Author Topic: Daily Devotional  (Read 49689 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

April 25, 2020, 06:29:13 AM
Reply #1820
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1861&lang=id


25
Apr
Renungan Harian
Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?

Matius 27:45-56; Mazmur 22:2

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ?

(Matius 27:46)

 

Ketika sedang dalam puncak penderitaan-Nya Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur 22:2, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."

Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Kadang kita juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sendu.

"Eli, Eli, lama sabakhtani?" itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena la harus terpisah dari Allah Bapa dan karena la harus menanggung dosa manusia. Hukuman dosa adalah keterpisahan. Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hati-Nya.

Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-muridNya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.

Sebaliknya, puncak dari kesakitan-Nya dan penderitaanNya adalah ketika la berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika "ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri."Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya. Ini adalah keharusan dan cawan pahit itu yang harus diterima oleh Yesus. Dia harus mati sebagai "korban" atas dosa-dosa manusia.

Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya pada-Nya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan ROH KUDUS.

 

Renungan :

Harga keselamatan itu mahal meskipun kita memperolehnya secara gratis. Tetapi lihatlah Anak Manusia itu yang harus mengalami penderitaan teramat berat dan keterpisahan-Nya dengan BapaNya. Hargailah itu melebihi nyawamu !.

 

Penderitaan Kristus untuk keselamatan kita. Hargailah itu!
April 25, 2020, 06:42:20 AM
Reply #1821
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1861&lang=id


25
Apr
Renungan Harian
Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?

Matius 27:45-56; Mazmur 22:2

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ?

(Matius 27:46)

 

Ketika sedang dalam puncak penderitaan-Nya Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur 22:2, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."

Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Kadang kita juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sendu.

"Eli, Eli, lama sabakhtani?" itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena la harus terpisah dari Allah Bapa dan karena la harus menanggung dosa manusia. Hukuman dosa adalah keterpisahan. Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hati-Nya.

Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-muridNya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.

Sebaliknya, puncak dari kesakitan-Nya dan penderitaanNya adalah ketika la berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika "ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri."Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya. Ini adalah keharusan dan cawan pahit itu yang harus diterima oleh Yesus. Dia harus mati sebagai "korban" atas dosa-dosa manusia.

Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya pada-Nya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan ROH KUDUS.

 

Renungan :

Harga keselamatan itu mahal meskipun kita memperolehnya secara gratis. Tetapi lihatlah Anak Manusia itu yang harus mengalami penderitaan teramat berat dan keterpisahan-Nya dengan BapaNya. Hargailah itu melebihi nyawamu !.

 

Penderitaan Kristus untuk keselamatan kita. Hargailah itu!




April 26, 2020, 05:48:21 AM
Reply #1822
April 27, 2020, 05:49:38 AM
Reply #1823
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1867&lang=id


26
Apr
Renungan Harian
Percayai PerkataanNya

Matius 27:57-61; Pengkhotbah 3:11

Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

(Matius 27:59-61)

Kisah nyata yang tertulis dalam Injil Matius ini, merupakan kisah kasih yang mendalam yang dialamioleh Yusuf dari Arimatea, Maria dan Maria Magdalena. Diam-diam Yusuf dari Arimatea menaruh simpati kepada Tuhan Yesus Kristus, ia tertarik kepada pribadi Yesus dan ajaran-Nya, saat tidak ada orang yang memperhatikan mayat Yesus Kristus, ia memberanikan diri untuk mengurus mayat Yesus Kristus.

la tampil ke depan menghadapi para penguasa guna meminta mayat Yesus. Mayat itu diperlakukan dengan baik, dibungkus dengan kain kafan dan diberi rempah-rempah. Kemudian ia menguburkan Yesus secara layak, hal ini dikerjakannya sebab ia mengagumi pribadi Yesus Kristus. Lain halnya dengan Maria dan Maria Magdalena, kedua perempuan ini sangat terpukul dan merasa kehilangan, keduanya larut dalam kesedihan yang mendalam. Bagi mereka berdua Yesus adalah Bapa yang baik dan Tuhan yang mau mengampuni dosa mereka.

Namun di sela-sela kesedihan itu teringatlah mereka akan perkataan Yesus, bahwa pada hari yang ketiga la akan bangkit dari orang mati. Terhadap perkataan itu keduanya sangat mempercayainya, barangkali inilah yang patut kita contoh dari Maria dan Maria Magdalena. Mereka mempercayai setiap perkataan yang diucapkan Yesus dan melakukan yang dikatakanNya.

Mereka sangat yakin bahwa Yesus akan bangkit pada hari ketiga, walaupun saat itu mereka harus menunggu dan duduk duduk di depan makam Yesus. Berangkat dari kisah ini maka pelajaran yang bisa kita ambil adalah iman itu kadang harus menunggu waktunya Tuhan, sebab la membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan la memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pengkhotbah 3:11).

Firman Tuhan tetap sama dulu, sekarang adan selamanya, percayailah setiap firmanNya dan nikmatilah pemeliharaanNya.

 

Renungan :

Jangan pernah ragu terhadap Firman Tuhan, sebab firman-Nya ya dan amin, lihatlah dalam Lukas 8:50: Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus : "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." Disini Tuhan Yesus meneguhkan Yairus untuk percaya saja kepadaNya, dan jangan pernah meragukan firmanNya.

 

Percaya saja pada firmanNya dan terus teguhkan iman saudara.





April 28, 2020, 06:24:17 AM
Reply #1824
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1869&lang=id


27
Apr
Renungan Harian
Sia - Sia Saja

Matius 27:62-66; Mazmur 127:1c

”Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.”

(Matius 27:66)

 

Segala sesuatu adalah sia-sia (Mazmur 94:11, Pengkhotbah 1:2). Apa saja yang dirancangkan manusia adalah kesia-siaan belaka. Maksudnya adalah semua vang dilakukan dan diupayakan oleh manusia sia-sia saja. Sangat terbukti memang, bagaimana tidak Allah Bapa memberikan kuasa untuk mengolah yang ada di dalam dunia ini tetapi yang terjadi bukanlah yang baik tetapi justru kebalikannya. Manusia dikuasai oleh keserakahan. Disuruh mengelolah namun dihabiskan hingga tak bersisa! Contohnya, mengelola hasil kayu. Seharusnya ada tatanan yang mengatur tentang penebangan, tetapi justru disikat habis. Kalau terjadi bencana alam, yang disalahkan pastilah Tuhan. Padahal yang membuat gundul hutan itu ulah manusia sendiri. Banyak kejadian yang pada akhirnya menyalahkan Tuhan.

Oleh sebab itu Firman Tuhan sendiri katakan bahwa semuanya adalah sia-sia. Maksudnya, tanpa Tuhan kita tidak bisa berjalan sendiri, tanpa Tuhan kita menjadi liar dan arogan. Tanpa Tuhan kita akan hancur. Tanpa hikmat dari Allah, maka semua menjadi sia-sia. Lalu, bagaimana supaya kita tidak menjadi sia-sia? Apa yang harus kita perbuat ? Dengan kekuatan sendiri kita pasti gagal! Tetapi mulai hari ini biarlah kita berkata jujur kepada Allah Bapa bahwa kita perlu pertolongan-Nya. Untuk itu kita harus :

1. Sadar bahwa kita ini hanyalah ranting (Yohanes 15:4-5). Kita harus tetap melekat kepada pokok anggur, dan pokok anggur kita adalah Yesus Kristus. Kita tidak bisa berbuah tanpa melekat kepada pokok anggur.

2. Mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:5,7). Jika kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, maka semua menuju kepada kesia-siaan, tetapi jika kita mengandalkan kekuatan dari Allah, maka kita akan kuat dan berhasil.

3. Menghasilkan buah (Yohanes 15:8). Sebab kita adalah murid-murid Tuhan Yesus Kristus, maka kita harus dan wajib untuk berbuah, menghasilkan buah yang sesuai dengan kehendak Allah Bapa, maka Allah akan lebih lagi dipermuliakan.

Jika Tuhan Yesus Kristus dipermuliakan karena kita menghasilkan buah, maka kita sebagai ranting-ranting dari pokok anggur akan ikut dipermuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus.

 

Renungan :

Jangan sia-siakan waktu kita, melekatlah hanya kepada Dia yang hidup.

 

Di dalam Kristus tidak ada yang sia-sia.




April 29, 2020, 07:00:13 AM
Reply #1825
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1870&lang=id


28
Apr
Renungan Harian
Harapan Yang Bersemi

Matius 28:1-10; Yehezkiel 37:13

”Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.”

(Matius 28:6)

 

Semua agama, kecuali 4 agama besar, berdasar kepada filsafat. Dari 4 agama besar yang berdasar kepada kepribadian pendirinya, hanya agama Kristen yang menyatakan kubur kosong bagi pendirinya.

Tanpa kebangkitan, iman Kristen tidak mungkin muncul. Murid-muridNya hanyalah symbol kekalahan dan kehancuran. Mungkin mereka akan mengingat Yesus sebagai guru terkasih mereka, dan penyaliban hanya akan melenyapkan harapan akan Mesias. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karir Yesus. Kekristenan mula-mula sangat bergantung kepada kepercayaan murid-murid-Nya bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian. Tanpa kebangkitan, posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja tidak akan terjelaskan. Tanpa kebangkitan, pencurahan ROH KUDUS akan meninggalkan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Tanpa kebangkitan, sumber kesaksian murid-murid hilang.

Kebangkitan merupakan penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang akan bangkit, seperti yang tertulis dalam Mazmur 16:10, ”tidak membiarkan orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” Jelaslah bahwa khotbah pertama Kekristenan berdasar kepada Yesus yang telah bangkit. Hingga kini kuasa kegelapan berusaha untuk mengaburkan kisah kebangkitan ini. Bagi iblis, kebangkitan Yesus adalah pukulan terhebat dalam hidupnya, karena melalui kebangkitan Kristus, iblis dikalahkan telak!

Pada akhir abad pertama, Josephus, seorang sejarahwan Yahudi menulis dalam bukunya Antiquities :

”Pada kira-kira waktu ini, hiduplah Yesus, seorang yang bijaksana, jika memang seseorang seharusnya menyebut dia seorang manusia. Karena ia adalah seseorang yang mengadakan hal-hal yang mengejutkan dan adalah seorang guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. la memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. la adalah Sang Kristus. Ketika Pilatus, karena mendengar bahwa ia dikenai tuduhan oleh orang-orang dengan jabatan tertinggi di antara kami, telah menjatuhkan hukuman salib kepadanya, mereka yang dari mulanya sudah mengasihi dia tidak melepaskan kasih sayang mereka kepadanya. Pada hari ketiga ia menampakkan diri kepada mereka dalam keadaan kembali hidup, karena nabi-nabi Tuhan telah menubuatkan hal-hal ini dan tak terhitung banyaknya hal-hal menakjubkan lainnya mengenai Dia. Dan suku Kristen, demikian mereka disebutkan menurut namanya, sampai saat ini masih ada.”

Ini merupakan bukti menguatkan yang meneguhkan mengenai Yesus dan kebangkitan-Nya

 

Renungan :

Haleluya, Yesus telah bangkit! Pengharapan yang dulu hilang kini bersemi kembali. Manusia mempunyai peluang tinggal lagi dalam kemuliaan yang kekal bersama dengan Allah.

 

Kristus membuka harapan cerah bagi yang percaya.




April 30, 2020, 06:25:08 AM
Reply #1826
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1872&lang=id


30
Apr
Renungan Harian
Tunaikan Tugasmu !

Matius 28:16-20; Yesaya 49:6

”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS.”

(Matius 28:19)

 

Di pengujung akhir jaman, keadaan dunia semakin memprihatinkan. Manusia mulai mencintai diri sendiri (egois), hubungan sosial semakin renggang karena dipacu dengan semangat jaman yang terus melaju begitu cepat. Keadaan seperti ini tidak hanya terjadi pada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan saja, namun berapa banyak anak Tuhan juga hanyut di dalamnya. Dalam keadaan semacam ini, masih terbersitkah dalam benak kita untuk jiwa-jiwa yang sedang menuju kebinasaan ? sudah lupakah kita akan kasih karunia Allah yang diberikan kepada kita yaitu keselamatan kekal ? Bukankah kasih karunia yang diberikanNya harus kita bagikan kepada mereka yang akan binasa, agar mereka juga mendapatkan keselamatan kekal seperti yang telah kita terima ?

Saudara, marilah kita membuka mata dan menyadari bahwa penginjilan adalah tugas kita semua sebagai anak-anak Tuhan. Dan Tuhan masih memberikan kesempatan kepada dunia untuk bertobat dan kepada kita untuk melaksanakan Amanat AgungNya, karena Allah menghendaki supaya jangan ada manusia yang binasa. Dalam Amanat Agung ini, Tuhan Yesus memberikan perintah supaya kita tidak hanya sibuk dengan berbagai kegiatan gereja, tetapi PERGI! yaitu mencari jiwa-jiwa yang belum diselamatkan dan menjadikan mereka murid Tuhan. Kalau kita menganggap bahwa penginjilan bukanlah hal yang penting, berarti kita adalah seorang ”penjahat besar.” Karena orang yang membiarkan orang lain celaka (binasa – masuk neraka) adalah kejahatan besar. Dan Allah menuntut pertanggungan jawab atas orang-orang yang melakukan kejahatan besar, seperti firmanNya telah berkata : Hai orang jahat, engkau pasti mati!  —  dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu (Yehezkiel 33:8). Sedangkan apabila kita sudah berusaha membawa mereka untuk diselamatkan tetapi mereka tetap menolak, maka Tuhan yang berperkara atas orang tersebut. Seperti halnya yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada jemaat Korintus dalam suratNya yang kedua, ”Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah” (2 Korintus 4:3-4). Amin.

 

Renungan :

Kita sebagai murid Yesus mempunyai misi mencari murid bagi Yesus. Kita didik dan ajarkan mereka sampai mereka mengerti apakah menjadi murid Yesus itu.

 

Seorang murid Kristus sejati tidak pernah berhenti untuk mencoba menjadi seperti Gurunya.





May 01, 2020, 03:33:41 PM
Reply #1827
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1873&lang=id


01
May
Renungan Harian
Bagian Tuhan

Markus 1:1-8; Keluaran 14:16

”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan ROH KUDUS.”

(Markus 1:8)

Sebuah perusahaan yang sedang memproduksi sebuah produk tentunya melibatkan orang banyak. Proses produksi itu dibagi menjadi beberapa bagian, dan masing-masing bagian dikerjakan oleh orang-orang yang sesuai dengan keahliannya. Bagian manajemen memikirkan hal yang berkaitan dengan manajemen; bagian operator mesin mengerjakan bagiannya untuk menjalankan mesin. Jika ada orang mengerjakan sesuatu yang bukan bagiannya, apalagi ia tidak ahli di bagian itu, tentunya proses produksi akan kacau. Namun demikian semua bagian di dalam perusahaan itu penting, termasuk para kuli dan bagian kebersihan.

Demikian juga renungan hari ini sedang mengingatkan kita tentang apa yang menjadi bagian Allah dan apa yang menjadi bagian manusia. Yohanes pembaptis adalah pelayan Tuhan yang mengerti pelayanan yang ia kerjakan. la tahu bagiannya adalah membaptis umat Tuhan dengan air sebagai tanda pertobatan. Di sisi lain ia juga tahu bahwa baptisan ROH KUDUS itu adalah bagian Tuhan. Kalau kita menengok ke Perjanjian Lama, maka Imamat 3:16 menuliskan bahwa imam-mam harus membakar korban itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan, sebab segala lemak adalah kepunyaan TUHAN [bagian Tuhan). Sedangkan Imamat 5:13 menyatakan ada korban yang menjadi bagian imam.

Ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil perihal bagian Tuhan dan bagian manusia. Sebagai umat kepunyaan Allah bagian kita adalah taat melakukan perintah Tuhan dan menjaga hidup kita tetap kudus di hadapan-Nya. Bagian kita adalah beriman dan mempercayai janji Tuhan. Ingatkah kita akan kisah Musa membawa umat keluar dari tanah Mesir saat di laut Merah? Saat itu bangsa Israel panik sehingga hal itu membuat Musa terpancing ikut panik, namun ia mengendalikan dirinya dan datang kepada Tuhan. Saat itu Tuhan mengingatkan Musa akan otoritas yang diberikan-Nya kepada Musa seperti tertulis dalam Keluaran 14:16: “Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.” Bagian Musa beriman dan mengangkat tangan, bagian Tuhan menggenapi janji-Nya kepada Musa dan umat-Nya.

Demikian juga dalam hidup kita sehari-hari, bagian kita beriman dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan, bagian Tuhan menggenapi janji-Nya.

 

Renungan :

Filipi 4:19 berkata, ”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.” Jika kita beriman atas firman ini percayalah hal ini akan digenapi dalam hidup kita.

 

Percayalah bagian Tuhan itu pasti; yang penting bagaimana dengan bagian kita, apakah kita mau taat kepada Tuhan dan firman-Nya?



May 02, 2020, 05:09:27 AM
Reply #1828
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=1874&lang=id


02
May
Renungan Harian
Berkenan KepadaNya

Markus 1:9-11; Mazmur 37:23

Lalu terdengarlah suara dari sorga : ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

(Markus 1:11)

Pada ayat bacaan hari ini kita menyaksikan sebuah proklamasi dari Allah Bapa kepada Tuhan Yesus. Dan ini sekaligus meneguhkan bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan itu. Banyak orang masih menantikan Sang Mesias, tetapi sesungguhnya Dia sudah datang! Yesus adalah Anak yang dikenan oleh BapaNya! Luar biasa.

Yesus adalah teladan kita. Dia senantiasa berbuat sesuatu yang menyenangkan hati Bapa-Nya. Bagaimana dengan kita ?

Biasanya manusia menjadi baik kalau sedang dilihat. Apalagi kalau orang itu adalah pengurus gereja, wah, susah sekali menemukan kesalahan ketika ia berada bersama kita. Tetapi yang lebih tahu segala tabiatnya pastilah orang-orang terdekatnya, misalnya istri/suami, anak, adik/kakak, atau bahkan pembantu rumah tangganya. Kalau mau mencari hormat dari manusia saja itu salah. Kejarlah hidup yang senantiasa berkenan kepada Tuhan.

Hal ini tidak dilakukan oleh Tuhan Yesus. la mau melakukan apa yang dikehendaki Bapanya. Dia tidak mencari hormat dari manusia. Sebab apa yang dilakukan-Nya semata-mata untuk kemuliaan Bapa-Nya. la mau merendahkan diri dan menganggap diri-Nya sama dengan manusia lainnya yang harus taat pada perintah BapaNya. Karena ketaatannya sehingga Allah mengasihi DIA dan berkenan kepada-Nya.

Saudaraku, jika kita ingin Allah semakin mengasihi, berkenan dan bangga pada kita, maka setialah dan taatlah melakukan apa yang Allah inginkan untuk kita lakukan.

Pada saat Allah berkenan kepada kita, maka apapun yang menjadi persoalan dan kebutuhan kita, Allah akan memberi jalan keluar dan menyediakan segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Seperti teladan yang diberikan Tuhan Yesus pada kita, yaitu melakukan kehendak Bapa-Nya, sehingga Allah semakin mengasihi DIA dan berkenan kepadaNya.

 

Renungan :

Lakukan hal yang berkenan kepada Allah, yang membuat Allah semakin mengasihi kita dan bangga kepada kita. Mulailah taat dan setia pada perkara/hal yang kecil seperti yang Allah kehendaki untuk kita lakukan.

 

Orang yang berkenan kepada Allah itulah yang akan menikmati kemuliaan Allah.




May 03, 2020, 05:18:43 AM
Reply #1829
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)