Author Topic: Daily Devotional  (Read 39839 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 04, 2019, 05:57:15 AM
Reply #1650
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


04
Nov
Renungan Harian
Tetap Berdoa

Habakuk 2:1-5; Yakobus 5:16

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian : ”Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.”

(Habakuk 2:2)

 

Doa memang nafas hidup orang benar, jadi kalau orang Kristen tidak berdoa sesungguhnya ia berada di ambang kematian walau ia hidup dunia ini. Banyak hal yang bisa kita dapatkan melalui doa, sebab doa itu pengaruhnya bukan hanya untuk kesegaran rohani saja, melainkan juga untuk pemenuhan kebutuhan jasmani. Selain itu melalui doa semakin mengerti kehendak dan rencana Tuhan di dalam hidup kita, dan hal ini dapat mendorong kita untuk bersemangat dalam melayani Tuhan. Orang yang sukses adalah orang yang tahu kehendak dan rencana Tuhan serta melakukannya dengan segenap hati.

Hari ini kita akan belajar dari seorang hamba Tuhan yang bernama Habakuk. Ia adalah sosok nabi yang dipakai untuk menyatakan kehendak dan rencana Tuhan kepada umat yang dikasihinya. Bagaimana Nabi Habakuk bisa mengerti kehendak dan rencana Tuhan? Jawaban sederhana, karena Habakuk suka berdoa. Doa menjadikan Habakuk mengerti apa yang harus dilakukan bagi diri dan orang banyak. Keselamatan dan kesuksesan keluarga kita bukan bergantung kepada orang lain melainkan masing-masing anggota keluarga harus berkomitmen dan berkata, bahwa kesuksesan keluarga bergantung kepada doa-doa yang kita naikkan.

Bagaimana supaya umat Tuhan saat itu mengalami perubahan, Habakuk berdoa dan Tuhan menjawab: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya (ayat 2).”

Doa perlu komitmen, hal ini bisa kita lihat di ayat 1: Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku (Habakuk 2:1). Di sini Habakuk tekun berdoa dan menanti-nantikan jawaban Tuhan atas pergumulan umatNya.

Sama seperti Habakuk, demikian seharusnya yang kita lakukan hari-hari ini. Marilah kita bangun menara doa di setiap rumah tangga, naikkan pujian dan penyembahan, sebab saat kita melakukannya kita sedang menjadi penjaga keluarga dan umat Tuhan yang lainnya. Tetaplah berdoa, nanti-nantikan Tuhan dan mengertilah kehendak-Nya.

 

Renungan :

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16).

 

Tetaplah berdoa walau saat ini kita sedang tidak menghadapi persoalan serius.



November 05, 2019, 05:41:47 AM
Reply #1651
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


05
Nov
Renungan Harian
Barang Rampasan

Habakuk 2:6-20; Roma 13:9

”Bukankah sekalian itu akan melontarkan peribahasa mengatai dia, dan nyanyian olok-olok serta sindiran ini : Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya — berapa lama lagi? — dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian.”

(Habakuk 2:6)

Peristiwa di atas mengingatkan kita pada permulaan masa resesi negara kita. Dan juga diwarnai dengan terjadinya kerusuhan th 1998 di Jakarta dan kota besar - kota besar, bagaimana massa begitu leluasa memindahkan barang-barang dari toko dan swalayan ke becak atau gerobak-gerobak mereka (menjarah) tanpa ada yang melerai, seolah-olah barang-barang itu adalah milik mereka sendiri.

Keluaran 20:17 berkata, ”Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” Ada banyak kesempatan dan dorongan untuk kita berbuat jahat dan curang pada waktu menghadapi kesesakan tetapi kita akan buktikan bahwa kita bukan orang yang gagal dan kalah didalam segala tekanan hidup ini, sebab Tuhan sanggup untuk menolong melimpahi dengan berkat dan anugerahnya.

Dari bacaan hari ini apa yang kita renungkan? Bukankah akan bangkit dengan sekonyong-konyong mereka yang menggigit engkau, dan akan terjaga mereka yang mengejutkan engkau, sehingga engkau menjadi barang rampasan bagi mereka ? (ay 7).

Miliki nilai moral yang tinggi maka kita akan dilimpahi segala kebutuhan kita pada waktunya. Satu kali ada seorang ibu kehilangan mata cincin yang terbuat dari berlian yang cukup besar dengan harga puluhan juta rupiah. Cincin itu ia pakai menghadiri undangan pesta pernikahan kenalannya di luar kota. Selesai pesta ia kembali ke kota asalnya dan dilihatnya mata cincin yang terbuat dari berlian tidak menempel di cincinya. la berusaha bertanya kepada orang-orang yang bersamanya dan juga menelpon keluarga yang punya hajat tetapi tak seorangpun tahu. Waktu berselang 2 minggu. Di tengah kegelapan malam ada seorang peronda yang melintas di mana pesta pernikahan dilaksanakan, ia memakai lampu senter untuk menelusuri jalan. Tiba-tiba ia mendapatkan kilauan dari berlian itu dilihat dan diambil ternyata ia tidak tahu bahwa itu berlian yang mahal. la merasa tidak nyaman untuk memiliki barang itu, kemudian ia tidak sengaja menanyakan pada pemilik pesta waktu lalu. Alangkah terkejutnya bahwa itu berlian yang menjadi milik kerabatnya di luar kota, ditelpon temannya dan bapak ini mendapat hadiah 5 juta dari pemilik perhiasan.

 

Renungan :

Barang rampasan menjadikan hidup kita tidak berkenan, karena membuat orang lain sengsara.

 

Milikilah nilai moral yang tinggi, maka kita akan dilimpahi segala kebutuhan kita pada waktunya.




November 06, 2019, 05:23:04 AM
Reply #1652
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


06
Nov
Renungan Harian
Aku Akan Tetap Setia

Habakuk 3; Roma 3:24

“namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:18)

 

Tidak ada alasan untuk tidak setia kepada Tuhan. Jika kita pernah mengecap dan merasakan kebaikan-kebaikanNya, apakah kita akan mengingkarinya? Kalau kita mengingkari semua kebaikanNya, maka kita adalah orang yang penuh dengan dusta dan kepura-puraan. Bukankah kita semua telah menikmati kasih karuniaNya? Apa saja kasih karunia-Nya?

Pertama, kita menikmati penebusan (Roma 3:24). Hidup kita telah ditebus dengan darah dari domba yang tak bercacat cela, darah yang suci; dimana kita ditebus dari maut. Tidak hanya ditebus tetapi juga dibenarkan (Roma. 3:28). Hukum Taurat hanya membawa pengertian kepada kita, sebab tidak ada orang yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat. Tuhan Yesus Kristus adalah penggenapan dari hukum Taurat itu (Kisah Para Rasul 3:18). Hukum Taurat diberikan supaya kita tidak melakukan dosa dan pelanggaran.

Kedua, kita diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12). Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita, kita diselamatkan bukan berapa banyak kita beramal, tetapi kita diselamatkan karena percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mati di atas kayu salib. Dan yang membawa kita menjadi berdamai dengan Allah, semuanya itu karena pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

Sebenarnya kita tidak hanya diselamatkan saja tetapi juga kita ini dijadikan Anak Allah (Roma 8:14). Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri sebab Roh Allah yang ada pada diri kita itulah yang memberi kita hidup. Dan setelah itu hidup kita akan senantiasa dipimpin oleh ROH KUDUS. Semua itu bisa terjadi dalam diri kita jika kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dengan segenap hati. Jangankan masalah yang ada di depan kita, gunung saja pun dapat berpindah jika kita tidak bimbang. Roh Allah (ROH KUDUS) yang ada didalam kita itu adalah jaminan bagi kita untuk memperoleh semua yang telah dijanjikan bagi kita yang telah mengasihi Dia.

 

Renungan :

Jadi jika hidup kita tidak setia kepada Allah yang telah memberikan kasih karuniaNYa kepada kita dengan perantaraan Yesus Kristus, maka kita akan mendapat bagian yang kekal di dalam nyala api. Tetapi jika kita setia sampai akhir, maka kita akan mendapatkan mahkota kehidupan, mahkota kebenaran dan mahkota sukacita.

 

Setialah sampai akhir karena ada upah yang besar menanti.


November 07, 2019, 07:08:14 AM
Reply #1653
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


07
Nov
Renungan Harian
Perbaiki Diri

Zefanya 1:1-18; Yakobus 4:14

”Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.”

(Zefanya 1:7)

 

Ayat 2-4 di dalam bacaan kita hari ini berbicara banyak tentang penghukuman Tuhan terhadap orang-orang yang durhaka, dan ini merupakan ayat-ayat yang berbau pengajaran tentang akhir zaman. Saat ini kita hidup di masa akhir zaman dan masuk ke dalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Tanda-tanda zaman seperti bencana alam, peperangan, kasih kebanyakkan orang menjadi dingin, percideraan sudah mewarnai dunia.

Kita hidup di waktu yang sempit, hidup manusia itu seperti uap, seperti bunga rumput, baru saja kelihatan habis lenyap (Yakobus 4:14). Anggap saja ini waktu sisa bagi kita, hiduplah seolah-olah tidak ada hari esok, artinya hari ini harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. Cobalah sejenak menghadap ke cermin, lihatlah diri kita apakah hari ini kita merasa layak di hadapan Tuhan. Kalau mau jujur, setiap kita akan berkata: ".....sungguh aku masih penuh dengan kelemahan....." Tetapi jangan kuatir masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Bagaimana caranya, nats diatas mengatakan: "berdiam dirilah dihadapan Tuhan." Apa yang dimaksud dengan berdiam diri dihadapan Tuhan? Berdoa dan merenungkan kebenaran lalu komitmen untuk hidup didalam kebenaranNya.

Pada kalimat: Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya (Zefanya 1:7) menjadi petunjuk bahwa Tuhan segera datang untuk menjemput umat kepunyaan-Nya. Ia menyediakan perjamuan bagi yang layak mengikuti perjamuan, lalu siapa undangan yang boleh masuk? Yaitu mereka yang sudah dikuduskan oleh Allah. Pertanyaan berikutnya siapa undangan yang dikuduskan oleh Allah? Jawabannya adalah saudara yang mau memperbaiki diri di hadapan Allah.

Karena itu di tengah-tengah masyarakat yang materialistik (mengejar harta benda) kita diperingatkan Tuhan supaya jangan terperangkap keduniawian. Ayat 18 dalam bacaan hari ini mengingatkan : ”Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi” (Nahum 1:18).

 

Renungan :

Baiklah waktu yang ada ini anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya (2 Petrus 3:15).

 

Perbaiki diri hari ini, jangan tunda lagi sebab waktunya sudah singkat.



November 08, 2019, 05:51:25 AM
Reply #1654
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


08
Nov
Renungan Harian
Tiga Aspek Pertobatan

Zefanya 2:1-31; Matius 3:8

”Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.” (Zefanya 2:3)

 

Nabi Zefanya telah menyatakan akan datangnya hari murka Tuhan atas Yehuda kalau mereka tidak bertobat. Tetapi, Allah juga menawarkan harapan bagi mereka yang mau bertobat sebelum hari itu tiba. Bukti dari pertobatan itu ada tiga, yaitu : (1) mencari Tuhan dengan segenap hati, (2) mencari kebenaran sesuai dengan Firman Allah sebagai jalan hidup, (3) mencari kerendahan hati.

Pertobatan adalah proses pencarian akan Tuhan. Tidak mencuri, membunuh dan berzinah itu adalah langkah pertobatan. Tetapi pertobatan harus terus bergerak pada proses mengejar kemuliaan Tuhan yang lebih besar dari waktu demi waktu. Manusia berbeda dengan hewan, dimana manusia memiliki kemuliaan Tuhan yang tidak dimiliki hewan. Namun manusia yang terus mengalami penurunan kualitas kemuliaan Tuhan, lambat laun akan bertingkah laku seperti hewan. Hidup pernikahannya menjadi tidak tertib, bertingkah laku buas, mata yang garang serta penuh hawa nafsu, dan sebagainya. Obsesi yang dinamis terhadap kemuliaan Tuhan akan semakin menjauhkan manusia dari dosa itu sendiri. Orang yang senantiasa terobsesi akan Tuhan tidak mampu untuk berbuat dosa lagi.

Pertobatan adalah mencari kebenaran sesuai dengan Firman Allah sebagai jalan hidup. Sekarang ini banyak orang sedang bingung dengan proses pencarian identitas diri. Alkitab saja belum pernah dibaca tuntas sudah mencari dari berbagai buku dan seminar tentang apa arti hidup ini sebenarnya. Dan tidak jarang apa yang diajarkan itu tidak sesuai Firman Allah. Mempelajari dan mendalami Alkitab sebagai acuan pedoman hidup akan membawa manusia berjalan dalam langkah-langkah pertobatan yang semakin menyeluruh setiap saat. Targetnya adalah untuk menjadi seperti pribadi Yesus dalam memandang dunia ini.

Pertobatan adalah kerendahan hati. Seperti air yang selalu mengalir mencari posisi yang lebih rendah lagi. Demikian juga pertobatan hanya aka terus mengalir kepada orang yang mau merendahkan diri untuk mencari Tuhan dan menerima serta melakukan pengajaran Firman Tuhan.

 

Renungan :

Manusia yang terus melangkah maju dalam proses mencari Tuhan, mencari kebenaran firmanNya sebagai jalan hidup dan hidup kerendahan hati akan semakin dijauhkan dari murka Allah dan didekatkan dengan kebaikan Tuhan yang tiada terhingga.

 

Pertobatan adalah proses perjalanan seumur hidup sampai kita bertemu Tuhan.



November 09, 2019, 05:23:23 AM
Reply #1655
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


09
Nov
Renungan Harian
Perhatian dan Pemulihan

Zefanya 2:4-15; 1 Petrus 5:6

” . . . sebab TUHAN, Allah mereka, akan memperhatikan mereka dan akan memulihkan keadaan mereka.”

(Zefanya 2:7)

Jika keadaan kita diperhatikan oleh pimpinan kita, maka yang kita peroleh adalah sebuah berkat yang luar biasa. Itu baru diperhatikan oleh seorang pemimpin. Lalu bagaimana jika kita diperhatikan oleh Allah ? Pastilah keadaan kita akan jauh dari kata luar biasa. Dan tidak ada kata yang tepat untuk melukiskannya jika kita di perhatikan oleh Allah kita yang hidup. Bagaimana caranya supaya kita mendapat perhatian dari Allah ? Yang jelas adalah melakukan apa yang menjadi kehendak dan menuruti segala perintahNya. Jika kita melihat semua tokoh di dalam Alkitab maka semua dari mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan hidup mereka dipelihara Allah, tidak hanya kepada mereka tetapi juga kepada anak, cucu mereka akan berkuasa dan perkasa di bumi (Mazmur 25:13).

Ada satu kisah yang dialami oleh Nabi Elia. Saat Elia melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Allah kepadanya maka Elia melakukan persis seperti yang diinginkan oleh Tuhan Allah yaitu menyembelih 450 nabi-nabi baal. Sadis sekali cara ini? Tetapi Elia harus taat kepada Allah. Setelah membunuh Elia melarikan diri karena diancam oleh Ratu Izebel. Tetapi Tuhan Allah tidak membiarkan Elia terancam nyawanya. Elia mendapat perhatian dari Tuhan Allah karena Elia melakukan yang menjadi kehendak Allah Bapa. Dan selanjutnya Elia mendapat pemulihan, tidak hanya pemulihan yang dialami oleh Elia tetapi Elia diangkat hidup-hidup oleh Allah ke surga. Semua ada pemulihan jika kita melakukan dan memperhatikan perintah dan jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan Allah.

Banyak kisah yang ada di dalam Alkitab; salah satunya lagi adalah Yusuf. Meskipun disingkirkan oleh saudara-saudaranya tetapi Yusuf tetap tidak membela diri. Yusuf mendapat perhatian dari siapa saja yang ada di sekitarnya, termasuk Potifar. Mengapa kita tidak mendapatkannya? Bukankan kita adalah anak-anak Allah? Mari kita selidiki hati kita secara pribadi dengan pertolongan dari ROH KUDUS, agar kita mendapatkan perhatian dan pemulihan dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ingat posisi kita adalah anak-anak Allah, jangan sampai kita tidak diakui oleh Allah.

 

Renungan :

Mari kita perhatikan cara dan pola hidup kita, apakah hidup kita sudah sesuai dengan ketetapan dan perintah dari Allah. Jika belum, mengapa? Inilah saatnya kita mengalami perhatian dan pemulihan dari Allah di dalam Yesus Kristus.

 

Pemulihan datang tidak secara kebetulan, tetapi ada prinsip Firman Tuhan yang dilakukan.




November 10, 2019, 04:33:13 AM
Reply #1656
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


10
Nov
Renungan Harian
Api Cemburu

Zefanya 3:1-8; Filipi 2:7

” . . . Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku.”

(Zefanya 3:8)

 

Cemburu barangkali adalah kata yang sering mewarnai hati manusia di muka bumi ini baik laki-laki maupun perempuan, baik kaitannya dengan cinta maupun pekerjaan sehari-hari. Gara-gara cemburu seorang istri pernah diberitakan membunuh suaminya, atau seorang suami membunuh istrinya. Seringkali peristiwa ini secara populer disebabkan oleh api cemburu, apa lagi di masa sekarang banyak sekali, baik suami-suami maupun para istri yang terlibat perselingkuhan.

Hubungan kita dengan Tuhan itu bagaikan hubungan seorang suami dan istri. Kita ini bangsa terpilih, umat kepunyaan Allah sendiri. Sama seperti suami dan istri yang saling memiliki demikianlah gambaran hubungan kita dengan Allah. Karena besar kasih Allah kepada kita, la mau datang ke dunia hanya untuk menebus kita dari dosa (Yohanes 3:16). Bahkan ia mengosongkan diri-Nya, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7).

Berbicara tentang cinta Tuhan, maka Tuhan pasti sangat mencintai kita. Pertanyaannya, apakah kita cinta Tuhan dan setia kepada-Nya? Nats dan bacaan di atas merupakan peringatan bagi kita hari-hari ini, yang mana kita sedang diingatkan untuk mengasihi Tuhan lebih dari sebelumnya.

Mengapa dalam nats itu Allah begitu cemburu? Sebab umat-Nya berselingkuh, serta melakukan kejahatan dimataNya yaitu dengan cara menyembah baal. Dosa menjamur di semua kalangan. Pertama para tokoh masyarakat yang bertindak anarkis dengan melakukan sesuatu menurut apa yang menjadi kehendak hatinya, tanpa mempertimbangkan apakah yang dilakukannya itu jahat atau tidak. Berikutnya para hakim yang hanya mencari keuntungan, hukum diputarbalikkan yang salah jadi benar, dan sebaliknya, -- yang penting mereka dapat uang walau dengan cara memeras. Ironisnya para nabi pun melakukan tindak kejahatan yang sama, -- mereka melakukan kejahatan dengan mengatasnamakan Tuhan, ditambah lagi para imam menajiskan tempat kudus Tuhan, hukum Taurat pun di dilecehkan, -- benar-benar kelihatan kebejatan yang luar biasa. Karena itu tidak heran kalau api cemburu Tuhan menimpa mereka.

 

Renungan :

Tuhan sudah mengasihi kita, sekarang nyatakan kasih kita kepadaNya dengan hidup benar dan kudus, penuhi hati kita dengan pujian dan penyembahan. Lebih dari pada itu biarlah apa yang kita lakukan boleh mencerminkan kemuliaan-Nya.

 

Jangan biarkan api cemburu Tuhan menimpa kita, sebaliknya sambutlah kehangatan



November 11, 2019, 06:14:54 AM
Reply #1657
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


11
Nov
Renungan Harian
Sisa Yang Diselamatkan

Zefanya 3:9-20; Matius 7:13, 14

Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, yakni sisa Israel itu. . .”

(Zefanya 3:12, 13)

Dalam prinsip tentang sisa, kita akan menyadari bahwa ada sisa yang akan diselamatkan. Misalnya dalam cerita tentang ke-10 gadis yang sedang menantikan kedatangan mempelai pria, maka tidak semua gadis berhasil menyongsong sang mempelai pria (Matius 25). Sebab apa ? Yang separuh tidak menyediakan minyaknya. Mereka tertinggal dan terhilang.

Dan dalam pembaca hari ini pun kita melihat Tuhan berbicara tentang sebuah sisa yang akan diselamatkan. Jadi kita harus paham betul akan hal ini supaya setiap dari kita tidak sembrono dengan keselamatan yang Tuhan telah berikan kepada kita.

Hidup manusia itu adalah ujian kelayakan apakah seseorang bisa tinggal di surga kelak ataukah tidak. Yesus sendiri berkata, "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya" (Matius 7:13, 14).

Tuhan Yesus menganjurkan untuk melewati pintu yang sesak. Pintu ini memang kurang peminatnya karena pintu yang sesak memang tidak nyaman. Tetapi pintu yang lebar sangat disukai orang, dan banyak diantara manusia yang memilih pintu ini. Justru pintu lebarlah yang membawa orang kepada kebinasaan.

Dan perhatikan bahwa pintu yang sesak tidak menjamin setiap orang yang melaluinya akan berhasil seluruhnya. Pasti akan ada yang tersisa yang berhasil melaluinya. Perhatikan, ada yang TERSISA yang akan diselamatkan.

Setiap dari kita wajib bertanya, apakah kita adalah bagian yang tersisa yang akan diselamatkan? Karena itu berjaga-jagalah di dalam doa supaya kekuatan kita bukan berasal dari diri kita sendiri, tetapi dari Allah. Kalau kita bersandar kepada kekuatan Tuhan, maka kita akan berhasil melalui pintu yang sesak itu dan kita akan menjadi bagian dari yang tersisa" yang akan diselamatkan.

 

Renungan :

Berjagalah-jagalah senantiasa adalah sikap yang paling bijak supaya kita menjadi bagian yang tersisa. Kalau kita bertahan sampai akhir kita akan menerima mahkota kemuliaan.

 

Ujian akan menghasilkan sisa yang berkualitas unggul.

November 12, 2019, 06:15:43 AM
Reply #1658
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Nov
Renungan Harian
Kediaman Tuhan

Hagai 1:1-14; Matius 6:33

”Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah Firman Tuhan semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.”

(Hagai 1:9)

 

Mari kita memahami prinsip bahwa dalam Perjanjian Lama telah menetapkan untuk memiliki "rumah." Memang kelihatannya aneh kalau Allah yang Maha Kuasa bisa mempunyai rumah. Tetapi ini merupakan suatu pertanda dan perjanjian bagi umat Tuhan bahwa kelak Allah akan mendiami sebuah rumah yang bukan buatan manusia, tetapi rumah Allah itu adalah umat-Nya sendiri.

Jadi fungsi Rumah Allah dalam Perjanjian Lama dengan gedung gereja dalam Perjanjian Baru jelas tidaklah sama. Dan beberapa orang kurang bisa memahami akan hal ini, sehingga orientasinya hanya pembangunan secara fisik saja dan kurang mengedepankan fungsi gereja itu sendiri (umat yang beribadah di dalamnya) sebagai tubuh Kristus. Gedung gereja memang penting. Begitu juga dengan pembangunan gedung gereja juga penting, tetapi jangan lupa bahwa yang paling perlu adanya pembangunan tubuh Kristus. Tuhan sedang menantikan hal ini sampai gereja-Nya benar-benar sempurna dan layak bersanding dengan Kristus sebagai Sang Mempelai Pria.

Dan apa yang terjadi bila kita mengabaikan proyek Allah dalam pembangunan tubuh Kristus? Kita tidak akan diberkati. Karena itu prinsip mengutamakan perkara rohani adalah hal yang amat penting dan menjadi kunci bagi berkat yang akan tercurah dalam hidup kita. Alkitab berkata, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambankan kepadamu" (Matius 6:33). Kita bisa sebutkan apa saja yang dimaksudkan dengan "semuanya”. Kita bisa sebutkan segala kebutuhan kita sana. Tetapi yang terpenting adalah mencari kerajaan Allah dengan kehendakNya. Ini berbicara tentang perkara-perkara rohani.

Masalahnya banyak orang Kristen yang memutarbalikkan prinsip ini. Mereka lebih suka mementingkan perkara-perkara jasmani daripada perkara-perkara rohani. Akhirnya yang terjadi adalah rasa frustrasi dan kecewa pada gereja Tuhan.

 

Renungan :

Jadi kita sudah tahu sekarang bagaimana caranya supaya berkat Allah mengalir dlaam hidup kita. Kalau kita melakukan prinsip ini, maka berkat Tuhan yang akan mengejar kita.

 

Kejarlah Tuhan, dan berkat akan mengejar kita.




November 13, 2019, 05:44:06 AM
Reply #1659
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Nov
Renungan Harian
Kuatkanlah Hatimu

Hagai 2:1-10; Matius 28:20

Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah Firman Tuhan; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah Firman Tuhan; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah Firman Tuhan semesta alam,

(Hagai 2:5)

 

Ada seorang bapak sedang mengajak anaknya yang masih balita untuk berenang. Air, sebenarnya bukanlah benda aneh bagi anaknya sebab setiap hari dia bersentuhan dengan air, yakni pada saat mandi pada waktu pagi dan sore hari. Lagipula dia mempunyai kebiasaan berendam di kolam renang mini, alias ember yang berdiameter satu meter. Masalah air, tentunya bukanlah masalah serius.

Tetapi hari itu si gadis kecil itu mogok dan tidak mau masuk ke dalam air dangkal yang cuma sepinggangnya tingginya. Mau masuk air, tetapi ada satu syarat: digendong papanya.

Bapa ini belajar untuk memahami pikirannya, sebab meskipun air itu tidaklah dalam tetapi keamanan bersama bapaknya jelas membuahkan keberanian di dalam dirinya. Akhinya anak ini mulai berani masuk ke dalam kolam renang itu, bahkan ia merasa asyik bermain di dalam kolam tersebut.

Saudara, bukankah kita melakukan hal yang sama? Ketika kita mencoba mengarungi samudera kehidupan ini kita merasa takut, karena beranggapan bahwa marabahaya akan selalu berada di sekitar kita. Ini persis dengan keadaan yang dialami oleh murid Tuhan ketika berada di atas perahu dan perahu itu dihantam badai dahsyat. Yesus memang bersama dengan mereka, tetapi saat itu Yesus tidur di buritan kapal. Jadi murid-murid Tuhan begitu takut menghadapi badai itu. Namun ketika Guru-Nya berhasil menghardik badai itu, mereka tersenyum dengan tenang. Bersama Yesus, segala badai dahsyat menjadi angin sepoi-sepoi yang membuat mata mengantuk.

Jadi kuatkanlah hatimu bila Yesus bersamamu. Tidak ada badai yang tidak dapat diredakan dan tidak ada persoalan yang tidak dapat dipecahkan. Belajarlah untuk senantiasa menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Biasakanlah bercakap-cakap dengan Tuhan dalam segala waktu. Itu artinya bukan sekedar doa yang dilakukan di dalam kamar saja, tetapi juga doa-doa yang dinaikkan sewaktu-waktu dan setiap saat dan pada saat kapan saja.

 

Renungan :

Tuhan menyediakan perlindungan dan kekuatanNya buat kita. Dia bersama kita dan tidak ada alasan lagi bagi kita untuk takut menghadapi kehidupan ini.

 

Percaya kepada Tuhan berarti tidak takut kepada badai.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)