Author Topic: Daily Devotional  (Read 37748 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 21, 2019, 07:24:55 AM
Reply #1580
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Aug
Renungan Harian
Doa: Kebiasaan Daniel

Daniel 6; Matius 26:41

”Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

(Daniel 6:11)

Para pembenci Daniel mencoba melakukan berbagai upaya untuk mencari kesalahan pada diri Daniel, tetapi mereka tidak mendapatkan kecuali dalam hal ibadahnya. Para pembesar begitu bencinya kepada Daniel, dan mereka merancangkan siasat yang jahat. Daniel dijebak, sedangkan raja diprovokasi. Dan sang raja sendiri tidak menyadari pada mulanya, sampai segalanya menjadi terlambat karena perintah itu telah dicap dengan meterai.

Sebenarnya perintahnya tidak berat. Perintah itu cuma melarang orang menyampaikan permohonan kepada para dewa atau manusia, kecuali kepada raja, dalam tempo satu bulan. Yang ngeri sebenarnya adalah risikonya. Apa risikonya? Kematian - dilemparkan ke dalam sarang singa.

Apa sih susahnya bertahan dalam 30 hari dan tidak mengajukan permohonan atau berdoa kepada Tuhan? Tanpa diancam pun banyak orang Kristen yang tidak berdoa, bahkan sebulan lebih tanpa dilalui dengan doa. Tetapi bagi Daniel, tidak berdoa sekali saja ia sudah begitu tersiksa, sebab dia telah melakukan kebiasaan itu sejak masa mudanya. Dia terbiasa berdoa tiga kali sehari. Bagi dia waktu-waktu berdoa itu adalah waktu-waktu emas. Jadi melalaikan sekali saja, dia sudah merasa sangat rugi sekali.

Daniel tidak terbiasa melanggar perintah raja selama perintah itu tidak melanggar hukum Tuhan, dan kali ini Daniel harus melanggarnya. Dia tidak bisa menghentikan kebiasaannya berdoa. Dan memang pada akhirnya dia dijebloskan ke dalam gua singa, tetapi Allah tidak membiarkan hamba-Nya ini menjadi santapan lezat bagi para kawanan singa. Allah melepaskannya.

Bagaimana dengan saudara? Daniel rela mati demi kebiasaannya berdoa. Apakah saudara juga melakukan hal yang sama? Seberapa pentingkah doa itu bagi kita? Atau jangan-jangan kita enggan berdoa, karena kita tidak mempunyai waktu. Wow, jauh sekali dengan prinsip hidup Daniel.

 

Renungan :

Tanpa doa, kita tidak akan menjadi orang Kristen yang kuat. Jangan mengharapkan berkat-berkat Tuhan tercurah atas hidup kita, kalau kita sendiri tidak menghargai waktu-waktu untuk bersekutu dengan Tuhan.

 

Jangan berhenti berdoa sampai kita menjadikannya sebagai gaya hidup kita sehari-hari.


August 22, 2019, 06:23:08 AM
Reply #1581
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


22
Aug
Renungan Harian
Tidak Bertindak Bodoh

Daniel 7; 1 Petrus. 1:14

”sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.”

(Daniel 7:22)

 

Kalau ada nasib yang pasti diketahui, itu pastilah nasib orang yang percaya kepada Kristus. Betapa tidak, Tuhan sudah berkata kalau mereka akan memerintah bersama Kristus. Betapa tidak, mereka telah ditentukan menjadi lebih dari pemenang di dalam Dia. Begitu juga dengan nasib setan dan kerajaannya. Mereka telah ditentukan jadi pecundang. Karena itulah tidak heran kalau mereka saat ini sedang giat-giatnya mencari “seorang sahabat" di neraka kelak. Untuk itu, jangan sampai kita tertarik dengan berbagai tawarannya.

Dalam kita Daniel pasal 7 ini berbicara tentang masa-masa yang akan datang dan akhir dari orang-orang benar yang akan menikmati kemenangan bersama Kristus. Jadi yang perlu kita lakukan saat ini bertahan dalam kemenangan Kristus. Bersikaplah sebagai orang yang menang. Orang yang telah menang tidak akan putus asa menjalani hidup ini. Orang yang telah menang tidak akan mau menerima mentah-mentah tipuan yang disodorkan oleh dunia ini. Orang yang telah menang tidak akan menyerah. Kalau kita adalah orang yang telah menang di dalam Dia, kita adalah bagian dari keluarga besar Kerajaan Allah.

Petrus berkata, "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu” (1 Petrus 1:14). Kapan kita bertindak bodoh? Ketika kita menuruti hawa nafsu kita, misal : ada seseorang bernafsu melihat lawan jenis, padahal dia sudah berkeluarga Itulah masa-masa kebodohannya. Jangan mengumpat orang lain dengan kata-kata "bodoh" kalau kita sendiri masih suka hidup di dalam hawa nafsu. Kita akan terlihat lebih bodoh. Sebab itulah yang dikatakan oleh Firman Tuhan.

Ada seorang anak Tuhan yang menangis tersedu-sedu karena dia telah tertipu oleh iblis. Dia merasa dirinya kotor sekali, sebab dia telah berselingkuh dengan orang lain. Dia heran, mengapa dia melakukannya. Tetapi anehnya, selang beberapa waktu kemudian ia melakukan hal yang sama. Betapa bodohnya melakukan hal-hal seperti itu berulang-ulang dan tidak ada pertobatan total dalam hidupnya.

 

Renungan :

Tuhan menginginkan kita hidup sebagai orang yang menang, jangan tidak bertindak bodoh dengan menuruti hawa nafsu kita. Biarlah ROH KUDUS menguasai hidup kita sehingga setiap hari kita hidup di dalam kebenaran.

 

Jangan melakukan hal-hal yang dibenci oleh Tuhan.



August 23, 2019, 11:53:03 AM
Reply #1582
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


23
Aug
Renungan Harian
Pelayanan Malaikat

Daniel 8; Ibrani 1:7

”dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru : Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu !”

(Daniel 8:16)

Ketika Allah menyampaikan firman-Nya dalam bentuk kiasan atau ilustrasi, itu sungguh tidaklah mudah untuk dipahami. Dan bagaimana mungkin manusia yang terbatas kemampuannya dapat memahami perkara-perkara ilahi? Jadi tidak heran juga kalau Gabriel harus diutus Tuhan untuk menyampaikan arti itu kepada Daniel.

Pasal 8 ini memang luas tafsirannya dan bisa jadi saudara juga memiliki tafsiran sendiri-sendiri tentang ini, tetapi marilah kita semua merenungkan kembali tentang pelayanan malaikat yang telah disiapkan bagi kita.

Malaikat memiliki kedudukan yang khas di mata Allah. Mereka adalah makhluk yang tugasnya adalah melayani. Saudara bisa sebutkan pelayanan apa saja, yang berkaitan dengan Allah dan rencana keselamatan bagi umat manusia. Dan Alkitab juga seringkali menyebut malaikat ini dalam kaitannya dengan keselamatan manusia.

Tetapi salah satu tugas menarik yang kita ketahui adalah memberikan pengertian kepada kita tentang rencana Allah. Dia telah dibekali oleh Tuhan untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan. Dan sungguh luar biasa dalam pelayanan ini karena seringkali ada hal-hal yang tidak kita pahami, tetapi ROH KUDUS dan malaikat yang telah diberikan pengertian khusus ini telah membekali kita untuk memahami rencana Allah di dalam hidup kita.

Di samping itu malaikat juga melindungi kita. Alkitab berkata, "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka" (Mazmur 34:8). Makhluk ini memang tidak tampak oleh mata jasmani kita, tetapi tidak sedikit orang yang mendapatkan kasih karunia sehingga bisa melihat malaikat tersebut saat menjalankan aktivitasnya. Ya, benar, mereka memang dipersiapkan untuk melindungi kita.

Tetapi ada juga para malaikat yang jatuh dan kini mereka menjadi setan. Kebalikan dengan malaikat-malaikat Allah yang benar, para malaikat yang jatuh itu berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhkan dari Allah kita. Dia bekerja siang dan malam untuk mencari celah guna menjatuhkan kita. Tetapi jangan takut, karena bila kita bersandar kepada Tuhan, maka kita akan kuat.

 

Renungan :

Sampai kini para malaikat bergerak aktif demi kepentingan kita, oleh karena itu janganlah takut. Yang menyertai kita lebih kuat dan lebih besar dari persoalan yang ada di dalam hidup kita. 

 

Malaikat Allah tidak pernah lelah melayani orang-orang yang menerima keselamatan.


August 24, 2019, 07:10:37 AM
Reply #1583
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


24
Aug
Renungan Harian
Tsunami Kebangunan Rohani

Daniel 9; 1 Timotius 2:1-3

”Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.”

(Daniel 9:3)

 

Daniel bukan sembarang umat Allah. Meskipun kedudukannya sangatlah istimewa di istana raja Kasdim, namun bukan berarti ia selesai dengan urusannya. Kebanyakan orang Kristen yang telah nyaman dan kebutuhannya tercukupi, bahkan berlimpah dengan harta, cenderung hidupnya untuk bersenang-senang saja. Bukan berarti bahwa bersenang-senang di sini berbuat dosa. Bisa saja bersenang-senang itu pergi piknik dan menikmati berkatnya. Apa tidak boleh? Ya boleh saja. Tetapi itu bukan gaya hidup Daniel, la sama sekali tidaklah memikirkan dirinya sendiri saja. Yang paling dia pikirkan adalah nasib bangsanya. Dia telah banyak belajar dari sejarah bagaimana nenek moyangnya telah meninggalkan Tuhan dan hidup di dalam perzinahan rohani dengan menjadi bangsa yang penyembah berhala.

Ketika Daniel berdoa, dia menyampaikan syafaatnya kepada Tuhan. Dia menantikan Tuhan Allah melakukan pemulihan. Dia sadar bahwa bangsanya telah melakukan kesalahan besar yang mungkin sudah tidak terampuni lagi. Tetapi Allah penuh dengan kasih karunia. Dia masih menyediakan pemulihan, dan kita tahu pemulihan terbesar adalah ketika Dia mengutus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Apakah saudara adalah orang Kristen seperti Daniel ? Apakah saudara tahu cara berdoa bagi orang lain dan tidak egois di dalam doa-doa saudara ? Sekarang ini bangsa kita membutuhkan orang-orang yang mau berdoa bagi mereka. Jangan berbicara tentang kasih kalau kita tidak mengerti arti berdoa bagi orang lain. Bukan zamannya lagi kalau kita selalu berdoa bagi diri sendiri. boleh saja Anda berdoa bagi diri Anda, karena memang itu perlu, tetapi pernahkah Anda berdoa bagi bangsa Anda? Apakah kita cuma marah saja melihat kelakuan bangsa ini?

Pernah terlontar dari mulut orang Kristen yang mengutuki bangsanya sendiri dengan berkata, “Aku benci dengan kelakuan orang-orang munafik di negeri ini. Biar ada tsnumai yang mahadahsyat yang akan meluluhlantakkan bangsa ini." |

Itu bukanlah kasih. Kita harus mendoakan rakyat bangsa ini yang telah sekian lama dibodohi oleh ilah zaman ini. Mata rohani mereka telah dibutakan. Jadi kita harus berdoa supaya Tuhan mengirimkan "tsunami kebangunan rohani” dan banyak orang yang akan diselamatkan.

 

Renungan :

Jadilah seperti Daniel. Marilah kita bersyafaat bagi bangsa kita. Doakan bangsa ini. Tangisilah bangsa ini. supaya Allah mengirimkan gelombang pengampunan dan pemulihan.

 

Doa syafaat adalah doa yang tidak mementingkan diri sendiri.


August 25, 2019, 04:30:07 AM
Reply #1584
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Aug
Renungan Harian
Jangan Cepat Menyerah !

Daniel 10; Lukas 18:1-8

”makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.”

(Daniel 10:3)

Seorang anak kecil sedang berada di atas troli ketika ibunya berbelanja di sebuah swalayan. Sejak awal anak ini selalu memperhatikan rak coklat tempat kesayangannya. Tetapi sebelum masuk swalayan itu ibunya memberikan peringatan, “Sayang, hari ini tidak ada coklat Titik. Jangan coba-coba minta!”

Sepanjang perjalanan melewati rak coklat anak ini sudah tidak tahan lagi. Akhirnya dia berkata, “Ma, boleh gak minta coklat....”

"Kan sudah Mama bilang, hari ini tidak ada coklat!” Ibunya berkata datar.

Ibu itu berputar-putar sebentar dan akhirnya ketemu juga rak coklat lainnya.

"Ma, boleh ya Ma, satu coklat saja..." rengek anak itu. "Diam. Jangan minta coklat lagi. Tidak ada coklat buat kamul”

Akhirnya sang ibu selesai berbelanja dan kini mendekat kasir untuk membayar barang-barang yang dibelinya. Melihat kesempatan yang sudah hampir hilang untuk mendapatkan coklat, tiba-tiba anak itu berdiri dan berteriak, "DI DALAM NAMA YESUS, BERIKAN AKU COKLAT!!!!!!”

Orang-orang memperhatikan mereka. Dan syukurlah penjaga kasir itu memberikan beberapa batang coklat secara gratis kepada anak itu.

Inilah gambaran yang tepat bagi kita. Banyak orang Kristen yang begitu mudah menyerah jika berurusan dengan doa. Mereka tidak mau konsisten dalam doa. Mereka hanya meminta beberapa kali, dan kalau tidak ada jawaban maka mereka menghentikan doanya. Kalau ini terjadi pada Daniel, maka kemungkinan besar dia tidak akan menerima apa yang dimintanya. Padahal kita tahu dari kisah ini, doa Daniel sudah didengarkan sejak

pertama kali dia memohon kepada Tuhan, tetapi malaikat pembawa jawaban itu dihadang oleh "raja-raja orang Persia", dan para teolog yakin kalau mereka adalah para malaikat yang jatuh. Jadi ada malaikat lainnya yang menolong untuk menghadapi "raja-raja orang Persia".

Jangan pernah berhenti berdoa! Yesus pernah mengajarkan hal ini kepada murid-murid-Nya. Dalam memberikan ilustrasi tentang hakim yang tak benar, janda itu akhirnya memperoleh haknya (Lukas 18:1-8). Kalau hakim yang tak benar masih bisa mengabulkan permintaan janda itu, bukankah anak-anak Tuhan pasti akan mendapatkan apa yang dimintanya dari Tuhan? Jadi jangan cepat berhenti meminta kepada Tuhan.

 

Renungan :

Jangan cepat menyerah dalam doa. Sebab sesungguhnya ketika saudara berdoa pertama kali Tuhan sudah mendengar. Bisa saja ada halangan halangan yang menyebabkan tertundanya jawaban itu, tetapi teruslan berdoa !

 

Tuhan enggan menjawab doa anak-anak-Nya yang cepat menyerah saat berdoa.



August 26, 2019, 05:29:13 AM
Reply #1585
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Aug
Renungan Harian
Jangan Cepat Menyerah !

Daniel 10; Lukas 18:1-8

”makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.”

(Daniel 10:3)

Seorang anak kecil sedang berada di atas troli ketika ibunya berbelanja di sebuah swalayan. Sejak awal anak ini selalu memperhatikan rak coklat tempat kesayangannya. Tetapi sebelum masuk swalayan itu ibunya memberikan peringatan, “Sayang, hari ini tidak ada coklat Titik. Jangan coba-coba minta!”

Sepanjang perjalanan melewati rak coklat anak ini sudah tidak tahan lagi. Akhirnya dia berkata, “Ma, boleh gak minta coklat....”

"Kan sudah Mama bilang, hari ini tidak ada coklat!” Ibunya berkata datar.

Ibu itu berputar-putar sebentar dan akhirnya ketemu juga rak coklat lainnya.

"Ma, boleh ya Ma, satu coklat saja..." rengek anak itu. "Diam. Jangan minta coklat lagi. Tidak ada coklat buat kamul”

Akhirnya sang ibu selesai berbelanja dan kini mendekat kasir untuk membayar barang-barang yang dibelinya. Melihat kesempatan yang sudah hampir hilang untuk mendapatkan coklat, tiba-tiba anak itu berdiri dan berteriak, "DI DALAM NAMA YESUS, BERIKAN AKU COKLAT!!!!!!”

Orang-orang memperhatikan mereka. Dan syukurlah penjaga kasir itu memberikan beberapa batang coklat secara gratis kepada anak itu.

Inilah gambaran yang tepat bagi kita. Banyak orang Kristen yang begitu mudah menyerah jika berurusan dengan doa. Mereka tidak mau konsisten dalam doa. Mereka hanya meminta beberapa kali, dan kalau tidak ada jawaban maka mereka menghentikan doanya. Kalau ini terjadi pada Daniel, maka kemungkinan besar dia tidak akan menerima apa yang dimintanya. Padahal kita tahu dari kisah ini, doa Daniel sudah didengarkan sejak

pertama kali dia memohon kepada Tuhan, tetapi malaikat pembawa jawaban itu dihadang oleh "raja-raja orang Persia", dan para teolog yakin kalau mereka adalah para malaikat yang jatuh. Jadi ada malaikat lainnya yang menolong untuk menghadapi "raja-raja orang Persia".

Jangan pernah berhenti berdoa! Yesus pernah mengajarkan hal ini kepada murid-murid-Nya. Dalam memberikan ilustrasi tentang hakim yang tak benar, janda itu akhirnya memperoleh haknya (Lukas 18:1-8). Kalau hakim yang tak benar masih bisa mengabulkan permintaan janda itu, bukankah anak-anak Tuhan pasti akan mendapatkan apa yang dimintanya dari Tuhan? Jadi jangan cepat berhenti meminta kepada Tuhan.

 

Renungan :

Jangan cepat menyerah dalam doa. Sebab sesungguhnya ketika saudara berdoa pertama kali Tuhan sudah mendengar. Bisa saja ada halangan halangan yang menyebabkan tertundanya jawaban itu, tetapi teruslan berdoa !

 

Tuhan enggan menjawab doa anak-anak-Nya yang cepat menyerah saat berdoa.



August 27, 2019, 05:27:19 AM
Reply #1586
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


27
Aug
Renungan Harian
Orang - Orang Bijaksana

Daniel 12; Markus 16:15

”Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

(Daniel 12:3)

 

Membaca Daniel 12 ini sungguhlah menarik. Sebab didalamnya kisahnya kita merasakan pengharapan yang terangkat. Sebab di situlah akhir dari kita. Semua orang benar dan yang bijaksana akan menerima kekekalan bersama-sama Tuhan. Di surga kelak tidak akan ada air mata kesedihan. Semua orang di sana bersukacita dan berbahagia !

Tetapi sebelum kita ke sana, marilah kita melihat sejenak ayat 3 ini. Di sana disebutkan tentang orang-orang bijaksana. Mereka akan bercahaya. Dan yang menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang. Luar biasa!

Kita menjadi orang Kristen belum bisa dikatakan sempurna sebelum kita menuntun orang-orang untuk mengenal kebenaran. Itu artinya ada kegiatan penginjilan dan pergumulan untuk membawa semakin banyak orang supaya mereka mengenal kebenaran.

Ketika kita mengaku menjadi orang Kristen dan kita masih belum juga membawa orang kepada Kristus, itu sama artinya dengan kita tidak memahami arti menjadi terang dan garam dunia. Menjadi terang bukanlah suatu pilihan, tetapi perintah dari Tuhan! Kadang-kadang orang mencoba mengaburkan hal ini. Mereka mau mengelak tanggung jawab ini.

Sayang, banyak gereja yang jarang menekankan akan hal ini. Padahal kalau setiap pendeta tahu akan tanggung jawab ini, mereka akan menjadikan jemaatnya sebagai jemaat yang bijaksana, karena mereka membawa orang-orang lain untuk mengenal kebenaran. Tetapi sayangnya, jemaat cukup puas bisa bisa datang ke gereja pada Minggu pagi atau sore. Sementara pendetanya puas kalau banyak jemaat yang datang. Akhirnya kegiatan yang mengandung “risiko" tinggi, seperti penginjilan, diabaikan begitu saja. Mereka takut berkonfrontasi dengan kelompok garis keras. Mereka tidak mau gedung gereja mereka mendapatkan gangguan, sehingga jemaatnya “pindah kandang." Ini adalah pikiran yang kurang dewasa dan salah. Gereja Tuhan harus mematuhi perintah Yesus, sebab Dia adalah kepala gereja kita. Kalau Tuhan berkata "pergi", maka kita harus pergi. Ya taatilah Dia!

 

Renungan :

Jadilah orang bijaksana yang dapat menuntun orang kepada kebenaran. Itulah panggilan kita, jangan tunda lagi, lakukan panggilan itu saat ini juga.

 

Setiap orang di gereja belum tentu semuanya adalah orang bijaksana.



August 28, 2019, 06:27:10 AM
Reply #1587
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


28
Aug
Renungan Harian
Pilih Allah Atau Manusia ?

Hosea 1:1-9; Wahyu 2:10

Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: ”Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.”

(Hosea 1:2)

Tidaklah mudah untuk melakukan Firman Tuhan atau melakukan kehendak Bapa. Membutuhkan suatu komitmen, keberanian dan benar-benar rindu hanya untuk memuliakan nama Tuhan Yesus saja. Hosea adalah seorang nabi yang dipandang semua orang sebagai penyambung lidah dari Allah Bapa, namun harus melakukan suatu hal yang dipandang hina oleh semua orang. Tetapi dia harus memilih antara taat kepada Allah Bapa atau malu kepada manusia. Jangankan Hosea, kita saja kalau disuruh oleh orang yang kita cintai untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan saja kita pasti akan membantah. Tetapi jika Hosea membantah perintah Allah Bapa maka semua rencana tidak akan pernah terwujud.

Dan perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan oleh Hosea mempunyai maksud dan tujuan yaitu untuk kebaikan umat Israel. Mengapa Hosea mau mengambil keputusan berat ini ? Allah Bapa mempunyai rencana dari anak-anak Hosea dan Gomer, anak-anak mereka akan menjadi tempat mematahkan kekuatan busur panah Israel. Mengapa Allah Bapa ingin mematahkan kekuatan busur Israel? Sebab Israel telah berbuat suatu yang tidak menyenangkan hati Allah. Mereka telah membelakangi Allah yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Raja mereka melakukan yang tidak berkenan di hadapan Allah dengan bersundal kepada allah-allah lain. Dan inilah yang membuat sakit hati Allah; oleh sebab itu Allah menghukum Israel dan mengangkat Yehuda.

Demikianlah juga dengan keadaan kita sebagai umat tebusan Allah, jangan lagi kita menyalibkan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya. Cukup sekali saja untuk pengampunan dosa kita semua. Janganlah kita kembali sujud menyembah kepada allah-allah yang tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanyalah patung buatan tangan manusia, ia tidak dapat mendengar, ia tidak dapat berjalan. Semua itu adalah tipu muslihat iblis.

 

Renungan :

Jadi kita yang sudah ditebus dengan darah Yesus dan dibenarkan serta diselamatkan maka kita bukan lagi makhluk yang hina di hadapan Allah, tetapi kita telah dijadikan manusia hampir sama seperti Allah dan telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Mazmur 8:6-9).

 

Jangan takut melakukan perintah Tuhan, karena Tuhan akan jadi pembelamu.




August 29, 2019, 08:24:26 AM
Reply #1588
September 01, 2019, 04:28:10 AM
Reply #1589
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


01
Sep
Renungan Harian
Upah Pemberontakan

Hosea 4: Roma 2:5

”Sebab itu negeri ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap.”

(Hosea 4:3)

 

Bulan september 1965 pernah menjadi bulan kelabu bagi bangsa Indonesia, yang mana 54 tahun yang lalu ada gerakan pemberontakan yang dikenal dengan nama G 30 S PKI. Bulan yang penuh kekacauan, kebingungan, tangisan dan jeritan. Ribuan orang menjadi korban yang mengenaskan. Dampak dari pemberontakan ini bukan hanya dirasakan pihak pemberontak, tetapi seluruh rakyat Indonesia merasakan dampaknya. Hidup terasa sulit, banyak orang yang kehilangan sanak saudara dan pegangan hidup. Kisah G30S PKI adalah sebuah contoh nyata, betapa mahalnya harga sebuah pemberontakan.

Kalau pemberontakan kepada negara berdampak pahit bagi negara itu, apalagi jika pemberontakkan itu ditujukan kepada Allah pencipta langit dan bumi. Hal inilah yang dilakukan umat Tuhan pada zaman Hosea. Sehingga Tuhan menegur : ”Dengarlah Firman Tuhan, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini. Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah” (Hosea 4:1,2). Inilah daftar pemberontakan umat kepada Allah.

Coba sekarang kita bandingkan daftar di atas dalam hidup kita masing-masing dan jawablah pertanyaan ini: bagaimana kesetiaan kita kepada Allah hari ini? Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah? Bagaimana pengenalan kita kepada Allah hingga hari ini? Apakah perkataan kita dipenuhi berkat atau sebaliknya dipenuhi kutuk? Apakah hingga hari ini lota masih berbohong atau hidup dalam kejujuran? Coba secara jujur daftar yang belum ditanyakan di atas kita tanyakan pada diri kita sendiri.

Dan sekarang katakan pada diri kita sendiri, kita termasuk orang yang sedang memberontak atau tidak? Jika ya cepat-cepatlah bertobat supaya celaka jangan mengintip hidup kita, sebaliknya biarlah berkat Tuhan selalu melimpah dalam hidup kita.

 

Renungan :

Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan (Roma 2:5).

 

Jangan pernah memberontak atau rasakan akibatnya.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)