Author Topic: Daily Devotional  (Read 40507 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 24, 2019, 04:03:22 AM
Reply #1670
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


24
Nov
Renungan Harian
Keadilan Allah

Zakharia 5:1-4; 2 Korintus 5:10

Lalu ia berkata kepadaku: "Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri; sebab menurut sumpah serapah itu setiap pencuri di sini masih bebas dari hukuman, dan setiap orang yang bersumpah palsu di sini juga masih bebas dari hukuman.”

(Zakharia 5:3)

Menurut ayat yang kita baca hari ini, ada dua kejahatan yang membuat Allah murka: pertama, sumpah serapah; kedua, pencuri. Tetapi yang lebih membuat Allah marah adalah para pelaku kejahatan yang masih berkeliaran tanpa ada hukuman!

Berbicara tentang keadilan, tentunya setiap orang akan mempunyai pendapat sendiri-sendiri. Tetapi kita tentu sepakat bahwa tidak ada keadilan yang absolut. Dalam beberapa kasus kita seringkali menjadi geram karena kejahatan dibiarkan merajalela sementara pengadilan kehilangan taringnya. Padahal lembaga keadilan yang diciptakan itu bukanlah untuk pelengkap saja, tetapi harus berfungsi dengan baik dan benar. Kalau kita masih melihat orang-orang yang menghina hukum masih di bumi ini, itu adalah hal yang wajar. Dunia tidak dapat memberikan keadilan. Dunia tidak dapat menjamin keadilan. Tetapi kalau kita mau mencari keadilan, semunya ada di tangan Tuhan. Suatu saat kelak pengadilan-Nya akan digelar dan setiap orang akan mendapatkan keadilan.

Alkitab berkata, "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat" (2 Korintus 5:10). Di ayat lainnya dikatakan, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi." (Ibrani 9:27).

Adalah hal yang mengerikan ketika orang berdosa yang tidak mau bertobat berada dalam pengadilan Allah kelak. Akan ada eksekusi amat mengerikan. Akan ada kematian kekal yang mengerikan. Jadi, jangan pernah manusia yang lolos dari pengadilan di dunia senang karena uangnya mampu mengelabui para hakim dan jaksa. Sebab kelak tidak akan ada ketidakadilan yang dibiarkan berkeliaran.

Saudara, marilah kita belajar untuk menciptakan keadilan dan menegakkannya. Takutilah akan Tuhan yang dapat membawa manusia kepada malapetaka hebat.

 

Renungan :

Ketika kita merasa bahwa keadilan tidak kita dapatkan di bumi ini, maka percayalah bahwa Tuhan akan menegakkan keadilanNya bagi kita. Percayalah !.

 

Siapa mencintai keadilan, dia ada dipihak Allah.




November 25, 2019, 05:56:38 AM
Reply #1671
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


25
Nov
Renungan Harian
Tempat Yang Tepat

Zakharia 5:5-11; Filipi 3:20

Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: ”Ke mana mereka membawa gantang itu? ” Jawabnya kepadaku : ”Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan.”

(Zakharia 5:10-11)

Gantang dalam penglihatan nabi Zakharia melambangkan dosa dan kebejatan umat Tuhan. Wanita melambangkan penyembahan berhala dan segala bentuk kejahatan. Terkurung di dalam gantang oleh sebuah tutup timah yang berat kemudian dibawa ke Babel melambangkan sistem dunia ini yang dibelenggu oleh Setan. Penglihatan itu memberi pesan kepada umat Tuhan untuk membuang segala sesuatu yang cemar dari hidup mereka kalau tidak mau dibuang ke Babel. Babel selalu melambangkan tempat penghukuman bagi umat Tuhan.

Tuhan telah menempatkan tempat yang tepat untuk segala sesuatu di dalam hidup ini. Dunia ini adalah tempat dosa dan segala sumber kejahatan. Sorga adalah tempat kudus dan segala sumber kebaikan. Umat Tuhan memang ditempatkan di dalam dunia tetapi bukan untuk berbuat dosa dan kejahatan melainkan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan bagi dunia. Ikan yang berada di air laut yang asin tidak serta merta menjadikannya ikan asin. Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara bagi umat Tuhan untuk menuju Sorga yang kekal. Dan gereja adalah tempat untuk mengingatkan umat Tuhan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang sebenarnya.

Semua umat Tuhan akan sampai pada tujuannya yaitu Sorga yang kekal kalau bisa menempatkan segala sesuatu dengan tepat di dalam dunia ini. Namun kenyataan yang ada berbicara lain. Umat Tuhan yang adalah anak-anak terang seringkali berada di tempat-tempat yang gelap. Gereja yang kudus seringkali dijadikan tempat transaksi. Dan pelayanan seringkali dijadikan kamuflase untuk melakukan tindakan penipuan. Orang-orang berhutang kepada sesama pelayan dalam gereja lalu tidak dibayar. Jubah Hamba Tuhan dipakai untuk meyakinkan calon korbannya bahwa dia tidak mungkin menipu. Dan sebagainya.

 

Renungan :

Gereja yang dianggap sebagai tempat standar moral seringkali justru menjadi ajang penipuan tempat berjual beli. Sehingga banyak orang yang tertipu dan akhirnya tidak mau lagi ke gereja. Untuk orang-orang yang menipu seperti itu memang Babel adalah tempat yang tepat buat mereka dan Sorga bukanlah akhir perjalanan hidup mereka. 

 

Orang yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dalam hidup ini akan sampai pada tempatnya yang sebenarnya.



November 26, 2019, 06:21:36 AM
Reply #1672
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


26
Nov
Renungan Harian
Keadlian Yang Terpuaskan

Zakharia 6:1-8; 1 Timotius 6:11

Kemudian berteriaklah ia kepadaku : ”Lihat, mereka yang keluar ke Tanah Utara itu akan menenteramkan roh-Ku di Tanah Utara.”

(Zakharia 6:8)

 

Zakharia melihat empat kereta perang di antara dua gunung tembaga dalam penglihatannya yang ke delapan. Warna kuda-kuda penarik kereta tersebut adalah merah - melambangkan perang, hitam - melambangkan kelaparan dan maut, dan berbelang-belang loreng yang melambangkan wabah. Sedangkan kereta yang ditarik kuda putih melambangkan kemenangan yang gilang-gemilang. Kereta perang dan gunung tembaga berbicara tentang hukuman atas musuh-musuh Allah. Hukuman ini akan menegakkan keadilan dan menghentikan murka Allah.

Kehidupan seringkali bertindak tidak adil kepada yang bodoh, miskin, lemah dan tertindas. Dan saat merasa diperlakukan tidak adil manusia lalu berteriak-teriak menuntut haknya untuk mendapatkan keadilan. Namun kadangkala keadilan yang didapatkan pun tidak juga adil karena dalil-dalil hukum keadilan itu sendiri dengan mudah dapat diputarbalikkan sesuai dengan logika para penafsirnya. Akankah semuanya ini terus berlangsung seperti itu? Di manakah letak keadilan Tuhan?

Kabar baik kepada semua manusia yang menuntut keadilan adalah bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam terhadap semua ketidakadilan. Namun Dia menunggu waktu yang telah ditentukan tiba untuk menegakkan keadilan-Nya di bumi. Dan saat semua itu terjadi maka dapat dipastikan bahwa semua kebutuhan manusia untuk diperlakukan adil akan terpuaskan.

Oleh sebab itu yang penting adalah menjaga hati agar tidak ada dendam dan kepahitan yang akan merusak damai sejahtera menimbulkan sakit-penyakit. Percayalah bahwa Tuhan tidak perna tertidur dan keadilan itu pasti ditegakkan di atas muka bumi, sehingga dahagamu akan rasa keadilan akan terpuaskan.

 

Renungan :

Begitu banyak korban jiwa telah berjatuhan mulai dari mengalami sakit penyakit aneh yang tidak kunjung sembuh sampai kepada meninggal dunia telah terjadi karena manusia terus-menerus berteriak minta keadilan dan kurang mempercayai keadilan Tuhan untuk membalaskan kepada setiap manusia menurut perbuatannya. 

 

Kepuasan sejati akan rasa keadilan hanya akan muncul ketika Tuhan menegakkan pemerintahan-Nya di bumi ini.



November 27, 2019, 05:18:09 AM
Reply #1673
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


27
Nov
Renungan Harian
Gotong Royong

Zakharia 6:9-15; 1 Korintus 6:19

”Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu.”

(Zakharia 6:15)

 

Tuhan Allah mempunyai rencana untuk membangun Bait Suci. Dan Musa vang pertama kali membangun Kemah Suci yang adalah gambaran dari Bait Suci yang akan datang. Kemah Suci Musa sebagai Blue Print bagi Salomo. Jika kita melihat didalam pembangunan Kemah Suci (Keluaran 25) semua yang Tuhan Allah berikan kepada Musa dengan rinci dan spesifik, tidak ada sama sekali yang dikurangi dan ditambahi. Mengenai pembangunan, Tuhan Allah juga menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur dari Suku Yehuda yang penuh dengan Roh Allah. Jadi Tuhan Allah tidak serta merta menunjuk seseorang untuk mengerjakan pekerjaan luar biasa ini dengan sembarangan. Tetapi Ia memilih Bezaleel orang yang tepat karena ia penuh dengan Roh Allah.

Di zaman Musa, Tuhan Allah berkarya dengan luar biasa. Dengan emas terbaik dari negeri Mesir, Musa dan Bezaleel membangun kemah Suci.

Di zaman Salomo pun Tuhan Allah bekerja dengan luar biasa kepada Salomo. Kekayaan bangsa-bangsa masuk ke dalam perbendaharaan Salomo. Salomo membangun Bait Suci dengan segala kemegahannya. Dengan memberikan hikmat kepada Salomo, Tuhan Allah memberkati Salomo menjadi orang yang penuh dengan hikmat dan sampai sekarang belum ada orang yang sehebat Salomo dalam hal hikmat.

Sekarang ini Tuhan Allah mempunyai proyek untuk membangun kembali Bait Suci yang pernah Salomo buat. Ini adalah pekerjaan besar, ini adalah mega proyek dari Tuhan Allah kepada kita semua. Dan di dalam Zakharia 6:15 dengan jelas dikatakan bahwa Tuhan Allah menginginkan mega proyek ini segera dilaksanakan kembali. Tuhan Allah sudah menggerakkan orang-orang dari jauh untuk membangun kembali Bait Suci ini. Mereka datang tidak dengan tangan hampa, tetapi mereka akan membawa emas, perak, kayu, kain dan tenaga-tenaga ahli dalam pembangun mega proyek ini. Tetapi harus kita ingat, bahwa mereka adalah orang-orang yang penuh dengan ROH KUDUS. Mereka bergerak bukan karena keinginan mereka sendiri tetapi ada dorongan yang kuat dari ROH KUDUS. Seorang diri tidak akan bisa membangun rumah, tetapi jika dikerjakan secara gotong-royong maka pekerjaan mega proyek pembangunan Bait Suci ini akan segera selesai.

 

Renungan :

Ketika setiap orang berkata, “tidak mungkin Bait Allah itu didirikan,” namun jika tangan Tuhan campur tangan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Karena itu, jika kita menghadapi ketidakmungkinan, percayalah kepada Allah.

 

Allah kita adalah Allah yang dahsyat dan ajaib.




November 28, 2019, 05:38:42 AM
Reply #1674
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


28
Nov
Renungan Harian
Buah Pelanggaran

Zakharia 7:1-14; Filipi 2:12

”Beginilah Firman Tuhan semesta alam : Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing ! Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing.”

(Zakharia 7:9,10)

 

Dalam rambu-rambu lalu lintas terdapat jenis rambu-rambu yang bersifat larangan, seperti dilarang parkir, dilarang berhenti, atau dilarang masuk dan lain-lainnya. Jika melanggar larangan yang sudah ditetapkan dipastikan terkena sangsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rambu-rambu itu dibuat supaya lalu lintas di jalan raya berjalan dengan tertib dan lancar, sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan. Karenanya disarankan oleh pemerintah supaya setiap pengguna jalan raya benar-benar memperhatikan rambu-rambu yang ada, sebab setiap pelanggaran bukan saja terkena tilang, bisa-bisa kehilangan nyawa karena kecelakaan fatal.

Menurut undang-undang kepolisian palang pintu kereta api memang bukan rambu-rambu lalu lintas, melainkan alat bantu bagi penyelamatan lalu-lintas. Walau demikian pintu ini berfungsi sebagai pelarangan bagi pengguna jalan untuk menerobosnya, artinya kereta api harus didahulukan. Namun kenyataan di lapangan seringkali seseorang punya kecenderungan untuk melakukan pelanggaran. Akibatnya ratusan jiwa melayang dalam kesia-siaan karena tertabrak kuda besi ini. Mereka telah menikmati buah pelanggaran yaitu kematian yang mengerikan.

Bagaimana supaya kita tidak terbawa arus pelanggaran? Nats di atas memberikan jawaban praktis untuk menghindari buah pelanggaran. Pertama, laksanakanlah hukum yang benar, taati saja perintah Allah. Kedua, tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! Jalin kesatuan hati dan rasa kekeluargaan di antara saudara seiman. Ketiga, janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, mereka ada di sekeliling kita, prinsipnya adalah jangan menindas di antara sesama, jangan saling membenci dan menyakiti, hendaklah saling mendoakan dan menolong. Keempat, janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing, apapun yang dilakukan orang lain kepada kita, jangan beri kesempatan hal yang jahat menempeli hati kita, melainkan pikirkanlah hal yang baik (Filipi 4:8).

 

Renungan :

Kita diselamatkan karena kasih karunia Tuhan yang luar biasa, Ia begitu mengasihi kita. Apakah yang patut kita berikan kepadaNya ? Pujian dan penyembahan serta ucapan syukur yang kita wujudkan dalam ketaatan kita kepada hukum-hukumNya. Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar latanmu dengan takut dan gentar akan Allah yang dahsyat (lih. Filipi 2:12).




November 29, 2019, 06:30:52 AM
Reply #1675
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


29
Nov
Renungan Harian
Efek Jera

Zakharia 8:1-19; 1 Petrus 4:8

” . . .  Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah Firman Tuhan.”

(Zakharia 8:16-17)

 

Era delapan puluh sampai sembilan puluhan ditandai dengan berkembangnya pengajaran tentang akhir zaman di banyak gereja di Indonesia. Hampir setiap saat berbagai media di Indonesia memberitakan ajakan untuk menghadiri seminar tentang akhir zaman di berbagai tempat. Dan umat Tuhan di Indonesia pun antusias sekali mengikuti seminar-seminar tentang hal tersebut.

Pengajaran Alkitab tentang akhir zaman memberikan kita nubuatan tentang apa yang akan terjadi di masa-masa akhir dari dunia ini. Nubuatan itu tidak pernah diberikan hanya untuk memuaskan keingintahuan manusia saja. Nubuatan diberikan sebagai peringatan agar kita mencari Tuhan dan kerajaan-Nya dengan kesungguhan serta pengabdian yang lebih besar lagi. Di saat sinyal-sinyal dalam Alkitab memberi petunjuk bahwa kedatangan Tuhan kedua kali dan kesudahan zaman sudah semakin dekat, maka umat Tuhan mestinya harus lebih lagi berusaha untuk berkata benar, melaksanakan hukum yang benar, jangan merancang kejahatan dan jangan mencintai sumpah palsu.

Satu hal yang mengkuatirkan adalah jika pengajaran tentang akhir zaman ternyata tidak memberikan efek jera untuk berbuat dosa bagi umat Tuhan. Degradasi moral terjadi justru di dalam gereja Tuhan. Standar moral sebagai syarat utama dalam melayani Tuhan dikompromikan dengan argumentasi bahwa "kasih menutupi banyak dosa". Kebohongan demi kebohongan mewarnai kesaksian dalam pemberitaan Firman Tuhan. Hukum Alkitab diputarbalikkan demi kepentingan masing-masing. Saling jegal dan saling menyingkirkan justru terjadi di dalam gereja Tuhan. Dan banyak orang dengan entengnya bersumpah palsu demi membenarkan yang salah. Seolah-olah sinyal tentang akhir jaman itu tidak memberikan efek jera untuk berbuat dosa bagi umat Tuhan. Pertimbangannya mungkin, mumpung masih ada kesempatan. Tragis memang.

 

Renungan :

Terlepas dari berbagai perdebatan dan kontroversi tentang pengajaran akhir zaman, pengajaran ini mestinya memberikan informasi yang menimbulkan efek jera untuk berbuat dosa bagi umat Tuhan.

 

Sementara orang sibuk berbuat dosa, tiba-tiba Tuhan datang dalam kemuliaan-Nya. Itulah keadaan yang paling tragis.



November 30, 2019, 07:06:05 AM
Reply #1676
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


30
Nov
Renungan Harian
Magnet

Zakharia 8:20-23; Efesus 4:20-21

”Beginilah Firman Tuhan semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata : Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!”

(Zakharia 8:23)

 

Semua kita pastilah pernah melihat dan memegang magnet. Sifat dari magnet adalah menarik benda besi yang ada di sekitarnya. Semua benda tersebut akan menempel pada magnet tersebut. Jika semakin besar magnetnya maka daya tariknya akan semakin kuat pula.

Di dalam Zakharia 8:20-23 dikatakan akan datang berbondong bondong semua orang dari kota-kota lain yang datang untuk melunakkan hati Tuhan Allah. Melunakkan disini berarti datang untuk bertobat kembali kepada Tuhan Allah yang adalah Pencipta atas semesta ini. Semua ciptaan Allah akan datang mencari wajah Tuhan Allah. Dan Tuhan memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk memilih jalan hidup masing-masing, tetapi Tuhan tidak membiarkan seorang pun jatuh dalam dosa dan kehilangan kesempatan untuk menerima anugerah Keselamatan. Tangan Tuhan Yesus masih terbuka bagi setiap orang yang mau datang kepada-Nya. Bukankah di dunia ini ada dua jalan, yang satu lebar dan yang lain sempit? Mana yang akan kita pilih itu tergantung dari pilihan kita. Jika kita dengar dan baca kalimat di atas maka kita akan ingat lagu rohani anak-anak sekolah minggu. Tetapi itu semua memang harus terjadi. Pilihan ada pada diri kita, manakah yang akan kita pilih sebagai jalan hidup kita sampai akhir ?

Ayat 23 dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang akan datang dan memegang punca jubah orang Yahudi. Pengertian ini membawa kita untuk sadar bahwa kita ini seperti magnet bagi orang yang harus dan lapar kebenaran yang kita peroleh di dalam Tuhan Yesus Kristus (Efesus 4:20-21). Kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan di dalam Yesus Kristus, oleh sebab itu kita harus menjadi garam dan terang bagi sekitar kita. Mewartakan kabar Keselamatan yang erektif adalah dengan perbuatan kita. Karena dengan demikian orang akan melihat kita bahwa Yesus yang kita sembah ada di dalam diri kita, dan mereka akan berkata "aku mau ikut bersamamu.” Jika demikian, maka kita menjadi magnet untuk menyelamatkan orang-orang di sekitar kita.

 

Renungan :

Kita adalah magnet-magnet Allah untuk membawa setiap orang yang tersesat, supaya mereka mendapat hidup yang benar-benar membawa kemerdekaan bagi orang yang percaya.

 

Kita adalah magnet yang bertanggungjawab menarik orang supaya mereka tidak masuk ke dalam api neraka.



December 01, 2019, 04:41:10 AM
Reply #1677
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


01
Dec
Renungan Harian
Rumahku Istanaku

Zakharia 9:1-8; Ibrani 11:7

”Aku berkemah dekat rumah-Ku sebagai pengawal terhadap mereka yang lalu-lalang; tidak akan ada lagi penindas mendatanginya, sebab sekarang Aku sendiri telah mengindahkannya.”

(Zakharia 9:8)

Setiap keluarga tentunya mendambakan suasana rumah bagaikan sebuah istana. Istana yang dimaksudkan di sini ialah berkaitan dengan fungsi rumah. Pertama, secara fisik walaupun sederhana rumah dapat dijadikan tempat berlindung dari hujan dan panas, dan seyogyanya suasana rumah itu sehat, bersih, rapi, serta asri dengan tanaman yang menghiasinya. Kedua, dari sisi psikologis rumah itu memiliki fungsi sebagai tempat untuk membangun relasi dan kemesraan antara orang tua dan anak, suami dan istri. Juga tidak kalah pentingnya untuk membangun kepribadian masing-masing anggota keluarga, akhirnya suasana yang diharapkan dari rumah dalam konsep ini ialah nyaman, harmonis dan menyenangkan. Ketiga, dari sisi rohani, rumah diharapkan bisa dijadikan tempat untuk menyembah dan memuliakan Tuhan, sehingga rumah dipenuhi kemuliaan Tuhan dan tentu saja berkat-berkat-Nya.

Pertanyaannya sekarang ialah bagaimana supaya suasana rumah bisa menjadi istana yang membuat setiap anggota keluarga betah tinggal di dalamnya? Tidak ada cara yang efektif selain daripada komitmen setiap anggota keluarga menjadikan rumahnya sebagai istana. Dengan cara apa? Sederhana saja fungsikan rumah semaksimal mungkin, terlebih untuk pertemuan rohani bagi anggota keluarga.

Keluarga adalah harta yang berharga, namun ironis hingga hari ini masih ada keluarga Kristen yang mengalami perpecahkan. Suami tidak lagi menyayangi istri, sebaliknya istri tidak lagi tunduk kepada suami, anak-anak memberontak, dan orang tua tidak tahu bagaimana mendidik anak-anaknya.

Kemudian semua saling menyalahkan dan membenarkan diri sendiri. Berbicara tentang keluarga, Tuhan Yesus saat berbicara dengan ahli taurat sempat berkata: ".......Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.” (Lukas 11:17).

Bagaimana kondisi rumah kita hari ini? Bersemangatlah !, masih ada waktu hingga hari ini untuk membangun keluarga yang lebih baik dari sebelumnya, yang penting jadikan Yesus sebagai Tuhan dan kepala keluarga di dalam rumah tangga. Nats di atas meneguhkan kita bahwa Tuhan itu Perlindungan bagi setiap keluarga Kristen, yang penting kita mau menyediakan rumah kita sebagai tempat Allah untuk tinggal. Mulailah hari ini marilah kita  menjadikan rumah kita sebagai rumah bagi Allah dan bagi kita.

 

Renungan :

Mari selamatkan keluarga dengan memaksimalkan fungsi rumah, sehingga rumah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anggota keluarga. Contohlah Nuh, --  dengan petunjuk Tuhan Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya . . . .” (Ibrani 11:7).

 

Inilah waktunya membangun rumah kita menjadi istana, sebab raja di atas segala raja yang menginginkannya.



December 02, 2019, 06:26:47 AM
Reply #1678
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


02
Dec
Renungan Harian
Belajar Rendah Hati

Zakharia 9:9, 10; Filipi 2:5-8

”Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”

(Zakharia 9:9)

Kalau kita membayangkan seorang raja, apa yang ada benak kita ketika dia harus mengendarai sebuah kendaraan Mercedes seri terbaru? BMW seri terbaru? Atau bahkan Rolls Royce seri terbaru? Layak bukan kalau raja mengendarai mobil seperti itu ?

Tetapi kalau ada Raja di atas segala raja mengendarai seekor keledai, itu tidak masuk akal. Kita cenderung berkata kalau itu tidak pantas. Masakan seorang Raja, apalagi Raja di atas segala raja hanya mengendarai seekor keledai? Dan kita tahu keledai itu identik dengan kedunguan, dan dunia memang menganggap bahwa keledai itu adalah binatang yang amat dungu.

Apa yang Yesus ajarkan kepada kita adalah tentang kerendahan hati. Yesus sudah menunjukkan kerendahan hati ini sejak pertama kali Dia datang ke bumi. Alkitab berkata, ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:5-8).

Yesus tidak mau menunjukkan jati diri-Nya sebagai bahan untuk menyombongkan diri-Nya. Yesus tidak mau menonjol. Yesus tidak mau ditinggikan sebelum masanya. Yesus selalu rendah hati dan itu yang Dia ajarkan kepada kita.

Bagaimana dengan kita? Apakah masih ada dalam diri kita ada perasaan supaya kita dikenal, disanjung, dielu-elukan, dan dipuji. Ketika ada orang yang menyentil harga diri kita dan apakah kita meluap dengan kemarahan ? Kalau itu masih ada, kita masih hidup di dalam harga diri yang tinggi. Kita belum belajar untuk menjadi rendah hati seperti Kristus. Percavalah kalau kita rendah hati, maka Tuhan akan meninggikan kita.

 

Renungan :

Seorang yang semakin menyerupai Kristus akan menjadi rendah hati seperti Dia. Belajarlah untuk menjadi rendah hati seperti Dia. 



December 03, 2019, 06:09:33 AM
Reply #1679
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


03
Dec
Renungan Harian
Tuhan Benteng Hidupmu

Zakharia 9:11-17; 2 Korintus 4:7

”Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!.”

(Zakharia 9:12)

 

Siapakah yang menjadi kota benteng alias perlindungan kita ? Harta kita? Kedudukan kita? Harga diri kita ? Atau apa ? Daud berkata hegini, ”TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar ?” (Mazmur 27:1).

Ada orang yang merasa nyaman bila uang di tabungan meninggi dan bisnisnya sedang booming. Dan tidak sedikit juga yang merasa nyaman kalau rumahnya dijaga oleh 3 satpam ditambah 5 anjing herder! Tetapi percayalah kalau semuanya itu tidak menjamin bahwa kita akan tetap tinggal dengan tenang.

Daud telah membuka sebuah rahasia penting yang seharusnya diketahui oleh setiap orang. Rahasia itu adalah tentang sebuah keamanan dan perlindungan. Tempat itu ada di dalam Allah!

Saudaraku, mengapa banyak orang tidak merasa tenang hidupnya, termasuk orang Kristen? Karena mereka tidak merasa bahwa Allah adalah benteng hidup mereka. Mereka lebih suka mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Mereka pikir bahwa kekuatan mereka akan mampu mengatasi berbagai gelombang kehidupan. Dalam batas tertentu mungkin saja mereka masih bisa berkata, " Ah, tanpa Allah aku masih mampu bertahan." Pertanyaannya, sampai kapan mereka akan menyombongkan diri dengan berkata seperti itu? Kenyataannya, kita kerapkali tidak berdaya. Kerapkali kita tidak tahu harus berbuat apa lagi. Jadikan Tuhan sebagai benteng hidupmu! Jadikan Dia sebagai perisai hidupmu! Dan kita tidak lagi ketakutan dikejar oleh bayangan-bayangan persoalan dalam hidup kita, sebab ketika orang benar berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan datang dan menyatakan kemuliaanNya.

 

Renungan :

Tidak ada tempat yang aman di seluruh dunia ini kecuali di dalam Kristus. Dia akan menjadi perisai bagi orang-orang setia yang memegang teguh perjanjian. Dan tidak ada satupun kekuatan yang mampu bertahan ketika Dia sedang bekerja.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)