Author Topic: Daily Devotional  (Read 50044 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 13, 2020, 06:24:12 AM
Reply #1720
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Jan
Renungan Harian
Saudara Sudah Selamat?

Matius 7:15-23; Yesaya 46:13

”Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

(Matius 7:23)

Ini adalah salah satu ayat yang menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang. Perhatikan bagaimana "hebatnya” orang yang ditolak oleh Tuhan tersebut. Alkitab menyebutkan bahwa orang itu mampu bernubuat, mengusir setan dan melakukan banyak mujizat. Ini bukan orang biasa, tetapi bisa jadi para hamba Tuhan terkenal. Tetapi mengapa mereka sampai ditolak Tuhan pada akhir zaman ? Kalau orang hebat seperti ini ini saja bisa ditolak Tuhan, jangan-jangan saya juga...?!

Tetapi kita tidak perlu cemas dengan ayat ini. Sebab memang pada kenyataannya orang Kristen bahkan pendeta sendiri banyak yang masih belum bertobat. Bahkan mereka dapat menjual Kristus demi harta !

Siapa contohnya ? Tidak perlu jauh-jauh, dia adalah Yudas. Alkitab menceritakan tentang dua belas murid Tuhan yang diberikan kuasa, "Maka Yesus memanggil kedua belas muridNya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit... Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat” (Lukas 9:1, 6).

Diantara yang mendapatkan kuasa dan mampu melakukan mujizat adalah Yudas. Tetapi kita tahu di akhir kisah tersebut, Yudas menjadi pengkhianat dan bahkan Yesus sendiri berkata kalau lebih baik kalau orang itu tidak pernah dilahirkan (Matius 26:24).

Jadi yang terpenting bukanlah pertunjukan karunia, tetapi tinggal di dalam Firman Tuhan itulah yang terpenting.

Saudara, Yesus memang memberikan jaminan keselamatan bagi mereka yang percaya, tetapi itu belumkah cukup. Kita selamat jika kita tetap tinggal di dalam firman-Nya dan firman-Nya tinggal di dalam kita. Saatnya bagi kita untuk tidak lagi main-main dengan kasih karunia yang Allah telah berikan dalam hidup kita. Banyak orang Kristen yang mentang-mentang merasa selamat, tetapi akhirnya justru nyaman tinggal di dalam dosa.

 

Renungan :

Hidup itu memang perjuangan. Kalau kita tinggal di dalam Firman Tuhan dan firman-Nya di dalam kita, maka kita pasti selamat.

 

Keselamatan adalah pemberian Tuhan, kecuali kita menolaknya.



January 14, 2020, 04:16:35 AM
Reply #1721
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Jan
Renungan Harian
Kerugian

Matius 7:24-27; Ulangan 32:46

”Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

(Matius 7:26-27)

 

Dalam perjalanan menuju kota Lumajang untuk pelayanan holistik, kami melihat pemandangan yang indah di celah-celah perbukitan di jalan masuk kota itu. Jalan yang kami lalui berkelak-kelok naik dan turun cukup tajam, sesampai di daerah Kedungjajag kami melihat ada dua truk terguling di sebelah kiri jalan karena terperosok parit yang dalamnya kurang lebih lebih 2-3 meter. Dari informasi yang berkembang, ternyata sebagian besar pengemudi sudah pernah mendengar peringatan petugas dan selalu membaca rambu-rambu yang terpampang di bahu jalan, tetapi sebagian besar pengemudi mengabaikan peringatan yang ada. Mereka mendengar dan membaca peringatan lalu lintas tetapi mereka tidak pernah melakukannya, akibatnya truk terjungkal ke jurang, dan kejadian ini ternyata berulang kali terjadi di tempat yang sama.

Inilah kebodohan yang penuh kesia-siaan, mereka bukan hanya rugi waktu, tetapi juga rugi materi yang cukup besar.

Demikian halnya dengan orang Kristen yang hanya suka mendengar firman Allah tetapi tidak mau melakukannya, hidupnya dipastikan dipenuhi dengan kerugian. Saat ibadah ia bisa saja berteriak amin terhadap khotbah yang disampaikan, barangkali ia yang paling keras, tetapi jika ia tidak melakukan firman yang dikhotbahkan, maka bodohlah orang itu.

Firman yang kita dengar bisa menguatkan iman, namun iman yang bertindak membuahkan pengharapan yang kuat kepada Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tetapi jika iman tidak dibarengi dengan perbuatan, maka iman tersebut adalah iman yang mati. Musa berhasil melewati laut merah bukan hanya karena iman saja, tetapi juga karena ia berani bertindak mengacungkan tongkat. Tetapi Petrus tenggelam sesaat setelah berjalan di atas air, karena ragu-ragu bertindak dengan imannya, namun Tuhan Yesus kemudian menolongnya. Iman tanpa tindakan nyata bisa mengikis iman itu sendiri sebab iman tanpa tindakan menjadikan orang semakin dipenuhi dengan keragu-raguan.

Hidup di dunia ini banyak tantangan yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan dan kemampuan manusia yang serba terbatas, marilah sebagai orang Kristen kita hidup oleh iman dan bertindak di dalam iman.

 

Renungan :

”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Matius 7:24,25).

 

Iman tanpa tindakan nyata hanya menciptakan kesia-siaan dan kerugian besar dalam hidup kita.




January 15, 2020, 05:49:02 AM
Reply #1722
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


15
Jan
Renungan Harian
Mengajar Dengan Kuasa

Matius 7:28-29; Yesaya 55:11

”Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.”

Matus 7:28-29

 

Yesus jelas beda dengan lainnya. Sementara yang lainnya mengajar tanpa kuasa, tetapi pengajaran Yesus sungguh membuat orang terpana, karena ada kuasa yang menyertaiNya.

Dan sampai kini perkataan Yesus masih berkuasa, bahkan jutaan dan milyaran orang telah merasakan kuasa dari perkataan Tuhan ini. Dan bukan hanya itu saja, tetapi para hamba Tuhan yang diurapi juga mendapatkan imbas dari kuasa perkataan Firman Tuhan. Karena itu tidak heran jika banyak orang diberkati oleh orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya.

Tuhan telah menempatkan guru-guru (atau pengajar-pengajar) di tubuh-Nya supaya umat Tuhan dapat diajari Firman Tuhan. Karena Alkitab berkata, ”Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Efesus 4:11, 12).

Kalau saudara adalah guru dan pengajar di gereja saudara, pastikan bahwa saudara adalah murid Kristus yang mengajar dengan penuh kuasa dan urapan. Jangan cuma tergiur oleh uang atau persembahan. Kalau motivasinya hanya karena uang, pastilah kita tidak mengajar dengan penuh kuasa. Pengajaran kita tidak menggarami atau memberkati orang lain.

Bagi jemaat Tuhan sendiri, kita harus berdoa bagi para guru. Jangan cuma mau menyenangkan telinga saja, lalu kita melahap setiap pengajaran tanpa kita sadari bahwa mungkin saja ada "bumbu-bumbu” yang berbahaya yang diselipkan di setiap pengajaran. Kita sendiri harus juga belajar Firman Tuhan dengan pimpinan ROH KUDUS supaya roh kita peka dan menyadari setiap ketidakberesan dari pengajar-pengajar tersebut.

 

Renungan :

Guru sangat dibutuhkan di gereja. Tetapi guru yang tidak berkualitas justru akan menambah keruwetan. Jadi para guru harus penuh dengan kuasa dan urapan supaya jemaat Tuhan benar-benar dibangun.

 

Guru adalah koki yang menyajikan makanan rohani bagi jemaat Tuhan.



January 16, 2020, 05:15:16 AM
Reply #1723
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


16
Jan
Renungan Harian
Mujizat Tetap Terjadi

Matius 8:1-4; 1 Tawarikh 16:12

Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

(Matius 8:4)

Banyak mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dan setiap kali orang yang mengalami mujizat itu Tuhan Yesus menyuruh orang tersebut untuk bertobat dan tidak lagi melakukan dosa serta memuliakan Allah Bapa sebagai rasa ucapan syukur mereka. Semua selalu kembali kepada Allah Bapa, sebab segala kemuliaan, hormat dan kuasa hanya bagi DIA yang telah menjadikannya baik.

Kita sebagai orang yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, maka kita patut mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Bagaimana mujizat itu terjadi ? Mujizat terjadi saat kita percaya dengan segenap hati, percaya hanya kepada Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus maka mujizat itu akan terjadi di dalam diri kita. Tetapi bagaimana jika kita tidak percaya ? Sudah pasti mujizat itu tidak akan pernah terjadi. Kita hanya akan mendengar mujizat-mujizat itu terjadi sedangkan kita sendiri tidak pernah mengalaminya sendiri. Padahal mujizat itu terus terjadi hingga sekarang ini. Tuhan menginginkan kita melekat erat hanya kepada Tuhan Yesus saja tidak kepada yang lainnya.

Ada sebuah kesaksian, dimana seorang suami-istri dengan kebutuhan di zaman sekarang ini tidak lagi dikatakan sedikit. Karena keuangan yang sudah tidak ada lagi mereka berniat menjual sebagian dari perhiasan yang ada pada mereka. Karena waktu itu hari minggu hampir semua toko perhiasan tutup, dengan harapan masih bisa menjual untuk keperluan. Tetapi ternyata harga dari sebuah anting itu tidak sesuai dengan harapannya. Sang suami mengatakan biarlah kehendak Allah saja yang terjadi. Besok kita jalan lagi untuk menjual perhiasan, tetapi perhiasan itu tertinggal 1 (karena harus 1 pasang). Jadi batal untuk menjual. Tetapi apa yang terjadi pada sore harinya dengan percaya melangkah untuk mendahulukan pelayanan yang telah Tuhan percayakan. Setelah pelayanan Tuhan memberikan berkat yang tidak pernah disangka-sangka jumlahnya. Dan ucapan syukur tak henti-hentinya, sebab Allah Bapa mendengar dan merasakan apa yang menjadi kebutuhan kita.

 

Renungan :

Ada satu tujuan jika Allah Bapa memberikan kepada kita kesembuhan, kemenangan, kemurahan, kebahagiaan dan jalan keluar bagi masalah kita, yaitu beritakan mujizat ini kepada seluruh orang, muliakan dan ucapkanlah syukur bagi DIA lebih dari yang sebelumnya. Sebab DIA Allah kita yang peduli dan mengerti.

 

Mukjizat terjadi karena anugerah Tuhan terjadi atas orang yang percaya.


January 17, 2020, 05:38:50 AM
Reply #1724
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Jan
Renungan Harian
Otoritas Tuhan

Matius 8:5-13; Mazmur 62:12

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

(Matius 8:10)

 

Saat Christian Herter masih menjabat sebagai gubernur negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, suatu hari dia datang terlambat dalam acara barbeque di gerejanya, karena berbagai kesibukannya.

Dalam keadaan perut kosong dan kelaparan dia berada dalam antrian untuk mendapatkan makanannya. Ketika giliran dia tiba, seorang wanita memberikan sepotong ayam goreng di piringnya.

"Maaf Ibu," kata gubernur itu, "Boleh tidak saya minta satu lagi daging ayamnya?"

"Maaf," kata wanita itu, “Setiap orang hanya mendapatkan satu potong daging ayam saja.”.

Sebenarnya gubernur itu adalah orang yang bijak, namun kali itu dia memang sangat lapar.

"Tahukah Anda siapa saya? Saya adalah gubernur negara ini.”

Wanita itu berkata, "Tahukah Anda siapa saya? Saya adalah orang yang bertanggung jawab membagikan makanan ini. Ayo sekarang bergeser untuk memberikan kesempatan kepada yang lainnya."

Saudara, itulah otoritas! Ketika kita menyadari dan percaya akan otoritas Tuhan, maka tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.

Tidak ada yang mustahil bagi setiap orang yang menghargai otoritas Tuhan.

Seorang yang percaya akan otoritas Kristus adalah perwira di Kapernaum. Bahkan saking begitu percayanya, Yesus tidak perlu datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya. Cukup sepatah kata dari tempat di mana Yesus berada saat itu. Luar biasa iman seperti ini! Dan iman seperti ini menghasilkan perkara yang dahsyat.

Banyak orang Kristen yang percaya kalau Yesus mempunyai otoritas untuk menyelamatkan mereka dari penghakiman kekal, tetapi tidak semuanya yang percaya kalau Yesus mempunyai otoritas untuk menyembuhkan berbagai mereka dari sakit penyakit.

 

Renungan :

Kalau kita sakit atau ada orang yang kita cintai sedang menderita sakit, percayalah kalau Yesus mempunyai otoritas untuk menyembuhkan. Seketika kita percaya, seketika itu pula kesembuhan terjadi.

 

Mujizat terjadi karena ada orang yang menghargai otoritas Tuhan.





January 18, 2020, 07:37:36 AM
Reply #1725
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Jan
Renungan Harian
Beriman Kepada Manusia

Matius 8:14-17; Yeremia 17:5-6

Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya : ”Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

(Matius 8:16-17)

 

Mungkin pernyataan yang menjadi judul renungan di atas terlalu ekstrim. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa kadangkala sebagian umat datang ke gereja bukan untuk bertemu dengan Tuhan tetapi untuk mencari pengkotbah atau publik figur atau artis yang sedang diundang melayani di tempat tersebut. Apakah ini salah? Ya..tidak juga. Wajar saja kalau orang-orang penasaran ingin melihat publik figur yang selama ini mungkin hanya dengar namanya atau lihat wajahnya di media masa.

Namun yang menjadi masalah adalah seringkali umat Tuhan terlalu bergantung pada figur tertentu sehingga terkesan imannya hanya dapat muncul kalau yang berbicara adalah Hamba Tuhan si A atau si B. Jadi kalau mau datang beribadah, mencari informasi dulu, siapa nanti yang khotbah?

Dulu pernah lagi ngetrend dimana pada saat itu kalau Hamba Tuhan "bule" yang mendoakan dirasakan lebih manjur daripada Hamba Tuhan lokal. Sehingga pernah ada satu kejadian lucu dimana seorang ibu tua ketika altar call dia maju dan berdoa berlutut dengan hati yang hancur. Ketika ada sepasang tangan ditumpangkan atas kepalanya, tiba-tiba doanya berhenti dan pada detik berikutnya dengan sigap dia menepiskan tangan itu dari kepalanya. Mengapa? Ya..karena ternyata yang mendoakan itu pendeta dalam negeri. Dia tidak suka, karena yang diharapkannya adalah penumpangan tangan dari si Hamba Tuhan bule. Ada ada saja, ya? Mudah-mudahan fenomena tersebut tidak sedang melanda antar sesama Hamba Tuhan lokal sehingga kalau si A yang mendoakan dia pasti jatuh, Tapi kalau si B yang mendoakan, biar sudah didorong habis-habisan dia tetap bertahan tidak mau jatuh. Walah....!

 

Renungan :

Mujarab atau tidaknya Firman Tuhan yang kita dengarkan sebenarnya bergantung kepada rasa lapar dan haus kita akan firman itu sendiri. Orang yang sedang lapar walau menunya tidak begitu enak tetap akan makan dengan lahapnya sehingga tubuhnya pun sehat dan kuat.

 

Manusia hanya dapat menyenangkan hati tetapi hanya Tuhan yang mampu mengenyangkan jiwa.


January 20, 2020, 07:04:20 AM
Reply #1726
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


19
Jan
Renungan Harian
Iklan Murahan

Matius 8:18-22; Mazmur 73:27

Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

(Matius 8:20)

Kalau mau mengikuti seorang pemimpin yang kaya dengan harta banyak, apalagi orang itu sangat royal dalam membagikan uangnya, wah ini sangat menyenangkan. Tetapi kita lihat keadaan Tuhan Yesus saat itu. Meskipun Dia tidak pernah kekurangan, tetapi tidak ada penjelasan juga kalau Yesus itu berpenampilan mewah. Jadi ketika ada orang yang bermaksud mengiring Tuhan, Yesus sudah berkata memberikan peringatan, "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya." Apa maksud Tuhan berkata seperti ini ?

Tuhan telah mengatakan hal yang “tidak enak” terlebih dahulu untuk menjadi murid-Nya. Hal yang "tidak enak” itu adalah kesengsaraan. Wow, ini adalah khotbah yang paling tidak disukai. Kita terbiasa hidup nyaman, jadi jangan berbicara tentang kesengsaraan. Ada saja orang Kristen yang mencoba menghindari penderitaan dengan cara melakukan kompromi atau apa saja, yang penting hidup nyamannya tidak ada yang mengganggu.

Yesus tidak pernah mengiklankan Kerajaan Allah dengan cara murahan. Sebab sudah menjadi hal yang biasa kalau sebuah perusahaan komersial mengiklankan sebuah produk dengan cara-cara yang tidak sehat, misalnya mengiklankan produk yang tidak sesuai dengan kenyataan, atau bahkan dilebih-lebihkan. Akhirnya banyak orang menjadi kecewa setelah menghadapi fakta yang sebenarnya.

Anehnya, banyak orang Kristen yang mengiklankan Kristus dengan cara murahan juga. Ayo ke gereja rame-rame, supaya kamu diberkati dan usahamu diberkati. Tuhan memang pasti memberkati umat-Nya tetapi sisi lain juga harus diperhatikan, atau bahkan lebih ditekankan bahwa mengiring Kristus itu juga siap untuk menderita !

Baru saja Tuhan berkata seperti itu, ayat berikutnya Tuhan sudah menggenapkan perkataanNya : kapal mereka diterpa badai (Matius 8:23-27) ! Tetapi Tuhan senenatiasa bersama dengan mereka ! Di tengah masalah dan persoalan, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka.

 

Renungan :

Kita mengiring Kristus yang terutama bukan karena supaya kita diberkati tetapi supaya jiwa kita tidak binasa ! Jadi berserulah hai semua orang berdosa, "Selamatkan aku ya Tuhan!"


January 21, 2020, 04:37:54 AM
Reply #1727
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Jan
Renungan Harian
Harga Manusia Sangat Mahal

Matius 8:28-34; Mazmur 78:35

Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

(Matius 8:34)

 

Kalau ada orang lebih sayang dari binatang peliharaannya bisa kita temukan di zaman sekarang ini. Biaya perawatan anjing pudel bisa lebih mahal dari susu anaknya. Biaya rawat inap kucing bisa sangat mahal dan melebihi biaya rawat inap bagi manusia. Tetapi manusia memang ada yang terlalu berlebihan sehingga tidak menempatkan segala sesuatu secara proposional.

Seperti penduduk di daerah Gadara. Melihat Tuhan Yesus mengusir setan dan "menenggelamkan” sekitar 2000 babi, karena para setan itu mau mendapatkan kompensasi dengan dilepaskannya orang yang telah dirasukinya.

Tetapi penduduk di sana terlalu ngeri dengan pertunjukan kuasa Tuhan. Mereka kelihatannya menyayangkan kenapa babi-babi yang mahal itu harus menjadi korban. Mereka sepertinya lebih suka melihat orang itu tetap gila daripada babi-babi itu harus dikorbankan. Tetapi di mata Tuhan, seorang manusia itu amatlah berharga. Karena itulah Yesus datang ke bumi bukan untuk menebus makhluk lain, tetapi manusia.

Saudara, ada begitu banyak orang yang telah menolak Kristus. Tidak sedikit kita bertemu dengan orang-orang yang alergi dengan apa saja yang berbau Kristen, karena gaya hidup mereka terusik. Mereka sudah terlalu nyaman, sehingga tidak mau ada pengganggu kehidupan mereka.

Kita percaya bahwa Tuhan mengasihi kita melebihi apapun. Dan Tuhan mau kita membuang apa saja yang dapat mengganggu kita menerima kasih karunia Tuhan. Berikan penghargaan yang terbesar kepada pengorbanan Kristus. Kita bisa membuang apa saja untuk mendapatkan Kristus. Dan itulah yang akan kita lakukan.

Harga seorang jiwa di mata Tuhan melebihi apapun juga. Kalau kita mempunyai binatang peliharaan yang mahal, maka Tuhan masih lebih suka menyelamatkan seorang pengemis daripada ribuan binatang peliharaan kita. Kita memiliki Allah yang sangat mencintai manusia.

Saat mujizat terjadi, jangan melarikan diri. Setiap mujizat yang diadakan pastilah Tuhan mau kita bertobat dan mengakui kekuasaan Tuhan.

 

Renungan :

Ada sukacita besar dan pesta meriah di surga ketika ada manusia yang diselamatkan. Meskipun untuk itu Yesus harus mengorbankan babi-babi yang mahal itu. Di mataNya harga manusia sangat mahal sekali.

 

Allah belum pernah membayar lebih mahal dari harga manusia, karena itu Dia harus rela melihat Anak-Nya mati di kayu salib.





January 22, 2020, 06:23:09 AM
Reply #1728
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


22
Jan
Renungan Harian
Percaya Saja

Matius 9:1-8; Mazmur 91

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

(Matius 9:2)

 

Percaya adalah sesuatu hal yang langka untuk dapat kita temui sekarang ini. Percaya yang dimiliki oleh seorang anak dengan seorang dewasa adalah suatu perbedaan yang sangat amat mencolok. Jika seorang dewasa percaya, masih saja terbersit suatu ketidakpercayaan sekitar 10%. Tetapi percaya akan menjadi lain jika yang menerima itu adalah seorang anak. Dia akan percaya 100% dan inilah yang membuat perbedaan itu semakin mencolok. Sebagai contoh : seorang anak tidak akan pernah bertanya kepada bapak atau ibunya, ”besok ada yang dimakan atau tidak ya ?” atau ”uang sekolah bisa dibayar rutin tiap bulan atau tidak ya ?”. Yang pasti seorang anak tidak akan bertanya bagaimana cara untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, sebab dia yakin bahwa orang tuanya pasti mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya. Meskipun suatu ketika orang tua mengalami persoalan dalam hal keuangan untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangganya, namun seorang anak tidak akan pernah panik atau takut akan apa yang dialami orang tuanya. Dalam hal ini memberi pelajaran kepada kita sebagai orang percaya untuk menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan sebagai penanggungjawab hidup kita.

Memang, untuk dapat mempercayai Tuhan sepenuhnya bukanlah sesuatu yang sederhana, karena dibutuhkan adanya proses yang panjang; maksudnya kita akan diberi kesempatan untuk menghadapi berbagai tantangan untuk melatih kita agar senantiasa bergantung kepada Allah saja, sebab pada dasarnya hidup kita adalah milik Allah.

Bukankah Tuhan Yesus berkata, "Percaya saja!” Ini menandakan jika kita tidak perlu takut dan gentar, tetapi percaya saja ! Dan itu akan membuat kita semakin kuat dan melekat kepada Tuhan Yesus Kristus. Percayalah bahwa Yesus sanggup! Tidak ada kata lain selain untuk menyerahkan diri kepada karya Tuhan Yesus. Jika Allah Bapa sudah membuka pintu tidak seorang pun yang dapat menutupnya, jika Allah Bapa yang mengangkatnya tidak seorangpun yang dapat merendahkannya. Sebab tiada yang mustahil bagi DIA.

 

Renungan :

Percaya saja kepada Tuhan Yesus Kristus, maka IA akan bertindak bagi kita. Bahkan IA akan menjadi pelindung bagi kita (Mazmur 91). Percaya, melekat dan berlindung di dalam DIA, maka semua akan menjadi baik.

 

Percayalah ! sebab sumber mujizat bersama kita.


January 23, 2020, 06:14:28 AM
Reply #1729
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26199
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id



23
Jan
Renungan Harian
Orang Berdosa Butuh Saudara

Matius 9:9-13; Yoel 2:32

”Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini : Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

(Matius 9:13)

 

Kehadiran Yesus di tengah-tengah para pemungut cukai dan orang berdosa mengundang kritikan dari orang-orang yang merasa dirinya suci. Kelompok yang paling getol mengkritik adalah orang Farisi. Sebab menurut mereka, seharusnya orang seperti Yesus yang mengajarkan kebaikan tinggal bersama-sama dengan orang alim. Jadi biarlah orang berdosa tinggal bersama-sama dengan orang berdosa.

Tetapi apa yang menjadi pikiran orang-orang Farisi jelas tidak sama dengan Yesus, sebab Yesus datang bukan untuk mengucilkan orang berdosa, lagipula tak ada satu pun manusia yang benar. Bahkan orang-orang munafik seperti para Farisi itu bisa jadi dosanya adalah yang paling besar, karena mereka pintar menutupi dosa mereka.

Kalau orang yang sok alim maunya tinggal bersama-sama dengan sesama mereka saja, bagaimana orang berdosa bisa diselamatkan? Bagaimana kita bisa menjangkau orang-orang buangan kalau gereja sendiri merasa yang paling suci dan mereka tidak mau menjangkau mereka yang terhilang?

Gereja telah menjadi sangat eksklusif. Tidak terjamah. Tidak mudah bergaul dengan orang berdosa. Bukankah setiap kegiatan yang diadakan di gereja hanya secara eksklusif untuk anggota gerejanya saja? Bahkan kalau ada kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitarnya, tidak ada anak Tuhan yang nongol. Mereka enggan bergaul dengan warga sekitar, dan akibatnya tidak ada satu berita mengenai Kristus kepada mereka.

Yesus mendobrak tradisi yang salah. Yesus tidak mengeksklusifkan diriNya, sebab itu bukanlah tujuanNya datang ke dunia. Yesus datang justru mencari orang berdosa yang membutuhkan Juru Selamat.

Jadi marilah kita keluar dari lingkaran kita. Mari kita dobrak tembok yang telah memagari gereja dengan dunia, dan keluarlah dari sana supaya kita bisa bergaul dengan orang berdosa dan memberitakan kasih Kristus kepada mereka.

 

Renungan :

Orang berdosa membutuhkan kita, supaya mereka bisa mendengarkan kisah kasih ajaib di Kalvari. Jadi jangan buat diri kita sangat eksklusif!

 

Orang berdosa butuh keselamatan. Kalau kita tahu, mengapa tidak kita sampaikan?



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)