Author Topic: Daily Devotional  (Read 49691 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

April 05, 2020, 06:10:16 AM
Reply #1800
April 06, 2020, 03:19:58 PM
Reply #1801
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1844&lang=id


06
Apr
Renungan Harian
Bekerjalah !

Matius 24:45-51; Mazmur 127:2

”Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.”

(Matius 24:46, 47)

Dalam dunia kerja seringkali kita mendengar motto "time is money," maksudnya hargailah waktu yang ada untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya. Saat ini kita masih memiliki banyak kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Pada prinsipnya semua orang percaya sudah diberkati Tuhan, hal ini dipertegas dalam Mazmur 127:2, ”..... sebab la memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” Jadi kalau kita bekerja, kita bekerja dalam berkat Tuhan artinya kita bukan bekerja untuk diberkati Tuhan, melainkan kita diberkati Tuhan untuk bekerja. Jadi kalau ada orang Kristen tidak bekerja dengan sungguh-sungguh, maka ia tergolong orang yang tidak menghargai berkat Tuhan.

Hari-hari ini orang percaya harus tetap semangat, walaupun di tengah-tengah pekerjaan seringkali kita berbenturan dengan rekan sekerja. Orang percaya harus tetap semangat, walaupun saat ini sepertinya upah yang kita terima tidak cukup untuk menghidupi anak dan istri, biarlah keadaan di sekeliling kita tidak menyurutkan iman dan semangat kita untuk bekerja.

Kolose 3:23 meneguhkan kita : ”Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Apapun pekerjaan yang kita kerjakan, baiklah kita lakukanlah dengan segenap hati dengan memandang Tuhan, terlebih jika kita terlibat dalam pelayanan gereja, maka kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Coba simak Amsal 6:6, belajarlah kepada semut dan jadilah bijak.

Jangan pernah memberikan kesempatan kepada tubuh kita untuk bermalas-malasan, tetaplah berdoa dan terus setia walau saat ini barangkali pekerjaan yang kita lakukan adalah pekerjaan rendahan menurut ukuran strata sosial. Jangan pernah gengsi atau iri hati, ingatlah Tuhan menyertai kita, apapun yang kita kerjakan asal ada Tuhan pasti membuahkan hasil. Amsal 10:22 berkata, ”Sebab berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya susah payah tidak menambahinya.”

 

Renungan :

Kalau saat ini kita diberi kesempatan untuk hidup, berkaryalah sebanyak-banyaknya, terlebih jika kita diberi kesempatan untuk melayani Dia.

 

Tetaplah semangat dan bekerjalah segiat-giatnya, sebab Tuhan menyertai kita.






April 07, 2020, 09:45:53 AM
Reply #1802
April 08, 2020, 11:47:14 AM
Reply #1803
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1847&lang=id


08
Apr
Renungan Harian
Kembangkan Talenta

Matius 25:14-30; Amsal 12:27

”Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.”

(Matius 25:14)

 

Masing-masing hamba dalam perumpamaan di atas diberikan talenta yang berbeda menurut kesanggupannya. Talenta disini melambangkan tanggung jawab yang berbeda yang harus dijalankan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang.

Hal ini kalau kita bandingkan dengan pengertian "talenta" di zaman sekarang, bahwa istilah "talenta/ talent” selalu merujuk pada "bakat-alam” yang dimiliki seseorang, atau bakat yang diperoleh seseorang karena karunia Tuhan : talenta menyanyi, talenta bermusik, talenta berdagang, talenta mengajar, talenta memimpin dan lain sebagainya.

Kata talenta yang seharusnya bermakna ”besaran/ukuran uang” ini bergeser menjadi ”bakat alam yang dimiliki seseorang.” Ini akibat dari adanya perumpamaan yang diberikan Yesus Kristus dalam Matius 25:14-30 ini. Semenjak ajaran ini diberikan, orang kemudian merujuk ”talent/ talenta” adalah bakat alam seseorang (pemberian Tuhan).

Perumpamaan ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa kita harus mengusahakan "talenta" yang diberikan Allah kepada kita. Jelas dalam Matius 25:14-30 adalah sebuah pengajaran dengan “perumpamaan” yang menunjukkan betapa perlunya menggunakan pemberian Allah dengan sikap bertanggung-jawab dalam pelayanan kepada Allah pada saat sang tuan “Tidak hadir”.

Pemberian yang digambarkan dengan pemberian modal ini bisa kita artikan dengan “karunia” dan “berkat” yang Allah beri kepada kita. Karunia dan berkat tidak selalu berkonotasi harta, bisa kemampuan/ skill dan apapun yang kita punya. Apakah kita ini adalah orang yang bisa mengusahakan "modal” itu?

Maka kesimpulan dari perumpamaan itu adalah bahwa manusia diberi kesempatan rohani yang berbeda-beda. Orang yang mau menggunakan kesempatan dan menggunakannya adalah orang yang dianggap sebagai hamba yang setia. Dan orang yang tidak menggunakan kesempatan dan mengusahakannya itu akan dibuang (dihukum) karena ia adalah hamba yang “tidak berguna”. Yesus Kristus akan datang kembali, dan ia menuntut pertanggungjawaban pada kita semua terhadap penggunaan karunia (talenta) yang la berikan kepada kita.

 

Renungan :

Setiap orang pasti memiliki talenta meskipun besarannya tidaklah sama untuk masing-masing orang. Tuhan tidak mempermasalahkan seberapa banyak talenta itu digandakan, namun kalau talenta itu tidak digandakan Tuhan akan mempermasalahkannya.

 

Orang malas tidak ada tempat dalam Kerajaan Allah.





April 09, 2020, 06:18:44 AM
Reply #1804
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1833&lang=id


27
Mar
Renungan Harian
Jangan Sesat !

Matius 22:23-33; Mazmur 25:8

Yesus Yesus menjawab mereka: ”Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah !”

(Matius 22:29)

 

Ketika Jono bermain golf bersama pendetanya, ia melontarkan sebuah pertanyaan teologis yang sangat di penting, "Bapak Pendeta, apakah ada lapangan golf di surga?"

Wah, sampai sekarang saya tidak tahu. Nanti kalau ada kesempatan saya akan menanyakan soal itu kepada Tuhan dan jawabnya pasti akan saya beritahu kamu," kata pendetanya.

Minggu berikutnya mereka berdua bermain golf kembali dan Jono masih mengajukan pertanyaan yang sama. "Bapak Pendeta apakah Anda sudah tanyakan mengenai lapangan golf di surga?"

"Sudah, sudah. Lapangan golf di sana bagus sekali. Saya dengar kamu diundang untuk bermain di sana minggu depan."

Saudaraku, banyak orang yang berpikiran seperti Jono. Mereka mengira masih bisa melanjutkan hobinya saat berada di surga kelak. Masalahnya adalah banyak orang yang hanya memperhatikan perkara-perkara yang ada di bumi ini, dan mereka berharap untuk bisa melanjutkan kesukaannya selama di bumi ini. Orang-orang seperti ini adalah orang yang tidak memahami kitab suci.

Itulah yang dikatakan Yesus pada orang-orang Saduki. Mereka mengira bahwa di surga masih ada orang yang kawin. Mereka berpikir kehidupan di bumi sama dengan yang terjadi di surga. Pengetahuan mereka terhadap kebenaran Firman Tuhan amat dangkal!

Setiap orang Kristen seharusnya tidak masa bodoh dengan pengetahuannya terhadap Firman Tuhan. Tetapi ada saja orang Kristen yang merasa tidak perlu lagi belajar Firman Tuhan dan mereka cuma puas datang ke gereja setiap Minggu saja. Mereka tidak memiliki kerinduan untuk memahami Firman Tuhan lebih dalam lagi. Asal masuk surga - itulah motto mereka.

Gereja menyediakan berbagai kegiatan untuk memberikan bekal pengetahuan akan Firman Tuhan kepada jemaatnya. Mengapa kita tidak mengikutinya? Bukankah itu akan menambah pengetahuan kita supaya tidak "sesat"?

 

Renungan :

Jangan berpikiran bahwa surga itu sama dengan di bumi. Di surga semuanya kekal dan yang ada di sana adalah sukacita melimpah. Tidak ada sukacita dan kebahagiaan yang melebihi surga.

 

Surga adalah tempat istirahat orang benar yang telah bekerja keras selama di bumi.



April 10, 2020, 08:27:57 AM
Reply #1805
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


 https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1849&lang=id


10
Apr
Renungan Harian
Kalahkan Kebencian

Matius 26:1-5; Amsal 10:12

”dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.”

(Matius 26:4)

 

Apa yang terjadi kalau kejengkelan dan kemarahan tertimbun dalam hati selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Lenyapkan orang itu! Inilah tindakan terakhir yang akan dapat memuaskan hati mereka.

Bila kita bayangkan betapa besar gejolak hati para imam dan pemimpin agama Yahudi terhadap Yesus. Mereka gusar karena kebenaran yang dibangunnya sendiri itu harus mendapatkan tantangan dari Yesus. Kebobrokan mereka telah ditelanjangi secara terang-terangan di depan orang banyak. Tetapi mereka sebenarnya harus mengakui bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kuasa seperti Yesus. Tetapi kemarahan dan dendam begitu mendidih terlanjur menguasai hari mereka. Akhir kata mereka harus melenyapkan orang ini.

Dan apa yang terjadi kita tahu bahwa mereka merekayasa cerita bohong supaya Yesus dibunuh dengan cara disalibkan. Dan memang rencana ini terjadi, namun justru itulah maksud dan rencana keselamatan bagi manusia. Yesus memang harus mati, tetapi harus pula dibangkitkan dan naik ke sorga supaya tergenapilah janji keselamatan bagi umat manusia.

Saudara, sejarah penuh dengan amarah, kebencian, dendam, dan pembunuhan. Mulanya dari kain yang membunuh Habil, lalu berturut-turut manusia lainnya yang membunuh sesamanya. Alasannya cuma satu: melampiaskan amarah dan dendam mereka. Tetapi Alkitab berkata bahwa memperlakukan musuh itu tidak boleh seperti orang dunia lakukan. Kalau orang dunia, musuh harus dihancurkan. Tetapi Yesus berkata supaya musuh dikasihi dan didoakan. Dunia anti dengan pola seperti ini, karena mengasihi musuh merupakan pola Kerajaan Allah. Itu pula yang dilakukan oleh Allah kita kepada manusia. Manusia yang membenci-Nya tidak dibalas dengan kekerasan, tetapi dengan kasih melalui kematian Kristus di kayu salib.

Kalau kita memperlakukan musuh dengan baik dan mendoakan mereka, kita adalah anggota Kerajaan Allah dan kita pasti dapat mengalahkan kebencian dan dendam.

 

Renungan :

Kalau kita menyimpan amarah dan dendam, jangan berikan kesempatan lebih jauh lagi untuk melangkah. Kalahkanlah kejahatan dengan kasih! Doakanlah di dalam kasih dan kasihilah mereka.

 

Orang Kristen tidak mau jadi pembunuh, tetapi mereka suka dengan pembunuhan yang dikemas manis (baca : kebencian).




April 11, 2020, 06:06:46 AM
Reply #1806
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

 https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1850&lang=id


11
Apr
Renungan Harian
Terlalu Mahal?

Matius 26:6-13; Amsal 11:4

Melihat itu murid-murid gusar dan berkata : ”Untuk apa pemborosan ini ?”

(Matus 26:8)

Mengapa kadangkala jemaat tidak rela dan tidak jujur dalam mengembalikan sepersepuluhannya ke dalam rumah Tuhan ? Ada beberapa balasan yang mungkin sering kita dengar. Di antaranya, ”Gereja ini kan sudah kaya, lebih baik saya berikan kepada pendeta-pendeta desa yang masih kekurangan”. Ada juga yang berkata, ”Lho kok enak, saya dapat 90 % sedangkan gereja mendapat 10 % dari seluruh jemaat jadi berapa ribu persen itu ?” Ada lagi yang tidak pernah menyetorkan perpuluhan ke gereja mana pun namun uang itu dia pakai untuk membiayai perjalanan pelayanannya kalau ada yang mengundang berkotbah ke gereja-gereja di luar kota. Bahkan ada yang tidak mau mengembalikan persepuluhan karena tidak setuju dengan cara gereja membelanjakan uangnya.

Murid-murid Yesus terjebak dengan pemikiran untung rugi mengenai uang dalam pelayanan ketika melihat seorang wanita memecahkan botol minyak wangi yang sangat mahal harganya dan menuangkannya ke kaki Yesus. Mereka lalu berkata, ”Kan lebih baik dijual dan uangnya dibagibagikan kepada orang miskin.” Tetapi Yesus mengingatkan mereka bahwa tidak setiap saat Dia ada bersama-sama dengan mereka. Ada waktunya Yesus akan kembali ke Surga.

Oleh sebab itu selagi masih ada kesempatan, layanilah Dia sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang dapat kita lakukan. Murid-murid Yesus berbicara soal untung rugi. Sedangkan Yesus berkata bahwa "Tidak ada harga yang terlalu mahal untuk melayani Dia" Apakah engkau merasa harga yang engkau bayarkan untuk melayani Tuhan itu terlalu mahal ?

Mengapa Yesus sangat terkesan dengan sikap perempuan yang menuangkan minyak wangi itu sampai-sampai berkata bahwa ”Di mana pun Injil diberitakan maka perbuatan wanita itu juga harus diceritakan ?” Karena perempuan itu tidak pernah menghitung harga yang harus dibayarkan untuk melayani Tuhan.

 

Renungan :

Bermacam-macam motivasi orang ketika berkorban untuk pelayanan. Ada yang dengan motivasi supaya diberkati seratus kali lipat, ada yang ingin mendapat pengakuan dan pujian dari manusia, dan  sebagainya. Tetapi orang yang sangat mencintai Tuhan akan melakukannya dengan tulus berapapun harga yang harus dibayarkan.

 

Tidak ada harga yang terlalu mahal yang harus dibayarkan untuk melayani Tuhan.
               




April 12, 2020, 05:58:08 AM
Reply #1807
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1851&lang=id


12
Apr
Renungan Harian
Jangan Tamak !

Matius 26:14-16; Amsal 10:2

Ia berkata : ”Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

(Matius 26:15)

 

Banyak orang berspekulasi apakah Yudas Iskariot tega menjual Yesus hanya gara-gara uang 30 perak ? Ada yang berkata bahwa uang sebesar tiga puluh keping perak dan jika kita pergi membawanya ke pasar budak, maka yang kita peroleh dengan uang sebesar itu adalah budak setengah tua yang tidak lagi pada usia produktif. Pokoknya dengan uang sebesar itu, orang hanya mendapatkan budak bermutu rendah dan jangan berharap mendapat budak dengan otot-otot yang kekar dan sehat. Jadi alasannya adalah supaya bila Yesus ditangkap maka diharapkan Yesus akan terpaksa menunjukkan kuasa-Nya dan akan menjadi pemimpin pemberontakan melawan penjajah Romawi.

Tetapi kita harus melihat pada pokok persoalan yang terjadi sebelumnya. Alkitab berkata, ”Hal itu dikatakannya bukan karena ia (Yudas) memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya” (Yohanes 12:6). Hati Yudas memang tamak, atau bisa dikatakan bahwa dia mencintai uang. Alkitab berkata bahwa akar segala kejahatan adalah cinta uang (1 Timotius 6:10). Ini adalah modal utama bagi iblis untuk mencari cara yang tepat supaya Yesus bisa dibunuh. Dan melalui celah inilah iblis masuk ke dalam kehidupan Yudas.

Saudaraku, manusia tidak akan pernah puas dengan harta. Ada orang yang selalu merasa berkekurangan meskipun hartanya sebenarnya melimpah, Masalahnya adalah orang tersebut tidak pernah merasa puas. Apa yang dikejarnya hanyalah uang dan kesenangan. Orang Kristen tidak dilarang mencari uang dengan bekerja, karena memang uang masih dibutuhkan. Tetapi yang dilarang adalah mencintai uang, sebab ada saja orang Kristen yang tidak pernah kenal lelah mengejar uang, bahkan keluarganya sendiri dikorbankan demi untuk menambah pundi-pundinya. Itulah sebabnya jika suatu saat orang itu bisa menjual Yesus alias imannya hanya gara-gara untuk mengejar uang.

 

Renungan :

Waspadalah dengan segala macam ketamakan. Kalau hati kita mulai dikuasai dengan yang waspadalah, karena tinggal sejengkal lagi Anda terjungkal la dalam malapetaka.

 

Orang tamak adalah orang yang miskin karena ia tidak akan pernah puas dengan harta.



April 13, 2020, 06:37:23 AM
Reply #1808
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1853&lang=id


13
Apr
Renungan Harian
Siapkan PerjamuanNya

Matius 26:17-25: Keluaran 12:21

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata : ”Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

(Matius 26:17)

Salah satu makna dari Paskah adalah berbicara tentang keselamatan kekal yang dibawa oleh Tuhan Yesus Kristus. Makna lain dari Paskah adalah mempererat persekutuan, yaitu persekutuan kita dengan Tuhan dan persekutuan kita dengan sesama jemaat Tuhan. Karenanya saat Paskah tiba murid-murid Yesus sibuk mempersiapkan Paskah bagi Tuhan. Nah makna dari mempersiapkan Paskah untuk saat ini bisa kita hubungan dengan masa mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.

Ada lagu lama yang syairnya berkata: ”Sudahkah kita siap sedia, menghadapi datangnya Yesus kelak kembali, untuk mengangkat kita semua, yang sungguh-sungguh berharap padaNya......” Lagu ini berisi ajakan untuk mempersiapkan hati kita guna menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Sebab jika 2000 tahun yang lalu dikatakan la datang segera, apalagi untuk saat ini kedatangan Tuhan yang kedua kalinya semakin dekat.

Barangkali pemahaman ini agak sulit untuk dimengerti, namun demikian kedatangan Tuhan yang kedua kalinya itu pasti. Tanda-tanda zaman mengenai kedatangannya nyata, di sana sini ada bencana alam, peperangan, bangsa bangkit melawan bangsa, banyak tindakan asusila, kasih kebanyakan orang menjadi dingin, dan lain sebagainya.

Walau tidak begitu memahami bagaimana Tuhan datang yang kedua kalinya, berbahagialah mereka yang mengharapkan kedatanganNya. Sebab orang yang mengharapkan kedatanganNya pasti terus menerus menyiapkan hati untuk menyambut Raja di atas segala raja.

Lihatlah keseriusan Musa dalam mempersiapkan Paskah dalam keluaran 12:21 : Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka : ”Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.”

Peristiwa Paskah di mesir adalah gambaran bagaimana Tuhan pada akhirnya mau membawa umat-Nya ke tanah perjanjian kekal yaitu Yerusalem Baru, kita harus mempersiapkan perjamuan kawin anak domba Allah dengan segenap hati, bukan besok tetapi sekarang, dengan cara apa? Berilah diri kita untuk  diperbaharui Tuhan dari hari ke hari seolah-oleh Tuhan datang besok hari.

 

Renungan :

Nabi Yoel mengingatkan kita, supaya kita besiap sedia sedini mungkin sebab hari Tuhan tidak ada yang tahu, simak pernyataan yang dikemukakan Nabi Yoel : ”Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa.” (Yoel 1:15).

 

Persiapkanlah perjamuan Tuhan dengan cara hidup dalam pertobatan.




April 14, 2020, 11:02:30 AM
Reply #1809
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1854&lang=id


14
Apr
Renungan Harian
Peringati Kematian-Nya

Matius 26:26-29; Yeremia 56:1

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata : ”Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

(Matius 26:26)

 

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata sepert ini, ”Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu la diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu la mengucap syukur atasnya ; Di la memecah-mecahkannya dan berkata : "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi PERINGATAN AKAN AKU!” Demikian juga la mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi PERINGATAN AKAN AKU” (1 Korintus 11:23-25).

Yesus tidak berkata supaya kita memperingati mujizat-mujizat yang diadakannya, atau khotbahNya di atas bukit, atau lainnya, tetapi kematianNya! Mengapa harus kematianNya yang perlu kita peringati? Bukankah mujizatNya juga dahsyat? Saudaraku, bukan berarti kita tidak boleh mengingat akan mujizat atau yang lainnya, tetapi Yesus telah meletakkan sebuah penekanan bahwa kematianNya merupakan hal yang terutama dalam kehidupan manusia. Yesus datang memang untuk mati buat kita supaya keselamatan itu sampai kepada manusia. Sementara mujizat dan perbuatan ajaib itu mendukung dari misi keselamatan tersebut.

Yesus datang bukan untuk pamer kuasa. Dia juga tidak datang hanya untuk menyembuhkan saja. Dia datang untuk mendamaikan manusia. Dia datang untuk meruntuhkan tembok pemisah (Efesus 2:14). Nabi Yesaya menubuatkan, "Beginilah Firman Tuhan: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari padaKu, dan keadilanKu akan dinyatakan" (Yeremia 56:1). Yesus datang sebagai penggenapan janji Tuhan kepada kita. Jadi kita mempunyai tugas juga untuk menyampaikan keselamatan itu kepada segala bangsa. Mereka tidak perlulagi berdoa memohon Tuhan menuntun mereka pada jalan yang benar, karena sesungguhnya Yesus itulah Jalan yang benar.

 

Renungan :

Kematian Kristus amat penting dalam kehidupan manusia. Jadi gereja jangan lalai untuk menyampaikan hal yang penting ini supaya setiap manusia dapat mengetahui kebenaran ini.

 

Setan tidak takut dengan mujizat, tetapi dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus.

 
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)