ALLAH Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup"

(Yehezkiel 18:32)

 

Ada sesuatu yang menggelitik pada Yehezkiel 18 ini. Kata pertama dalam Firman Tuhan ini mengatakan "Ada apa dengan kamu ?" Kata ini yang sering kita dengar di televisi, radio dan stereo set yang kita miliki. Lagu dunia ini seringkali disenandungkan bahkan oleh anak anak sekalipun.

Allah Bapa tidak menghendaki kita binasa oleh karena dosa dan pelanggaran yang telah kita buat. Bukankah Tuhan Yesus sudah mati dan bangkit bagi kita? Kalau kita percaya dengan iman kita, maka kita menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Kalau kita sudah diangkat menjadi anak Allah jangan lagi kita berbuat dosa. Seperti seorang kusta dan perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Kalau kita sedang dalam pergumulan dalam dosa dan kesalahan maka segeralah untuk bertobat jangan pikir-pikir lagi, selama sekarang masih menghirup nafas segeralah untuk bertobat.

Banyak hal yang diungkapkan pada Yehezkiel 18 ini: jangan memakan makanan yang telah dipersembahkan, jangan mencemari isteri sesama (selingkuh), tidak menindas orang, tidak mengambil riba (dari kesusahan orang lain), tidak melakukan pemerasan, tidak melakukan kecurangan, tidak menumpahkan darah, tidak melakukan perampasan hak orang lain, tidak menyembah berhala, dan sebagainya. Mengapa hal ini diberikan kepada kita ? Pastilah ada sesuatu yang Tuhan Allah inginkan kepada kita. Jika kita melakukan hal-hal seperti di atas maka kita akan mati. Sebab upah dosa ialah maut. Jangan sampai Allah Bapa menjatuhkan vonis kepada kita seperti di dalam Yehezkiel 14:21 (pedang, kelaparan, binatang buas, dan sampar)

Jika kita melakukan segala ketetapan dan perintah-Nya dengan setia maka kita akan hidup. Ayat 27 dengan jelas mengatakan jika orang fasik bertobat dari kefasikannya maka ia akan menyelamatkan nyawanya.

 

Renungan :

Jika sekarang kita sedang dalam dosa dan kesalahan maka segeralah untuk bertobat, berpalinglah dari segala dosa dan kembalilah kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan hidup bagi kita. Jika tidak, ada apa dengan mu ?

 

Kehidupan datang bukan karena kita menghirup udara, tetapi karena kita melakukan Firman Tuhan.



July 10, 2019, 05:13:01 AM
Reply #1541
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Jul
Renungan Harian
Ah (cuma) Teori

Yehezkiel 19; Efesus 6:4

"Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan. Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan"

(Yehezkiel 19:14)

 

Yehezkiel pasal 19 menceritakan kisah tentang raja-raja Israel yang kepemimpinan berlangsung singkat dan berakhir dengan tragis. Yoahas anak Yosia memerintah Yehuda tiga bulan lalu kemudian dibawa ke Mesir dan mati di sana. Yoyakhin (cucu Yosia dari Yoyakim) menjadi raja lalu kemudian menjadi orang buangan di Babel. Zedekia (paman Yoyakhin) diangkat menjadi raja lalu juga menjadi buangan di Babel bahkan anak-anaknya tewas disembelih. Mengapa keluarga ini bisa mengalami nasib tragis seperti itu sehingga tongkat kerajaan dalam garis keturunannya berakhir ? Jawabannya adalah karena keluarga besar ini melakukan apa yang jahat di mata Tuhan tepat seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.

Pencitraan teladan adalah hal yang sangat penting dalam keluarga. Namun seringkali terjadi di dalam keluarga, para orangtua mengajarkan sesuatu kepada anaknya yang mereka sendiri tidak melakukannya. Bahkan orangtua tersebut melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang mereka ajarkan. Contohnya, orangtua mengajarkan anaknya untuk tidak merokok. Tetapi pada saat bersamaan, orangtuanya sendiri masih menjadi penggemar berat dalam hal merokok. Anak pasti mengikuti teladan dan bukannya perkataan orangtuanya karena satu teladan yang dipraktekkan itu jauh lebih baik dari segudang teori yang tidak dilakukan. Jangan sampai ketika engkau mengajarkan sesuatu kepada anakmu, dia hanya melengos sambil berkata, "Ah...(cuma) teori".

Seorang Bapak yang gemar berselingkuh dengan para wanita PSK satu waktu tanpa sengaja tepergok oleh anak lelakinya di sebuah hotel sedang menggandeng seorang wanita penghibur. Namun apa reaksi sang ayah. Bukannya terkejut dan berusaha mengklarifikasi, dia malah menawarkan anaknya untuk mengambil satu wanita penghibur disitu atas tanggungan sang ayah asalkan anak tersebut tidak menceritakan tingkah ayah kepada ibunya. Sungguh orangtua tidak bermoral yang hanya berpikir singkat demi menyelamatkan diri tanpa berpikir tentang konsekuensinya bagi si anak.

Ingatlah para orangtua, jangan tinggalkan contoh yang jahat kalau tidak ingin keturunanmu nanti menderita oleh karenanya seolah seperti hukuman yang berlangsung turun temurun tiada akhir.

 

Renungan :

Semua orangtua di dunia ini pasti menginginkan anaknya mempunyai karakter dan hari depan yang baik. Namun, sudahkah engkau memberikan dan meninggalkan teladan yang baik bagi anak-anakmu.

 

Anak-anak akan hidup menurut teladan yang diberik tan yang diberikan orangtuanya.


July 11, 2019, 05:33:04 AM
Reply #1542
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Jul
Renungan Harian
Memang Enak?

Yehezkiel 20; 1 Timotius 6:10

Oleh sebab itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah Firman Tuhan ALLAH: Apakah kamu menajiskan dirimu juga dengan cara hidup nenek moyangmu dan berzinah dengan mengikuti dewa-dewanya yang menjijikkan?

(Yehezkiel 20:30)

Yehezkiel pasal 20 menceritakan tentang kebenaran yang menyedihkan yaitu kesinambungan penyembahan berhala dan kegagalan moral dari orang tua kaum Israel sampai kepada anak-anaknya. Oleh karena pelanggaran mereka, murka Allah turun sehingga para orangtua kaum Israel tidak dapat masuk ke tanah perjanjian. Namun oleh karena rasa sayang kepada kaum Israel, maka Tuhan bermaksud untuk tetap menepati janji-Nya kepada keturunan berikutnya. Tetapi keturunan berikutnya juga telah terkontaminasi oleh penyembahan berhala.

Dampak penyembahan berhala sangat mengerikan. Dia tidak hanya menimpa kepada keturunan pertama yang melakukannya tetapi juga kepada keturunan-keturunan berikutnya. Penyembahan berhala dalam bentuk modern bukan lagi kemenyan tetapi salah satunya ialah uang. Manusia hidup memang memerlukan uang. Tetapi jangan sampai menyembah dan memberhalakan uang lebih dari Tuhan sehingga rela melakukan apa saja demi uang.

Ada seorang bapak yang bekerja di salah satu instansi pemerintah telah menyiapkan masa depan bagi istri dan anak-anaknya dengan cara membuka rekening deposito atas nama masing-masing yang jumlahnya lebih dari cukup untuk bekal kehidupan mereka nantinya. Dia melakukan itu karena merasa bahwa hidupnya tidak akan mencapai usia lanjut. Bapak ini senantiasa hidup dalam ketakutan seolah ada orang yang hendak menyerang dia. Kalau tidur malam, dia selalu menyiapkan tongkat baseball di bawah tempat tidurnya. Dia tidak pernah merasa aman padahal dia tinggal di daerah elit dengan fasilitas jaminan keamanan yang sangat baik. Oleh karena ketakutan yang terus menerus tersebut dia menderita stress, depresi, gangguan kesehatan yang akhirnya membuat dia meninggal dunia dalam usia muda dengan masa kerja yang relatif masih cukup panjang. Bapak ini memang lolos dari kejaran aparat penegak hukum oleh karena tindakannya yang merugikan keuangan negara tetapi dia justru dikejar oleh bayangbayang kesalahannya sendiri sehingga berujung pada maut. Memang enak hidup seperti itu ?

 

Renungan :

Uang bukanlah segala-galanya dalam hidup ini, walaupun semua orang membutuhkannya. Keselamatan jiwa adalah segala-galanya. Jangan tukar keselamatanmu yang bersifat kekal dengan cinta akan uang yang bersifat sementara.

 

Orang yang hati nuraninya sudah mati akan “menyembah” uang lebih dari Tuhan.



July 12, 2019, 08:42:20 AM
Reply #1543
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Jul
Renungan Harian
Semudah Membalik Telapak Tangan

Yehezkiel 21; Lukas 1:37

“Beginilah Firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan"

(Yehezkiel 21:26)

 

Raja-raja serta kaum Israel berubah setia dengan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan yaitu penyembahan berhala. Akibatnya, Tuhan sangat murka sampai-sampai berkata bahwa raja-raja Israel adalah orang fasik yang durhaka. Tidak hanya sampai disitu, Tuhan memakai bangsa Babel yang tidak mengenal Allah untuk menghukum dan menceraiberaikan kaum Israel. Oleh karena janji-Nya Tuhan memberkati bangsa Israel. Namun oleh karena kesalahannya, Tuhan memakai bangsa yang dikatakan sebagai orang-orang dungu untuk merendahkan bangsa Israel.

Tidak ada yang kekal di bawah kolong langit ini. Segala sesuatu bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pernah diduga sebelumnya. Oleh sebab itu jangan berharap pada sesuatu yang tidak tentu seperti kekayaan. Dan jangan bangga serta sombong ketika kekayaan itu kita dapatkan. Lalu kemudian engkau mulai hidup sembrono, tidak takut lagi akan Tuhan, meninggalkan pelayanan dan ibadah bahkan mulai gemar mengkritik orang-orang yang melayani dalam rumah Tuhan. Hei...ingatlah, kalau Tuhan mau mengambil kembali semua yang ada padamu itu hanya semudah membalikkan telapak tangan.

Ada seorang bapak yang sekian puluh tahun lalu memulai usahanya dengan kondisi sangat memprihatinkan. Rumah ngontrak, anak banyak, rumah tinggal juga sekaligus sebagai tempat usaha. Dalam kondisi seperti itu dia selalu rajin beribadah bahkan mau membantu apa saja untuk pelayanan. Tiba saatnya Tuhan memberkati usahanya, dia mulai punya workshop sendiri, rumah tinggal yang besar dan nyaman, mobil mewah dan sebagainya. Tapi kelakuan juga jadi berubah: punya WIL, senang kehidupan malam, suka mengkritik hamba Tuhan, dan lain-lain. Satu waktu seseorang menipunya dengan meminjam uang dalam jumlah yang sangat besar dengan iming-iming bunga yang tinggi dan surat jaminan yang ternyata palsu. Akhirnya, seketika dia bangkrut karena ternyata uang yang dipinjamkan itu bukan miliknya dan sebagai penjamin dia harus mengganti kepada yang punya uang. Apa boleh buat, Bapak in kembali harus masuk dalam proses “padang gurun” untuk meraih janji-janji Allah.

 

Renungan :

Tuhan berkuasa untuk meninggikan dan merendahkan seseorang, memberkati atau mengizinkan berkat itu hilang lenyap. Jadi apapun terjadi, jangan pernah melepaskan Tuhan karena Dia mampu berbuat apa saja dalam hidupmu menurut kehendak-Nya.

 

Kemilau dunia ini sementara, tetapi kemilau kemuliaan Tuhan itu kekal.



July 13, 2019, 05:27:06 AM
Reply #1544
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Jul
Renungan Harian
Sampaikan Suara Kebenaran

Yehezkiel 22; 2 Timotius 4:2

"Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya."

(Yehezkiel 22:30)

 

Yerusalem yang dimaksudkan sebagai kota kudus dan pusat pemerintahan dimana segala macam hikmat dan kebijaksanaan muncul di sana telah berubah menjadi kota yang penuh darah, kekerasan serta kefasikan. Imam-imam mereka memakai jabatan untuk keuntungan pribadi serta ikut-ikutan menyerahkan diri kepada dosa. Umat Tuhan yang berbuat dosa dibiarkan bahkan cenderung memaklumi perbuatan tersebut. Yang penting kehidupan mereka sebagai imam terus diperhatikan oleh umat Israel. Akibatnya, umat Tuhan tidak takut akan Allah atau hukumanNya meskipun mereka tetap hidup dalam dosa.

Menyikapi semua hal itu Tuhan mencari seorang saja yang mau berusaha menuntun umat Israel kembali kepada Allah. Tapi tragis dan ironisnya, Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak menemukan seorangpun di antara sekian banyak pemimpin rohani dan umat Tuhan itu yang mau mempertahankan agar tidak roboh. Tidak ada seorangpun yang berseru melawan kebobrokan rohani dan moral. Tidak seorangpun yang memimpin dalam doa dengan kerendahan hati, mohon ampun serta berusaha mencari Allah dengan sungguh-sungguh demi pembaharuan. Semua orang sibuk dengan urusan, kepentingan dan dosanya masing-masing, entah itu imam atau umat.

Kejadian tersebut sekaligus menjadi renungan dan peringatan bagi gereja dan umat Tuhan dewasa ini. Terlalu sering banyak orang yang baik berdiam diri karena takut, segan atau berkompromi daripada mengambil resiko menyampaikan suara kebenaran dengan segala konsekuensinya. Akibatnya, walaupun para jemaat sudah ribut tentang tingkah polah beberapa pemuka jemaat dalam gereja, tidak ada satu sikap tegas yang berani dilakukan oleh gereja untuk menegur yang bersangkutan. Mengapa? Sebab biasanya, mereka adalah orang-orang atau kelompok orang berduit yang menjadi donatur utama gereja tersebut. Ada kekuatiran bila teguran disampaikan maka nanti orang tersebut bisa-bisa keluar dari gereja ini sehingga hilanglah beberapa donatur yang mendanai seluruh kegiatan operasional dalam pelayanan. Atau orang tersebut sudah banyak memberi secara pribadi kepada pendetanya. Sehingga kalimat yang muncul adalah, "Yah..biarkanlah mereka berurusan dengan Tuhan. Nanti ROH KUDUS sendiri yang akan menegur. Jangan tegur, nanti mereka keluar!"

 

Renungan :

Pelayanan memang membutuhkan dana yang diperoleh dari para donatur tertentu. Seandainya orang tersebut hidup dalam dosa beranikah kita menegurnya (dalam kasih) dengan konsekuensi-konsekuensi tertentu ?

 

Kadangkala kebenaran harus berhadapan dengan kebutuhan hidup, tetapi para pembela kebenaran akan diberkati Tuhan.


July 14, 2019, 05:20:39 PM
Reply #1545
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Jul
Renungan Harian
Sebut Saja Bento

Yehezkiel 23; 2 Petrus 1:10

"Oleh sebab itu, beginilah Firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau melupakan Aku dan membelakangi Aku, sekarang tanggung sendirilah kemesumanmu dan persundalanmu"

(Yehezkiel 23:35)

 

Dua saudari bersundal adalah gambaran umat Allah dua bersaudara - Samaria (mewakili kerajaan utara Israel) dan Yerusalem (mewakili kerajaan selatan Yehuda). Mereka dilukiskan sebagai orang yang tidak setia kepada Allah. Mereka bersundal dengan cara bersekutu dengan bangsa-bangsa fasik daripada mengandalkan Allah saja sebagai sumber kekuatan dan perlindungan. Israel mula-mula bersekutu dengan Asyur, kemudian dengan Mesir dan akhirnya mulai menyesuaikan diri dengan kebiasaan bangsa kafir dan penyembahan berhala bangsa itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh adiknya Yehuda. Sehingga nabi Yehezkiel menyebut mereka sebagai dua saudari bersundal.

Dulu ada satu lagu berjudul "Bento" yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi terkenal di tanah air kita. Lirik lagu tersebut bercerita tentang seorang bernama Bento yang sering dimanfaatkan oleh teman-temannya untuk mendapatkan pertolongan dan bantuan. Sehingga populerlah di kalangan mereka sebutan "kalau punya masalah sebut saja nama Bento, pasti beres".

Dalam dunia bisnis selalu ada banyak "Bento" yang biasanya disebut sebagai Bos Besar atau Big Boss yang bisa melakukan apa saja terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Kalau tidak menjalin hubungan dengan baik, orang tersebut bisa-bisa jadi merana. Namun untuk mengambil hati Bos Besar, kadangkala orang tersebut harus menemani kemanapun dia pergi. Ya, entah itu ke tempat hiburan malam, menemani tripping, dan sebagainya. Mulanya sih hanya menemani, tetapi kemudian sedikit mencoba dan akhirnya terjerumuslah si anak Tuhan.

Seorang bapak yang pernah mengalami kejadian mirip seperti disebutkan di atas bersaksi akibat menemani Big Boss akhirnya dia menjadi pecandu pil ekstasi sampai akhirnya istrinya tidak tahan dan menuntut cerai. Tidak peduli lagi pada keluarga dan cenderung asyik dengan dunianya sendiri. Tapi syukurlah dia menyadari kekeliruannya dan akhirnya dia masuk dalam proses pemulihan. Ya, ini semua gara-gara lebih mengandalkan "Bento" daripada Tuhan.

 

Renungan :

Menjalin relasi bisnis itu penting untuk kesinambungan dan pekerjaan. Tetapi bukan berarti mendukakan hati Tuhan dengan penyembahan berhala dan mengandalkan manusia.

 

Berkat yang sejati datangnya dari Tuhan dan menimbulkan rasa damai sejahtera bagi yang menerimanya.


July 15, 2019, 05:45:58 AM
Reply #1546
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Jul
Renungan Harian
Sebut Saja Bento

Yehezkiel 23; 2 Petrus 1:10

"Oleh sebab itu, beginilah Firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau melupakan Aku dan membelakangi Aku, sekarang tanggung sendirilah kemesumanmu dan persundalanmu"

(Yehezkiel 23:35)

 

Dua saudari bersundal adalah gambaran umat Allah dua bersaudara - Samaria (mewakili kerajaan utara Israel) dan Yerusalem (mewakili kerajaan selatan Yehuda). Mereka dilukiskan sebagai orang yang tidak setia kepada Allah. Mereka bersundal dengan cara bersekutu dengan bangsa-bangsa fasik daripada mengandalkan Allah saja sebagai sumber kekuatan dan perlindungan. Israel mula-mula bersekutu dengan Asyur, kemudian dengan Mesir dan akhirnya mulai menyesuaikan diri dengan kebiasaan bangsa kafir dan penyembahan berhala bangsa itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh adiknya Yehuda. Sehingga nabi Yehezkiel menyebut mereka sebagai dua saudari bersundal.

Dulu ada satu lagu berjudul "Bento" yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi terkenal di tanah air kita. Lirik lagu tersebut bercerita tentang seorang bernama Bento yang sering dimanfaatkan oleh teman-temannya untuk mendapatkan pertolongan dan bantuan. Sehingga populerlah di kalangan mereka sebutan "kalau punya masalah sebut saja nama Bento, pasti beres".

Dalam dunia bisnis selalu ada banyak "Bento" yang biasanya disebut sebagai Bos Besar atau Big Boss yang bisa melakukan apa saja terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Kalau tidak menjalin hubungan dengan baik, orang tersebut bisa-bisa jadi merana. Namun untuk mengambil hati Bos Besar, kadangkala orang tersebut harus menemani kemanapun dia pergi. Ya, entah itu ke tempat hiburan malam, menemani tripping, dan sebagainya. Mulanya sih hanya menemani, tetapi kemudian sedikit mencoba dan akhirnya terjerumuslah si anak Tuhan.

Seorang bapak yang pernah mengalami kejadian mirip seperti disebutkan di atas bersaksi akibat menemani Big Boss akhirnya dia menjadi pecandu pil ekstasi sampai akhirnya istrinya tidak tahan dan menuntut cerai. Tidak peduli lagi pada keluarga dan cenderung asyik dengan dunianya sendiri. Tapi syukurlah dia menyadari kekeliruannya dan akhirnya dia masuk dalam proses pemulihan. Ya, ini semua gara-gara lebih mengandalkan "Bento" daripada Tuhan.

 

Renungan :

Menjalin relasi bisnis itu penting untuk kesinambungan dan pekerjaan. Tetapi bukan berarti mendukakan hati Tuhan dengan penyembahan berhala dan mengandalkan manusia.

 

Berkat yang sejati datangnya dari Tuhan dan menimbulkan rasa damai sejahtera bagi yang menerimanya.



July 16, 2019, 06:04:40 AM
Reply #1547
July 17, 2019, 05:38:10 AM
Reply #1548
July 18, 2019, 05:37:11 AM
Reply #1549
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)